Anda di halaman 1dari 15

1

NAMA
NPM
KELAS

:
:
:

DIKA NURSITA
12213448
2EA32

Univeristas gunadarma
KATA PENGANTAR
DIKA NURSITA

12213448

MAKALAH SOFTKILL 1

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang MahaEsa, berkat limpah dan rahmatnya
sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah softskill Pendidikan kewarganegaraan ini
sebagai tugas untuk melengkapi nilai.
Harapan saya, semoga makalah yang sederhana ini, dapat member kesan dan kesan tersendiri
bagi generasi muda dan memberikan manfaat serta tambah pengetahuan dan semangat bagi
rekan-rekan mahasiswa serta para pembaca untuk lebih memahami arti dari Negara Indonesia.
Hambatan dan rintangan dating dari berbagai faktor, namun penulis menanggapi sebagai sebuah
tantangan yang harus dicari jalan keluarnya hingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini.
Penulis dengan segala kerendahan hati mengajukan permohonan maaf apabila dalam penulisan
makalah ini ada kata- kata yang kurang berkenan.Segala kritik dan saran yang sifatnya
membangun untuk memperbaiki makalah ini sangat penulis harapkan. Semoga makalah ini
bermanfaat bagi pembaca terutama bagi penulis .

PENULIS

DIKA NURSITA

DIKA NURSITA

12213448

MAKALAH SOFTKILL 1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

LATAR BELAKANG
Bangsa dan Negara
Bangsa adalah orang-orang yang memiliki kesamaan asal keturunan, adat, bahasa dan sejarah,
serta pemerintahan sendiri dan bisa diartikan sebagai kumpulan manusia yang biasanya terikat
karena kesatuan bahasa dan wilayah tertentu di muka bumi dan sekelompok manusia mempunyai
kepentingan yang sama dan menyatakan dirinya sebagai satu bangsa serta berproses didalam satu
wilayah nusantara.
Negara adalah suatu organisasi dari sekelompok atau beberapa kelompok manusia yang samasama mendiami satu wilayah tertentu dan mengetahui adanya satu pemerintahan yang mengurus
tata tertib serta keselamatan kelompok dan diartikan sebagai satu perserikatan yang
melaksanakan satu pemerintahan melalui hukum yang mengikat masyarakat dengan kekuasaan
untuk memaksa bagi ketertiban sosial.
Negara dan Warga negara
Salah satu persyaratan diterimanya status sebuah negara adalah adanya unsur warganegara yang
diatur menurut ketentuan hukum tertentu, sehingga warga negara yang bersangkutan dapat
dibedakan dari warga dari negara lain
Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan politik yang kekuasaan pemerintahannya berasal
dari rakyat, baik secara langsung (demokrasi langsung) atau melalui perwakilan (demokrasi
perwakilan).Istilah ini berasal dari bahasa Yunani (dmokrata) "kekuasaan
rakyat",yang dibentuk dari kata (dmos) "rakyat" dan (Kratos) "kekuasaan",
merujuk pada sistem politik yang muncul pada pertengahan abad ke-5 dan ke-4 SM di negara
kota Yunani Kuno, khususnya Athena, menyusul revolusi rakyat pada tahun 508 SM
Kesadaran akan pentingnya demokrasi sekarang ini sangat tinggi. Hal ini dapat
dilihat dari peran serta rakyat Indonesia dalam melaksanakan Pemilihan Umum baik yang
dilaksanakan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Ini terlihat dari jumlah pemilih yang
tidak menggunakan hak pilihnya yang sedikit. Pemilihan umum ini langsung dilaksanakan secara
langsung pertama kali untuk memilih presiden dan wakil presiden serta anggota MPR, DPR,

DIKA NURSITA

12213448

MAKALAH SOFTKILL 1

DPD, DPRD di tahun 2004. Walaupun masih terdapat masalah yang timbul ketika waktu
pelaksanaan. Tetapi masih dapat dikatakan sukses.
Setelah suksesnya Pemilu tahun 2004, mulai bulan Juni 2005 lalu di 226 daerah
meliputi 11 propinsi serta 215 kabupaten dan kota, diadakan Pilkada untuk memilih para
pemimpin daerahnya. Sehingga warga dapat menentukan peminpin daerahnya menurut hati
nuraninya sendiri. Tidak seperti tahun - tahun yang dahulu yang menggunakan perwakilan dari
partai.
Namun dalam pelaksanaan pilkada ini muncul penyimpangan penyimpangan. Mulai
dari masalah administrasi bakal calon sampai dengan yang berhubungan dengan pemilih.

1.2

RUMUSAN MASALAH
Yang akan dibahas dalam makalah ini adalah tentang 3 poin yaitu:

Pengertian dan Pemahaman Bangsa dan Negara

Pengertian dan Landasan Hukum Pilkada

Pelaksanaan dan Penyelewengan Pilkada


Pembahasan poin poin berikut bertujuan untuk menambah pengetahuan para pembaca.

1.3

TUJUAN PENULISAN

Memenuhi salah satu tugas mata pelajaran pendidika kewarganegaraan

Menambah pengetahuan tentang pendidikan kewarga negaraan.

Membahas secara sederhana peranan warga negara

DIKA NURSITA

12213448

MAKALAH SOFTKILL 1

BAB II
PEMBAHASAN
2.1

Pengertian dan Pemahaman Bangsa dan Negara


Menurut bahasa sansekerta negara berarti kota, sedangkan menurut suku-suku yang ada di
Indonesia negara adalah tempat tinggal. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia negara adalah
persekutuan bangsa yang hidup dalam satu daerah/wilayah dengan batas-batas tertentu yang
diperintah dan diurus oleh suatu badan pemerintah dengan teratur.
Jadi negara dalam arti sempit merupakan alat untuk mencapai kepentingan bersama, sedangkan
negara dalam arti luas merupakan kesatuan sosial yang diatur secara institusional untuk lembagalmbaga tertinggi dalam kehidupan sosial yang mengatur, memimpin, dan mengkoordinasi
masyarakat supaya dapat hidup wajar dan berkembang terus.
Definisi negara menurut beberapa tokoh
1. Prof. Nasroen
Nagara adalah sesuatu bentuk pergaulan hidup dan oleh sebab itu harus juga di tinjau secara
sosiologis agar dapat dijelaskan dan dipahami.
2. Aristoteles
Negara (polis) adalah persekutuan dari keuarga dan desa untuk mencapai kehidupan yang sebaikbaiknya.
3. Hugo de Groot (Grotius)
Negara merupakan ikatan-ikatan manusia yang insyaf akan arti dan panggilan hukum kodrat.
4. Jean bodin
Negara adalah segala persekutuan dari keluarga-keluarga dengan segala kepentingan yang
dipimpin oleh akal dari suatu kekuasaan yang berdaulat.
5. Logemann
Negara adalah suatu organisasi kemasyarakatan yang bertujuan dengan kekuasaannya mengatur
serta menyelenggarakan masyarakat.
6. Prof. R. Djokosoetono, S.H.
Negara adalah suatu organisasi manusia atau kumpulan manusia-manusia yang berada dibawah
pemerintahan yang sama.
7. Soenarko
DIKA NURSITA

12213448

MAKALAH SOFTKILL 1

Negara adalah suatu organisasi masyarakat yang mempunyai daerah tertentu, tempat kekuasaan
negara berlaku sepenuhnya sovereign (kedaulatan).
8. M. Solly Lubis, S.H.
Negara adalah suatu bentuk pergauulan manusia atau suatu komunitas. Negara itu mempunyai
syarat tertentu yaitu mempunyai daerah tertentu, rakyat tertentu, dan mempunyai pemerintahan.
9. Hans Kelsen
Negara adalah suatu susunan pergaulan hidup bersama dengan cara paksa.
10. Fr. Oppenheimer
Menurutnya, jika suatu masyarakat tertentu terdapat suatu defee rensial politik (antara pihak
yang merintah dan pihak yang diperintah) dan seterusnya, maka terdapat suatu negara.
Jadi secara garis besar, pengertian negara dari definisi diatas adalah mempunyai wewenang dan
kekuasaan untuk mengatur kelompok-kelompok masyarakat secara menyeluruh di wilayahnya
dan bagi yang melanggar akan dikenakan sanksi. Untuk menerapkan aturan negara memerlukan
kekuatan untuk memaksa.
1.

Terbentuknya Negara
Unsur-unsur negara

Menurut Oppenheim dan Lauterpacht unsur pokok tersebut adalah rakyat/masyarakat,


wilayah/daerah (meliputi udara, darat, dan perairan), dan pemerintah yang berdaulat. Selain
unsur pokok tersebut, masih terdapat unsur yang keempat yaitu pengakuan dari negara lain yang
disebut unsur deklaratif, sebagai pelengkap dalam pergaulan internasional. Hal ini di akui dalam
konvensi Montevideo 1933 yang menyatakan bahwa Negara sebagai suatu pribadi hukum
internasional seharusnya memiliki kualifikasi-kualifikasi penduduk yang menetap, wilayah
tertentu, suatu pemerintah, dan kemampuan untuk berhubungan dengan negara lain.
Negara sebagai organisasi memiliki ststus yang kokoh apabila didukung oleh tiga unsur pokok
yang menjadi persyaratan mutlak berdirinya suatu negara. Apabila salah satu unsur tidak ada,
maka negara menjadi tidak ada. Unsur tersebut disebut unsur konstitutif.
Unsur deklaratif adalah sifat yang ditunjukkan oleh adanya tujuan negara, undang-undang dasar,
pengakuan dari negara lain baik secara de facto maupun de jure serta masuknya negara dalam
organisasi dunia seperti PBB
1. Rakyat

DIKA NURSITA

12213448

MAKALAH SOFTKILL 1

Rakyat adalah semua orang yang berdiam di dalam suatu negara atau menjadi penghuni negara.
Rakyat suatu negara dikelompokkan menjadi penduduk dan bukan penduduk serta warga negara
dan bukan warga negara. Perbedaan antara penduduk dan bukan penduduk menimbulkan
perbedaan hak dan kewajiban tertentu. Hanya yang berstatus penduduk yang dapat melakukan
pekerjaan di suatu negara yang ditempatinya.
Seseorang yang oleh negaranya dikirim sebagai duta besar, konsuler, atau sebagai mahasiswa ke
negara lain merupakan bukan warga negara bagi negara yang di tempatinya. Dalam beberapa
negara, hanya warga negara yang mempunyai hak pilih dalam pemilu.
2. Wilayah
Pembatasan wilayah suatu negara sangat penting sekali karena menyangkut pelaksanaan
kedaulatan suatu negara dalam suatu bentuk. Seperti hal-hal berikut:

Berkuasa penuh terhadap kekayaan yang ada di dalamnya.

Berkuasa dalam mengusir orang-orang yang bukan warga negaranya jika tidak memiliki
izin dari negara tersebut.
Luas atau sempitnya wilayah suatu negara yang merdeka dan berdaulat tidak menjadi persoalan
karena merdeka dan berdaulat tetap mempunyai status yang sama dalam hukum internasional.
Wilayah negara meliputi darat, laut, dan udara.
3. Pemerintah yang berdaulat
Pemerintah yang berdaulat merupakan syarat berdirinya suatu negara. Tanpa adanya pemerintah
yang berdaulat tidak mungkin ada suatu negara meskipun unsur yang lainnya ada. Pemerintah
yang berdaulat mempunyai kekuasaan sebagai berikut:
Kedaulatan kedalam; kekuasaan pemerintah itu diakui dan mempunyai wibawa terhadap

rakyatnya (ditaati rakyatnya).


Kedaulatan keluar: kekuasaan pemerintah untuk mempertahankan kemerdekaan dari

campur tangan dan ancaman dari negara lain serta memiliki kebebasan untuk mengadakan
hubungan diplomatik dengan negara lain.
Pemerintah yang berdaulat mempunyai arti berikut:

Dalam artii luas: gabungan antara lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif.

Dalam arti sempit: hanya mencakup lembaga eksekutif.


3.

Bangsa

DIKA NURSITA

12213448

MAKALAH SOFTKILL 1

Istilah bangsa sering disebut dengan istilah rakyat. Untuk membedakan keduanya para ahli
mengatakan bahwa bangsa adalah suatu pengertian politis, sedangkan rakyat adalah suatu
pengertian sosiologis.
Beberapa definisi bangsa:

Ernest Renan (Perancis)


Rakyat adalah sekelompok manusia yang memiliki kebudayaan atau adat istiadat yang sama,
sedangkan bangsa adalah sekelompok manusia yang ada dalam ikatan batin yang dipersatukan
karena memiliki persamaan sejarah dan cita-cita yang sama.

Otto Bauer (Jerman)


Bangsa merupakan sekelompok manusia yang memiliki karakter karena persamaan nasib dan
pengalaman sejarah budaya yang tumbuh berkembang bersama dengan tumbuh kembangnya
bangsa.

Kamus Besar Bahasa Indonesia


Bangsa menurut hukum adalah rakyat atau orang-orang yang berada dalam suatu masyarakat
hukum yang terorganisir. Kelompok ini umumnya menempati bagian atau wilayah tertentu,
berbicara dalam bahasa sama, memiliki sejarah, kebiasaan, dan kebudayaan yang sama, serta
terorganisir dalam suatu pemerintahan yang berdaulat.

Ben Anderson
Bangsa merupakan komunitas politik yang dibayangkan dalam wilayah yang jelas batasnya dan
berdaulat.
Dari beberapa pendapat ahli dapat disimpulkan bahwa bangsa adalah sekelompok orang yang
dipersatukan karena memiliki persamaan latar belakang sejarah, cita-cita, dan keinginan untuk
bernegara.
Berdasarkan pengertian tersebut, bangsa pada hakikatnya mempunyai unsur-unsur berikut:

Cita-cita bersama yang mengikat dan menjadi satu kesatuan.

Perasaan senasib sepenanggungan.

Karakter yang sama

Adat istiadat atau budaya yang sama.

Satu kesatuan wilayah.

Terorganisir dalam satu wilayah hukum.

DIKA NURSITA

12213448

MAKALAH SOFTKILL 1

Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa terbentuknya suatu bangsa terjadi karena adanya
suatu masalah-masalah politik. Diantaranya adalah

Faktor pembentuk bangsa menurut identitas


Faktor-faktor pembentuk bangsa-bangsa sangat berkaitan dengan identitas yang menyatukan
masyarakat. Faktor-faktor itu meliputi primordial, sakral, tokoh, bhineka tunggal ika, konsep
sejarah, perkembangan ekonomi, dan kelembagaan.

Faktor pembentuk bangsa menurut segi organisasi


Dari beberapa pendapat tentang negara, ternyata negara memiliki arti yang lebih luas antara lain:
Negara sebagai organisasi kekuasaan
Negara sebagai organisasi politik
Negara ditinjau dari segi organisasi kesusilaan
Negara ditinjau dari segi integritas antara pemerintah dan rakyat.

2.2

Pengertian dan Landasan Hukum Pilkada


Kata demokrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu demos yang berarti rakyat dan
kratos yang berarti pemerintahan. Sehingga demokrasi dapat diartikan pemerintahan dari rakyat
dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Pemerintahan yang kewenangannya pada rakyat.Semua
anggota

masyarakat

(yang

memenuhi

syarat ) diikutsertakan dalam kehidupan kenegaraan dalam aktivitas pemilu.


Pelaksanaan dari demokrasi ini telah dilakukan dari dahulu di berbagai daerah di
Indonesia hingga Indonesia merdeka sampai sekarang ini.Demokrasi di negara Indonesia
bersumberkan dari Pancasila dan UUD 45 sehingga sering disebut dengan demokrasi pancasila.
Demokrasi Pancasila berintikan musyawarah untuk mencapai mufakat, dengan berpangkal tolak
pada faham kekeluargaan dan kegotongroyongan
Indonesia pertama kali dalam melaksanakan Pemilu pada akhir tahun 1955 yang
diikuti oleh banyak partai ataupun perseorangan. Dan pada tahun 2004 telah dilaksanakan pemilu
yang secara langsung untuk memilih wakil wakil rakyat serta presiden dan wakilnya.
Dan sekarang ini mulai bulan Juni 2005 telah dilaksanakan Pemilihan Kepala Daerah
atau sering disebut pilkada langsung. Pilkada ini merupakan sarana perwujudan kedaulatan
rakyat. Ada lima pertimbangan penting penyelenggaraan pilkada langsung bagi perkembangan
demokrasi di Indonesia.

DIKA NURSITA

12213448

MAKALAH SOFTKILL 1

10

1. Pilkada langsung merupakan jawaban atas tuntutan aspirasi rakyat karena pemilihan presiden
dan wakil presiden, DPR, DPD, bahkan kepala desa selama ini telah dilakukan secara langsung.
2. Pilkada langsung merupakan perwujudan konstitusi dan UUD 1945. Seperti telah diamanatkan
Pasal 18 Ayat (4) UUD 1945, Gubernur, Bupati dan Wali Kota, masing-masing sebagai kepala
pemerintahan daerah provinsi, kabupaten, dan kota dipilih secara demokratis. Hal ini telah diatur
dalam UU No 32 Tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan, Pengangkatan, dan Pemberhentian
Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.
3. Pilkada langsung sebagai sarana pembelajaran demokrasi (politik) bagi rakyat (civic education).
Ia menjadi media pembelajaran praktik berdemokrasi bagi rakyat yang diharapkan dapat
membentuk kesadaran kolektif segenap unsur bangsa tentang pentingnya memilih pemimpin
yang benar sesuai nuraninya.
4. Pilkada langsung sebagai sarana untuk memperkuat otonomi daerah. Keberhasilan otonomi
daerah salah satunya juga ditentukan oleh pemimpin lokal. Semakin baik pemimpin lokal yang
dihasilkan dalam pilkada langsung 2005, maka komitmen pemimpin lokal dalam mewujudkan
tujuan otonomi daerah, antara lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan selalu
memerhatikan kepentingan dan aspirasi masyarakat agar dapat diwujudkan.
5. Pilkada langsung merupakan sarana penting bagi proses kaderisasi kepemimpinan nasional.
Disadari atau tidak, stock kepemimpinan nasional amat terbatas. Dari jumlah penduduk
Indonesia yang lebih dari 200 juta, jumlah pemimpin nasional yang kita miliki hanya beberapa.
Mereka sebagian besar para pemimpin partai politik besar yang memenangi Pemilu 2004.
Karena itu, harapan akan lahirnya pemimpin nasional justru dari pilkada langsung ini.

2.3

Pelaksanaan dan Penyelewengan Pilkada


Pilkada ini ditujukan untuk memilih Kepala daerah di 226 wilayah yang tersebar
dalam 11 provinsi dan 215 di kabupaten dan kota. Rakyat memilih kepala daerah masing masing
secara langsung dan sesuai hati nurani masing masing. Dengan begini diharapkan kepala daerah
yang terpilih merupakan pilihan rakyat daerah tersebut. Dalam pelaksanaannya pilkada
dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah masing masing. Tugas yang dilaksanakan
KPUD ini sangat berat yaitu mengatur pelaksanaan pilkada ini agar dapat terlaksana dengan
demokratis. Mulai dari seleksi bakal calon, persiapan kertas suara, hingga pelaksanaan pilkada
ini.

DIKA NURSITA

12213448

MAKALAH SOFTKILL 1

11

Dalam pelaksanaannya selalu saja ada masalah yang timbul. Seringkali ditemukan
pemakaian ijasah palsu oleh bakal calon. Hal ini sangat memprihatinkan sekali . Seandainya
calon tersebut dapat lolos bagai mana nantinya daerah tersebut karena telah dipimpin oleh orang
yang bermental korup. Karena mulai dari awal saja sudah menggunakan cara yang tidak benar.
Dan juga biaya untuk menjadi calon yang tidak sedikit, jika tidak iklas ingin memimpin maka
tidakan yang pertama adalah mencari cara bagaimana supaya uangnya dapat segera kemali atau
balik modal. Ini sangat berbahaya sekali.
Dalam pelaksanaan pilkada ini pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Seringkali
bagi pihak yang kalah tidak dapat menerima kekalahannya dengan lapang dada. Sehingga dia
akan mengerahkan massanya untuk mendatangi KPUD setempat. Kasus kasus yang masih
hangat yaitu pembakaran kantor KPUD salah satu provinsi di pulau sumatra. Hal ini
membuktikan sangat rendahnya kesadaran politik masyarakat. Sehingga dari KPUD sebelum
melaksanakan pemilihan umum, sering kali melakukan Ikrar siap menang dan siap kalah.Namun
tetap saja timbul masalah masalah tersebut.
Selain masalah dari para bakal calon, terdapat juga permasalahan yang timbul dari
KPUD setempat. Misalnya saja di Jakarta, para anggota KPUD terbukti melakukan korupsi dana
Pemilu tersebut. Dana yang seharusnya untuk pelakasanaan pemilu ternyata dikorupsi. Tindakan
ini sangat memprihatinkan. Dari sini dapat kita lihat yaitu rendahnya mental para pejabat.
Dengan mudah mereka memanfaatkan jabatannya untuk kesenangan dirinya sendiri. Dan
mungkin juga ketika proses penyeleksian bakal calon juga kejadian seperti ini. Misalnya agar
bisa
Dalam

lolos
pelaksanaan

seleksi

maka

pilkada

di

harus

lapangan

banyak

membayar
sekali

puluhan

ditemukan

juta.

penyelewengan

penyelewengan. Kecurangan ini dilakukan oleh para bakal calon seperti :


1. Money politik
Sepertinya money politik ini selalu saja menyertai dalam setiap pelaksanaan pilkada. Dengan
memanfaatkan masalah ekonomi masyarakat yang cenderung masih rendah, maka dengan mudah
mereka dapat diperalat dengan mudah. Contoh yang nyata saja yaitu di lingkungan penulis yaitu
desa Karangwetan, Tegaltirto, Berbah, Sleman, juga terjadi hal tersebut. Yaitu salah satu dari
kader bakal calon membagi bagikan uang kapada masyarakat dengan syarat harus memilih bakal
calon tertentu. Tapi memang dengan uang dapat membeli segalanya. Dengan masih rendahnya
tingkat pendidikan seseorang maka dengan mudah orang itu dapat diperalat dan diatur dengan
mudah
DIKA NURSITA

hanya

karena
12213448

uang.
MAKALAH SOFTKILL 1

12

Jadi sangat rasional sekali jika untuk menjadi calon kepala daerah harus mempunyai uang yang
banyak. Karena untuk biaya ini, biaya itu.
2. Intimidasi
Intimidasi ini juga sangat bahaya. Sebagai contoh juga yaitu di daerah penulis oknum pegawai
pemerintah melakukan intimidasi terhadap warga agar mencoblos salah satu calon. Hal ini sangat
menyeleweng sekali dari aturan pelaksanaan pemilu.
3. Pendahuluan start kampanye
Tindakan ini paling sering terjadi. Padahal sudah sangat jelas sekali aturan aturan yang berlaku
dalam pemilu tersebut. Berbagai cara dilakukan seperti pemasangan baliho, spanduk, selebaran.
Sering juga untuk bakal calon yang merupakan Kepala daerah saat itu melakukan kunjungan
keberbagai daerah. Kunjungan ini intensitasnya sangat tinggi ketika mendekati pemilu. Ini sangat
berlawanan yaitu ketika sedang memimpin dulu. Selain itu media TV lokal sering digunakan
sebagi media kampanye. Bakal calon menyam paikan visi misinya dalam acara tersbut padahal
jadwal pelaksanaan kampanye belum dimulai.
4. Kampanye negatif
Kampanye negatif ini dapat timbul karena kurangnya sosialisasi bakal calon kepada masyarakat.
Hal ini disebabkan karena sebagian masyarakat masih sangat kurang terhadap pentingnya
informasi. Jadi mereka hanya manut dengan orang yang disekitar mereka yang menjadi
panutannya. Kampanye negatif ini dapat mengarah dengan munculnya fitnah yang dapat
merusak integritas daerah tersebut.

2.4

Solusi
Dalam melaksanakan sesuatu pasti ada kendala yang harus dihadapi. Tetapi bagaimana kita dapat
meminimalkan kendala kendala itu. Untuk itu diperlukan peran serta masyarakat karena ini tidak
hanya tanggung jawab pemerintah saja. Untuk menanggulangi permasalah yang timbul karena
pemilu antara lain :
a.

Seluruh pihak yang ada baik dari daerah sampai pusat, bersama sama menjaga ketertiban dan
kelancaran pelaksanaan pilkada ini. Tokoh tokoh masyarakat yang merupakan panutan dapat
menjadi souri tauladan bagi masyarakatnya. Dengan ini maka dapat menghindari munculnya
konflik.

DIKA NURSITA

12213448

MAKALAH SOFTKILL 1

13

b. Semua warga saling menghargai pendapat. Dalam berdemokrasi wajar jika muncul perbedaan
pendapat. Hal ini diharapkan tidak menimbulkan konflik. Dengan kesadaran menghargai
pendapat orang lain, maka pelaksanaan pilkada dapat berjalan dengan lancar.
c.

Sosialisasi kepada warga ditingkatkan. Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan masyarakat
dapat memperoleh informasi yang akurat. Sehingga menghindari kemungkinan fitnah terhadap
calon yang lain.

d. Memilih dengan hati nurani. Dalam memilih calon kita harus memilih dengan hati nurani sendiri
tanpa ada paksaan dari orang lain. Sehingga prinsip prinsip dari pemilu dapat terlaksana dengan
baik.

DIKA NURSITA

12213448

MAKALAH SOFTKILL 1

14

BAB III
PENUTUP
3.1

KESIMPULAN
Bangsa yang belajar adalah bangsa yang setiap waktu berbenah diri. Pemerintah
Indonesia telah berusaha membenahi sistem yang telah dengan landasan untuk mengedepankan
kepentingan rakyat. Walaupun dalam pelaksanaan pilkada ini masih ditemui berbagai macam
permasalhan tetapi ini semua wajar karena indonesia baru menghadapi ini pertama kalinya
setelah pemilu langsung untuk memilih presiden dan wakilnya. Ini semua dapat digunakan untuk
pembelajaran politik masyarakat. Sehingga masyarakat dapat sadar dengan pentingnya
berdemokrasi, menghargai pendapat, kebersamaan dalam menghadapai sesuatu. Manusia yang
baik tidak akan melakukan kesalahan yang pernah dilakukan. Semoga untuk pemilihan umum
yang berikutnya permasalah yang timbul dapat diminimalkan. Sehingga pemilihan umum dapar
berjalan dengan lancar.

3.2 SARAN
Saran penulis kepada penbaca sekalian banggalah dan cintalah kita terhadap negara dan bangsa
kita tercinta, jangan memaksakan kehendak kita sendiri. Ingat bahwa kita punya kekurangan dan
kelebihan masing-maasing. Begitu juga negara dan bangsa kita punya perbedaan tersendiri
dengan negara luar, shingga jangan pernah kita merasa lebih rendah daripada mereka.

DIKA NURSITA

12213448

MAKALAH SOFTKILL 1

15

DAFTAR PUSTAKA
Rapat Dengar Pendapat Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dengan Komisi I DPR RI. Pokokpokok Pikiran tentang RUU Rahasia Negara dalam Perspektif HAM.
1. www.kr.co.id edisi Jumat, 15 Juli 2005
2. Hasan Shadily, dkk.1973. Ensiklopedi Umum . Jakarta: Yayasan Dana Buku Franklin Jakarta.
3. M. Maruf (Mentri Dalam Negeri).Optimisme hadapi pilkada langsung. www.kompas.com edisi
selasa, 22 Februari 2005
4. Redaksi Kompas. APBN-P 2005 Bantu Rp 464,9 Miliar . www.kompas.com edisi Rabu, 30
Maret 2005
5. Suardi Abubakar, dkk. 2000. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 SMU.Jakarta:
Yudhistira.
6. Lanang

Prasaja.

MAKALAH

PENDIDIKAN

KEWARGANEGARAAN

Permasalahan

YangTimbulDari Pilkada 2005. 2009. www.google.com .

DIKA NURSITA

12213448

MAKALAH SOFTKILL 1