Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN

PRAKTIKUM BIOKIMIA PANGAN


VITAMIN
UJI VITAMIN E
Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan
Praktikum Biokimia Pangan
Oleh:
Nama
NRP
Kelompok
No. Meja
Assisten
Tgl. Percobaan

: M Ghaniy Farras N
: 123020164
:F
: 9 (Sembilan)
: Noorman Adhi T
: 19 April 2014

LABORATORIUM BIOKIMIA PANGAN


JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PASUNDAN
BANDUNG
2014

Laboratorium Biokimia Pangan

Vitamin (Uji Vitamin E)

PENDAHULUAN
Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Latar Belakang
Percobaan, (2) Tujuan Percobaan, (3) Prinsip Percobaan, dan
(4) Reaksi Percobaan.
1.1 Latar Belakang Percobaan
Vitamin adalah suatu zat organic yang diperlukan tubuh
sebagai pengaturan proses fisiologis tubuh.Walaupun
diperlukan dalam jumlah sedikit tetapi fungsinya tidak dapat
digantikan dengan zat-zat lain.
Secara garis besar, vitamin dapat dikelompokkan menjadi
2 kelompok besar, yaitu vitamin yang larut dalam air dan
vitamin yang larut dalam lemak. Hanya terdapat 2 vitamin
yang larut dalam air, yaitu B dan C, sedangkan vitamin
lainnya, yaitu vitamin A, D, E, dan K bersifat larut dalam
lemak. Vitamin yang larut dalam lemak akan disimpan di
dalam jaringan adiposa (lemak) dan di dalam hati. Vitamin ini
kemudian akan dikeluarkan dan diedarkan ke seluruh tubuh
saat dibutuhkan. Beberapa jenis vitamin hanya dapat
disimpan beberapa hari saja di dalam tubuh, sedangkan jenis
vitamin lain dapat bertahan hingga 6 bulan lamanya di dalam
tubuh.
Berbeda dengan vitamin yang larut dalam lemak, jenis
vitamin larut dalam air hanya dapat disimpan dalam jumlah
sedikit dan biasanya akan segera hilang bersama aliran
makanan. Saat suatu bahan pangan dicerna oleh tubuh,
vitamin yang terlepas akan masuk ke dalam aliran darah dan
beredar ke seluruh bagian tubuh. Apabila tidak dibutuhkan,
vitamin ini akan segera dibuang tubuh bersama urin. Oleh
karena hal inilah, tubuh membutuhkan asupan vitamin larut air
secara terus-menerus.
1.2 Tujuan Percobaan

Laboratorium Biokimia Pangan

Vitamin (Uji Vitamin E)

Untuk mengetahui adanya vitamin E dalam bahan


pangan.

1.3 Prinsip Percobaan


Berdasarkan reaksi dengan alkohol absolut dan H 2SO4
pekat disertai pemanasan sehingga terbentuk senyawa jingga
sampai merah.
1.4 Reaksi Percobaan

Gambar 1. Reaksi Uji Vitamin E

Laboratorium Biokimia Pangan

Vitamin (Uji Vitamin E)

II METODE PERCOBAAN
Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Bahan yang
digunakan, (2) Pereaksi yang digunakan, (3) Alat yang
Digunakan, dan (4) Metode Percobaan.
2.1 Bahan yang Digunakan
Bahan yang digunakan dalam Uji E adalah lobak, vitamin
B IPI, sawi, pepaya, Nature E.
2.2 Pereaksi yang Digunakan
Pereaksi yang digunakan adalah larutan Alkohol Absolut
dan HNO3 pekat.
2.3 Alat yang Digunakan
Alat yang digunakan adalah tabung reaksi, pipet tetes, dan
waterbath.
2.4 Metode Percobaan

1 mL Sampel

2 mL Alkohol Absolut
5 tetes HNO3

Laboratorium Biokimia Pangan

Vitamin (Uji Vitamin E)

15 menit, 750C
Amati warna perubahan Warna

Gambar 2. Metode Percobaan Uji Vitamin E


III HASIL PENGAMATAN
Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Hasil
Pengamatan dan, (2) Pembahasan.
3.1 Hasil Pengamatan
Tabel 1. Hasil Pengamatan Uji Vitamin E
Bahan
Lobak

Vitamin B
IPI
Sawi

pepaya

Nature E

Pereaks
i
Alkohol
absolut +
HNO3
Alkohol
absolut +
HNO3
Alkohol
absolut +
HNO3
Alkohol
absolut +
HNO3
Alkohol

Warna
Hijau

Hasi
l
+

Kuning

Hijau
Muda

Putih

Hijau

Keterangan
Sampel (+)
mengandung
vitamin E
Sampel (-)
mengandung
vitamin E
Sampel (-)
mengandung
vitamin E
Sampel (-)
mengandung
vitamin E
Sampel (-)

Laboratorium Biokimia Pangan

absolut +
HNO3

Vitamin (Uji Vitamin E)

Muda

mengandung
vitamin E

Tabel 2. Hasil Pengamatan Uji Vitamin E


Bahan
Kol

Nature E

Pepaya

Pereaks
i
Alkohol
absolut +
HNO3
Alkohol
absolut +
HNO3
Alkohol
absolut +
HNO3

Warna
Hijau

Hasi
l
+

Kuning

Hijau
Muda

Keterangan
Sampel (+)
mengandung
vitamin E
Sampel (+)
mengandung
vitamin E
Sampel (+)
mengandung
vitamin E

Sumber : Hasil I : M Ghaniy Farras N dan Syahrian Nugraha,


Kelompok F, Meja 9, 2014
Hasil II : Laboratorium Biokimia Pangan, 2014
Keterangan :
(+)
= Jika terjadi perubahan warna Jingga sampai merah

Laboratorium Biokimia Pangan

Vitamin (Uji Vitamin E)

Gambar 3. Hasil Pengamatan Uji Vitamin E


3.2 Pembahsan
Pada Uji Vitamin E dengan menggunakan pereaksi
Alkohol dan HNO3 didapat hasil yaitu hanya sampel lobak
yang menunjukkan hasil positif, di tandai dengan timbulnya
endapan warna jingga sampai merah.
Pada uji ini, larutan sampel ditambahkan larutan alkohol
absolut dan HNO3p. Alkohol absolut berfungsi untuk
melarutkan vitamin E, karena sifat vitamin E yang larut dalam
lemak dan larut pada sebagian pelarut organik. Alkohol
absolut adalah alkohol dengan konsentrasi tinggi (hampir
murni). Selain untuk melarutkan vitamin E, kadarnya yang
tinggi berfungsi untuk mempercepat reaksi. Sedangkan fungsi
HNO3 yaitu untuk mengubah -Tokoferol menjadi -kuinon.
Semakin pekat warna jingga-merah yang dihasilkan maka
semakin besar pula kadar vitamin E yang terkandung pada
smapel. Pemanasan pada penangas bertujuan untuk
memercepat reaksi. Sampel yang sudah ditambahkan alkohol
dan HNO3p dipanaskan menggunakan penangas air selama
15 menit pada suhu 75C. Suhu tetap dijaga agar alkohol tidak
menguap, titik didih alkohol yaitu 78C.
Sumber yang paling kaya akan vitamin E adalah bahan
pangan dari tanaman seperti minyak sayuran, butiran padipadian yang utuh dan sayuran yang berwarna hijau. Aktivitas
biologis dari, -tokoferol dibandingkan dengan, -tokoferol
besarnya sekitar 70%, sedangkan dari 3 tokoferol lainnya isomernya mempunyai daya yang tertinggi. Vitamin E yang
diproduksi secara sintesis adalah d,-tokoferol dan yang

Laboratorium Biokimia Pangan

Vitamin (Uji Vitamin E)

terdapat secara alamiah terdapat dalam bentuk d,-tokoferol


yaitu sebagai asetat. Disamping itu terdapat juga dalam
bentuk suksinat. Fenol yang bebas berfungsi sebagai
antioksidan, sedangkan nikotinatnya dapat dipakai dalam
pengobatan hiperlipidemia. Vitamin E berasal dari alam
mempunyai kadang-kadang kadar - dan -tokoferol
(Poedjiadi, 2005).
Sifat lain yang lebih menonjol dari vitamin E adalah sifatnya
sebagai antioksidan. Dapat menstabilkan asam-asam tak
jenuh dalam membrane biologis dan dapat melindunginya
terhadap perombakan oksidatif.
Vitamin E tahan terhadap suhu tinggi serta asam, tetapi
karena bersifat antioksidan, vitamin E mudah teroksidasi
terutama bila ada lemak yang tengik, timah, dan garam besi,
serta mudah rusak oleh sinar ultraviolet (Winarno, 1992).

IV KESIMPULAN DAN SARAN


Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Kesimpulan dan,
(2) Saran.
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan dapat disimpulpulka tidak
ada yang positif medngandung Vitamin E di tandai dengan
tidak adanya perubahan warna Jingga sampai merah
4.2 Saran
Saran dalam melakukan praktikum uji kualitatif ini adalah
praktikan harus teliti dalam melakukan pengujian vitamin
karena dapat mempengaruhi sampel sehingga hasil tidak
akurat.

Laboratorium Biokimia Pangan

Vitamin (Uji Vitamin E)

DAFTAR PUSTAKA
Poedjiadi, Anna dan F.M. Titin Supriyadi, (2005), Dasar-dasar
Biokimia, Universitas Indonesia : Jakarta.
Winarno, F.G., (1992), Kimia Pangan dan Gizi, Penerbit PT.
Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Laboratorium Biokimia Pangan

Vitamin (Uji Vitamin E)