Anda di halaman 1dari 2

Beda Satuan Gray dan Sievert

Banyaknya energi radiasi pengion yang terserap per satuan massa


bahan, misalnya jaringan tubuh manusia, disebut Dosis Terserap yang
dinyatakan dalam satuan gray, dengan simbol Gy. Untuk nilai yang lebih
kecil, biasa digunakan miligray, mGy, yang sama dengan seperseribu
gray. Istilah gray diambil dari nama fisikawan Inggris, Harold Gray.
Besar dosis terserap yang sama untuk jenis radiasi yang berbeda
belum tentu mengakibatkan efek biologis yang sama, karena setiap jenis
radiasi pengion memiliki keunikan masing-masing dalam berinteraksi
dengan jaringan tubuh manusia. Sebagai contoh, dosis terserap 1 Gy yang
berasal dari radiasi alfa lebih berbahaya dibandingkan dengan dosis
terserap 1 Gy yang berasal dari radiasi beta.
Karena adanya perbedaan tersebut, kita memerlukan besaran
dosis lain yang tidak bergantung pada jenis radiasi. Besaran itu disebut
Dosis Ekivalen dan memiliki satuan sievert, dengan simbol Sv. Untuk
nilai yang lebih kecil, biasa digunakan milisievert, mSv, yang sama
dengan seperseribu sievert. Istilah sievert diambil dari nama fisikawan
Swedia, Rolf Sievert.
Dosis Dosis Radiasi
Dosis Serap (D)
Dosis serap adalah energi rata-rata yang diserap bahan per satuan
massa bahan tersebut. Satuan dosis serap adalah joule/kg atau gray
(Banyaknya energi radiasi pengion yang terserap per satuan massa
bahan). Dosis serap berlaku untuk semua jenis radiasi dan semua jenis
bahan yang dilalui.
Dosis Ekivalen (H)
Dosis ekivalen merupakan perkalian dosis serap dan faktor bobot
radiasi. Faktor bobot radiasi adalah besaran yang merupakan kuantisasi
radiasi untuk menimbulkan kerusakan pada jaringan/organ. Dosis serap
yang sama tetapi berasal dari jenis radiasi yang berbeda ternyata
memberikan akibat atau efek yang berbeda pada sistem tubuh makhluk

hidup. Makin besar daya ionisasi makin tinggi tingkat kerusakan biologi
yang ditimbulkannya. Besaran yg merupakan jumlah radiasi untuk
menimbulkan kerusakan pada jaringan/organ dinamakan Faktor bobot
radiasi(Wr). Faktor bobot radiasi sebelumnya disebut dengan faktor
kualitas (QF), Sedang untuk aplikasi di bidang radiologi dinyatakan
dengan relative biological effectiveness (RBE)
Dosis Ekivalen Efektif (E)
Dosis
sensitifitas

efektif

adalah

organ/jaringan.

besaran
Tingkat

dosis

yang

kepekaan

memperhitungkan

organ/jaringan

tubuh

terhadap efek stokastik akibat radiasi disebut faktor bobot organ/jaringan


tubuh (Wt) . Dosis efektif merupakan hasil perkalian dosis ekivalen
dengan faktor bobot jaringan/organ. Pada penyinaran seluruh tubuh
sedemikian

sehingga

setiap

organ

menerima

dosis

ekivalen

yg

sama,ternyata efek biologi pada setiap organ tersebut. Efek radiasi yg


diperhitungkan adalah efek stokastik. Besaran dosis yg memperhitungkan
sensitivitas organ disebut dosis ekivalen efektik(E) Tingkat kepekaan
organ terhadap efek stokastik akibat radiasi disebut faktor bobot organ
tubuh (Wr).
Dosis Kolektif
Dosis kolektif adalah dosis ekivalen atau dosis efektif yang
digunakan apabila terjadi penyinaran pada sejumlah besar populasi
peduduk. Penyinaran ini biasanya muncul akibat kecelakaan nuklir atau
kecelakaan radiasi. Simbol besaran untuk dosis kolektif adalah ST dengan
satuan

sievert-man

(Sv-man).

Dosis

ekivalen/dosis

efektif

yg

dipergunakan apabila terjadi penyinaran pada sejumlah besar populasi


(penduduk). Penyinaran ini biasanya muncul apabila terjadi kecelakaan
nuklir/radiasi.

Dalam

hal

ini

perlu

diperhitungkan

radiasinya dan distribusi populasi yg terkena penyinaran.

distribusi

dosis