Anda di halaman 1dari 5

Deskripsi Batuan

Deskripsi batuan rijang


Di jumapai singkapan batuan sedimen non klastik, yaitu batuan rijang yang berwarna
kuning kecoklatan, batu ini memiki tekstur halus,memiliki ukuraan arenit, sortasi buruk,
bentuk butir membulat. Komposisi mineral terdiri dari : Campuran Silika koloidal, Opal,
Kalsedon. Rijang terutama di temukan dalam bentuk nodul pada batuan endapan gamping.
Proses proses pembentukan rijang sebagai hasil perubahan kimiawi pada pembentukan
batuan endapan terkompresi, pada proses diagenenis. Dan secara teori yang menyebutkan
bahwa bahan yang berupa gelatin yang mengisi rongga pada sedimen yang kemudaian akan
berubah menjadi silikat.

Deskripsi batuan marmer


Berdasarkan pengamatan di daerah ini juga terdapat jenis batuan metamorf nama
batuan marmer, karena terdiri dari mineral yang seragam, seperti kalsit dengan sedikit kuarsa
dan pirit dan grafit sehingga warna marmer sangat di tentukan dengan adanya
asesorisnya.dengan struktur non foliasi mempunyai ukuran butir yang tidak sama. tekstur
kasar(Gronoblastik), kekerasan<5. Komposisi mineral terdiri dari kalsit. Terdapat mineral
kalsit karena berbuih ketika di teteskan HCL.
Pada batuan marmer memiliki proses petrogenesa, batuannya merupakan batuan yang
terbentuk dari kristal-kristal kalsit, kristal tersebut terbentuk karena adanya gaya endogen dari
dalam bumi. Batuan ini yang merupakan proses metamorfisme pada batu gammping yaitu
proses yang merubah mineral mineral batuan gamping karena pengaruh atau respon kondisi
fisika dan kimia dalam kerak bumi. Batuan ini padat, kompak dan masive dapat terjadi karena
metamorfosa kontak.

Deskripsi batuan kuarsit


Berdasarkan pengamatan pada bayat 2 di temukan jenis batuan metamorf dengan
nama batuan kuarsit. Praktikan mulai dari warna setruktur, tekstur, dan komposisi
mineralnya.

Batu kuarsit pada pengamatan kali ini memiliki kenampakan warna putih, dengan
tekstur halus, setelah mengamati tekstur praktikan mengamati struktur, batuan ini. Srtuktur
yang di miliki batuan ini adalah non foliasi Hornfelsik, di katakan demikaian karena batuan
kuarsit ini menunjukan adanya butiran yang seragam, yang terbentuk pada bagian dalam
daerah kontak sekitar tubuh batuan.
Komposisi mineral yang terkandung dalam batu kuarsit ini ialah mineral kuarsa,
mineral ini sebagai pembentuk utama batuannya. Pada batuan ini memiliki petrogenesa
batuanya merupakan batuan metamorf yang terdiri dari kuarsa yang terbentuk dari batuan
asal, batu ini terjadi pada metamorfisme regional. Batuan ini mengalami kristalisasi pada
suhu 8000 C dan pada tekanan 5,5 kilobarr. Batuan ini pada mulannya terbentuk dari batuan
sedimen yana banyak mengandung mineral kuarsa seperti Graywack, jasper, flint dan lain.
Mineral SiO2 terbentuk pada tekanan dan suhu permukaan.

Deskripsi batuan andesit


Pada pengamatan ini di jumpai batuan andesit, batuan beku ini mempunyai
kandungan silika lebih tinggi. Secara umum batuan ini mempunyai warna yang menandakan
dengan baik akan kandungan silika dari lava, batuan ini terbentuk karena adanya
percampuran batu vulkanik dengan magma basalt dengan batuan batuan keras jenis granit
yang menghasilkan lava dengan komposisi intermediet. Batuan ini memiliki warna abu abu
gelap. Hal ini di karenakan batuan ini terbentuk secara cepat tanpa proses yang lama, yaitu
ketika gunung berapi di dasar ketika itu mengalami letusan yang sangat besar. Proses yang
sangat cepat ini membuat magma yang tersembur keluar dan membentuk lava dalam waktu
yang singkat untuk merubah warna yang gelap.
Batuan andesit memiliki strukrur yang kaitannya dengan waktu pembentukannya.
Struktur batuan andesit termasuk dalam struktur batuan beku masif, karena batuan ini tidak
menunjukan adanya sifat aliran atau jejak gas, dan batuan ini tudak menunjukan adanya
fragmen batuan lain di dalam tubuh batuan ini. Kemudian batuan ini memiliki tekstur yang
menerangkan hubungan antara masa kristal dengan masa gas. Selama pembentukan tekstur
tergantung pada kecepatan dan orde kristalisasi, dimana keduanya sangat tergantung pada
suhu, komposisi kandungan gas, viskositas magma, dan tekanan. Tekstur batuan ini halus,
karena ukuran diameternya rata rata kristal<1 mm. dan kekerasan batuan ini >5. Batuan ini

terdapat kemas yang meliputi bentuk butir batuan andesit, batuan ini memililki komposisi
mineral piroksen dan kuarsa.
Batuan andesit memiliki pH relatif netral bukan basa dan bukan asam

Batu gamping terumbu


Dalam praktikum kali ini praktikan melakukan pengamatan terhapad salah satu jenis
batu gamping. Batu ini ini memiliki fosil(sedimen orgnik) yang tertanam dalam tubuh
batuannya. Batu gamping berfosil ini di namakan batu gamping terumbu. Batu ini di amati
dan di teliti oleh praktikan yang meliputi jenis batuan, kekerasan, warna, struktur, tekstur dan
komposisi mineralnya.
Pertama tama praktikan menentukan jenis dari batu gamping terumbu dan setelah di
amati ternyata batu gamping berfosil ini termasuk batuan sedimen non-klastik yaitu batuan
yang terbentuk dari hasil denudasi atau dari hasil reaksi kimia dan bisa juga dari hasil
kegiatan organisme. Reaksi kimia yang di maksud adalah kristalisasi langsung atau reksi
organik(penggaraman unsur unsur laut).
Berdasrkan pengamatan, batu gamping karang berwarna gelap, dan batu gamping ini
memilki struktur sama halnya dengan batuan sedimen lainnya. Struktur ini merupakan suatu
kelainan dari perlapisan normal. Pada saat praktikan mengamati batu gamping berfosil ini,
maka dapat di simpulkan bahwa batu ini memiliki struktur fossiliferous, karena batuan ini
menunjukan adanya fosil terumbu karang yang di sebabkan oleh adanya siklus laut secara
berulang selama ribuan tahun yang di banjiri oleh pantai. Batuan ini memiliki tekstur dengan
tekstur kasar karena bagian dalam tubuhnya di penuhi oleh beberapa fosil organik, dan
ukuran rudit, dan batuan memiliki sortasi buruk dan bentuk butir batuan ini adalah .
Komposisi batuan ini terdiri dari Fragmen-Fosil koral (Nurmalites , sp), dan kalsit, Dolomit.
Kalsit dan dolomit termasuk dalam karbonat, karena ketika praktikan meneteskan HCL batu
ini berbuih.
Batu sekis
Pada pengamatan ini praktikan mengamati batuan sekis, untuk mendeskripsikan
batuan sekis ini, langkah langakah yang di lakukan penagmatan pengamatan sebelumnya.
Batuan ini merupakan jenis batuan metamorf karena pembentukannya melalui proses

metamorfosa suatu batuan induk. Batuan induk bisa berasal dari batuan beku, sedimen atau
batuan metamorf itu sendiri. Bahwa batuan ini terbentuk melalaui proses rekistralisai di
dalam kerak bumi yang keseluruhan atau sebagian besar terjadi dalam keadaan padat, yaitu
tanpa melalui fasa cair, sehingga terbentuk struktur akibat pengarruh temperatur dan tekanan.
Batuan sekis ini memliki warna coklat warnanya sangat sangat mencolok, selanjutnya
prakrtikan mengamati struktur dari batuan sekis, batuan ini memiliki struktur foliasi-skistosa.
Struktur yang menunjukan kesan sejajar karena terorientasi mineral pipih terbaentuk dari
butiran yang berukuran sedang. Setelah mengamati struktur, kemudian praktikan mengamati
tekstur dari batuan, untuk teksur setelah di amati termasuk dalam golongan tekstur
lapidoblastik yaitu dengan susunan mineral yang saling sejajar searah dengan mineral pipih.
Batu ini juga memmiliki kekerasan <2, setelah di amati batuan ini memiliki komposisi mika.

Batu lanau
Batu lanau adalah batuan sedimen klastik menengah dalam komposisi mineralnya
antara batu pasir dan lempung. Sebuah batu pasir dapat terlihat memiliki komponen yang
berbeda yang terlihat jelas, sedangkan batulempung hanya dapat terlihat menggunakan
mikroskop. Berdsarkan pengamatan batu lanau ini memiliki partikel partikel sangat halus,
namun masih cukup besar untuk ukuran pasir.
Batu lanau merupakan yang masuk dalam sedimen, karena batu ini terbentuk akibat
dari litifikashi bahan rombakan batuan asal atau denudasi. Batuan asal dapat dari batuan
beku, metamorf, dan sedimen. Fragmentasi batuan asal tersebut di mulai dari pelapukan
mekanis maupun secara kimiawi, kemudian terosi dan tertranportasi oleh aliran air menuju
suatu cekungan pengendapan. Setaelah pengendapan berlangsung, sedimen mengalami
diagenesa yang dapat merubah sedimen menjadi keras.
Berdasrkan pengamatan batu lanau memiliki warna merah abu-abu, batu lanau ini
memiliki jenis batuan sedimen, oleh karena itu batu lanau ini memiliki struktur sama halnya
dengan batuan sedimen lainnya. Struktur batuan sedimen ini merupakan suatu kelainan dari
perlapisan normal, karena proses pengendapan dan proses keadaan energi pembentuknya.
Pada pengamatan ini, maka praktikan menyimpulkan bahwa batu ini memilki sruktur
masif .

Kemudian tekstur batu lanau ini bisa di lihat dari beberapa hal. Tekstur dalam batuan
sedimen adalah suatu kanampakan yang berhubungan dengan, ukuran butir, bentuk butir, dan
susunannya. Butiran tersusun dan terikat oleh semen.
Setelah mengamati batu lanau ini memiliki ukuran butir arenit, denagn sortasi yang
baik. Sementara benyuk butir yang di miliki batuan ini adalah membundar, batu ini juga
memiliki kemas tertutup karena butiran batu lanau ini memiliki kemas tertutup karena butiran
saling bersentuhan satu sama lain, batuan ini memilki kekersan<2.
Praktikan juga tidak luput dalam mengamati dan meneliti komposisi mineral dari
batuan ini, setelah praktikn mengamati ternyata batu lanau tidak memiliki fragmen dan juga
matrik. Praktikan hanya menemukan semen dari batu lanau Mineral lempung-pasir gamping.
Praktikan juga menghitung kekar( 30o), stike(150), dan dip(50)

Deskkripsi batu pasir gamping


Batu pasir gammping adalah batu pasir yang minernya terdiri dari mineral batu
gamping, batu pasir gamping ini terjadi ketika permukaan atas batu gamping mengalami
pelapukan di karenakan perubahan cuaca, kemudian hasil pelapukan mengalami kompaksi,
karena di bawa oleh air lama kelamaan batuan pasir ini akan terbentuk dengan dukungan
tekanann dan temperatut tinggi. Batuan ini merupakan batuan sedimen klastik karena
tersusun oleh fragmen hasil rombakan batuan atau mineral batuan yang sudah ada, batuan ini
memiliki kekerasan <2 dengan tekstur batuan halus, dengan ukuran arenit, tentunya pengamat
juga melakukan identifikasi terhadap sortasi dan bentuk butir, batuan ini memililki bentuk
butir membulat, dan sortasi buruk. Komposisi mineral batuan ini gamping dan kalsit.