Anda di halaman 1dari 1

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Asma, yang merupakan salah satu penyakit pernapasan kronik, adalah

gangguan inflamasi kronik saluran napas yang melibatkan banyak sel dan elemennya. 1
Inflamasi kronik menyebabkan peningkatan hiperresponsivitas saluran napas yang
menimbulkan gejala episodik berulang berupa mengi, sasak napas, dada terasa berat,
batuk terutama malam hari dan atau dini hari. Gejala episodik tersebut berhubungan
dengan obstruksi saluran napas yang luas, dan bersifat reversibel dengan atau tanpa
pengobatan.2
Prevalensi asma meningkat dari waktu ke waktu menyerang negara maju
maupun negara sedang berkembang. Namun 80% kematian yang disebabkan oleh
asma terjadi pada negara yang berpendapatan rendah dan sedang kebawah.
Peningkatan prevalensi tersebut berhubungan dengan, yang pada kebanyakan negara,
penyakit asma sering tidak terdiagnosa atau jika terdiagnosa, penderita asma tidak
memiliki akses terhadap pengobatan dasar, akses kesehatan, dan kurangnya tingkat
pendidikan penderita.3
Pada umumnya, penyakit asma dijumpai di seluruh dunia, dan menyerang baik
pria maupun wanita, dari seluruh lapisan sosial ekonomi dengan prevalensi yang
berkisar antara 1-10 %. Hal ini tampak pada berbagai penelitian epidemiologis. Pada
tahun 2011, 300 juta orang di dunia mengalami penyakit asma,dan sekitar 250.000
orang meninggal per tahun akibat penyakit ini. Jumlah bervariasi antara negaranegara dengan prevalensi antara 1 dan 18%. Hal ini lebih sering terjadi pada negara
maju dibandingkan negara-negara berkembang. Hasil penelitian pada tahun 2005
menunjukkan bahwa di Indonesia prevalensi penyakit asma meningkat dari 4,2%
menjadi 5,4%. Diperkirakan prevalensi asma di Indonesia 5% dari seluruh penduduk
Indonesia, artinya saat ini ada 12,5 juta pasien asma di Indonesia.4