Anda di halaman 1dari 48

Tugas Rancangan Elemen Mesin

Transmisi Datsun
Go Panca
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sehubungan dengan pekembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sistem
transmisi juga mengalami kemajuan yang sangat cepat. Dimana saat pertama kali
digunakan sistim transmisi masih sangat sederhana, kondisi tersebut juga berbeda
dengan

sekarang

dimana

sistem

yang

digunakan

sudah

sangat

maju

perkembangannya.
Komponen-komponen yang digunakan pada sistem transmisi sangat
komplek dan sangat rumit. Walaupun prinsip dasarnya tidak jauh berbeda dengan
terdahulu. Hal ini tercipta sesuai dengan tujuan adanya teknologi itu sendiri, yaitu
untuk meringankan aktivitas individu yang mengoperasikan alat tersebut.
Transmisi yang jumlah dan tingkat pemakaiannya telah menempati posisi
terpenting disegala bidang diantaranya : industri mesin jahit, industri mesin foto
copy, industri mesin tik listrik, industri computer, dan masih banyak yang lainnya.
Selain itu jarak terlalu jauh antara dua buah poros sering tidak memungkinkan
transmisi langsung digunakan. Dalam hal ini dapat dipakai beberapa macam
transmisi sesuai dengan kebutuhan kita, diantaranya :
a. Transmisi sabuk V
b. Transmisi sabuk gilir
c. Transmisi rantai roda
d. Transmisi rantai gigi
e. Transmisi roda gigi
Masing-masing transmisi mempunyai keuntungan dan kerugian sendiri.
Mengingat daya atau putaran yang akan diteruskan. Selain itu transmisi yang
digunakan dapat meneruskan putaran dengan perbandingan yang tepat pada jarak
sumbu poros yang baik dan benar.

Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 1

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca

1.2 Batasan Masalah


Transmisi yang dirancang ulang adalah jenis dari transmisi Datsun Go
Panca
Rancangan yang dilakukan adalah sejenis rancangan ulang, jadi bukan
semata dari yang aslinya.
Transmisi yang digunakan dalam perancangan ulang Datsun Go Panca
adalah transmisi roda gigi sebagai perantara untuk meneruskan putaran
yang ada.
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan perancangan ini adalah melaksanakan kurikulum yang
berlaku dimana setiap mahasiswa teknik mesin diwajibkan untuk merancang
ulang suatu transmisi kendaraan yang berkaitan dengan mata kuliah Elemen
Mesin I, dan II
Kemudian mahasiswa dituntut untuk mengerti fungsi dan kegunaan baik
secara umum maupun khusus, agar dapat membandingkan secara nyata teori yang
didapat dengan materi yang ada di lapangan. Dengan demikian mahasiswa dapat
mengembangkan

ilmu

yang

didapat

dengan

mengaplikasikannya

pada

perancangan ulang transmisi.


1.4 Metodologi Perancangan
Dalam perancangan ini metode yang digunakan adalah dengan
menggunakan beberapa metode diantaranya adalah :
a. Survey lapangan
b. Wawancara, pendekatan dengan mekanik bengkel dan berkonsultasi
dengan pembimbing untuk mendapatkan data dan perhitungan Buku
referensi, diambil dari berbagai buku yang menyangkut Elemen Mesin
I, dan II.
Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 2

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca
c. Bahan perkuliahan Elemen Mesin I, II.
Selain metode di atas yang digunakan penulis, penulis juga melakukan
pendekatan

terhadap

senior

yang

telah

menyelesaikan

tugas

Perancangan Transmisi ini. Sehingga dalam perancangan ini peran dari


temen-teman sangat membantu.
1.5 Sistematika Penulisan
Bab I

Pendahuluan
Latar belakang, batasan masalah, tujuan penulisan, metodologi
perancangan dan sistematika penulisan.

Bab II

Teori Dasar Perancangan


Teori dasar, macam-macam transmisi yang dirancang dan persamaanpersamaan yang menyangkut perhitungan perancangan.

Bab III

Perancangan Roda Gigi


Perancangan dan perhitungan-perhitungan transmisi pada roda gigi
yang akan dirancang.

Bab IV

Hasil dan Pembahasan


Tabel yang menyangkut roda gigi dan tabel analisa

Bab V

Kesimpulan dan Saran


Kesimpulam dan saran

Daftar pustaka
Lampiran

Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 3

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca

BAB II
TEORI DASAR
2.1 Pengertian
Roda gigi merupakan suatu roda gesek yang dibuat bergigi pada
kelilingnya. Gunanya untuk penerusan daya yang sangat besar dan putaran yang
tepat. Roda gigi ini dapat berbentuk silinder atau pun kerucut.
Karena putaran lebih tinggi dan tepat serta daya yang besar, juga di segi
ketelitian

yang

lebih

besar

dalam

pembuatan,

pematangan

maupun

pemeliharaannya dibandingkan transmisi yang lain seperti sabuk atau rantai.


Jadi jelaslah bahwa roda gigi berguna untuk mentransmisikan daya awal
ke selanjutnya dengan putarn roda gigi tadi.
2.2 Klasifikasi Roda Gigi
Pemakaian roda gigi dalam bidang teknologi pemesinan menduduki
tempat yang sangat penting sebagai sarana untuk mentransmisikan daya. Roda
gigi memiliki banyak keuntungan dibandingkan dengan transmisi jenis yang
lainnya, roda gigi banyak digunakan pada mesin-mesin yang mikro seperti jam
tangan sampai alat yang makro seperti alat reduksi pada turbin.
Letak

Poros roda

Gigi keterangan
Atas dasar alur gigi

Roda gigi dengan poros

Roda gigi luar

Arah putaran

sejajar

Batang gigi dan pinyon (e)

berlawanan lurus dan

Batang gigi dalam dan


pinyon (d)

berputar. Arah
putaran sama

Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 4

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca
Roda gigi dengan poros

Roda gigi kerucut lurus (s)

Klasifikasi atas dasar

perpotongan

Roda gigi kerucut spiral

bentuk jalur gigi

(g)
Roda gigi kerucut zerol
Roda gigi kerucut miring
Roda gigi kerucut miring
ganda
Roda gigi permukaan

Roda gigi dengan

dengan poros perpotongan

poros berpotongan

(h)

bentuk istimewa

Roda gigi dengan poros

Roda gigi miring silang (i)

Kontak titik gerakan

silang

Batang gigi miring silang

lurus & berputar

Roda gigi cacing silinder


(J)
Roda gigi cacing selubung
ganda
Roda gigi cacing samping
Roda gigi hyperboloid
Roda gigi hipoid (e)
Roda gigi permakan silang

Adapun ukurannya dinyatakan dengan diameter lingkaran jarak bagi, yaitu


lingkaran khayal yang menggelinding tanpa slip. Ukuran gigi dinyatakan dengan
jarak bagi lingkar, yaitu jarak sepanjang lingkaran jarak bagi antara profil dua
gigi yang berdekatan.

Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 5

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca
Pada dasarnya roda gigi dapat diklasifikasikan dalam beberapa type, yaitu:
1. Roda gigi dengan poros sejajar
Roda gigi dengan poros sejajar adalah roda gigi dimana giginya
berjajar pada dua bidang silinder, kedua bidang silinder tersebut
bersinggungan dan yang satu menggelinding pada yang lain dengan sumbu
tetap sejajar.
Roda gigi dengan poros sejajar dapat dibagi lagi, yaitu :
a. Roda gigi lurus
Merupakan roda gigi paling besar dengan jalur gigi yang sejajar
poros

Gambar 2.1 Roda gigi lurus


b. Roda gigi miring
Roda gigi miring mempunyai jalur gigi yang berbentuk ulir
pada silinder jarak bagi. Pada roda gigi miring ini, jumlah pasangan
gigi yang saling membuat kontak serentak adalah lebih besar dari pada
roda gigi lurus, sehingga pemindahan momen atau putaran melalui
gigi-gigi tersebut dapat berlangsung dengan halus. Sifat ini sangat baik
untuk mentransmisikan putaran tinggi dan beban besar. Namun roda
gigi miring memerlukan bantalan aksial dan kotak roda gigi yang lebih
kokoh, karena jalur gigi yang berbentuk ulir tersebut menimbulkan
gaya reaksi yang sejajar dengan poros. Roda gigi miring ini bisa
berbentuk ganda, dengan roda gigi ini, perbandingan reduksi,
Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 6

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca
kecepatan keliling, dan daya yang diteruskan dapat diperbesar, tetapi
pembuatannya sukar.
2. Roda gigi dengan poros berpotongan
Roda gigi dengan poros berpotongan yaitu dua roda gigi atau lebih
yang saling bertautan dengan memiliki sumbu poros yang saling
berpotongan. Roda gigi ini terdiri dari :
a. Roda gigi kerucut
Roda gigi kerucut memiliki gigi yang lurus, adalah yang paling
mudah dibuat dan paling sering dipakai. Tetapi roda gigi ini sangat
berisik karena perbandingan kontaknya yang sangat kecil, juga
konstruksinya tidak memungkinkan pemasangan bantalan pada kedua
ujung porosnya.

Gambar 2.2 Roda gigi kerucut


3. Roda gigi dengan poros silang
Dalam golongan roda gigi dengan poros silang terdapat roda gigi
miring silang, roda gigi cacing, roda gigi hipoid.
a. Roda gigi cacing
Roda gigi ini mempunyai cacing berbentuk silinder dan lebih
umum dipakai. Tetapi untuk beban besar, roda gigi cacing globoid
dengan perbandingan kontak yang lebih besar dapat dipergunakan.

Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 7

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca
Gambar 2.3 Roda gigi cacing
b. Roda gigi hipoid
Roda gigi hipoid adalah seperti yang dipakai pada roda gigi
diferensial otomobil. Roda gigi ini mempunyai jalur gigi berbentuk
spiral pada bidang kerucut yang sumbunya bersilang, dan pemindahan
gaya pada permukaan gigi berlangsung secara meluncur dan
menggelinding.

Gambar 2.4 Roda gigi hipoid


Roda-roda gigi yang telah disebutkan di atas semuanya mempunyai
perbandingan kecepatan sudut tetap antara kedua poros. Tetapi disamping itu
terdapat pula roda gigi yang perbandingan kecepatan sudutnya dapat bervariasi,
seperti misalnya roda gigi eksentris, roda gigi bukan lingkaran, roda gigi lonjong
seperti pada meteran air, dll. Ada pula roda gigi dengan putaran yang terputusputus dan roda gigi Geneva, yang dipakai misalnya untuk menggerakkan film
pada proyektor bioskop.
Dalam teori roda gigi pada umumnya dianut anggapan bahwa roda gigi
merupakan benda kaku yang hampir tidak mengalami perubahan bentuk untuk
jangka waktu lama. Namun pada apa yang disebut transmisi harmonis,
dipergunakan gabungan roda gigi yang bekerja dengan deformasi elastis dan tanpa
deformasi.
2.3 Cara Kerja Transmisi

Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 8

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca
Transmisi berfungsi untuk mendapatkan tenaga atau daya dan perputaran
yang diinginkan agar daya dan kecepatan seimbang pada sebuah kendaraan.
Pada penggunaan mula mula ditekankan pada kopling sepenuhnya pada
saat pemindahannya atau menukar gigi transmisi, kemudian kopling dilepaskan
perlahan lahan menurut petunjuk penukaran gigi untuk kecepatan.
Contoh :
-

Gigi 1 ke 2 = kecepatan 20 km / jam

Gigi 2 ke 3 = kecepatan 35 km / jam

Gigi 3 ke 4 = kecepatan 50 km / jam

Gigi 4 ke 5 = kecepatan 65 km / jam

3
n

5
n

Gambar 2.5. Skema Posisi Gigi


Cara kerja dalam susunan roda gigi:
a. Posisi pada kecepatan 1
Roda gigi A mendapat

putaran mesin lalu diteruskan ke K dan

kemudian diteruskan ke F kemudian dilanjutkan ke B.


b. Posisi pada kecepatan 2
Roda gigi A mendapat

putaran

mesin lalu diteruskan ke K dan

kemudian diteruskan ke G kemudian dilanjutkan ke C.


c Posisi pada kecepatan 3
Putaran dari mesin diterima A lalu diteruskan ke K sampai ke H dan
terakhir di D.
Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 9

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca
d. Posisi pada kecepatan 4
Putaran dari mesin diterima A lalu diteruskan ke K sampai ke I dan
terakhir di E.
e. Posisi pada kecepatan 5
Putaran dari mesin diterima A lalu diteruskan ke K langsung ke poros
output hingga sampai ke F dengan poros kerja khusus.
d. Posisi pada reserve ( R )
Roda gigi A mendapat putaran dari mesin lalu dipindahkan ke K dan
dilanjutkan ke B dan diteruskan ke K pada poros reserve ( R ) idle gear
sampai berakhir di E.
Keterangan posisi kecepatan diatas :
A

Roda gigi pemindah utama

Roda gigi 1 pada poros output

Roda gigi 2 pada poros output

Roda gigi 3 pada poros output

Roda gigi 4 pada poros output

Roda gigi 5 pada poros output

Roda gigi 1 pada poros counter

Roda gigi 2 pada poros counter

Roda gigi 3 pada poros counter

Roda gigi 4 pada poros counter

Roda gigi reserve ( R ) pada poros counter

Roda gigi reserve ( R ) pada poros counter

Roda gigi penerima utama

2.4. Gagasan Dalam Perancangan Roda Gigi


Roda gigi berfungsi mentransmisikan daya besar dan putaran yang
tepat dengan demikian transmisi roda gigi mempunyai keunggulan dibandingkan
dengan transmisi sabuk maupun rantai, Karena roda gigi lebih singkat, putaran

Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 10

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca
lebih tinggi, tepat dan daya lebih besar, dipilih roda gigi karena memerlukan
ketelitian yang besar dalam pembuatan, pemasangan maupun pemeliharaan.
Pada perencanaan ini terdapat dua jenis roda gigi yaitu :
Roda gigi lurus
Roda gigi miring
2.5. Persamaan Dasar Untuk Perancangan
2.5.1. Roda Gigi
Roda gigi memindahkan momen melalui kontak luncur melalui permukaan
gigi yang berpasangan. Kecepatan sudut kedua roda gigi tetap di jaga. Untuk
perbandingan tetap dari kecepatan sudut kedua roda gigi digunakan kurva involute
atau evolusi.
Kurva involute seperti gambar, dua roda gigi yang berpasangan titik
kontak antara profil gigi pinyon dan roda gigi bergerak sepanjang garis yang
berpasangan, ditarik menyinggung garis sumbu 0,02 seperti pada gambar garis
singgung disebut garis katan atau garis tekanan.
Keliling lingkaran dasar dibagi oleh jumlah gigi tanpa memberi sisa.
Rumus jarak Te ( mm ) antara dua kurva yang berdekatan disebut jarak bagi
normal.
Analisa:

M.Y
I

Ft .1 2 . h .1 2 w
1 2 . bw 2

Untuk pembebanan maksimum h

Ft .1 2 . h .1 2 w
1 2 . bw 2

Untuk tinggi h

Ft . h
1 6 . bw 2

Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 11

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca
Ft

1 6 . bw 2 .
h

Beban yang diberikan berdasarkan dimensi gigi.


=

max . b a . m . y

lebar gigi

modul

faktor bentuk gigi

Te

Fv
Dimana:

. dg
Z

Dimana:
dg

diameter lingkaran dasar ( mm )

jumlah gigi

dg

d cos

Dimana :
d

lingkaran jarak bagi ( mm )

sudut kemiringan garis tekanan

Sehingga :
1. Helix angle ( )

20 to 4 r

2. Adendum ( tinggi kepala )

0,8 m

3. Pedendum ( tinggi kaki )

1m

4. Minimum total depth

1,8 minister

5. Thienes Clerence

1,5708 m

6. Minimum clearence

0,2 m

Empat hal yang perlu diperhatikan pada roda gigi yang lurus involute :
1. Tidak mengalami pemotongan bawah.
2. Perbandingan kontak dipilih hebat.
3. Luncuran spesifik harga ditetapkan dengan baik.
4. Putaran harus diletakkan dalam arah yang berlawanan.
Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 12

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca
a. Metoda Dasar Perhitungan
Daya yang ditransmisikan
Pd = P . fc

Lebar gigi
1,15 x x m
tan

b=

Jumlah gigi yang ekivalen


Ze
cos 3

Zp =

Faktor bentuk gigi


0.912

Y = 0.154 - Z
p

Diambil bentuk profil 30 fall depth involute system.


Kecepatan keliling
V=

.m.Z .n
100

Gaya tangensial
Wt

P 4500
Cs
V

Dimana:
V

kecepatan keliling ( m / min )

Pd

daya yang ditransmisikan ( Hp )

Cs

faktor servis

Wt

gaya tangensial ( kg )

Faktor kecepatan
Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 13

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca
15

CV = 75

Persamaan lewit
Wt = ( fo cv ) b . . m . y
Dimana:
( Fo = nilai tegangan statis besar ( kg / km2 )
Diameter gigi
Dp = Zp x m
Momen puntir
Pd

Mp = 9,74 105 . n
1
Dimana:
Mp
Pd
N1

=
=
=

momen puntir ( kg . mm )
daya yang ditransmisikan ( kw )
pusaran poros ( rpm )
1
2
3

5
4
3
1

2
Gambar 2.7. Sketsa transmisi Datun Go Panca

Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 14

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca

2.6. Poros
Poros merupakan salah satu bagian yang terpenting bagi setiap mesin dan
poros ini mempunyai peranan penting dalam transmisi. Pada umumnya poros
mesin dibuat dari baja yang ditarik dingin dan difinish. Baja karbon konstruksi
mesin ( disebut bahan S-C ) yang dihasilkan dari ingot yang Cill ( baja yang
dioksidasi dari ferro silicon dan di cor ). Jika Pada daya nominal output dari motor
penggerak, maka berbagai macam faktor keamanan besarnya dapat diambil dalam
perencanaan, sehingga koreksi pertama

dapat diambil dalam perencanaan,

sehingga koreksi pertama dapat diambil kecil. Jika faktor koreksi adalah fc, maka
daya rencana pada ( kw ) sebagai patokan adalah :
Pd = fc . P ( kw )
Jika daya yang diambil dalam daya kuda ( HP ), maka harus dikalikan
dengan 0,746 untuk mendapatkan daya dalam kw. Jika momen puntir ( momen
rencana ) adalah T ( kg.mm ) maka:
T = 9,74.105.

Pd
n

Bila momen rencana T ( kg.mm ) dibebankan pada suatu diameter poros,


ds ( mm ) maka tegangan geser ( a ):
Faktor keamanan untuk bahan Sf1 = 6,0 dan untuk bahan Sf2 = 1,4 dan S55
C-D = dengan kekuatan tarik 72 Kg/mm 2 ( a ).
a = b / ( sf1 . sf2 )
dimana :
b = kekuatan tarik bahan ( kg / mm2 )
Keadaan momen puntir itu sendiri juga harus ditinjau factor koreksi yang
dianjurkan oleh ASME, juga dipakai disini. Faktor ini dinyatakan dengan Kt
dipilih 1,0 jika beban dikenakan kejutan besar.
Jika pemakaian dengan bahan lentur maka dapat dipertimbangkan faktor
cb yang berharga 1,2 sampai 2,3 dan jika tiada beban lentur maka cb = 1,0.
Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 15

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca
Maka diameter poros ds ( mm ) dapat dihitung:
5,1. kt . cb . T

1/3

ds =

Maka tegangan geser ( )


=

5,1xT
ds 3

d
Gambar 2.6 Poros

2.7. Bantalan
Bantalan adalah suatu elemen mesin yang mampu mempunyai poros
berbeban. Sehingga putaran berlangsung secara halus aman dan panjang umur
pemakaiannya.

Gambar 2.7 Bantalan

Hal yang penting dalam perencanaan bantalan :


Jika beban bantalan dan putaran poros diberikan, pertama perlu diperiksa
apakah perlu dikoreksi, selanjutnya tentukan beban rencana dan pilihlah beban
Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 16

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca
bantalan. Kemudian tentukan yang diizinkan, bantalan yang digunakan transmisi
roda gigi umumnya adalah bantalan gelinding. Bantalan gelinding mempunyai
keuntungan yaitu dari segi gesekkan yang sangat kecil dibandingkan bantalan
luncur. Berdasarkan perhitungan bahan maksimal terjadi pada roda gigi dua
dengan sudut = 20 maka pada sikap dua :
Gaya aksial yang terjadi :
Fa = ft . tg
Dimana:
= sudut tekan antara 20
Ft = Gaya tangentsial
Gaya radial yang terjadi ( Fr ):
Fr = Ft . tg
Perbandinga Ft/Fa = 1, karena kapasitas nominal dinamis ( Co ) Belum
diketahui, Maka :
Ft/Co = 0,56
Co = Ft/0,56
Fa/Co = 0,56
Co = Fa/0,56
Faktor kecepatan Fn untuk bantalan bola :
3,33
Fn =

1/3

Dimana:
C

beban nominal dinamis spesifik

Pr

beban ekivalen

Beban ekivalen Pr ( kg ) :
Pr = . V Er + Yfa
Faktor V sama dengan I untuk pembebanan pada cincin dalam yang
berputar, harga x dan y terdapat dalam tabel ( Sularso hal 135 ).
Umur nominal Lh untuk bantalan bola:
Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 17

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca
Lh = 500 . Fh3

BAB III
PERANCANGAN RODA GIGI
3.1 Perancangan Roda Gigi
Pada perancangan ini daya yang ditransmisikan sebesar 68 dan
perancangan menggunakan persamaan :
Pd = P . fc
Dimana : fc merupakan faktor koreksi yang bernilai 1,2
(Tabel. 1.6 Buku Sularso hal 7 )
Maka didapat :
Pd = P . fc
= 68 hp.1,2
= 81,6 hp . 0,735 = 59,976 kW
Putaran poros yang digunakan sebesar 6000 rpm
Maka dapat dicari momen rencana sebesar :
Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 18

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca
P

2 .N .T
60

Dimana:
N = Putaran (rpm)
T = Torsi

(N.mm)

P = Daya

(w)

81,6 Kw =

2.3,14.6000.T
60

T=

59,976 kwx60
2 x3.14 x 6000

3598,56
= 0,1 N.mm
37680

3.1.1 Sikap Pertama


11
1

1
3

10

1
2

Gambar 3.1 Transmisi Pada Sikap Pertama

Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 19

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca
Roda gigi yang bekerja :
-

Roda gigi input ( Z1 ) = 20 gigi ; d = 80 mm

Roda gigi counter tetap ( Z2 ) = 32 gigi ; d = 128 mm

Roda gigi counter shaft 1 ( Z6 ) = 15 gigi ; d = 27 mm

Roda gigi counter output 1 ( Z10 ) = 50 gigi ; d = 90 mm

Roda gigi yang bekerja :


i

Zaut Z 2 XZ 10 32 X 50

5,3 5
Zin
Z 1 XZ 6
20 X 15

Ninput
Ninput
maka Noutput
Zout
i

Noutput

6000
1132 rpm
5,3

Roda gigi input shaft ( Z1 )


Sudut helik yang digunakan adalah 20 o
Jumlah gigi ekivalen dapat dicari :
Z
cos 3

Ze

20
= 24 gigi
cos 3 20

Faktor bentuk gigi


Y 0,154

0,912
Ze

= 0,154

0,912
24

= 0,116
Lebar gigi dapat dicari :
m

d
Z

80mm
4 mm
gigi
20 gigi

1,15.3,14.m
tan

Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 20

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca
=

1,15.3,14.m
tan 20

= 9,9 m = 9,9 x 4 mm/gigi = 39,6 mm/gigi


Kecepatan keliling diperoleh dengan persamaan :
V

.d .n
100

3,14.80.6000
15072 rpm
100

Beban tangensial dapat dicari dengan persamaan :


Wt

P.4500
Cs
V
59,976 kw.4500
1 = 17,91 Kg
15072rpm

Faktor kecepatan dapat dicari dengan menggunakan persamaan:


Cv

15
15 V
15

= 15 15072rpm
= 0,109 rpm
Diameter gigi dapat dicari :
Dp= Ze . m
= 24 . 4
= 96 mm

Roda gigi counter shaft pemindah tetap ( Z2 )


Jumlah gigi ekivalen dapat dicari :
Ze

Z
cos 3
32
= 38 gigi
cos 3 20

Faktor bentuk gigi:


Y 0,154

0,912
Ze

Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 21

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca
= 0,154

0,912
= 0,13
38

Lebar gigi dapat dicari :


m

d
Z

128mm
4 mm
gigi
32 gigi

1,15.3,14.m
tan

1,15.3,14.m
tan 20

= 9,9.4 = 39,6 mm/gigi


Kecepatan keliling diperoleh dengan persamaan :
V

.d .n
100

3,14.128.6000
24115 rpm
100

Beban tangensial dapat dicari dengan persamaan :


Wt

P.4500
Cs
V
59,976 .4500
1 = 11,29Kg
24115

Faktor kecepatan dapat dicari dengan menggunakan persamaan:


Cv

15
15 V
15

= 15 24115rpm
= 0,09 rpm
Diameter gigi dapat dicari :
Dp= Ze . m
= 38 . 4
= 152 mm
Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 22

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca

Roda gigi counter shaft 1 ( Z6 )


Z
cos 3

Ze

15
= 18 gigi
cos 3 20

Faktor bentuk gigi:


Y 0,154

= 0,154

0,912
Ze

0,912
= 0,1
18

Lebar gigi dapat dicari :


m

d
Z

27 mm
1.8 mm
gigi
15 gigi

1,15.3,14.m
tan

1,15.3,14.m
tan 20

= 9,9.1.8 = 17,82 mm/gigi


Kecepatan keliling diperoleh dengan persamaan :
V

.d .n
100

3,14.27.6000
5087 rpm
100

Beban tangensial dapat dicari dengan persamaan :


Wt

P.4500
Cs
V
59,976 .4500
1 = 53,06Kg
5087

Faktor kecepatan dapat dicari dengan menggunakan persamaan:


Cv

15
15 V

Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 23

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca
=

15
15 5087

= 0,17 rpm
Diameter gigi dapat dicari :
Dp= Ze . m
= 15 . 1,8
= 27 mm
Roda gigi shaft output ( Z10 )
Z
cos 3

Ze

50
= 60 gigi
cos 3 20

Faktor bentuk gigi:


Y 0,154

= 0,154

0,912
Ze

0,912
= 0,14
60

Lebar gigi dapat dicari :


m

d
Z

90mm
1,8mm / gigi
50 gigi

1,15.3,14.m
tan

1,15.3,14.m
tan 20

= 9,9.1.8 = 17,82 mm/gigi


Kecepatan keliling diperoleh dengan persamaan :
V

.d .n
100

Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 24

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca
=

3,14.90.6000
16956 rpm.
100

Beban tangensial dapat dicari dengan persamaan :


Wt

P.4500
Cs
V
59,976.4500
1 = 15,92 Kg
16956

Faktor kecepatan dapat dicari dengan menggunakan persamaan:


Cv

15
15 V
15
15 16956

= 0,1 rpm
Diameter gigi dapat dicari :
Dp= Ze . m = 60 . 1,8 = 108 mm

3.1.2 Sikap Kedua


1
3

12

10

1
1

3
4
Gambar 3.2 Transmisi Pada Sikap Kedua

Roda gigi yang bekerja


Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 25

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca
-

Roda gigi input ( Z1 ) = 20 gigi ; d = 70 mm

Roda gigi counter tetap ( Z2 ) = 32 gigi ; d = 128 mm

Roda gigi counter shaft 2 ( Z5 ) = 22 gigi ; d = 66 mm

Roda gigi counter output 2 ( Z11 ) = 24 gigi ; d = 72 mm


I

Z out Z 2 Z11 32 24 768

1,75
Z in
Z1 Z 5
20 22 440

N out

N in 5600

3160,9rpm
I
1,74

No

Ze

Dp

Wt

Cv

Z1

(gigi)
24

0,116

(mm/gigi)
4

(mm/gigi)
39,6

(mm)
96

(rpm)
13188

(Kg)
20,46

(rpm)
0,12

Z2

38

0,13

39,6

152

24115

11,19

0,09

Z5

28

0,032

29,7

84

12434

21,71

0,12

Z11

26

0,119

29,7

78

13565

19,9

0,11

3.1.3 Sikap Ketiga


1
3

1
1

12

10

Gambar 3.3 Transmisi pada sikap ketiga

Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 26

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca
Roda gigi yang bekerja
- Roda gigi input ( Z1 ) = 20 gigi ; d = 80 mm
- Roda gigi counter tetap ( Z2 ) = 32 gigi ; d = 128 mm
- Roda gigi counter shaft 3 ( Z4 ) = 29 gigi ; d = 87 mm
- Roda gigi counter output 3 ( Z12 ) = 25 gigi ; d = 75 mm
I

Z out Z 2 Z 12 32 25 800

1,37
Z in
Z1 Z 4
20 29 580

N out

N in
5600

4014,5rpm
I
1,37

No

Ze

Z1

(gigi)
24

0,116

(mm/gigi)
4

Z2

38

0,13

39,6

Z4

35

0,128

Z12

30

0,124

Dp

Wt

Cv

(rpm)
15072

(Kg)
17,91

(rpm)
0,12

152

24115

11,19

0,09

29,7

105

16391

16,47

0,1

29,7

90

14130

19,1

0,11

(mm/gigi) (mm)
39,6
96

3.1.4 Sikap Ke empat

1
3

1
2

1
1

10

4 5
3
Gambar 3.4 Transmisi Pada Sikap Keempat

Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 27

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca
Roda gigi yang bekerja
- Roda gigi input ( Z1 ) = 20 gigi ; d = 80 mm
- Roda gigi counter tetap ( Z2 ) = 32 gigi ; d = 128 mm
- Roda gigi counter shaft 4 ( Z3 ) = 33 gigi ; d = 99 mm
- Roda gigi counter output 4 ( Z13 ) = 24 gigi ; d = 72 mm
I

Z out Z 2 Z 13 32 24 768

1,16
Z in
Z1 Z 3
20 33 660

N out

N in 5600

4741,38rpm
I
1,16

No

Ze

Z1

(gigi)
24

0,116

(mm/gigi)
4

Z2

38

0,13

39,6

Z3

40

0,131

Z13

29

0,124

Dp

Wt

Cv

(rpm)
15072

(Kg)
17,91

(rpm)
0,12

152

24115

11,19

0,09

29,7

120

18651

14,47

0,1

29,7

87

13565

19,9

0,11

(mm/gigi) (mm)
39,6
96

3.1.5 Sikap kelima


Pada posisi kecepatan lima putaran yang di transmisikan sama dengan
putaran mesin 5500 rpm. N input sama dengan N output maka nilai rasio gear ( I )
sama dengan satu.

Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 28

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca
1
3

10

1
1

1
2

2
No

Ze

1
2

4
3
Gambar 3.5 Transmisi Pada Sikap Kelima
Y

Dp

Wt

Cv

(mm/gigi)
39,6

(mm)
96

(Kg)

(rpm)

0,116

(mm/gigi)
4

(rpm)

Z1

(gigi)
24

15072

17,91

0,12

Z2

38

0,13

39,6

152

24115

11,19

0,09

3.1.6 Sikap Mundur


1

1
3

1
1

1
2

10

4
3
Gambar 3.6 Transmisi pada sikap mundur

Perancangan roda gigi yang bekerja pada sikap ini sama dengan
perancangan roda gigi pada sikap lima. Inersia (I) gear pada sikap ini = 2,88
Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 29

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca
Roda gigi yang bekerja

No

Roda gigi input ( Z1 ) = 20 gigi ; d = 80 mm

Roda gigi counter tetap ( Z2 ) = 32 gigi ; d = 128 mm

Roda gigi pinion (Z7) = 15 gigi ; d = 45 mm

Roda gigi satu gear ( Z8 ) = 12 gigi ; d = 36 mm

Roda gigi satu gear ( Z9 ) = 27 gigi ; d = 81 mm


Ze

Dp

Wt

Cv

(gigi

(mm/g

(mm/g

(mm)

(rpm)

(Kg)

(rpm)

igi)
39,6

96

15072

17,91

0,12

Z1

24

0,116

igi)
4

Z2

38

0,13

39,6

152

24115

11,19

0,09

Z7

18

0,103

29,7

54

8478

31,84

0.14

Z8

14

0,089

29,7

42

6782

39,79

0.15

Z9

34

0,494

29,7

102

15260

17,69

0.108

3.2.

Perencangan Poros.

Gambar 3.7 poros input


Daya

N = 68 Hp

Putaran n = 6000 rpm

3.2.1. Perencangan Poros Utama Counter gear dan Output shaft.


Menentukan daya rencana (Pd):
Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 30

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca
Pd = P . fc. = 68 HP . 1,2 = 81,6 HP . 0,735 = 59,976 kW.
Menentukan momen puntir (T):
T 9,74 10 5

Pd
n

9,74 10 5

59,976
6000

9736,104 N.mm

Tegangan geser yang diizinkan (a):


a

t
di mana bahan yang digunakan adalah S 45 C.
Sf 1 Sf 2

Dimana:
t = 58 kg/mm2 = 580 N/mm2
Sf1 = diambil 6.
Sf2 = diambil 2.
t
Sf 1 Sf 2

580 N/mm 2
6 2

48,33 N/mm 2

Menentukan diameter poros (d):


5,1

kt Cb T
a

d3

Dimana:
Cb = diambil 2,3.
Kt = diambil 1,5.

5,1

1,5 2,3 9736,104


48
,
33

d3

5,1

d
1,5 2,3 9736,104
48,33

1
3

d 14,84 mm.

Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 31

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca
3.2.1. Perencanaan Poros Out Put
Menentukan daya rencana ( pd )
Pd = p.fc = 68 Hp . 1,2 = 81,6 HP . 0,735 = 59,976 kW
Menentukan momen puntir ( T ) :
T = 9,74

10 5

59,976
6000

9736,104 N.mm

Tegangan geser yang diizinkan ( a ) :


a

t
Sf1 xSf 2

dimana bahan yang digunakan S 55 C- D

Dimana:
t = 706,32 N/mm2
Sf1 = diambil 6.
Sf2 = diambil 2.
a

t
Sf 1 Sf 2

706,32 N/mm 2
62

58,86 N/mm 2

Menentukan diameter poros (d):


5,1

kt Cb T
a

d3

Dimana:
Cb = diambil 2,3.
Kt = diambil 1,5.

Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 32

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca

5,1

1,5 2,3 9736,104


58,86

d3

5,1

d
1,5 2,3 9736,104
58
,
86

1
3

d 13,9 mm.

3.2.2.

Perencanaan Poros Reverse.

Menentukan daya rencana (Pd):


Pd = P . fc. = 68 HP . 1,2 = 81,6 HP . 0,735 = 59,976 kW.
Menentukan momen puntir (T):
T 9,74 10 5

Pd
n

9,74 10 5

59,976
6000

9736,104 N.mm

Tegangan geser yang diizinkan (a):


a

t
di mana bahan yang digunakan adalah S 45 C-D.
Sf 1 Sf 2

Dimana:
t = 80 N/mm2
Sf1 = diambil 6.
Sf2 = diambil 2.
t
Sf 1 Sf 2

80 N/mm 2
6 2

6,67 N/mm 2

Menentukan diameter poros (d):


5,1

kt Cb T
a

d3

Dimana:
Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 33

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca
Cb = diambil 2,3.
Kt = diambil 1,5.

5,1

1,5 2,3 9736,104


6,67

d3

5,1

d
1,5 2,3 9736,104
6
,
67

1
3

d 28,52 mm.

3.3. Perancangan Bantalan


3.3.1. Bantalan
Bantalan adalah suatu elemen mesin yang mampu mempunyai poros
berbeban. Sehingga putaran berlangsung secara halus aman dan panjang umur
pemakaiannya.

Gambar 3.8 Bantalan


Berdasarkan analisa perhitungan, bahan maksimum terbesar terjadi pada
roda gigi dua dengan sudut = 20 - 25 ( Helix ) maka pada sikap kedua :
Gaya tangensial ( Ft ):

Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 34

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca
Ft = 58,36 kg
N = 6000 rpm
Gaya aksial ( Fa ):
Fa = Ft . tg 20
= 58,36 tg 20
= 21,24 kg
Gaya radial ( Fr ):
Fr = Ft . tg 20
= 58,36 tg 20
= 21,24 kg
Perbandingan beban aksial atau radial Fa/Fr = 1, karena kapasitas nominal
dinamis ( Co ) belum diketahui, maka:
Ft/Co = 0,56
Co

= 58,36/0,56
= 104,21 kg

Fa/Co = 0,56
= 21,24/104,21
= 0,204 kg
Maka dari tabel didapat:

= 0,56

= 1,15

=1

Beban ekivalen ( Pr ):
Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 35

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca
Pr = 0,56 . 1 . 21,24 + 1,15 . 21,24
= 36,32 Kg
Faktor kecepatan ( Fn ):
33,3
Fn =
6000

1/ 3

= 0.18 rpm
Faktor umur bantalan ( Fh ):
Faktor umur bantalan adalah asumsi harga dinamis spesifik diambil dari
tabel. Untuk diameter d = 11,59 mm pada poros utama counter gear,dan output
shaft serta diameter d = 10,93 mm pada poros output. Diambil nilai C = 1640 kg
untuk nomor bantalan No. 30302
Maka :
1640 kg

Fh = 0.18 rpm . 36,32kg


= 8,13 rpm
Umur Nominal ( Lh ):
Lh = 500 . (8,13 rpm )3
= 268461,21 Jam
Sedangkan untuk diameter d = 21 mm pada poros reverse dapat diambil
nilai C = 3300 kg untuk nomor bantalan No.30305

Maka :
Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 36

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca
3300 kg

Fh = 0,18 rpm . 36,32kg


= 16,35 rpm
Umur Nominal ( Lh ):
Lh = 500 . (16,35 rpm )3
= 2187216,7 Jam
Jika kita memilih bantalan yang dapat memberikan umur 500.000 jam dan
4.000.000 jam, maka bantalan diatas dapat digunakan. Jika umur bantalan tidak
mencukupi hasil perencanaan kita maka nomor nominal bantalan harus diganti.
Nomor nominal bantalan dapat dilihat pada tabel pada hal 146 buku Sularso.
3.4.

Perencanaan Pasak.
Dari hasil perencanaan poros counter gear diperoleh:
Torsi rata-rata (T) = 9736,104 N mm.
Diameter poros counter gear (d) = 11,59 mm.

Gaya tangensial (F) pada permukaan pasak:


F

T
d

9736,104
11,59
2

1680,1 N.

Berdasarkan diameter poros, maka :


b = d / 4 dan h = d / 8.
b = 11,59 mm / 4 = 2,89 mm.
h = 11,59 mm / 8 = 1,45 mm.

Tegangan geser yang diizinkan (a):


Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 37

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca
a

t
Dimana bahan yang digunakan adalah S 45 C.
Sf 1 Sf 2

t = 58 kg/mm2 = 580 N/mm2


Sf1 = diambil 6, dan Sf2 = diambil 2
a

t
Sf 1 Sf 2

580 N/mm 2
6 2

48,33 N/mm 2

Panjang Pasak (L)


L

F
b a

1680,1 N
12,02 mm.
2,89mm 48,33 N/mm 2

Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 38

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Tabel Daya Dan Momen Rencana
KET

HASIL

1. Daya Transmisi

59,976 kW

2. Momen Rencana

9736,104 N.mm

4.2 Tabel Perancangan Roda Gigi Sikap Satu


Roda Gigi Yang Bekerja

survey

Perancangan

- Jumlah gigi (Z1)

20

24

- Diameter (D)

80

96

- Lebar Gigi (b)

20

39,6

- Jumlah gigi (Z2)

32

38

- Diameter (D)

128

152

- Lebar Gigi (b)

20

39,6

- Jumlah gigi (Z6)

15

18

- Diameter (D)

27

27

- Lebar Gigi (b)

16

17,82

- Jumlah gigi (Z10)

50

60

- Diameter (D)

90

108

- Lebar Gigi (b)

16

17,82

1. Roda gigi input shaft

2. Roda gigi counter shaft pemindah tetap

3. Roda gigi 1 counter gear shaft

4. Roda gigi 1 output shaft

Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 39

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca

4.3 Tabel Perancangan Roda Gigi Sikap Kedua


Roda Gigi Yang Bekerja

survey

Perancangan

- Jumlah gigi (Z1)

20

24

- Diameter (D)

70

96

- Lebar Gigi (b)

20

39.6

- Jumlah gigi (Z2)

32

38

- Diameter (D)

128

152

- Lebar Gigi (b)

20

39.6

- Jumlah gigi (Z5)

22

28

- Diameter (D)

66

84

- Lebar Gigi (b)

20

29,7

- Jumlah gigi (Z11)

24

26

- Diameter (D)

72

78

- Lebar Gigi (b)

20

29,7

survey

Perancangan

- Jumlah gigi (Z1)

20

24

- Diameter (D)

80

96

1. Roda gigi input shaft

2. Roda gigi counter shaft pemindah tetap

3. Roda gigi 2 counter gear shaft

4. Roda gigi 2 output shaft

4.4 Tabel Perancangan Roda Gigi Sikap Ketiga


Roda Gigi Yang Bekerja
1. Roda gigi input shaft

Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 40

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca
- Lebar Gigi (b)

20

39,6

- Jumlah gigi (Z2)

32

38

- Diameter (D)

128

152

- Lebar Gigi (b)

20

39,6

- Jumlah gigi (Z4)

29

35

- Diameter (D)

87

105

- Lebar Gigi (b)

20

29,7

- Jumlah gigi (Z12)

25

30

- Diameter (D)

75

90

- Lebar Gigi (b

20

29,7

survey

Perancangan

- Jumlah gigi (Z1)

20

24

- Diameter (D)

80

96

- Lebar Gigi (b)

20

39,6

- Jumlah gigi (Z2)

32

38

- Diameter (D

128

152

- Lebar Gigi (b)

20

39,6

2. Roda gigi counter shaft pemindah tetap

3. Roda gigi 3 counter gear shaft

4. Roda gigi 3 output shaft

4.5 Tabel Perancangan Roda Gigi Sikap Keempat


Roda Gigi Yang Bekerja
1. Roda gigi input shaft

2. Roda gigi counter shaft pemindah tetap

Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 41

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca
3. Roda gigi counter gear shaft 4
- Jumlah gigi (Z3)

33

40

- Diameter (D)

99

120

Lebar Gigi (b)

20

29,7

- Jumlah gigi (Z13)

24

29

- Diameter (D)

72

87

- Lebar Gigi (b)

20

29,7

survey

Perancangan

- Jumlah gigi (Z1)

20

24

- Diameter (D)

80

96

4. Roda gigi 4 output shaft

4.6 Tabel Perancangan Roda Gigi Sikap Kelima

4.7 Tabel Perancangan Roda Gigi Sikap Mundur


Roda Gigi Yang Bekerja
1. Roda gigi penggerak utama

Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 42

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca
- Lebar Gigi (b)

20

39,5

- Jumlah gigi (Z2)

32

38

- Diameter (D)

128

152

- Lebar Gigi (b)

20

39,6

- Jumlah gigi (Z7)

15

18

- Diameter (D)

45

54

- Lebar Gigi (b)

20

29,7

- Jumlah gigi (Z8)

12

14

- Diameter (D)

36

42

- Lebar Gigi (b)

20

29,7

- Jumlah gigi (Z9)

27

34

- Diameter (D)

81

102

- Lebar Gigi (b)

20

29,7

2. Roda gigi pemindah utama

3. Roda gigi mundur counter shaft

4. Roda gigi mundur perantara

5. Roda gigi mundur output shaft

4.8 Pembahasan
Dari tabel dapat dilihat perbandingan roda gigi yang sebenarnya dengan
hasil rancangan. Dari hasil tersebut terdapat peerbedaan-perbedaan misalnya:
jumlah gigi dalam survey 20 gigi sedangkan dalam perancangan didapat 24 gigi.
Didalam perancangan ini sangat menyolok perbedaannya adalah hasil
perhitungan diameter dan lebar roda gigi yang mana berharga lebih besar dari data
survey yang didapat.
Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 43

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca
Secara keseluruhan faktor-faktor lain yang mempengaruhi dalam
perancangan ini adalah :
-

Bahan /material yang digunakn

Faktor koreksi yang diambil

Modul yang didapat

Faktor keamanan

Dan lain-lain

Didalam perancangan didapat hasil diameter roda gigi yang lebih besar,
jadi dapat diasumsikan mempunyai tegangan statik izin yang besar.
Bila material yang mempunyai nilai material /tegangan statik izin yang
kecil maka modul yang didapat akan semakin kecil pula begitu juga sebaliknya.
Makin banyak jumlah gigi maka diameter roda gigi akan semakin besar dengan
modul yang sama dengan persamaan :
D=m.Z
Dari tabel dapat kita lihat perbedaan yang paling menyolok adalah pada
diameter roda gigi dan pada lebar gigi, misalnya :
Pada roda gigi input shaft pada sikap satu
Ini terjadi perbedaan yang cukup besar dari diameter 80 mm didapat
perancangan 96 mm dan lebar gigi 20 mm didapat perancangan 39,6 mm.
Perbedaan tersebut diakibaatkan oleh bebera faktor seperti :
-

Pemilihan atau pengambilan faktor koreksi

Pemilihan material yang digunakan yang sangat mempengaruhi


tegangan statik ijin yang diberikan ( o ) ,spt alloy steel heat
treated

Faktor bentuk gigi

Faktor keamanan.

Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 44

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca

Pada roda gigi output shaft


Disini terjadi perbedaan pada diameter survey yaitu 128 mm sedangkan
perancangan 152 mm dan pada lebar gigi 20 mm sedangkan pada perancangan
39,6 mm. Perbedaan ini diakibatkan oleh :
-

Pemilihan material yang digunakan, material yang digunakan


disini adalah

forged carbon steel heat treated yang

mempunyai tegangan statik ijin yang lebih kecil


-

Dalam pemilihan faktor koreksi

Pemilihan faktor bentuk gigi

Dan lain lain

Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 45

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Tugas rancangan roda gigi Datsun Go Panca ini dirancang berdasarkan dari
perancang yang berpatokan pada banyak pertimbangan antara lain:
Faktor keamanan
Faktor biaya
Selain itu dari faktor diatas penulis juga merencanakan pembuatan
transmisi roda gigi yang menentukan yaitu :
Daya motor

= 68 Hp

Putaran poros

= 6000 rpm

Momen rencana

= 9736,104 N.mm

I pada sikap pertama

= 2,82

I pada sikap kedua

= 1,74

I pada sikap ke tiga

= 1,37

I pada sikap ke empat

= 1,16

I pada sikap ke lima

=1

I pada sikap mundur

= 2,88

Dari daya motor dan putaran motor yang sudah didapatkan waktu survey
maka penulis dapat menentukan besaran besaran yang berhubungan dengan roda
gigi ini diantaranya:
Kecepatan keliling
Beban tangensial
Lebar roda gigi
Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 46

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca
Faktor bentuk gigi
Factor kecepatan
Diameter gigi
Bahan yang akan dipakai sangat mempengaruhi pada semua ukuran roda
gigi yaitu :
Momen puntir
Putaran
Lebar gigi
Diameter gigi
Seperti yang telah penulis tuturkan sebelumnya bila bahan dengan
kekuatan tinggi dan kualitasnya bagus mempengaruhi biaya barang relatif tinggi
karena selain harga yang lebih tinggi yang akan memerlukan barang lebih murah
dan tidak memikirkan kualitas barang.
Bila bahan yang dirancang dengan kekuatan tinggi dan kekuatan rendah
akan cepat haus dan ini mengakibatkan lebih buruk lagi sehingga barang ini tidak
dapat tahan lama, namun tempat kita akan dipromosikan dinilai buruk oleh para
konsumen.
Jadi faktor keamanan sangat menentukan sekali dalam perencanaan suatu
transmisi roda gigi untuk memproduksi bahan dengan keamanan dalam waktu
pengoperasian.

5.2. Saran - Saran


Khusus bagi penulis sendiri diharapkan agar selalu ada perbaikan
perbaikan ulang yang akan lebih baik dari yanag telah ada karena akan
memerlukan suatu nilai tersendiri bagi penulis dan perancangan lain jika
menghasilkan rancangan yang sangat baik dengan, perhatikan segala faktor
didalam konstruksi rancangan.
Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 47

Tugas Rancangan Elemen Mesin


Transmisi Datsun
Go Panca
Diharapkan agar terobosan baru yang akan merancang ulang transmisi
roda gigi dengan biaya yang relatif murah dengan mengutamakan faktor
keamanan yang cukup tinggi.

DAFTAR PUSTAKA
Khurni, R.S. J. K. GUPTA. 1982. Machine Design, Eurasia Publishing House
(PVT) L. T. D Ram Nagar New Delhi.110055.
Materi materi Kuliah Elemen Mesin I, II, III.
Sularso Kiyokatsu Suga. 1978.Dasar Perencanaan Elemem Mesin, Jakarta : PT.
Prima Karos Utama Indonesia.

Nurul Fajri Rahmat | 1010017211032 48