Anda di halaman 1dari 15

Kelompok 1

Ariyana ( 140140001 )
Aulia Fahri ( 140140002 )
Fitria Fauli ( 140140003 )
Ilham Kurniadi ( 140140004 )
Jettro Septrianto Sihite ( 140140005 )
Maharani azizi ( 140140006 )
Malasari Nasution ( 140140007 )

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

REFERENSI

PENYUSUN

SELESAI

INDIKATOR
1Rumusan Masalah
Apa itu Senyawa-senyawa kompleks
Apa itu kompleksometri
Bagaimana kesetimbangan yang terlibat dalam titrasi EDTA
Bagaimana kurva dalam titrasi kompleksometri
Bagaimana Dampak Bahan Kompleksometri Lain Pada Titrasi EDTA
Bagaimana Penerapan Titrasi Kompleksometri
Kesalahan Pada Titrasi Kompleksometri
Tujuan Penulisan
Mengetahui apa itu senyawa kompleks secara jelas
Titrasi kompleksometri
Mengetahui kesetimbangan yang terlibat dalam titrasi EDTA
Mengetahui bentuk kurva dalam titrasi kompleksometri
Dampak Bahan Kompleksometri Lain Pada Titrasi EDTA
Penerapan Titrasi Kompleksometri
Kesalahan Pada Titrasi Komplesometri
Back

Next

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

REFERENSI

PENYUSUN

SELESAI

MATERI

Senyawa-senyawa Kompleks
Titrasi Kompleksometri atau Kelatometri
Kesetimbangan yang terlibat dalam titrasi EDTA
Kurva Titrasi Kompleksometri
Dampak Bahan Kompleks Lain pada Titrasi EDTA
Penerapan Titrasi Kompleksometri
Kesalahan Pada Titrasi Kompleksometri

Back

Next

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

REFERENSI

PENYUSUN

SELESAI

Senyawa-senyawa Kompleks
Suatu ion atau molekul kompleks terdiri dari satu atom (ion) pusat dan sejumlah ligan
yang terikat erat dengan atom (ion) pusat itu.
Rumus dan nama beberapa ion kompleks adalah sebagai berikut :
[Fe(CN)6]4heksasianoferat(II)
[Fe(CN)6]3heksasianoferat(III)
[Cu(NH3)4]2+
tetraaminakuprat(II)
[Cu(CN)4]3tetrasianokuprat(I)
[Co(H2O)6]3+
heksakuokobaltat(III)
[Ag(CN)2]disianoargentat(I)
[Ag(S2O3)2]3ditiosulfatoargentat(I)

Ada 2 jenis ligan dilihat dari jumlah atom donor di dalamnya :


1.Ligan monodentat : menyumbangkan 1 pasangan e- bebas pada atom pusat.
Contoh : H2O, NH3, CN-, OH-, F-, NO22.
Ligan polidentat : menyumbangkan lebih dari 2 pasangan e - bebas pada atom pusat.
note Ligand polidentat disebut golongan pengkelat yang berasal dari kata Yu
Chele yang berarti cakar,

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

REFERENSI

PENYUSUN

SELESAI

Titrasi Kompleksometri atau Kelatometri


adalah suatu jenis titrasi dimana reaksi antara bahan yang dianalisis dan titrat akan
membentuk suatu kompleks senyawa.
Kompleks senyawa ini
Ex : reaksi titrasi kompleksometri :
Ag+ + 2CN Ag(CN)2
Hg2+ +
2Cl HgCl2

disebut kelat karena terjadi


akibat titran dan titrat yang
saling mengkompleks

Titrasi kompleksometri juga dikenal sebagai reaksi yang meliputi reaksi pembentukan
ion-ion kompleks atau pun pembentukan molekul netral yang terdisosiasi dalam larutan
Ingat !!
Persyaratan mendasar terbentuknya
kompleks demikian adalah tingkat
kelarutan tinggi.

Back

Next

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

REFERENSI

PENYUSUN

SELESAI

Titrasi Kompleksometri atau Kelatometri


Salah satu senyawa kompleks yang bisa digunakan sebagai penitrasi dan larutan standar adalah
ethylene diamine tetra acetic acid (EDTA).
HOOCCH2
H2CCOOH
N CH2 CH2 - N
HOOCCH2
H2CCOOH
EDTA merupakan asam lemah dengan empat proton. Bentuk asam dari EDTA dituliskan sebagai
H4Y dan netralisasinya adalah sebagai berikut :
H4Y
H3Y
H2Y2
HY3

H3Y
H2Y2
Y3
Y4

+
+
+
+

H+
H+
H+
H+

Indikator yang banyak digunakan dalam titrasi kompleksometri adalah:


a. Hitam eriokrom
b. Jingga xilenol
c. Biru Hidroksi Naftol
Back

Next

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

REFERENSI

PENYUSUN

SELESAI

Titrasi Kompleksometri atau Kelatometri


Sebagai penitrasi/pengomplek logam, biasanya yang digunakan yaitu garam Na2EDTA
(Na2H2Y), karena EDTA dalam bentuk H4Y dan NaH3Y tidak larut dalam air
Faktor faktor yang membuat EDTA ampuh sebagai pereaksi titrimetri antara lain :
Selalu membuat kompleks ketika direaksikan dengan ion logam.
Kestabilannya dalam membuat kelat sangat konstan sehingga reaksi berjalan
sempurna (kecuali logam alkali).
Dapat bereaksi cepat dengan banyak jenis ion logam.
Telah dikembangkan dengan indikator secara khusus.
Mudah diperoleh bahan baku primernya.
Dan dapat digunakan sebagai bahan yang dianalisis maupun sebagai bahan untuk
standarisasi.
Ingat!!

Kestabilan senyawa komplek dengan EDTA, berbeda antar satu logam dengan logam
yang lain. Reaksi pembentuk logam (M) dan EDTA (Y) adalah :
M + Y MY
Konstanta pembentukan/kestabilan senyawa komplek dinyatakan sebagai berikut ini :
KMY =
Back
Next

INDIKATOR
MATERI
REFERENSI
PENYUSUN
BERANDA
Kesetimbangan yang
terlibat
dalam titrasi EDTA
Titrasi
Kompleksometri
atau Kelatometri

SELESAI

1. Stabilitas Absolut atau Tetapan Pembentukan


Untuk berbagai ion logam dan bahan pengkelat seperti EDTA, nilai dari tetapan kesetimbangan
untuk reaksi-reaksi dirumuskan sebagai berikut :
Mn+ + Y4- MY-(4-n)

Kabs =

Kabs : tetapan kestabilan absolut atau tetapan pembentukan absolut.


2. Penentuan pH untuk sebuah titrasi kompleksometri
Pernyataan fraksi EDTA dalam bentuk Y4- dapat diperoleh dengan cara yang sama seperti telah
dilakukan untuk asam oksalat. Kita tentukan cY sebagai total konsentrasi dari EDTA yang tidak terkompleks:
cY = [Y4-] + [HY3-] + [H2Y2-] + [H3Y-] + [H4Y]
mensubtitusi konsentrasi dari berbagai spesies dalam hal konstanta penguraian dan menyelesaikan fraksi
dalam bentuk Y4-, didapatkan hasil:
=
Dengan fraksi EDTA dalam bentuk Y4- membentuk simbol , kita bisa tulis:
=
atau

Back

Next

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

REFERENSI

PENYUSUN

SELESAI

Kurva Titrasi Kompleksometri


Kurva titrasi untuk titrasi kompleksometri dapat
dibuat dan analog dengan kurva titrasi asam dan basa.
Kurva-kurva semacam ini terdiri dari plot logaritma
negatif dari konsentrasi ion logam (pM) versus mililiter
titran
Kurva titrasinya memiliki bentuk yang lazim,
dengan peningkatan tajam dari nilai pCa pada titik
ekivalen. Juga terlihat dalam gambar ini kurva untuk
titrasi yang dilakukan pada pH 8 dan pH 12

Gbr kurva untuk titrasi yang


dilakukan pada pH 8 dan pH 12

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

REFERENSI

PENYUSUN

Dampak Bahan Kompleks Lain pada Titrasi EDTA

nikel membentuk sebuah ion kompleks yang sangat


stabil dengan sianida, Ni(CN)42-, sedangkan timah
tidak.

SELESAI

BERANDA

INDIKATOR
MATERI
REFERENSI
Penerapan Titrasi Kompleksometr

PENYUSUN

SELESAI

Penerapan Titrasi Kompleksometri


Ada 4 cara dalam penerapan titrasi kompleksometer
1. Kesadahan Total Air
contohnya : Ca + Mg, dapat ditetapkan dengan titrasi dengan EDTA
menggunakan indikator Hitam Eriokrom T dan Kalmagit.
2. Titrasi Balik
Digunakan bila reaksi antara kation dan EDTA lambat atau bila tidak tersedia indikator
yang cocok, dan metoda ini dapat juga digunakan untuk menetapkan logam dalam endapanendapan logam.
Contoh :
Timbal dalam timbal sulfat
Kalsium dalam kalsium oksalat
3. Titrasi Penggantian
Berguna bila indikator yang cocok tidak tersedia untuk ion logam yang akan
ditetapkan.
4. Penetapan Tak Langsung
Sulfat dapat ditetapkan dengan menambahkan Barium berlebih untuk mengendapkan
BaSO4, kemudian kelebihan Ba2+ dititrasi dengan EDTA.

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

REFERENSI

PENYUSUN

Kesalahan Pada Titrasi Kompleksometri


Perlu di ingat !!!
Kesalahan titrasi kompleksometri
tergantung pada cara yang dipakai
untuk mengetahui titik akhir.
Pada prinsipnya ada dua cara, yaitu kelebihan titran yang pertama ditunjukkam
atau berkurangnya konsentrasi komponen tertentu sampai batas yang
ditentukan, dideteksi.
1. Kesalahan titrasi dihitung dengan cara yang sama pada titrasi pengendapan.
2. Digunakan senyawa yang membentuk senyawa kompleks yang berwarna
tajam dengan logam yang ditetapkan. Warna ini hilang atau berubah
sewaktu logam telah diikat menjadi kompleks yang lebih stabil.
Misalnya

EDTA.

SELESAI

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

REFERENSI

PENYUSUN

SELESAI

REFERENSI
Underwood, A, L. 2001. Analisa Kimia Kuantitatif Edisi Keenam. Erlangga:
Jakarta
Vogel. 1990. Analisis Anorganik Kualitatif. PT Kalman Media Pusaka: Jakarta

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

REFERENSI

PENYUSUN

PENYUSUN

NAMA
NIM
ANGKATAN

: JETTRO SEPTRIANTO SIHITE


: 140140005
:2014

FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK KIMIA
UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

SELESAI

SELESAI !!!!!!!!

Anda mungkin juga menyukai