Anda di halaman 1dari 11

PENETAPAN KADAR NATRIUM (Na) DAN KALIUM (K) PADA SALAH

SATU PRODUK MINUMAN ADEM SARI CHING KU DENGAN NO


BATCH: 003 H14 MENGGUNAKAN METODE FES (Flame Emission
Spectroscopy)
Nufus Dwianita
Laboratorium Analisis Fisikokimia, Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran
Jl. Raya Bandung Sumedang Km.21 Jatinangor 45363
Telp. 022 7996200, Fax. 022 7796200
Email: nufus1411@gmail.com

I.

Pendahuluan

atau senyawa dapat dideteksi melalui

Saat ini, kimia analisis telah

berbagai sifat fisiknya. (Goodney,

sangat berkembang dan perkembangan

1982).

ini terus meningkat. Kebanyakan cara

Interaksi

materi

dengan

analisis kimia saat ini dilakukan

berbagai energi seperti energi panas,

dengan menggunakan berbagai jenis

energi radiasi, energi kimia dan energi

peralatan atau gabungan dari berbagai

listrik selalu memberikan sifat-sifat

jenis alat. Kemajuan dalam bidang

yang karakteristik untuk setiap unsur

kimia analisis sangat ditunjang oleh

(atau persenyawaan), dan besarnya

kemajuan

perubahan

dalam

bidang

peralatan

yang

terjadi

biasanya

(instrument) yang membuat berbagai

sebanding dengan jumlah unsur atau

jenis alat ukur menjadi sangat peka.

persenyawaan

Dengan menggunakan berbagai sistem

dalamnya. Di dalam kimia analisis

peralatan, keadaan dan jenis dari unsur

yang

ataupun senyawa dalam suatu bahan

interaksi itu antara lain cara analisis

dapat dilakukan, hal ini karena unsur

spektrofotometri

yang

mendasarkan
atom

terdapat
pada
yang

di

proses
bisa

berupa

cara

emisi

dan

absorbsi

(Sudjadi, 2007).
Sebuah

kembali ke orbital semula dan akan


memancarkan cahaya pada panjang

spektroskopi

emisi

nyala adalah alat yang digunakan

gelombang tertentu (Underwood &


Day, 2001).

dalam analisis kimia anorganik untuk

Tubuh manusia sebagian besar

menentukan konsentrasi ion logam

terdiri dari cairan. Air dan elektrolit

tertentu,

di

Natrium,

yang terkandung di dalam cairan tubuh

Kalium,

Lithium

kalsium.

sangat diperlukan untuk efektivitas

Spektroskopi emisi nyala adalah suatu

saraf dan otot. Aktivitas fisik yang

metoda analisa yang berdasarkan pada

berat

pengukuran

penumpukan asam laktat dan cairan

antaranya
dan

besaran

emisi

sinar

mengakibatkan

monokromatis spesifik pada panjang

tubuh

gelombang tertentu yang dipancarkan

melalui keringat. Cairan penting dalam

oleh suatu logam alkali atau alkali

memelihara keseimbangan serta proses

tanah pada saat berpijar dalam keadaan

metabolisme tubuh. Bila asupan cairan

nyala (Jobsheet, 2012).

ke

Prinsip dari fotometri nyala ini

akan

dalam

banyak

terjadinya

tubuh

dibandingkan

yang

lebih

keluar

sedikit

dengan

pengeluaran,

akan

mengalami

adalah pancaran cahaya elektron yang

maka

tereksitasi yang kemudian kembali ke

ganggunan atau dehidrasi (Hamidin,

keadaan dasar. Spektroskopi emisi

2010)

nyala

didasarkan

pada

kenyataan

tubuh

Natrium

kation

cairan

ekstrasel,

bahwa sebagian besar unsur akan

terbanyak

tereksitasi dalam suatu nyala pada

jumlahnya bisa mencapai 60 mEq per

suhu tertentu serta memancarkan emisi

kilogram berat badan dan sebagian

radiasi

gelombang

kecil (sekitar 10-14 mEq/L) berada

tertentu. Eksitasi terjadi bila elektron

dalam cairan intrasel 4,8. Lebih dari

dari atom netral keluar dari orbitalnya

90%

ke orbital yang lebih tinggi dan bila

ekstrasel ditentukan oleh garam yang

terjadi eksitasi atom,ion molekul akan

mengandung

untuk

panjang

dalam

adalah

tekanan

osmotik
Natrium,

di

cairan

khususnya

dalam bentuk Natrium klorida (NaCl)

2%). Jumlah konsentrasi Kalium pada

dan Natrium bikarbonat (NaHCO3)

orang dewasa berkisar 50-60 per

sehingga perubahan tekanan osmotik

kilogram

pada cairan ekstrasel menggambarkan

mEq). Jumlah Kalium ini dipengaruhi

perubahan

oleh umur dan jenis kelamin. Jumlah

konsentrasi

Natrium

(Darwis, dkk., 2008).

berat

badan

(3000-4000

Kalium pada wanita 25% lebih kecil

Sekitar 98% jumlah Kalium

dibanding pada laki-laki dan jumlah

dalam tubuh berada di dalam cairan

Kalium pada orang dewasa lebih kecil

intrasel. Konsentrasi Kalium intrasel

20% dibandingkan pada anak-anak

sekitar 145 mEq/L dan konsentrasi

(Darwis, dkk., 2008).

Kalium ekstrasel 4-5 mEq/L (sekitar


II.

Metode
2.1 Bahan kimia, peralatan

dan instrumentasi

pipet, tabung reaksi, tip mikropipet,


vial dan volume pipet.

Bahan-bahan yang digunakan

2.2 Prosedur

dalam praktikum ini adalah aquadest,

Pembuatan larutan standar NaCl-

larutan standar NaCl-KCl dan sampel

KCl

berupa salah satu produk minuman

Larutan

standar

NaCl-KCl

merk Adem Sari Ching Ku dengan

terdiri dari 5 variasi konsentrasi, yakni

No. Batch 003 H14 yang diproduksi

1 ppm, 2 ppm, 4 ppm, 8 ppm, dan 16

oleh PT. Kreasi Mas Indah, Bogor

ppm. Pengenceran dilakukan melalui

16730, Indonesia untuk PT. Sari Enesis

larutan stock standar NaCl-KCl dalam

Indah, Bekasi 17550, Indonesia. Izin

konsentrasi 100 ppm. Ditambahkan

BPOM RI MD 5500 2802 1113

aquadest hingga 20 ml. Kocok hingga

Alat

yang

digunakan

pada

praktikum ini adalah alat FES (Flame

homogen.
Penyiapan larutan sampel

Emission Spectroscopy), bulb pipet,


gelas kimia, gelas ukur, mikropipet,

Sampel yang akan dianalisis,


yakni

berupa

salah

satu

produk

minuman merk Adem Sari Ching Ku

dengan No. Batch 003 H14 yang

terhadap

diproduksi oleh PT. Kreasi Mas Indah,

sampel, dilakukan penentuan besar

Bogor 16730, Indonesia untuk PT. Sari

flame terlebih dahulu. Larutan standar

Enesis

17550,

yang mempunyai konsentrasi terkecil

Indonesia. Izin BPOM RI MD 5500

dan terbesar dilakukan pengukuran

2802 1113

dengan besar flame tertentu. Ketika

Indah,

Bekasi

larutan

standar

maupun

Sampel dilakukan pengenceran

pada ke dua konsentrasi tersebut tidak

terlebih dahulu dengan perbandingan

terjadi pelampauan batas pengukuran

1:40. Sebanyak 0,5 ml sampel dipipet

yang dapat dilihat pada jarum yang

menggunakan

menunjukkan kadar Na maupun K

ukuran

tip

mikropipet
1000 l

dengan
kemudian

dimasukkan ke dalam labu ukur 20 ml.

pada instrument maka pengukuran


dapat

standar
yang

digunakan

dalam pengukuran larutan standar


adalah

FES

(Flame

pengukuran

instrument
Jika

diarahkan

ke

angka

yakni Gas LPG. Flame pada instrumen


kemudian dinyalakan secara perlahan
hingga membentuk flame berwarna
biru.

belum

nol

dengan

memutar tombol pada instrument.


Selanjutnya

terlebih dahulu dengan bahan bakar

jarum

menunjukkan angka nol maka jarum

Emission Spectroscopy).
Instrumen FES dihubungkan

dikalibrasi

terlebih dahulu dengan menggunakan


aquadest.

Instrumen
NaCl-KCl

Sebelum
dilakukan,

Pembuatan kurva kalibrasi larutan

dengan

menggunakan besar flame yang tetap.

Ditambahkan aquadest hingga 20 ml.


Kocok hingga homogen.

dilanjutkan

masing-masing

konsentrasi larutan standar NaCl-KCl,


dilakukan

pengukuran

mengenai

keberadaan jumlah Na ataupun K,


Setiap

dilakukannya

konsentrasi,

instrument

pergantian
diharuskan

untuk dikalibrasi kembali terlebih


Sebelum

dilakukannya

pengukuran menggunakan FES, baik

dahulu dengan menggunakan aquadest.

Intensitas emisi yang terukur

Indah, Bogor 16730, Indonesia untuk

selanjutnya dibuat kurva kalibrasi

PT. Sari Enesis Indah, Bekasi 17550,

dengan konsentrasi sebagai sumbu X

Indonesia. Izin BPOM RI MD 5500

dan log (100/100-intensitas emisi)

2802

sebagai sumbu Y.

Flame Emission Spectroscopy

Pengukuran kadar Na dan K dalam


sampel

1113

dengan

Sebuah

menggunakan

spektroskopi

emisi

nyala adalah alat yang digunakan

Sampel yang telah disiapkan di


tempatkan

ke

dalam

kemudian

dilakukan

mengenai

keberadaan

botol

vial

pengukuran
jumlah

Na

ataupun K pada besar flame yang


tetap.

dalam analisis kimia anorganik untuk


menentukan konsentrasi ion logam
tertentu,

di

antaranya

Kalium,

Lithium

dan

Natrium,
Kalsium.

Prinsip dari praktikum ini yaitu


eksitasi atom. Setiap atom memiliki

Nilai log (100/100-intensitas

konfigurasi elektron yang berbeda

emisi) yang dihasilkan selanjutnya

maka energi yang dibutuhkan setiap

diplotkan sebagai nilai y ke dalam

atom untuk tereksitasi juga berbeda.

persamaan garis yang dihasilkan pada

Besarnya energi yang digarap oleh

pembuatan kurva kalibrasi larutan

atom-atom

standar NaCl-KCl untuk diketahui

dibebasakan kembali dalam bentuk

konsentrasi Na dan K yang terkandung

pancaran (emisi).

dalam sampel.

Untuk

kemudian

analisis

yang

kuantitatif,

intensitas cahaya yang dipancarkan


III.

Hasil dan Pembahasan

pada panjang gelombang elemen yang

Praktikum kali ini bertujuan

akan ditentukan. Besaran intensitas

untuk menentukan kadar Na dan K

sinar pancaran ini ternyata sebanding

pada suatu sampel sampel berupa salah

dengan tingkat kandungan unsur dalam

satu produk minuman merk Adem

larutan. Metoda ini menggunakan foto

Sari Ching Ku No. Batch 003 H14

sel sebagai detektornya dan pada

yang diproduksi oleh PT. Kreasi Mas

kondisi yang sama digunakan gas

propana

atau

elpiji

sebagai

pembakarnya untuk membebaskan air


sehingga

yang

tersisa

flame berwarna biru yang merupakan


nyala oksidasi

hanyalah

kandungan logam.

Sebelum

dilakukannya

pengukuran menggunakan FES, baik

1. Pembuatan kurva kalibrasi


Langkah

larutan

standar

maupun

dalam

sampel, dilakukan kalibrasi terlebih

praktikum ini adalah pembuatan kurva

dahulu dengan menggunakan aquadest

kalibrasi larutan standar NaCl-KCl;

hingga jarum menunjukkan angka nol.

dimana

NaCl-KCl

Jika jarum belum menunjukkan angka

terdiri dari 5 variasi konsentrasi, yakni

nol maka jarum diarahkan ke angka

1 ppm, 2 ppm, 4 ppm, 8 ppm, dan 16

nol dengan memutar tombol pada

ppm. Pengenceran dilakukan melalui

instrument.

larutan

pertama

terhadap

standar

larutan stock standar NaCl-KCl dalam

Selain

dilakukan

kalibrasi,

konsentrasi 100 ppm. Ditambahkan

dilakukan juga penentuan besar flame

aquadest hingga 20 ml dalam labu

terlebih dahulu. Larutan standar yang

ukur.

homogen.

mempunyai konsentrasi terkecil dan

larutan

terbesar dilakukan pengukuran dengan

berdasarkan konsentrasi ditempatkan

besar flame tertentu. Ketika pada ke

ke dalam vial yang berbeda.

dua konsentrasi tersebut tidak terjadi

Kocok

Kemudian

hingga

masing-masing

Pembuatan larutan standar harus

pelampauan batas pengukuran yang

dilakukan di dalam labu ukur karena

dapat

labu ukur bersifat kuantitatif sehingga

menunjukkan kadar Na maupun K

menghasilkan

pada instrument maka pengukuran

konsentrasi

larutan

standar yang lebih akurat.


Selanjutnya,

instrumen

dilihat

dapat
FES

dihubungkan terlebih dahulu dengan

pada

jarum

dilanjutkan

yang

dengan

menggunakan besar flame yang tetap.


Selanjutnya

masing-masing

bahan bakar yakni gas LPG. Flame

konsentrasi larutan standar NaCl-KCl,

pada instrumen kemudian dinyalakan

dilakukan

secara perlahan hingga membentuk

keberadaan jumlah Na ataupun K.

pengukuran

mengenai

Setiap

dilakukannya

pergantian

seleksi dan deteksi sinyal optik (yang

diharuskan

timbul dari uap analit) yang membawa

untuk dikalibrasi kembali terlebih

informasi pada jenis dan konsentrasi

dahulu dengan menggunakan aquadest

analit; amplifikasi dan pembacaan dari

hingga menunjukkan angka nol.

sinyal listrik.

konsentrasi,

instrument

Pada saat pengukuran, larutan


yang

mengalir

instrument

melalui

tidak

boleh

gelembung

karena

mengandung

oksigen

selang
terdapat

gelembung
yang

dapat

mempengaruhi pengukuran.

Setelah

dilakukannya

pengukuran mengenai keberadaan Na


terlebih

dahulu

lalu

dilanjutkan

pengukuran mengenai keberadaan K


pada masing-masing larutan standar
berdasarkan

konsentrasi.

Berikut

Selain itu juga, pengamatan %

merupakan hasil pengukuran intensitas

absorbansi pada instrumen jarum harus

emisi logam Na dan K yang dihasilkan

menunjukkan angka yang konstan.

pada masing-masing larutan standar

Kekonstanan angka ini dipengaruhi

berdasarkan konsentrasi;

oleh banyaknya larutan yang masuk ke

Untuk logam Na,

dalam instrumen, oleh karena itu


jumlah larutan pada vial tidak boleh
terlalu sedikit agar jumlah larutan yang
masuk ke alat bersifat konstan.
Pada pengukuran konsentrasi
Natrium digunakan sensitivitas 100X
sementara

pada

konsentrasi

Kalium

pengukuran
Intensitas

digunakan

emisi

terukur

adalah transformasi larutan yang akan

kalibrasi larutan standar NaCl-KCl,

dianalisis

yang

untuk logam Na, dengan konsentrasi

mengandung atom-atom bebas atau

sebagai sumbu X dan log (100/100-

senyawa molekul analit dalam nyala;

intensitas emisi) sebagai sumbu Y.

uap

dibuat

yang

sensitivitas 10X. Proses yang terjadi


menjadi

selanjutnya

Na

kurva

Menghasilkan persamaan regresi linier

adalah y = 0.0010x + 0 , dengan r2 =

untuk Na adalah y = 0,0503x - 0.0422,

0,0963, yang menunjukkan bahwa

dengan r2 = 0.981, yang menunjukkan

hasil pengukuran larutan standar NaCl-

bahwa

KCl, untuk logam K, menghasilkan

hasil

pengukuran

larutan

standar NaCl-KCl, untuk logam Na,

kurva kalibrasi yang bersifat linier.

menghasilkan kurva kalibrasi yang


bersifat linier.

Hasil

Untuk logam K,

pengukuran

intensitas

emisi yang didapatkan menunjukkan


bahwa semakin besar konsentrasi pada
larutan

standar

NaCl-KCl

maka

semakin besar juga intensitas emisi


yang dihasilkan. Hal ini sesuai dengan
literature dimana besaran intensitas
emisi yang dihasilkan akan berbanding
Intensitas emisi K yang terukur

lurus dengan tingkat kandungan unsur

selanjutnya dibuat kurva kalibrasi

dalam

larutan

untuk

kemampuan atom-atom pada logam

logam K, dengan konsentrasi sebagai

untuk menggarap energy kemudian

sumbu X dan log (100/100-intensitas

dibebaskan kembali dalam bentuk

emisi) sebagai sumbu Y. Menghasilkan

pancaran (emisi) pun akan semakin

persamaan regresi linier untuk Na

besar.

standar

NaCl-KCl,

larutan

dikarenakan

2. Penentuan kadar Na dan K


dalam sampel

Hasil

pengukuran

intensitas

emisi logam Na dan K yang dihasilkan

Sampel yang digunakan dalam

senilai 52 dan 0.25. Kemudian masing-

praktikum kali ini adalah salah satu

masing intensitas dijadikan sebagai log

produk minuman merk Adem Sari

(100/100-intensitas emisi), sehingga

Ching Ku dengan No. Batch 003 H14

menjadi 0.3188 untuk Na dan 0,0011

yang diproduksi oleh PT. Kreasi Mas

untuk K yang akan dijadikan sebagai

Indah, Bogor 16730, Indonesia untuk

nilai Y dalam persamaan garis pada

PT. Sari Enesis Indah, Bekasi 17550,

kurva kalibrasi yang telah didapatkan

Indonesia. Izin BPOM RI MD 5500

sebelumnya, sementara hasil x yang

2802 1113.

didapatkan merupakan kadar Na dan K

Sampel dilakukan pengenceran

dalam sampel, yakni didapatkan kadar

terlebih dahulu menggunakan aquadest

Na dan K dalam sampel senilai 7.2

dengan

ppm dan 1.1 ppm.

perbandingan

1:49

untuk

memperkecil konsentrasi Na dan K

Namun

dikarenakan

dalam sampel pada saat pengukuran

persiapan

agar masuk range deteksi. Sebanyak

pengenceran sejumlah 40 kali maka

0,5 ml sampel dipipet menggunakan

kadar yang terukur merupakan 1/40

mikropipet dengan ukuran tip 1000

dari kadar sampel yang sebenernya.

l kemudian dimasukkan ke dalam

Maka dari itu kadar Na dan K yang

labu

ukur

20

ml.

Ditambahkan

aquadest hingga 20 ml. Kocok hingga


homogen.

Kemudian

sampel

ditempatkan ke dalam vial.


Selanjutnya
dilakukan

didapat

pada

setelah

dikalikan

dilakukan

sampel

sebenarnya

dengan

faktor

pengenceran merupakan 288 ppm dan


44 ppm atau setara dengan 92,16
mg/0.32 L untuk Na dan 14.08

sampel tersebut

pengukuran

sampel

pada

mengenai

keberadaan jumlah Na ataupun K.

mg/0.32 L untuk K.
Pada
Chingku

kemasan

tertera

Adem

bahwa

Sari

dalam

kemasan (320 ml) terdapat 120 mg Na.

Perbedaan hasil yang didapat dengan

Sari Ching Ku dengan No. Batch 003

pengukuran dapat disebabkan oleh

H14 yang diproduksi oleh PT. Kreasi

beberapa

lain

Mas Indah, Bogor 16730, Indonesia

terdapatnya gelembung pada sampel

untuk PT. Sari Enesis Indah, Bekasi

sehingga

pengukuran

17550, Indonesia. Izin BPOM RI MD

intensitas emisi, terdapatnya pengotor

5500 2802 1113 didapatkan sebesar

pada

juga

288 ppm dan 44 ppm atau setara

dalam

dengan 92,16 mg/0.32 L untuk Na dan

faktor,
mengganggu

sampel

disebabkan

atau

antara

dapat

ketidaktepatan

proses pengenceran yang bersifat tidak

14.08 mg/0.32 L untuk K.

terlalu kuantitatif.
IV.

Kesimpulan
Didapatkan kurva baku dari

larutan standar NaCl-KCl, dimana


untuk Na didapatkan persamaan garis
berupa y = 0,0503x - 0.0422 sementara
untuk K didapatkan persamaan garis
berupa y = 0.0010x + 0
Berdasarkan
dengan

persamaan

V.

Ucapan Terima Kasih


Dalam praktikum ini, saya

mengucapkan terima kasih kepada


dosen pengajar mata kuliah Analisis
Fisikokimia,

asisten

laboratorium

Analisis Fisikokimia Fakultas Farmasi


Universitas Padjadjaran, teman-teman

perbandingan
garis

yang

praktikan, baik dalam satu kelompok


maupun satu shift.

diperoleh dari larutan standar NaClKCl, maka dapat ditentukan pula


masing-masing konsentrasi Na dan K
pada sampel praktikan, hasil intensitas
emisi Na yang dihasilkan senilai 52
sementara hasil intensitas emisi K
yang dihasilkan 0.25.
Maka kandungan konsentrasi
Na dan K pada sampel berupa salah
satu produk minuman merk Adem

DAFTAR PUSTAKA
Darwis, dkk. 2008. Fisiologi
Keseimbangan Air dan
Elektrolit dalam Gangguan
Keseimbangan Air-Elektrolit
dan Asam-Basa, Fisiologi,
Patofisiologi, Diagnosis dan
Tatalaksana, Ed. ke-2. Jakarta:
FK UI.

Goodney, D. 1982. Determination of

Kimia Analitik Instrument.

sodium in salt substitute by

Palembang: Politeknik Negeri

flame emission spectroscopy. J.

Sriwijaya

Chem. Educ p 875


Hamidin, A.S. 2010. Kebaikan Air
Putih. Yogyakarta: Media
Pressindo.
Jobsheet. 2012. Penuntun Praktikum

Sudjadi. 2007. Kimia Farmasi


Analisis. Yogyakarta; Pustaka
Pelajar
Underwood, A. L & Day.R.A. 2001.
Analisis Kimia Kuantitatif.
Jakarta: Erlangga.