Anda di halaman 1dari 6

Abelson (Kasali, 2003:20) menyebutkan bahwa opini mempunyai unsur sebagai

molekul opini, yaitu : (1) Believe (kepercayaan tentang sesuatu), (2) Attitude
(apa yang sebenarnya dirasakan seseorang), (3) Perception (persepsi)
Akar dari opini sebenarnya tak lain adalah persepsi, yang ditentukan oleh
faktor seperti : (1) latar belakang budaya, (2) pengalaman masa lalu, (3) nilainilai yang dianut, dan (4) berita-berita yang berkembang. Berdasarkanskema
proses terbentuknya opini publik menurut W. P. Davidson (Kasali, 2003:25),
hubungan antara persepsi, pendirian, dan opini faktor yang membentuk persepsi
seperti latar belakang budaya, pengalaman masa lalu, nilai-nilai yang dianut,
dan berita yang berkembang akan berlanjut menjadi opini dari para individu.
Opini ini akan berkembang menjadi suatu konsensus bila masyarakat alam
segmen tertentu mempunyai kesamaan-kesamaan tertentu. Kesamaan itu bisa
merupakan kesamaan kekecewaan, kegembiraan, atau pengelaman emosional
lainnya. Konsensus yang matang dan menyatu dalam masyarakat itulah yang
disebut opini publik, yakni opini milik masyarakat tertentu. .Pengertian Citra
Citra adalah suatu pemahaman yang timbul karena pemahaman suatu
kenyataan. Namun pemahaman berdasarkan kurang lengkapnya informasi juga
akan menimbulkan pencitraan yang tidak sempurna. Menurut Seitel (Soemirat
& Ardianto, 2002:136), citra merupakan komoditas yang rapuh (fragile
commodity), akan tetapi citra perusahaan, yang positif adalah essensial, sukses
yang berkelanjutan dan dalam jangka panjang. Secara harfiah, pengertian citra
menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah Gambaran, rupa, gambaran
yang dimiliki oleh orang banyak mengenai pribadi, perusahaan/organisasi,
produk, kesan mental atau bayangan visual yang ditimbulkan oleh kata, frasa
atau kalimat, dan merupakan unsur dasar yang khas dalam karya prosa atau
puisi. Jallaludin Rakhmat dalam bukunya..
Definisi Konsepsional Definisi konsepsional merupakan pembatasan
tentang suatu konsep atau pengertian ini merupakan unsur pokok dari suatu
penelitian. Oleh karena itu sesuai dengan variabel yang dimaksud yaitu

pembentukan opini publik tentang citra polisi terkait berita tindak kekerasan
polisi

di

Harian

Samarinda

Pos

merupakan

efek

komunikasi

berupa

pernyataan yang bersifat kotroversial dari masyarakat tentang berita suatu


anggota

badan

pemerintah

yang

seharusnya

bertugas

memelihara

keamanan dan ketertiban umum tatapi malah melakukan tindak kekerasan


fisik. Proses pembentukan opini secara umum diawali dengan persepsi yang
terbentuk

berdasarkan

pengalaman

masa

faktor

lalu,

pembentuknya

nilai-nilai

yang

(latar

dianut,

belakang

budaya,

berita-berita

yang

berkembang), berlanjut menjadi opini dari individu dan berkembang menjadi


konsensus, konsensus yang matang serta menyatu dalam masyarakat itulah
yang disebut opini publik.

Berdasarkan Etimologi (Etymology: ilmu tentang asal kata) Opini publik adalah
terjemahan dari kosa kata bahasa Ingris yakni public

opinion. Ditinjau dari sudut asal

katanya (Etymology) Public Opinion berasal dari bahasa latin yakni opinari

dan

publicus. Adapun Opinary berarti berfikir atau menduga. Dalam bahasa Inggris juga
menandung arti option

and hope yang juga berasal dari bahasa latin

yaitu optio. sedangkan publicus mempunyai arti milik masyarakat luas.


Opini publik adalah pendapat kelompok masyarakat atau sintesa dari pendapat dan
diperoleh dari suatu diskusi sosial dari pihak-pihak yang memiliki kaitan
kepentingan. Agregat dari sikap dan kepercayaan ini biasanya dianut
olehpopulasi orang dewasa.
Dalam menentukan opini publik, yang dihitung bukanlah jumlah mayoritasnya
(numerical

majority ) namun mayoritas yang efektif (effective majority ). Subyek opini

publik adalah masalah baru yang kontroversial dimana unsur-unsur opini publik
adalah: pernyataan yang kontroversial, mengenai suatu hal yang bertentangan, dan
reaksi pertama/gagasan baru.
Pendekatan prinsip terhadap kajian opini publik dapat dibagi menjadi 4 kategori:

1.

pengukuran kuantitatif terhadap distribusi opini

2.

penelitian terhadap hubungan internal antara opini individu yang membentuk


opini publik pada suatu permasalahan

3.

deskripsi tentang atau analisis terhadap peran publik dari opini publikkajian
baik terhadap media komunikasi yang memunculkan gagasan yang menjadi dasar
opini maupun terhadap penggunaan media oleh pelaku propaganda dan
manipulasi.

Menurut Dan Nimmo


opini personal terdiri atas kegiatan verbal dan non verbal yang
menyajikan citradan interpretasi individual tentang objek tertentu, biasanya dalam
bentuk isu yang diperdebatkan orang.[
Opini dapat dinyatakan secara aktif maupun secara pasif. Opini dapat dinyatakan
secara verbal, terbuka dengan kata-kata yang dapat ditafsirkan secara jelas, ataupun
melalui pilihan-pilihan kata yang sangat halus dan tidak secara langsung dapat
diartikan (konotatif). Opini dapat pula dinyatakan melalui perilaku, bahasa tubuh, raut
muka, simbol-simbol tertulis, pakaian yang dikenakan, dan oleh tanda-tanda lain yang
tak terbilang jumlahnya, melalui referensi, nilai-nilai, pandangan, sikap, dan kesetiaan.
[

Opini publik itu identik dengan pengertian kebebasan, keterbukaan dalam


mengungkapkan ide-ide, pendapat, keinginan, keluhan, kritik yang membangun, dan
kebebasan di dalam penulisan. Dengan kata lain, opini publik itu merupakan efek dari
kebebasan dalam mengungkapkan ide-ide dan pendapat.[
Menurut para ahli adalah sebagai berikut :

Opini menurut Websters New

Collegiate Dictionary adalah suatu pandangan,

keputusan atau taksiran yang terbentuk di dalam pikiran mengenai suatu persoalan
terntentu.

Menurut Frazier Moore (2004) Opini lebih kuat dari pada sebuah kesan tetapi
lebih lemah dari pada pengetahuan yang positif. Opini merupakan suatu
kesimpulan yang ada dalam pikiran dan belum dikeluarkan untuk di perdebatkan.

William Albig (1939:4) menjelaskan sebagai berikut mengenai opini : Opinion is


any expression on a controversial topic.

Abelson dalam Soemirat (2004) menyebutkan Opini mempunyai unsur pembentuk


yaitu
1.

Belief

2.

Attitude

3.

Perception

Akar dari opini adalah persepsi yang ditentukan oleh factor berikut ini :
1.

Latar belakang budaya

2.

Pengalaman masa lalu

3.

Nilai yang dianut

4.

Berita yang berkembang

Menurut Effendy, ada beberapa jenis opini yang berkaitan dengan opini public.

Opini individu yaitu pendapat seseorang secara perorangan mengenai sesuatu


yang terjadi di masyarakat. Opini public merupakan perpaduan dari opini-opini
individu.

Opini pribadi yaitu Pendapat asli seseorang mengenai sesuatu persoalan. Opini
seseorang belum tentu opini pribadinya, mungkin merupkan opini orang lain yang
dianggapnya lebih mendekati kebenaran yang subyektif.

Opini kelompok yaitu pendapat kelompok mengenai masalah social

William Albig,
didalam bukunya Public

Opinion,

(Mc Graw-Hill Book Company, Inc, New York,1939, h. 3)


Mengemukakan pendapatnya sebagai berikut : TO

results from the interaction of

persons upon one another in any type of groups (Opini publik adalah hasil dari pada
interaksi antara individu-individu dalam kelompok apa saja). Ini-berarti bahwa opini
publik itu timbul, karena adanya interaksi antara individu-individu yang menyatakan
pendapatnya. Selanjutnya Albig mengemukakan bahwa opini publik itu baru menjadi
opini bila hal itu telah dinyatakan.

Frazier Moore (2004)


menjelaskan Opini public adalah ungkapan keyakinan yang menjadi pegangan bersama
diantara para anggota sebuah kelompok atau public, mengenai suatu masalah
controversial yang menyangkut kepentingan umum.
Emory Bogardus
didalam buku The

Making of Public Opinion (h.5)

Opini publik adalah hasil pengintegrasian pendapat berdasarkan diskusi yang


dilakukan didalam masyarakat demokratis. Opini publik bukan merupa-kan seluruh
jumlah pendapat individu-individu yang dikumgulkan. Dengan demikian berarti

Opini publik itu bukan merupakan kata sepakat (senstemmig, unanimous)

Tidak merupakan jumlah pendapat yang dihitung secara numerical


(numeriek. menurut jumlah) berapa jumlah

George L. Bird dan, Frederick E. Merwin


Mengemukakan dalam bukunya The
tulisannya Public Opinion a

Press and Society, pendapat Clyde L. King dalam

Manifestation of the Social Mind

Bahwa opini publik itu adalah penilaian sosial (social judgment) mengenai sesuatu hal
yang penting dan berarti atas dasar pertukaran fikiran yang dilakukan individuindividu dengan sadar dan rasionil.
Leonardo W. Dood dalam Soemirat (2004)
Menurut : Opini public adalah sikap orang-orang mengenai sesuatu persoalan, dimana
mereka merupakan anggota dari sebuah masyarakat yang sama.
Dalam How

Public pinion is formed, Edward M. mejelaskan bahwa : Opini public tidak

selalu logis, opini public tidak berbentuk, ambivalen, ontradiktif, mudah berubah.
Konsekuensinya mereka yang mempengaruhi opini public hanya dapat berharap
bahwa usaha mereka dari waktu kewaktu menimbulkan consensus terhadap persepsi
yang masuk akal terhadap isu yang berkembang.
Emory Bogardus (1951)
Opini public adalah hasil pengintegrasian pendapat berdasarkan diskusi yang
dilakukan di dalam masyarakat domokratis. Opini public bukan merupakan sejumlah

pendapat individu-individu yang dikumpulkan. Maka menurutnya opini public dapat


berarti 3 hal :
1.

Opini public bukan merupakan kata sepakat

2.

Tidak merupakan sejumlah pendapat yang dihitung secara numerical

3.

Opini public hanya dapat berkembang di Negara-negara demokratis, yang

mengakui Freedom

of the press

Cutlit & Center (1958)

The term public opinion is a slippery one. Out ability to measure it is greater than our
ability to define or manipulate it. Although the concept originated in the . century, it
still has not been defined satisfactorily. Public opinion is difficult to describe, elusive to
define, hard to measure, impossible to see.
Kruger Reckless didalam bukunya Social

Psychology mengemukakan

Bahwa opini publik adalah suatu pendapat basil pertimbangan seseorang tentang
sesuatu hal yang telah diterima sebagai fikiran publik.
Banyak definisi yang telah dikemukakan, tapi sampai sekarang belum terdapat
pengertian yang exact tentang opini publik itu. James Bryce didalam bukunya, Modern

Democracies, menyatakan, bahwa kekuatan opini publik tidak dapat disangkal lagi, tapi
sampai saat ini belum ada definisi atau tau teori mengenai opini publik yang dapat
diterima.