Anda di halaman 1dari 2

Manfaat analisis Rasio adalah Rasio keuangan dapat digunakan untuk

mengevaluasi kondisi keuangan perusahaan dan kinerjanya. Dengan


membandingkan rasio keuangan perusahaan dari tahun ke tahun dapat dipelajari
komposisi perubahan dan dapat ditentukan apakah terdapat kenaikan atau
penurunan kondisi dan kinerja perusahaan selama waktu tersebut.
Selain itu, dengan membandingkan rasio keuangan terhadap perusahaan lainnya
yang sejenis atau terhadap rata-rata industri dapat membantu mengidentifikasi
adanya penyimpangan.
Menurut Hanafi dan Halim (1996), pada dasarnya analisis rasio bisa
dikelompokkan kedalam lima macam kategori, yaitu:
1. Rasio Likuiditas
Dua rasio likuiditas jangka pendek yang sering digunakan adalah rasio lancar dan
rasio quick (sering juga disebut acid test rasio). lancar.
2. Rasio Aktivitas
Rasio ini melihat pada beberapa aktiva kemudian menentukan berapa
tingkataktivitas aktiva-aktiva tersebut pada tingkat kegiatan tertentu. Aktivitas
yang rendah pada tingkat penjualan tertentu akan mengakibatkan semakin besarnya
dana kelebihan yang tertanam pada aktiva-aktiva tersebut. Dana kelebihan tersebut
akan lebih baikbila ditanamkan pada aktiva lain yang lebih produktif. Empat rasio
aktivitas tersebut adalah:
a) Rata-rata umur piutang ,
b) Perputaran persediaan,
c) Perputaran aktiva tetap,
d) Perputaran total aktiva
3. Rasio Solvabilitas
Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban
-kewajiban jangka panjangnya. Perusahaan yang tidak solvabel adalah perusahaan
yang total hutangnya lebih besar dibandingkan total asetnya. Rasio ini mengukur
likuiditas jangka panjang perusahaan dan dengan demikian memfokuskan pada sisi
kanan neraca.
Ada beberapa macam rasio yang dapat dihitung:
rasio total hutang terhadap total aset, rasio Time Interest Earned, rasio Fixed
Charges Coverage.
4. Rasio Profitabilitas

Rasio profitabilitas yaitu rasio yang melihat kemampuan perusahaan dalam


menghasilkan laba.
Rasio profitabilitas dapat diukur dengan beberapa indikator :
Profit Margin
Profit Margin merupakan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan
dibandingkan dengan penjualan yang dicapai.Rumus yang bisa digunakan adalah
sebagai berikut :
Gross Profit Margin = Laba kotor / Penjualan x 100 %
Profit Margin = EBIT / Penjualan x 100 %
Net Profit Margin = EBIT / Penjualan x 100 %
ROA(Return on Asset)

ROA = EBIT / Total Aktiva x 100%


ROE (Return on Equity)

ROE = Modal Saham Laba Bersih.


Selain itu ROE bisa dihitung dengan cara:
ROE =Rata rata Saham Biasa
ROI ( Return on Investment)

Formula yang digunakan untuk menghitung ROI adalah sebagai berikut :


ROI = EAT / Total Aktiva Analisa Return on Investment (ROI)

5. Rasio Pasar
Rasio pasar yaitu rasio yang mengukur harga pasar relatif terhadap nilai buku.
Sudut pandang rasio ini lebih banyak berdasar pada sudut investor atau calon
investor, meskipun pihak manajemen juga berkepentingan terhadap rasio-rasio ini.
Ada beberapa rasio yang bisa dihitung yaitu PER (Price Earning ratio), dividend
yield, dan pembayaran deviden ( deviden payout).