Anda di halaman 1dari 15

SISTEM TATA SUARA

a. Aspek teknis Peralatan Tata Suara


System tata suara perlu direncanakan untuk memberikan fasilitas
kelengkapan pada bangunan. Tata suara ini dapat berupa background music dan
announcing system (public address) yang berfungsi sebagai penghias keheningan
ruangan atau kalau ada pengumuman-pengumuman tertentu. Selain itu juga ada
system untuk car call, bagi bangunan bangunan umum. Peralatan dari system tata
suara tersebut dapat berupa: microphone, cassette deck, mix amplifier, speaker,
speaker selector switch, volume control, dan horn speaker (untuk car call).
SPEAKER SOUND PRESSURE
Perletakan speaker ini sangat mempengaruhi rencana langit-langit dari
ruangan umum atau ruangan kantor. Oleh karena itu, harus diperhatikan letak
speaker satu terhadap lainnya sehingga suara yang dihasilkan dapat dinikmati
dengan baik.
HORN SPEAKER
Horn speaker diletakan ditempat parker terbuka atau ditempat istirahat
sopir sehingga suara yang dihasilkan dapat didengar oleh sopir yang sedang
menunggu mobilnya.
MICROPHONE dan AMPLIFIER
Alat-alat ini sebaiknya diletakan pada suatu tempat yang aman, strategis
dan gampang dijangkau serta tidak menggangu ruangan. Dalam perancangan
interior sebaiknya alat-alat ini diletakan di reception desk atau diletakan pada
suatu ruangan khusus yang dekat dengan reception desk yang ditangani oleh
operator sebagai pengelola alat-alat tersebut.

Cassette

deck
microphone

Mix amplifier

Volume control

speaker selector switch

horn speaker

Speaker

b. Pengaturan Jalur Sinyal


Pengaturan tata suara dimulai dari pengaturan jalur mikropon dan sumber
input yang lain ke mixer yang ada. Dari output audio mixer itu selanjutnya diatur
kembali oleh operator dan sinyal diolah pada peralatan tambahan (asesori)
peralatan tambahan seperti audio limiter dan compressor, reverb (echo), equalizer
dapat diatur di oleh operator untuk berbagai keperluan yaitu dikirim ke-Booth
Monitor, juga ke input rekaman jika diperlukan dan diumpan ke power amplifier
untuk menggetarkan speaker. Letak Konsul mixer sedapat mungkin harus dipilih
di depan Panggung jika tata suara itu untuk pertunjukan, dimana diperlukan kabel
penghubung terlindung yang menghubungkan panggung dengan konsul mixer.
Sedapat mungkin kabel penghubung ini dilalukan pada jalur aman dari injakan
kuat yang dapat mengganggu.
c. Bagian-bagian Sistem
1. Transducer-transducer Input

Banyak jenis trandsducer dapat ditemui dalam sebuah tata suara, Dengan
mikropon sebagai jenis trnsducer yang paling banyak dipakai. Mikropon dapat
dibagi-bagi menurut cara kerja perpindahan getarannya, dan juga bentuk dari
penerapan kegunaannya. Kebanyakan mikropon yang dipakai dalam tata suara
adalah dari jenis mikropon dinamik dan mikropon kondenser
Mikropon yang dipakai dapat diletakkan dan dipasang dengan berbagai cara,
termasuk pada penyangga dengan dasar pemberat, penyangga podium, jepitan
dasi, terpasang di instrument dan terpasang di headset. Mikropon yang dapat
dipasang pada jepitan dasi dan headset seringkali digunakan dengan transmisi
nirkabel sehingga memudahkan pembicara yang menggunakannya agar bebas
bergerak. Ada beberapa jenis transducer lain yang mungkin dipakai sesekali,

termasuk didalamnya adalah pickup magnetik yang digunakan pada gitar listrik
dan bass listrik. Mikropon hubung yang dipakai pada intrument-instrument
berdawai,piano, dan juga katrid pickup phono yang dipakai pada pemutar-pemutar
rekaman.
2. Prosesor-prosesor Sinyal[sunting | sunting sumber]

Pada tata suara profesional prosesor-prosesor sinyal bisa dipakai seperti Audio
limiter dan Compressor untuk Mikropon, penambah dinamis nada seperti prosesor
reverb dan chorus.

3. Konsul Mixing[sunting | sunting sumber]

Konsul mixing (Audio Mixer) adalah pusat dari sistem tata suara dimana operator
dapat menyampur, menyamakan dan menambah efek-efek pada sumber-sumber
suara. Berbagai konsul mixer dapat dipakai untuk berbagai keperluan dalam satu
sistem tata suara tunggal. Dalam tata suara, konsul mixer utama (FOH, Front of
House) harus berada dimana operator dapat melihat dan mendengar aksi di
panggung. Mixing dengan booth monitor terdekat akan mencegah operator dari
pendengaran yang campur aduk antara suara artis, umpan balik Loudspeaker
utama, gaduh penonton dan juga efek akustik ruangan. Pada pertunjukan skala
besar, sering kali menggunakan konsul mixing untuk monitor panggung secara
terpisah, dimana diperuntukkan untuk menciptakan monitor hasil mix bagi
monitor-monitor di atas panggung. Konsul-konsul ini sering kali terletak di
samping panggung sehingga operator dapat berkomunikasi dengan yang sedang
tampil di atas panggung.

4. Equalizer[sunting | sunting sumber]

Equalizer ada dalam sistem tata suara dalam dua bentuk : Equalizer grafik dan
Equalizer parametrik. Keduanya dipakai dengan filter-filter End-cut.qualizer
parametrik mempunyai pemutar paling tidak tiga parameter yakni : frekuensi,
Perbesar-potong (boost/cut) dan Q(lebar jalur). Equalizer tersebut lumrah
ditemukan berada dalam setiap kanal dalam konsul mixing, namun ada juga yang

dibuat terpisah. Equalizer grafik mempunyai penggeser-penggeser yang mengacu


pada sebuah kurva dari response terplot pada sebuah grafik.

Pada sistem tata suara biasanya didesain pada tengah-tengah 1/3 oktaf. Filter-filter
suara End-cut akan membatasi lebar jalur melewati batasnya, dimana akan
mencegah gangguan-gangguan subsonik dan pengaruh RF atau ganggunaggangguan dari pengatur lampu yang dapat mengganggu sistem suara. Bagianbagian dari filter-filter End-cut seringkali termasuk dengan equalizer grafik untuk
memberikan pengaturan penuh. Sebuah penekan umpan balik (Feedback
suppresor) adalah jenis filter yang akan secara otomatis mendeteksi dan menekan
umpan balik suara dengan memotong frekunsi suara mana yang menyebabkannya.

5. Compressors and limiters[sunting | sunting sumber]

Compressor

Compressor adalah sebuah alat yang termasuk dalam kategori gain based.
Sewaktu kita menyetel parameter2 yang terdapat pada sebuah unit compressor,
digunakan satuan dalam dB. Compressor berguna utk membuat signal lebih rata
atau stabil. Tidak terlalu naik turun.

Dahulu sewaktu rekaman banyak dilakukan di pita analog, ketika seorang Sound
Engineer merekam material yang memiliki perubahan dinamika tinggi, maka dia
akan menurunkan volume sehingga bagian yang berdinamika kuat tak akan
mengakibatkan distorsi. Masalahnya, ketika volume diturunkan, maka bagian
yang lembut berada dekat pada noise floor, jadinya tak terdengar jelas karena
tertutup oleh suara seperti shhhhhh. Dengan menggunakan compressor, maka
Sound Engineer dapat men-stabilkan materi sehingga volume keseluruhan dapat
diangkat dan mengurangi tape noise.

Contoh lain nya adalah penggunaan compressor pada vocal. Mari kita bayangkan
apabila kita mixing sebuah lagu yang hanya terdiri dari vocal, sedangkan
musiknya berasal dari keyboard atau organ tunggal. Kita mengetahui bahwa

musik organ tunggal memiliki dinamika yg konstan, sehingga akan menjadi


masalah apabila vocal nya memiliki dinamika yang lebar.

Misalnya si penyanyi berbisik pada intro, lalu menyanyi dengan kencang pada
bagian reff. Apabila kita mem balance musik dan vocal berdasarkan saat ref, maka
ketika intro vocal tak akan kedengaran karena si penyanyi berbisik. Begitu juga
apabila kita mem balance musik dan vocal berdasarkan saat intro, maka saat ref
musik akan tertutup karena si vocalist menyanyi dengan kencang / berteriak.

Dengan menggunakan compressor, Sound Engineer dapat menstabilkan vocal


tersebut sehingga dapat masuk/menempel dengan baik pada musik organ
tunggal.

Utk rekaman, Compressor juga dapat digunakan sebelum signal masuk ke tape /
hard disk. Utk aplikasi ini, Compressor berguna utk menjaga signal yang masuk
agar tidak sampai terjadi digital clipping.

Yang masih termasuk dari kategori compressor antara lain:

Limiter: output nya konstan, tidak perduli besar kecil nya signal yang masuk /
signal tak diperkenankan melewati threshold yang ada.

Brick Wall Limiter: Limiter yang banyak digunakan pada saat mastering untuk
menaikkan volume keseluruhan dari sebuah material audio.

Frequency Selected Compressor: bekerja pada satu band frequency yang telah
ditentukan. Contoh nya adalah deesser. Deesser bekerja pada frequency sekitar 5
8 kHz dan berguna utk menekan bunyi desis pada vocal

Multi Band Compressor: Banyak digunakan utk mastering. Bisa kita bayangkan
sebagai beberapa compressor dijadikan satu. Yang mana tiap2 compressor
menangani frekuensi atau bandwith yang berbeda secara independent. Tiap
bandwith dapat memiliki settingan attack, release , ratio dan threshold yang
berbeda juga. Misalnya kita memiliki MBC yang dibagi 3, maka dapat di set: satu
untuk meng-compress frequency rendah, satu utk mid, dan satu utk high
frequency.

Apabila digunakan dengan baik dan benar, sebagian besar pendengar yang awam
tak akan menyadari bahwa compressor telah digunakan. Telinga manusia
cenderung lebih peka terhadap perubahan pitch daripada perubahan amplitude.

Umumnya, sound engineer mengerti musik. Tentu nya anda mengerti, selain nada
dan irama, perubahan dinamika atau keras lembut nya sebuah lagu sangat
mempengaruhi keindahan dari lagu tersebut. Apalagi utk lagu klasik. Nah, inilah
yang akan kita coba pertahankan.

Secara garis umum ada 5 buah parameter yang dapat di adjust, yaitu: threshold,
ratio, attack time, release time, dan output/gain. Dari ke 5 parameter ini, saya akan
membagi nya menjadi dua bagian yaitu, threshold dan ratio. Selanjutnya adalah
attack time dan release time. Pertama-tama kita membahas soal threshold dan
ratio.

Yang pertama adalah threshold. Threshold adalah satu point dimana apabila
sebuah signal melewati titik ini, maka si compressor akan mulai bekerja. Anda lah
yang menentukan threshold ini. Sebagai contoh, apabila threshold di set pada -20
dB, maka semua signal yang melewati -20 dB akan di proses. Signal yang tak
melewati tak akan di proses.

Parameter yang kedua adalah ratio. Singkatnya, ratio adalah perbandingan atau
jumlah dari kompresi yang akan dikenakan kepada signal audio yang melewati
batas threshold. Misalkan ratio di set pada perbandingan 3:1 dan threshold -20
dBFS. Apabila signal berada pada -14, berarti melewati threshold dengan jumlah
6 dB. Lalu akan di kompress dengan perbandingan 3:1. Maka akan kita dapat

hasil 2. Nah ini yang kita tambahkan pada threshold kita yang -20 tadi. Hasil akhir
nya adalah -18 dB.

Kita telah membahas berulang kali soal dB ini, mungkin anda bertanya-tanya,
berapa dB kah kompresi yang baik itu? Sebagai jawaban nya, tergantung selera
dan jenis musik yang sedang anda mixing. Tapi, ada patokan nya yaitu: apabila
anda sudah mengkompress sebesar 6 dB, maka di persepsikan itu adalah setengah
dari keras nya suara sebelum di kompress. Utk lebih jelas nya perhatikan tabel
pada bagian bawah artikel ini.

Parameter kita yang ketiga, adalah attack time. Attack time menentukan berapa
lama nya si compressor menunggu sebelum mulai bekerja setelah ia mendeteksi
ada nya signal yang melewati threshold. Seperti kita lihat pada gambar di atas,
setiap instrument memiliki Sound Envelope yang berbeda. Jika attack time anda
set fast, maka compressor akan melihat dan bereaksi pada hampir setiap signal
yang melewati threshold.

Contoh nya saat kita gunakan compressor pada track drum. Apabila attack time di
set cepat, maka compressor akan bereaksi terhadap setiap pukulan drum. Ketika
anda mengubah attack time to slow, maka compressor tak akan bereaksi
terhadap signal berdurasi pendek.

Parameter kita yang ke empat, adalah release time. Release time menentukan
berapa lama nya si compressor menunggu sebelum berhenti bekerja setelah ia
mendeteksi bahwa signal audio sudah tak lagi berada di atas threshold. Bisa juga
diartikan waktu nya sebelum compressor kembali ke normal (sebelum dia bekerja)

Parameter yang ke lima adalah make up gain, atau output. Ketika sebuah signal di
compress, maka otomatis amplitude nya akan berkurang. Output ini berguna
untuk menambah Gain dari signal audio anda yang sudah di kompress.

Beberapa Compressor memiliki settingan yang disebut Hard Knee atau Soft Knee.
Perbedaan nya adalah, pada Hard Knee, ketika signal masih di bawah threshold,

sama sekali tidak di compress. Begitu melewati threshold, maka compressor


langsung bekerja. Pada soft knee, ketika signal mulai mendekati threshold maka
compressor nya mulai bekerja.

Beberapa kesalahan yang banyak ditemui pada saat setting compressor:

Threshold nya di set ke 0 Ratio di set ke 1 Attack terlalu besar saat mengcompress instrument perkusi

Cara cepat utk mengeset compressor :

Set Ratio 3:1 Set Attack Time 12 ms, Release Time 50 ms atau Auto Perlahanlahan turunkan threshold nya sehingga didapat Gain Reduction antara 4 s/d 8 dB
( Tergantung jenis instrument nya )

Panduan menentukan parameter compressor :

Jenis instrument dipakai untuk menentukan attack dan release Time Teknik
bermain atau dynamic range dipakai untuk menentukan ration dan gain reduction

Panduan perbandingan dB saat meng-compress dan mixing :

+1 dB artinya bertambah 12% +3 dB artinya bertambah 40% +6 dB artinya dua


kali lipat lebih kencang ( bertambah 100% ) -1 dB artinya 90% dari original SPL
-3 dB artinya 70% dari original SPL -6 dB artinya setengah dari original SPL

Peralatan berikutnya yang sering digunakan pada sebuah sistem tata suara adalah
compressor/limiter/noise gate. Pada beberapa merek pembuat alat ini, ketiga jenis

fitur ini dibuat terpisah antara compressor/limiter dan noise gate, tetapi ada juga
yang dijadikan satu.Menurut Davis & Jones, pengertian compressor dan limiter
adalah sinyal prosesor yang berfungsi mengurangi rentang dinamis dari sebuah
sinyal. Limiter didesain untuk mengurangi peningkatan level input yang dapat
menghasilkan peningkatan level output di atas threshold. Pengertian di atas
memang sedikit rumit karena didasarkan pada teori yang sebenarnya dari fungsi
compressor/limiter. Nah, pengertian yang sederhana dari compressor dan limiter
menurut Fry adalah: Basically what these do is keep an eye (or should that be
ear?) on signal levels, stopping them from getting any louder than the level you
set (the Threshold). A compressor puts a gentle squeeze on excess level,
whereas a limiter hits it on the head with a hammer!

Knob-knob fungsi yang terdapat dalam sebuah compressor/limiter adalah:

Threshold Knob ini memiliki level yang bervariasi pada saat alat ini memulai
untuk memodifikasi sinyal dinamik dari suatu sumber bunyi. Semakin kecil level
yang diset untuk menentukan threshold (kurang dari 0 dB) maka suara akan
semakin mengecil demikian pula sebaliknya. Ratio Knob ini menentukan
seberapa sinyal yang akan ditekan pada saat mencapai threshold. Biasanya knob
ini memiliki beberapa variasi mulai dari tanpa kompresi (1:), kompresi yang
lebih soft ( 2:1 sampai 3:1), kompresi medium (3:1 sampai 6:1), kompresi yang
lebih berat (6:1 sampai 8:1) dan hard limiting (10:1 sampai :1). Cara membaca
ratio yang lebih mudah seperti ratio kompresi 3:1, artinya input level sebesar 3 dB
akan dikompresi sedemikian sehingga output level menjadi 1 dB. Karena suara
akan lebih mengecil maka perlu disesuaikan output gain dari compressor/limiter
yang digunakan untuk disesuaikan dengan kebutuhan yang ada.

Output/Output Gain Knob ini mengontrol output gain dari compressor yang
dipakai. Sebagai contoh, apabila digunakan threshold yang rendah dan rasio
sebesar 10:1, maka volume secara keseluruhan dari sebuah sinyal akan hilang.
Untuk mengatasi hal ini maka knob ini digunakan untuk menaikkan volume
yang tertekan tanpa harus merasa was-was sinyal yang akan dikeluarkan over.

Perhatian!!! Jangan menaikkan output gain dari compressor lebih dari 3 sampai 4
dB di atas gain unity (0 dB) dari level mixer kecuali Anda memiliki kemampuan
ekualisasi yang sangat baik.

Attack & Release Knob attack berarti seberapa cepat compressor akan bereaksi
untuk mengurangi sinyal dan knob release berarti seberapa cepat compressor akan
bereaksi untuk kembali ke normal. Dalam bahasa yang lebih sederhana, knob
attack berfungsi untuk mengukur seberapa cepat sinyal yang tertutup dan knob
release berfungsi untuk mengukur seberapa cepat sinyal yang terbuka kembali.

Satu pertanyaan yang mungkin timbul dalam benak Anda, Dimanakah alat ini
diaplikasikan? Compressor/limiter dapat dipakai di semua bagian dalam sistem
tata suara terutama sebelum rangkaian pre-amp mic atau sebelum rangkaian
power amp. Bila ditempatkan pada rangkaian sebelum pre-amp mic, maka
aplikasi compressor/limiter berfungsi untuk melakukan kompresi pada sinyal yang
berlebihan atau menaikkan sinyal yang terlalu lemah atau dapat membantu agar
sinyal yang terdengar lebih tight atau punchy. Bila ditempatkan pada rangkaian
sebelum power amp maka alat ini lebih banyak berfungsi sebagai limiter untuk
melindungi rangkaian power amp dan speaker agar tidak menjadi berlebihan yang
dapat mengakibatkan rusaknya rangkaian tersebut. Aplikasi yang terakhir lebih
sering digunakan apabila pemakaian alat ini tidak terdistribusi secara rata per
channel pada mixer/mic pre-amp. Memang diperlukan biaya yang tidak sedikit
agar tiap channel dapat memakai aplikasi alat ini, karena kebanyakan alat ini
hanya tercipta sebanyak dua channel bahkan satu channel saja.

Bisa dikalkulasi untuk pemakaian 16 channel mixer, akan dipakai sebanyak 8 unit
dual compressor/limiter. Bila 1 unit dual compressor/limiter yang termurah
seharga Rp 2.000.000,00 maka dapat dihitung berapa anggaran yang harus kita
anggarkan.

Untuk itu, beberapa pabrik pembuat alat ini menciptakan pula 4 channel
compressor/limiter atau yang dikenal dengan nama Quad Compressor/Limiter.
Pemakaian alat ini akan menghemat pemakaian unit barang yang akan dipakai,
tetapi harganya pun tidak akan dapat menjadi lebih hemat bahkan akan menjadi
lebih banyak. Diposkan oleh yanto di 17:31
(http://yantoac.blogspot.com/2010/01/compressorlimiter.html)

Noise gate

6. Power Amplifiers
Power Amplifier merupakan terminal terakhir dari penguatan arus dan tegangan
untuk selanjudnya diumpan ke loud speaker, daya power amplifier dari puluhan
sampai rubuhan watt per-power amplifier.

Power amplifier dibedekan dengan amplifier, bedanya sebutan amplifier bisanya


dilengkapi dengan volume, balance, bass, middle, treble, loudness, sedangkan
power amplifier tidak dilengkapi perlengkapan tersebut.

7. Output transducers
Loudspeakers

Loud speaker adalah sebuah alat audio, untuk menggetarkan udara prosesnya
yaitu dari getaran listrik diubah menjadi getaran mekanik, alat utamanya yaitu :
magnet, gulungan kawat, kertas atau bahan lainnya yang lebih keras. Dari maju
mundurnya konus speaker itu yang terjadi adalah udara bergetar sehingga
menghasilkan suara yang dapat kita dengar.

Daerah operasi loud speaker yang kita kenal sekarang meliputi suara, Super bass,
middle bass, middle, tweeter, super tweeter. Suara rendah super bass merupakan
pasangan komposisi speaker yang diameternya paling besar dan semakin mengecil
diameternya seiring dengan tingginya frekuensi suara sampai pada tweeter, super
tweeter berdiameter paling kecil.

Penerapan sistem suara


Salah satu faktor penting yang mempengaruhi proses belajar mengajar pada anakanak di dalam kelas adalah terjaminnya proses komunikasi yang baik antara guru
dan murid (dan sebaliknya). Dua faktor utama yang mempengaruhi proses
mendengar di dalam ruangan kelas adalah kondisi akustik ruang kelas dan
kemampuan mendengar anak (murid). Kondisi Akustik ruang kelas yang harus
diperhatikan terutama adalah tingkat kebisingan dan waktu dengung ruang, serta
rasio suara terhadap bising (SNR).

Tingkat kebisingan suara yang terjadi di ruangan kelas disebabkan oleh sumber
dari luar ruangan (misalnya kendaraan yang lewat di jalanan di sekitar sekolah,
aktifitas di dalam dan di luar lingkungan sekolah) dan sumber di dalam ruangan
kelas (misalnya suara murid-murid, suara AC). Suara-suara tersebut pada akhirnya
akan berkompetisi dengan suara guru, sehingga mengganggu proses komunikasi
antara guru-murid dan sebaliknya. Jika tingkat bising terlalu tinggi, suara guru
akan tenggelam di dalam bising, sehingga guru harus meningkatkan tingkat energi
suara yang dikeluarkan (akibatnya guru lebih mudah letih). Faktor utama yang
bisa digunakan untuk mengendalikan kebocoran/intrusi bising dari luar ruang
kelas adalah dengan memastikan semua bukaan yang ada di ruang kelas memiliki
sistem insulasi suara yang baik, sedangkan untuk mengendalikan bising yang
bersumber dari dalam ruang kelas itu sendiri adalah dengan mengendalikan
tingkat bising sumber yang menghasilkan suara.

Waktu dengung ruangan kelas memegang peranan penting dalam menciptakan


tingkat kejelasan suara ucap dalam ruang. Waktu dengung ruang pada dasarnya
berkaitan dengan jumlah energi pantulan yang dihasilkan oleh permukaan dalam
ruangan, yang pada akhirnya mempengaruhi seberapa lama suara bertahan di
dalam ruangan tersebut. Jumlah energi pantulan yang berlebihan ini akan
berinteraksi dengan suara langsung dari guru yang datang ke telinga murid. Jika
suara pantulan lebih dominan dari suara langsung, maka tingkat kejelasan suara
ucapan akan menurun. Untuk mengatasi suara pantulan yang berlebihan ini, atau
dengan kata lain menurunkan waktu dengung ruang kelas, dapat digunakan
material penyerap suara, tentunya yang terbuat dari bahan yang aman bagi
kesehatan respirasi murid dan guru. Waktu dengung yang disarankan untuk
ruangan kelas adalah 0.45 1 detik tergantung dari volume ruangannya.

Selain Waktu Dengung ruang, Rasio Suara terhadap bising (Signal to Noise Ratio,
SNR) adalah faktor akustik yang sangat mempengaruhi tingkat kejelasan suara
ucapan di dalam ruangan kelas. Faktor ini terkait dengan seberapa besar energi
suara ucap yang harus dihasilkan seorang guru dibandingkan dengan tingkat
bising yang ada di dalam kelas. Suara guru berperan sebagai singal dan bising
latar belakang (dan waktu dengung) memberikan kontribusi pada Noise Level.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tingkat energi suara yang dihasilkan
guru disarankan 15 dB diatas tingkat bising di ruang kelas (Untuk dapat
memahami percakapan secara komprehensif, anak-anak memerlukan guru
berbicara 9 dB lebih keras dibandingkan orang dewasa). Apabila hal tersebut
dapat dicapai, maka proses belajar mengajar akan berlangsung dengan

komprehensif karena murid dapat memahami dengan baik apa yang disampaikan
oleh guru mereka.

Hal lain yang perlu dicatat adalah, otak manusia baru berkembang sempurna pada
saat usia mencapai 15 tahun. Hal ini juga mempengaruhi kemampuan mendengar
manusia, karena sistem auditory nerve terkait dengan perkembangan otak. Oleh
karena itu, kondisi lingkungan mendengar di ruangan belajar (ruang kelas) untuk
anak-anak ( < 15 tahun) menjadi lebih kritis dibandingkan dengan orang dewasa
(>15 tahun). Sebagai konsekuensi logis dari kondisi ini, pertimbangan akustik
pada perancangan ruang kelas untuk anak-anak (TK, SD dan SMP) menjadi lebih
perlu diperhatikan dibandingkan dengan ruang kelas untuk remaja-dewasa (SMA
dan Perguruan Tinggi).
Note: disarikan dari website http://www.classroomhearing.org/summary.html

Efek yang terjadi akibat sistem suara


1. GEMA
gema adalah pemantulan bunyi yang diterima oleh pendengar beberapa saat
setelah bunyi langsung. Contohnya adalah gema yang dihasilkan oleh dasar suatu
sumur, suatu bangunan, atau pada suatu ruangan, oleh dinding
CARA MENGATASI GEMA:
1. Menutup selah-selah dinding dengan kain atao semacamnya
2. Menggunakan peredan suara seperti : spons, kardus, kapuk, karpet dan lain
sebagainya
3. Menggunakan diffusor
4. Dan menggunakan panel serap

Daftar Rujukan

1. http://sipil.ft.uns.ac.id/index.php?
option=com_content&task=view&id=235&Itemid=1
2. https://www.scribd.com/doc/105390355/Sistem-Tata-Suara
3. Buku Utilitas Bangunan: Dwi Tangoro: Penerbit Universitas Indonesia,
2010