Anda di halaman 1dari 2

B.

Cara Weber
1. Getarkanlah penala (frekuensi 256) dengan cara seperti no.A1
2. Getarkanlah ujung tangkai penala pada dahi orang percobaan di garis median
3. Tanyakan kepada orang percobaan apakah ia mendengar dengungan bunyi penala
sama kuat di kedua telinganya ataukah terjadi lateralisasi?
Pertanyaan: apakah yang dimaksud dengan lateralisasi?
Jawaban:lateralisasi ialah peristiwa terdengarnya dengungan penala yang lebih kuat
pada salah satu telinga. Bila dengungan penala terdengar lebih kuat pada telinga kiri
disebut lateralisasi kiri
4. Bila pada orang percobaan tidak terdapat lateralisasi ,maka untuk menimbulkan
lateralisai secara buatan, tutuplah salah satu telinganya dengan kapas dan ulangilah
pemeriksaannya
Hasil dan Kesimpulan
B. Cara Weber
Hasil :
Lateralisasi negatif (tidak ada) : kedua telinga orang percobaan sama-sama
mendengar dengungan dengan kekuatan yang sama.
Kesimpulan :
Tes Weber adalah tes untuk membandingkan hantaran tulang antara kedua telinga
orang percobaan. Jika telinga op mendengar lebih keras pada 1 telinga maka
terjadi lateralisasi ke sisi telinga tersebut. Jika kedua telinga op sama-sama
mendengar dengungan dengan kekuatan yang sama maka berarti tidak ada
lateralisasi. Ini terjadi karena getaran melalui tulang akan dialirkan ke segala arah
oleh tengkorak, sehingga akan terdengar diseluruh bagian kepala. Pada keadaan
patologis pada meatus akustikus eksternus atau cavum timpani misalnya pada
otitis media purulenta pada telinga kanan. Juga adanya cairan atau pus di dalam
cavum timpani ini akan bergetar, biala ada bunyi segala getaran akan didengarkan
di sebelah kanan. Lateralisasai terjadi ke sisi telinga yang mengalami kelainan.