Anda di halaman 1dari 5

HADITS : TENTANG PROSES PEMBENTUKAN

MANUSIA
| di 10.34

Khoirini Robiatul A
1211600060
Hadits

;
;
..

- - ;
Dari Ibnu Masud RA, ia berkata : Telah bersabda kepada kami Rasulullah SAW Beliau
adalah orang yang jujur dan terpercaya; Sesungguhnya seorang diantara kamu (setiap kamu)
benar-benar diproses kejadiannya dalam perut ibunya selama 40 hari berwujud air mani;
kemudian berproses lagi selama 40 hari menjadi segumpal darah; lantas berproses lagi selama 40
hari menjadi segumpal daging; kemudian malaikat dikirim kepadanya untuk meniupkan roh
kedalamnya; lantas (sang janin) itu ditetapkan dalam 4 ketentuan : 1. Ditentukan (kadar)
rizkinya, 2. Ditentukan batas umurnya, 3. Ditentukan amal perbuatannya, 4. Ditentukan apakah
ia tergolomg orang celaka ataukah orang yang beruntung (HR Ahmad).
Penjelasan Hadis :
Hadis tersebut Dimuka menjelaskan proses kejadian manusia dalam rahim ibunya, yaitu
40 hari pertama berwujud Nutfah (air mani laki-laki bersenyawa dengan sel telur
perempuan), 40 hari kedua berproses menjadi Alaqah (segumpal darah), 40 hari ketiga
berproses menjadi Mudlghoh (segumpal daging).
Hadis tersebut di muka lebih lanjut menjelaskan bahwa saat berwujud mudlghah itulah
Allah SWT mengirim malaikat untuk memasangkan roh kepadanya bersamaan dengan
ditetapkannya 4 ketentuan.

Dari
Abu
Abdirrahman
Abdullah
bin
Masud radhiyallahu
anhu,
berkata:
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah menceritakan kepada kami dan beliau seorang
yang jujur lagi diakui kejujurannya, Sesungguhnya seorang dari kalian dikumpulkan
penciptaannya di perut ibunya selama empat puluh hari berupa sperma, kemudian menjadi

segumpal darah selama itu pula, kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula, kemudian
diutus seorang malaikat kepadanya untuk meniupkan ruh padanya, dan diperintahkan empat
kalimat: menulis rezekinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagia. Demi Allah yang tidak
ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia, sesungguhnya seorang dari kalian benarbenar beramal dengan amal penghuni surga hingga jarak antaranya dan surga hanya sejengkal,
lalu takdir mendahuluinya, lalu dia beramal dengan amal penduduk neraka lalu ia pun
memasukinya. Dan sesungguhnya seorang dari kalian benar-benar beramal dengan amal
penduduk neraka hingga jarak antaranya dengan neraka hanya sejengkal, lalu takdir
mendahuluinya, lalu ia beramal dengan amal penduduk surga, maka ia pun
memasukinya. Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim.
Hadist diatas ini mengandung beberapa hal, antara lain sebagai berikut:
1. Penjelasan Fase perkembangan janin di dalam rahim:
Hadits diatas ini menunjukkan bahwa janin diciptakan seratus dua puluh hari dalam tiga
tahapan. Setiap tahapan adalah selama empat puluh hari. Pada empat puluh hari pertama
berupanuthfah, pada empat puluh hari kedua berupa alaqah dan empat puluh hari ketiga
berupa mudhghah, dan pada hari ke seratus dua puluh, malaikat meniupkan ruh kepadanya, lalu
dituliskan baginya kalimat. Allah Taala menyebutkan dalam kitab-Nya bahwa janin diciptakan
dalam fase-fase tersebut, sebagaiamana firman-Nya:
dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari
tanah.kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh
(rahim). kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami
jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang
belulang itu Kami bungkus dengan daging. kemudian Kami jadikan Dia makhluk yang
(berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik. (Q.S. Al-Mukminun:
12-14)
Dalam ayat ini Allah menyebutkan empat fase yang disebutkan didalam hadits, lalu
menambahinya dengan fase lainnya sehingga menjadi tujuh fase.
2.
Penjelasan ditiupnya ruh
Para ulama bersepakat bahwa ruh ditiupkan ke dalam janin setelah janin berumur seratus
dua puluh hari terhitung dari mulai terjadinya pembuahan. Yaitu ketika usia kehamilan sudah
empat bulan dan memasuki bulan yang kelima.
Semua itu benar berdasarkan kenyataan yang dapat disaksikan, maka semenjak itu
ditetapkan hukum-hukum untuk memenuhi kebutuhannya seperti hukum tentang penyandaran
nasabnya dan kewajiban pemberian nafkah. Dan hal itu diyakinkan dengan bergeraknya janin
dalam rahim. Inilah hikmah mengapa istri yang ditinggal mati suaminya, masa iddahnya selama
empat bulan sepuluh hari. Alasannya ialah untuk meyakinkan bahwa rahimnya benar-benar
kosong dari janin tanpa ada sedikit pun tanda-tanda kehamilan. Ruh, yang membuat manusia
hidup, adalah urusan Allah sebagaimana firman-Nya,
Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh itu Termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit". (Q.S. Al-Isra: 85)
Dalam syarah Muslim karangan Imam Nawawi disebutkan bahwa ruh adalah jasad halus
yang mengalir dalam badan dan merambat di dalamnya sebagaimana merambatnya air didalam
batang pohon yang hidup. Dalam kitab Ihya Ulumuddin Imam Al-Ghazali berkata, ruh adalah
unsur yang berdiri sendiri yang bekerja di dalam badan.

3.

Penjelasan haramnya menggugurkan kandungan


Para ulama bersepakat atas haramnya menggugurkan kandungan (aborsi) setelah
ditiupkanya ruh kedalam janin. Hal itu dipandang sebagai tindakan criminal yang haram
dilakukan oleh seorang muslim. Karena hal itu merupakan tindakan kejahatan atas orang yang
telah hidup dengan sempurna.
Adapun aborsi sebelum ditiupkannya ruh, maka hukumnya haram juga. Demikianlah
pendapat sebagaian para ahli fiqih. Dalil yang menjadi landasan mereka adalah hadist shahih yan
menjelaskan bahwa penciptaan dimulai dari menetapnya sperma didalam rahim. Imam Muslim
meriwayatkan dari Hudzaifah bin Usaid, sesungguhnya Nabi SAW bersabda, yang artinya:
Jika nuthfah telah melewati empat puluh dua malam dalam sebagian riwayat empat puluh
sekian malam Allah mengutus malaikat untuk membentuk rupanya, menciptalkan
pendengaran, penglihatan, kulit, daging dan tulang belulang.
Dalam kitab Jamiul Ilmi wal Hikam yang ditulis oleh Ibnu Rajab Al-Hanbali, hal 42,
disebutkan, sebagian ahli Fiqih merukhsahkan (memberi keringanan) bagi wanita untuk
melakukan aborsi selama ruh belum ditiupkan ke dalam janin dan menganologikannya
dengan azal pendapat ini adalah pendapat yang lemah karena janin adalah anak yang sudah
tercipta dan adakalanya sudah berbentuk, sedang azal sama sekali belum ada wujud janin, tetapi
hanya menghalangi terciptanya janin, bahkan jika Allah berkehendak, azal sama sekali tidak
menghalangi untuk terciptanya bayi.
Dalam Ihya Ulumuddin karangan Al-Ghazali, 2/51 : azal itu tidak bisa disamakan
dengan aborsi dan mengubur anak hidup-hidup karena kedua tindakan tersebut adalah kejahatan
terhadap makhluk yang sudah berwujud, dan wujudnya memiliki beberapa tahapan. Tahapan
pertama adalah tersimpannya nuthfah di dalam rahim dan bercampur dengan ovum wanita serta
siap untuk menerima nyawa, maka merusak benda tersebut merupakan kejahatan.
Apabila nuthfah menjadi alaqah, maka kejahatannya lebih besar, dan apabila telah ditiupkan ke
dalamnya ruh dan menjadi makhluk yang sempurna, maka kejahatannya pun termasuk ke dalam
dosa besar dan puncak kejahatan adalah membunuh bayi yang sudah keluar dari perut dalam
keadaan hidup.
4.
Penjelasan tentang Ilmu Allah Taala
Sesungguhnya Allah mengetahui keadaan makhluk sebelum penciptaannya. Maka, tidak
ada satu keadaan pun berupa iman, taat, kafir, maksiat, bahagia dan celaka kecuali semuanya
diketahui oleh Allah dan berdasarkan kehendak-Nya. Banyak nash dari kitab yang menjelaskan
hal itu. Dalam riwayat Bukhari dari Ali bin Abi Thalib RA dari Nabi SAW berkata, Tidak ada
makhluk yang bernafas kecuali Allah telah menentukan tempatnya di surga atau di neraka, telah
dituliskan celaka atau bahagia. Seseorang bertanya, Ya Rasulullah, apakah kita berpegang
dengan ketentuan tersebut dan meninggalkan amal? Nabi menjawab, Bekerjalah kalian dan
setiap orang akan diberikan kemudahan sesuai dengan yang diciptakan baginya. Adapun orangorang yang berbahagia akan dimudahkan untuk mengamalkan amalan-amalan kebaikan dan
orang-orang celaka akan dimudahkan untuk mengamalkan amalan-amalan yang akan
menghantarkan kepada kecelakaan.
Kemudian beliau membaca firman Allah,
Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan
adanya pahala yang terbaik (syurga), (Q.S. Al-Lail: 5-6)
Ilmu allah tidak menghalangi kebebasan hamba untuk memilih dan meraih apa yang
mereka inginkan. Karena ilmu adalah sifat yang tidak memiliki pengaruh. Allah memerintahkan
makhluk-Nya untuk beriman dan taat, melarang mereka untuk kufur dan maksiat dan itu

merupakan bukti bahwa hamba memilki kebebasan untuk memilih dan meraih apa yang mereka
inginkan. Karena kalau tidak demikian, maka sia-sialah semua perintah dan larangan-Nya dan ini
mustahil bagi Allah SWT. Allah berfirman,
dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu
(jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa
itu, dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (Q.S. Asy-Syam: 7-10)
5.
Penjelasan tentang amal dinilai dengan akhirnya
Riwayat bukhari dari Sahal bin Saad dari Nabi SAW, beliau bersabda, sesungguhnya
amal itu tergantung kepada niatnya. Artinya barangsiapa yang baginya dituliskan keimanan dan
ketaatan di akhir umurnya, adakalanya dia kufur dan maksiat pada suatu saat, kemudian Allah
memberi taufik kepadanya dengan keimanan dan ketaatan pada waktu menjelang akhir hayatnya.
Dia meninggal dalam keadaan demikian, maka dia masuk surga. Barangsiapa yang telah
ditetapkan baginya kekufuran dan kefasikan di akhir hayatnya. Walau dalam suatu waktu dia
beriman dan taat, kemudian Allah membiarkannya dikarenakan usaha, amal dan keinginannya
dia mengatakan kalimat kekufuran, lalu beramal dengan amal ahli neraka dan meninggal dalam
keadaan demikian, maka dia masuk neraka.

1 komentar:
Exteravol mengatakan...
ty
25 Januari 2015 13.04
Poskan Komentar
Posting Lama Beranda
Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Hi, I'm Jane Smith and I write Transition Mom Blog to help women make the transition from
full-time mom to successful entrepreneur (the reader's problem or goal). I started Transition
Mom Blog in 2004 to help other women deal with the sometimes overwhelming prospect. I write
Transition Mom Blog to help women.

Lencana Profil
Rini Syalala

Buat Lencana Anda

Labels

Metodologi Penelitian (1)

Blog Archive

2013 (2)
o Juli (1)

HADITS : TENTANG PROSES PEMBENTUKAN MANUSIA

o Maret (1)

2012 (4)

About Me

Khoirini Robiatul Adzawiyah


Lihat profil lengkapku