Anda di halaman 1dari 3

Hormon yang berpengaruh terhadap kerja jantung.

Banyak hormon dalam darah yang


berpengaruh terhadap system kardiovaskular. Hormon vasodilator antara lain adalah kinin,
VIP dan ANP. Hormon vasokontriktor dalam darah antara lain adalah vasopressin,
norepinefrin, epinefrin, dan angiotensin II. Selain itu terdapat hormone natriuretik yang juga
berpengaruh terhadap peningkatan tekanan darah (Ganong, 2008).
Saraf Pada Jantung
Jantung dipersarafi oleh serabut simpatis, parasimpatis dan sistem saraf antonom
melalui pleksus kardiakus.Saraf simpatis berasal dari trunkus simpatikus bagian servikal dan
torakal bagian atas dan saraf simpatis berasal dari n. vagus.Serabut eferen post-ganglion
berjalan ke nodus sinus artialis dan nodusatrionventrikularis yang tersebar kebagian jantung
yang lain. Serabut eferen berjalan bersama nervus vagus dan berperan sebagai reflex
kardiovaskular yang berjaln bersama saraf simpatis.System kardiovaskular banyak
dipersyarafi oleh serabut-serabut system syaraf otonom. Sistem syaraf otonom dapat dibagi
menjadi dua bagian yaitu; system parasimpatis dan simpatis dengan efek yang saling
berlawanan dan bekerja bertolak belakang untuk mempengaruhi perubahan pada denyut
jantung. Contohnya: stimulasi system simpatis bisanya disertai oleh hambatan system
parasimpatis. Sebaliknya stimulasi parasimpatis dan hambatan simpatismerupakan dua
kejadian yang terjadi serentak.Kerja yang bertolak belakang inimempertinggi ketelitian
pengaturan saraf oleh system saraf otot.Baroreseptor atau presoreseptor, terletak dilengkung
aorta dan sinus karotikus.Reseptor ini peka sekali terhadap perubahan dinding pembuluh
darah akibat perubahan tekanan arteri. Kemoreseptor yang terletak dalam badan karotis
danaorta, terangsang melalui penurunan kadar oksigen dalam arteria, peningkatan tekanan
karbondioksida dan peningkatan kadar ion hydrogen (penurunan pHdarah). Apabila reseptor
terangsang akan timbul dua jenis respons refleks: peningkatan kecepatan denyut jantung
(reflex Bainbridge) dan dieresis, yangmenyebabkan penurunan volume. Jalur aferen dalam
nervus vagus danglosofaringeus membawa impuls dari reseptor ke otak.Pusat vasomotor
atau pusat pengaturan kardiovaskular terletak pda bagian atas medulla oblongata dan pons
bagian bawah.Pusat kardioregulator ini menerima impuls dari baroresesptor dan
kemoreseptor, dan meneruskanya kejantung dan pembuluh darah melaluiserabut syaraf
parasimpatis dan simpatis (Hermawan, 2010).

Hubungan Adrenalin dengan kerja jantung


Molekul-molekul adrenalin memiliki fungsi khusus dalam pembuluh vena dan arteri yang
memastikan bahwa organ-organ penting menerima lebih banyak aliran darah di saat bahaya,
dan karena itu, molekul-molekul ini melebarkan pembuluh darah menuju jantung, otak, dan
otot. Sel-sel yang mengelilingi pembuluh mematuhi adrenalin dan mengalirkan lebih banyak
darah yang dibutuhkan jantung. Dengan cara ini, darah tambahan yang dibutuhkan oleh otak,
otot, dan jantung dapat disuplai.
Ketika menuju jantung, molekul mempercepat penegangan sel-sel jantung. Ini membuat
jantung berdetak lebih cepat dan menyalurkan tenaga tambahan yang dibutuhkan otot. Untuk
aktivitas ini, diperlukan energi. Untuk itu hormone adrenalin mengubah glikogen menjadi
glukosa, yang larut dalam darah sehingga mudah dioksidasi untuk menghasilkan energi.
Sistem saraf otonom berfungsi untuk mempertahankan keadaan tubuh dalam kondisi
terkontrol tanpa pengendalian secara sadar. Sistem saraf otonom bekerja secara otomatis
tanpa perintah dari sistem saraf sadar. Sistem saraf otonom juga disebut sistem saraf tak
sadar, karena bekerja diluar kesadaran.1[1]
Struktur jaringan yang dikontrol oleh sistem saraf otonom yaitu otot jantung, pembuluh
darah, iris mata, organ thorakalis, abdominalis, dan kelenjar tubuh. Secara umum, sistem
saraf otonom dibagi menjadi dua bagian, yaitu sistem saraf simpatis dan sistem saraf
parasimpatis Campbell Reece-Mitchell, Biologi, Jakarta : Erlangga,2004,hal 200
ubungan Hormon dan Saraf
Baik sistem hormon dan saraf berkaitan dengan proses menyampaikan
informasi. Pada saraf penyampaian informasi melalui sinapsis listrik, sedangkan
pada sistem hormon melalui zat kimia disebut neurotransmitter.
Kerja sama antara sistem hormone dan sistem saraf antara lain tampak pada
keadaan yang menyebabkan seseorang kekurangan air atau dehidrasi. Keadaan
ini akan dilacak oleh saraf tertentu pada hipotalamus, terus ke hipofisis.
Selanjutnya hipofisis akan menghasilkan hormone antieuretika yang
menghambat produksi urine.
Perbandingan antara sistem hormone dan sistem saraf sebagai sistem
koordinasi dapat diperhatikan pada bagan berikut :
Persamaan
Sis saraf Sistem hormone
- Mengatur dan memelihara homeostatis.
- Mensekresikan messenger kimiawi neurohormon. - Membantu mengatur dan
memelihara homeostasis.
- Mensekresikan messenger kimiawi hormone.
1

Perbedaan
Sistem saraf Sistem endokrin
- Respon cepat
- Signal-signal dibawa via neuron
- Responnya langsung terhadap rangsangan dari luar - Responnya lambat
- Hormon-hormon dibawa via sirkulasi
- Responsnya tidak langsung terhadap internal.