Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

ANALISIS KUALITATIF MIKROORGANISME

DISUSUN OLEH KELOMPOK 4

1. Fanny amelia samma


2. Irman setiawan

PROGRAM STUDI FARMASI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS TADULAKO
PALU
2014

BAB I
PENDAHULUAN
a. Latar belakang
Populasi mikroorganisme di alam sekitar kita sangat besar dan
kompleks. Beratus-ratus spesies berbagai mikroba berada disekitar kita.
Mikroorganisme ada yang menguntungkan dan ada yang merugikan.
Mikrorganisme yang merugikan yaitu mikroorganisme yang dapat
menyebabkan infeksi, menghasilkan racun dan merusak bahan dengan cara
menyebabkan pembusukan, menguraikan bahan-bahan. Terdapatnya
mikroorganisme dalam sediaan farmasi, makanan, minuman sebagai
kontaminan, kemungkinan disebabkan oleh cara pengolahan yang tidak
bersih dan sehat, cara pengepakan yang kurang bagus, cara penyimpanan
yang tidak baik dan lain-lain. Sedangkan sumbernya kemungkinan dari
udara, tanah, air, peralatan yang digunakan dalam pengolahan, atau
pekerja yang melakukan proses pembuatan.
Makanan, minuman, obat tradisional, sediaan non steril, serta
kosmetik merupakan suatu sediaan yang berasal dari hewan, tumbuhan,
mineral, maupun dari zat-zat kimia sintetik. Pada umumnya sediaansediaan tersebut, diproduksi oleh industri secara besar-besaran dan
biasanya memakan waktu yang cukup lama dalam produksi, penyimpanan,
distribusi dan akhirnya sampai ke tangan konsumen. Jadi kemungkinan
dapat terjadi pertumbuhan mikroba di dalamnya.
Jenis pengujian yang diperlukan untuk masing-masing produk tidak
sama. Untuk produk makanan diuji cemaran mikrobanya. Uji angka
lempeng total merupakan tolak ukur mikrobiologis untuk mengetahui
kebersihan pengolahan dan penanganan produk makanan dan minuman
maupun produk lainnya yang juga merupakan suatu indikasi layak atau
tidak layaknya suatu produk untuk digunakan.
Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan praktikum uji
mikrobiologis terhadap produk sediaan farmasi yaitu makanan, minuman,
kosmetik, dan obat tradisional

Di dalam bidang ilmu mikrobiologi ada suatu hal mendasar yang juga
perlu diperhatikan yaitu analisia kualitatif terhadap suatu bahan. Suatu
analisis ini Sangat penting untuk mengetahui jumlah mikroorganisme yang
ada pada suatu sampel tertentu mengandung banyak mikroorganisme atau
sebaliknya.
Analisis

kualitatif

atau

biasa

disebut

dengan

enumerasi

mikroorganisme dalam hal ini dapat dilakukan baik dengan perhitungan


langsung terhadap suatu sampel yaitu salah satunya dengan alat bantu
mikroskop, maupun dengan cara tidak langsung yaitu dengan beberapa
metode perhitungan.
b. Tujuan percobaan
Mengetahui cara analisi kualitatif dengan mengunakan berbagai metode

BAB II
PEMBAHASAN
Makanan minuman berasal dari dua sumber dari tumbuhan dan binatang.
Oleh karena itu tidak mengherankan apabila dalam sediaan makanan dan
minuman sejak dari bahan baku sampai menjadi bahan makanan tidak akan bebas
dari pengaruh adanya mikroba (Anonim, 2010).
Mikroorganisme ada yang menguntungkan dan ada yang merugikan.
Mikrorrganisme yang merugikan yaitu mikroorganisme yang dapat menyebabkan
infeksi, menghailkan racun dan merusab bahan dengan cara menyebabkan
pembusukan, menguraikan bahan-bahan. Terdapatnya mikroorganisme dalam
sediaan farmasi, makanan, minuman sebagai kontaminan, kemungkinan
disebabkan oleh cara pengolahan yang tidak bersih dan sehat, cara pengepakan
yang kurang bagus, cara penyimpanan yang tidak baik dan lain-lain. Sedangkan
sumbernya kemungkinan dari udara, tanah, air, peralatan yang digunakan dalam
pengolahan, pekerja yang melakukan proses pembuatan ( Djide, 2003).
Pemeriksaan mikrobiologis terhadap produk-produk yang langsung
dimakan dilakukan terhadap bakteri-bakteri penyebab infeksi dan keracunan
makan seperti yang disebutkan diatas dan juga terhadap angka lempeg total seagai
indikasi tentang kebersihan dan sanitasi pada proses pengolahan produk-produk
tersebut ( Djide , 2003).
Kualitas mikrobiologis dari obat-obatan merupakan suatu masalah yang
penting untuk diperhatikan. Obat-obatan steril sudah lama dikenal syarat kualitas
mikrobiologisnya, tetapi preparat farmasi non steril baru beberapa tahun terakhir
ini mendapatkan perhatian dan mulai diadakannya persyaratan. Pada umumnya
obat-obatan dibuat oleh industri secara besar-besaran. Sediaan tadi memakan
waktu yang cukup lama dalam penyimpanan, dan hal ini selama dalam
penyimpanan atau peredarannya kemungkinan dapat terjadi pertumbuhan mikroba
di dalamnya (Djide, 2003).
Adanya mikroba di dalam obat-obatan non steril tidak dikehendaki karena
dapat menyebabkan perubahan-perubahan dalam karakter organoleptis, perubahan
atau kemunduran, dan bahkan aktivitas di dalam obat yang bersangkutan. Selain

itu mikroba yang tumbuh dapat berbahaya, baik yang patogen ataupun dari jenis
yang tidak patogen, tetapi bila jumlahnya sangat banyak dapat menimbulkan halhal yang merugikan. Penyakit-penyakit yang dapat timbul karena adanya mikroba
didalam obat-obatan non steril, dapat mengakibatkan terjadinya infeksi dari
bakteri patogen atau keracunan oleh bakteri penghasil racun (Djide , 2003).
Kalau makanan dan minuman terkontaminasi mikroorganisme secara
spontan dari udara, maka akan terdapat pertumbuhan campuran beberapa macam
mikroorganisme. Kontaminasi terebut dapat terjadi sejak pengolahan bahan baku,
pemrosesan bahan, peralatan, pengemasan, karyawan, air yang digunakan da jenis
wadah atau kemasan yang digunakan (Djide, 2008).
Definisi dari bakteri coliform didasarkan pada bentuk gram dan reaksi
metaboit. Berdasarkan definisi tersebut coliform adalah gram negative tidak
memiliki spora, aerobic atau fakultatif aerobicyang mempermentasi laktosa
membentuk asam dan gas dalam waktu 48 jam pada suhu 35oC ( Mc Lands
borrow ug, 2005).
Uji MPN ( Most Probable Number) digunakan jika jumlah yang
diharapkan

relative

rendah

antara

lain

kurang

dari

sampai

100

mikroorganisme/mL. Prosedur ini menggunakan tabung ganda dari kultur medium


biasanya 3 sampai 5 dengan 3 perbedaan volume dari sampel, misalnya 3 tabung
asing-masing diinkulasi dengan 0,1 mL, dai tabung berikutnya 0,01 mL dan 3
deret tabung berikutnya 0,001 mL. Jika konsentrasi dalam sampel adalah range
yang ditujukan seperti diatas, seharusnya pada tabung yang menerima inokulasi
bakteri tidak ada mikroorganisme yang hadir. Ini akan menjadi steril setelah
diinkubasi, perbandingan dari tabung positif yang dilaporkan untuk tiap volume
sampel dan hasilnya dibandingkan dengan tabel standart MPN dari organisme per
mL (atau per 100 mL dari sampel murni). Prosedur ini biasanya digunakan dalam
air , makanan, dan produk indusry dibandingkan pada industry farmasi (Hugo,
2004).
Tekni MPN adalah metode statistic yang berguna dalam menentukan
konsentrasi rendah dari organisme (kurang dari 100 gram atau mL). Dalam
metode ini sampel secara seri dilarutkan sehingga inokula akan kadang-kadang

tapi tidak selalu mengandung organisme hidup pada setiap pelarutan volume
ganda dipindahkan ke tabung ke 3,5, atau ke 10 dari medium cair yan
diujikan.Tabung diinkunbasi dan hasilnya dievaluasi.Berdasarkan test ini, tabung
yang positif diidentifikasi dengan kekeruhan (pertumbuhan) tunggal atau
kombinasi dengan produk gas dan asam (Mc lands borrwugh, 2005).
Adanya mikroorganisme dalam makanan dan minuman dapat merusak
makanan dan minuman atau mengubah komposisi bahan makanan / minuman
diantaranya dapat menghidrolisa pati dan selulosa atau menyebabkan fermentasi
gula, sedangkan yang lainnya dapat mendegradasi protein dan menghasilkan bau
busuk dan amonia. Ada bberapa mikroorganisme dapat membentuk lendir, gas,
busa, warna, asam, racun dan lain-lain sebagainya (Djide, 2008).
faktor-faktor sebagai berikut (Djide, 2008) :
a. Pertumbuhan dan aktivitas mikroorganisme terutama bakteri, khamir dan
b.
c.
d.
e.
f.
g.

kapang
Aktivitas enzim di dalam makanan, serangga, parasit dan tikus.
Suhu
Kadar air
Udara terutama oksigen
Sinar/cahaya
Waktu/lama dalam peyimpanan
Berbagai macam uji mokrobiologis dapat dilakukan terhadap bahan

pangan, meliputi uji kuantitatif mikroba untuk menentukan daya tahan suatu
makanan, uji kualitatif bakteri patogen untuk menenetukan tingkat keamanan dan
uji indikator untuk menentukan tingkat sanitasi makanan tersebut. Pengujian yang
dilakukan terhadap tiap bahan pangan tidak sama tergantung berbagai faktor,
seperti jenis dan komposisi bahan pangan, cara pengepakan dan penyimpanan
serta komsumsinya, kelompok konsumen dan berbagai faktor lainnya (Dirjen
POM., 1979).
Metode MPN biasanya biasanya dilakukan untuk menghitung jumlah
mikroba di dalam contoh yang berbentuk cair, meskipun dapat pula digunakan
untuk contoh berbentuk padat dengan terlebih dahulu membuat suspensi 1:10 dari
contoh tersebut (Fardiaz, 1993).

Metode MPN digunakan medium cair di dalam tabung reaksi, dimana


perhitungannya dilakukan berdasarkan jumlah tabung yang positif yaitu yang
ditumbuhi oleh jasad renik setelah inkubasi pada suhu dan waktu tertentu.
Pengamatan tabung yang positif dapat dilihat dengan mengamati timbulnya
kekeruhan atau terbentuknya gas di dalam tabung kecil (tabung Durham) yang
diletakkan pada posisi terbalik, yaitu untuk jasad renik pembentuk gas.
Dalam metode MPN, pengenceran harus dilakukan lebih tinggi daripada
pengenceran dalam hitungan cawan, sehingga beberapa tabung yang berisi
medium cair yang diinokulasikan dengan larutan hasil pengenceran tersebut
mengandung satu sel, beberapa tabung yang lainnya mengandung lebih dari satu
sel atau tabung lainnya tidak mengandung sel. Dengan demikian setelah inkubasi,
diharapkan terjadi pertumbuhan pada beberapa tabung yang dinyatakan sebagai
tabung positif, sedangkan tabung lainnya negatif.
Standar plate Count (Angka Lempeng Total) adalah menentukan jumlah
bakteri dalam suatu sampel. Dalam test tersebut diketehui perkembangan
banyaknya bakteri dengan mengatur sampel, di mana total bakteri tergantung atas
formasi bakteri di dalam media tempat tumbuhnya dan masing-masing bakteri
yang dihasilkan akan membentuk koloni yang tunggal (Djide M. Natsir., 2005)
Metode MPN merupakan uji deretan tabung yang menyuburkan pertumbuhan
koliform sehingga diperoleh nilai untuk menduga jumlah koliform dalam sampel
yang diuji. Uji positif akan menghasilkan angka indeks. Angka ini disesuaikan
dengan tabel MPN untuk menentukan jumlah koliform dalam sampel.
(Sesilia,R.2011)
Tabel seleksi bakteri (Sesilia,R.2011)
Bakteri
1. E. coli
2. Salmonella thypi

Media

Media Selektif

Hasil positif

Enrichmen
BGLBB,

EMBA,Mc

Koloni hijau metalik dengan

LB, BHIB

concey

bintik hitam di tegah

BSA, SCB,

SSA, BSA

Koloni keruh atau bening,

SELENITIF

tidak

berwarna

bagian

tengah mungkin berwarna

3. Pseudomonas
aeruginosa

hitam.
BHIB

MHA, CETA

Koloni kecil dan sedang,


jernih, sedikit keruh. Koloni

4. Staphylococcus
aureus

hijau berfluoresen
BHIB

VJA

Koloni berukuran kecil dan


berwarna hitam, dikelilingi
oleh areal berwarna kuning
yang enunjukkan terjadinya

5. Vibrio cholera

fermentasi manitol.
APW

TCBSA

Koloni kuning permukaan


agak datar, bagian tengah
keruh dan bagian pinggir
bening atau koloni kuning
agak kering dilingkari zone
kuning.

Mikroba yang terkandung dalam makanan bisa menyebabkan terjadinya


kerusakan mikrobiologis pada makanan sehingga tidak layak untuk dikonsumsi.
Untuk mengetahui layak atau tidaknya suatu bahan makanan untuk dikonsumsi
oleh masyarakat, perlu dilakukan pengujian mikroba yang terkandung dalam
makanan tersebut, salah satu cara tersebut adalah dengan analisis kuantitatif
mikrobiologi pada bahan pangan (Buckle 1987). Cara ini sangat penting
dilakukan untuk mengetahui mutu bahan pangan. Banyak cara yang dapat
dilakukan untuk mengetahui jumlah jasad renik di dalam suatu suspensi atau
bahan. Cara-cara tersebut dibedakan menjadi beberapa kelompok, yaitu
Perhitungan jumlah sel
Hitungan mikroskopis
Hitungan cawan
MPN (Most Probable Number)
2. Perhitungan massa sel secara langsung
Volumetric
Gravimetric
Kekeruhan (turbidimeter)
1.

3. Perhitungan massa sel secara tak langsung


Analisis komponen sel (protein, DNA, ATP)
Analisis produk katabolisme (metabolit primer, metabolit sekunder, panas)
Analisis konsumsi nutrien (karbon, nitrogen, oksigen, asam amino, mineral).
(Waluyo 2007).
a. teknik enumerasi adalah cara- cara untuk menghitung mikroba yang
tumbuh di dalam media. Ada tiga teknik enumerasi yang sering digunakan
dalam praktikum yaitu:
Derent Platting (hitungan langsung)
Derent Platting yaitu teknik perhitungan jumlah mkroorganisme
secara langsung dengan bantuan coloni counter atau alat lain. Cara
ini ada dua macam yaitu secara langsung yaitu dengan alat bakteri
counting

chamber

maupun

metode

breed

smean

atau

lepoloitchweber untuk menghitung jumlah mikroba dalam susu.


Atau bahkan bias pula memanfaatkan sifat sel yang bukan
konduktor sehingga tidak dapat mengalirkan listrik yang kemudian
akan meningkatkan tegangan yang dicatat oleh recorder serta
dapatt menunjukkan jumlah total sel dan metode ini disebut

metode elektro cell chamber (Thihendrokosomo, 1989)


Plate Count (Perhitungan Cawan)
Metode perhitungan cawan didasarkan pada anggapan bahwa
setiap sel yang dapat hidup akan berkembang menjadi satu koloni.
Kadi, jumlah koloni yang muncul pada cawan merupakan satu
indeks bagi jumlah organisme yang dapat hidup yang terkandung
dalam sample. Teknik yang harus dikuasai dalam metode ini adalah
mengencerkan sample dan mencawankan hasil pengenceran
tersebut. Untuk memenuhi persyaratan statistik, cawan yang
dipilih untuk menghitung koloni adalah yang mengandung antara

30 sampai dengan 300 koloni (Hadioetomo, 1993).


Perhitungan Massa Sel (Metode Turbidimetrik)
Bila kita harus memeriksa konsentrasi sel sejumlah besar biakan,
maka metode hitungan cawan bukanlah pilihan yang baik karena
tidak hanya memakan waktu tetapi juga memerlukan media dan

pecah-belah dalam jumlah besar. Untuk kasus deemikian tersedia


metode yang lebih cepat dan prakytis, yaitu pengukuran kekeruhan
biakan dengan fotokolorimeter. Namun agar data yang diperoleh
dari pengukuran ini dapat dinyatakan sebagai konsentrasi
organisme, diperlukan suatu kurva standar yang menyatakan
kolerasi antara kekeruhan biakan dengan jumlah organisme per ml
biakan. Sekali kurva ini diperoleh, maka sejumlah besar biakan
mikroorganisme sejenis dapat dengan cepat diukur kekeruhannya
dan konsentrasinya segera diketahui dengan cara membaca kurva
standar tersebut (Hadioetomo, 1993).

BAB III
PENUTUP
Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan praktikum uji
mikrobiologis terhadap produk sediaan farmasi yaitu makanan, minuman,
kosmetik, dan obat tradisional
Analisis

kualitatif

atau

biasa

disebut

dengan

enumerasi

mikroorganisme dalam hal ini dapat dilakukan baik dengan perhitungan

langsung terhadap suatu sampel yaitu salah satunya dengan alat bantu
mikroskop, maupun dengan cara tidak langsung yaitu dengan beberapa
metode perhitungan

DAFTAR PUSTAKA
Hadioetomo, R. S. 1993. Mikrobiologi Dasar dalam Praktek. Gramedia, Jakarta.
Sandjaja, B. 1992. Isolasi dan Identifikasi Mikrobiologi. Widya Medika, Jakarta.
Thihendrokesowo. 1989. Petunjuk Laboratorium Mikrobiologi Pangan. Pusat
Antar Universitas Pangan dan Gizi, Yogyakarta.
Volk. 1993. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Erlangga. Jakarta.

Anda mungkin juga menyukai