Anda di halaman 1dari 9

PENDUGAAN POPULASI

Oleh
Binti Amanah (1314111013)
Asisten
Gita Rahayu (1214111030)

ABSTRAK
Pendugaan Populasi Ikan adalah upaya untuk menyediakan data tentang besarnya
populasi ikan di suatu perairan yang biasanya menggunakan suatu penandaan pada ikan
sampel. Praktikum Pendugaan Populasi Ikan bertujuan agar mahasiswa mampu
menduga populasi ikan di suatu perairan. Teknik pengambilan sampel adalah bagian
dari metodelogi statistika yang berhubungan dengan pengambilan sebagaian dari
populasi. Metode sampling yang digunakan dalam praktikum ini adalah 2 metode, yaitu
metode Mark-recapture dan depelotion methode. Mark-recapture methode adalah
metode yang dilakukan dengan melakukan percobaan. Sedangkan Depelotion method
adalah metode yang dilakukan dengan penggunaan dua perameter pokok atau biasa
disebut dengan CPUE (Catch
Per Unit Effort) yaitu
upaya penangkapan dan hasil tangkapan per satuan upaya. Praktikum Pendugaan
Populasi ini dilakukan pada tanggal 13 Desember 2014 bertempat di Laboraturium
Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.
Kata Kunci : Populasi, metode, mark-recapture, Catch, Effort

A. PENDAHULUAN
A.1 Latar Belakang
Indonesia memiliki luas perairan yang sangat luas karena 70% dari negara Indonesia
adalah perairan. Dan didalam perairan tersebut banyak terdapat organisme yang hidup di
dalamnya, salah satunya adalah ikan.
Ikan adalah binatang yang bertulang belakang, yang berdarah dingin, hidup dalam
lingkungan air, gerakan dan keseimbangan badannya terutama menggunakan sirip dan
bernafas dengan insang.
Dinamika populasi merupakan konsep batasan indentifikasi populasi dan stok ikan serta
parameter perubahnya yaitu pendugaan parameter pertumbuhan, rekruitmen, mortalitas
alami dan penangkapan. Dalam dinamika populasi yang dimaksud dengan biota adalah
semua jenis ikan, phytoplankton, zoo-plankton, bentos serta tumbuhan air tertentu.
Factor habitat terdiri dari komponen fisik seperti kualitas air, substrat, morpometri, dan
geografi perairan yang saling berinteraksi. Komponen manusia meliputi semua
manipulasi sumberdaya biota yang dapat diperbaharui, pengaruh manusia terhadap
habitat dan biota bisa berupa usaha perikanan rekreasi dan komersial, industry,
pertanian, dan berbagai limbah domestic yang dibuang keperairan. Masalah utama
dalam perikanan sebagian besar berasal dari kegiatan manusia seperti penangkapan,
masyarakat perikanan, nelayan, dan pengusaha termasuk rantai pemasarannya.

Ilmu statistic dalam mempelajari dinamika populasi sangat membantu, mengevaluasi,


memprediksi dan merupakan dasar dari semua percobaan. Seperti pendugaan
kelimpahan stok dan untuk mengembangkan hubungan secara matematik dalam bidang
perikanan. Disamping itu juga diperlukan aplikaasi dari berbagai disiplin ilmu lainnya,
seperti ilmu kimia perairan, ilmu teknik, ilu ekonomi, ilmu social dan ilmu komputerisasi.
Dalam dinamika populasi juga dikenal dengan pendugaan populasi ikan dimana memiliki
tujuan untuk menyediakan data populasi dari ikan di suatu berairan, biasanyan dengan
menggunakan Tagging dan Marking.
Populasi sendiri adalah sekelompok mahkluk hidup dengan spesies yang sama, yang
hidup di suatu wilayah yang sama dalam kurun waktu yang sama pula. Misalnya semua
ikan lele di Kolam membentuk suatu populasi, begitu juga dengan pohon-pohon cemara.
Ahli ekologi memastikan dan menganalisa jumlah dan pertumbuhan dari populasi serta
hubungan antara masing-masing spesies dan kondisi-kondisi lingkungan.
Dalam statistika, populasi adalah sekumpulan data yang mempunyai karakteristik yang
sama dan menjadi objek inferensi. Statistika inferensi mendasarkan diri pada dua
konsep dasar, populasi sebagai keseluruhan data, baik nyata maupun imajiner,
dan sampel, sebagai bagian dari populasi yang digunakan untuk melakukan inferensi
(pendekatan atau penggambaran) terhadap populasi tempatnya berasal. Sampel
dianggap mewakili populasi. Sampel yang diambil dari populasi satu tidak dapat dipakai
untuk mewakili populasi yang lain.
Pendugaan populasi sangat penting artinya dalam upaya mengelola sumbersumber
hasil perikanan di masa yang akan datang. Pendugaan populasi dalam suatu perairan
memungkinkan kita untuk mengetahui berapa banyak jumlah ikan dan jumlah spesies
dalam suatu perairan. Dengan demikian kita dapat mengetahui berapa besar
penangkapan yang memungkinkan untuk memperoleh hasil yang maksimal. Pendugaan
populasi ikan ikan bernilai ekonomis tinggi seperti ikan gurami tentunya sangat
dibutuhkan karena kita bisa mengetahui berapa banyak jumlah ikan ini dalam suatu
perairan.
Pendugaan populasi penting artinya dalam Biologi Perikanan sebagai upaya mengelola
sumber-sumber hasil perikanan di masa yang akan datang. Metode pendugaan populasi
dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu :
Secara langsung : cara ini dapat dilakukan pada suatu kolam yang luasnya terbatas
sebab kolam tersebut dapat dikeringkan dan ikan-ikan dapat ditangkap satu persatu.
Secara tidak langsung yaitu dapat dilakukan dengan memperhatikan pengurangan
Catch per unit Effort. Dalam perhitungan sering menggunakan metode regresi dari De
Lury juga Laslie dan Davis. Dapat juga menggunakan metode penandaan (marking dan
tagging). (Pulungan,2006).
Adapun teknik pendugaan populasi atau pengkajian stok dapat dilakukan dengan 4
tahapan, antara lain : pendugaan karakteristik stok (pertumbuhan, mortalitas alam dan
karena penangkapan serta potensi reproduksi, pendugaan kelimpahan ikan di laut,
hubungan antara upaya (effort) dan mortalitas penangkapan dan, pendugaan produksi
untuk jangka pendek dan jangka panjang berupa skenario penangkapan atas dasar
kelimpahan dan karakteristik stok masa sekarang.
Metode Pendugaan Stok yaitu metode berbasis panjang ikan. Khusus masalah di daerah
tropis, adalah kesulitan dalam menentukan umur ikan secara tepat. Metode dengan
berbasis panjang ikan dalam penelitian perikanan untuk pendugaan stok semakin
dikembangkan dan diperbaharui. FISAT (FAO-ICLARM = Stock Assessment Tool)
merupakan perangkat lunak yang dikembangkan dari pakel ELEFAN (Electronic Length
Frequency Analysis) dan LFSA (Length-based Fish Stock Assessment) dijadikan paket
standar metode yang didasarkan pada panjang. Keluaran dari program FISAT adalah :
perkiraan parameter pertumbuhan dari ukuran panjang ikan, pertumbuhan tumbuh dan
frekuensi panjang..

Metode Produksi Surplus yaitu dilihat dari pandangan seorang biolog strategi yang benar
adalah cukup dengan memperhitungkan Maximum Sustainable Yield (MSY) = Produksi
Maksimum Lestari. Manager perikanan sekarang telah mempertimbangkan lebih
menyeluruh dari aspek biologi, ekonomi dan sosial dalam memprediksi strategi
penangkapan optimal bagi usaha perikanan. Model prediksi surplus biasanya
menggunakan model Schaefer (1954) dan Fox (1970). Data yang diperlukan untuk
menghitung MSY adalah data penangkapan dan upaya (effort).
Metode Tak Langsung yaitu dilakukan dengan beberapa pendekatan untuk pendugaan
sumber daya perikanan secara tidak langsung. Diantaranya adalah pendugaan produksi
ikan dari produksi prime, kelimpahan zooplankton, survei telur dan larva ikan dan
pengujian kandungan perut ikan pada tingkat trophic tinggi. Dari uraian tersebut di atas,
bisa disimpulkan apa tugas ahli perikanan
A.2 Tujuan
Adapun tujuan dilakukannya praktikum Pendugaan Populasi Ikan adalah agar mahasiswa
mampu menduga populasi ikan di suatu perairan.

B. METODELOGI
B.1 Waktu dan Tempat praktikum
Praktikum pendugaan populasi dilakukan di laboratorium Budidaya Perairan Fakultas
Pertanian Universitas Lampung pada hari selasa, 26 november 2013 pada pukul 15.0017.00 WIB.
B.2 Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah alat tulis dan kertas
sampel ikan.
B.3 Metode
Adapun metode yang digunakan dalam praktikum Pendugaan Populasi Ikan adalah
sebagai berikut :
B.3.1 Metode Mark-Recepture
Metode ini dilaksanakan dengan menggunakan gambar ikan yang disediakan. Lakukan
langkah-langkah berikut ;
1. Lakukan pengambilan sampel ikan menggunakan alat yang tersedia
2. Hitung jumlah sampel, beri tanda
3. Sebarkan kembali sampel ikan secara merata
4. Tangkap kembali, hitung yang bertanda dan tidak bertanda
5. Tentukan populasi ikan dengan menggunakan rumus :

P=

M x (U + R)
R

P = Populasi ikan
M = Jumlah ikan tangkapan pertama (diberi tanda)
R = jumlah ikan tangkapan kedua (tidak diberi tanda)
U = Jumlah ikan tangkapan kedua, bertanda
6. Tentukan keragaman dan kisaran populasi pada selang kepercayaan 95% dengan
menggunakan rumus :

P 2 ( PM ) ( P( R+U ) )
V ( P)=
M ( R+U )( P1 )

Kisaran populasi :

P 1,96 V ( P)

B.3.2 Depletion Method


1. Masing-masing kelompok menggunkan data hasil tangkapan ikan yang telah
disediakan
Tahun
2000
2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009
2010

Purse seine
Catch (Kg) Effort (Hari)
347800
3121
549000
2344
581340
2344
893210
3108
915700
6263
1052100
7123
1435200
6503
1275400
7123
1250230
8500
1137840
11400
1372100
12530

2. Isilah table berikut berdasarkan data hasil tangkapan ikan kelompok


Tahun
2000
2001
2002
2003
2004

Purse seine
Catch (Kg) Effort (Hari)

2005
2006
2007
2008
2009
2010
3. Buatlah grafik dengan Tangkapan kumulatif sebagai sumbu X dan C/E sebagai sumbu
Y
C. PEMBAHASAN
C.1 Metode Mark-recapture
Metode ini pada dasarnya adalah menangkap sejumlah individu dari suatu populasi.
Individu-individu yang ditangkap itu diberi tanda dengan tanda yang mudah dibaca
atau diidentikasi, kemudian dilepaskan kembali dalam periode waktu yang pendek.
Setelah beberapa hari (satu atau dua minggu), dilakukan pengambilan
(penangkapan) kedua terhadap sejumlah individu dari populasi yang sama. Dari
penangkapan kedua ini, lalu diidentikasi individu yang bertanda yang berasal dari
hasil penangkapan pertama dan individu yang tidak bertanda dari hasil
penangkapan kedua.
Dari metode Mark-recapture dapat menentukan populasi ikan, keragaman ikan dan
kisaran populasi ikan sebagai berikut :
C.1.1 Populasi Ikan
Setelah dilakukannya praktikum pendugaan populasi ikan ternyata didapatkan untuk
M (jumlah ikan tangkapan pertama diberi tanda) sebesar 36 ekor, kemudiaan U
(jumlah ikan tangkapan kedua yang tidak bertanda) sebesar 50 ekor, dan R (ikan
tangkapan kedua yang bertanda) sebesar 9 ekor, maka kita dapat menghitung
populasi ikan tersebut dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

P=

M x (U + R)
R

P=

36 x (50+9)
9

P=

36 x 50
9

P=

2124
9

P=236
Dari praktikum yang telah dilakukan dan dilakukan perhitungan didapatkan besarnya
populasi seberas 236.
C.1.2 Keragaman Populasi
Dengan mengetahui populasi ikan maka dapat diketahui keragaman populasi
dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

V (P)=

P 2 ( PM ) ( P( R+U ) )
M ( R+U )( P1 )

2362 ( 23636 ) ( 236( 9+50 ))


V (P)=
36 ( 9+50 )( 2361 )

V (P)=

55696 ( 200 )( 177 )


( 2301 )( 235 )

V (P)= 3646,22

Vx 236=3646,22

V=

3646,22
236

V =15,4 5
Dari hasil perhitungan didapatkan keseragaman populasi atau selang kepercayaan
95% ikan sebesar 3646,22.
C.1.3 Kisaran Populasi
Dari hasil perhitungan populasi dan keseragaman populasi maka dapat mula
menghitung kisara populasi dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

P 1,96 V ( P)
Untuk

P+ maka kisaran populasinya adalah

P + P+1,96 V (P)

P +=236 +1,96 3646,22


P+ 236+1,96 x 60,3 8

P += 236+118,34
P + 354,34
Untuk P- maka kisaran populasinya adalah :

P P1,96 V (P)
P 2361,96 3646,22
P 2361,96 x 60,3 8

P 236118,3 4
P 117,66
C.2 Metode Depletion
C.2.1 Tabel Hasil Tangkapan
Adapun hasil tangkapan dari tahun 2000 samapai dengan tahun 2010 adalah
sebagai berikut :

Purse seine
Tahun

Catch
(Kg)

Effort
(Hari)

2000

347800

3121

2001

549000

2344

2002

581340

2344

2003

893210

3108

2004

915700

6263

2005

1052100

7123

2006

1435200

6503

2007

1275400

7123

2008

1250230

8500

2009

1137840

11400

2010

1372100

12530

Dari tabel hasil tangkapan di atas terdapat hasil tangkapan terbesar pada tahun 20046
sebesar 1435200 Kg selama 6503 hari dan penangkapan terkecil

terdapat pada tahun 2000 sebesar 347800 selama 3121 hari. Dari
tabel di atas metode
yang digunakan sampel sudah mewakili
populasi.
C.2.2 Tabel Tangkapan Kumulatif dan
Effort)

CPUE (Catch Per Unit

Adapun tabel Tangkapan Komulatif dan CPUE (Catch Per Unit Effort)
adalah sebagai berikut :
Tahun

Tangkapan
Kumulatif

Catch/Eff
ort

2000

111.44

2001

347800

234.22

2002

896800

248.01

2003

1478140

287.39

2004

2371350

146.21

2005

3287050

147.70

2006

4339150

220.70

2007

5774350

179.05

2008

7049750

147.09

2009

8299980

99.81

2010

9437820

109.51

350.00
300.00
250.00
200.00
Catah/Effort 150.00

f(x) = - 0x + 216.94
R = 0.3

100.00
50.00
0.00
0

5000000

10000000

Tangkapan Kumulatif

Grafik 1. Hubungan Tangkapan Kumulatif dan CPUE (Catch Per Unit

Effort)
Dari depletion method ini pendugaan populasi dengan menggunakan
data yang telah tersedia, yaitu hasil tangkapan dan lamanya hari
penangkapan dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2010. Untuk
mencari tangkapan komulatif pertama dimasukkan data awal dari
tahun 2000 sebesar 0, untuk tangkapan komulatif tahun 2001
didapatkan dari menjumlahkan hasil tangkapan komulatif pada tahun
2000 dengan catch pada tahun 2000, untuk hasil tangkapan komulatif
tahun 2002 yaitu didapatkan dengan menjumlahkan hasil tangkapan
komulatif pada tahun 2001 dengan catch pada tahun 2001, dan
seterusnya.
CPUE atau Catch Per Unit Effort adalah upaya tangkapan dari hasil
tangkapan per satuan upaya. Perhitungannya yaitu dengan membagi
Catch dan Effor, Sehingga didapatkan hasil perhitungannya. CPUE
tebesar yaitu pada tahun 2003 sebesar 287,39 dan terkecil pada tahun
2009 sebesar 99,81.
Dari grafik 1 menunjukkan hubungan antara tangkapan komulatif
dengan CPUE (Catch Per Unit Effort) memiliki hasil regresi (R 2) sebesar
0,302 menujukkan tidak ada hubungan linear antara X dan Y.
http://www.jonathansarwono.info/regresi/regresi.htm