Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH

KAIFIYAH SHOLAT TARAWIH DALAM


PANDANGAN MUHAMMADIYAH

Disusun Oleh :
GEMILANG PRATAMA
(112120150)
8D

PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO

2015
1

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr.Wb
Segala puji bagi Allah, sang Pencipta alam semesta beserta isinya untuk
kepentingan hidup manusia. Shalawat dan salam semoga dicurahkan kepada Nabi
penutup semua risalah samawi, yaitu Muhammad SAW, beserta keluarga,
parasahabat, dan pengikutnya. Alhamdulillah, dengan izin Allah kami dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul Kaifiyah Shalat Tarawih. Walaupun
dalam makalah ini tidak lepas dari kekurangan dan kekhilafan, kami
mengharapkan kritik dan saran dari Dosen Pembimbing untuk perbaikannya, agar
makalah ini bisa lebih baik lagi. Mudah mudahan makalah yang saya buat ini
dengan sangat sederhana, dapat bermanfaat bagi kita bersama. Amin
Wassalamualaikum wr wb
Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ....

KATA PENGANTAR ..

ii

BAB 1 PENDAHULUAN iii


A.

Latar Belakang Masalah

B.

Rumusan Masalah .

C. Tujuan Pembahasan ..

BAB II PEMBAHASAN ..

A. Arti tarawih ..

B. Waktu dan hukum shalat tarawih .

C. Fadhilah shalat tarawih .

D. Cara mengerjakan shalat tarawih .

E. Tahapan diperintah-nya shalat tarawih .

F. Jumlah rakaat 11
BAB III PENUTUP .. 14
DAFTAR PUSTAKA 16

BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang Masalah


Bulan Ramadhan adalah merupakan bulan suci, bulan yang dimuliakan

Allah Swt, bulan penuh maghfiroh (ampunan) dan berkah-Nya, bulan


dimanapintu-pintu surga dibuka lebar-lebar dan pintu neraka ditutup rapat,
syaiton-syaiton dibelenggu,bulan dimana jiwa menjadi tenang dan hati menjadi
tentram. Oleh sebab itulah Rasulullah dalam bulan Ramadhan mengajak umatnya
agar

meningkatkan

ibadah,termasuk

didalamnya

beliau

menggalakkan

tuntunannya dalam melaksanakan shalat dimalam bulan Ramadhan yang


dinamakan Shalat Tarawih. Didalam shalat tarawih ini, Rasulullah hanya
memberikan contoh tuntunan dan tidak memberikan batasan dalam jumlah
rakaatnya. Hal tersebuttentunya memberikan kebebasan, kelonggaran kepada
umatnya untuk menentukan sendiri pilihannya dengan melihat kondisi dan
kemampuan sendiri,apakah ia mampu melaksanakan dengan 11 rakaat atau 23
rakaat atau bahkan dengan 39 rakaat. Dengan demikian, ini adalah merupakan
rahmat bagi umatnya, Allah telah berfirman didalam Al-Quran yng artinya :
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya
(Qs. Al-Baqarah : 286)
Dari

kasus-kasus

yang

kita

hadapi

mengenai

shalat

tarawih

dalamperbedaan jumlah rakaat dikalangan umat muslim terutama di Kota


Palembang, maka penulis akan membahas dalam bentuk sebuah makalah yang
berjudul Kaifiyah Shalat Tarawih.
B.

Rumusan Masalah
1.Bagaimana Pengertian Shalat Tarawih?
2.Bagaimana Waktu dan Hukum Shalat Tarawih?
3.Bagaimana Fadhilah/keutamaan Shalat Tarawih?
4.Bagaimana Cara Mengerjakan Shalat Tarawih?

C. Tujuan Pembahasan
1. Untuk Mengetahui Pengertian Shalat Tarawih.
2. Untuk Mengetahui Pengertian Bagaimana Waktu dan Hukum Shalat
Tarawih.
3. Untuk Mengetahui Pengertian Fadhilah/keutamaan Shalat Tarawih.
4. Untuk Mengetahui Pengertian Bagaimana Cara Mengerjakan Shalat
Tarawih.

BAB II
PEMBAHASAN
Dari Abu Hurairah ra berkata : Rasulullah Saw mengajak mengerjakan
shalat (tarawih) dalam bulan Ramadhan dengan tanpa menyuruh dengan
sungguh-sungguh, seraya bersabda : Barang siapa melaksanakan shalat
(tarawih) kerenaiman dan mengharap pahala dari Allah, maka akan
diampuni dosa-dosanya yangtelah lewat (HR. Al-Jamaah).
A. ARTI TARAWIH
Lafadz Tarawih bentuk jamak dari mufrad Tarwihah yang
mempunyai arti istirahat.Shalat Tarawih adalah : Shalat malam yang
dikerjakan pada bulan suciRamadhan sesudah mengerjakan shalat fardhu
isya. H. Mochtar mendefinisikanShalat Tarawih ialah Shalat malam pada
bulan Ramadhan hukumnya sunnahmuakkad, bagi pria dan wanita boleh
dikerjakan sendiri-sendiri, bolehberjamaah dengan waktunya setelah
shalat isya sampai terbit fajar.Disebut Shalat Tarawih oleh karena shalat
ini mempunyai rakaat danbacaan yang panjang sehingga dalam
melaksanakannya

memakan

waktu

yanglama

dengan

demikian

memerlukan istirahat, dan istirahat ini biasanya dilakukanpada setiap 2


kali salam dari 4 rakaat.
B. WAKTU DAN HUKUM SHALAT TARAWIH
Waktu

untuk

mengerjakan

shalat

tarawih

adalah

dari

sesudahdikerjakannya shalat isya sampai terbitnya fajar. Adapun waktu


yang utama danafdhol untuk mengerjakan shalat tarawih para ulama
membagi atas 2 (dua)bagian, apakah dikerjakan pada awal atau akhir
malam. 1. Awal malam lebih utama, bagi mereka yang tidak terbiasa atau
khawatirtidak mampu untuk bangun malam. 2.Akhir malam lebih utama,
bagi yang terbiasa dan tidak mempunyaikekhawatiran sama sekali untuk
bangun malam.Hukum Shalat Tarawih adalah Sunnah Muakkadah.

C. FADHILAH SHALAT TARAWIH


Sebagaimana disebutkan dalam hadits diatas, yang diriwayatkan
oleh Al-Jamaah dari Abu Hurairah ra menunjukkan bahwa fadhilah bagi
orang yangmengerjakan shalat tarawih adalah mendapatkan ampunan
dosa-dosanya yangtelah lewat.Sedangkan fadhilah yang lain adalah
mendapatkan fitrah (bersih sucibagaikan bayi yang baru dilahirkan oleh
ibunya), sebagaimana hadits yangdiriwiyatkan oleh Imam Ahmad, Nasai
dan Ibn Majah dari Abdurrahman Ibn Auf, yang Artinya :Dari
Abdurrahman Ibn Auf ra : Sesungguhnya Nabi Saw bersabda
:Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla telah mewajibkan puasa bulan
Ramadhan dan Aku telah menuntunkan shalat (tarawih)nya. Barangsiapa
puasa Ramadhan dan shalat Tarawih karena Iman dan mengharap pahala
dari Allah, maka dosa-dosanya akan keluar bagaikan bayi yangbaru
dilahirkan oleh ibunya (HR. Imam Ahmad, Nasai dan Ibn Majah.
D. CARA MENGERJAKAN SHALAT TARAWIH
1. Jumlah Rakaat Dalam Satu Malam
Sebagaimana diketahui bahwa hukum shalat tarawih adalah
sunnahmuakkadah dapat dilaksanakan sendiri ataupun berjamaah dengan
duarakaat satu kali salam, sebagaimana ditegaskan oleh Rasulullah Saw
dalammenjawab pertanyaan seorang sahabat yang bertanya tentang cara
(kaifiyah)shalat tarawih, yang Artinya :Berdiri seorang laki-laki dan
bertanya : Ya Rasulullah bagaimana(cara) shalat malam? Rasulullah
menjawab Shalat malam itu (terdiri dari) dua rakaat, dua rakaat, jika kamu
khawatir (datangnya) subuh,maka shalat witirlah kamu denga satu rakaat
(HR. Al-Jamaah)
Imam Ahmad menambahkan dalam riwayat lain : Shalat malam
itu (terdiri dari) dua rakaat, dua rakaat, dimana kamu melaksanakan salam
pada setiap dua rakaat Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam
Bukhari dan Muslimdari Kuraib ra dari Abdullah Ibn Abbas ra, dalam

menceritakan

kisahnyasewaktu

beliau

menginap

dirumah

bibinya

Maemunah Binti Al-Harits, yangmenerangkan bahwa Rasulullah Saw


shalat

malam

sebanyak

13

rakaat,demikian

haditsnya

yang

artinya :Sesungguhnya Rasul Saw shalat malam (dengan) 13 (tiga


belas)rakaat lalu tidur sampai mendengkur, kemudian ketika fajar
sudahmulai nampak beliau lalu shalat dua rakaat ringan
Begitu juga penegasan senada dengan Imam Nawawi, DR. Wahbah
Al-Zuhaili

dalam

kitabnya

: Al-Fiqh Al-Islamy Wa Adillatuhu

beliaumenjelaskan yang artinya : Shalat Tarawih itu terdiri dari dua puluh
rakaat dengan sepuluh kali salam setiap malam bulan Ramadhan,
(waktunya) antara shalat isyadan shalat subuh, demikian ini karena
mengikuti sunnah Rasul danrutinitas para sahabat dalam mengerjakan
shalat tarawih. Dan hendaknya untuk setiap mengerjakan dua rakaat niat
shalat tarawihatau shalat malam Ramadhan, dan apabila shalat dengan
empat rakaat, maka tidak sah.
Dari

beberapa

riwayat

diatas

yang

menerangkan

tentang

jumlahrakaat dalam shalat tarawih, maka kelompok kami menyimpulkan


bahwashalat tarawih dapat dilaksanakan dengan 11 rakaat atau 23 rakaat
tergantung diri sendiri yang menentukan pilihannya dan melihat kondisi
dan kemampuannya sendiri. Tapi dalam melaksanakan shalat tarawih
harus duarakaat satu kali salam, tidak boleh empat rekaat satu kali salam.
2. Yang Afdhol Dikerjakan Sendiri Atau Berjamaah
Ada 2 macam cara dalam mengerjakan shalat sunnah :
a.Tidak disunnahkan cara mengerjakannya dengan berjamaah,
seperti :shalat rawatib, tahiyyatul masjid, dhuha, tahajud, witir, istikhoroh,
tasbihdan shalat mutlak.
b.Disunnahkan cara mengerjakannya dengan jamaah, seperti
shalat iedulfitri dan iedul adha, kusufain (gerhana matahari dan rembulan),
istisqo(mohon hujan) dan shalat tarawih. Dalam hal mengerjakan shalat
tarawih para ulama berbeda pendapat,sebagian ulama berpendapat sunnah
dikerjakan dengan berjamaah dansebagian lagi tidak disunnahkan

dikerjakan dengan berjamaah (dikerjakansendiri). Tetapi yang afdhol


(lebih utama) dalam melaksanakan shalattarawih dikerjakan dengan
berjamaah, sebagaimana yang diriwayatkansebagian jumhur ulama
diantaranya Imam Syafei, Imam Abu Hanifah ImamAhmad Bin Hambal
dan sebagian Ashab Imam Maliki, alasan mereka karenahadits Rasulullah
yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam At-Turmudzi dari Abu
Dzar, yang Artinya :
Sesungguhnya Nabi Muhammad Saw telah mengumpulkan
keluargadan sahabatnya dan bersabda : Barang siapa melaksanakan
shalat(malam) berjamaah bersama imam sampai selesai, maka baginya
pahala seolah ia mengerjakan shalat satu malam penuh.
3. Bacaan Dalam Shalat Tarawih
Cara mengerjakan shalat tarawih sama seperti mengerjakan
shalatfardu (wajib), mempunyai syarat sah shalat, rukun-rukun shalat dan
hal-halyang membatalkan shalat.Syarat sah shalat ada lima, yaitu :a.Suci
anngota badannya dari hadats kecil dan hadats besarb.Menutup
auratc.Berdiri shalat ditempat yang suci dari najisd.Mengetahui bahwa
waktu shalat telah masuk, atau denganmemperkirakannyae.Menghadap ke
kiblat (ke Kabah)Rukun-rukun shalat, yaitu :a.Niat. Golongan Syafei dan
Maliki memasuki niat sebagai rukun shalat,sedangkan golongan Hanafi
dan Hambali memasuki niat sebagai syaratsah shalat.b.Berdiri bagi yang
kuasa/mampuc.Takbiratul

Ihramd.Membaca

Al-Fatihahe.Rukuf.Itidal

serta tumaninahg.Sujud dua kali serta tumaninahh.Duduk diantara dua


sujud

serta

akhirk.Membaca

tumaninahi.Duduk
shalawat

akhir
atas

j.Membaca
Nabi

tasyahud
Muhammad.

Memberi salam, yang pertama kekanan. Menertibkan rukun-rukun. Halhal yang membatalkan shalat, yaitu :
a)

Sengaja

berbicara,

dengan

manusia,

berbincang-bincang
baikberbicara

pembenahan shalat atau bukan.

dalam

layaknya
rangka

b)

Banyak bertingkah gerak tidak termasuk rukun dan


sunnah shalat, seperti3x melangkah, disengaja atau
tidak. Tetapi gerakan kecil yang tidakberarti tidak

c)

membatalkan shalat
Ditimpa hadats (waktu shalat) hadats kecil atau besar

d)

seperti kentut,kencing
Tertimpa najis yang bukan najis mafu, kecuali najis
kering dan menimpapakaian, dan dengan dikibaskan

e)
f)

pakaian itu maka tidak batal shalatnya.


Sengaja membuka auratnya, bukan karena ditiup angin.
Terjadi perubahan niat, seperti berkeras (hatinya)

g)

keluar shalat
Makan minum sekalipun sedikit adalah membatalkan

h)
i)

shalat
Tertawa besar dapat membatalkan shalat
Murtad (riddah) terputus Islamnya, dia bukan lagi
muslim karena ucapan, perbuatan.
Sebagaimana shalat tarawih adalah shalat yang mempunyai

banyak keistimewaan, diantaranya adalah mempunyai bacaan Al-Quran


yang panjang, didalam membaca Al-Quran ini pun ada beberapa pendapat
yang muncul, antara manakah yang afdhal dalam shalat tarawih, apakah
Al-Quranyang terdiri dari 30 juz itu dikhatamkan dalam jangka 1 minggu,
1 bulan atauhanya cukup membaca surat-surat pendek dari akhir AlQuran?Ada beberapa riwayat yang dapat dikemukakan disini, antara
lain :Hadits Hudzaifah ra yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang
artinya :
Sesungguhnya sahabat Hudzaifah ra shalat (tarawih) bersamadengan
Nabi Muhammad Saw pada suatu malam, kemudian beliau(dalam shalat
itu setelah membaca surat Al-Fatihah) membaca surat Al-Baqarah, Ali
Imran dan An-Nisa dalam satu rakaat, dan dalammembaca Al-Quran
beliau apabila menjumpai ayat yang adatasbihnya beliau membaca tasbih
dan apabila menjumpai ayat permohonan, beliau memohon kepada Allah
dan begitu juga apabilaada ayat perlindungan, beliau memohon kepada-

Nya, (setelah selesai membaca Al-Quran) beliau lalu ruku (lamanya ruku
tersebut) samaseperti waktu berdiri, kemudian berdiri dari ruku (iktidal),
dimanalamanya sepadan dengan lamanya ruku, kemudian beliau
sujud,yang lamanya juga sepadan dengan waktu berdiri dari ruku (iktidal).
Atsar yang diriwayatkan oleh Imam Malik, dari Muhammad Ibn
Yusuf dari As-Saib Ibn Yazid yang artinya:
Khalifah Umar Ibn Khattab memerintahkan sahabat Ubay Ibn Kaabdan
Tamim Ad-Dary agar mengimami shalat tarawih bersama orang-orang
dengan 11 rakaat, Rowi berkata : dan waktu itu imammembaca surat AlQuran yang terdiri ratusan ayat sehingga kitabersandar kepada tongkat
karena panjangnya berdiri, dan kita tidak selesai shalat kecuali sudah
masuk (terbit) fajar.
Dari hadits diatas, kelompok kami menyimpulkan bahwa
tidakdisunnahkan kurang dari satu kali khatam Al-Quran dalam shalat
tarawihdibulan Ramadhan, dan harus melihat kondisi makmum, jika
mereka siap dansepakat menghendaki bacaan Al-Quran yang panjang
maka lebih yangafdhol/utama adalah mengerjakan dengan apa yang
menjadi kehendak,kesiapan dan kesepakatan mereka. Sebaliknya kalau
mereka siap dansepakat menghendaki bacaan Al-Quran yang pendek maka
lebih yang afdhol/utama adalah mengerjakan dengan apa yang menjadi
kehendak, kesiapandan kesepakatan mereka.
4. Doa Qunut Dalam Shalat Witir
Sebagian besar (jumhur) Ulama Salaf dan Khalaf berpendirian
menganggap sunnah hukumnya membaca doa qunut dalam shalat witir
yangdikerjakan bersama-sama dengan shalat tarawih. Adapun tempat
membacadoa qunut adalah setelah ruku. Sedangkan waktunya adalah
mulai masukhari ke 16 sampai akhir Ramadhan. Dalil yang digunakan
para ulama adalah :
a)

Hadits Abdullah Ibn Masud ra diriwayatkan oleh Imam

Muslim : Bahwasanya Nabi Muhammad Saw berdoa qunut sesudah


ruku (HR.Muslim).

b)

Atsar Hasan yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud yang

artinya : Bahwasanya khalifah Umar Ibn Khattab ra memerintahkan


kepadaorang-orang agar shalat tarawih dengan (imam) Ubay Ibn Kaab
ra,maka beliau shalat tarawih bersama mereka selama 20 malam, dan
iatidak berdoa qunut kecuali dalam separo yang kedua (hari ke 16 keatas)
E. TAHAPAN DIPERINTAH-NYA SHALAT TARAWIH
Sebagaimana dijelaskan oleh As-Syaikh Athiyah Muhammad
Salim, ImamMasjid An-Nabawy As-Syareef dalam bukunya : At-Tarawih
Aktsar Min Alf AamFi Masjidi An-Nabiy Alaihi As-Salam bahwa shalat
tarawih itu mempunyaitahapan-tahapan dalam perkembangan diperintahNya shalat tarawih, yangterdiri dari 3 tahapan di antaranya :
1. Tahapan Pertama
Yaitu

tahap

dimana

Rasulullah Saw

secara umum baru

memberikansemangat dan anjuran ( At-Targhib al-Muthlaq), tanpa


menyebut jumlahrakaat dan tanpa embel-embel, sebagaimana hadits yang
diriwayatkan olehImam Muslim dari Abu Hurairah ra yang artinya :
Bahwasanya Rasulullah Saw bersabda : Barang siapa melaksanakanshalat
(tarawih) karena iman kepada Allah dan mengharap ridha Allah, maka
diampunilah dosa-dosanya yang telah lewat
Dalam hadits ini Rasulullah Saw hanyak mengajak dan
menggugahkepada siapa saja dengan memberitahukan tentang fadilah
shalat tarawihpada bulan Ramadhan dengan tanpa menyebut jumlah
rakaat, tanpamemberikan contoh dan bahkan tanpa menyuruh dengan
sungguh-sungguh.
2. Tahapan Kedua
Tahap anjuran, dalam anjuran ini dikaitkan antara shalat
tarawihdengan bulan Ramadhan, bahwa shalat tarawih itu hukumnya
sunnah, dalamtahapan ini Rasulullah Saw belum memberikan contoh dan
tuntunan, hanyaanjurannya saja yang lebih dipertegas dari tahap pertama,
yaitu bagi yangmengerjakan shalat tarawih karena iman dan mengharap

ridha Allah, ia akankembali seperti waktu dilahirkan oleh ibunya, yaitu


bersih tanpa noda dandosa, seperti yang diterangkan hadits dibawah ini
Artinya :
Dari Abdurrahman Ibn Auf ra : Sesungguhnya Nabi Saw bersabda
: Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla telah mewajibkan puasa
bulanRamadhan dan Aku telah menuntunkan shalat (tarawih)nya.
Barangsiapa puasa Ramadhan dan shalat Tarawih karena Iman
danmengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya akan keluar bagaikan
bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya (HR. Imam Ahmad,Nasai dan Ibn
Majah).
3. Tahapan Ketiga
Pada tahap ini Rasulullah memberikan contoh dan tuntunan
denganmengerjakannya sendiri, yang lalu diikuti oleh sahabat. Dari sinilah
lalu

shalattarawih

berkembang

ada

diantara

para

sahabat

yang

mengerjakannyadengan keluarganya dirumah, sebagaimana hadits Jabir ra


yang diriwayatkan oleh Imam Al-Marwazy :
Sahabat Ubay Ibn Kaab ra menghadap kepada Rasulullah Saw dalam
bulan Ramadhan, ia bertanya: Ya Rasulullah tadi malam sayaada suatu
masalah? Rasulullah bertanya: Apa itu? Ubay menjawab: perempuanperempuan keluargaku berkata : kita tidak membaca (hafal Al-Quran),
maka sebaiknya kita shalat (tarawih) berjamaah denganmu, dan kemudian
aku shalat bersama mereka dengan 8rakaat, Rasulullah diam (tidak
menjawab), itu pertanda beliaumeridhoinya
Dari hadits tersebut diatas telah nampak jelas bahwa shalat
tarawihpada tahapan ini dilaksanakan dan dikerjakan dengan cara
berjamaah.
F. BEBERAPA

RIWAYAT

MENERANGKAN

BANYAKNYA

JUMLAH RAKAAT SHALAT TARAWIH


Pada

masa

sekarang

ini

banyak

menunjukkan

adanya

kecenderungan gejala atau fenomena yang menghawatirkan karena disini

10

muncul saling menyalahkan, membidah kan antara yang mengerjakan


shalat tarawih 11 rakaat dengan yang mengerjakan shalat tarawih 23
rakaat. Contohnya di Kota Blitar, Jamaah Masjid Agung pada shalat
tarawih di bulan Ramadhan mengerjakannya 23 rakaat, sedangkan di
Masjid Muhamadiyah pada waktu shalat tarawih di bulan Ramadhan
mengerjakannya hanya 11 rakaat. Disini terjadi perbedaan, dan perbedaan
ini tidak untuk di pertentangkan atau saling menyalahkan antara satu
dengan yang lainnya tetapi harus saling menghargai, karena setiap
kelompok mempunyai dalil atau alasan kenapa mengerjakannya demikian.
Ada beberapa riwayat yang menerangkan tentang banyaknya jumlah
rakaat shalat tarawih yang akan kami kemukakan disini adalah sebagai
berikut :
1. Tarawih 8 rakaat dan witir 3 rakaat = 11 rakaat
Berdasarkan riwayat Imam Malik dari Muhammad Ibn Yusuf Ibn
Yazid :
Khalifah Umar Ibn Khattab memerintahkan sahabat Ubay Ibn Kaab
danTamim Ad-Dary agar mengimami shalat tarawih bersama orangorangdengan 11 rakaat, Rowi berkata : dan waktu itu imam membaca surat
Al-Quran yang terdiri ratusan ayat sehingga kita bersandar kepada tongkat
karena panjangnya berdiri, dan kita tidak selesai shalat kecuali sudah
masuk (terbit) fajar.
2. Tarawih 12 rakaat dan witir tidak disebutkan
Riwayat Imam Malik dari Dawud Ibn Hushein, bahwa ia
mendengar dari Abd.Rahman Ibn Hurmuz Al-Araj berkata :
Aku tidak pernah menjumpai orang-orang (sahabat dan tabiin) kecuali
mereka melaknati (dalam doanya) orang-orang kufur dalam bulan
Ramadhan, Rowi berkata : Dan Imam (ketika itu) membaca surat AlBaqarahdalam 8 rakaat, dan jika imam dengan surat Al-Baqarah
(tersebut,membaca) dalam 12 rakaat, maka orang-orang melihat kalau
imam telahmeringankan (shalatnya).

11

3. Tarawih 10 rakaat, witir 3 rakaat = 13 rakaat


Riwayat Muhammad Ibn Nashr Al-Marwazy dan Muhammad Ibn
Ishaq dariMuhamad Ibn Yusuf dari eyangnya Al-Saib Ibn Yazid :
Kita shalat tarawih pada masa Umar Bin Khattab ra dalam
bulanRamadhan dengan 13 rakaat
4. Tarawih 20 rakaat, witir 3 rakaat = 23 rakaat
Riwayat dari Imam Malik dari Yazid Ibn Ruman :
Orang-orang (sahabat dan tabiin) menjalankan shalat pada masa
khalifahUmar Bin Khattab ra di bulan Ramadhan dengan 23 (dua puluh
tiga) rakaat
5. Tarawih 34 rakaat, witir 1 rakaat = 35 rakaat
Riwayat dari Imam Zararah Ibn Aufa :
Sesungguhnya ia shalat Tarawih dengan mereka dikota Bashrah dengan
34rakaat dab 1 witir
6. Tarawih 36 rakaat, witir 3 rakaat = 39 rakaat
Riwayat dari Muhammad Ibn Nashr dari riwayat Imam Dawud Ibn
Qois, ia berkata :
Aku menjumpai orang-orang pada masa pemerintahan Abas Ibn
Utsmandan Umar Ibn Abd. Aziz di Madinah Al-Munawwarah, mereka
mengerjakanshalat tarawih dengan 36 rakaat dan witir 3 rakaat (Fathul
Bari : 205/4)
7. Tarawih 40 rakaat, witir 1 rakaat = 41 rakaat
Riwayat Imam Turmudzi :
Yang paling sering dikatakan : bahwasanya shalat tarawih itu
dikerjakandengan 41 rakaat dengan witir
Demikian

beberapa

riwayat

yang

menggambarkan

begitu

banyaknyaragam dan macam jumlah rakaat dalam shalat tarawih dan witir
yang dikerjakanoleh para sahabat, tabiin dan tabiit tabiin, yang dapat
kelompok kamisimpulkan bahwa semua sepakat, sependapat, tidak ada
seorang pun darimereka yang mengingkari dan tidak menyetujui.

12

Permasalahannya adalah sebagaimana yang dikemukakan Imam


Malikdan Imam As-Syafei berikut ini, dan bahkan Imam As-Syafei
mempertegaspendapatnya dengan mengemukakannya demikian :
Dan tidak ada masalah dan kesulitan dalam hal ini, dan tidak ada
batashabisnya (berapa saja jumlah rakaatnya) karena ini adalah
merupakanshalat sunnah, jika menghendaki memperpanjang berdiri
(karenabanyaknya bacaan Al-Quran dan bacaan lain) dan memperpendek
sujud (menyedikitkan rakaat), maka itu adalah (perbuatan) baik, dan lebih
akusukai. Dan apabila menghendaki memperbanyak ruku dan sujud
(rakaat)nya dan memperpendek bacaan, maka (yang demikian ini) juga
baik.

13

BAB III
KESIMPULAN
Lafadz Tarawih bentuk jamak dari mufrad Tarwihah yang mempunyai
artiistirahat. Shalat Tarawih adalah : Shalat malam yang dikerjakan pada bulan
suciRamadhan hukumnya sunnah muakkad, bagi pria dan wanita boleh
dikerjakansendiri-sendiri,

boleh

berjamaah

dengan

waktunya

setelah

mengerjakan shalatfardhu isya sampai terbit fajar.Waktu untuk mengerjakan


shalat tarawih adalah dari sesudah dikerjakannyashalat isya sampai terbitnya fajar.
Adapun waktu yang utama/afdhol untukmengerjakan shalat tarawih, ialah:
1. Awal malam lebih utama bagi mereka yangtidak terbiasa atau khawatir tidak
mampu untuk bangun malam.
2. Akhir malamlebih utamabagi yang terbiasa dan tidak mempunyai kekhawatiran
sama sekali untuk bangun malam. Sedangkan hukum Shalat Tarawih adalah
Sunnah Muakkadah.
Fadhilah

atau

keutamaan

mengerjakan

shalat

tarawih

adalah

mendapatkanampunan dosa-dosanya yang telah lewat, dan mendapatkan fitrah


(bersih sucibagaikan bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya).Cara mengerjakan
shalat tarawih sama seperti mengerjakan shalat fardu(wajib), mempunyai syarat
sah shalat, rukun-rukun shalat dan hal-hal yangmembatalkan shalat.Syarat sah
shalat, yaitu : 1. Suci anngota badannya dari hadats kecil dan hadats besar. 2.
Menutup aurat. 3. Berdiri shalat ditempat yang suci dari najis. 4. Mengetahui
bahwa waktu shalat telah masuk; dan 5. Menghadap ke kiblat (ke Kabah).Rukunrukun shalat, yaitu :1. Niat; 2. Berdiri bagi yang kuasa/mampu; 3. Takbiratul
Ihram; 4. Membaca Al-Fatihah; 5. Ruku; 6. Itidal; 7. Sujud dua kali; 8. Duduk
diantara dua sujud; 9. Duduk akhir; 10. Membaca tasyahud akhir; 11. Membaca
shalawat atas Nabi Muhammad; 12. Memberi salam, yang pertama kekanan; dan
13. Menertibkan rukun-rukun. SedangkanHal-hal yang membatalkan shalat,
yaitu : 1. Sengaja berbicara, berbincang-bincang; 2. Banyak bertingkah gerak
tidak termasuk rukun dan sunnah shalat; 3. Ditimpa hadats (waktu shalat) hadats
kecil atau besar; 4. Tertimpa najis yang bukan najis mafu; 5. Sengaja membuka

14

auratnya; 6. Terjadi perubahan niat; 7. Makan minum sekalipun sedikit; 8. Tertawa


besar; dan 9. Murtad (riddah) terputus Islamnya.

15

DAPTAR PUSTAKA
Mahmud, Syaltut. 1984. Akidah dan Syariah Islam, Jakarta: PT Bina Aksara
Pimpinan

pusat

muhammadiyah.

Himpunan

Muhammadiyah,

Putusan

Majlis

Tarjih

Jogjakarta: 1967

----------------------,------. Majalah Salafy edisi XXIII.Hal 12-22,------------:---------

16