Anda di halaman 1dari 10

PENDAHULUAN

Rig pengeboran adalah suatu bangunan dengan peralatan untuk melakukan pengeboran
ke dalam reservoir bawah tanah untuk memperoleh air, minyak, atau gas bumi, atau
deposit mineral bawah tanah. Rig pengeboran bisa berada di atas tanah (on shore) atau di atas
laut/lepas pantai (off shore) tergantung kebutuhan pemakaianya. Walaupun rig lepas pantai dapat
melakukan pengeboran hingga ke dasar laut untuk mencari mineral-mineral, teknologi dan
keekonomian tambang bawah laut belum dapat dilakukan secara komersial. Oleh karena itu,
istilah "rig" mengacu pada kumpulan peralatan yang digunakan untuk melakukan pengeboran
pada permukaan kerak Bumi untuk mengambil contoh minyak, air, atau mineral
Rig pengeboran minyak dan gas bumi dapat digunakan tidak hanya untuk
mengidentifikasi sifat geologis dari reservoir tetapi juga untuk membuat lubang yang
memungkinkan pengambilan kandungan minyak atau gas bumi dari reservoir tersebut.

Berdasarkan lokasinya. Rig itu sendiri terbagi atas dua macam, yaitu:

Rig Darat (Land Rig), merupakan rig yang beroperasi di daratan dan dibedakan atas rig
besar dan rig kecil. Pada rig kecil biasanya hanya digunakan untuk pekerjaan sederhana
seperti Well Service atau Work Over. Sementara itu, untuk rig besar bisa digunakan untuk
operasi pemboran, baik secara vertikal maupun direksional. Rig darat ini sendiri dirancang
secara portable sehingga dapat dengan mudah untuk dilakukan pembongkaran dan
pemasangannya dan akan dibawa menggunakan truk. Untuk wilayah yang sulit terjangkau,
dapat menggunakan heliportable.

Rig Laut (Offshore Rig), merupakan rig yang dioperasikan di atas permukaan air seperti
laut, rawa-rawa, sungai, danau, maupun delta sungai.

Dari Rig Laut (Offshore Rig) sendiri terbagi atas berbagai macam jenis berdasarkan
kedalaman air yaitu:

Swamp Barge: merupakan jenis rig laut yang hanya pada kedalaman maksimum 7 meter.
Dan, sangat sering dipakai pada daerah rawa-rawa dan delta sungai. Rig jenis ini dilakukan
dengan cara memobilisasi rig ke dalam sumur, kemudian ditenggelamkan dengan cara
mengisi Ballast Tanksnya dengan air. Pada rig jenis ini, proses pengeboran dilakukan
setelah rig duduk didasar dan Spud Cannya tertancap didasar laut.

Tender Barge, merupakan jenis rig laut yang sama dengan model Swamp Barge, namun
dipakai pada kedalaman yang lebih dalam lagi.
Jack Up Rig, rig jenis ini menggunakan platform yang dapat mengapung dengan
menggunakan tiga atau empat kakinya. Kaki-kaki pada rig ini dapat dinaikan dan
diturunkan, sehingga untuk pengoperasiannya semua kakinya harus diturunkan hingga ke
dasar laut. Kemudian, badan dari rig ini diangkat hingga di atas permukaan air dan
memiliki bentuk seperti platform. Untuk melakukan perpindahan tempat, semua kakinya
harus dinaikan dan badan rignya akan mengapung dan ditarik menggunakan kapal. Pada
operasi pengeboran menggunakan rig jenis ini dapat mencapai kedalaman lima hingga 200
meter.

Drilling Jacket, merupakan jenis rig yang menggunakan platform berstruktur baja. Pada
umumnya memiliki bentuk yang kecil dan sangat cocok berada di laut dangkal maupun
laut tenang. Rig jenis ini sering dikombinasikan dengan RigJack Up maupun Tender
Barge.
Semi-Submersible Rig, jenis rig yang sering disebut semis ini merupakan model rig
yang mengapung (Flooded atau Ballasted) yang menggunakan Hullatau semacam kaki.
Rig ini dapat didirikan dengan menggunakan tali mooringdan jangkar agar posisinya tetap
diatas permukaan laut. Dengan menggunakanThruster (semacam baling-baling) yang
berada disekelilingnya, dan Ballast Control System, sistem ini dijalalankan dengan
menggunakan komputer sehingga rig ini mampu mengatur posisinya secara dinamis dan
pada level diatas air sesuai keinginan. Rig ini sering dipakai jika Jack Up Rig tidak mampu
menjangkau permukaan dasar laut. Karena jenis rig ini sangat stabil, maka rig ini sering
dipakai pada lokasi yang berombak besar dan memiliki cuaca buruk, dan pada kedalaman
90 hingga 750 meter.

Drill Ship, merupakan jenis rig yang bersifat mobile dan diletakan di atas kapal laut,
sehingga sangat cocok untuk pengeboran di laut dalam (dengan kedalaman lebih dari 2800
meter). Pada kapal ini, didirikan menara dan bagian bawahnya terbuka ke laut (Moon
Pool). Dengan sistem Thruster yang dikendalikan dengan komputer, dapat memungkinkan
sistem ini dapat mengendalikan posisi kapalnya. Memiliki daya muat yang lebih banyak
sehingga sering dipakai pada daerah terpencil maupun jauh dari daratan.

Berdasarkan fungsi-fungsi dari rig itu sendiri, dapat terbagi menjadi dua macam, yaitu:

Drilling Rig, merupakan rig yang digunakan untuk melakukan proses pemboran pada
sumur, baik sumur baru, cabang sumur baru, maupun memperdalam sumur lama.

Workover Rig, rig ini memiliki fungsi untuk melakukan penutupan sesuatu terhadap
sumur yang telah ada, misalnya berupa perawatan, perbaikan, penutupan, dan sebagainya.

Pada operasi pemboran, biasanya peralatan yang dipakai terbagi dalam beberapa
sistem.Pembagian sistem tersebut antara lain adalah sebagai berikut :
1. Sistem Pengkerekan ( hoisting system)
2. Sisem Pemutaran ( rotating sytem)
3. Sistem Sirkulasi ( circulating sytem)
4. Sistem Tenaga ( power system)
5. Sistem Pencegahan Peluapan ( blowout prevention sytem)

Hoisting System, secara umum komponen terdiri dari Drawworks (kadang


disebut Hoist), Mast atau Derrick, Crown Block, Traveling Block, dan Wire Rope(Drilling
Line). Hoisting System berfungsi untuk menurunkan dan menaikan tubular (pipa
pemboran, peralatan completion, atau pipa produksi) untuk keluar dan masuk lubang
sumur.
Rotary System, merupakan komponen dari rig yang berfungsi sebagai pemutar pipa-pipa
di dalam sumur. Pada pemboran konvesional, pipa pemboran (Drill Strings) memutar
mata-bor (Drill Bit) untuk penggalian sumur.
Circulation System, komponen ini memiliki fungsi berupa mensirkulasikan fluida
pemboran untuk keluar dan masuk ke dalam sumur dan menjaga agar properti lumpur
seperti yang diinginkan. Sistem sirkulasi ini meliputi antara lain: pompa tekanan tinggi
untuk memompakan lumpur keluar dan masuk ke dalam sumur, dan pompa rendah
digunakan untuk mensirkulasikan lumpur di permukaan. Kemudian, peralatan untuk
mengkondisikan lumpur: Shale Shaker: berfungsi untuk memisahkan solid hasil
pemboran (Cutting) dari lumpur, Desander: berfungsi untuk memisahkan pasir, Degasser:
berfungsi untuk mengeluarkan gas, Desilter: berfungsi untuk memisahkan partikel padat
berukuran kecil.

Blowout Prevention System, komponen ini berfungsi untuk mencegah


terjadinyaBlowout (meledaknya sumur di permukaan dikarenakan adanya tekanan tinggi
dari dalam sumur). Pada komponen ini bagian yang utama adalah BOP (Blow Out
Preventer) yang terdiri atas berbagai macam katup (Valve) dan dipasang di kepala sumur
(Wellhead).

Power System, komponen ini berupa sumber tenaga yang berfungsi untuk menggerakan
semua sistem di atas dan juga untuk suplai listrik. Sebagai sumber tenaga, biasanya
menggunakan mesin diesel berkapasitas besar.Pada sebuah rig untuk Power Systemnya,
tergantung dari ukuran dan kedalaman sumur yang akan di capai, biasanya akan
membutuhkan satu atau lebih Prime Mover .

Pada rig besar biasanya memiliki tiga atau empat buah, bersama-sama mereka
membangkitkan tenaga sebesar 3000 atau lebih Horsepower Dan,tenaga yang dihasilkan
juga harus dikirim ke komponen rig yang lain.

Gambar Sistem Utama Rig