Anda di halaman 1dari 10

ACARA III

TEKNIK ISOLASI MIKROBA


PENDAHULUAN
Latar Belakang
Isolasi mikroba adalah pemindahan mikroba tersebut dari lingkungannya
di alam dan menumbuhkannya sebagai biakan murni dalam medium buatan. Suatu
mikroba yang hidup di alam terbuka jarang dijumpai tumbuh sebagai biakan
murni. Namun pada umumnya dalam populasi campuran dengan mikroba lain.
Dalam mengisolasi mikroba, semua alat yangdigunakan harus steril agar media
yang akan digunakan tidak akan terkontaminasi oleh mikroba lain yang tidak
diinginkan. Mikroba tidak membutuhkan banyak tempat untuk perkembangannya,
salah satu tempat perkembangan mikroba adalah media buatan yang dapat
dimasukkan ke dalam tabung reaksi atau cawan petri. Hal-hal yang harus
diperhatikan sebelum mengisolasi mikroba yaitu sifat dan jenismikroba yang akan
diisolasi, tempat hidup dan asal mikroba, medium untuk pertumbuhan yang
sesuai, faktor lingkungan tempat inkubasi, dan cara menanam mikroba
(Dwidjoseputro, 2010). Oleh karena itu, praktikum ini dilakukan untuk
mengetahui teknik-teknik isolasi mikroba seperti bakteri dan khamir.
Tujuan Praktikum
Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui teknik-teknik isolasi mikroba
dan cara mengisolasinya.

TINJAUAN PUSTAKA
Suatu mokroba yang hidup di alam terbuka jarang dijumpai tumbuh
sebagai biakan murni, tetapi pada umumnya dalam populasi campuran dengan
mikroba lainnya. Untuk mengidentifikasi mikroba, termasuk pengujian morfologi,
fisiologi dan serologi, sebelumnya perlu dilakukan isolasi dari habitatnya. Jadi,

isolasi suatu mikrobia adalah memindahkan mikroba tersebut dari lingkungannya


di alam dan menumbuhkan sebagai biakan murnidalam media buatan
(Nazaruddin, 2014).
Isolasi mikroba pada prinsipnya adalah memisahkan jenis mikroba dengan
jenis mikroba lainnya dengan asal mikroba yang terdiri dari berbagai macam
spesies. Hal ini dapat dilakukan dengan menumbuhkan biakan pada media padat.
Pada medium padat, sel-sel akan membentuk suatu koloni sel yang tetap. Jika selsel tersebut tertangkap oleh media pada beberapa tempat yang terpisah maka
setiap sel atau kumpulan sel yang hidup akan berkembang menjadi satu koloni
sehingga mudah perpisahan selanjutnya (Schlegel, 2007).
Pemindahan bakteri dari medium lama ke medium yang baru atau dikenal
dengan istilah inokulasi bakteri ini memerlukan banyak ketelitian. Terlebih dahulu
kita harus mengusahakan agar semua alat-alat yang akan digunakan untuk
pengerjaan medium dan pengerjaan inokulasi benar-benar steril. Hal ini untuk
menghindari terjadinya kontaminasi, yaitu masuknya mikroba lain yang tidak
diinginkan sehingga biakan yang tumbuh di dalam medium adalah benar-benar
biakan murni (Dwijoseputro, 2010).
Dikenal beberapa metode untuk memperoleh biakan murni dari suatu
biakan campuran. Dan diantaranya yang paling sering digunakan adalah metode
cawan tuang. Yang didasarkan pada prinsip pengenceran dengan maksud untuk
memperoleh spesies individu. Dengan anggapan bahwa setiap koloni dapat
terpisah dari satu jenis sel yang dapat diamati. Kedua metode ini didasarkan pada
prinsip yang sama yaitu mengencerkan organisme sedemikian rupa sehingga
individu spesies dapat dipisahkan (Arifanto, 2009).
Di alam bebas, tidak ada mikroba yang hidup sendiri atau terlepas dari
spesies lain. Seringkali mikroba patogen kedapatan secara bersama-sama dengan
mikroba saerob (saprobakteri). Dalam biakan murni tidak saja diperlukan
bagaimana memperoleh suatu biakan murni, tetapi juga bagaimanamemelihara
serta mencegah pencemaran dari luar. Medium untuk membiakkan mikroba
haruslah steril sebelum digunakan. Kontaminasi dari luar terutama berasal dari
udara yang mengandung banyak mikroorganisme. Teknik biakan murni untuk

suatu spesies dikenal dengan beberapa cara yaitu cara pengenceran, cara
penuangan, cara pengenceran (Waluyo, 2007).

PELAKSANAAN PRAKTIKUM
Waktu dan Tempat Praktikum
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa, 11 November 2014 di
Laboraturium Mikrobiologi Pangan Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri
Universitas Mataram.
Alat dan Bahan Praktikum
a. Alat-alat Praktikum
Adapun alat-alat yang digunakan dalam praktikum mikrobiologi yaitu
tabung reaksi, mikropipet, cawan petri, jarum ose, drigalski, lampu bunsen, jarum
ent, jarum preparat, dan incubato.
b. Bahan-bahan Praktikum
Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum mikrobiologi yaitu
suspensi biakan murni (Bacillus sp), medium Nutrient Agar (NA), medium Plate
Count Agar (PCA), dan Nutrien Broth (NB).
Prosedur Kerja
a. Metode gores
1. Diambil kultur biakan dengan menggunakan jarum ose.
2. Digoreskan ujung jarum ose diatas permukaan NA.
3. Dilakukan metode diatas secara duplo (dua kali percobaan).
4. Dibungkus cawan petri dengan plastik dan diberi label.
5. Diinkubasi pada suhu 37oC didalam inkubator selama 2 hari.
6. Diamati warna, bentuk, dan pola pertumbuhan koloni bakteri.
b. Metode sebar

1. Diambil kultur biakan (Bacillus sp.) dengan menggunakan pipet mikro


2.
3.
4.
5.
6.
7.

sebanyak 0,5 ml.


Dituang diataas permukaan medium NA.
Diratakan kultur biakan diatas medium NA menggunakan drigalski.
Dilakukan langkah 1 sampai 3 secara duplo (dua kali percobaan).
Dibungkus cawan petri dengan plastik dan diberi label.
Diinkubasi pada suhu 37oC di dalam inkubator selama 2 hari.
Diamati warna, bentuk, dan pola pertumbuhan koloni bakteri hasil

inkubasi.
c. Metode tuang
1. Diambil kultur biakan cair sebanyak 1 ml dengan menggunakan
mikropipet.
2. Dipindahkan ke cawan steril, dituangkan media.
3. Digoyangkan dan diputar cawan petri di atas meja untuk meratakan
4.
5.
6.
7.

penyebaran biakan dalam medium.


Dilakukan langkah 1-3 secara duplo (2 kali percobaan).
Dibungkus cawan petri dengan plastik dan diberi label.
Diinkubasi dengan suhu 37oC di dalam inkubator selama 2 hari.
Diamati warna, bentuk, dan pola pertumbuhan koloni bakteri hasil

inkubasi.
d. Metode tusuk
1. Dicelupkan ujung jarum preparat ke dalam suspensi bakteri.
2. Ditusukkan secara tegak ke dalam medium NA.
3. Dilakukan langkah 1-2 secara duplo ( dua kali percobaan).
4. Dibungkus cawan petri dengan plastik dan diberi label.
5. Diinkubasi dengan suhu 37oC didalam inkubator selama 2 hari.
6. Diamati warna, bentuk, dan pola pertumbuhan koloni bakteri hasil
inkubasi.
e. Metode medium cair
1. Diambil kultur biakan dengan menggunakan jarum ose.
2. Dipindahkan biakan ke dalam media NB dan ditutup dengan kapas.
3. Dilakukan langkah 1-2 secara duplo.
4. Dibungkus tabung reaksi dengan plastik dan diberil label.
5. Diinkubasi dengan suhu 37oC di dalam inkubator selama 2 hari.
6. Diamati warna, bentuk dan pola pertumbuhan koloni bakteri hasil
inkubasi.
HASIL PENGAMATAN
Tabel 3.1. Hasil Pengamatan Teknik Isolasi Mikroba
No Metode

Kenampakan
U1
U2

Warna
U1

U2

Pola Pertumbuhan
U1
U2

1
2.
3.
4.

Gores

Bergelomba Bergelomba Putih

Putih

Sebar

ng
ng
Bergelomba Bergelomba Bening

Bening MenyebarMenyebar

ng
Tuang
Rata
Tusukan Mengikuti
tusukan

ng
rata
Mengikuti
tusukan

Zig-zag

Zig-zag

Putih
Kuning

Putih
MenyebarMenyebar
Kuning Tersebar Tersebar

keruh

keruh

pada

pada

permukaa permukaa
5.

Cair

Spiral

Rata

Kuning

n
n
Kuning Mengend Rapat

bening

bening ap
berbenan
g

PEMBAHASAN
Suatu mikroba yang hidup di alam terbuka jarang dijumpai tumbuh
sebagai biakan murni, tapi pada umumnya dalam populasi campuran dengan
mikroba lainnya. Untuk mengidentifikasi mikroba, termasuk pengujian morfologi,
fisiologi, dan serologi, sebelumnya perlu dilakukan isolasi dari habitatnya. Jadi
isolasi suatu mikroba adalah memindahkan mikroba tersebut dari lingkungannya

di alam dan menumbuhkan sebagai biakan murni dalam medium buatan


(Nazzarudin, 2014).
Praktikum ini dilakukan untuk mengetahui dan melakukan beberapa cara
untuk mengisolasi mikroba. Dalam praktikum ini dilakukan lima metode isolasi
mikroba yaitu yaitu metode gores, metode sebar, metode tusuk, metode tuang dan
metode medium cair. Kultur yang digunakan dalam praktikum ini adalah Bacillus
sp. dan medium Nutrient Agar (NA).
Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh kenampakan bergelombang untuk
sampel satu dan dua. Warna yang diperoleh untuk kedua sampel adalah putih
dengan pola pertumbuhan zig-zag. Metode gores bertujuan untuk menumbuhkan
kultur pada media baru dan untuk mengisolasi mikroba. Pada metode gores, kultur
digoreskan dengan menggunakan jarum ose pada permukaan medium dengan pola
tertentu. Menurut Surbakti (2010), metode gores memerlukan keterampilanketerampilan yang diperoleh dari latihan. Penggoresan yang sempurna akan
menghasilkan koloni yang terpisah. Metode gores memiliki kelebihan dan
kekurangan. Kelebihannya adalah koloni yang dihasilkan adalah koloni tunggal
dan

kelemahannya

adalah

proses

pelaksanaannya

cukup

sulit

karena

membutuhkan ketelitian dan kehati-hatian yang tinggi. Contohnya pada saat


menggoreskan kultur agar tidak merusak media.
Dari metode sebar diperoleh hasil kenampakan bakteri bergelombang
untuk sampel 1 dan 2. Berwarna bening dengan pola pertumbuhan menyebar.
Kelebihan dari metode sebar adalah dapat digunakan untuk memisahkan mikroba
aerob dengan mikroba lainnya.

Sedangkan kelemahannya

adalah sulit

membedakan kontaminan karena sampel diratakan ke seluruh permukaan. Metode


sebar bertujuan agar mikroba dapat tumbuh merata pada permukaan media.
Sebelum isolasi, dilakukan pengenceran yang bertujuan agar populasi mikroba
tidak terlalu padat. Menurut Razuna (2010), sumber mikroba harus diencerkan
terlebih dahulu agar populasinya tidak terlalu padat. Apabila tidak dilakukan
pengenceran, maka populasi mikroba yang tumbuh pada media tumbuh terlalu
padat sehinngga akan sulit mengidentifikasinya.

Metode tuang atau tebar dilakukan dengan cara menghomogenkan


mikroba yang akan dibiakkan dengan media Nutrient Agar (NA) yang telah
dicairkan diatas suhu 45oC

yang kemudian dibiarkan memadat. Dari hasil

pengamatan diperoleh kenampakan yang rata dari bakteri untuk kedua sampel.
Warna yang diperoleh adalah putih dengan pola menyebar. Menurut Volk (1993),
menyatakan bahwa cara penuangan terdiri dari penginokulasian biakan campuran
ke dalam tabung-tabung uji yang mengandung NA cair yang telah didinginkan,
isinya diaduk untuk memencarkan bakteri ke seluruh medium. Kelemahan metode
tuang adalah kontaminan sulit dibedakan sedangkan kelebihannya mudah
dilakukan karena sampel dihomogenkan sehingga kemungkinan bakteri aerob dan
bakteri anaerob dapat hidup. Metode tuang diinkubasi secara terbalik, hal ini
dimaksudkan agar uap air yang berasal dari media tidak jatuh kembali ke atas
media sehingga media dapat rusak.
Berdasarkan hasil pengamatan, kenampakan yang muncul mengikuti pola
tusukan, berwarna kuning keruh, dan pola pertumbuhan yaitu tersebar pada
permukaan untuk kedua sampel yang diamati. Metode tusuk dilakukan dengan
cara menusukkan kultur biakan dengan menggunakan jarum preparat

pada

medium NA.
Berdasarkan hasil pengamatan yang menggunsksn medium cair diperoleh
kenampakan spiral untuk sampel pertama dan rata untuk sampel kedua. Warna
pada kedua sampel adalah kuning bening dengan pola pertumbuhan mengendap
berbenang untuk sampel 1 dan rapat untuk sampel dua. Metode medium cair
digunakan untuk menumbuhkan bakteri yang tidak dapat tumbuh di medium
padat. Prinsip dari metode medium cair ini adalah untuk melarutkan

atau

melepaskan mikroba ke dalam air. Pengenceran sangat diperlukan, karena


semakin tinggi pengemceran maka peluang untuk mendapatkan satu sel semakin
besar. Pada metode medium cair, kultur media dimasukkan ke dalam media NB
menggunakan jarum ose. Menurut Winarni (1997), isolasi menggunakan medium
cair dengan cara pengenceran. Kelebihan dari metode medium cair adalah dapat
menunjukkan biakan yang banyak dan cepat. Sedangkan kelemahannya adalah

tidak dapat membuat biakan murni dari bahan yang mengandung berbagai
mikroorganisme (Dwidjoseputro, 2010).
Setiap metode isolasi koloni mikroba dilakukan secara duplo. Yang
dimaksud secara duplo yaitu dilakukan dengan dua kali percobaan yang sama. Hal
ini dilakukan untuk membandingkan hasil biakan yang tumbuh pada metode
isolasi yang sama. Dari setiap metode isolasi akan menghasilkan morfologi yang
berbeda-beda walaupun bakteri yang digunakan sama. Hal ini disebabkan karena
adanya perlakuan yang berbeda-beda pada setiap metode.

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan, dapat ditarik beberapa
kesimpulan antara lain :
1. Teknik isolasi bakteri digunakan untuk mendapatkan biakan murni atau
kultur murni.

2. Metode isolasi bakteri antara lain metode gores, metode sebar, metode
tuang, metode tusuk dan metode medium cair.
3. Metode gores menghasilkan kenampakan bergelombang, berwarna putih,
dan pola pertumbuahn zig-zag.
4. Inkubasi terbalik dilakukan agar uap air yang berasal dari media tidak
jatuh kembali ke atas media sehingga dapat merusak media itu sendiri.
5. Semakin tinggi pengenceran, maka semakin tinggi kemungkinan mendapat
satu sel mikroba.

DAFTAR PUSTAKA
Arifanto, 2008. Menghitung Mikroba Pada Bahan Makanan. Farmasi FMIPA.
ITB. Bandung.
Dwidjoseputro, 2010. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Penerbit Djembatan. Jakarta.
Nazaruddin, 2014. Buku Petunjuk Praktikum Mikrobiologi Umum. Universitas
Mataram. Mataram.

Razuna, 2010. Inokilasi Dan Peremajaan Biakan Dalam Media Padat Cair.
http://www.wordpress.com (13 November 2014).
Sari, N., 2009. Teknik Isolasi Mikroorganisme. http://scribd.com (13 November
2014).
Surbakti, T., 2010. Inokulasi Mikroba. http://www.worpress.com (13 November
2014).
Volk, W.A., dan Wheeler, M.F., 1993. Mikrobiologi Dasar. Erlangga. Jakarta.
Waluyo, 2007. Mikrobiologi Umum. Erlangga. Jakarta.
Winarni, D., 1997. Diktat Teknik Fermentasi. Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS. Surabaya.
Wedhasti,S., 2002. Isolasi dan seleksi Azetobacteri sp. Jurnal Ilmu Tanah Dan
Lingkungan. III (1) : 45-51.