Anda di halaman 1dari 25

ANALISIS MISKONSEPSI TUMBUHAN

TINGKAT TINGGI PADA BUKU TEKS IPA


SMP NEGERI SE-KOTA MEDAN
Oleh: Nurazizah
(Guru SMP Negeri 12 Medan)
E-mail: nurazizah1971@gmail.com
ABSTRAK
NURAZIZAH, Analisis Miskonsepsi Tumbuhan Tingkat Tinggi pada Buku Teks
IPA SMP Negeri se-kota Medan. Tesis, Medan: Program Pascasarjana
Universitas Negeri Medan, Juni, 2011

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi dalam buku teks


IPA yang digunakan oleh SMP Negeri se-kota Medan khususnya pada materi
respirasi, fotosintesis, reproduksi, klasifikasi, pertumbuhan, struktur tumbuhan,
gerak tropisme pada tumbuhan. Menghitung persentase miskonsepsi pada tiap
buku, sub konsep tumbuhan tingkat tinggi, persentase miskonsepsi pada tiap kelas
dan tiap kategori miskonsepsi pada seluruh buku teks IPA. Penelitian dilaksanakan
di SMP Negeri sekota Medan dengan teknik pengambilan sampel buku teks IPA
dalam penelitian ini digunakan sampel wilayah atau area probability sample.
Sampel buku terdiri dari 13 buku teks IPA. Buku yang diteliti terdiri dari buku
kelas VII, VIII, dan IX. Objek penelitian terdiri dari seluruh materi yang berkaitan
dengan tumbuhan tingkat tinggi yang terdapat pada buku kelas VII, VIII, dan IX.
Analisis data dilakukan dengan menghitung persentase miskonsepsi pada buku teks
IPA. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa persentase buku yang paling tinggi
miskonsepsi adalah buku VIII-1T (20,68%). Persentase miskonsepsi pada tiap sub
konsep Tumbuhan Tingkat Tinggi, menunjukkan bahwa sub konsep yang paling
tinggi miskonsepsi adalah sub konsep fotosintesis (34,28%) dan yang paling
rendah sub konsep struktur tumbuhan (3,44%). Persentase miskonsepsi pada tiap
kelas, menunjukkan bahwa persentase miskonsepsi buku kelas VIII (58,62%),
kelas VII (34,48%) dan kelas IX (6,89%). Kategori miskonsepsi terbesar pada
buku teks IPA SMP di Medan adalah pada kategori overgeneralization (37,93%),
dan terkecil adalah misidentification (3,44%). Hasil penelitian menunjukkan
secara umum buku teks IPA menggunakan miskonsepsi, terutama buku kelas
VIII.

Kata kunci : Miskonsepsi, tumbuhan tingkat tinggi, buku teks IPA

The Misconceptions Analysis about Higher plants used in Junior


High School Scientific Textbooks in Medan
Oleh: Nurazizah
(Guru SMP Negeri 12 Medan)
E-mail: nurazizah1971@gmail.com

ABSTRACT
NURAZIZAH, The Misconceptions Analysis about Higher plants used in Junior
High School Scientific Textbooks in Medan. Tesis Medan : Postgraduate of
Medan State University,June 2011
This study aimed to analyze the misconceptions about higher plants used
in junior high school scientific textbooks used in Medan, to special in topic
respiration, photosynthesis, reproduction process, growth, plant structure and
tropisme. The calculating misconception scientific texbooks, sub conceps higher
plant, percentage in class and percentage misconception category in scientific
texbooks. Research was conducted for at Junior high schools in Medan with
science textbooks used area probability sample. The samples were 13 scientific
textbooks for junior high school for grade VII, VIII, and IX. The data analyzeed
by calculating the percentage of misconceptions used in those scientific textbooks.
The finding of the study showed that the highest percentage of misconception
used in VIII-1T (20,68%). The percentage misconception of each sub-concept of
higher plants, showed that the sub concepts of the highest percentage of
misconception was about sub concept of photosynthesis (34,28%) and the lowest
percentage was a sub concept of plant structure (3,44%). Every percentage
misconception showed that the misconception used in grade VIII books was
(58,62%), VII (34,48%) and was IX (6,89%). The highest percentage was
overgeneralization category (37,93%), and the lowest was misidentification
category (3,44%). The results of this study showed that general scientific
textbooks used misconception, especially the books for grade VIII.

Keywords: Misconceptions, Higher plants, Scientific textbooks

di sekolah dan pekerjaan rumah.

BAB I

Buku

PENDAHULUAN

teks

kurikulum

sering
sains

yang

dialami

Buku teks merupakan bagian

sumber utama pengetahuan untuk

yang tidak terpisahkan dari proses

siswa (Gottfried,1992:35). Dengan

pembelajaran

baik

sekolah

demikian, ketersediaan buku teks

maupun

perguruan

tinggi.

akan memberikan pengaruh yang

Pengalaman penulis sebagai guru

utama terhadap hasil belajar siswa

pada

terutama di negara dunia ketiga

di

waktu

di

memberikan

pembelajaran di sekolah menengah


pertama

sering

sehingga

harus

Latar Belakang Masalah

1.1.

siswa

dianggap

menjadi

(Soyibo, 1995:345).
Buku

menemukan

teks

memegang

kesalahan-kesalahan di dalam buku

peranan penting di dalam proses

teks

terbitan

pembelajaran IPA. Oleh karena itu

Nasional

kemampuan guru untuk memilih

maupun terbitan lainnya. Kesalahan

buku teks IPA yang baik sangat

tersebut tentu dapat mempengaruhi

diperlukan. Buku teks IPA sangat

pemahaman siswa tentang konsep

banyak dan beragam yang tersedia di

yang kurang atau tidak tepat tersebut.

pasaran dan tentu dengan kualitas

Sampai saat ini buku teks

yang berbeda. Pada buku teks IPA

masih merupakan sumber informasi

menurut beberapa hasil penelitian,

utama di dalam proses pembelajaran,

Abimbola

baik bagi guru maupun siswa. Storey

Deshmukh & Deshmukh, (2008:122)

(1989:271)

bahwa

menyatakan bahwa guru biologi di

Pembelajaran sains pada umumnya

Amerika menggunakan buku teks

dan biologi khususnya berpusat pada

dalam

buku teks. Buku teks digunakan

Lebih dari 90% guru menggunakan

guru untuk menyampaikan materi

buku

dan bahkan menentukan strategi

pembelajaran.

pembelajarannya

dan

siswa

(1987:419) buku teks digunakan

menggunakannya

sebagai

sumber

dalam 75% proses pembelajaran dan

informasi untuk mengerjakan tugas

90% dalam mengerjakan pekerjaan

biologi

Departemen

baik

Pendidikan

menuliskan

dan

proses

teks

Baba

dalam

pembelajarannya.

dari

90%

Menurut

waktu
Blystone

Penelitian

rumah. Di Indonesia juga guru IPA


menggunakan buku teks

dalam

yang

berkaitan

dengan buku teks IPA sangat penting


untuk dilakukan untuk memperbaiki

proses pembelajaran.
Begitu pentingnya buku teks

kesalahan dan miskonsepsi pada

maka guru sangat berperan penting

buku

di dalam memilih buku teks. Guru

(1992:313)

memiliki fungsi sebagai filter

buku teks memiliki peranan penting

untuk menyeleksi ketidaktepatan isi

dalam pengajaran IPA, isi dari buku

atau metodologi sains. Apakah buku

teks

teks telah menampilkan isi (content),

bagaimana siswa dapat memahami

hakekat, dan metodologi sains yang

buku teks tersebut sehingga perlu

tepat?

tersebut

sekali dilakukan penelitian terhadap

merupakan pertanyaan yang sering

buku. Jelaslah bahwa buku masih

didiskusikan pada akhir-akhir ini.

merupakan bahan penelitian yang

Hal ini disebabkan meningkatnya

masih perlu dikembangkan.

Pertanyaan

teks

IPA

IPA.

Finley

menuliskan

sangat

et

al.

bahwa:

menentukan

buku

Dari hasil survei pada 19

sains yang ditulis secara inhouse,

SMP Negeri se-kota Medan terhadap

yaitu para penulis bekerja untuk

judul buku teks IPA yang digunakan,

penerbit. Hal ini akan mengikis

diketahui ada 13 macam judul buku

integritas ilmiah dan isi sains, para

IPA yang digunakan di SMP Negeri

penulis cenderung tidak menjadi

sekota

seorang ilmuwan dan teks yang

diketahui dari buku tersebut yaitu

ditulisnya

oleh

miskonsepsi pada konsep: Respirasi,

Berdasarkan

Fotosintesis, Reproduksi, Klasifikasi,

kecenderungan

banyaknya

tidak

komunitas

ilmiah.

pengalaman
ditemukan

direview

sendiri

masih

konsep-konsep

yang

Medan.

Hal

yang

akan

Pertumbuhan, Struktur Tumbuhan,


Gerak

tropisme,

Transportasi

dan

tumbuhan dan Respon tumbuhan.

alternatif.

Penelitian ini dibatasi pada analisis

Oleh karena itu guru harus memiliki

miskonsepsi pada materi tumbuhan

kemampuan dan pedoman untuk

tingkat

memilih buku teks IPA.

tumbuhan tingkat tinggi merupakan

kurang

tepat,

memerlukan

miskonsepsi
konsepsi

tinggi,

karena

materi

materi esensial yang terdapat pada

buku IPA kelas VII, VIII dan IX,

fotosintesis?,

pentingnya

miskonsepsi

pemahaman

siswa

(3)
pada

Apa

saja

materi

proses

terhadap konsep tumbuhan tingkat

reproduksi pada tumbuhan?, (4) Apa

tinggi yang terdapat pada buku kelas

saja miskonsepsi materi klasifikasi?,

VII,

(5) Apa saja miskonsepsi materi

VIII,

dan

IX,

menimbulkan

miskonsepsi

siswa

guru

dan

sering
pada

berdasarkan

pertumbuhan?,

(6)

Apa

saja

miskonsepsi pada materi struktur

penelitian-penelitian

tumbuhan, (7) Apa saja miskonsepsi

terdahulu.Temuan hasil penelitian

materi

Hersey dalam Dikmenli, Cardak,

tumbuhan?,

(8)

Oztas (2009:430) juga menunjukkan

miskonsepsi

materi

berbagai miskonsepsi pada konsep

tumbuhan?, (9) Berapa persentase

tumbuhan terdapat pada buku teks

miskonsepsi pada tiap buku teks

yang digunakan siswa.

IPA?,

Buku

yang

mengandung

gerak

(10)

miskonsepsi

tropisme

pada

Apa

saja

transportasi

Berapa
tiap

persentase

sub

miskonsepsi jika diajarkan oleh guru

tumbuhan

tanpa

miskonsepsi

Berapa persentase miskonsepsi pada

tersebut tentu dapat menyebabkan

tiap kelas?, (12) Berapa persentase

miskonsepsi pula terhadap siswa.

kategori miskonsepsi pada seluruh

Selanjutnya

buku teks IPA?

memperbaiki

miskonsepsi

tersebut

akan melekat pada diri siswa tersebut


dan

dapat

pemahamannya

1.3.

konsep

tinggi?,

(11)

Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk

mempengaruhi
tentang

tingkat

konsep

menganalisis

miskonsepsi

dalam

biologi di masa depan.

buku teks IPA yang digunakan di

1.2.

Perumusan Masalah

SMP sekota Medan khususnya pada

Adapun

rumusan masalah

materi respirasi, fotosintesis, proses

dalam penelitian ini adalah sebagai

reproduksi, klasifikasi, pertumbuhan,

berikut : (1) Apa saja miskonsepsi

struktur tumbuhan, gerak tropisme

dalam

pada

buku

teks

IPA

yang

tumbuhan

dan

transportasi

digunakan di SMP sekota Medan

tumbuhan. Menghitung persentase

khususnya pada materi respirasi?, (2)

miskonsepsi pada tiap buku teks

Apa saja miskonsepsi pada materi

IPA, tiap sub konsep tumbuhan

tingkat

tinggi,

persentase

pekerjaan rumah menurut Adisenjaya

miskonsepsi pada tiap kelas dan

(2007:2).

Di

dalam

persentase kategori miskonsepsi pada

pembelajaran, guru dan siswa tidak

seluruh buku teks IPA.

pernah lepas dari buku teks. Guru


hanya

BAB II

proses

menyandarkan

pembelajarannya pada buku teks.

KERANGKA TEORETIS

Begitu pentingnya peranan

2.1. Peranan Buku Teks dalam

buku teks dalam proses pembelajaran

Pembelajaran IPA
Buku teks merupakan bagian

maka, buku teks yang mengalami

tidak

dalam

miskonsepsi

dapat

pembelajaran IPA dan kurikulum

miskonsepsi

pada

sains serta memegang peranan sangat

siswa. Miskonsepsi dapat terjadi di

penting

membentuk

dalam dan di luar sekolah. Jika

pembelajaran sains. Abimbola dan

miskonsepsi terjadi di sekolah maka

Baba

&

guru dan buku merupakan sumber

Deshmukh, (2008:122) menyatakan

terjadinya miskonsepsi pada siswa.

bahwa guru biologi di Amerika

Selain kedua hal tersebut, faktor

menggunakan

dalam

lingkungan di luar sekolah juga

proses pembelajarannya. Lebih dari

merupakan komponen yang dapat

90%

turut berperan dalam menimbulkan

yang

terpisahkan

di

dalam

dalam

guru

teks

buku

teks

sekolah

menggunakan
buku

Deshmukh

dan

menengah

mengandalkan

terjadinya

memberikan

pelajaran.

untuk

menyebabkan
guru

miskonsepsi
Terdapatnya

maupun

dalam
kesalahan

instruksi dan memberikan pekerjaan

dan miskonsepsi pada buku teks

rumah menurut Chiappetta, Ganesha,

biologi telah dilaporkan oleh Storey

Lee

dalam

(1989, dan 1992) untuk konsep

Oztas

fotosintesis,

dan

Philips

Dikmenli,Cardak,

dan

struktur

sel,

jauh

metabolisme sel, energetika sel dan

berbeda dengan kondisi di Indonesia

fisiologi sel. Odom (1993:472) juga

bahwa

menyatakan

(2009:430).

Hal

ini

tidak

kebanyakan

guru

adanya

miskonsepsi

menggunakan paling tidak satu buku

pada konsep potensial sistem saraf

ajar baik untuk pembelajaran di kelas

pada lima buku teks dari enam buah

maupun untuk memberi tugas dan

buku teks yang diteliti.

Buku teks merupakan sumber


pengetahuan
dikomunikasikan

Buku pelajaran harus ditulis dalam

yang

harus

bahasa fasih yang dapat dengan

oleh

sekolah,

mudah dipahami oleh siswa dan

merupakan instrumen dasar dalam

harus

mengorganisasikan kurikulum dan

sistematis

dalam

sebagai alat dasar dalam proses

pengetahuan

dan

pembelajaran.

konsep-konsep

Tamir

menyatakan

bahwa

(1985:93)
buku

teks

menjamin

Dikmenli,

akan tetap menjadi penentu utama

(2009:436).

tetap

memerlukan

pemahaman
(Ajewole,

Cardak,

Beberapa

dari kurikulum sains di sekolah.


masih

belajar,

Shymansky, Yore & Bagus, dalam

merupakan faktor penentu dan masih

Guru

peningkatan

berasal

dari

dan

Oztas

miskonsepsi
buku

teks

yang

kehadiran buku teks karena guru

digunakan siswa. Untuk itulah sangat

memiliki

untuk

penting bahwa buku teks dibuat

percaya pada buku teks. Buku teks

dengan benar dan secara konseptual

berfungsi

storehouse,

juga benar. Kesalahan yang tertulis

communicator

dalam buku teks akan mudah dicerna

kecenderungan

sebagai

organizer,

dan

pengetahuan

standar

bagi

siswa

memperoleh miskonsepsi. Buku teks

(Dreyfus, 1992:11).
Blystone

dan

siswa dan dengan demikian mereka

Wandersee

perlu dilihat secara teliti, baik oleh

dalam Dikmenli, Cardak, dan Oztas

pakar

(2009:435), menyatakan bahwa para

pendidikan IPA. Kerja sama antar

penulis buku pelajaran harus berhati-

mereka

hati dengan isu dan istilah tidak

menyusun buku teks yang baku.

sepenuhnya

2.2. Peranan Guru dalam Memilih

diterima

oleh

opini

publik tentang sains sehingga tidak


harus digunakan dalam buku teks

IPA

maupun

menjadi

oleh

penting

pakar

dalam

Buku Teks
Guru sangat berperan penting

itu,

buku

di dalam memilih buku teks. Guru

pengajaran

harus

memiliki fungsi sebagai filter

diatur dalam urutan yang sistematis

untuk menyeleksi ketidaktepatan isi

dalam dari segi konten (isi).

atau metodologi sains. Apakah buku

biologi.

Oleh

sebagai

bahan

karena

teks telah menampilkan isi (content),

hakekat, dan metodologi sains yang

untuk membuat keputusan dalam

tepat?

kehidupan sehari-hari.

Pertanyaan

tersebut

Buku

merupakan pertanyaan yang sering

teks

merupakan

didiskusikan pada akhir-akhir ini.

falsafah baru dalam pendidikan yang

Hal ini disebabkan meningkatnya

terpusat pada inkuiri ilmiah dan tidak

kecenderungan

buku

lagi merupakan alat utama tetapi

sains yang ditulis secara inhouse,

merupakan produk antara diantara

yaitu para penulis bekerja untuk

yang dimaksudkan oleh pengembang

penerbit. Hal ini akan mengikis

dengan situasi pembelajaran. Dengan

integritas ilmiah dan isi sains, para

demikian

peranan

guru

adalah

penulis cenderung tidak seorang

mentransformasikan

dan

men-

ilmuwan dan teks yang ditulis tidak

terjemahkan materi pembelajaran ke

direview oleh komunitas ilmiah.

dalam situasi belajar. Buku teks

banyaknya

Seharusnya buku teks sains

merupakan buku yang berisi materi

harus ditulis oleh penulis yang selalu

dan

mengendalikan teks yang ditulisnya.

dirancang untuk menolong siswa

Buku teks IPA harus menampilkan

belajar mengubah informasi faktual

sains sebagai ilmu yang dinamis,

dalam kerangka refleksi dan analisis

sebagai sains eksperimen

bukan

pengalaman

inkuiri

merupakan kumpulan fakta-fakta dan

2.3.

istilah-istilah. Keterampilan proses

Memahami BukuTeks

Peranan

Siswa

yang

dalam

untuk

Ac, Ozkan, & Tekkaya

membangun dasar sains yang perlu

(2001: 35) menyatakan bahwa siswa

dialami

memiliki

sains

harus

digunakan

siswa. Maka siswa perlu

mengalami

sains

dengan

banyak

konsep-konsep

alternatif dalam biologi di Turki.

mengerjakan sains (learning science,

Miskonsepsi dapat terjadi

learning about science, and doing

siswa karena siswa tidak menguasai

sceience). Rasionalnya adalah bahwa

konsep-konsep

pengembangan keterampilan proses

suatu prasyarat bagi pemahaman

sains merupakan hal yang sangat

konsep lanjutannya.

penting dalam belajar sains dan

di dalam mereview kesalahan buku

memiliki aspek penerapan praktis

teks menyatakan : "Pemberian nama

yang

pada

merupakan

Storey (1989)

("reaksi gelap") adalah contoh suatu

tahun terakhir yang difokuskan pada

kesalahan

dan

nama

penentuan konsepi alternatif dalam

tersebut

tidak

yang

ilmu pengetahuan dan pengaruhnya

berimplikasi pada pemahaman reaksi

bagi pemahaman siswa di masa

fotosintesis sehingga disebut sebagai

depan.

reaksi gelap pada tumbuhan hijau".

merupakan

Ketidakpahaman

mempengaruhi

konsep

pemberian
akurat,

siswa

fotosintesis

terjadinya

tentang

menyebabkan

miskonsepsi

Konsepsi

belajar

faktor

alternatif
negatif

aktivitas

siswa

yang
utama

Alternatif

atau

mengenai

kesalahpahaman menyiratkan pola

konsep reaksi gelap dan terang pada

berpikir yang tidak sesuai dengan

proses fotosintesis. Banyak siswa

realitas

menganggap

Tekkaya, 2002:265).

reaksi

gelap

pada

fotosintesis terjadi pada malam hari.


Faktor
menjadi

lain

yang

penyebab

miskonsepsi

dapat

terjadinya

ialah

karena

ilmiah

pemikiran ini

(Bahar,

2003:63;

Karena pola

dikembangkan oleh

sebagian besar siswa berdasarkan


interpretasi

mereka

bertentangan

sendiri

dan

sains,

dan

dengan

beragamnya contoh yang ada di alam

merupakan hambatan besar terhadap

bebas sementara jumlah contoh yang

pendidikan sains menurut Driver

tersedia tidak cukup memadai untuk

dalam Dikmenli, Cardak, dan Oztas

merepresentasikan

(2009:429).

Hal

Situasi ini menjadi lebih rumit pada

menyebabkan

konsepsi

konsep yang bersifat abstrak. Konsep

atau kesalahpahaman yang biasanya

abstrak umumnya disajikan dalam

terjadi pada buku, guru dan siswa.

bentuk analogi ataupun visualisasi

Pemahaman guru atau pemahaman

dalam bentuk gambar, bagan, atau

siswa dalam buku pelajaran juga

reaksi kimia. Terjadinya miskonsepsi

dapat menyebabkan konsep-konsep

konsep-konsep IPA pada siswa maka

alternatif

akan menurunkan prestasi belajar

Sewell dalam Dikmenli, Cardak, dan

IPA

Oztas (2009:430)

dan

suatu

dapat

konsep.

menghambat

Ada

banyak

diselenggarakan

studi

dalam

akan
alternatif

menurut Barrass dan

Miskonsepsi

perkembangan IPA.

ini

banyak

di-

yang

temukan baik pada siswa sekolah

beberapa

dasar, lanjutan dan mahasiswa. Hasil

10

studi

tentang

menghasilkan

miskonsepsi
sejumlah

telah

informasi

tersebut dapat berlanjut


tahun

dan

sepanjang

mungkin

merupakan

tentang konsepsi alternatif dan telah

hambatan yang signifikan dalam

meningkatkan kesadaran para guru

proses pemahaman siswa menurut

sains tentang kesulitan mengajar

Bahar dalam Dikmenli, Cardak, dan

sains

Oztas (2009:430).

menurut

Odom

dalam

Dikmenli, Cardak, dan Oztas (2009:

2.4. Klasifikasi Miskonsepsi pada

430).

Buku Teks Biologi

Penelitian

yang

berkaitan

Para

dengan miskonsepsi telah banyak

peneliti

miskonsepsi

dilakukan menurut Odom dalam

menemukan ada berbagai macam

Dikmenli,

miskonsepsi pada buku teks. Hershey

Cardak,

(2009:430)

dan

diantaranya

miskonsepsi

siswa

pembelahan

Oztas

sel

tentang
(Dikmenli,

dalam

Dikmenli,

setiap konsep alternatif


dalam

(Bishop dan Anderson, 1990:426).

kurikulum

Hal

banyak

paling

penting

dari

oztas

(2009:430) telah menyatakan bahwa

2010:246); seleksi alam dan evolusi

yang

Cardak,

buku

teks,

artikel

dapat
guru

yang ada
atau

menyesatkan
dan

penemuan adanya miskonsepsi ini

diklasifikasikan

adalah bahwa miskonsepsi yang

konsep-konsep alternatif dari hasil

pernah

diperoleh

waktu

penelitiannya dan bahan tertulis yang

sekolah

masih

atau

terkait dengan tumbuhan ada 5

menurut

kategori. Kategori tersebut yaitu :

siswa

tetap

ada

menetap pada dirinya

lebih

siswa,
dari

50

Odom dalam Dikmenli, Cardak, dan

misidentifications,

Oztas (2009:430).

tions, oversimplifications, obsolete

Konsep-konsep

alternatif

concepts

and

sangat luas dalam pendidikan formal

generalizations.

menurut Bishop & Anderson dalam

adalah

Dikmenli,

mengidentifikasi

Cardak,

dan

Oztas

overgeneraliza-

terms,

under-

Misidentifications

kesalahan
suatu

dalam
konsep

(2009:430) dan secara signifikan

biologi. Contoh : Oksigen yang kita

tahan

Jika

konsumsi digunakan oleh organ-

kesalahan dan miskonsepsi tidak

organ dalam tubuh kita". Oksigen

terdeteksi sangat dini, maka hal

diambil tubuh tidak digunakan organ

terhadap

perubahan.

11

tetapi digunakan oleh sel/ jaringan.

senyawa organik yang diperlukan

Overgeneralizations adalah terlalu

"Kloroplas" dibutuhkan tumbuhan

mengumumkan

untuk proses fotosintesis . Glukosa

(menggeneralisasikan) contoh: ruang

bukanlah produk fotosintesis utama.

lingkup

hayati

Hampir tidak ada glukosa bebas yang

tanaman kadang-kadang diminimal-

dihasilkan dalam fotosintesis. Untuk

kan. Overgeneralizations memini-

mengurangi

malkan

hayati.

(miskonsepsi) ini perlu memberikan

guru

persamaan ringkasan berikut untuk

Dalam

keanekaragaman

keanekaragaman
pengajaran

biologi

sering menyatakan bahwa semua

fiksasi

tanaman

tumbuhan:

melakukan

fotosintesis.

kesalahpahaman

karbon

fotosintesis

pada

kloroplas, cahaya, mineral nutrisi

Meskipun kurang dari 1% dari jenis


tumbuhan, termasuk bunga terbesar,

Rafflesia arnoldii. Buku pelajaran

>> O 2 + (C 6 H 10 O 5 ) n [pati]

O + CO

>>>>>

Buku Biologi sering menggambarkan

Obsolete concepts and terms

tumbuhansebagai organisme tanah.

adalah konsep dan istilah yang sudah

Seagrasses,

berbunga

lama (usang), contoh : beberapa

yang hidup tenggelam di perairan

istilah usang pada kingdom plantae

laut dangkal.

setelah direstrukturisasi. Saprophyte

Oversimplifications
adalah
Penyederhanaan.
Banyak
kesalahpahaman
yang
terlalu
menyederhanakan konsep, terutama
di tingkat sekolah dasar. Seperti "
penyederhanaan ekstrem " dalam
mengajar tumbuhan bukanlah hal
miskonsepsi
baru.
Persamaan
fotosintesis adalah beberapa dari
contoh penyederhanaan,
yaitu:
6 CO 2 + 6 H 2 O Cahaya matahari, klorofil
6O 2 + C 6 H 12 O 6

didefinisikan sebagai tanaman yang

Penjelasan

tumbuhan

fotosintesis

adalah

contoh oversimplifikasi.

Klorofil

saja tidak cukup untuk fotosintesis


tumbuhan.

Banyak

enzim

dan

mendapatkan
organik

energi

mati.

dianggap

dari

Tanaman

saprophytes,

bahan
pernah
seperti

Monotropa uniflora, kini dikenal


Cendawan

mikoriza.

"Saprofit"

adalah istilah yang usang karena


organisme yang mendapatkan energi
dari bahan organik mati, seperti
beberapa

jamur,

tidak

lagi

di

masukkan dalam Kingdom plantae.


Undergeneralizations adalah
suatu

konsep

yang

terlalu

12

dikhususkan. Misal kloroplas adalah


organel

yang

tumbuhan

ada

hanya

hijau,

3.3.

pada

sebenarnya

Defenisi Operasional
Fowler

(2005:5)

dalam

menjelaskan

Suparno
bahwa

kloroplas juga terdapat pada protista.

miskonsepsi adalah pengertian yang

Contoh: Euglena memiliki kloroplas

tidak

dan mampu berfotosintesis.

penggunaan

akan

konsep

yang

konsep,
salah,

klasifikasi contoh-contoh yang salah,

BAB III

kekacauan

METODE RISET
3.1.

akurat

konsep-konsep
dan

hubungan

yang

Sumber Data

berbeda,

Sumber data dalam penelitian

konsep-konsep yang tidak benar.


Suparno

ini adalah seluruh materi Tumbuhan

hirarkis

(2005:

4)

tingkat tinggi yang terdapat pada

mendefenisikan miskonsepsi sebagai

buku teks IPA yang digunakan oleh

salah konsep menunjuk pada suatu

SMP Negeri se-kota Medan

pada

konsep yang tidak sesuai dengan

Pelajaran 2010/2011. Buku

pengertian ilmiah atau pengertian

teks tersebut terdiri dari kelas VII,

yang diterima para pakar dalam

VIII dan IX. Dalam pengambilan

bidang tersebut.

Tahun

sampel buku teks IPA digunakan

Defenisi miskonsepsi yang

sampel wilayah atau area probability

digunakan

dalam

penelitian

sample.

adalah defenisi yang digunakan oleh

3.2.

Disain Penelitian

Hersey dalam Dikmenli, Cardak,

Penelitian ini menggunakan

Oztas

(2009:430).

ini

Miskonsepsi

metode deskriptif kuantitatif, karena

dalam buku teks ada 5 kategori.

bertujuan

Kategori

untuk

menganalisis

tersebut

yaitu:

miskonsepsi pada konsep tumbuhan

oversimplifications, overgeneraliza-

tingkat tinggi yang terdapat di dalam

tions, obsolete concepts and terms,

buku teks IPA yang digunakan oleh

undergeneralizations

SMP Negeri se-kota Medan. Seluruh

entifications.

miskonsepsi

adalah

yang

terdapat

pada

dan

misid-

Oversimplifications

menyederhanakan

suatu

materi tumbuhan tingkat tinggi yang

konsep. Overgeneralizations adalah

dianalisis terdiri dari 5 kategori

kesalahan dalam buku teks yang

miskonsepsi.

terlalu mengumumkan suatu konsep.

13

Tehnik analisis data dalam

Obsolete concepts and terms adalah


kesalahan pada buku teks yang masih

penelitian

menggunakan istilah yang sudah

tehnik analisis buku teks, dengan

tidak

metode statistik deskriptif. Dengan

sesuai

lagi

dengan

cara

perkembangan.
Undergeneralizations adalah

konsep

ini

dilakukan

menuliskan
dari

buku

dengan

perbandingan
yang

diteliti

kesalahan yang terdapat pada buku

dengan buku sumber teks asing yang

teks yang terlalu mengkhususkan

dijadikan acuan dalam hal ini buku

suatu

teks Biologi karangan Campbell,

konsep.

adalah

Misidentifications

kesalahan

dalam

Reece,

Mitcell

(2006),

1996),

dan

Kimball

mengidentifikasi suatu konsep.

(terjemahan

jurnal

3.4.

Tehnik Pengumpul Data

internasional yang berkaitan dengan

Data dikumpulkan melalui

konsep tersebut.

tehnik analisis buku teks. Teknik ini

BAB IV

terdiri dari analisis miskonsepsi buku

PEMBAHASAN DAN DISKUSI

teks pada materi Tumbuhan Tingkat


Tinggi

berdasarkan

kategori.

4.1. Pembahasan
Hasil

persentase

kategori

Kategori yang dijadikan referensi

miskonsepsi pada tiap buku teks

meliputi:

IPA, menunjukkan bahwa persentase

Oversimplification
konsep),

buku yang paling banyak mengalami

Overgeneralization (Me-ngumumkan

miskonsepsi adalah buku VIII-1T

suatu konsep), Obsolete Concepts

(20,68%) dan yang tidak mengalami

And Terms (Konsep dan istilah yang

miskonsepsi adalah buku IX-1WT

telah

dan IX-3W.

(Penyederhanaan

suatu

usang),

Misidentification,(Kesalahan
identifikasi

suatu

konsep),

Undergeneralization
(Mengkhususkan

suatu

konsep),

menurut Hersey dalam Dikmenli,


Cardak, Oztas (2009:430).
3.5.

Tehnik Analisis Data

14

miskonsepsi pada materi tumbuhan


tingkat tinggi. Siswa dan guru dapat
mengalami
apabila

berbagai

buku

miskonsepsi

teks

IPA

yang

mengandung miskonsepsi tersebut


tidak diperbaiki sedini mungkin.
Persentase miskonsepsi pada
tiap sub konsep Tumbuhan Tingkat
Gbr. 4.1 Persentase Miskonsepsi pada tiap
buku teks IPA

Tinggi, menunjukkan bahwa sub


konsep

yang

paling

banyak

Buku kelas VIII SMP sangat

mengalami miskonsepsi adalah sub

banyak membahas materi tentang

konsep fotosintesis (34,28%) dan

Sistem dalam Kehidupan Tumbuhan

yang paling sedikit adalah sub

antara

lain: Struktur Tumbuhan,

konsep struktur tumbuhan (3,44%).

Proses Transportasi, Cara Tumbuhan

Hal ini disebabkan buku teks yang

Memperoleh Energi, Macam Gerak

digunakan guru dan siswa tidak

pada Tumbuhan serta Hama dan

sesuai dengan konsep ilmiah pada

Penyakit pada Tumbuhan. Buku teks

saat

IPA yang tidak benar tentang konsep

pemahaman

tumbuhan

tentang

dikhawatirkan

akan

penulisan
guru

buku

tersebut,

yang

konsep

dangkal

fotosintesis

mempengaruhi pemahaman siswa

dikhawatirkan

tersebut nantinya di kelas XI SMA.

memperbaiki kesalahan pada buku

Berdasarkan

hasil

tidak

dapat

teks dan akhirnya hal tersebut akan

persentase, umumnya seluruh buku

mempengaruhi siswa. Untuk

teks IPA yang digunakan oleh SMP

diperlukan penelitian lebih lanjut

Negeri

tentang konsep-konsep yang terdapat

di

Medan

mengalami

miskonsepsi pada tiap kategori di

pada

beberapa sub konsep yang terdapat

keseluruhan untuk menghilangkan

pada buku IPA.Dari 13 buku yang

miskonsepsi buku teks di masa

menjadi objek penelitian ini 10 buku

depan.

mengalami miskonsepsi dan hanya 3


buku teks IPA yang tidak mengalami

buku

teks

IPA

itu

secara

15

Gambar 4.3. Persentase miskonsepsi


tiap kelas pada seluruh kategori
miskonsepsi
Kategori

miskonsepsi

terbesar pada buku teks IPA SMP di


Medan

adalah

pada

kategori

Overgeneralization (37,93%), dan


Gambar4.2Persentase
miskonsepsi
pada
seluruh kategori miskonsepsi pada
tiap sub konsep tumbuhan tingkat
tinggi.

terkecil

adalah

Misidentification

(3,44%).

Persentase miskonsepsi pada


tiap

kelas,

menunjukkan

bahwa

persentase miskonsepsi buku kelas


VIII (58,62%), kelas VII (34,28%)
dan

kelas

IX

(6,89%).

Buku

kelasVIII merupakan buku yang


paling banyak membahas materi
tumbuhan
diperlukan

oleh

karena

itu

konsep yang benar

tentang tumbuhan

di buku kelas

VIII. Sedangkan buku kelas VII dan

Gambar
4.4.
Persentase
Kategori
Miskonsepsi pada buku teks IPA SMP

4.2 Diskusi

IX hanya sedikit membahas tentang


konsep tumbuhan.

Penelitian

ini

mendukung

hasil penelitian terdahulu diantaranya


Bishop dan Anderson (1990:427);
Soyibo(1995:351),

miskonsepsi

siswa tentang res-pirasi), Schussler


(2008:1696), miskonsepsi tentang
reproduksi tumbuhan, bunga dan
buah,
Cardak,

Hersey

dalam

Oztas

miskonsepsi

Dikmenli,

(2009:

tentang

434)
respirasi

anaerob pada pertumbuhan biji dan

16

reaksi fotosintesis. Hal yang paling

(34,28%) dan yang paling sedikit

penting

adanya

mengalami miskonsepsi yaitu konsep

bahwa

struktur tumbuhan (3,44%).

dari

miskonsepsi

penemuan
ini

adalah

miskonsepsi yang pernah diperoleh


siswa waktu sekolah masih tetap ada
atau menetap pada dirinya menurut
Odom dalam Dikmenli, Cardak, dan
Oztas (2009:430).
Beberapa

miskonsepsi

berasal dari buku teks digunakan


siswa SMP Negeri di Medan. Untuk
itulah sangat penting bahwa buku
teks dibuat dengan benar dan secara
konseptual juga benar. Kesalahan
yang tertulis dalam buku teks akan
mudah dicerna siswa dan dengan
demikian

mereka

memperoleh

miskonsepsi. Buku teks perlu dilihat


secara teliti, baik oleh pakar IPA
maupun oleh pakar pendidikan IPA.
Kerja sama antar mereka menjadi
penting dalam menyusun buku teks
yang baku.
Hasil persentase miskonsepsi
pada buku teks IPA

yang paling

banyak

miskonsepsi

mengalami

adalah buku VIII-1T (20,68%) dan


yang tidak mengalami miskonsepsi
adalah buku IX-1WT dan IX-3W.
Persentase sub konsep yang paling
banyak
adalah

mengalami
sub

konsep

miskonsepsi
fotosintesis

Hal yang perlu mendapatkan


penekanan pada konsep tumbuhan
tingkat tinggi adalah sub konsep
fotosintesis, respirasi dan reproduksi
tumbuhan. Buku teks harus disusun
dengan konsep yang benar sehingga
tidak membingungkan siswa dan
menimbulkan miskonsepsi.
Blystone

dan

Wandersee

dalam Dikmenli, Cardak, dan Oztas


(2009:435), menyatakan bahwa para
penulis buku pelajaran harus berhatihati dengan isu dan istilah tidak
sepenuhnya

diterima

oleh

opini

publik tentang sains sehingga tidak


harus digunakan dalam buku teks
IPA. Oleh karena itu, buku sebagai
bahan pengajaran harus

disusun

secara sistematis dalam dari segi


konten (isi). Buku pelajaran harus
ditulis dalam bahasa fasih yang dapat
dengan mudah dipahami oleh siswa
sehingga

menjamin

peningkatan

kualitas belajar, pengetahuan dan


pemahaman
(Ajewole,

konsep-konsep
Shymansky,

Yore

&

Bagus, dalam Dikmenli, Cardak, dan


Oztas (2009:436).

17

Buku
memadai

dari

keseluruhan
Dikmenli,

harus

Dikmenli,

isi

secara

(2009:43).

(Kaptan,

dalam

pelajaran
segi

Cardak,

(2009:436).

dan

Kombinasi

Oztas
isi

dan

kalimat yang mudah dipahami siswa


dapat

meningkatkan

kemampuan

pemahaman siswa pada buku teks.


Sampai

sekarang,

konsep-konsep

ilmiah memiliki label (nama) dan isi


(arti)

yang

dipelajari

harus

melibatkan pemahaman konsep. Jadi,


penting bagi guru untuk mengetahui
bagaimana

siswa

menginterpretasikan konsep-konsep
dalam

pembelajarannya.

Schmidt

dan Volke dalam Dikmenli, Cardak,


dan

Oztas

(2009:436).

telah

menyarankan agar ada perbedaan


antara istilah dan makna konsep.
Beberapa peneliti lain Pines & West,
dalam Dikmenli, Cardak, dan Oztas
(2009:436),

menyatakan

konsep-konsep

bahwa

memiliki arti yang

berbeda dalam perkembangan ilmu


pengetahuan dapat membingungkan
siswa. Misal istilah ilmiah yang
digunakan

dalam konteks yang

berbeda telah bergeser maknanya


dalam
pengetahuan,

perkembangan
(Schmidt,

ilmu
dalam

Cardak,

dan

Oztas

Bila buku IPA terlalu sulit


dimengerti

siswa

karena

tingkat

kesulitan penulisannya tinggi, maka


penulisannya

perlu

disesuaikan

dengan daya tangkap siswa. Untuk


membantu hal ini, ada baiknya buku
IPA ditulis oleh ahli IPA, sebelum
disebarkan ke pasaran, dibaca oleh
guru sekolah. Akan lebih baik lagi
bila buku itu dbaca oleh siswa SMP
yang menjadi sasaran. Bila mereka
tidak mengalami kesulitan untuk
memahaminya,

maka

baru

diperbanyak dan dipasarkan. Bila


siswa kesulitan menangkap, maka
bahasanya perlu disederhanakan lagi.

18

Persentase buku yang paling tinggi

BAB V
SIMPULAN, IMPLIKASI DAN

miskonsepsi

adalah

buku

VIII-1T

(20,68%). Persentase miskonsepsi pada

REKOMENDASI

tiap

5.1. Simpulan

sub

konsep

Tumbuhan

Tingkat

Dari hasil analisis miskonsepsi

Tinggi, menunjukkan bahwa sub konsep

dalam buku teks IPA yang digunakan di

yang paling tinggi miskonsepsi adalah sub

SMP sekota Medan khususnya pada materi

konsep fotosintesis (34,28%) dan yang

respirasi terdapat pada pengertian respirasi

paling

pada tumbuhan dan fotosintesis terdapat

tumbuhan

pada

yang

miskonsepsi pada tiap kelas, menunjukkan

oversimplifikasi

bahwa persentase miskonsepsi buku kelas

rumus

reaksi

fotosintesis

menyebabkan
(penyederhanaan

suatu

Miskonsepsi

materi

rendah

sub

konsep

(3,44%).

struktur
Persentase

konsep).

VIII (58,62%), kelas VII (34,28%) dan

reproduksi

kelas IX (6,89%). Kategori miskonsepsi

terdapat pada pengertian pembuahan pada

terbesar pada buku teks IPA SMP di

tumbuhan yang menimbulkan miskonsepsi

Medan

overgeneralization (mengumumkan suatu

overgeneralization (37,93%), dan terkecil

konsep).

adalah misidentification (3,44%).

pada

Miskonsepsi
klasifikasi

pada

tumbuhan

misidentifikasi
mengidentifikasi)

pada

pada

kategori

materi

menyebabkan

(kesalahan

adalah

dalam
klasifikasi

5.2. Implikasi dan Keterbatasan


Hal yang dapat menghilangkan
miskonsepsi

pada

buku

teks

IPA

gymnospermae. Miskonsepsi pada materi

diantaranya perlu beberapa rekomendasi

pertumbuhan

dan struktur tumbuhan

dari hasil penelitian tentang miskonsepsi

menyebabkan

overgeneralization

pada buku teks sebagai sumber dalam

(mengumukan suatu konsep). Materi gerak

penulisan buku, penulisan buku teks yang

tropisme pada tumbuhan menyebabkan

berkualitas

miskonsepsi karena buku teks IPA masih

Miskonsepsi perlu

menggunakan istilah yang tidak digunakan

perkuliahan (pendidikan guru), sehingga

lagi yaitu geotropisme dan seharusnya

calon guru nantinya dapat memberikan

gravitropisme. Transportasi tumbuhan dan

konsep konsep IPA yang benar.

respons

tumbuhan

perlu

segera

dilakukan.

di pelajari dalam

meyebabkan

Dalam penelitian selanjutnya perlu

miskonsepsi undergeneralization (terlalu

dilakukan riset terhadap seluruh materi

mengkhususkan suatu konsep).

IPA yang terdapat pada seluruh buku IPA


baik pada tingkat SD, SMP dan SMA.

19

5.3. Rekomendasi
DAFTAR PUSTAKA
Hasil penelitian yang diperoleh
secara

teoritis/akademis,

diketahuinya

yaitu

berbagai

kategori

miskonsepsi pada tumbuhan tingkat tinggi


yang terdapat dalam buku IPA SMP, sub
konsep

yang

sering

mengalami

miskonsepsi pada tumbuhan tingkat tinggi,


kelas dari tiap buku yang mengalami
miskonsepsi

sehingga

dapat

IPA di Medan. Guru dapat memperluas

pada

menghilangkan

buku

miskonsepsi

teks

miskonsepsi

IPA,

berlanjut

mencegah

dimasa

depan,

memperbaiki dan meningkatkan mutu


pembelajaran tumbuhan tingkat tinggi
dengan memberikan konsep-konsep yang
benar pada siswa dan membaca hasil
penelitian sehingga dapat memperbaiki
pembelajaran

IPA.

Guru

harus

mendiskusikan konsep-konsep alternatif


dengan siswa, dapat meyakinkan siswa
tentang konsep-konsep alternatif yang
tidak ilmiah dan tidak valid. Guru juga
harus membantu siswa dalam proses
menghilangkan

miskonsepsi,

yaitu

mengubahnya menjadi informasi yang


memiliki

konsep

ilmiah.

Arini, Silvianita, Taufiq, Suryana, Kartika,


Edi (2008), Ilmu Pengetahuan Alam,
Jakarta: Widya Utama

menjadi

rekomendasi dalam penulisan buku teks

wawasan,

Adisendjaja (2007). Analisis buku ajar


sains berdasarkan literasi ilmiah
untuk memilih untuk memilih buku
ajar sains(biologi).Makalah yang
disajikan dalam seminar Nasional
Pendidikan Biologi FPMIPA UPI,
25-26 Mei.

Pempropsu

hendaknya dapat melakukan seleksi yang


ketat terhadap buku bos yang layak untuk
dipakai di sekolah Sumatera utara.

Asc, Z., zkan, S., & Tekkaya, C. (2001).


Students misconceptions about
respiration. Education and Science,
26(120), 29-36.
Bahar, M. (2003). Misconceptions in
biology education and conceptual
change
strategies.
Educational
Sciences: Theory & Practice, 3(1),
55-64.
Barrass, R. (1984). Some misconceptions
and misunderstandings perpetuated
by teachers and textbooks of
biology. Journal of Biological
Education, 18(3), 201-206.
Bishop, B.A., & Anderson, C.W. (1990).
Student conceptions of natural
selection and its role in evolution.
Journal of Research in Science
Teaching, 27(5), 415-427.
Blystone,
R.V.
(1987).
College
introductory biology textbooks: An
important communication tool. The
American Biology Teacher, 49(7),
418-425.
Campbell, Reece, Mitchell,
(2006).
Biology. 6nd
ed. California:
Benjamin
Cummings
PublishingCompany.

20

Campbell, Reece, Mitchell


(1987).
Biologi.Edisi Kelima
Jilid II.
Terjemahan oleh Wasmen Manalu.
1999. Jakarta. Erlangga.

Gottfried, S. S. & Kyle, W. C. Jr. (1992).


Textbook Use and the Biology
Education Desired State. J. of Res.
in Science Teaching. 29 (1): 35-49

Campbell, Reece, Mitchell, (1987).


Biologi.Edisi Kelima
Jilid III.
Terjemahan oleh Wasmen Manalu.
1999. Jakarta. Erlangga.

Hersey, D.R. (2005) Avoid misconceptions


when teaching about plants. (online)
hhtp://www.actionbioscience.org
/education/hershey3.html. Diakses
20 maret 2011

Dikmenli, M., & ardak, O. (2004). A


study on misconceptions in the 9th
grade high school biology textbooks.
Eurasian Journal of Educational
Research, 17, 130-141.
Dikmenli, M., & ardak, O. (2009).
Conceptual Problem In BiologyRelated Topics In Primary Science
And Technology Texbooks In
Turkey. Internasional Journal Of
Enviromental &Science education ,
Vol 4,429-440
Dikmenli,M (2010). Misconceptions of
cell division held by student teachers
in biology: A drawing analysis.
Scientific Research and Essay Vol. 5
(2), pp. 235-247
Deshmukh, N.D., & Deshmukh, V.M.
(2008).Textbook: A Source of
Students Misconceptions at the
Secondary
School
Level.
Proceedings of epiSTEME-2: Homi
Bhabha
Centre
for
Science
Education, College of Education,
(122-126)
Dreyfus, A. (1992). Content Analysis of
School Textbooks: The Case of a
Technology- Oriented Curriculum.
International Journal of Science
Education. 14 (1): 3-12
Finley, F., Lawrence, F., and Heller, P.
(1992). Analysis of Science
Textbooks. Journal of Science
Education. 76 (3): 313-316.

Karim, Kaniawati, Fauziah, Sopandi,


(2008), Belajar IPA Membuka
Cakrawala Alam Sekitar, Jakarta:
Depdiknas
Kartika, Edi, Taufiq, Suryana, Wani,
(2008), Ilmu Pengetahuan Alam,
Jakarta: Widya Utama
Kimball. Jhon W.(1983). Biologi. Edisi
Kelima. Jilid 2 Terjemahan oleh Siti
Soetarmi Tjitrosomo, Nawangsari
Sugiri. 1996. Erlangga
Odom, A.L. (1993). Action potentials and
biology
textbooks:
Accurate,
misconceptions or avoidance? The
American Biology Teacher, 55(8),
468-472.
Purjiiyanta, Sutanto, Cahyo, Subagiya,
Triyono. (2007), IPA TERPADU
UNTUK SMP Kelas VII Jakarta:
Erlangga
Purjiiyanta Eka, Sutanto Agus, Suryo
Cahyo, Subagiya, Triyono. (2007),
IPA TERPADU UNTUK SMP Kelas
VIII Jakarta: Erlangga
Purjiiyanta, Sutanto, Cahyo, Subagiya,
Triyono. (2007), IPA TERPADU
UNTUK SMP Kelas IX Jakarta:
Erlangga
Schmidt, H.J., & Volke, D. (2003). Shift
of meaning and students alternative
concepts. International Journal of

21

Science Education, 25(11), 14091424.


Schussler, E.E. (2008). From flowers to
fruits: How childrens books
represent
plant
reproduction.
International Journal of Science
Education, 30(12), 1677-1696.
Silvianita, Arini, Herlina, Saputra, Budi,
Sawitar, (2008), Ilmu Pengetahuan
Alam, Jakarta: untuk SMP dan MTs
kelas 9: Widya Utama
Soyibo, K. (1995). Using Concept Maps To
Analyze Textbook Presentations of
Respiration. The American Biology
Teacher. 57 (6): 344-351.
Storey, R. D. (1989).Textbook Errors &
Misconceptions
in
Biology:
Photosynthesis.The
American
Biology Teacher. 51 (5): 271-274

Sudibyo, Widodo, Wasis, Suhatanti,


(2008),
Mari
Belajar
IPA,
Jakarta:Depdiknas
Sugiyono,(2009),
Metode
Penelitian
Pendidikan(pendekatan
Kuantitatif,Kualitatif dan R&D),
Bandung: Alfabeta
Sugiarto,
Ismawati.
(2008),
Ilmu
Pengetahuan
Alam,
Jakarta:
Depdiknas
Suparno, (2005), Miskonsepsi dan
Perubahan
Konsep
dalam
Pendidikan Fisika, Jakarta: Grasindo
Tekkaya, C. (2002). Misconceptions as
barrier to understanding biology.
Journal of Hacettepe University
Educaion Faculty, 23, 259-266.

Tamir, P. (1985). Content Analysis


focussing on Inquiry. Journal of
Curriculum Studies. 17 (1): 87-94
Wariyono, Muharomah, (2008), Mari
Belajar Ilmu Alam Sekitar, Jakarta:
Depdiknas
Wasis,Irianto, (2008), Ilmu Pengetahuan
Alam, Jakarta: Depdiknas
Winarsih, Nugroho, Sulityoso, Zajuri,
Supliyadi, Suyanto, (2008), IPA
TERPADU, Jakarta: Depdiknas

22

Lampiran 1. Wacana yang mengandung


miskonsepsi pada buku teks
1) BUKU KODE VII-1W

Tumbuhan, pada daun bernafas melalui


stomata, pada batang melalui lentisel dan
di akar melalui bulu-bulu akar.
Buku VII-2W Hal 191
Pertumbuhan pada manusia dan hewan
bersifat terbatas, artinya hanya tumbuh
sampai usia tertentu dan sesudah itu
pertumbuhannya akan berhenti. Sedangkan
pertumbuhan pada tumbuhan umumnya
tidak terbatas, artinya tumbuhan akan
selalu tumbuh selama hidupnya.
3) BUKU KODE VII-3W

Buku VII-1W Hal.243


Udara pernapasan pada tumbuhan masuk
melalui lubang kecil pada seluruh bagian
tumbuhan, yaitu stomata (pada daun) dan
lentisel (pada batang) pada batang.
Buku VII-1W Hal. 260
Tumbuhan Gymnospermae yang ada, di
antaranya dikelompokkan dalam tiga
kelompok yaitu Cycadine, Gnetinae, dan
Coniferinae. Contoh pakis haji (Cycas
rumphii), melinjo (Gnetum gnemon),
tusam/ pinus (Pinus merkusii), damar
(Agathis alba), dan pohon balsam (Abies
balsamea) yang merupakan bahan
pembuat balsam.
2) BUKU KODE VII-2W

Buku VII-3W Hal 188


Perhatikan reaksi fotosintesis berikut ini.
6 CO2 + 6 H 2O
H12 O6 + 6 O
karbon dioksida air
Karbohidrat

cahaya matahari
klorofi

C6

Oksigen

Buku VII-3W Hal.100


Reaksi fotosintesis dapat dirumuskan
sebagai berikut.
6CO2
+ 6H2O
C6H12O6
+ 6O2
Karbon dioksida
Air
Karbohidrat
Oksigen
Buku VII-2W Hal.188

Cahaya matahari
Klorofil

23

Dari rumus tersebut diketahui bahwa


dalam proses fotosintesis membutuhkan
karbon dioksida dari udara dan air dari
dalam tanah. Dengan menggunakan energi
dari cahaya matahari, melalui reaksi kimia
tertentu, maka dihasilkan karbohidrat yang
diperlukan oleh tumbuhan dan melepaskan
oksigen ke udara.

Buku VII-5T hal.124


Tumbuhan
hijau
dapat
menyusun
makanannya sendiri dari air dan karbon
dioksida dengan bantuan sinar matahari
melalui proses yang disebut fotosintesis.
Hasil fotosintesis berupa zat tepung dan
zat gula.
Tumbuhan bernapas untuk mengambil
oksigen melalui lubang-lubang kecil pada
daun yang disebut stomata dan lubang
kecil dibatang yang disebut lentisel.

4) BUKU KODE VII-4 WT

6) BUKU KODE VIII-1T

Buku VII-4WT. Hal.240


Reaksi singkat Fotosintesis
Karbondioksida + air
sederhana + Oksigen.

energi cahaya

Buku VIII-1T, hal.3


Gula

Buku VII-4WT, hal.240


Anggota kingdom Plantae memiliki tubuh
yang tersusun atas banyak sel, mempunyai
klorofil, dan dapat menggunakan cahaya
matahari sebagai sumber energi untuk
berfotosintesis.
5) BUKU KODE VII-5T

Setelah terjadi penyerbukan, inti generatif


serbuk sari akan membelah menjadi dua
sperma (gamet jantan). Satu sperma
membuahi sel telur untuk membentuk
zigot.
Buku VIII-1T, hal. 54
Pertukaran gas adalah proses pengambilan
oksigen dan pengeluaran karbon dioksida
melalui alat pernapasan tumbuhan.
Buku VIII-1T, hal. 66
Fotosintesis
merupakan
proses
pembentukan bahan organik (karbohidrat)
dengan
bantuan
sinar
matahari.
Fotosintesis ini terjadi hanya pada sel-sel
yang mempunyai klorofil, yaitu bakteri
dan tumbuhan.
Buku VIII-1T, hal. 67

24

Air sangat dibutuhkan untuk proses


fotosintesis. Jika tidak tersedia air dengan
cukup, dapat mengganggu pembentukan
karbohidrat.

8) BUKU VIII-3 W

Buku VIII-1T, hal. 72


Geotropisme merupakan gerak tropisme
yang disebabkan pengaruh gravitasi bumi.
Buku VIII-3W, hal.5

7) BUKU KODE VIII-2 WT

Dari percobaan tersebut, kita ketahui


bahwa pupuk sangat dibutuhkan tanaman
untuk pertumbuhannya. Zat-zat yang
dikandung
pupuk
digunakan
bagi
pembentuk selsel baru dan kelancaran
metabolisme
tanaman.
Tumbuhan
memerlukan sejumlah mineral. Tanaman
yang tidak diberi pupuk akan kekurangan
mineral
sehingga
pertumbuhannya
terganggu ataupun agak terhambat.
Buku VIII-2WT, hal. 79
Glukosa berguna untuk pertumbuhan dan
proses-proses lain dalam kehidupan
tumbuhan.
Sumber energi terbesar untuk fotosintesis
adalah matahari. Cahaya matahari di
tangkap oleh klorofil di dalam kloroplas.
Buku VIII-2WT, hal 80
Karbon dioksida dan cahaya merupakan
dua
faktor penting yang sangat
mempengaruhi fotosintesis.

Dari percobaan tersebut, kita ketahui


bahwa pupuk sangat dibutuhkan tanaman
untuk pertumbuhannya.
Buku VIII-3W, hal.99
Kamu telah mengetahui bahwa tumbuhan
mampu berfotosintesis karena tumbuhan
mempunyai klorofil.
Buku VIII-3W, hal. 100
Cahaya matahari

6CO2 + 6H2O

Klorofil

C6H12O6 + 6O2
Buku VIII-2WT, hal 84
Buku VIII-3 W, hal. 103
Akar tumbuh ke arah pusat gravitasi bumi
(geotropisme positif), sedangkan batang
tumbuh menjauhi pusat gravitasi bumi
(geotropisme neg
atif).

Adapun geotropisme merupakan gerak


yang dipengaruhi oleh rangsang berupa
gravitasi bumi.
9)

B
UKU VIII-4 W

25

Buku VIII-4W Hal.71


Geotropisme/gravitropisme, adalah gerak
tropisme yang dipengaruhi oleh
rangsangan gaya gravitasi bumi.
Buku VIII-4W Hal.5
Pertumbuhan pada manusia dan hewan ada
batasnya. Setelah mencapai usia tertentu,
manusia dan hewan tidak tumbuh lagi.
Sedangkan tumbuhan hampir selalu
tumbuh sepanjang hidupnya.

pembuahan adalah peleburan antara sel


sperma dan sel telur yang akan
menghasilkan zigot dan berkembang
menjadi individu baru yang memiliki sifat
bervariasi di antara kedua induknya.
12) BUKU KODE IX-3

Buku VIII-4W Hal.8


Coba kamu amati, tanaman padi yang
terlambat dipupuk, daunnya akan berwarna
kekuningan. Setelah dipupuk,
daun
tanaman padi itu akan kembali berwarna
hijau dan tumbuh dengan baik.

13) BUKU KODE IX-4T

10) BUKU KODE IX-1WT

Buku IX-4T, hal. 53


11) BUKU KODE IX-2W

Buku IX-2W hal. 87


Penyerbukan adalah peristiwa sampainya
serbuk sari ke kepala putik. Sedangkan

Peristiwa jatuhnya atau menempelnya


serbuk sari di atas kepala putih disebut
penyerbukan (polinasi).