Anda di halaman 1dari 9

HDL (High Density Lipoprotein)

Merupakan salah satu dari 3 komponen lipoprotein (kombinasi protein dan lemak),
mengandung kadar protein tinggi, sedikit trigliserida dan fosfolipid, mempunyai sifat umum
protein dan terdapat dalam plasma darah. HDL sering disebut juga lemak baik, yang dapat
membantu mengurangi penimbunan plak pada pembuluh darah.
Nilai normal :
Pria
Wanita

>55 mg/dl
>65 mg/dl

Nilai yang berisiko terhadap Penyakit Jantung Koroner (PJK) yaitu


Risiko tinggi
Risiko sedang
Risiko rendah

<35 mg/dl
35 - 45 mg/dl
>6o mg/dl

Peningkatan lipoprotein dapat dipengaruhi oleh obat aspirin, kontrasepsi, sulfonamide.


LDL (Low Density Lipoprotein)
Merupakan lipoprotein plasma yang mengandung sedikit trigliserida, fosfolipid sedang, protein
sedang, dan kolesterol tinggi. LDL mempunyai peran utama sebagai pencetus terjadinya
penyakit sumbatan pembuluh darah yang mengarah ke serangan jantung, stroke, dan IainIain.
Nilai normal : <150 mg/dl
risiko ringgi terjadi jantung koroner
risiko sedang terjadi jantung koroner
risiko rendah terjadi jantung koroner

>16o mg/dl
130 -159 mg/dl
<130 mg/dl

VLDL (Very Low Density Lipoprotein)


Merupakan lipoprotein plasma yang mengandung trigliserida, tinggi,fosfolipid,dan kolesterol
sedang, serta protein rendah. Tergolong lipoprotein yang punya andil besar dalam
menyebabkan penyakit jantung koroner.
Albumin
Albumin adalah protein yang larut air, membentuk lebih dari 50% protein plasma, ditemukan
hampir di setiap jaringan tubuh. Albumin diproduksi di hati, dan berfungsi untuk
mempertahankan tekanan koloid osmotik darah sehingga tekanan cairan vaskular (cairan di
dalam pembuluh darah) dapat dipertahankan.
Nilai normal :
Dewasa
Anak
Bayi
Bayi baru lahir

3,8
4,0
4,4
2,9

5,1
5,8
5,4
5,4

gr/dl
gr/dl
gr/dl
gr/dl

Penurunan albumin mengakibatkan keluarnya cairan vascular (cairan pembuluh darah) menuju
jaringan sehingga terjadi oedema (bengkak). Penurunan albumin bisa juga disebabkan oleh :

1. Berkurangnya sintesis (produksi) karena


malnutrisi, radang menahun, sindrom
malabsorpsi, penyakit hati menahun, kelainan
genetik.
Peningkatan ekskresi (pengeluaran), karena luka
2.
bakar luas, penyakit usus, nefrotik sindrom
(penyakit ginjal).
NATRIUM (Na)
Natrium adaiah salah satu mineral yang banyak terdapat pada cairan elektrolit ekstraseluler (di
luar sel), mempunyai efek menahan air, berfungsi untuk mempertahankan cairan dalam tubuh,
mengaktifkan enzim, sebagai konduksi impuls saraf.
Nilai normal dalam serum :
Dewasa
Anak
Bayi

135-145 mEq/L
135-145 mEq/L
134-150 mEq/L

Nilai normal dalam urin :


40 - 220 mEq/L/24 jam
Penurunan Na terjadi pada diare, muntah, cedera jaringan, bilas lambung, diet rendah garam,
gagal ginjal, luka bakar, penggunaan obat diuretik (obat untuk darah tinggi yang fungsinya
mengeluarkan air dalam tubuh).
Peningkatan Na terjadi pada pasien diare, gangguan jantung krohis, dehidrasi, asupan Na dari
makanan tinggi,gagal hepatik (kegagalan fungsi hati), dan penggunaan obat antibiotika, obat
batuk, obat golongan laksansia (obat pencahar).
Sumber garam Na yaitu: garam dapur, produk awetan (cornedbeef, ikan kaleng, terasi, dan
Iain-Iain.), keju,/.buah ceri, saus tomat, acar, dan Iain-Iain.
KALIUM (K)
Kalium merupakan elektrolit tubuh yang terdapat pada cairan vaskuler (pembuluh darah), 90%
dikeluankan melalui urin, rata-rata 40 mEq/L atau 25 -120 mEq/24 jam wa laupun masukan
kalium rendah.
Nilai normal :
Dewasa
Anak
Bayi

3,5 - 5,0 mEq/L


3,6 - 5,8 mEq/L
3,6 - 5,8 mEq/L

Peningkatan kalium (hiperkalemia) terjadi jika terdapat gangguan ginjal, penggunaan obat
terutama golongan sefalosporin, histamine, epinefrin, dan Iain-Iain.
Penurunan kalium (hipokalemia) terjadi jika masukan kalium dari makanan rendah,
pengeluaran lewat urin meningkat, diare, muntah, dehidrasi, luka pembedahan.
Makanan yang mengandung kalium yaitu buah-buahan, sari buah, kacang-kacangan, dan IainIain.

KLORIDA (Cl)
Merupakan elektrolit bermuatan negatif, banyak terdapat pada cairan ekstraseluler (di luar
sel), tidak berada dalam serum, berperan penting dalam keseimbangan cairan tubuh,
keseimbangan asam-basa dalam tubuh. Klorida sebagian besar terikat dengan natrium
membentuk NaCI (natrium klorida).
Nilai normal :
Dewasa
Anak
Bayi
Bayi baru lahir

95-105 mEq/L
98-110 mEq/L
95 -110 mEq/L
94-112 mEq/L

Penurunan klorida dapat terjadi pada penderita muntah, bilas lambung, diare, diet rendah
garam, infeksi akut, luka bakar, terlalu banyak keringat, gagal jantung kronis, penggunaan
obatThiazid, diuretik, dan Iain-lain.
Peningkatan klorida terjadi pada penderita dehidrasi,cedera kepala, peningkatan natrium,
gangguan ginjal,penggunaan obat kortison, asetazolamid, dan Iain-Iain.
KALSIUM (Ca)
Merupakan elektrolit dalam serum, berperan dalam keseimbangan elektrolit, pencegahan
tetani, dan dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi gangguan hormon tiroid dan paratiroid.
Nilai normal :
Dewasa
Anak
Bayi
Bayi baru
lahir

9-11 mg/dl (di serum) ; <150 mg/24 jam (di urin & diet rendah Ca) ; 200 - 300
mg/24 jam (di urin & diet tinggi Ca)
9 -11,5 mg/dl
10 -12 mg/dl
7,4 -14 mg/dl.

Penurunan kalsium dapat terjadi pada kondisi malabsorpsi saluran cerna, kekurangan asupan
kalsium dan vitamin D, gagal ginjal kronis, infeksi yang luas, luka bakar, radang pankreas,
diare, pecandu alkohol, kehamilan. Selain itu penurunan kalsium juga dapat dipicu oleh
penggunaan obat pencahar, obat maag, insulin, dan Iain-Iain.
Peningkatan kalsium terjadi karena adanya keganasan (kanker) pada tulang, paru, payudara,
kandung kemih, dan ginjal. Selain itu, kelebihan vitamin D, adanya batu ginjal, olah raga
berlebihan, dan Iain-Iain, juga dapat memacu peningkatan kadar kalsium dalam tubuh.
PEMERIKSAAN KADAR GULA DARAH
Pemeriksaan terhadap kadar gula dalam darah vena pada saat pasien puasa 12 jam sebelum
pemeriksaan (gula darah puasal nuchter) atau 2 jam setelah makan (gula darah post
prandial).
Nilai normal gula darah puasa :
Dewasa
Anak
Bayi baru lahir

70 -110 mg/dl
60-100 mg/dl
30-80 mg/dl

Tes Widal
Merupakan pemeriksaan untuk membantu menegakkan diagnosa thypus.Tes ini menggunakan
antigen Salmonella jenis O (somat/k) dan H {flagel) untuk menentukan tinggi rendahnya titer
antibodi. Titer antibodi pada penderita thypus akan meningkat pada minggu ke II. Kemudian
titer antibodi O akan menurun setelah beberapa bulan, dan titer antibodi H akan menetap
sampai beberapa tahun.
Jika titer antibodi 0 meningkat segera setelah adanya demam, menunjukkan adanya infeksi
Salmonella strain O dan demikian pula untuk strain H.
PEMERIKSAAN TORCH
Pemeriksaan untuk identifikasi adanya virus Toksoplasma Rubella, Cytomegalovirus (CMV) dan
herpes simplek pada ibu dan bayi baru lahir, melalui sampel darah ibu. Pemeriksaan ini perlu
dilakukan jika ada riwayat sebelumnya atau dugaan infeksi kongen/tal (bawaan) pada bayi
baru lahir yang ditandai dengan hasil pemeriksaan imunoglobulin G pada janin lebih tinggi
dibanding pada ibu.
Toksoplasma gondii merupakan parasit yang hidup dalam usus hewan piaraan rumah terutama
anjing dan kucing. Selain itu, diduga parasit ini juga terdapat pada tikus, merpati, ayam, sapi,
kambing, dan kerbau, sehingga mudah menular pada manusia. Jika parasit ini menginfeksi ibu
hamil, maka dapat menyebabkan infeksi pada
Nilai normal pemeriksaan TORCH pada lgG ibu hamil dan janin adalah negatif.
POSTAT SPESIFIK ANTIGEN (PSA)
PSA adalah glikoprotein dari jaringan prostat yang meningkat jika terjadi hipertropi
(pembesaran) dan meningkat lebih tinggi lagi pada penderita kanker prostat.
Pemeriksaan PSA pada pasien kanker prostat ini berfungsi untuk memonitor perkembangan sel
kanker. Pemeriksaan ini lebih sensitif daripada fosfatase prostat, namun pemeriksaan
kombinasi keduanya akan lebih akurat.
Nilai rujukan :
Tidak ada kelainan prostat
Pembesaran prostat jinak
Kanker prostat

0-4 ng/ml
4 -19 ng/ml
10-20 ng/ml

PEMERIKSAAN REDUKSI
Pemeriksaan untuk mendeteksi adanya glukosa dalam urin dengan menggunakan reagen
Benedict, Fehling, dan Iain-lain. Hasil dinyatakan dengan :
Negatif
jika warna tetap (tidak ada glukosa)
Positif 1 (+)
jika warna hijau kekuningan dan keruh (terdapat 0,5 -1% glukosa)
Positif 2 (++)
jika warna kuning keruh (terdapat 1 -1,5% glukosa)
Positif 3 (+++)
jika warna jingga seperti lumpur keruh (terdapat 2 - 3,5% glukosa)
Positif 4 (++++) jika warna merah keruh (terdapat > 3,5% glukosa)
Janin dan kecacatan fisik setelah lahir, dengan gejala retinitis, hydrocephalus, microcephalus,
dan Iain-Iain.Reduksi (+) dalam unn menunjukkan adanya hiperglikemia (tingginya kadar gula
dalam darah) di atas 170mg%, karena nilai ambang batas ginjal untuk absorpsi glukosa
adalah 170 mg%. Jika hasii pemeriksaan reduksi (+) disertai hiperglikemia maka menandakan
adanya penyakit Diabetes Mellitus.

ANALISA SPERMA
Merupakan pemeriksaan dengan bahan sperma untuk melihat jumlah, volume cairan,
persentase sperma matang,pergerakan, dan Iain-Iain. Pemeriksaan ini berguna untuk
menentukan penyebab kemandulan pada pria.
Nilai normal pada pria dewasa :
Jumlah
Volume
Bentuk
Mobilitas

50-150 juta/ml
1,5-5,0 ml
75 % matang
60 % bergerak aktif

Penyimpangan dari niTai" normaf cff atas, Dfasanya terjadi pada pasien vasektomi,
kemandulan, pengobatan kanker, dan pengobatan yang mengandung estrogen (hormon
wanita).

MANFAAT pEMERIKSAAN LABORATORIUM


HEMATOLOGI ANAK

Hematologi Rutin (CBC) Penilaian dasar komponen sel darah yang dilakukan dengan
menentukan jumlah sel darah dan trombosit, persentase dari setiap jenis sel darah putih dan kandungan
hemoglobin (Hb). Hematologi rutin meliputi pemeriksaan Hb, eritrosit, leukosit, trombosit, hematokrit,
dan nilai-nilai MC. Tidak diperlukan persiapan khusus sebelumnya. Manfaat pemeriksaan untuk
mengevaluasi anemia, leukemia, reaksi inflamasi dan infeksi, karakteristik sel darah perifer, tingkat

hidrasi dan dehidrasi, polisitemia, penyakit hemolitik pada bayi baru lahir, dan menentukan perlu atau
tidaknya kemoterapi.
Hematokrit (PCV) Pemeriksaan hematokrit menggambarkan perbandingan persentase antara sel
darah merah, sel darah putih dan trombosit terhadap volume seluruh darah atau konsentrasi (%)
eritrosit dalam 100mL/dL keselurahan darah. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan bersamaan dengan
pemeriksaan hemoglobin (Hb) dan eritrosit. Kenaikan nilai hematokrit berarti konsentrasi darah
semakin kental, dan diperkirakan banyak plasma darah yang keluar dari pembuluh darah hingga
berlanjut pada kondisi syok hipovolemik sperti pada kasus DBD dan gangguan dehidrasi. Penurunan

hematokrit terjadi pada pasien yang mengalami kehilangan darah akut, anemia, leukemia, dan kondisi
lainnya.
Eritrosit. Pemeriksaan eritrosit dilakukan untuk mengetahui adanya kelainan sel darah merah
yang berfungsi sebagai alat transport utama yang membawa oksigen. Umur eritrosit normal rata-rata
110-120 hari. Setiap hari terjadi kerusakan sel eritrosit sebesar 1% dari seluruh jumlah eritrosit yang ada
dan diikuti dengan pembentukan sel eritrosit oleh sumsum tulang. Bila tingkat kerusakan sel eritrosit
lebih cepat (umur eritrosit lebih pendek) dari kapasitas sumsum tulang untuk memproduksi sel eritrosit
(disebut proses hemolisis), maka akan menimbulkan kondisi anemia. Evaluasi anemia dan polisitemia,

serta deteksi kelainan sel darah merah lainnya seperti pada kondisi leukemia, demam rematik,
hemorrhage, infeksi kronik dan sebagainya
Retikulosit Pemeriksaan hitung retikulosit dilakukan untuk mengukur jumlah sel darah merah
muda dalam volume darah tertentu. Pada kondisi normal, jumlah retikulosit mencapai 1% dari total
jumlah sel darah merah. Peningkatan pembentukan retikulosit merupakan respon sumsum tulang
terhadap kondisi tubuh yang memerlukan lebih banyak sel darah merah seperti yang terjadi pada
kondisi anemia. Dengan demikian, pemeriksaan ini merupakan penilaian terhadap fungsi sumsum
tulang. Evaluasi aktivitas eritropoetik yang dapat menunjukkan kondisi anemia hemolitik dan

perdarahan; dan menentukan terapi pada berbagai kondisi anemia. Hitung rekulosit rendah berkaitan
dengan derajat anemia.
Analisa Hb (HPLC). HPLCmerupakan pemeriksaan yang bersifat kuantitatif untuk HbA2 dan
HbF (%), serta pemeriksaan untuk mendeteksi hemoglobin yang abnormal (Hb variant) secara kualitatif

(adanya S window, D window, C window). Manfaat pemeriksaan untuk endeteksi anemia mikrositik,
dan hemoglobinopati seperti thalassemia beta trait.
Waktu Pembekuan. Pemeriksaan untuk skrining yang digunakan untuk mengetahui capillary
function, jumlah platelet dan kemampuan platelet menempel pada dinding pembuluh darah. Manfaat

pemeriksaan untuk mengvaluasi sistem pembekuan darah dan pemantauan terapi heparin.
Waktu trombin. Pemeriksaan waktu trombin dapat digunakan untuk pemantauan terapi dengan
heparin. Manfaat pemeriksaan untuk menentukan hipofibrinogenemia yang parah,
disfibrinogenemia, dan adanya heparin seperti antikoagulan; memantau Disseminated Intravascular
Coagulation (DIC), fibrinolisis, terapi fibrinolitik dan heparin.

Nilai Normal Hasil Laboratorium Hematologi Anak


Hematologi dalam hasil laboratorium menunjukkan hasil uji terhadap sampel darah. Jenis pemeriksaan
hematologi antara lain:

Jenis
pemeriksaan

satua
n

nilai
Normal

Hematologi rutin (Hb, Lk, hitung jenis, Trb, LED)


Leukosit (WBC)

ribu/L

5-10

Hemoglobin

g/dL

P 12-15

Trombosit (PLT))

ribu/L

150-400

LED (ESR) (Westergren)

mm/l jam

P<20

Hitung jenis leukosit

Basofil

Eusinofil

%
%

0-1
1-3

Batang
Segmen

%
%

2-6
50-70

Limfosit
Monosit

%
%

20-40
2-8

Hematokrit

P 37-43

Masa pendarahan

menit

1-6

Masa pembekuan

menit

10-15

Masa tromboplastin

detik
detik

30,3 41,1
30,3 41,1

mg/d

200-400
200-400

Fibrinogen

mg/d

D-dimer

ng/mL

< 300

Analisa dan Interpretasi hasil Pemeriksaan


Laboratorium Hematologi Anak
Hemoglobin (Hb)
Nilai normal anak 11-16 gram/dL, batita 9-15 gram/dL, bayi 10-17 gram/dL, neonatus 14-27
gram/dL. Nilai normal dewasa pria 13.5-18.0 gram/dL, wanita 12-16 gram/dL, wanita hamil 10-15 gram/dL
Interpretasi Hasil

Hb rendah (<10 gram/dL) biasanya dikaitkan dengan anemia defisiensi besi. Sebab lainnya dari
rendahnya Hb antara lain pendarahan berat, hemolisis, leukemia leukemik, lupus eritematosus sistemik,
dan diet vegetarian ketat (vegan). Dari obat-obatan: obat antikanker, asam asetilsalisilat, rifampisin,

primakuin, dan sulfonamid. Ambang bahaya adalah Hb < 5 gram/dL.


Hb tinggi (>18 gram/dL) berkaitan dengan luka bakar, gagal jantung, COPD (bronkitis kronik
dengan cor pulmonale), dehidrasi / diare, eritrositosis, polisitemia vera, dan pada penduduk
pegunungan tinggi yang normal. Dari obat-obatan: metildopa dan gentamisin.

Hematokrit
Nilai normal anak 31-45%, batita 35-44%, bayi 29-54%, bayi kurang 1 bulan atau neonatus 4068% Nilai normal dewasa pria 40-54%, wanita 37-47%, wanita hamil 30-46%
Hematokrit merupakan persentase konsentrasi eritrosit dalam plasma darah. Secara kasar, hematokrit
biasanya sama dengan tiga kali hemoglobin.
Interpretasi Hasil

Ht tinggi (> 55 %) dapat ditemukan pada berbagai kasus yang menyebabkan kenaikan Hb; antara

lain penyakit DBD, penyakit Addison, luka bakar, dehidrasi / diare, diabetes melitus, dan polisitemia.
Ambang bahaya adalah Ht >60%.
Ht rendah (< 30 %) dapat ditemukan pada anemia, sirosis hati, gagal jantung, perlemakan hati,
hemolisis, pneumonia, dan overhidrasi. Ambang bahaya adalah Ht <15%.

Leukosit (Hitung total)

Nilai normal 4500-10000 sel/mm

Nilai normal bayi di bawah 1 bulan atau Neonatus 9000-30000 sel/mm , Bayi sampai balita rata-

rata 5700-18000 sel/mm , Anak 10 tahun 4500-13500/mm , ibu hamil rata-rata 6000-17000 sel/mm ,
3

postpartum 9700-25700 sel/mm


Interpretasi Hasil

Segala macam infeksi menyebabkan leukosit naik; baik infeksi bakteri, virus, parasit, dan sebagainya.
Kondisi lain yang dapat menyebabkan leukositosis yaitu:

Anemia hemolitik

Sirosis hati dengan nekrosis


Stres emosional dan fisik (termasuk trauma dan habis berolahraga)

Keracunan berbagai macam zat


Obat: allopurinol, atropin sulfat, barbiturat, eritromisin, streptomisin, dan sulfonamid.

Leukosit rendah (disebut juga leukopenia) dapat disebabkan oleh agranulositosis, anemia aplastik, AIDS,
infeksi atau sepsis hebat, infeksi virus (misalnya dengue), keracunan kimiawi, dan postkemoterapi. Penyebab

dari segi obat antara lain antiepilepsi, sulfonamid, kina, kloramfenikol, diuretik, arsenik (terapi
leishmaniasis), dan beberapa antibiotik lainnya.

Leukosit (hitung jenis)


Nilai normal hitung jenis

Basofil 0-1% (absolut 20-100 sel/mm )


Eosinofil 1-3% (absolut 50-300 sel/mm )

Netrofil batang 3-5% (absolut 150-500 sel/mm )


Netrofil segmen 50-70% (absolut 2500-7000 sel/mm )

Limfosit 25-35% (absolut 1750-3500 sel/mm )


Monosit 4-6% (absolut 200-600 sel/mm )

Penilaian hitung jenis tunggal jarang memberi nilai diagnostik, kecuali untuk penyakit alergi di mana
eosinofil sering ditemukan meningkat.
Interpretasi Hasil

shift to the left. Peningkatan jumlah netrofil (baik batang maupun segmen) relatif dibanding
limfosit dan monosit dikenal juga dengan sebutan shift to the left. Infeksi yang disertai shift to the
left biasanya merupakan infeksi bakteri dan malaria. Kondisi noninfeksi yang dapat menyebabkan shift
to the left antara lain asma dan penyakit-penyakit alergi lainnya, luka bakar, anemia perniciosa,

keracunan merkuri (raksa), dan polisitemia vera.


Shift to the right. Sedangkan peningkatan jumlah limfosit dan monosit relatif dibanding netrofil
disebut shift to the right. Infeksi yang disertai shift to the rightbiasanya merupakan infeksi virus. Kondisi
noninfeksi yang dapat menyebabkan shift to the right antara lain keracunan timbal, fenitoin, dan aspirin.

Trombosit
Nilai normal dewasa 150.000-400.000 sel/mm , anak 150.000-450.000 sel/mm .
3

Interpretasi Hasil

Penurunan trombosit (trombositopenia) dapat ditemukan pada demam berdarah dengue, anemia,
luka bakar, malaria, dan sepsis. Nilai ambang bahaya pada <30.000 sel/mm .
Peningkatan trombosit (trombositosis) dapat ditemukan pada penyakit keganasan, sirosis,
3

polisitemia, ibu hamil, habis berolahraga, penyakit imunologis, pemakaian kontrasepsi oral, dan
penyakit jantung. Biasanya trombositosis tidak berbahaya, kecuali jika >1.000.000 sel/mm .
3

Laju endap darah


Nilai normal anak <10 mm/jam pertama
Nilai normal dewasa pria <15 mm/jam pertama, wanita <20 mm/jam pertama Nilai normal lansia
pria <20 mm/jam pertama, wanita <30-40 mm/jam pertama Nilai normal wanita hamil 18-70 mm/jam
pertama
Interpretasi Hasil

LED yang meningkat menandakan adanya infeksi atau inflamasi, penyakit imunologis, gangguan

nyeri, anemia hemolitik, dan penyakit keganasan.


LED yang sangat rendah menandakan gagal jantung dan poikilositosis.

Hitung eritrosit
Nilai normal bayi 3.8-6.1 juta sel/mm3, anak 3.6-4.8 juta sel/mm . Nilai normal dewasa wanita
4.0-5.5 juta sel/mm , pria 4.5-6.2 juta sel/mm .
3

Interpretasi Hasil

Peningkatan jumlah eritrosit ditemukan pada dehidrasi berat, diare, luka bakar, perdarahan berat,
setelah beraktivitas berat, polisitemia, anemia sickle cell.
Penurunan jumlah eritrosit ditemukan pada berbagai jenis anemia, kehamilan, penurunan fungsi
sumsum tulang, malaria, mieloma multipel, lupus, konsumsi obat (kloramfenikol, parasetamol,
metildopa, tetrasiklin, INH, asam mefenamat)