Anda di halaman 1dari 60

KEKERASA

N SEKSUAL
PADA ANAK
Dosen Penguji :
dr. Sigid Kirana, SpF
Dosen Pembimbing :
dr. Erni H Situmorang

FK UPN VETERAN
JAKARTA
MELYSA FACHLENTINA 122.0221.104
ANNISA DIAN ZULIANTI 122.0221.106
PUTRI MINANG MANDASARI
122.0221.139
AYU FARAH UMMAMAH 122.0221.145
NIGELI TOSAGA BUDIANTO 131.0221.005
SANITYA DWIYULI 131.0221.008
NATHASYA PRATIWI 131.0221.032

BAB I

KEKERASAN SEKSUAL
PADA ANAK
LATAR
BELAKANG

ANAK

Anak merupakan
kelompok yang
memerlukan perhatian
dalam upaya pembinaan
kesehatan masyarakat,
karena mereka akan
berperan sebagai calon
orang tua, tenaga kerja,
bahkan pemimpin
bangsa di masa depan.

UU No. 23 tahun 2002 tentang


Perlindungan Anak
Anak yaitu seseorang yang belum berusia
18 tahun, termasuk anak yang masih
dalam kandungan

Dalam rangka meningkatkan


derajat kesehatan anak

Pembinaan kesehatan anak


yang komprehensif
Akibat
penyakit

Masalah
lainnya

Masalah
lainnya

KEKERASAN
TERHADAP
ANAK
Centers for Disease Control and Prevention

Setiap tindakan atau serangkaian tindakan wali atau


kelalaian oleh orang tua atau pengasuh lainnya yang
dihasilkan dapat membahayakan, atau berpotensi
bahaya, atau memberikan ancaman yang berbahaya
kepada anak

KEKERASAN
TERHADAP
ANAK
Gangguan proses tumbuh
kembang anak

Penurunan kualitas
sumber daya manusia

WHO

Kekerasan pada anak dibagi menjadi


5 jenis:
Kekerasan fisik
Kekerasan Seksual
Kekerasan emosional
Penelantaran anak
Eksploitasi anak

Bedasarkan
data komisi
nasional
perlindungan
anak tahun
2007 terdapat
1194 kasus

Pada tahun
2008 terdapat
1555 kasus

Dengan kata lain


setiap hari terdapat
4,2 kasus kepada anak
usia 10-17 tahun

2012-2013
1.620 kasus
KPAI

2014

Kekerasan seksual anak mengakibatkan


terjadinya gangguan proses tumbuh
kembang anak. Keadaan ini jika tidak
ditangani secara dini dengan baik, akan
berdampak terhadap penurunan
kualitas sumber daya manusia

PERUMUSAN
MASALAH

1. Apakah yang dimaksud dengan kejahatan


seksual pada anak-anak
2. Peraturan apa yang mengatur perlindungan
terhadap kejahatan seksual pada anak-anak
3. Bagaimanakah mengetahui tanda-tanda
kejahatan seksual pada anak
4. Bagaimanakah efek psikologi pada anak
korban kejahatan seksual

Tujuan dan
Manfaat
Mengetahui peranan

Tujuan

dokter umum dalam


menangani kasus
kejahatan seksual
terhadap anak

Manfaat
1. Memberikan informasi yang bermanfaat untuk
mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan tentang
tanda-tanda kekerasan seksual pada anak serta tandatanda psikologisnya
2. Untuk menambah wawasan tentang ilmu kedokteran
forensik, khususnya tentang kejahatan seksual pada
anak-anak dan bagaimana cara menangani kasus tersebut

BAB II

ANAK

PBB dan Convention on the


Right of the Child (CRC) anak
adalah setiap individu
manusia di bawah umur 18
tahun, kecuali menurut undangundang yang berlaku pada anak,
kedewasaan dicapai lebih awal.

Menurut UU No. 23 tahun 2002 tentang


Perlindungan Anak yaitu seseorang yang
belum berusia 18 tahun, termasuk anak
yang masih dalam kandungan

KATEGORI ANAK DALAM


FORENSIK

Kurang dari 10 tahun

Pada kasus kekerasan seksual anak kurang dari 10


tahun dapat memudahkan dokter untuk identifikasi
kejadian bahwa modus yang paling sering dilakukan oleh
pelaku adalah dengan cara bujukan atau iming-

iming, sehingga korban mau mengikuti perintah


pelaku.

Lebih dari 10 tahun

Kasus kekerasan seksual yang terjadi pada anak lebih


dari 10 tahun membuat seorang pelaku biasanya akan
melakukan lebih banyak ancaman

dan

paksaan dalam melakukan tindakannya hingga


korban mau melakukan apa saja yang diminta oleh
pelaku.

SEXUAL MATURATING
RATE (SMR) PEREMPUAN /
TANNER

SEXUAL MATURATING RATE (SMR) PADA


PEREMPUAN BERDASARKAN TANNER STAGE

KEKERASAN TERHADAP ANAK

Kekerasan terhadap anak semua bentuk tindakan /


perlakuan menyakitkan secara fisik ataupun mental

WHO bentuk perlakuan menyakitkan secara


fisik / emosional, penyalahgunaan seksual,
penelantaran, ekspoitasi komersial / lain
mengakibatkan cedera / kerugian nyata / potensial
terhadap kesehatan anak, kelangsungan hidup anak,
tumbuh kembang, martabat hubungan tanggung
jawab, kepercayaan, & atau kekuasaan

BENTUK KEKERASAN
TERHADAP ANAK
Kekerasan

Fisik

Kekerasan

Seksual

Kekerasan

Emosional

Penelantaran
Eksploitasi

Anak

Anak

FAKTOR RISIKO KEKERASAN ANAK


Faktor

Anak

Gangguan

tumbuh kembang, cacat fisik,

gangguan perilaku & mental / emosional

FAKTOR RISIKO KEKERASAN ANAK


Faktor
Pola

Orang Tua / Situasi Keluarga

asuh, riwayat kekerasan fisik / seksual, stres /

masalah kesehatan mental lain, penggunaan NAPZA


/ alkohol / rokok, masalah keluarga, usia dan
pendidikan, pendapatan keluarga, jumlah anak,
kehamilan yang tidak diinginkan

FAKTOR RISIKO KEKERASAN ANAK


Faktor

Masyarakat / Sosial

Kemiskinan,

kriminalitas, pengangguran,

budaya, pelayanan sosial yang rendah, media


massa

DAMPAK KEKERASAN ANAK

Jangka Pendek

Jangka Panjang
Kekerasan

Fisik

Kekerasan

Seksual

Kekerasan

Emosional

KEKERASAN SEKSUAL
Kekerasan seksual
pada anak adalah
kekerasan seksual
yang terjadi pada
masa kanak kanak
yang dapat
membawa dampak
negatif pada
kehidupan korban di
masa dewasanya.

UU Indonesia
No. 23 Tahun
2002 tentang
Perlindungan
Anak

JENIS PENGANIAYAAN
BERDASARKAN
IDENTITAS PELAKUNYA :
1. FAMILIAL
ABUSE
Incest ini diartikan
sebagai tindakan
kekerasan seksual
yang dilakukan oleh
orang terdekat yang
masih memiliki
hubungan darah
dengan korban.
Kategori incest yang
dilakukan oleh
pelaku terdiri dari 3
kategori :

sexual

semua hal yang

molestation

dapat merangsang

(penganiayaan) pelaku secara


seksual.
sexual assault

interaksi oral atau

(perkosaan)

hubungan dengan
alat kelamin

forcible rape

meliputi kontak

(perkosaan

seksual yang

cara paksa)

dilakukan secara
paksa oleh pelaku
terhadap korban.

Faktor faktor penyebab


incest
Konflik budaya
Kemiskinan
Pengangguran

2. Extrafamilial Abuse
Kekerasan seksual yang terjadi
dilakukan oleh orang lain di
luar keluarga korban dan
biasanya hanya sebagian yang
melaporkannya sebagai suatu
tindakan kekerasan dalam hal
ini termasuk Pedofilia.

PEDOFILIA

Kelainan seksual
berpa hasrat
ataupun fantasi
impuls seksual
yang melibatkan
aak dibawah
umur ( berumur
13 tahun atau
lebih muda)

BERDASARKAN DSM-IV, SESEORANG


DIKATAKAN SEBAGAI PENDERITA PEDOFILIA
BILA

Selama waktu sekurangnya 6 bulan, terdapat


khayalan yang merangsang secaraseksual,
dorongan seksual, atau perilaku yang berulang
dan kuat berupa aktivitas seksualdengan anak
pre-pubertas atau anak-anak (biasanya berusia 13
tahun atau kurang)
Khayalan, dorongan seksual atau perilaku
menyebabkan penderitaan yang bermaknasecara
klinis atau gangguan dalam fungsi sosial,
pekerjaan atau fungsi penting lainnya.

Orang sekurangnya berusia 16 tahun dan


sekurangnya berusia 5 tahun lebih tua
darianak-anak yang menjadi korban

MENJADI PENYEBAB TINDAK


KEKERASAN SEKSUAL PADA
ANAK
Faktor kelalaian orang
tua
Kesibukan orang tua

Faktor rendahnya moralitas


dan mentalitas pelaku
Tidak bisa mengontrol nafsu

Faktor ekonomi
Mudah di iming-iming

karakteristik
korbannya
detail dari
kontak seksual
pertama kali

Anak perempuan atau anak lakilaki

Ektrafamilial
Intrafamilial

tingkah laku yang


dilakukan oleh pelaku
kekerasan seksual
sebelumnya pada korban

Tempat pelaku melakukan hubungan seksual


Lama/durasi
Tindakan kekerasan seksual

tingkah laku yang


dilakukan oleh pelaku
kekerasan
seksual
setelah dilakukan tindakan
kekerasan pada korban

Mengancam

DASAR HUKUM

UU No 23 Tahun 2002 tentang


Perlindungan Anak
Anak adalah penerus generasi bangsa
yang harus dijamin perlindungannya
dari segala bentuk kekerasan dan
diskriminasi.

PERLINDUNGAN TERHADAP
ANAK DIATUR DALAM KUHP
DI BAWAH INI:

Pasal 283
Pasal 285
Pasal 286

Memberikan atau memperlihatkan


tulisan/gambar/benda yang melanggar
kesusilaan maupun alat untuk
mencegah/menggugurkan kehamilan
kepada yang belum dewasa
Kekerasan atau ancaman kekerasan
memaksa wanita bersetubuh diluar
perkawinan.

Bersetubuh dengan wanita (dalam


keadaan pingsan atau tidak berdaya)
diluar perkawinan

PERLINDUNGAN TERHADAP
ANAK DIATUR DALAM KUHP
DI BAWAH INI:

Pasal 287

Bersetubuh dengan wanita (usia <


15 tahun atau blm waktunya
dikawin) diluar perkawinan

Pasal 289

Kekerasan atau ancaman


kekerasan memaksa melakukan
atau membiarkan dilakukannya
perbuatan cabul

Pasal 290

Perbuatan cabul atau membujuk


pada orang pingsan atau tidak
berdaya, pada usia < 15 tahun atau
blm mampu dikawin

PERLINDUNGAN TERHADAP
ANAK DIATUR DALAM KUHP
DI BAWAH INI:

PERLINDUNGAN TERHADAP
ANAK DIATUR DALAM KUHP
DI BAWAH INI:

Pasal 294

Perbuatan cabul thdp


anak/anak tiri/anak
angkat/anak blm cukup umur

Pasal 295

Sengaja menyebabkan/
memudahkan dilakukannya
perbuatan cabul thdp anak/ anak
tiri/anak angkat/blm cukup umur

Pasal 296

Memudahkan perbuatan cabul


dan menjadikannya sebagai
pencaharian/ kebiasaan

PERATURAN DAERAH
Perda Jawa Tengah
No.3 tahun 2009
Perda Jawa Tengah
tentang
No.7 tahun 2013
Penyelenggaraan
tentang
Perlindungan
Penyelenggaraan
Terhadap Korban
Perlindungan Anak
Kekerasan Berbasis
Gender dan Anak

FUNGSI PENYELIDIKAN
KEJAHATAN SEKSUAL
DALAM FORENSIK
Menentukan adanya tanda tanda
persetubuhan
Menentukan adanya tanda tanda
kekerasan
Memperkirakan Umur
Menentukan pantas tidaknya korban untuk
menikah

PEMERIKSAAN MEDIS
Anamnesis

Pemeriksaan
Penunjang

Pemeriksaan
Laboratorium

Px.
Pakaian

Px. Umum

Px. Kandungan
dan Kebidanan

Px. Kesehatan
mental

FROG LEG POSITION

ALUR PELAYANAN PEMBUATAN VISUM


Korban

Penyidik
Polisi

IGD/
Poliklinik
Pusat
Pelayanan
Terpadu

Visum et
Repertum

Resume
Medis

ALUR PELAYANAN
Korban

Semi
Kritis

Non
Kritis
PKT
/PPT

IGD
- Registrasi
- Triage

Rumah
Sakit

Rujuk

Px Psikososial,
fisik/medikolegal, konseling,
konsultasi Spesialis

Kritis
Rawat Inap
ICU

Pulang/raw
at jalan

Meninggal
(Ruang
Otopsi)

Post traumatic syndrome


disorder
Adalah Sindrom kecemasan, labilitas
autonomik, ketidakrentanan
emosional, dan kilas balik dari
pengalaman yang amat pedih setelah
mengalami stress fisik maupun emosi
yang melampaui batas ketahanan
orang biasa

GEJALA PTSD

GANGGUAN SOSIAL PTSD


Panik

Prilaku
menghindar

Depresi

Membunuh
pikiran dan
perasaan

Mensisihkan
diri sendiri

Merasa tidak
percaya diri

Gangguan
kehidupan
sehari-hari

BAB III

KASUS 1

KASUS 2

KASUS 3

KESIMPULAN
1.

Permasalahan kasus kekerasan seksual pada anak,


tidak hanya membutuhkan intervensi medis sematamata tapi, menuntut diambilnya langkah penanganan
yang holistik dan komprehensif termasuk
dukungan psikososial yang secara otomatis
membutuhkan dukungan optimal dari keluarga dan
masyarakat

2.

Seorang dokter dituntut juga untuk dapat menentukan


adanya tanda-tanda persetubuhan, tanda-tanda
kekerasan, serta memperkirakan umur pelaku
berdasarkan keilmuan yang dimilikinya

SARAN
Sebagai warga negara Indonesia yang
menghormati hukum kita harus menghormati
dan melindungi hak-hak anak sebagai penerus
bangsa
Perlu adanya penatalaksanaan dan tindakan
pencegahan terutama untuk mengurangi
kekerasan pada anak yang belakangan ini yang
cenderung mengalami peningkatan.

SALAH SATU KEKERASAN PADA


ANAK ??

TERIMA
KASIH

PERTANYAAN
1.
2.
3.
4.

5.

6.

Undip : perbedaan kekerasan seksual dengan kejahatan


seksual
Undip : kekerasan seksual pada anak terjadi pada usia
15-18 tahun
Trisakti : hukum aborsi pada korban kekerasan seksual
Undip: penari muda sebagai istri pengganti , dengan
cara menggesek-gesek an paha, apakah termasuk
pelecehan seksual?
Undip: hukuman penjara 15 tahun apakah efektif ?
Sedangkan di luar dilakukan kebiri ? Manakah yang
lebih efektif dilakukan?
Undip : tatalaksana untuk mencegah sebelum dan
setelah terjadi kekerasan seksual?

Anda mungkin juga menyukai