Anda di halaman 1dari 4

Resume BAB I

Fisiologi Tumbuhan dan Sel Tumbuhan

Fisiologi tumbuhan adalah ilmu yang mempelajari fungsi tumbuhan. Fisiologi

tumbuhan sebenarnya merupakan terapan modern untuk memahami tumbuhan.


Hukum keseragaman alam yang berbunyi: lingkungan atau sebab yang sama
akan menghasilkan efek yang sama.
1.1 Sepuluh postulat dasar tentang fisiologi tumbuhan:
1) Seluruh fungsi tumbuhan dapat dengan dasar prinsip fisika dan kimia.
2) Para ahli botani dan fisiologi tumbuhan juga mempelajari anggota dari
empat diantara lima dunia organism yang baru-baru dikenal oleh banyak
ahli biologi.
3) Sel merupakan satuan dasar kehidupan; semua organisme hidup terdiri
dari sel yang memiliki nucleus (inti) yang terbungkus membrane atau
struktur serupa tapi tanpa membran.
4) Sel eukariot terdiri dari organel yang terbungkus membran, misalnya
kloroplas, mitokondria, nucleus dan vakuola, sedangkan sel prokariot
terdiri dari organel tan-membran.
5) Sel dicirikan oleh adanya molekul makro khusus, seperti pati dan
selulosa, yang terdiri dari ratusan sampai ribuan gula atau molekul lain.
6) Sel juga dicirikan oleh adanya molekul makro seperti protein dan asam
nukleat (DNA dan RNA) yang tersusun sebagai rantai, terdiri dari ratusan
sampai ribuan molekul sederhana dari berbagai jenis (20 jenis atau lebih
asam amino dalam protein dan 4 atau 5 jenis nukleotida dalam asam
nukleat).
7) Pada organisme multisel, sel tersusun membentuk jaringan dan organ.
8) Organisme hidup adalah struktur yang tumbuh sendiri.
9) Organisme tumbuh dan berkembang di lingkungan dan berinteraksi
dengan lingkungan dan dengan organisme sesamanya melalui banyak
cara.
10) Pada organisme hidup seperti hanya pada mesin, struktur sangat erat
kaitannya dengan fungsi. Fungsi dalam pertumbuhan dan perkembangan
yang menciptakan struktur.

1.2 Sel Prokariot: Baktei dan ganggang hijau biru


Membran adalah bahan berupa selaput yang sanagat tipis sebagian besar dan
terdiri atas lipid dan protein, yang memisahkan sel dari sel yang lain dan sering
juga memisahkan bagian-bagian sel dari sekelilingnya.
1.3 Sel Eukariot; Protista, cendawan, dan tumbuhan
Struktur utama sel prokariot juga terdapat pada sel eukariotik memiliki beberapa
struktur tambahan lain yang sebagian besar terbungkus oleh membrane.
1.4. Dinding sel
Dinding sel primer tersusun dari 9-25% selulosa. Mikrofibril merupakan
molekul selulosa panjang dan tidak bercabang yang bergabung. Lempeng sel
terbentuk ketika dinding sel baru akan membagi sel menjadi 2 sel anak. Dinding
sel sekunder terdiri dari setengah selulosa dan seperempat lignin. Dinding sel
sekunder menghasilkan cincin spiral atau jaring-jaring.
Lamella tengah merupakan lapisan perekat di antara sel yang sebagian
besar terdiri dari pektin. Pada lamella tengah menghasilkan gel dengan jumlah
yang cukup banyak dari buah yang mentah dan digunakan untuk membuat selai.
Plasmodesmata adaah peluasan membrane plasma yang menembus dinding.
Lapisan dinding sel primer disebut lapang ceruk. 2 jenis ceruk:

Ceruk terlindung dinding sekundernya melengkung membentuk rongga

ceruk
Ceruk sederhana

1.5. Protoplas eukariot


Semua sel eukariot memiliki sitoplasma dan paling tidak 1 nukleus di sel
mudanya. Sitoplasma eukariot merupakan matrik berair yang kompleks yang
mengandunga banyak molekul, sebagian dalam bentuk suspense koloid. Dengan
perkembangan mikroskopi electron dan penemuan organel konsep sitoplasma

bergeser dan tidak tepat lagi.Sitoplasma, plasmalema dan nukleua bersama-sama


disebut protoplasma. Tiap jenis organel dalam sitoplasma merupakan tempat
proses kimia yang khas.

1.6. Komponen sitoplasma


Sistem endomembran meliputi reticulum endoplasma, badan golgi, selimut
inti, organel sel serta membrane lain (benda mikro sferosom dan membran
vakuola) yang berasal dari reticulum endoplasma dan badan golgi.
Membrane sel eukariot dan prokariot pada dasarnya serupa keduanya
mengatup aliran linarut masuk dan keluar sel. Sistem endomembran berperan
penting dalam produksi organel sitoplasma dalam pengendapan berbagai bahan di
organel tersbut, dalam biosintesis, serta pengangkut bahan yang akan disekresi
keluar sel.
Sistem endomembran meliputi reticulum endoplasma, nucleus, membrane
vakuola atau tonoplas, perangkat golgi benda mikro oleosom dan butir protein,
menengok dan kembali ke sistem endomembran.

Rangka sel
Mikrotubul, mikrofilamen aktin , dan benang-benang penghubung
membentuk tiga system rangka sel yang berlainan tapi terintegrasi dengan baik,
masing-masing dengan penyebaran khasnya sendiri di dalam sel dan masingmasing membantu menentukan bentuk sel. Adanya dinding sel mengaburkan
penelitian tentang rangka sel tumbuhan.
Rangka sel telah dipelajari pada banyak macam sel tumbuhan. Proses ini
telah dipermudah dengan ditemukannya sejumlah teknik fiksasi baru.
Mikrotubul terdiri dari molekul bulat-bulat protein yang disebut tubulin
yang secara spontan saling bergabung pada kondisi tertentu membentuk silinder
panjang berongga. Mikrotubul dapat dilihat dengan mikroskop fluoresensi
terutama dengan cara mereaksikannya dengan antibodi antibulin, kemudian

dengan antibody kedua yang telah diikat menjadi molekul fluoresen, misalnya
fluoresein.
Fungsi mikrotubul yang palingpenting mungkin berkenaan dengan gerak
yang mengarah, khususnya di kromosom saat sel membelah atau di organel sel.
Mikrofilamen terdiri dari protein, khususnya protein aktin yang juga
menjadi kandungan utama jaringan otot hewan. Aktivitas mikrofilamen
tampaknya menyebabkan pergerakan seperti kontraksi otot, aliran sitoplasma dan
gerak ameboid. Mikrofilamen terlihat melalui mikroskop fluoresensi dengan
bantuan antibody antiaktin atau dengan analog fluoresen falotoksin.

Beri Nilai