Anda di halaman 1dari 2

Diabetik Gangrene

adalah luka yang sudah membusuk dan


bisa melebar, ditandai dengan jaringan
yang mati berwarna kehitaman dan
membau karena disertai pembusukan
oleh
bakteri.

7. Mengurangi edema
8. Non weight bearing : tirah baring,
tongkat penyangga, kursi roda, alas kaki
khusus, total contact casting
9. Perbaikan sirkulasi-vasculer surgery

Tujuan
perawatan luka gangren bertujuan dalam
mencegah komplikasi akibat luka gangren
dengan menerapkan teknik aseptik pada
tiap perawatan luka

10. Tindakan bedah rehabilitatif untuk


memperbaiki
kemungkinan
dan
kecepatan penyembuhan
11. Rehabilitasi

Prinsip dasar pengelolaan


gangren diabetik, adalah :
1. Evaluasi keadaan luka dengan
cermat keadaan klinis luka dalamnya luka
gambaran radiologi (adakah benda asing,
osteomielitis, gas subkutis) lokasi luka
vaskularisasi luka
2. Pengendalian
sebaik-baiknya

keadaan

metabolik

3. Debridement luka yang adekuat dan


radikal, sampai bagian yang hidup
Nama : Ayu Widya Dati
NIM : 06.007

4. Biakan kuman baik aerob maupun


anaerob
5.

Antibiotik yang adekuat

D III KEPERAWATAN TK III


STIKES BINASEHAT PPNI

6. Perawatan luka yang baik, balutan


yang memadai sesuai dengan tingkat
keadaan luka

Persiapan bahan dan alat :


Pinset anatomi 1 buah dan pinset
cirurgis 1 buah
Gunting Arteri 1
Cucing
Persegi satu buah
Kom satu buah
Bengkok
Larutan NaCl 0,9 %
Sarung tangan satu pasang
Spuit 50 cc
Kassa
Alkohol 70 %
Metronidazole powder
Duoderm gel
Kaltostat, Aquacel
Pembalut Duoderm CGF
Duoderm Paste
Duk steril

Cara Perawatan Luka :


a. Letakkan cucing (dua buah), kapas,
kassa, pinset anatomis, gunting di atas
duk steril.
b. Isi cucing dengan kapas dan larutan
NaCl
c. Cuci luka
dengan cairan
NS
(NaCl
0,9%) sambil
digosok
secara lembut
dengan tangan
yang terbungkus sarung tangan
d. Jika luka berongga
gunakan tube (NSV bayi atau folley
kateter anak) & spuit 50 cc
e. Keringkan luka dgn kassa secara
lembut (ditutul), jangan digosok.
f. Bersihkan kulit utuh sekeliling luka dgn
alkohol 70% (radius 3-5cm dari tepi luka)
g. Taburi
dasar
luka
dgn
metronidazol

e powder (500 mg) secara merata untuk


mengurangi bau pada luka.
h. Isi rongga
luka/dasar
luka dengan
Duoderm
Hydroactive
gel
sampai
1/2
kedalaman
rongga luka
i. Campurkan Duoderm Hydroactive gel
dengan metronidazole powder (500mg)
dlm cucing steril.
j. Isikan ke dalam luka sampai terisi
kedalaman luka

n. Tutup dgn pembalut: Duoderm CGF


Extrathin secara tepat untuk memberikan
moist
environment.Jangan
menarik
pembalut.

o. Berikan penekanan ringan secara


merata pada pembalut selama 30 detik
agar melekat rata dipermukaan kulit
p. Jika warna dasar luka merah
(granulasi) namun masih cekung beri
Duoderm Paste scr merata diatas
permukaan luka.

k. Tutup luka dengan absorbent dressing:


- Kaltostat
- Aquacel

q. Tutup absorbent jika perlu.

l. Masukkan Kaltostat rope / Aquacel


(absorbent as primary dressing) ke dalam
rongga luka (fill dead space) & di atas
luka untuk mengabsorbsi exudate yg
berlebihan.

s. Ganti pembalut jika telah jenuh oleh


exudate.

m. Sisakan 1 cm absorbent dari tepi


rongga luka.

r. Tutup dgn Duoderm CGF secara tepat

t. Jadwal penggantian balutan dapat


ditentukan setiap 3 - 7 hari sekali,
tergantung warna dasar luka dan jumlah
exudate.
3. Dokumentasi
perawatan luka

keadaan

luka,

dan