Anda di halaman 1dari 17

Konsep fisika sederhana menjelaskan cara kerja orifice plate

Orifice atau plat orifice mungkin tidak dikenal kebanyakan orang, apalagi yang tidak bekerja pada
dunia aliranfluida, (gas, air, minyak, dls). Untuk mengetahui bentuk dari orifice berikut gambaran dari
berbagai jenis plat orifice:

Gambar 1. Berbagai bentuk plat orifice


Bagaimana cara pemasangan orifice dan seperti apa aliran fluida setelah melewati orifice, lihat
gambar berikut:

Gambar 2. Cara pemasangan dan bentuk aliran fluida pada orifice


Untuk apa orifice?
Orifice berguna untuk menghitung aliran fluida (flow) didalam pipa.
Bagaimana cara menghitung aliran fluida menggunakan orifice?
Prinsip kerja orifice pada dasarnya telah dipelajari di pelajaran Fisika SMA tentang kontinuitas pada
fluida. Hukum fisika yang digunakan adalah hukum bernoulli. Coba ingat kembali rumus:

Persamaan 1 (hukum bernoulli)

Kalau diperhatikan kembali, maka nilai h pada pemanfaatan plat orifice tidak ditemukan, maka
sebagai penggantinya, dikenallah istilah DP (differential pressure) atau perbedaan tekanan (P2 - P1).
Dengan mengetahui nilai DP maka rumus diatas menjadi:

Persamaan 2
Dalam prakteknya DP diketahui melalui alat ukur DP, terus bagaimana menghitung kecepatan aliran
fluidanya, sedangkan rumus diatas memperlihatkan ada dua jenis flow yaitu v2 dan v1. Disinilah
fungsi dari pada lubang pada plat orifice. Perbandingan ukuran luas permukaan lubang pada plat
orifice dengan ukuran permukaan pipa adalah berbanding terbalik dengan kecepatan aliran fluida,
artinya pada lubang orifice yang lebih kecil maka aliran fluidanya akan lebih besar dibandingkan aliran
fluida didalam pipa. Sehingga dapat ditulis secara matematis:

Persamaan 3
Dengan mensubstitusikan persamaan 3 ke persamaan 2 akan diperoleh persamaan 4 berikut:

Persamaan 4
Operasi matematika dari persamaan 4 dilanjutkan, sehingga diperoleh persamaan 5 yang digunakan
untuk menghitung aliran fluida (flow) dengan besaran-besaran yang dapat diketahui:

ORIFICE FLOWMETER
flowmeter da[at digunakan untuk mengetahui material balance suatu proses, sehingga
dapat menghitung losses atau gain yang timbul. Alat ukur yang paling penting adalah
alat ukur aliran (flowmeter), karena menyangkut perhitungan laba rugi perusahaan,
pajak dan royalty. Orifice meter adalah salah satu alat ukur standar untuk pengukuran
aliran liquid dan gas, karena biayanya tidak mahal, dan dapat melayani kapasitas aliran
yang kecil ataupun besar dengan ketelitian yang cukup tinggi.
Pengukuran yang teliti diperlukan, karena sebagai dasar pembayaran dari banyaknya
volume penjualan gas. Banyaknya aliran gas dari suatu sumur gas dapat juga sebagai
basis prediksi engineering tentang kapasitas sumur gas tersebut. Gas berbeda dengan
liquid, karena tidak dapat ditampung untuk kemudian diukur, tetapi harus diukur secara
langsung saat mengalir keluar dari sumur gas. Alat ukur lain untuk mengukur aliran gas
adalah pitot tube, venture meter, rotameter dan mass flowmeter.
Untuk menghitung serta kalkulasi aliran (flow rate) meter gas orifis, pada umumnya ada
tiga parameter yang diukur yaitu : differential pressure, static pressure,dan
temperatur. Pabrik pembuat menyatakan ketelitiannya antara 0,25 sampai 0,50
%Ketelitian praktis biasanya antara 1 sampai 2 % volume . Alat pengukur differential
pressure, static pressure, dan temperatur yang dibutuhkan untuk menghitung pada
pengukuran kecepatan aliran, dapat diperoleh dengan memasang suatu peralatan,
tergantung dari kepentingan operasinya, antara lain bisa digunakan salah satu sistem
dan peralatan instrumentasinya, diantaranya :
* Sistem Lokal
Pada pengukuran flow rate aliran gas, untuk system lokal atau sistem setempat,
dibutuhkan sebuah instrument differential pressure, static pressure dan temperatur,
yang menyatu disebut dengan recorder ITT chart barton, seperti pada gambar dibawah
ini;

Gambar 1.1 Sistim Pengukuran Gas secara Lokal


* Sistem Pemantauan Jarak Jauh (remote).

Pada tingkatan jarak jauh (remote sistem) perbedaan tekanan tekanan, static
pressure dan temperature diubah menjadi besaran signal standar electronic yaitu 4 s/d
20 mA, dan dikirim melalui transmisi line ke alat penerima (receiving instrument) yang
berada ruang kontrol room, alat penerima ini biasanya berupa penghitung (meter),
indikasi (indicator), pencatat (recorder), pengendali (control), pembantu(monitor), atau
penghitung gas secara komputer.

Gambar 1.2

1.4

Sistim Pengukuran Gas secara Jarak Jauh (remote)

Elemen Primer Untuk Diferensial Meter

1.4.1 ORIFICE
Elemen primer untuk diferensial meter atau head meter, dimana meter ini yang
paling banyak tersedia. Yang paling umum dipakai adalah orifice

<![if
.

!vml]>
<![endif]>
Gambar 1.3 Eccentric & Segmental Orifice
Tipe Orifice
<![if !supportLists]>1. <![endif]>Concentric Orifice
Keuntungan :
<![if !supportLists]>1. <![endif]>Harga murah.
<![if !supportLists]>2. <![endif]>Tersedia dengan berbagai macam material.
<![if !supportLists]>3. <![endif]>Dapat digunakan untuk range yang luas berbagai ukuran pipa.
<![if !supportLists]>4. <![endif]>Data aplikasi melimpah ; karakteristiknya banyak dikenal.
Kerugian :
<![if !supportLists]>1. <![endif]>Pressure loss tetap relatip tinggi.
<![if !supportLists]>2. <![endif]>Cenderung tersumbat, sehingga memperkecil pemakaian
dengan sluri.
2. Eccentric Orifice
Keuntungannya adalah sama dengan concentric kecuali bahwa letak lubang kecilnya
berbeda dengan tujuan untuk mengukur fluida yang mengandung zat-zat padat, untuk
air yang mengandung minyak dan uap basah.
Kerugiannya sama seperti concentric hanya ada tambahan, bahwa kemungkinan
error dapat lebih tinggi dan data operasi terbatas.
3. Segmental Orifice
Keuntungan dan kerugiannya sama dengan eccentric, karena mempunyai fungsi yang
sama dengan eccentric.
1.4.2 Venturi Tube
Keuntungan :
<![if !supportLists]>1. <![endif]>Pressure loss tetap rendah.
<![if !supportLists]>2. <![endif]>Dapat menangani suspended solid.
<![if !supportLists]>3. <![endif]>Digunakan untuk flow rate tinggi.
<![if !supportLists]>4. <![endif]>Karakteristiknya dikenal dengan baik.
<![if !supportLists]>5. <![endif]>Akurasinya lebih baik dibanding orifice atau nozzle.

Kerugian :
<![if !supportLists]>1. <![endif]>Harga mahal.
<![if !supportLists]>2. <![endif]>Tidak ada untuk ukuran 6 inch ke bawah.
<![if !vml]>

<![endif]>
Gambar 1.4 Venturi Tube dan Flow Nozzle
1.4.3
Flow Nozzle
Keuntungan :
<![if !supportLists]>1. <![endif]>Pressure loss tetap lebih rendah dibanding orifice plate.
<![if !supportLists]>2. <![endif]>Baik untuk fluida yang mengandung zat padat.
<![if !supportLists]>3. <![endif]>Tersedia untuk berbagai macam material.
Kerugian :
<![if !supportLists]>1. <![endif]>Harga lebih mahal dibanding orifice plate.
<![if !supportLists]>2. <![endif]>Terbatas untuk ukuran pipa moderat.

Gambar 1.5

Orifice Sizing untuk Cairan

<![if !vml]>

<![endif]>

Gambar 1.6

Orifice Sizing untuk Uap

Bagian terpenting dari primary element untuk system pengukuran aliran gas dengan
metode perbedaan tekanan adalah orifice plate.
Ada dua macam jenis pegangan orifice plate, lihar Gambar 1.3.:
1.
Paddle Type
2.

Universal Type

Paddle orifice plate mempunyai pegangan dan digunakan pada pemasangan dengan
emnggunakan flange fitting. Universal orifice plate tidak mempunyai pegangan dan
digunakan pada fitting jenis simplexn junior dan senior. Orifice plate dibuat dari bahan
cold rolled steel, stainless steel atau corrosive resistant metal yang lain. Orifice dibuat
dengan sangat hati-hati presisi di pabrik berdasarkan standar spesifikasi AGA atau
ASME, sehingga setiap orifice plate dengan internal dan ex ternal diameter yang sama
akan mempunyai koeffisien yang sama, pada kondisi yang sama. Tetapi dalam
prakteknya tidak pernah ada dua orifice yang mempunyai internal dan external diameter
yang sama pada kondisi yang sama menghasilkan output yang sama. Ukuran orifice
plate harus dipilih sedemikian rupa sehingga range penunjukkan pena berada antara 40
80 % dari range kartu, dan perlu diingat untuk penggantian orifice harus
mempertahankan ratio yang sama. Orifice harus dijaga kebersihan dan kehalusan
permukaannya, agar ketelitian tetap terjaga. Meter tube, pipa tempat pemasangan
orifice beserta kelengkapannya, dibuat di pabrik dengan standar kehalusan dan
kebundaran dari AGA Gas Measurement Committee Report #3 atau ANSA/API #2530,
dengan menggunakan pipa seamless. Untuk mendapatkan ketelitian pengukuran aliran
yang tinggi, ratio sebaiknya antara 0,15 0,75 pada meter dengan flange pressure
tap, dan 0,2 0,67 pada meter dengan pipe pressure tap. Beta ratio menentukan jarak
minimum anatara orifice plate dengan segala sesuatu yang dapat mengganggu aliran
seperti valve, fitting pipa dan sebagainya.

1.5

Pressure Taps

Pengambilan tekanan atau pressure taps adalah lubang yang terletak pada kedua sisi
orifice yang berfungsi untuk mengambil tekanan static upstream dan downstream dan
dapat terletak pada orifice fitting (flange pressure taps) atau pada meter tubenya (pipe
pressure taps).
<![if !vml]>

<![endif]>
Gambar 1.4 Flange, Pipe and Ratio Taps
Pressure taps yang paling sering dipakai adalah tipe flange taps, karena lebih praktis dan
instrumennya juga lebih kompak, seperti terlihat pada Gambar 1.4.
1.5.1

Besar lubang pengambilan tekanan pada flange adalah:


Pada pipe-line 4" atau lebih besar dipakai "

Pada pipe-line 3" dipakai 3/8"

Pada pipe line 2" dipakai "


1.5.2 Untuk memperoleh ketelitian yang maksimal, letak pengambilan tekanan
untuk:

Aliran Gas, diambil dari puncak flange

Aliran Liquid, diambil dari samping flange

Aliran Steam, diambil dari puncak flange jika instrument berada di atas pipe-line,
dan diambil dari samping flange bila instrumennya berada di bawah pipe-line.
1.5.3
Orifice Fitting
Orifice Fitting ada empat macam, yaitu:

1.

Flange Fitting, sederhana dan biayanya murah, lihat Gambar 1.5.

2.

Yunior Fitting, untuk diameter 8" atau lebih besar, lihat Gambar 1.6.

3.

Senior Fitting, penggantian orifice tidak mengganggu aliran, Lihat Gambar 1.7.

4.
Simplex Fitting, penggantian orifice mudah dan biayanya hampir sama dengan
flange fitting

Gambar 1.5 Flange Orifice Fitting

<![if !vml]>

<![endif]>

Gambar 1.6 Yunior Orifice Fitting

Gambar 1.7 Senior Orifice Fitting

1.6

Peralatan Pendukung Pengukuran Aliran Gas

Ada beberapa peralatan pendukung pengukur aliran gas dalam sistem meter orifis,
yaitu :
<![if !supportLists]>a. <![endif]>Differential Pressure Transmitter (DPT);
<![if !supportLists]>b. <![endif]>Presuure Transmitter (SPT);
<![if !supportLists]>c. <![endif]>Temperatur Transmitter (TT); dan
<![if !supportLists]>d. <![endif]>Flow Recorder.
Masing-masing peralatan tersebut di atas akan dijelaskan satu per satu dalam sub-sub
bab di bawah ini.
Differential Pressure Transmitter
Peralatan ini digunakan untuk mengukur perbedaan tekanan yang terjadi pada bagian
hulu dan hilir pelat orifis secara fisis dan dihubungkan dengan masing-masing sistem
membrane selanjutnya dihubungkan dengan Amplifier Board dan kemudian
diterjemahkan atau diubah keluarannya menjadi sinyal standar 4-20 mA DC.
Terdapat ZERO dan SPAN untuk menadjust (menambah atau mengurangi) jika
mengalami peubahan besaran angka yang dibandingkan dengan hasil besaran listrik
yang dikeluarkan oleh Multimeter pada saat kalibrasi. Ada fasilitas mengubah range atau
kemampuan dari transmitter akan lebih rendah atau lebih tinggi, namun tidak boleh
lebih dari batasan (range) spesifikasi yang ditentukan oleh pabrik yang tertera pada
peralatan tersebut.
Pressure Transmitter
Peralatan ini digunakan untuk mengukur tekanan alir gas dengan sistem membrane dan
dihubungkan dengan Amplifier Board yang selanjutnya mengubah satuan tekanan
menjadi sinyal output berupa sinyal standar 4-20 mA DC. TerdapatZERO dan SPAN untuk
menadjust (menambah atau mengurangi) jika mengalami peubahan besaran angka
yang dibandingkan dengan hasil besaran listrik yang dikeluarkan oleh Multimeter pada
saat kalibrasi. Ada fasilitas mengubah range atau kemampuan dari transmitter akan
lebih rendah atau lebih tinggi, namun tidak boleh lebih dari batasan (range) spesifikasi
yang ditentukan oleh pabrik yang tertera pada peralatan tersebut.
Temperatur Transmitter
Peralatan ini hanya digunakan untuk mengukur temperatur gas secara fisis dengan
sistem RTD probe dan dihubungkan dengan Amplifier Board selanjutnya diterjemahkan

atau diubah keluarannya menjadi sinyal standar 4-20 mA DC.


Terdapat ZERO dan SPAN untuk menadjust (menambah atau mengurangi) jika
mengalami peubahan besaran angka yang dibandingkan dengan hasil besaran listrik
yang dikeluarkan oleh Multimeter pada saat kalibrasi. Ada fasilitas mengubah range atau
kemampuan dari transmitter akan lebih rendah atau lebih tinggi, namun tidak boleh
lebih dari batasan (range) spesifikasi yang ditentukan oleh pabrik yang tertera pada
peralatan tersebut.
Flow Recorder
Peralatan flow recorder bisa dikatakan dengan sistem pengukuran 3 pens dan
merupakan alat ukur gas yang paling sederhana yang sering dijumpai di lapangan
stasiun meter sebagai ITT BARTON tipe 220 A/E. Cara kerjanya dimana ada aliran gas
yang mengalir di dalam pipa yang terdapat fasilitas orifis meter yang selanjutnya akan
diukur beda tekanan, tekanan dan temperatur alir gas dan akan dicatat oleh ketiga pen
tersebut yang terbentuk pada suatu grafik bundar (circle chart) secara terus menerus
selama 24 jam.
Jenis grafik bundar ada 3 dilihat dari pembagian skala chart, yaitu :
<![if !supportLists]>1. <![endif]>Uniform Chart, merupakan jenis chart yang pada persen
penambahan
yang
sama
memerlukan
lebar span yang
sama
pula
padachart ( perbandingan tetap atau linier).
<![if !supportLists]>2. <![endif]>Square Root Chart, merupakan jenis chart yang pada
persen penambahan yang sama tidak membutuhkan lebar span yang sama
pada chart (bersifat perbandingan akar atau root square).
3. Uniform dan Square Root Chart, merupakan chart yang berbentuk gabungan
dari bentuk uniform chart dan square root chart.
Guna mempermudah pembacaan dan membedakan antara beda tekanan (differential
pressure)
dan
tekanan
statis
(static
pressure),
maka
pada
skala chart
recorder dibedakan dengan warna pen, yaitu :
<![if !supportLists]> <![endif]>Warna merah menunjukkan Differential Pressure;
<![if !supportLists]> <![endif]>Warna biru menunjukkan Static Pressure;
<![if !supportLists]> <![endif]>Warna hijau menunjukkan Temperatur.
Kemudian hasil catatan pada grafik bundar ini dibaca dengan alat Planimeter sehingga
nilai rata-rata dari beda tekanan, tekanan statis, dan temperatur alir dapat diperoleh
dengan lebih akurat.
Variabel yang Diukur
Untuk menghitung flowrate gas pada meter orifis, pada umumnya ada tiga parameter
yaitu beda tekanan (differential pressure), Tekanan statis (static pressure) dan
temperatur. Parameter-parameter tersebut diukur masing-masing oleh Differential
Pressure Transmitter, Pressure Transmitter, dan Temperatur Transmitter secara terus
menerus selama 24 jam yang kemudian sinyal pengukurannya dikirim ke peralatan DCS
(Distributed Control System). Selain itu ketiga parameter tersebut juga diukur dan
dicatat oleh Flow Recorder.
Persamaan Umum dan Perhitungan Laju Alir Gas Orifis Meter
Persamaan yang mendasari perhitungan laju alir (flowrate) gas pada umumnya
menggunakan formula AGA (American Gas Assosiation) Report No. 3 ANSI/API 2530
1985, yaitu :

<![if !vml]> <![endif]>


<![if !vml]>
<![endif]>
ana :
Q = Laju aliran gas dalam kondisi dasar, cuft/jam (kondisi dasar untuk temperatur = 60 oF
dan untuk tekanan = 14,73 psia);
I
C = Konstanta aliran orifis;
hw = Beda tekanan antara bagian hulu dan hilir dari orifis, in H2O;
Pf = Tekanan aliran gas (static pressure), psia.
Rumus di atas berdasar pada prinsip fisika, jika kehilangan atau berkurangnya tekanan
pada fluida yang mengalir melalui suatu penghalang akan berbanding langsung dengan
kuadrat kecepatan fluida tersebut. Dengan adanya pernyataan ini maka dengan
memberikan suatu penghalang terhadap aliran fluida dan mengukur kehilangan tekanan
fluida setelah melewati penghalang tersebut maka akan dapat dihitung jumlah volume
aliran fluidanya.
Konstanta Aliran Orifis, CI
Konstanta aliran orifis atau sering disingkat CI adalah jumlah aliran fluida dalam ft3/jam
pada suhu dan tekanan dasar dan ekstensi tekanan (h w.Pf). Besarnya konstanta aliran
orifis dinyatakan dengan persamaan berikut :
CI = ( Fb )( Fr )( Y )( Fpb )( Ftb )( Ftf )( Fg )( Fpv )( Fm )( F1 )( Fa )
Dimana :
Fb

= Faktor orifis dasar


Fr = Faktor bilangan Reynolds
Y = Faktor ekspansi
Fpb = Faktor tekanan dasar
Ftb = Faktor suhu dasar
Ftf = Faktor suhu saat gas mengalir
Fg = Faktor spesifik gravity
Fpv = Faktor super kompressibilitas
Fm = Faktor manometer
F1 = Faktor lokasi pengukuran
Fa = Faktor ekspansi thermal orifis

ORIFICE PLATE
Orifice merupakan salah satu komponen dari perangkat primer (primary device) untuk
mengukur aliran dengan menggunakan prinsip mengubah kecepatan aliran, riilnya yaitu
mengubah luasan yang dilalui aliran fluida tersebut (orifice).

Bentuk fisik orifice yang ada dan sering digunakan seperti pada gambar berikut ini:

Perubahan kecepatan setelah melalui orifice plate tersebut berkaitan dengan perubahan
tekanan (differential pressure). Perubahan tekanan ini yang kemudian diukur (di
tapping) dan kemudian diasosiakan dengan laju aliran.
Dalam kaitannya dengan Orifice dan pengukuran aliran, umumnya yang diukur adalah
differential pressure.

Pengukuran laju aliran fluida adalah salah satu yang terpenting dalam proses flow control.
Pengukuran ini bertujuan untuk mengetahui berapa kapasitas fluida yang dialirkan untuk
mendapatkan harga pengukurannya (measurement variable). Aliran pada umumnya diukur
berdasarkan besarnya kecepatan fluida yang melewati luas penampang tertentu, atau
QV
=
A
x
V
Dimana
:
QV
:
laju
aliran
(m3
/
det)
A
:
luas
penampang
dari
pipa
(m2)
V
:
kecepatan
fluida
(m
/
det)
Empat

faktor

penting

dalam

Friksi/gesekan

pengukuran aliran
Kecepatan
fluida
Viskositas/kekentalan
Densitas/kerapatan

fluida

dalam
dengan

pipa

adalah :
fluida
pipa
fluida
fluida

Banyak alat-alat yang dapat digunakan untuk mengukur aliran fluida. Salah satunya yaitu
Pelat Orifice yang termasuk kedalam jenis Head meter. Jenis Head meter adalah tipe yang
sering digunakan. Adapun keuntungan dalam penggunaan Pelat Orifice, diantarannya yaitu
harganya murah, dapat digunakan dalam berbagai material serta bisa dipakai pada range yang
luas dari ukuran pipa, akurasinya bagus bila plat dipasang tepat. Sedangkan kelemahan dari
sensor oriface yaitu permanen pressure loss yang relatif tinggi dan akurasi tergantung dari
pemasangannya.
Secara umum, orifice mempunyai bentuk sebagai suatu plat yang mempunyai lubang
ditengahnya.
Contoh
bentuk
orifice
seperti
gambar
berikut:

Dan dalam pemasangan dengan sistem orifice dapat digambarkan sebagai berikut:

Oriface plate terbuat dari plate tipis stainless steel, pada bagian tengahnya dilubangi dengan
ukuran yang telah dihitung besarnya, kemudian dipasang pada pipa alir untuk memberikan
beda tekanan. Orifice dapat dipakai untuk semua fluida yang bersih dan gas, tetapi tidak
umum dipakai untuk fuida yang mengandung solid/kotoran. Keuntungan dari alat ini adalah
mudah diganti, harganya murah, mudah perawatannya tetapi alat ini mempunyai pressure loss
yang tingggi. Jenisnya ada tiga macam , seperti terlihat pada Gambar.

Pelat Orifice yang paling sering digunakan untuk pengukuran kontinyu cairan di dalam pipa.

Pelat Orifice juga digunakan dalam beberapa sistem sungai kecil untuk mengukur aliran
sungai di mana lokasi aliran sungai melewati gorong-gorong atau saluran. Dalam lingkungan
alam pelat orifice besar digunakan untuk mengontrol aliran bendungan banjir. dalam struktur
sebuah bendungan, pelat orifice ditempatkan di seberang sungai dan dalam operasi normal,
air mengalir melalui pelat orifice sebagai lubang substansial besar dari aliran normal cross.
Namun ketika banjir, naik laju aliran banjir keluar pelat orifice yang kemudian hanya dapat
melewati aliran yang ditentukan oleh dimensi fisik lubang tersebut. Arus ini kemudian
muncul kembali di belakang bendungan yang rendah dalam reservoir sementara, yang
perlahan
dibuang
melalui
mulut
lubang
ketika
banjir
reda.
Perbandingan antara diameter orifice dengan laju aliran dapat diperlihatkan dengan tabel dan
grafik berikut:

Ada beberapa tempat untuk mengambil beda tekanan pada sistem orifice antara lain :
Flange
Tap
Lokasi pengambilan tekanan berada pada flange, 1 inch upstream dan 1 inch downstream,
diukur
dari
permukaan
upstream
orifice.
Corner
Tap
Digunakan pada pipa yang lebih kecil dari 2 inch. Lubang pengambilan tekanan pada flange

dekat
dengan
permukaan
orifice.
Full
flow
pipe
Tap
Lubang pengambilan tekanan pada upstream berjarak 2.5 D dari permukaan upstream orifice
dan
downstream
berjarak
8
D
dari
orifice.
Radius
Tap
Pengambilan tekanan pada upstream berjarak 1 D dan downstream 0.5 D dari permukaan
upstream
orifice.
Vena
contracta
taps
Upstream berjarak 0.5 sampai dengan 2 D dan downstream tergantung dari d/D seperti pada
Tabel
dibawah
ini.
Tabel
Lokasi
dari
lubang
downstream
Orifice
to
Pipe
Diameter
Ratio,
d/D
Location
of
downstream
Pressure
Tap
(
N
)
(
Pipe-Diameter)
Minimum
Mean
Maximum
0.2
0.37
0.85
1.30
0.3
0.44
0.80
1.15
0.4
0.47
0.73
1.00
0.5
0.47
0.65
0.84
0.6
0.42
0.57
0.70
0.7
0.35
0.45
0.55
0.8
0.25
0.33
0.41
Flow
Coefficient
(CV)
Flow Coefficient (CV) merupakan koefisien yang mengekspresikan kapasitas flow. Untuk
mengetahui harga CV dari control valve dimana kecepatan aliran dalam valve dari 60 0 F
(15.6 0 F) air murni sebanyak 1 US gal/min dengan differential pressure 1 psi. Untuk
memperoleh perhitungan CV dari medium liquid yaitu Cv = Q (Q atau W = flow rate (m3
/h)).
Bentuk yang sering dijumpai dan secara umum perbedaannya terdapat pada gambar lubang
dari kedua orifice tersebut. Orifice untuk flowmeter umumnya mempunyai profil lubang yang
awalnya lurus, tetapi kemudian bertakik (bevel) dengan kemiringan sekitar 45 derajat.
Sedangkan restriction orifice mempunyai profil lubang yang lurus.
Prediksi aliran yang melewati orifice dapat dilihat dari gambar berikut ini: