Anda di halaman 1dari 4

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Penggunaan Reaktor MFC yang diusulkan dengan menggunakan katoda


dan anoda berupa serat karbon seperti yang terlihat pada Gambar 3.2 berjalan
cukup baik. Aktivitas mikroba yang tertambat menunjukkan efektifitasnya dalam
penguraian komponen limbah yang ditandai dengan terjadinya pengurangan nilai
COD limbah dan terbentuknya listrik secara simultan. Unjuk kerja prototipe
reaktor MFC yang diusulkan dalam penelitian didasarkan pada daya listrik, rapat
daya, daya volumetrik, penyisihan COD oleh reaktor.
4.1 Pengaruh Waktu Tinggal Limbah Terhadap Daya Listrik

H
R
T
213
,
h5
a
rh
ia
r
i

Gambar 4.1 Daya Listrik pada berbagai waktu tinggal hidrolik

Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu tinggal hidrolik limbah (HRT)


mempengaruhi besar daya listrik yang dihasilkan oleh reaktor MFC dan
banyaknya senyawa organik yang dapat dikonsumsi oleh mikroba. Dari data
pengamatan didapatkan dengan HRT 3 hari memberikan produksi daya listrik
yang lebih tinggi daripada HRT 1,5 dan 2 hari, dimana dapat dilihat pada
Gambar 4.1. Secara berurutan nilai rata-rata daya listrik yang dihasilkan oleh HRT
1,5; 2; dan 3 hari secara berurutan adalah 0,141 mW, 0,212 mW dan 0,315 mW.
Hal ini disebabkan pada HRT 3 hari, konsorsium mikroba (biofilm) yang
terbentuk untuk mendegradasi senyawa organik lebih stabil dibandingkan limbah

18

dengan waktu inkubasi pada HRT 1,5 dan 2 hari. Biofilm ini dibutuhkan untuk
mendegradasi substrat secara optimal [32]. Adapun dikarenakan air limbah yang
melewati serat karbon dengan kecepatan tertentu akan mempengaruhi banyaknya
reaksi pembentukan H+, semakin lama waktu tinggal limbah maka semakin
banyak pula H+ yang dihasilkan oleh mikroba didalam sel anoda. Selanjutnya
aliran air yang mengarah ke tabung katoda akan membawa ion H + dan bereaksi
kembali dengan O2 yang terdapat pada katoda membentuk H2O. Pembentukan H+
dan H2O yang terus menerus menyebabkan terjadinya perbedaan potensial yang
memacu pembentukan energi atau daya listrik.
4.2 Pengaruh Waktu Tinggal terhadap Rapat daya dan Daya Volumetrik
12.000

4.000E-04
3.500E-04

10.000

3.000E-04
8.000
Densitas Daya (mW/m2)

2.500E-04

6.000

2.000E-04
1.500E-04

4.000

1.000E-04
2.000

5.000E-05

0.000
0

10

15

20

25

0.000E+00

Waktu (hari)

Gambar 4.2 Densitas daya dan Daya volumetrik pada berbagai waktu tinggal
hidrolik

Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu tinggal hidrolik limbah di


dalam reaktor mempengaruhi besar rapat daya dan daya volumetrik yang
dihasilkan oleh reaktor. Semakin lama waktu tinggal limbah di dalam reaktor,
semakin tinggi nilai rapat daya dan daya volumetrik yang dihasilkan (Gambar
4.2). Sama halnya dengan daya listrik yang dihasilkan untuk densitas daya dan
19

daya volimetrik pada HRT 3 hari menunjukan hasil yang lebih tinggi daripada
HRT 1,5 dan 2 hari. Nilai rata-rata rapat daya listrik yang dihasilkan untuk waktu
tinggal limbah (HRT) 1,5; 2; dan 3 hari berturut-turut adalah 0,353 mW/m 2, 0,579
mW/m2, 0,789 mW/m2. Sedangkan daya volumetrik yang dihasilkan adalah
1,010x 10-4 mW/ml, 1,657 x 10-4 mW/ml, 2,258 x 10-4 mW/ml berturut-turut untuk
waktu tinggal limbah 1,5; 2; dan 3 hari. Hal ini disebabkan dengan semakin
lamanya waktu tinggal akan menyebabkan semakin banyak senyawa organik yang
didegradasi oleh mikroba di dalam reaktor.
Pola lain yang terlihat adalah kecenderungan bertambah besarnya energi
listrik yang dapat dihasilkan oleh reaktor dari hari ke hari. Ini menunjukkan
bahwa pada waktu awal, mikroba melakukan penyesuaian kondisi terhadap
perubahan laju alir limbah ke dalam reaktor dan terbentuknya biofilm yang lebih
stabil pada substrat dengan waktu inkubasi yang lama diperkirakan membuat
MFC lebih lama memproduksi listrik. Namun jika terlalu lama, maka senyawa
organik yang tersisa akan menyebabkan produksi listrik turun karena tidak ada
lagi senyawa untuk dioksidasi dan selain itu, biofilm yang terus berkembang
seiring berjalannya waktu dapat menutupi elektroda [33] dan meningkatkan
hambatan internal anoda [34] sehingga menyebabkan penurunan nilai densitas
daya dan daya volumetrik.
Sebagai gambaran Wulan, [36] telah melakukan penelitian menggunakan
reaktor MFC dengan larutan Flotank (mengandung Saccharomyces, Acetobacter
dan Lactobacillus) sebagai sumber mikroba dan glukosa sebagai limbah. Nilai
rata-rata daya listrik yang dihasilkan pada HRT 0,5, 1, 1,5 dan 2 secara berurutan
adalah 1,52 10-5 mW, 1,72 10-5 mW, 1,81 10-5 mW, 1,87 10-5
mW. Sedangkan untuk nilai rata-rata rapat daya listrik yang dihasilkan untuk
waktu tinggal limbah (HRT) 0,5, 1, 1,5 dan 2 hari berturut-turut adalah 3,8
10-8 mW/m2, 4,4 10-8 mW/m2, 4,55 10-8 mW/m2, 5,01 10-8 mW/m2.

20

Dan nilai rata-rata rapat daya volumetrik yang dihasilkan adalah 1,09 10-11
mW/ml, 1,23 10-11 mW/ml, 1,29 10-11 mW/ml, 1,34 10-11 mW/ml.
4.3 Penurunan Nilai COD
35
30

29

25
18

20
Penyisihan COD (% )

15

16

10
5
0
0

0.5

1.5

2.5

3.5

HRT

Gambar 4.3 Penyisihan COD terhadap waktu tinggal hidrolik limbah


Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa kemampuan prototipe reaktor MFC
untuk menurunkan nilai COD limbah secara umum telah menunjukkan hasil yang
baik. Dengan berbagai variasi waktu tinggal yang dilakukan diperoleh persentase
maksimum penurunan COD limbah sebesar 29% yang didapatkan pada waktu
tinggal hidrolik limbah 3 hari. Pada waktu tinggal 1,5 dan 2 hari, penurunan COD
yang dihasilkan adalah 16% dan 18%. Berdasarkan Gambar 4.4 tersebut dapat
diambil kesimpulan bahwa semakin besar waktu tinggal hidrolik limbah di dalam
reaktor menyebabkan semakin besar pula penurunan COD yang dapat dihasilkan.
Hal ini disebabkan oleh terdistribusinya dengan baik limbah di dalam reaktor juga
pertumbuhan kultur bakteri pada anoda yang stabil pada HRT 3 hari sehingga
semakin banyak COD yang disisihkan dari limbah.

21