Anda di halaman 1dari 4

Kepercayaan kepada lingkungan

merupakan
kunci
untuk
mengembangkan
kecerdasan
interpersonal di usia ini. Tanpa adanya
rasa percaya, sulit bagi si kecil untuk
berinteraksi dan bersosialisasi dengan
orang lain. Untuk itu, orang tua harus
menunbuhkan rasa aman bagi si bayi.

Ajak komunikai
interaksi

dan

Peka terhadap kondisi


bayi

DIII KEPERAWATAN
STIKES BINA SEHAT PPNI
BEKERJASAMA DENGAN
PUSKESMAS DLANGGU
Tahun 2007 / 2008

Salah satunya dengan memberi


respon yang tepat sesuai dengan
keinginan /kebutuhan bayi. Saat bayi
menangis, misal peran orang tua
hendaknya bisa membedakan jenis
tangisan bayi, apakah dia lapar, haus,
kedinginan, kepanasan, atau ,merasa
tak nyaman dengan lingkungannya.
Selanjutnya, penuhilah kebutuhan si
kecil.
Jika orang tua tidak peka atau salah
merespon, bayi akan menganggap
lingkungan di sekitarnya tidak bisa
untuk dipercaya. Akibatnya, si kecil
akan menghindari dari orang-orang
yang disekelilingnya. Lebih jauh lagi,
keterampilan
berkomunikasi
dan
bersosialisasinya akan terganggu. Si
mungil pun akan memiliki kecerdasan
interpersonal yang buruk.

Sering-seringlah mengajak bayi


untuk berkomunikasi. Berbicaralah
seolah-olah si kecil sudah bisa
menagkap
isi
pembicaraan. Jelaskan bahwa keluarga
dengan kehadiran si kecil. Terangkan
juga aktivitas yang sedang dijalani.
Saat mandi, contoh, beritahukan
benda apa saja yang dipakai si kecil,
seperti sabun, sampo, handuk, dan
sebagainya.
Dengan
begitu,
keterampilan
komunikasinya
bisa
terasah, hingga ia pun mudah
berinteraksi setelah besar nanti.

Bersosialisasi
bayi lain

dengan

Kebiasaan nenangga merupakan


akitivitas
yang
bisa
mengasah
kecerdasan interpersonal. Jalan-jalan
bersama si kecil di pagi hari bisa
menjadi alternative. Ini bisa dilakukan
sejak bayi berumur 3 bulan.
Dengan

cuek. Sebab, secara alam bawah sadar


dia sebenarnya merekam semua
percakapan itu. Selanjutnya, mulailah
percakapan seolah-olah si bayi sedang
berbicara dengan temannya.
Hal yang perlu di ingat, esensi dari
aktivitas ini
adalah interaksi dan
komunikasi antara si kecil dengan
sosok lain. Jadi, sungguh sia-sia bila si
bayi diajak ke tempat arisan, misal
hanya karena si ibu yag sibuk
mengobrol sementara bayinya tdak
dilibatkan.

Masuk sekolah bayi

menggunakan keretanya, bayi bisa


menikmati sejuknya udara di pagi hari
dan berkenalan dengan bayi-bayi lain.
Dari sini, si kecil bisa melihat sosok
lain yang secara fisik tak jauh berbeda
dengannya. Kenalkan bayi dengan
sosok baru tersebut. Anggap saja bayi
sebagai sosok yang sudah bisa
berbicara,
misalnya
dengan
mengatakan adek,, ini namanya bibi
Santi dan ini teman kamu namanya
Ovi. Jangan hiraukan sikap bayi yang
seolah tidak merespon bahkan terkesan

Bagi orang tua yang sulit membagi


waktu mendidik anak dan mempunyai
uang lebih, memasukkan bayinya ke
sekolah bayi atau day care bisa menjadi
pilihan.

Si mungil jadi bisa bersosialisasi


dengan teman-temannya sebaya, hingga
komunikasi dan interaksi terjadi secara
intensif. Agar manfaat bersekolah itu
bisa maksimal, pilihlah sekolah atau
day care yang benar-benar bekualitas.
Meski begitu, orang tua maupun
pengasuh bisa di arahkan agar dapat
memberikan stimulasi terbaik buat
bayi. Perbanyaklah wawasan dengan
membaca buku, majalah, atau tabloid
tentang tumbuh kembang anak.
Sehingga kecerdasan si bayi bisa lebih
banyak dipupuk dirumah.

Berdasarkan
kemampuan
perkembangan spasial usia 0-12 bulan,
berikut ini stimulasi yang dapat
diberikan pada bayi :
Usahakan kontak mata
dengan bayi. Biarkan si bayi
untuk meraba-raba wajah kita
agar pikirannya lebih fokus.
Sambil
sebutkan ,
ini mata,
ini hidung,
inj mulut ..
untuk
menambah
kosakatanya.

DIII KEPERAWATAN
STIKES BINA SEHAT PPNI
BEKERJASAMA DENGAN
PUSKESMAS DLANGGU
Tahun 2007 / 2008

Di usia 7-8 bulan kenalkan


dengan foto-foto walau dia
belum mengerti.
Misalnya
beritahukan bahwa ini foto
mama sayang..!!!!.
Tujuannya agar si kecil
berusaha
untuk
mengenal
mamanya yang asli dengan foto.
Kenalkan juga dengan orang
lain. Kalau misalnya dengan
melihat foto orang lain dia
takut, berarti pengenalannya
sudah berkembang terhadap ibu
dan ayahnya.

Kenalkan seperti arah


kiri dan kanan, depan-belakang,
dan lainnya. Lakukan dalam
berbagai aktivitas. Saat ganti
celana,
misalnya
dengan
mengatakan : ini kaki kiri
adek,, ayo kakinya sekarang
dimasukkan
dalam
lubang
celana ya!!!!! Nah sekarang
ganti kaki yang sebelah kanan
ya.ini kaki kanan adek..
Di usia 5-7 bulan, bayi
sudah bias memindahkan benda
yang dipegangnya dari tangan
kiri ke tangan kanan atau
sebaliknya. Kemudian mulai
usia 8-9 bulan, bayi senang
sekali memasukkan benda ke
dalam sebuah wadah dan
mengeluarkannya
lagi.
Disamping dengan melatih
kemampuan motoriknya, agar
semakin terampil kenalkan juga
pada si kecil pada berbagai
bentuk geometris sederhana
seperti kotak, bulat, dan
segitiga.
Pengenalan
bentukbentuk geometris juga bisa
dilakukan dengan bermain
pasel. Untuk bayi, paselnya
masih sangat sederhana, terdiri

hanya 1 keping ukuran besar


bentuk segitiga, misal dan
sebaiknya mempunyai stick
untuk mempermudah si kecil
mengangkat dan memasang
pasel. Tentunya stick-nya yang
cukup mudah digenggam si
bayi.
Ragam bentuk yang
diperkenalkan hendaknya juga
memiliki ragam tekstur, seperti
licin-kasar,
keras-lembut,
berbulu
dan
sebagainya.
Dengan begitu, kita sekaligus
menstimulasi taktil si kecil.
Begitu
juga
untuk
ukuran, semisal besar-kecil dan
panjang-pendek, sudah bisa
diperkenalkan. Contoh : Bola
merah yang ini lebih kecil
daripada yang itu adek.!!!!!.
Dengan begitu, kita sekaligus
mengenalkan warna kepadanya.
Untuk
pengenalan
warna, hendaknya warna primer
atau dasar dulu yaitu warana
merah, biru dan kuning.
Pengenalannya
pun
satu
persatu,
baru
kemudian
kombinasi dua warna dan

Bisa
membedakan
wajah
ibunya dengan wajah orang lain.
Biasanya terjadi di usia 1-2 bulan.

Usia 5-6 bulan dapat mengenali


orang-orang terdekatnya seperti
ayah, ibunya, dan pengasuh.
Biasanya di usia ini si kecil akan
rewel bila berhadapan dengan orang
asing, karena dia susah merasa
nyaman dengan orang-orang yang
dikenalnya.

Di usia 7-9 bulan mulai


mengenal
warna-warna
yang
berbeda. Walau dia belum tahu itu
warna apa, tetapi dia sudah tahu
bahwa warna merah berbeda
dengan warna hijau. Dia juga tahu,
bentuk bola kalau di pegang lebih
halus daripada bentuk kotak. Tetapi
apa nama bentuk tersebut, dia
belum tahu.

Sampai usia 1 tahun, dia belajar


bahwa makin lama ada yang lebih
tinggi, lebih besar, lebih banyak,
dan seterusnya.

seterusnya
kombinasi
tiga
warna.
Di usia 8-9 bulan, bayi
juga
senang
menjatuhkan
benda. Ia tertarik dengan suara
yang ditimbulkan benda jatuh
tersebut,
entah
suara
gemerincing mainan, kaleng,
atau bahkan suara barang pecah.
Selain mengasah kepekaan
indra pendengarannya, dari
aktivitas ini, si kecil belajar
mengenal posisi atas dan
bawah. Karena itu, saat si ibu
mengambilkan benda yang
dijatuhkan si kecil, sertai juga
dengan komentar semisal,
Ya.bolanya jatuh ke lantai
dehhh..!!!!!

Kemampuan
Spasial