Anda di halaman 1dari 41

PERTEMUAN 4

UJI NORMALITAS

Uji normalitas adalah suatu uji yang digunakan untuk melihat apakah data yang diteliti
memiliki sebaran normal atau tidak, atau dengan istilah lain apakah data diambil dari
populasi yang mempunyai sebaran normal.

Kenapa dilakukan uji normalitas? Karena untuk menentukan teknik statistika apa yang
akan digunakan dalam analisa data, yaitu dengan menggunakan statistika parametrik
atau nonparametrik.
Dalam kemajuan teknologi, normalitas suatu data dapat dicari dengan menggunakan
bantuan software computer, seperti halnya Calc, PSPP, SPSS dan lain sebagainya yang
sejenis, akan tetapi sebagai scientist maka anda juga dituntut untuk menguasai
perhitungan secara manualnya.

Ada beberapa jenis uji normalitas yang digunakan dalam penelitian, yaitu Chi-Square,
Kolmogorof Smirnov, Lilliefors, Shapiro Wilk, Geary.

Dalam pertemuan ini, anda akan mengenal uji normalitas dengan menggunakan chi
square dan Kolmogorov smirnov.

A.

CHI SQUARE (UJI GOODNESS OF FIT)


Quotes:
"...it is important that the particular goodness of fit test used be selected without
consideration of the sample at hand, at least if the calculated significance level is to be
meaningful. This is because a measure of discrepancy chosen in the light of an observed
sample
anomaly
will
tend
to
be
inordinately
large."
H.T. David, 1978

Uji Chi Square biasa juga dikenal uji 2 (dibaca kai square).
Metode ini menggunakan pendekatan penjumlahan penyimpangan dari data hasil
observasi tiap kelompok/kelas dengan nilai yang diharapkan.

( )2
=

=1

Keterangan:

2 = Nilai dari 2
= Nilai observasi/frekuensi yang diperoleh (diamati)
= Nilai ekspektasi/harapan atau frekuensi yang diharapkan
= Banyaknya angka pada data (total frekuensi).
Karakteristik/ciri dari distribusi chi square adalah:
1) Nilai Chi Square selalu positif.
2) Bentuk distribusi chi square adalah menjulur positif, semakin besar derajad
kebebasannya ( atau atau ) maka semakin mendekati distribusi normal
(contoh pada gambar 4.1).
3) = 1 di mana adalah banyaknya kategori.
4) Bentuk distribusi chi square tidak ditentukan banyaknya sampel melainkan
ditentukan oleh banyaknya derajad kebebasannya ().

Gambar 4.1. Contoh grafik distribusi chi square


Syarat menggunakan Chi Square,
1) Data disusun secara berkelompok atau dikelompokkan dalam tabel distribusi
frekuensi.
2) Cocok dengan data dengan sampel lebih dari 30.
3) Setiap sel harus terisi, data yang kurang dari 5 digabungkan.
Signifikansi,
Signifikansi uji adalah nilai 2 hitung dibandingkan dengan 2 tabel (Chi-Square).

1) Jika nilai 2 hitung < 2 tabel, maka terima dan tolak .


2) Jika nilai 2 hitung > 2 tabel, maka tolak dan terima .
Bagaimana melakukan uji normalitas dengan menggunakan Chi Square?
Perhatikan contoh soal berikut.
Dipunyai data berat badan 100 orang mahasiswa yang mengikuti kuliah statistika lanjut
seperti pada tabel 4.1:

No berat badan (kg)


40 - 44
1
45 - 49
2
50 - 54
3
55 - 59
4
60 - 64
5
65 - 69
6
70 - 74
7
75 - 79
8
80 - 84
9
85 - 89
10
jumlah

jumlah
4
6
12
25
14
10
12
8
6
3
100

Tabel 4.1. Data berat badan 100 mahasiswa yang mengikuti kuliah statistika lanjut.
Dengan menggunakan uji Goodness of fit test, selidiki dari data pada tabel 4.1. dengan
menggunakan = 5%, apakah data tersebut berdistribusi normal atau tidak?
Secara manual.
Penyelesaian:
1) Tentukan Hipotesis:
: Sampel berat badan mahasiswa yang mengikuti kuliah statistika lanjut berasal
dari populasi yang berdistribusi normal.
: Sampel berat badan mahasiswa yang mengikuti kuliah statistika lanjut tidak
berasal dari populasi yang berdistribusi normal.

2) Cari rata-rata (Means) dan Simpangan Baku (Standar Deviasi).

No berat badan (kg)


40 - 44
1
45 - 49
2
50 - 54
3
55 - 59
4
60 - 64
5
65 - 69
6
70 - 74
7
75 - 79
8
80 - 84
9
85 - 89
10
jumlah
=

jumlah
4
6
12
25
14
10
12
8
6
3
100

Xi
42
47
52
57
62
67
72
77
82
87

Xi .f
168
282
624
1425
868
670
864
616
492
261
6270

6270
100

= 62,7
Jadi Mean/rata-rata berat badan 100 mahasiswa yang mengikuti kuliah statistika
lanjut adalah 62,7 kg.
Nilai tengah
kelas
interval
No

( )

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
jumlah

42
47
52
57
62
67
72
77
82
87

4
6
12
25
14
10
12
8
6
3
100

1764
2209
2704
3249
3844
4489
5184
5929
6724
7569
43665

168
7056
28224
282
13254
79524
624
32448
389376
1425
81225
2030625
868
53816
753424
670
44890
448900
864
62208
746496
616
47432
379456
492
40344
242064
261
22707
68121
6270 405380
5166210

2
10
10
=1
=1
=
(
)

405380
6270 2
(
)
100
100
405380 393129
=

100
100
405380 393129
=
100
=

= 122,51
= 122,51
= 11,07
Jadi simpangan baku/deviasi standar berat badan 40 mahasiswa yang mengikuti
kuliah statistika lanjut adalah 11,07.
3) Uji Normalitas dengan Chi-Square adalah,

=
=1

( )2

No Kelas Interval

Batas bawah kelas


Z hitung
interval (xi)
-2.10
39.5

0.0277 4

2.77

pi

Oi

Ei=pi x d

40 - 44

45 - 49

44.5

-1.64

0.0224 6

2.24

50 - 54

49.5

-1.19

0.2015 12

20.15

55 - 59

54.5

-0.74

0.1563 25

15.63

60 - 64

59.5

-0.29

0.0505 14

5.05

65 - 69

64.5

0.16

0.1655 10

16.55

70 - 74

69.5

0.61

0.1286 12

12.86

75 - 79

74.5

1.07

0.078 8

7.8

80 - 84

79.5

1.52

0.0399 6

3.99

10

85 - 89

84.5

1.97

0.0166 3

1.66

11

90

89.5

2.42

Jumlah

100

d = jumlah frekuensi.
Ei = nilai ekspektasi atau harapan (frekuensi yang diharapkan)
z = angka baku
pi = luas daerah antara dua harga
xi = batas bawah kelas
Statistik Uji:
10

=
=1

( )2

(4 2.77)2 (6 2.24)2 (12 20.15)2 (25 15.63)2


+
+
+
+
2.77
2.24
20.15
15.63
(14 5.05)2 (10 16.55)2 (12 12.86)2 (8 7.8)2
+
+
+
+
5.05
16.55
12.86
7.8

(6 3.99)2 (3 1.66)2
+
3.99
1.66
= 36.38
Derajad kebebasan (dk)
Derajad kebebasan adalah
= 1

= |0.4821 0.4495|
= 0.0277

Keterangan:

Luas daerah yang


dihitung dari nilai
|2,10 1,64 |

= 10 1
=9
Di mana = banyak kelas
Sehingga 2 = 2 (9,0.05) = 16.919
Karena 2 > 2 maka ditolak dan diterima.
Dengan kata lain bahwa sampel berat badan mahasiswa yang mengikuti kuliah statistika
lanjut tidak berasal dari populasi yang berdistribusi normal.
Derajad kebebasan menurut Walpole (1992), Derajad kebebasan dalam Chi Square
sama dengan banyaknya sel dikurangi dengan banyaknya besaran yang diperoleh dari
data pengamatan digunakan dalam perhitungan frekuensi harapannya.
Gambarannya begini, ketika anda mempunyai buah data maka anda hanya
mempunyai k1 buah data yang bebas anda pilih. Sebagai contoh misalkan anda
mempunyai sepeda motor merk A, B, C, D, ketika suatu hari anda ingin memilih motor
mana yang akan anda kendarai maka anda hanya bisa memilih 3 sepeda motor dengan
merek tersebut, misalkan pilihan pertama anda memilih sepeda motor merk B, pilihan
kedua merk A, pilihan ketiga D maka yang keempat tentu saja anda tidak bisa memilih
lagi, jadi pilihan yang ke empat sudah bukan pilihan bebasa lagi.
Hal ini kenapa = 1.

METODE KOLMOGOROV SMIRNOV


Konsep dasar uji normalitas dengan kolmogorov smirnov adalah membandingkan
sebaran data yang akan diuji normalitasnya dengan sebaran normal baku.
Untuk perhitungan secara manual bagaimana uji normalitas dengan kolmogorov
smirnov, dapat disusun seperti dalam tabel 3.2.
No

| |

1
2
dan
seterusnya
Tabel 3.2. Tabel uji normalitas melalui kolmogorov smirnov
Keterangan:

= angka pada data ke


= transformasi dari angka ke notasi pada sebaran normal, tabel baku yaitu area
dibawah kurva normal baku dari 0 sampai .
= peluang kumulatif normal
=Peluang kumulatif empiris

Signifikansi
Signifikansi uji normalitas dengan menggunakan kolmogorov smirnof, nilai dari
| | terbesar yang dihitung dibandingkan dengan nilai pada tabel kolmogorov
smirnov.
Jika | | hitung terbesar < nilai tabel kolmogorov smirnov, maka terima 0 dan
tolak .
Jika | | hitung terbesar > nilai tabel kolmogorov smirnov, maka tolak 0 dan
terima .
Contoh:
Suatu penelitian mengenai tinggi badan mahasiswa yang mengikuti perkuliahan
statistika lanjut dengan sampel sebanyak 25 mahasiswa diambil secara acak diperoleh
data sebagai berikut (dalam satuan cm): 150, 143, 153, 155, 167, 170, 151, 147, 165,
161, 163, 148, 155, 158, 170, 171, 145, 160, 158, 162, 164, 166, 158, 155, 149. Selidiki
dengan menggunakan = 5%, apakah data tersebut diambil dari populasi yang
berdistribusi normal?
Penyelesaian:
Hipotesis:
0 : data tidak berbeda dengan populasi yang berdistribusi normal (data sampel normal)
: Data berbeda dengan populasi yang berdistribusi normal (data sampel tidak normal)
Langkah-langkah:

1) Urutkan data dari yang terkecil sampai terbesar.


2) Carilah rata-rata dan simpangan baku/standar deviasi nya
No Tinggi badan (cm) (xi-mean)^2
1
143
217.8576
2
145
162.8176
3
147
115.7776
4
148
95.2576
5
149
76.7376
6
150
60.2176
7
151
45.6976
8
153
22.6576
9
155
7.6176
10
155
7.6176
11
155
7.6176
12
158
0.0576
13
158
0.0576
14
158
0.0576
15
160
5.0176
16
161
10.4976
17
162
17.9776
18
163
27.4576
19
164
38.9376
20
165
52.4176
21
166
67.8976
22
167
85.3776
23
170
149.8176
24
170
149.8176
25
171
175.2976
Jml
3944
1600.56
mean
157.76
SD
8.166394553

25
=1
=
25
=

3944
25

= 157.76

25 ( )2
= =1
25 1
1600.56
=
24
= 8.166

3) Sekarang akan dicari score, , dan | |


No

score

| |

(1.81) = 0.4649
Karena negatif, mak
= 0.5 (1.81)
= 0.5 0.4649
= .
(mencari yang lain analog

143

-1.81

0.0351

0.04

0.0449

145

-1.56

0.0594

0.08

0.0577

147

-1.32

0.0934

0.12

0.0689

148

-1.20

0.1151

0.16

0.0767

149

-1.07

0.1423

0.2

0.039

150

-0.95

0.1711

0.24

0.0731

151

-0.83

0.2033

0.28

0.0731

153

-0.58

0.2810

0.32

0.0731

155

-0.34

0.3669

0.44

0.048

10

155

-0.34

0.3669

0.44

0.048

11

155

-0.34

0.3669

0.44

0.048

12

158

0.03

0.5120

0.56

0.0054

13

158

0.03

0.5120

0.56

0.0154

14

158

0.03

0.5120

0.56

0.0185

15

160

0.27

0.6054

0.6

0.0189

16

161

0.40

0.6554

0.64

0.0164

17

162

0.52

0.6985

0.68

0.0133

18

163

0.64

0.7389

0.72

0.0038

19

164

0.76

0.7764

0.76

0.0092

20

165

0.89

0.8133

0.8

0.0268

21

166

1.01

0.8438

0.84

0.0268

22

167

1.13

0.8708

0.88

0.0526

23

170

1.50

0.9332

0.96

0.0449

24

170

1.50

0.9332

0.96

0.0577

25

171

1.62

0.9474

0.0689

Jml

3944

mean 157.76
SD

8.166

4) Cari nilai terbesar dari | |, misalkan beri nama D, bandingkan dengan tabel
kolmogorov smirnov.
= | | terbesar adalah 0.0767.
= ; = 0.05;25 = 0.23768
Karena < maka terima 0 dan tolak .
Dengan kata lain bahwa data tidak berbeda dengan populasi yang berdistribusi
normal (data sampel normal).
Latihan 1.
Dipunyai suatu tabel sebaran yang menggambarkan nilai pelajaran bahasa Indonesia
dari 55 mahasiswa adalah sebagai berikut,
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Nilai banyak
0-9
2
10 - 19.
1
20 - 29
3
30 - 39
5
40 - 49
9
50 - 59
11
60 - 69
16
70 - 79
4
80 - 89
3
90 - 99
1

Periksa apakah data pada latihan 1 berdistribusi normal atau tidak1


Latihan 2.
Dipunyai data banyaknya kendaraan beroda 2 yang melintas di wilayah kelapa dua
serpong merk ABRAKADABRA selama satu bulan adalah sebagai berikut,

Hari ke
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

banyak
kendaraan
(buah)
7
24
21
15
12
9
9
24
21
20

Hari ke
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

banyak
kendaraan
(buah)
22
13
9
6
22
20
17
16
20
11

Hari ke
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

banyak
kendaraan
(buah)
8
20
17
20
22
18
14
8
25
16

Selidiki apakah data pada latihan 2 berdistribusi normal atau tidak!


Pertemuan 5

UJI HOMOGENITAS

Uji homogenitas dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa dua atau lebih kelompok
data sampel berasal dari populasi yang memiliki variansi yang sama. UJI HOMOGENITAS juga
biasa disebut dengan UJI KESAMAAN DUA VARIANSI, uji ini digunakan untuk mengetahui
apakah sebaran data homogen atau tidak, artinya apakah data yang dianalisa berasal dari
populasi yang tidak jauh berbeda keragamannya.
Uji homogenitas dilihat dengan cara membandingkan variansi-nya. Jika dua buah data
atau lebih memiliki variansi yang sama, maka uji homogenitas tidak perlu dilakukan.
Uji homogenitas dilakukan apabila kondisi data adalah mempunyai sebaran normal.
Pengujian homogenitas varians suatu kelompok data, dapat dilakukan dengan cara:
1) Uji Fisher ( Uji F ), dan
2) Uji Bartlett.
3) Levene
Pada pertemuan ini, kita akan mempelajari penggunaan uji Fisher dan Bartlett.

Uji Fisher (Uji F)

Uji Fisher atau dikenal dengan uji F digunakan untuk menguji hipotesis dari dua kelompok
data.
Rumus Uji F
=

(5.1. )

di mana:
1 2 = varians kelompok 1
2 2 = varians kelompok 2.
Catatan :

f j. A j X
N

j1

N 1

j1

atau s

fj . X j fj . X j
j1

N N 1

Hipotesis pengujian adalah:


0 = 1 2 = 2 2 (variansi data homogen)
0 = 1 2 2 2 (variansi data tidak homogen)
Kriteria pengujian,
Jika (11); (
2

1 ; 2 )

< < 1(
2

Jika (11); (
2

1 ; 2 )

1 ;2 )

maka terima 0 , dan sebaliknya

atau 1(
2

1 ;2 )

maka tolak 0 .

di mana 1 = 1 1; 2 = 2 1
Catatan :
(11); (
2

1 ; 2 )

1
1; (
2

2 ; 1 )

(11 .0.10)(9;12) = (.)(;) =


2

1
0.05; (;)

1
= 0,328
3,07

Note : untuk menghitung nilai dalam tabel, nilai di tabel hanya pada = 0.01 dan =
0.05; Bagaimana jika tidak ada pada tabel? untuk menentukan nilai lainnya dapat
digunakan rumus

=
( ; )
Contoh 5.1

Ada dua macam pengukuran kelembaman suatu zat. Cara ke I dilakukan dengan 10
kali yang menghasilkan 2 = 24,7 dan cara ke II dilakukan 13 kali dengan 2 = 37,2.
Dengan = 0,10 tentukan apakah kedua cara pengukuran tersebut mempunyai
varians yang homogen?
Penyelesaian:
Diketahui : 1 = 10; 1 = 9 ; 12 = 24,7
2 = 13 ; 2 = 12; 22 = 37,2
Ditanya

: Apakah varians homogen?

Jawab

Kita hitung tabel

24,7
= 0,663
37,2

Sekarang kita hitung tabel


(0,05); (;) = 3,07

(10.05)(9;12) = (.)(;) =

1
0.05; (;)

1(0.10)(9;12) = (0,05);(9;12) = 2,80


2

1
= 0,328
3,07

Karena (0.95)(9;12) < < (0,05);(9;12)

yaitu 0,328 < 0,663 < 2,8 berarti

terima .
Jadi kedua cara pengukuran mempunyai varians yang homogen.
Contoh 5.2

Suatu penelitian, untuk untuk mengetahui kinerja dosen berdasarkan latar belakang
pendidikan disusun. Oleh karena itu dibuatlah sebuah alat ukur yang bisa digunakan
untuk mengetahui skor kinerja dosen. Terdapat 70 responden sebagai subyek
penelitian tersebut. Adapun ringkasannya dapat dilihat dari tabel 5.1. Diketahui juga
= 10%.
Pendidikan
Terakhir
S2
S3

20

Jml.Skor
Kinerja
1849

Rata-rata
skor
92,45

Varians
data
8,23

50

4634

92,68

8,46

Jml.Responden

Tabel 5.1. ringkasan data kinerja dosen


Hipotesis pengujian:
0 : 12 = 22 (varians data homogen)
: 12 22 (varians data tidak homogen)
Langkah pengujian:
1. Varians data dari setiap kelompok sampel
Varians dari golongan S2
12 = 8,23 dengan 1 = 20 1 = 19
Varians golongan S3
22 = 8,46 dengan 2 = 50 1 = 49
2. Menghitung nilai , yaitu
12 8,23
= 2=
= 0,973
2 8,46
3. Melihat nilai , dengan 1 = 19; 2 = 49 pada = 5% diperoleh
(10.05)(19;49) = (0.95)(19;49) =

1
0.05; (49;19)

1
= 0,50
2,00

(0,05; 19; 49) = 1,803


4. Karena (10.05)(19;49) < < (0,05; 19; 49) maka terima
5. Artinya varians skor kinerja guru kelompok 3A dengan kelompok 3B
homogen pada taraf 10% (selang kepercayaan 90%).

Contoh 5.3

Ujian akhir mata kuliah A telah diberikan kepada kelompok mahasiswa dan
mahasiswi. Dalam ujian tersebut telah diikuti 68 mahasiswa dan 46 mahasiswi,
setelah dinilai ternyata untuk mahasiswa mencapai rata-rata 84 dengan simpangan
baku 9 dan untuk mahasiswi mencapai rata-rata 80 dengan simpangan baku 10.
ujilah homogenitas kedua varians dengan taraf nyata 0,10 yang diasumsikan bahwa
varians kedua populasi sama dengan alternatif tidak sama !
Penyelesaian:
Diketahui : n1 = . ; dk1 = . ; s12 = .
n2 = . ; dk2 = . ; s22 = .
Ditanya

: Apakah varians homogen?

Jawab

1.

Formulasi hipotesis
Ho : ..
Ha : ..

2.

Taraf nyata () dan nilai Ftabel


: 0,10
s12 = ..

s22 = ..
Ftabel = (1); (
2

(11); (
2

= (..); (; ) , dan

1 ; 2 )

1 ; 2 )

1
F1
2

( dk2 ; dk1 )

1
F....... (....... ; .......)

3.

Kriteria pegujian

Ho diterima, jika ...

Ho ditolak, jika ...

4.

Uji Statistik
S12 = ...
S22= ...
Fhitung =

5.

Kesimpulan
Karena
.......................................................................................................................
,maka
.......................................................................................................................
.
Jadi,
.......................................................................................................................
...

Pertanyaannya sekarang, bagaimana apabila uji yang dihadapi ternyata uji satu pihak,
yaitu

Uji Pihak Kanan yaitu untuk hipotesis dengan tandingan , dan


: 12 = 22
{
: 12 > 22
Kriteria pengujian :

Jika < (1 ;2 ) Terima , sedangkan sebaliknya


Jika (1 ;2 ) Tolak .

Uji Pihak Kiri:


: 12 = 22
{
: 12 < 22
Kriteria pengujian :

Jika > (1)(1 ;2 ) maka Terima , sedangkan sebaliknya

Jika (1)(1 ;2 ) maka Tolak

Note : Nilai F tabel anda bisa peroleh dengan menggunakan bantuan software excel atau
calc dengan kata kunci = (, 1 , 2 ).
1 juga biasa disebut derajad kebebasan varians kelompok 1.
2 juga biasa disebut derajad kebebasan varians kelompok 2.
Contoh 5.4
Ujian akhir m Penelitian terhadap dua metode belajar menghasilkan 12 = 25,4 dan
22 = 30,7. masing-masing dilakukan sebanyak 13 dan 11 kali. Dengan menggunakan
= 5%, ada anggapan bahwa metode pertama menghasilkan varians lebih kecil.
Apakah betul anggapan tersebut?
Penyelesaian:

Diketahui : 12 = 25,4
22 = 30,7
1 = 13; 2 = 11
1 = 12; 2 = 10
Ditanya : Akan diperiksa 12 > 22
Jawab

:
Yang akan diuji
: 12 = 22
{
: 12 > 22
Kita cari hitung

25,4
= 0,827
30,7

Kit cari tabel


0,05(12;10) = 2,913.
Karena 0,827 < 2,913 maka terima .
Artinya metode ke I mempunyai varians lebih kecil daripada metode II.

Contoh 5.4

Terdapat sebuah penelitian berjudul Pengaruh Penggunaan Alat Peraga Terhadap


Hasil Belajar

Matematika.

Dalam

penelitian

ini,

peneliti

ingin

mencari

kehomogenitasan dari variabel bebas antara penggunaan alat peraga manual sebagai
kelas kontrol terhadap penggunaan alat peraga multimedia sebagai kelas ekspriment.
Perhitunganya mengacu kepada langkah-langkah di atas, adalah sebagai berikut:
No
Siswa
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Kelas
Eksperiment
100
100
100
100
96
96
96
96
96
96

Kelas
Kontrol
91
91
91
91
91
87
87
87
87
87

No Siswa
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

Kelas
Eksperiment
96
96
91
91
91
91
91
87
87
87

Kelas
Kontrol
87
87
87
83
83
83
83
83
83
78

Jika Rata-rata dan simpangan baku kelas eksperiment adalah : 94,2 dan 4,396.
Sedangkan
Rata-rata dan simpangan baku kelas kontrol adalah : 86,35 dan 3,617.

Penyelesaian:
Diketahui : n1 = . ; dk1 = . ; s12 = .
n2 = . ; dk2 = . ; s22 = .
Ditanya

: Apakah varians homogen?

Jawab

:
1. Formulasi hipotesis
Ho : ..
Ha : ..

2.

Taraf nyata () dan nilai Ftabel


: 0,10
s12 = ..
s22 = ..
Ftabel = (1); (
2

(11); (
2

= (..); (; ) , dan

1 ; 2 )

1 ; 2 )

1
F1
2

( dk2 ; dk1 )

1
F....... (....... ; .......)

3.

Kriteria pegujian

Ho diterima, jika ...

Ho ditolak, jika ...

4.

Uji Statistik
S12 = ...
S22= ...
Fhitung =

5.

Kesimpulan
Karena
.......................................................................................................................
,maka

.......................................................................................................................
.
Jadi,
.......................................................................................................................
...

Latihan 5.1

1. Ujian mata kuliah STATISTIKA DASAR telah diberikan kepada kelompok mahasiswa
dan mahasiswi. Dalam ujian tersebut diikuti 68 mahasiswa dan 46 mahasiswi.
Setelah dinilai ternyata untuk mahasiswa mencapai rata-rata 84 dengan
simpangan baku 9 dan untuk mahasiswi mencapai rata-rata 80 dengan simpangan
baku 10. Ujilah homogenitas kedua varians dengan taraf signifikansi 10%.
2. Diberikan dua buah sampel dengan data
Sampel I : 87, 79, 65, 92, 80, 98, 83
Sampel II : 96, 67, 72, 83, 78
Yang masing-masing diambil dari populasi I dengan simpangan baku 1 dan ari
populasi II dengan simpangan baku 2 . Dengan menggunakan = 5% supaya diuji
hipotesis : 12 = 22 melawan : 12 > 22 .

Uji Bartlett
Apabila kelompok data yang akan diuji kehomogenannya lebih dari dua, maka
digunakan uji Bartlett. Pada pengujian ini terdapat syarat data bahwa data harus
berdistrbusi normal
Kita misalkan masing-masing sampel berukuran 1 , 2 , , dengan data ( =
1, 2, , = 1,2, , ) dan hasil pengamatan disusun dalam tabel 5.2.
Selanjutnya dari sampel-sampel itu kita hitung variansnya masing-masing ialah
12 , 22 , 32 , , 2 .

Data hasil
pengamatan

1
1 1

Dari populasi ke
2

2 1

k
1

1 2

2 2

1 3

2 2

1 1

1 2

Tabel 5.2. data sampel dari buah populasi


Untuk memudahkan perhitungan satuan-satuan yang diperlukan untuk uji Bartlett
lebih baiknya disusun dalam sebuah daftar seperti dalam tabel 5.3.

1 1

1
1 1

2 1

1
2 1

22

log 22

(2 1) log 22

1
1

log 2

( 1) log 2

Sampel
ke
1

()

12

log 12

(1 1) log 12

Jumlah

( )
=

( )
=

Tabel 5.3. harga-harga yang diperlukan untuk uji Bartlett : 12 = 22 = = 2


Dari tabel 5.3. kita hitung harga-harga yang diperlukan, yaitu
1) Varians Gabungan dari semua sampel

2 =

=1( 1)2
=1 1

2) Harga Satuan yang kita namakan dengan rumus

= (log 2 ) ( 1)
=1

Rumus uji Bartlet adalah dengan menggunakan statistika Chi Square, dengan

= ( 10) ( ( 1) log 2 )
2

=1

dimana,
ln 10 = 2,3026, ini disebut logaritma asli dari bilangan 10.
= jumlah data
2 = variansi data untuk setiap kelompok ke
= ( 1) = derajad kebebasan.
Hipotesis pengujian,
0 : 12 = 22 = = 2
: paling sedikit salah satu tanda tidak sama.
Kriteria pengujian
Jika 2 2 (1;=1) maka tolak 0 .
Jika 2 < 2 (1;=1) maka terima 0 .

Contoh 5.5

Misalkan pertambahan berat badan kambing karena disebabkan empat macam


makanan dirangkum dalam tabel 5.4.
Pertambahan berat karena makanan ke
1
2
3
4
12
14
6
9
20
15
16
14
Data hasil
23
10
16
18
pengamatan
10
19
20
19
17
22
Tabel 5.4. pertambahan berat badan (dalam kg) lambing setelah percobaan
dilakukan
Penyelesaian:
Hipotesis :
0 : 12 = 22 = 32 = 42
: keempat ragam populasi adalah tidak homogen (dalam contoh ini tidak
semuanya sama)
Kita hitung varians untuk tiap sampel, diperoleh
12 = 29,3 ; 22 = 21,5 ; 32 = 35,7 ; 42 = 20,7
Kemudian dirangkum dalam tabel 5.5 sesuai acuan dari tabel 5.3, diperoleh hargaharga yang dibutuhkan adalah,

Sampel
ke

()

0,25

29,3

1,4669

5,8676

0,25

21,5

1,3324

5,3296

0,25

35,7

1,5527

4,6581

0,25

20,7

1,3160

3,9480

Jumlah

Varians gabungan dari empat sampel adalah

2 =

4(29,3) + 4(21,5) + 3(35,7) + 3(20,7)


= 26,6
4+4+3+3

sehingga
log 2 = log(26,6) = 1,4249
dan
= (1,4249)(14) = 19,9486
sehingga

2 = ( 10) ( ( 1) log 2 )
=1

= (2,3026)(19,9486 19,8033)
= 0,063
Misalkan yang dipakai adalah 5%, dari daftar tabel Chi Square diperoleh dengan
= 3 diperoleh 2 (0,95)(3) = 7,81.
Ternyata bahwa 2 = 0,063 < 7,81 ehingga terima

Contoh 5.6

Suatu penelitian tentang perbedaan hasil belajar siswa akibat dari suatu perlakuan
(eksperimen). Adapun perlakuan yang diberikan adalah perbedaan strategi/metode
pembelajaran pada siswa. Adapun strategi/ metode pembelajaran yaitu:
Kelompok 1

: Metode A (Diskusi kelompok besar)

Kelompok 2

: Metode B (Diskusi kelompok kecil)

Kelompok 3

: Metode C (Ceramah dengan media)

Kelompok 4

: Metode D (Ceramah tanpa media)

Adapun data hasil belajar siswa berdasarkan skor tes yang diperoleh dan jumlah siswa
untuk setiap kelompok disajikan pada tabel berikut:
No

Kel.1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21

Kel. 2
23
20
21
21
24
18
13
17
22
14
18
22
21
18
19
17
18
15
24
23
19

Kel. 3 Kel. 4
17
22
27
25
20
17
20
22
23
25
28
26
27
18
22

15
15
14
20
21
18
19
21
15
20
19
18
14
18
25
25
24
16
20
24
19

28
24
21
23
22
26
20
22
24
23
24
21
19
22
24
26
28

22
23
24
25
Jumlah
N
Rerata

22
20
19
15
483
25
19,32

17
18

399
15
22,60

435
23
18,91

397
17
23,35

Untuk menguji homogenitas varians data dari keempat kelompok digunakan teknik
Bartlett. Berdasarkan data di atas dapat dihitung nilai varians setiap kelompok seperti
pada tabel berikut.

Statistik
Rata-rata (X)
S.Deviasi (s)
Varians (s2)
Jumlah data (n)

Kel. 1
19,32
3,06
9,39
25

Kelompok Perlakuan
Kel. 2
Kel. 3
22,60
18,91
3,68
3,36
13,54
11,26
15
23

Kel. 4
23,35
2,57
6,62
17

Hipotesis statistik untuk pengujian homogenitas varians, adalah


0 12 = 22 = 32 = 42
keempat ragam populasi adalah tidak homogen (dalam contoh ini tidak
semuanya sama)
Langkah-langkah perhitungan :
1. Varians dari setiap kelompok sampel :
Varians dari Kel. 1 s12 = 9,39;
Varians dari Kel. 2 s22 = 13,54;
Varians dari Kel. 3 s32 = 11,26;

dengan dk = 25 1 = 24.
dengan dk = 15 1 = 14.
dengan dk = 23 1 = 22.

Varians dari Kel. 4 s24 = 6,62;

dengan dk = 17 1 = 16.

2. Tabel homogenitas varians :


Tabel Penolong untuk Uji Homogenitas Varians
Sampel

.dk

Kel. 1
Kel. 2
Kel. 3
Kel. 4

24
14
22
16
76

1/dk

si2

dk. si2

0,04
0,07
0,05
0,06

9,39
13,54
11,26
6,62
40,82

225,44
189,60
247,83
105,88
768,75

.log si2

(dk)log si2

0,97
1,13
1,05
0,82
3,98

3. Menghitung varians gabungan


2 =

=1( 1) . 2
=1( 1)

=
=

=10,12

4. Menghitung nilai B

= (log 2 ) ( 1)
=1

B = ..
= ..
= ..

5. Menghitung harga chi-kuadrat :

= ( 10) ( ( 1) log 2 )
2

=1

2 = ..
2 = ..

23,35
15,84
23,14
13,13
75,46

2 = ..
Untuk = 5%, dari daftar distribusi dengan dk = .
didapat 2 = ..
ternyata bahwa 2 . 2
sehingga hipotesis yang menyatakan varians homogen di dalam taraf =
5%.

Latihan 5.2

1. Selidikilah homogenitas varians tiga metode yang digunakan untuk mengajar


Matematika dengan = 5% yang telah diberikan kepada tiga kelompok anakanak SD. Hasil ujian pada akhir pengajaran berdaarkan metode tersebut dirangkum
dalam tabel berikut.
2

metode

dk

180,11

101,37

94,48

2. Berikut ini adalah data hasil nilai posttest dari hasil penelitian terhadap
perbandingan 3 buah metode.
TES HASIL BELAJAR MATEMATIKA
TIGA METODE PEMBELAJARAN

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22

Praktek
Xi
Xi2
64
4096
36
1296
81
6561
64
4096
81
6561
81
6561
64
4096
36
1296
64
4096
64
4096
36
1296
49
2401
81
6561
49
2401
36
1296
64
4096
36
1296
36
1296
36
1296
36
1296
81
6561

Diskusi
Xi
Xi2
64
4096
81
6561
81
6561
81
6561
36
1296
64
4096
81
6561
9
81
81
6561
64
4096
81
6561
81
6561
36
1296
49
2401
64
4096
36
1296
36
1296
81
6561
81
6561
9
81
64
4096

81

6561

81

6561

1256

79112

1341

93837

Ceramah
Xi
Xi2
36
1296
9
81
4
16
9
81
81
6561
36
1296
81
6561
81
6561
36
1296
36
1296
53
2809
9
81
25
625
25
625
25
625
25
625
100
10000
100
10000
25
625
100
10000
25
625

921

61685

n xi2 ( xi )2
= 352,66
n(n 1)
n xi2 ( xi )2
22 =
= 576,05
n(n 1)
12 =

32 =

n x2i ( xi )2
n(n1)

=1064,63

Ujilah kemohogenan varians dari kelompok-kelompok tersebut!

3. Suatu penelitian tentang perbedaan hasil belajar akibat dari tiga perlakuan
dirangkum dalam tabel berikut,

No

Kelompok 1

Kelompok 2

Kelompok 3

1
23
17
2
21
22
3
20
27
4
21
25
5
24
20
6
22
19
7
14
23
8
18
21
9
22
17
10
18
20
11
21
12
19
13
17
14
15
15
20
Ujilah kemohogenan varians dari kelompok-kelompok tersebut!

23
21
21
20
19
17
15
20
21
19
23
23
19

4. Sembilan belas ekor sapi dibagi ke dalam 4 kelompok dan tiap kelompok diberikan
makanan yang berbeda. Data yang digunakan berat dalam kg, dan diharapkan
melalui pengujian diperoleh berat yang sama untuk semua sapi. Dan dirangkum
dalam tabel berikut, ujilah kehomogenan dari varinsi kelompk-kelompok tersebut!
Makanan 1

Makanan 2

Makanan 3

Makanan 4

60,8
57
65
58,6
61,7

68,7
67,7
74
66,3
69,8

102,6
102,1
100,2
96,5

87,9
84,2
83,1
85,7
90,3

Uji LEVENE
Uji Levene juga merupakan metode pengujian homogenitas varians yang hampir sama
dengan uji Bartlet. Perbedaan uji Levene dengan uji Bartlett yaitu bahwa data yang diuji
dengan uji Levene tidak harus berdistribusi normal, namun harus kontinue. Pengujian
hipotesis yaitu :
H0 : 1 2 = 2 2 = = 2 (data homogen)
H1 : paling sedikit ada satu 2 yang tidak sama
Statistik uji

2
()
=1 ( ..)

(1) ( )2
=1 =1

adalah rata-rata grup


.. adalah rata-rata seluruh data
Dimana dapat diperoleh dari :
= | | dimana : adalah rata-rata sub grup ke-i
= | | dimana : adalah median sub grup ke-i
1

= | | dimana : rata-rata dari 10% data sub grup ke-i


Kriteria Pengujian : Ho ditolak jika W F ( , k 1, N k ) .

Dimana :
adalah rata-rata grup
.. adalah rata-rata seluruh data
Dimana dapat diperoleh dari :
= | | dimana : adalah median sub grup ke-i
Tolak H0 jika : W > F(, k-1, N-k)

Contoh 5.7

Berikut ini adalah hasil nilai tes siswa


TES HASIL BELAJAR MATEMATIKA
TIGA METODE

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22

12 =
22

Praktek
Xi
Xi2
64
4096
36
1296
81
6561
64
4096
81
6561
81
6561
64
4096
36
1296
64
4096
64
4096
36
1296
49
2401
81
6561
49
2401
36
1296
64
4096
36
1296
36
1296
36
1296
36
1296
81
6561

Diskusi
Xi
Xi2
64
4096
81
6561
81
6561
81
6561
36
1296
64
4096
81
6561
9
81
81
6561
64
4096
81
6561
81
6561
36
1296
49
2401
64
4096
36
1296
36
1296
81
6561
81
6561
9
81
64
4096

81

6561

81

6561

1256

79112

1341

93837

n xi2 ( xi )2
= 352,66
n(n 1)

n xi2 ( xi )2
=
= 576,05
n(n 1)

Ceramah
Xi
Xi2
36
1296
9
81
4
16
9
81
81
6561
36
1296
81
6561
81
6561
36
1296
36
1296
53
2809
9
81
25
625
25
625
25
625
25
625
100
10000
100
10000
25
625
100
10000
25
625

921

61685

32 =

n x2i ( xi )2
n(n1)

=1064,63

1). = | | dimana : adalah median sub grup ke-i


= |64 64|
= 0
64 merupakan median dari group metode praktek (X1)
64 merupakan median dari group metode diskusi (X2)
36 merupakan median dari group metode ceramah (X3)
Dst..
Tabel 4
HASIL DATA MEDIAN DAN Zij
Praktek
No

X1

Diskusi

Group
Median

Zij

X2

Ceramah

Group
Median

Zij

X3

Group
Median

Zij

64

64

64

64

36

36

36

64

28

81

64

17

36

27

81

64

17

81

64

17

36

32

64

64

81

64

17

36

27

81

64

17

36

64

28

81

36

45

81

64

17

64

64

36

36

64

64

81

64

17

81

36

45

36

64

28

64

55

81

36

45

64

64

81

64

17

36

36

10

64

64

64

64

36

36

11

36

64

28

81

64

17

53

36

17

12

49

64

15

81

64

17

36

27

13

81

64

17

36

64

28

25

36

11

14

49

64

15

49

64

15

25

36

11

15

36

64

28

64

64

25

36

11

16

64

64

36

64

28

25

36

11

17

36

64

28

36

64

28

100

36

64

18

36

64

28

81

64

17

100

36

64

19

36

64

28

81

64

17

25

36

11

20

36

64

28

64

55

100

36

64

21

81

64

17

64

64

25

36

11

22

81

64

17

81

64

17

2). Zi adalah rata-rata grup Zij


Zi =

Zij
N

, dari goup masing-masing, dengan N = jumlah sampel dalam group

HASIL DATA Zij DAN Zi_bar ( )

Praktek

Zij

Zi_bar

64
36
81
64
81
81
64
36
64
64
36
49
81
49
36
64
36
36
36
36
81

0
28
17
0
17
17
0
28
0
0
28
15
17
15
28
0
28
28
28
28
17

16,182
16,182
16,182
16,182
16,182
16,182
16,182
16,182
16,182
16,182
16,182
16,182
16,182
16,182
16,182
16,182
16,182
16,182
16,182
16,182
16,182

81

17

16,182

X1

Diskusi

Zij

Zi_bar

64
81
81
81
36
64
81
9
81
64
81
81
36
49
64
36
36
81
81
9
64

0
17
17
17
28
0
17
55
17
0
17
17
28
15
0
28
28
17
17
55
0

18,5
18,5
18,5
18,5
18,5
18,5
18,5
18,5
18,5
18,5
18,5
18,5
18,5
18,5
18,5
18,5
18,5
18,5
18,5
18,5
18,5

81

17

18,5

X2

Ceramah

Zij

Zi_bar

36
9
4
9
81
36
81
81
36
36
53
9
25
25
25
25
100
100
25
100
25

0
27
32
27
45
0
45
45
0
0
17
27
11
11
11
11
64
64
11
64
11

24,905
24,905
24,905
24,905
24,905
24,905
24,905
24,905
24,905
24,905
24,905
24,905
24,905
24,905
24,905
24,905
24,905
24,905
24,905
24,905

X3

24,905

3). Z adalah rata-rata seluruh data Zij


Z=

Zij
N

, dari seluruh group dalam hal ini data yang diuji terdiri dari tiga

metode praktek, diskusi, dan ceramah. Dengan N=65.


4). Tentukan besaran dari ( )2
5). Lanjutkan dengan ( )2
6). Uji Statistik:
( ) =1 ( . . )2
=
( 1) =1 ( )2
=1

Tabel 5
HASIL DATA UJI LEVENA
Praktek

(Zi-Z)2
bar

Diskusi

bar

(Zi-Z)2
bar

Ceramah

bar

19,785

261,851

12,9801

19,785

342,25

1,65024

16,182

19,785

139,669

16,182

19,785

0,66942

18,5

19,785

2,25

18,5

19,785

2,25

16,182

19,785

17

18,5

19,785

64

17

16,182

64

17

16,182

64

28

18,5

64

18,5

64

64

81

64

17

36

64

64

64

12,9801

64

12,9801

81

64

64

261,851

12,9801

64

19,785

139,669

12,9801

19,785

1,39669

12,9801

16,182

19,785

0,66942

15

16,182

19,785

28

16,182

19,785

64

16,182

36

64

28

36

64

28

36

64

36
81
81

Group
Median

Zij

Zi_bar

Z_bar

(Zij-Zi)2
bar

(Zi-Z)2
bar

36

36

24,905

19,785

620,247

26,2159

1,65024

36

27

24,905

19,785

4,390

26,2159

1,65024

36

32

24,905

19,785

50,342

26,2159

2,25

1,65024

36

27

24,905

19,785

4,390

26,2159

19,785

90,25

1,65024

81

36

45

24,905

19,785

403,819

26,2159

19,785

342,25

1,65024

36

36

24,905

19,785

620,247

26,2159

18,5

19,785

2,25

1,65024

81

36

45

24,905

19,785

403,819

26,2159

55

18,5

19,785

1332,25

1,65024

81

36

45

24,905

19,785

403,819

26,2159

17

18,5

19,785

2,25

1,65024

36

36

24,905

19,785

620,247

26,2159

64

18,5

19,785

342,25

1,65024

36

36

24,905

19,785

620,247

26,2159

81

64

17

18,5

19,785

2,25

1,65024

53

36

17

24,905

19,785

62,485

26,2159

81

64

17

18,5

19,785

2,25

1,65024

36

27

24,905

19,785

4,390

26,2159

12,9801

36

64

28

18,5

19,785

90,25

1,65024

25

36

11

24,905

19,785

193,342

26,2159

1,39669

12,9801

49

64

15

18,5

19,785

12,25

1,65024

25

36

11

24,905

19,785

193,342

26,2159

139,669

12,9801

64

64

18,5

19,785

342,25

1,65024

25

36

11

24,905

19,785

193,342

26,2159

19,785

261,851

12,9801

36

64

28

18,5

19,785

90,25

1,65024

25

36

11

24,905

19,785

193,342

26,2159

16,182

19,785

139,669

12,9801

36

64

28

18,5

19,785

90,25

1,65024

100

36

64

24,905

19,785

1528,438

26,2159

16,182

19,785

139,669

12,9801

81

64

17

18,5

19,785

2,25

1,65024

100

36

64

24,905

19,785

1528,438

26,2159

28

16,182

19,785

139,669

12,9801

81

64

17

18,5

19,785

2,25

1,65024

25

36

11

24,905

19,785

193,342

26,2159

64

28

16,182

19,785

139,669

12,9801

64

55

18,5

19,785

1332,25

1,65024

100

36

64

24,905

19,785

1528,438

26,2159

64

17

16,182

19,785

0,66942

12,9801

64

64

18,5

19,785

342,25

1,65024

25

36

11

24,905

19,785

193,342

26,2159

64

17

16,182

19,785

0,66942

12,9801

81

64

17

18,5

19,785

2,25

1,65024

2695,27

285,563

4771,5

36,3052

9563,810

550,534

Group
Median

Zij

Zi_bar

Z_bar

64

64

16,182

36

64

28

81

64

17

64

64

81
81

(Zij-Zi)2

Group
Median

Zij

Zi_bar

Z_bar

64

64

18,5

12,9801

81

64

17

12,9801

81

64

17

261,851

12,9801

81

64

19,785

0,66942

12,9801

36

19,785

0,66942

12,9801

64

16,182

19,785

261,851

12,9801

28

16,182

19,785

139,669

16,182

19,785

261,851

64

16,182

19,785

36

64

28

16,182

49

64

15

16,182

81

64

17

49

64

36

64

64

X1

X2

(Zij-Zi)2

X3

( ) =1 ( . . )2
( 1) =1 ( )2
=1

(65 3) 872,40
(3 1) 17030,58

W = 1,587995
SS

df

Between Group

872,4024

Within Group

17030,58

62

Levene's Statistic

1,587995

Critical Value (=0.05)

3,145258

P-value

0,212533

Tolak H0 jika : W > F(, k-1, N-k)


Dari hasil yang didapat W=1,588<3,145, dengan demikian Terima H0 Signifikan.
Dengan data sampel yang sama dengan Uji Barlett hasil uji Lenvene menghasilkan; hipotesis
H0 : 1=2=3 diterima dalam taraf nyata 0,05. Distribusi data signifikan memiliki variansi
yang homogen.

38

TABEL KURVA NORMAL

38

TABEL DISTRIBUSI Z

38

TABEL DISTRIBUSI F

38