Anda di halaman 1dari 9

PERANGI ROKOK DENGAN

SEPOTONG GAMBAR
DISUSUN OLEH
KELOMPOK 3
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan
Muhammadiyah Banjarmasijn
GAMBARAN
Bila Anda melancong ke sejumlah negara
Asean seperti Singapura, Malaysia, Brunei
dan Thailand, peringatan kesehatan
berbentuk gambar itu akan dengan mudah
dijumpai pada kemasan rokok. Oleh karena,
pemerintah setempat telah menerapkan
peraturan peringatan kesehatan berbentuk
gambar pada semua kemasan rokok yang
dijual di negara itu, termasuk rokok produksi
Indonesia.
Lanjutan…….

Untuk memperingatkan
bahwa rokok meningkatkan
risiko menderita kanker
mulut, dalam kemasan rokok
terpampang gambar isi
rongga mulut yang
digerogoti kanker disertai
tulisan Peringatan: Merokok
Menyebabkan 92 persen dari
Angka Kejadian Kanker
Mulut. Gambar lain adalah,
perdarahan otak pada
penderita stroke dan tulisan
Peringatan: Merokok
Menyebabkan Stroke. Pada
kemasan rokok lain ada
gambar janin tidak
Peringatan kesehatan berbentuk
gambar pada semua bungkus rokok di
atas dinilai para pengambil kebijakan
di sejumlah negara Asean merupakan
cara efektif untuk mengurangi dampak
buruk tembakau bagi kesehatan.
Sebab,peringatan kesehatan dalam
bentuk tulisan dianggap kurang
menciutkan nyali perokok terhadap
ancaman kesehatan karena merokok.
Lanjutan……

Namun, di Indonesia yang merupakan negara


produsen rokok terbesar di Asia Tenggara,
belum ada aturan yang mewajibkan
perusahaan rokok mencantumkan peringatan
kesehatan berbentuk gambar pada bungkus
rokok produksinya. Indonesia juga satu-
satunya negara di Asia yang belum
mengaksesi Kerangka Kerja Konvensi
Pengendalian Temba kau WHO (Framework
Convention on Tobacco Control/FCTC) yang
disepakati secara aklamasi dalam Sidang
Kesehatan Dunia, Mei 2003.
ROKOK MASALAH
GLOBAL

* Konsumsi rokok merupakan masalah global yang


berakibat pada kesehatan dan ekonomi rumah tangga,
penduduk dan negara.

* Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), asap tembakau


berbahaya terhadap perokok dan orang sekitarnya, dengan
kandungan lebih dari 4.000 bahan berbahaya seperti nikotin
(pembunuh serangga), tar (bahan aspal), karbon monoksida
dan hidron sianida (gas beracun), dan arsen (racun
mematikan).

* Laporan Global Pengendalian Tembakau Tahun 2008


menyebutkan, hampir dua per tiga perokok tinggal di 10
negara, dan Indonesia menempati urutan ketiga setelah
China dan India. Menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional,
tahun 2004 prevalensi merokok dewasa usia 15 tahun ke
Tembakau jadi faktor risiko utama pada 6
dari 8 penyebab kematian di dunia yang
mengancam miliaran pria, wanita dan
anak-anak. Pada tahun 2030, diperkirakan
80 persen kematian terkait tembakau
terjadi di negara-negara berkemban g.
Merokok menyebabkan kanker dan
penyakit kronis seperti stroke, penyakit
jantung koroner, pneumonia, asma dan
gangguan pernapasan lain, gangguan
reproduksi serta kesuburan.