Anda di halaman 1dari 1

Analisis pembuatan Tempe

Dalam Analisis Usaha Pembuatan Tempe


Kedelai Skala Rumah Tangga di Kabupaten Semarang dapat diketahui bahwa
total rata-rata biaya yang dikeluarkan dalam pembuatan tempe kedelai di
Kabupaten Semarang selama ini adalah sebesar Rp 6.059.664,00, penerimaan
rata-rata sebesar Rp 6.762.000,00, keuntungan rata-rata sebesar Rp 702.356,00
dengan profitabilitas 11,6. Resiko usaha
sebesar Rp 618.333,33. Nilai Koefisien variansi sebesar 0,88. Batas bawah
keuntungan (-) Rp 534.310,66. Tingkat efisien yang dihasilkan ditunjukkan
dengan nilai R/C 1,1. Usaha Pembuatan Tempe Kedelai Skala Rumah Tangga
di Kabupaten Semarang memiliki resiko tinggi dan memiliki efisisensi
rendah. Dapat
diketahui bahwa industri tahu skala rumah tangga dapat meningkatkan
pendapatan keluarga di pedesaan. Hal ini dibuktikan dengan besarnya rata-rata
keuntungan per bulan yang diperoleh pada industri tahu yaitu Rp 518.700,078
untuk tahu putih dan Rp 846.233,765 untuk tahu goreng. Selain itu dapat
diketahui juga bahwa industri tahu sudah efisien. Hal ini dibuktikan dengan
nilai R/C rasio yang lebih besar dari satu, baik untuk tahu putih maupun tahu
goreng.
Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat diketahui bahwa usaha
pembuatan tempe dan usaha pembuatan tahu menghasilkan keuntungan.
Selain itu besarnya penerimaan dan besarnya biaya yang dikeluarkan akan
menunjukkan tingkat efisiensidari pengelolaan usaha tersebut. Meskipun dari
kedua usaha tersebut menghasilkan keuntungan, akan tetapi kedua usaha
tesebut tetap mempunyai kemungkinan adanya kerugian. Dengan kata lain
usaha yang dijalankan tetap mengandung resiko.