Anda di halaman 1dari 75

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kabupaten Pemalang merupakan daerah teritorial yang rawan bencana. Kondisi
geografis, geologis, hidrologis dan demografis Kabupaten Pemalang memungkinkan terjadinya
bencana, baik yang disebabkan oleh faktor alam maupun faktor manusia, yang berpotensi
menimbulkan korban jiwa, harta benda, pengungsian, dan kerugian lainnya.
Wilayah Kabupaten Pemalang meliputi 14 kecamatan terdiri atas 211 Desa dan 11
Kelurahan dengan jumlah penduduk pada tahun 2012 sejumlah 1.277.437 jiwa, sebagian besar
berada pada kawasan rawan bencana baik yang berasal dari Gunungapi Slamet, tanah longsor,
banjir di aliran sungai, angin lesus / puting beliung, kekeringan, kebakaran, wabah penyakit,
gempa bumi dan lain-lain. Dari 14 Kecamatan 1 diantaranya yaitu Kecamatan Pulosari, masuk
kawasan rawan bencana (KRB) III Gunungapi Slamet yaitu kawasan yang paling rawan
terhadap ancaman bencana letusan Gunungapi Slamet.
Gunungapi Slamet terletak di sebelah Selatan Kabupaten Pemalang, yang berbatasan
dengan Kabupaten Brebes, Tegal, Purbalingga, Pekalongan Provinsi Jawa Tengah yang terkait
dengan aktivitas Gunungapi Slamet.
Populasi yang padat menuntut secara alamiah terdapatnya sumber-sumber daya alam
yang dapat dimanfaatkan oleh penduduk baik secara langsung maupun tidak langsung.
Lingkungan yang subur bagi pertanian tanaman pangan dan hortikultura, memberikan tempat
yang menghidupi bagi penduduk lereng Gunungapi Slamet. Cuaca yang sejuk, pemandangan
yang indah dan udara yang segar, menjadi daya tarik masyarakat untuk semakin dekat dengan
GunungapiSlamet. Kedekatan dapat terwujud dalam bentuk kunjungan wisata maupun
perpindahan penduduk ke lereng Gunung api Slamet sebagai tempat tinggal di lingkungan
sekitar Gunungapi Slamet.
Disisi lain padatnya populasi penduduk di sekitar Gunungapi Slamet juga memiliki
potensi risiko bencana dari aktivitas Gunungapi Slamet, sehingga diperlukan suatu upaya untuk
memahami karakter Gunungapi Slamet sebagai dasar untuk merumuskan kebijakan dalam
penanggulangan bencana erupsi Gunungapi Slamet dengan melibatkan sebanyak mungkin
pemangku kepentingan.

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

Sesuai dengan Undang-Undang RI No. 24 Tahun 2007, bahwa Penanggulangan


Bencana bertujuan untuk :
a

Memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana;

Menyelaraskan peraturan perundang-undangan yang sudah ada;

Menjamin terselenggaranya penanggulangan bencana secara terencana, terpadu,


terkoordinasi dan menyeluruh;

Menghargai budaya lokal;

Membangun partisipasi dan kemitraan publik serta swasta;

Mendorong semangat gotong royong, kesetiakawanan, dan kedermawanan serta;

Menciptakan perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.


Dengan dasar tersebut di atas, selaku unsur Penanggulangan Bencana Kabupaten

Pemalang, mempunyai kewajiban untuk menyusun suatu rencana penanggulangan bencana


yang bisa dipahami dan dipakai oleh semua pemangku kepentingan.
Penyusunan Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet, merupakan komitmen
kita untuk mewujudkan suatu perencanaan yang baik, yakni perencanaan yang menyeluruh dan
terpadu. Untuk itu perlu dilakukan inventarisasi sumber daya yang dimiliki oleh semua pihak
yakni Pemerintah, masyarakat dan Dunia Usaha.Dari inventarisasi tersebut, akan dapat
menghasilkan rencana kontingensi erupsi Gunung api Slamet, yang diterapkan sebagai
pedoman utama dalam penanganan bencana dampak erupsi Gunungapi Slamet Tahun 2014.
Dari erupsi Gunungapi Kelud bulan Pebruari tahun 2014 yang lalu, dapat diambil
pelajaran berharga, bagaimana cara menyikapi kegiatan sebelum terjadi letusan, kegiatan saat
terjadi letusan dan kegiatan setelah terjadi letusan. Pengalaman itu diambil hikmahnya,
sehingga dengan Penyusunan Rencana Kontingensi ini, akan mempunyai pedoman untuk
menyatukan langkah dalam melaksanakan kegiatan pengurangan risiko bencana secara efektif,
efisien dan terpadu. Dengan harapan dapat menciptakan aparat penanggulangan bencana dan
masyarakat yang memiliki ketangguhan dalam rangka menghadapi dan mengurangi risiko
bencana Gunung api Slamet.
B. Maksud Dan Tujuan
1.

Maksud
Penyusunan Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet dimaksudkan sebagai acuan
bagi Pemerintah Kabupaten Pemalang, Instansi/Lembaga/Organisasi dan masyarakat serta
dunia usaha, dalam menyusun pedoman perencanaan kebijakan publik dan implementasi

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

dalam upaya pengurangan risiko bencana erupsi Gunungapi Slamet secara lebih terarah,
2.

terpadu, terkoordinasi dan efektif.


Tujuan
a. Meningkatkan upaya Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana dalam menghadapi
kedaruratan bagi para pemangku kepentingan secara maksimal.
b. Memberikan arahan tugas dan tanggungjawab bagi para pemangku kepentingan
dalam upaya Penanggulangan Bencana saat terjadi kedaruratan;
c. Membangun komitmen bersama bagi seluruh pelaku penanggulangan bencana di
Kabupaten Banyumas dalam menghadapi kemungkinan erupsi gunung api Slamet.
C. Ruang Lingkup
Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet merupakan dokumen perencanaan
yang memuat tentang kebijakan, strategi, manajemen, dan upaya-upaya dalam penanggulangan
bencana erupsi Gunungapi Slamet saat terjadi bencana / kedaruratan dengan cakupan dampak
bencana dengan jangkauan radius 9 km dari puncak Slamet, Kabupaten Pemalang ke arah
Utara (wilayah Kecamatan Pulosari).
D. Tahapan Penyusunan Rencana Kontingensi
Kegiatan penyusunan rencana kontingensi dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut :
1. Membentuk Tim Kerja rencana kontingensi yang bertugas menyusun rencana kegiatan
penyusunan rencana kontingensi;
2. Orientasi dalam rangka penyamaan persepsi terhadap semua pelaku penanggulangan
bencana Gunungapi Slamet tentang pentingnya rencana kontingensi ;
3. Pengumpulan dan pengolahan data serta updating;
4. Pengumpulan data dilakukan pada semua sektor penanganan bencana dan lintas
administratif;
5. Verifikasi data;
6. Analisa data sumberdaya dengan menyusun proyeksi kebutuhan dibanding dengan
sumber daya yang tersedia ;
7. Penyusunan rancangan awal rencana operasi;
8. Penyusunan naskah, pembahasan dan perumusan dokumen rencana kontingensi yang
disepakati;
9. Konsultasi publik tentang hasil rumusan rencana operasi .
10. Penyebaran/disemenasi

dokumen

rencana

kontingensi

kepada

semua

penanggulangan bencana.

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

pelaku

E.

Aktivasi Rencana Kontingensi


Jika terjadi bencana dalam arti gunungapi Slamet dinyatakan dalam keadaan Awas
atau Siaga, maka status darurat atau siaga darurat dengan operasionalisasi rencana kontingensi
menjadi Rencana Operasi Tanggap Darurat, dengan memperhitungkan analisa hasil kaji cepat
di lapangan untuk penyesuaian data dan kebutuhan sumberdaya. Rencana operasi tanggap
darurat disusun sesaat setelah

Struktur Komando Tanggap Darurat terbentuk. Rencana

kontingensi yang sudah dioperasonalkan menjadi rencana operasi tanggap darurat, secara
otomatis dinyatakan tidak berlaku lagi. Untuk rencana kesiapsiagaan dengan potensi ancaman
bencana yang sama di kemudian hari, harus disusun rencana kontingensi yang baru.
F. Pengertian
1. Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu
kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau
faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa
manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis;
2. Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa
yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, Gunungapi meletus,
banjir, kekeringan, angin topan dan tanah longsor;
3. Ancaman Bencana adalah suatu kejadian atau peristiwa yang bisa menimbulkan bencana;
4. Mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui
pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi
ancaman bencana;
5. Risiko Bencana adalah potensi kerugian yang ditimbulkan akibat bencana pada suatu
wilayah dan kurun waktu tertentu yang dapat berupa kematian, luka, sakit, jiwa terancam,
hilangnya rasa aman, mengungsi, kerusakan atau kehilangan harta, dan gangguan
kegiatan masyarakat;
6. Status Keadaan Darurat Bencana adalah suatu keadaan yang ditetapkan oleh Pemerintah
atau Pemerintah Daerah untuk jangka waktu tertentu atas dasar rekomendasi Badan yang
diberi tugas untuk menanggulangi bencana;
7. Tanggap Darurat Bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan sesegera
pada saat kejadian bencana untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan, yang
meliputi kegiatan penyelamatan dan evakuasi korban, harta benda, pemenuhan kebutuhan

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

dasar, perlindungan, pengurusan pengungsi, penyelamatan serta pemulihan prasarana dan


sarana;
8. Kesiapsiagaan adalah serangkaian upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana
melalui pengorganisasian serta langkah-langkah secara berhasil-guna dan berdaya-guna.
9. Peringatan Dini adalah serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin
kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh
lembaga yang berwenang.
10. Bahaya adalah suatu situasi, kondisi, atau karakteristik biologis, geografis, sosial,
ekonomi, politik, budaya dan teknologi suatu masyarakat di suatu wilayah untuk jangka
waktu tertentu yang berpotensi menimbulkan korban dan kerusakan.
11. Kerentanan adalah kondisi-kondisi yang ditentukan oleh faktor fisik, sosial, ekonomi, dan
lingkungan atau proses-proses, yang meningkatkan kerentanan masyarakat terhadap
dampak bahaya.
12. Kejadian bencana adalah peristiwa bencana yang terjadi dan dicatat berdasarkan tanggal
kejadian, lokasi, jenis bencana, korban, dan ataupun kerusakan. Jika terjadi kejadian
bencana pada tanggal yang sama dan melanda lebih dari satu wilayah, maka dihitung
sebagai satu kejadian
13. Kontingensi adalah suatu keadaan atau situasi yang diperkirakan akan segera terjadi,
tetapi mungkin juga tidak terjadi.
14. Perencanaan Kontingensi adalah suatu proses perencanaan ke depan, dalam situasi
terdapat potensi bencana, di mana skenario dan tujuan disepakati, tindakan teknis dan
manajerial ditetapkan, dan sistem tanggapan dan pengarahan potensi disetujui bersama,
untuk mencegah, atau menanggulangi secara lebih baik dalam situasi darurat atau kritis.
15. Penentuan Kejadian adalah proses menentukan satu ancaman yang akan dijadikan dasar
dalam perencanaan kontingensi.
16. Asumsi adalah dugaan atau perkiraan yang diterima sebagai dasar.
17. Skenario adalah gambaran kejadian secara jelas dan rinci tentang bencana yang
diperkirakan akan terjadi meliputi lokasi, waktu dan dampak bencana.
18. Klaster (Cluster) adalah kelompok tugas yang melakukan tugas/peran sejenis. Pelaku
dalam Klaster terdiri dari unsur pemerintah, masyarakat dan lembaga usaha.
19. Perencanaan Klaster (Cluster Planning) adalah suatu rencana yang disusun oleh klaster
yang berisi kegiatan-kegiatan berkaitan dengan kebutuhan dan sumberdaya yang tersedia

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

di masing-masing klaster untuk penanganan darurat mengacu pada standar minimum


kebutuhan atau standar pelayanan minimum yang berlaku.
20. Standar Pelayanan Minimum adalah ketentuan mengenai jenis dan mutu pelayanan dasar
yang berhak diperoleh setiap warga secara minimum.
21. Kapasitas adalah sinergi dari semua kekuatan dan sumber daya yang tersedia dalam
sebuah komunitas, masyarakat atau organisasi yang dapat mengurangi tingkat risiko atau
dampak dari bencana
22. Pemulihan Darurat adalah pemulihan dengan segera prasarana dan sarana vital pada saat
kegiatan tanggap darurat.
23. Sinkronisasi adalah proses penyelarasan hasil perencanaan sektoral untuk memperoleh
kesepakatan-kesepakatan melalui rapat koordinasi.
24. Komando Tanggap Darurat adalah organisasi penanganan tanggap darurat bencana yang
memiliki struktur organisasi standar yang menganut satu komando dengan rantai dan
garis komando yang jelas dalam mengkoordinasikan instansi/lembaga/organisasi terkait
untuk pengerahan sumberdaya.
25. Manajemen Kedaruratan adalah seluruh kegiatan manajemen yang meliputi aspek
perencanaan dan penanggulangan kedaruratan, pada menjelang, saat dan sesudah terjadi
keadaan darurat, yang mencakup siaga darurat, tanggap darurat dan pemulihan darurat
26. Sistim Komando Tanggap Darurat adalah suatu sistim penanganan darurat bencana yang
disepakati dan digunakan oleh semua instansi/lembaga dalam rangka mengintegrasikan
pemanfaatan sumberdaya manusia, peralatan dan anggaran
27. Rencana Operasi adalah rencana yang dibuat/disusun dalam rangka pelaksanaan operasi
tanggap darurat bencana. Rencana operasi ini disusun oleh satuan tugas Komando
Tanggap Darurat dengan mempertimbangkan rencana kontingensi dan hasil kaji cepat.
28. Prosedur Operasi Tanggap Darurat adalah suatu standar/pedoman tertulis yang
dipergunakan untuk melaksanakan penanganan darurat bencana secara terkoordinasi,
terarah dan terpadu sesuai tahapan yang telah ditetapkan.
29. Kaji Cepat adalah kegiatan pengkajian secara cepat mengenai kejadian bencana dan
dampaknya yang meliputi aspek kehidupan/penduduk, prasarana sarana vital dan fasilitas
umum, ekonomi, serta lingkungan.
30. Operasi Tanggap Darurat adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada
saat kejadian bencana untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan yang meliputi
kegiatan penyelamatan dan evakuasi korban, harta benda, pemenuhan kebutuhan dasar,

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

perlindungan, pengurusan pengungsi, penyelamatan, serta pemulihan prasarana dan


sarana.
31. Evakuasi adalah merupakan suatu kegiatan untuk memindahkan masyarakat terancam
dampak bencana dan atau kegiatan masyarakat menyelamatkan diri ke daerah aman.
32. Latihan Kesiapsiagaan adalah suatu proses latihan komprehensif yang diulang secara
sistematis dan berkesinambungan untuk memperoleh pengetahuan dan ketrampilan
maksimal serta meningkatkan koordinasi dan komunikasi antar instansi/lembaga dalam
sebuah sistem kesiapsiagaan terpadu.
33. Legalisasi adalah pengesahan dokumen rencana kontingensi agar menjadi legal secara
hukum dan dipatuhi oleh instansi/lembaga terkait melalui Peraturan Kepala Daerah.

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

BAB II
GAMBARAN UMUM WILAYAH
A. Kondisi Geografis
Kabupaten Pemalang merupakan salah satu bagian dari wilayah Provinsi Jawa
Tengah, yang terletak diantara garis 805230 702011 Lintang Selatan dan garis 1090 7 30
1090 40 30 Bujur timur, tepatnya disebelah utara Provinsi Jawa Tengah dan berbatasan
dengan beberapa wilayah Kabupaten yaitu :

Sebelah Utara dengan Laut Jawa

Sebelah Timur dengan Kabupaten Pekalongan

Sebelah Selatan dengan Kabupaten Purbalingga

Sebelah Barat dengan Kabupaten Tegal


Secara administratif Kabupaten Pemalang terbagi menjadi 14 kecamatan dan 211 desa

serta 11 kelurahan.
Total luas wilayah Kabupaten Pemalang adalah seluas 1.115,30 km2 Berdasarkan
kelompok penggunaan lahan, dari total luas wilayah seluas 1.115,30 km2, yang merupakan lahan
sawah adalah sekitar 378,74 km2 sedangkan 736,56 km2 atau sekitar Kabupaten Pemalang
mempunyai iklim tropis basah dengan rata-rata suhu udara 30C, suhu minimum sekitar 24C
dan suhu maksimum sekitar 33C. Hari hujan rata-rata pertahun selama tahun 2012 sebanyak
126 hari dengan curah hujan rata-rata 3.048 mm pertahun. Kecamatan yang paling sering
terjadi hujan di Kabupaten Pemalang adalah Kecamatan Belik dengan rata-rata hari hujan
pertahun sebanyak 153 hari hujan dan curah hujan rata-rata pertahun mencapai 434 mm selama
tahun 2012, sedangkan Kecamatan yang paling sedikit terjadi hujan adalah Kecamatan
Pemalang dengan rata-rata hari hujan pertahun sebanyak 52hari hujan

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

Gambar II.1.
PETA Administrasi Kabupaten Pemalang

B. Administrasi Pemerintah dan Demografi


Dilihat dari wilayah administrasi, Kabupaten Pemalang terdiri atas 14 kecamatan yang
meliputi 211 desa dan 11 kelurahan.Secara terperinci, kecamatan yang ada di Kabupaten
Pemalang dapat dilihat pada tabel I.1 di bawah ini.

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

Tabel II.1
Wilayah Administrasi Kabupaten Pemalang
N
O
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

KECAMATAN
Moga
Warungpring
Pulosari
Belik
Watukumpul
Bodeh
Bantarbolang
Randudongkal
Pemalang
Taman
Petarukan
Ampelgading
Comal
Ulujami
Jumlah

LUAS
PROSENTASE
(HA)
(%)
41,41
26,31
87,52
124,54
129,02
85,98
123,19
90,32
101,93
67,41
81,29
53,3
26,54
60,55
1.115,3
100

DESA
10
6
12
12
15
19
17
18
13
19
19
16
17
18
211

KEL

7
2
1
1
11

Sumber : BPS Kab. Pemalang dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab. Pemalang

Penduduk Kabupaten Pemalang secara detail berdasarkan komposisi penduduk / jenis


kelamin per kecamatan sebagaimana terlihat pada table 2 di bawah ini :

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

10

Tabel II.2
Jumlah Penduduk Kabupaten Pemalang
Menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin Tahun 2012 dan 2013
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.

Jumlah Penduduk
Jumlah Penduduk
Tahun 2012
Tahun 2013
Kecamatan
Laki-laki Perempuan Jumlah
Laki-laki Perempuan Jumlah
Moga
31,336
31,655
62,991
Warungpring
18,951
19,160
38,111
Pulosari
27,533 27,781
55,314
Belik
52,186 51,604
103,790
Bodeh
26,642
26.581
53,223
Watukumpul
31,869
31,843
63,712
Bantarbolang
34,397
36,612
75,009
Randudongkal
46,708
48,618
95,326
Pemalang
84,436
88,349
175,785
Taman
79,206
79,838
159,004
Petarukan
73,284
74,229
147,503
Ampelgading
32,404
33,004
65,408
Comal
43,752
43,838
87590
Ulujami
49,016
49,605
98,621
Jumlah Total 634,720
642,717
1,277,437

Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pemalang

C. Bentang alam
Dilihat dari bentuk tata alam dan penyebaran geografisnya, wilayah Kabupaten Pemalang
dapat dibagi menjadi 3 (tiga) kategori daerah yaitu :
a. Daerah pegunungan disebelah utara atau daerah lereng Gunungapi Slamet dan daerah
Pegunungan Sebelah utara lereng gunung Slamet membujur hampir sepanjang wilayah
Kecamatan Belik, Randugdongkal, Moga, Warungpring, Watukumpul, dan Bantarbolang.
b. Dataran rendah terletak diantara lereng Gunungapi Slamet dan Pegunungan wilayah
Kecamatan Selatan dengan lebar rata-rata 8-10 km.
c. Dataran rendah di sebelah utara Pegunungan Pemalang selatan dataran tinggi yang
membujur dari arah Barat Kabupaten Tegal dengan lebar rata-rata 10 km.
Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

11

D. Topografi
Berdasarkan topografinya, Kabupaten Pemalang terdiri dari :
a. Daerah Dataran Pantai
Yaitu daerah dengan ketinggian antara 1-5 meter di atas permukaan air laut. Daerah
ini meliputi 18 desa dan 1 kelurahan terletak dibagian utara wilayah Kabupaten
Pemalang
b. Daerah Dataran Rendah
Yaitu daerah dengan ketinggian antara 6-15 meter diatas permukaan air laut daerah ini
meliputi 98 desa dan 5 kelurahan, terletak dibagian utara wilayah Kabupaten
Pemalang
c. Daerah Dataran Tinggi
Yaitu daerah dengan ketinggian antara 16-212 meter diatas permukaan air laut.
Daerah ini meliputi 35 desa, terletak disebelah tengah dan selatan wilayah Kabupaten
Pemalang
d. Daerah Pegunungan
Terbagi menjadi 2 yaitu :
1).Daerah dengan ketinggian antara 213-924 meter diatas permukaan air laut. Daerah
ini meliputi 55 desa, terletak dibagian selatan wilayah Kabupaten Pemalang
2).Daerah dengan ketinggian antara lebih dari 925 meter diatas permukaan air laut,
terletak dibagian selatan wilayah Kabupaten Pemalang meliputi 10 desa yang
berbatasan dengan Kabupaten Purbalingga.
E. Iklim
Curah hujan di Kabupaten Pemalang cukup tinggi yaitu 2.725 mm per tahun, dengan
suhu udara rata-rata 300C, suhu minimum sekitar 240C dan suhu maksimum sekitar 330C. Selama
tahun 2012 di Kabupaten Pemalang terjadi hujan rata-rata pertahun sebanyak 120 hari dengan
curah hujan rata-rata 3.048 mm per tahun. Kecamatan yang paling sering terjadi hujan di
Kabupaten Pemalang adalah Kecamatan Belik dengan 153 hari hujan dan curah hujan pertahun
mencapai 434 mm selama tahun 2012, sedangkan kecamatan yang paling sedikit terjadi hujan
adalah Kecamatan Pemalang dengan 52 hari hujan dengan curah hujan mencapai 128 mm

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

12

BAB III
PENILAIAN RISIKO DAN PENENTUAN KEJADIAN
SERTA PENGEMBANGAN SKENARIO
A. Penilaian Risiko dan Penentuan Kejadian
Risiko merupakan besarnya kerugian atau kemungkinan hilangnya (jiwa, korban,
kerusakan dan kerugian ekonomi) yang disebabkan oleh bahaya tertentu di suatu daerah pada
suatu waktu tertentu. Untuk menentukan besarnya risiko perlu menganalisis ancaman bahaya,
mempertimbangkan kerentanan masyarakat, serta mempertimbangkan kemampuan yang ada.
Bahaya merupakan suatu situasi, kondisi, atau karakteristik biologis, geografis, sosial,
ekonomi, politik, budaya dan teknologi suatu masyarakat disuatu wilayah untuk jangka waktu
tertentu yang berpotensi menimbulkan korban dan kerusakan. Bahaya adalah suatu kondisi,
secara alamiah maupun karena ulah manusia, yang berpotensi menimbulkan kerusakan atau
kerugian dan kehilangan jiwa manusia.Bahaya berpotensi menimbulkan bencana, tetapi tidak
semua bahaya selalu menjadi bencana.
Kerentanan merupakan sekumpulan kondisi dan atau suatu akibat keadaan (faktor fisik,
sosial, ekonomi dan lingkungan) yang berpengaruh buruk terhadap upaya-upaya pencegahan
dan penanggulangan bencana.
Kemampuan masyarakat maupun aparat setempat akan mengurangi kerentanan yang ada.
Penilaian bahaya erupsi Gunungapi Slamet dilakukan melalui identifikasi profil ancaman yang
berpotensi melanda suatu wilayah berdasarkan:
1. Identifikasi profil ancaman yang berpotensi melanda suatu wilayah, melalui dokumen
rencana penanggulangan bencana atau dari data sejarah kejadian bencana atau dari hasil
kajian para pakar tentang potensi bencana disebuah daerah;
2. Pembobotan/skoring ancaman/bahaya dari beberapa jenis ancaman yang ada dengan
memberikan nilai/bobot berdasarkan Probabilitas (P) ancaman kejadian bencana dan
Dampak (D) dari suatu ancaman;
Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

13

3. Penilaian bahaya dapat ditetapkan langsung oleh Kepala Daerah berdasarkan masukan
dari para pakar di bidangnya.
Penentuan Skala Probabilitas berdasarkan pada prediksi waktu kemungkinan terjadinya
suatu bencana di saat penilaian bahaya dilakukan dengan pembobotan sebagai berikut :
1. Skala 4 Kemungkinan bencana terjadi dalam rentang waktu 1 sampai dengan 5tahun
kedepan.
2. Skala 3 Kemungkinan bencana terjadi dalam rentang waktu 5 sampai dengan 10 tahun
kedepan.
3. Skala 2 Kemungkinan bencana terjadi dalam rentang waktu 10 sampai dengan 20 tahun
kedepan.
4. Skala 1 Kemungkinan bencana terjadi dalam rentang waktu >20 tahun kedepan.

Tabel III.1
Penilaian risiko
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Jenis Ancaman/
Bahaya
Banjir Genangan
Erupsi Gunungapi
Gempabumi
Kekeringan
Kebakaran Hutan
Kebakaran Rumah
Konflik Sosial
Tanah Longsor
Angin Kencang
Wabah Penyakit

Probabilitas

Dampak

Total Skor

4
4
1
4
3
4
1
4
4
1

1
3
1
1
1
2
1
2
2
1

5
7
2
5
4
6
2
6
6
2

Sumber : Analisis Penyusunan Rencana Kontingensi Erupsi G. Slamet

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

14

Hasil penilaian risiko diplot/diukur kedalam matriks skala tingkat bahaya dapat dilihat
pada table III.2sebagai berikut:
MATRIK SKALA TINGKAT BAHAYA

Dampak
Banjir
Kekeringan

Kebakaran Rumah Erupsi


Tanah Longsor Gunungapi
Angin Kencang

Kebakaran Hutan

Pro
bab
ilita
s

Gempabumi
Konflik Sosial
Wabah Penyakit

Berdasarkan analisis penilaian risiko diatas, ancaman bahaya yang akan dikembangkan
menjadi rencana kontingensi adalah ancaman letusan Gunungapi Slamet.
B. Pengembangan Skenario Kejadian Bencana

1. Aktivitas Vulkanik Gunungapi Slamet


Gunungapi Slamet merupakan gunungapi diperbatasan lima kabupaten, yakni
kabupaten Pemalang, Brebes, Tegal, Purbalingga, dan Banyumas. Merupakan gunung api
tipe Strato, dengan ketinggian puncak 3.432 m di atas permukaan laut (dpl). Nama Kawah :
K1, K2, K3, dan K4 (kawah yang aktif hingga kini). Lokasi Pos Pengamatan Desa
Gambuhan, Kab. Pemalang, Jawa Tengah.
Gunungapi Slamet terbentuk akibat konsekuensi aktivitas subduksi di selatan Pulau
Jawa dimana lempeng Indo-Australia menyusup ke utara ke bawah lempeng
Eurasia.Berdasarkan peta geologi, aktivitas erupsi Gn. Slamet secara umum terjadi dalam 2
perioda: 1) Slamet Tua (barat) dan 2) Slamet Muda (timur). Slamet Tua memiliki aktivitas

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

15

cenderung lebih eksplosif (pyroclastic flow) dari Slamet Muda (lava flow).Terdapat sekitar
35 scoria cone di tubuh Slamet Muda (d: ~130-750 m, h: ~250m) yg terbentuk akibat
aktivitas letusan basaltic Slamet Muda. Jejak material letusan pra-sejarah di Barat20 km,
Timur17 km, Utara16 km, dan Selatan17 km.
Sejarah letusan gunungapi Slamet dapat dilihat dalam tabel berikut:
Tabel III.2
Aktivitas vulkanik Gunungapi Slamet
No
Tahun
1. 1772
1825, 1835, 1847, 1849, 1860,
2.
1875, 1885, 1890
3. 1934, 1939, 1940
4. Periode 1943 1952
1953, 1955, 1957, 1958, 1960,
5.
1961, 1966, 1969, 1973, 1988
1989, 1990, 1991, 1992, 1995,
6.
1999, 2003, 2005, 2007
7. April 2009
8. Maret 2014
9. Agustus 2014

Peristiwa
Letusan abu, lava
Letusan abu, lava
Letusan abu, lava
Peningkatan Kegiatan
Letusan abu,
Semburan Lava tahun 1973
Peningkatan kegiatan
Letusan abu dan semburan lava
Letusan abu dan semburan lava
Letusan abu dan semburan lava

Sumber : Pos Pengamatan Gunungapi Slamet Gambuhan Pemalang

a. Kategori Bahaya Erupsi Gunungapi


1)

Bahaya Primer
Bahaya Primer adalah bahaya yang langsung menimpa penduduk ketika letusan
berlangsung, seperti :
a) Guguran lava pijar dapat terbentuk akibat guguran atau runtuhan kubah lava baru
atau tumpukan material lama yang masih panas di puncak.
b) Awan panas(Pyroclastic Flow):
Awan panas bersifat paling merusak dari pada jenis bahaya yang lain. Awan panas
adalah aliran massa panas (300-600oC) berupa campuran gas dan material
Gunungapi api yang terdiri dari berbagai ukuran bergumpal bergerak turun.

2)

Bahaya Sekunder
Bahaya sekunder adalah bahaya yang terjadi setelah letusan seperti lahar, Aliran lumpur
vulkanik yang dihasilkan karena endapan produk letusan/awan panas yang terbawa air
(hujan) dan membentuk aliran pekat mengalir ke area yang lebih rendah di lereng

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

16

Gunungapi api. Lahar Gunungapi Slamet mengarah ke sungai Kali Gumawang, Kali
Pelus, dan Kali Banjaran.
3)

Bahaya Tersier.
Bahaya tersier merupakan bahaya akibat kerusakan lingkungan Gunungapi api
(hilangnya daerah resapan/hutan/mata air dan akibat dari penambangan), membakar dan
merusak lingkungan yang terlanda. Turbulen dengan kecepatan sampai 100-150
km/jam.
Gambar III.1
Letusan Gunungapi Slamet tahun 1998
(Sumber PPVMBG Gambuhan Pemalang)

Gambar III.2
Letusan Gunungapi Slamet Bulan Maret 2014

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

17

Karakter letusan Gunungapi Slamet pada umumnya adalah letusan abu disertai
lontaran sekoria dan batu pijar, kadang-kadang mengeluarkan lava pijar. Letusannya
berlangsung beberapa hari, pada keadaan luar biasa mencapai beberapa minggu.Berdasarkan
hasil analisa data visual dan kegempaan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana
Geologi (PVMBG), pada tanggal 10 Maret 2014 pukul 21.00 WIB status kegiatan Gunungapi
Slamet dinaikkan dari Normal (level I) menjadi Waspada (level II). Dan pada tanggal 30
April 2014 pukul 10.00 WIB status kegiatan Gunungapi Slamet dinaikan menjadi Siaga
(level III). Kemudian pada tanggal 12 Mei 2014 pukul 16.00 WIB status kegiatan Gunungapi
Slamet kembali ke waspada (Level II) dan pada tanggal 12 Agustus 2014 pukul 10.00 wib
status gunungapi Slamet kembali dinaikan menjadi siaga (Level III).
Gempa vulkanik (dalam & dangkal) NIHIL, gempa tektonik lokal NIHIL, gempa
hembusan (GH) & letusan (GL): Menurun- 15 April 2014: 375x GH, 109 GL- 6 Mei 2014:
184x GH, 53.00x GL- 7 Mei 2014 12:00 : 37x GH, 14x GL. Kegempaan didominasi oleh
aktivitas frekuensi rendah (aktivitas aliran fluida dalam bentuk Tremor Harmonik,
Hembusan, dan Letusan). Hingga tanggal 7 Mei 2014 pukul 12:00 WIB belum terlihat tandatanda adanya peningkatan tekanan dari kedalaman (tekanan magma).
Berdasarkan data yang ada, maka hingga tanggal 12 Agustus 2014, Gunungapi
Slamet masih dalam status SIAGA. Hingga saat ini masih terjadi letusan-letusan yang
utamanya mengarah ke Barat-Barat Laut. Analisis data dilakukan terus menerus untuk
mengevaluasi aktivitas gunungapi secara real-time.
Letusan yang terjadi saat ini merupakan kelanjutan dari karakter Slamet
Muda.Komposisi magma: basaltic-to-basaltic andesitic (SiO2 ~ 50 wt%) Encer.Tipe
letusan utama : Strombolian (hingga Vulcanian), kekuatan letusan (Volcanic Explosivity
Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

18

Index/VEI) berkisar 1-2 dari skala 7 (letusan cenderung lemah) dgn ketinggian kolom letusan
maksimal ~5 km, volume letusan antara 10.000-1.000.000 m2. Letusan utama: Letusan abu
dan Lava pijar.Letusan tipe ini frekuensi letusannya lebih tinggi. Dalam sejarah, Slamet telah
meletus 45 kali. Di luar Indonesia, gunungapi yang setipe dengan G. Slamet seperti
Paricutin-Mexico meletus secara menerus selama 9 tahun, Stromboli-Italia terus meletus
semenjak ribuan tahun, dll.
Gambar III.3
Kawasan Bencana Gunungapi Slamet

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

19

2. Pengembangan Skenario Kejadian Bencana


Pengembangan skenario kejadian bencana merupakan narasi deskriptif yang
menjelaskan hasil penelitian dan analisis dari PVMBG. Untuk mendapatkan skenario yang
paling mungkin terjadi (most likely) dan mendekati realistik, serta berdasarkan data ilmiah
dan dapat dipertanggung jawabkan secara keilmuan (scientific), serta potensi bencana dari
data terkini (update).
C. Pengembangan Skenario Dampak Bencana
Pengembangan skenario dampak atau asumsi dampak menguraikan tentang dampak
bencana yang diperkirakan akan terjadi terhadap aspek-aspek kehidupan dan penghidupan
masyarakat, dengan mempertimbangkan kerentanan dan kapasitas lokal masyarakat yang
terkena dampak bencana. Pengembangan skenario dampak dapat berasal dari data peta
risiko atau dikembangkan dari peta bahaya yang dioverlay dengan data aspek-aspek
terdampak bencana. Dalam pengembangan skenario dampak, setidaknya ada lima aspek
yang harus dipertimbangkan yaitu:
1. Dampak Aspek Kependudukan
Asumsi dampak pada aspek kependudukan dapat berupa kematian, luka-luka, hilang,
dan pindah. Data aspek dampak kependudukan sebagaimana pada gambar berikut:

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

20

Gambar III.4
Daerah terkena dampak letusan G. Slamet di wilayah Kab. Pemalang

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

21

Tabel III.3
Skenario Dampak Bencana Erupsi Gunungapiapi Slamet Radius 9 Km
Keadaan Pengungsi
KECAMATAN
DAN DESA

NO.

1
1.

Jumlah
Jiwa

Radius
s/d
(Km)

Jiwa Terancam

Meninggal

Hilang

Jml

(%)

Jml

(%)

10

11

Jm
l
12

Pindah

Desa Clekatakan

b.

Desa Batursari

c.

Desa Penakir

d.

Desa Gunungsari

e.

Desa Jurangmangu

f.Desa Gambuhan
g.

Desa Siremeng

JUMLAH

6,475

3.126

6,5

5.457

4.352

1.275

8.150

7,5

5.402

Luka
Sedang

Jml

(%)

Jml

(%)

Jml

(%)

Jml

13

14

15

16

17

18

19

20

34.237

Sumber : Hasil Analisis Penyusunan Rencana Kontingensi

Dari asumsi dampak terhadap kependudukan, sebagai berikut:

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Banyumas

Luka
Ringan

(%)

Kecamatan Pulosari
a.

Pengungsi

22

23

Luka
Berat
(%
)
21

Non-Rawatan

Jml

(%)

Jml

22

23

24

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Jumlah penduduk di 1 kecamatan


Jumlah penduduk yang terancam
Asumsi jumlah penduduk meninggal
Asumsi Penduduk yang hilang
Penduduk yang pindah (tidak di tempat pengungsian)
Jumlah pengungsi
Asumsi luka ringan
Asumsi luka sedang
Asumsi luka berat

10. Jumlah pengungsi non-rawatan

=
=
=
=
=
=
=
=
=

44.983
34.237
11
7
1.359
37.553
263
126
85

37.079 jiwa

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Banyumas

jiwa
jiwa
jiwa
jiwa
jiwa
jiwa
jiwa
jiwa
jiwa

23

23

2. Dampak Aspek Sarana dan prasarana


Asumsi dampak pada aspek sarana/prasarana adalah:
1) Sarana/prasarana vital yaitu seluruh fasiltas/asset yang sangat terkait
fungsinya

sebagai aspek pendukung

keselamatan

jiwa dan

pemenuhan kebutuhan dasar sehingga harus menjadi prioritas utama


dipulihkan fungsinya pada masa tanggap darurat.
2) Fasilitas umum yaitu fasiltas/asset yang perlu dipulihkan fungsinya
segera untuk dukungan tanggap darurat.Asumsi dampak aspek
sarana dan prasarana dapat dilihat pada Tabel 3.5 sebagai berikut.
Tabel III. 4
Asumsi Dampak pada Aspek Sarana dan Prasarana
Bencana erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang
Aspek Sarana/
Prasarana

Jumlah
(Unit)

Terancam
(unit)

1 Jembatan
2 Masjid/Mushola

10
181/636

No.

Kriteria Kerusakan

Ringan
(unit)
1

Sedang
(unit)
1

Berat
(unit)
1

Ds. Clekatakan

3/5

1/2

1/1

Ds. Batursari

4/11

1/3

1/3

2/5

Ds. Penakir

9/12

2/3

4/6

3/3

Ds. Gunungsari

7/11

3/5

Ds. Jurangmangu

4/7

2/3

2/3

0/1

Ds. Gambuhan

5/6

2/2

2/3

1/1

Ds.Siremeng

1/9

1/5

0/4

Ds. Pagenteran

5/10

2/4

2/4

68

11

b. SD/MI

92/9

20/0

10/0

5/0

5/0

c. SMP/MTs

15/5

2/0

1/0

1/0

a. kantor desa

b. puskesmas

c. pustu

3 Sekolahan
a.TK

4 Sarana Pemerintah

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

24

d. Koramil

e. BKK

f. PKD

42

Sumber : diolah dari BPBD Kabupaten Pemalang

3. Dampak Aspek Sosial Ekonomi


Asumsi dampak sosial berupa trauma dimasyarakat terhentinya
proses belajar mengajar kegiatan keagamaan serta aspek sosial lainnya.
Sedangkan asumsi dampak pada aspek ekonomi meliputi terganggunya
perekonomian/perdagangan

masyarakat

seperti

kerusakan

pasar

tradisional, kekurangan pasokan kebutuhan dasar, kerusakan areal


persawahan, kematian ternak, kerusakan perkebunan dan sebagainya.
Pengembangan asumsi dampak sosial ekonomi tidak hanya dapat disajikan
dalam bentuk kuantitatif (jumlah), tetapi dapat pula disajikan dalam bentuk
kualitatif berupa diskrispsi dampak kejadian bencana yang merusak sendi
kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Asumsi dampak pada aspek sosial
ekonomi dapat dilihat pada tabel III.6 dan Tabel III.7 berikut :
Tabel III. 5
Asumsi Dampak Pada Aspek Ekonomi Bencana Erupsi Gunungapi Slamet
Kabupaten Pemalang

No.

Aspek Ekonomi

1 Pasar Tradisional
2 Sawah

Jumlah

Terancam

13

4.480

1.042

47.654

6.393

10.275

980

4752 / 527

1771/107

Kriteria Kerusakan
Ringan

Sedang

Berat

104,2

208,4

208,4

3 Hasil Pertanian
a. Padi
b. Jagung
Ternak
4
(Sapi & Kerbau)

Sumber : diolah dari BPBD Kabupaten Pemalang

Tabel III. 6
Asumsi Dampak Pada Aspek Sosial Bencana Erupsi Gunungapi Slamet
Kabupaten Pemalang
Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

25

Aspek Sosial

Kegiatan Belajar

Lama
Gangguan
Fungsi

Keterangan

14 hari

Sekolah terkena abu vulkanik

Mengajar

Akses transportasi terganggu

a. PAUD

Tenaga pengajar berhalangan dan

b.TK

menjadi pengungsi

c. SD/MI
d. SMP
Sumber : diolah dari BPBD Kabupaten Pemalang

4. Dampak Aspek Lingkungan


Asumsi dampak pada aspek lingkungan dapat berupa pencemaran
dan kerusakan lingkungan hidup seperti pencemaran sumber air,
penduduk, pencemaran udara dan asap, kerusakan lahan perkebunan, dll.
Asumsi dampak pada aspek lingkungan dapat dilihat pada tabel III.8
sebagai berikut:
Tabel III.7
Asumsi Dampak Pada Aspek Lingkungan Bencana Erupsi Gunungapi Slamet
Kabupaten Pemalang
Kriteria Kerusakan
No

Aspek
Lingkungan

Jumlah
(Ha)

Teranca
m (Ha)

Ringan
(Ha)

Sedang
(Ha)

Berat
(Ha)

Tidak
Rusak
(Ha)

Persawahan

4.480

1.042

104,2

208,4

208,4

521

Kebun

3.660

1.896

189,6

379,2

379,2

948

Pekarangan

1.981

328

32,8

65,6

65,6

164

Sumber : diolah dari BPBD Kabupaten Pemalang

5. Dampak Aspek Pelayanan Pemerintahan


Asumsi dampak pada aspek pelayanan pemerintahan berupa terganggunya
pelayanan kepada masyarakat karena gedung kantor yang rusak, rusaknya
peralatan dan dokumen serta petugas yang ikut menjadi korban bencana
Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

26

/mengungsi. Asumsi dampak aspek pelayanan pemerintah dapat dilihat pada


Tabel III.9
Tabel III. 8
Asumsi Dampak Pada Aspek Pelayanan Pemerintah Bencana Erupsi Gunungapi
Slamet Kabupaten Pemalang

No

Lama Gangguan
Fungsi (hari)

Aspek Pelayanan

Keterangan

1.

Kantor Desa Clekatakan

7 Hari

Kantor desa atap

2.

Kantor Desa Batursari

7 Hari

3.

Kantor Desa Penakir

7 Hari

Peralatan rusak

4.

Kantor Desa Gunungsari

7 Hari

Dokumen rusak

5.

Kantor Desa Jurangmangu

Aparat mengungsi

6.

Kantor Desa Gambuhan

7.

Kantor Desa Siremeng

roboh

Poliklinik Desa Gandatapa


Poliklinik Desa
Limpakuwus
Sumber : diolah dari BPBD Kabupaten Pemalang

BAB IV
KEBIJAKAN DAN STRATEGI TANGGAP DARURAT
Dalam rangka penanganan terhadap korban yang ditimbulkan oleh bencana
erupsi Gunungapi Slamet,Pemerintah Kabupaten Pemalang akan menetapkan kebijakan
dan strategi tanggap darurat. Kebijakan dan Strategi Tanggap Darurat merupakan
prinsip emergency respons atau menanggapi keadaan saat tanggap darurat sesuai dengan
skenario kejadian bencana dan skenario dampak bencana yang telah ditetapkan.
Merupakan penjelasan tujuan secara umum yang akan dicapai oleh masing masing
klaster dalam penanganan darurat. Sementara strategi merupakan kegiatan teknis
operasional yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan. Tujuan penanganan darurat
difokuskan kepada upaya-upaya penyelamatan jiwa, manajemen dan koordinasi tanggap
darurat, pemenuhan kebutuhan dasar, pengungsian, kesehatan, pemenuhan logistik serta
perbaikan sarana dan prasarana vital serta fasilitas umum sesegera mungkin.

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

27

A. Kebijakan
1.
2.

Menetapkan waktu tanggap darurat selama 14 (empat belas) hari.


Mengerahkan semua sumber daya dan Potensi yang ada untuk

dapat dipergunakan dalam tanggap darurat penanggulangan bencana, dan


bersifat partisipasif.
3.
Mengkoordinasikan kegiatan penanggulangan bencana yang
dilakukan oleh berbagai lembaga baik pemerintah, swasta dan masyarakat,
dalam manajemen dan pengendalain (Posko), manajemen bantuan sampai
dengan penyimpanan dan distribuasi tepat sasaran.
4.
Melakukan kegiatan pengurusan para korban bencana dengan
5.

kegiatan evakuasi, penyelamatan korban luka-luka, dan pelayanan kesehatan.


Melaksanakan kegiatan pengurusan para pengungsi korban
bencana dengan kegiatan evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar seperti

6.

pangan, sandang, hunian sementara, dan MCK serta air bersih.


Melaksanakan urusan ternak (sapi, kambing, kerbau dan lain-

lain) dapat diselamatkan.


7.
Memberikan pengamanan menyeluruh di daerah bencana, tempat
pengungsian, titik kumpul, jalur evakuasi, jalur distribusi bantuan, dan
gudang bantuan, serta tempat vital lainnya.
8.

Memantau dan melaporkan kerugian yang ditimbulkan oleh


bencana, baik harta benda maupun jiwa.

B. Strategi
1.

Membentuk Posko induk serta Posko Lapangan di setiap

kecamatan terdampak, untuk menampung dan memberikan informasi tentang


situasi dan kondisi terkini terkait dengan kejadian bencana erupsi Gunungapi
Slamet.
2.

Memerintahkan kepada seluruh Tim Penanggulangan

bencana segera melaksanakan tugas sesuai dengan tupoksinya ;


3.
Memberikan prioritas pertolongan pertama

kepada

kelompok rentan, yakni pada lansia, anak-anak, pasien rumah sakit,


4.

penyandang cacat, dan ibu hamil.


Menyiapkan segala

fasilitas

pelayanan

kesehatan

(Ambulance, Tenaga medis, Obat-obatan, kantung mayat) dan pelayanan


umum (logistic, Dapur umum, MCK, Air bersih, Tenda, Selimut, dll)

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

28

5.

Melakukan pendataan secara akurat jumlah korban,


jumlah bantuan yang dibutuhkan dan bantuan yang tersedia serta petugas

yang akan mendistribusikan bantuan.


6.
Melakukan evakuasi terhadap ternak besar seperti sapi,
kambing, kerbau, dan lain-lain yang berada di zona bahaya ke lokasi yang
lebih aman.
7.
8.

Memerintahkan

kepada

petugas

keamanan

melakukan pengamanan dan sterilisasi pada kawasan rawan bencana.


Menginventarisir semua kerugian / korban

untuk
yang

ditimbulkan oleh bencana tersebut.


9.
Mengajukan bantuan kepada Pemerintah Provinsi dan
10.

Pusat apabila dampak bencana yang ditimbulkan cukup besar.


Mengevaluasi dan memberikan laporan pertanggung
jawaban pelaksanaan kegiatan yang sudah dilaksanakan serta tindak lanjut
yang direncanakan.

BAB V
PERENCANAAN KLUSTER
Perencanaan kluster disusun untuk merespons situasi yang diakibatkan oleh
dampak buruk letusan gunungapi Slamet, dengan di payungi dan sesuai dalam koridor
kebijakan dan strategi tanggap darurat. Untuk itu perlu membentuk organisasi tanggap
darurat dengan beberapa kluster yang disesuaikan dengan kebutuhan. Pada saat status
darurat dan Komandan darurat ditetapkan oleh Bupati, maka segera dibentuk Organisasi
Tanggap Darurat. Struktur organisasi ini disusun dengan mempertimbangkan skenario
kejadian bencana dan skenario dampak bencana serta ketersediaan sumberdaya yang
ada di daerah.
A. Kluster Manajemen dan Koordinasi (Posko)
1. Situasi
Gambaran umum situasi apabila terjadi erupsi Gunung Api Slamet diprediksikan
terjadi situasi panik terutama desa-desa yang lebih dekat dengan kawah, adanya
korban awan panas yang meninggal 11 orang, lebih 400 orang luka-luka ringan,
sedang dan luka berat, sebanyak 37.553 jiwa harus melakukan evakuasi dari
desa-desa terdampak menuju ke daerah-daerah yang aman dalam waktu segera.
Semua infrastrukur serta aset yang ada di daerah terdampak akan porakRencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

29

poranda.Terganggunya roda pemerintahan di desa dan kecamatan terdampak,


beberapa jembatan dan jalan terputus. Perlunya segera mengkoordinasikan berbagai
pihak terkait dalam penanggulangan kedaruratan bencana. Berbagai b antuan datang

dari pihak-pihak dengan berbagai macam bentuk baik berupa obat-obatan,


sandang, pangan dll.
2. Sasaran
a. Terwujudnya koordinasi seluruh pemanku kepentingan tanggap darurat.
b. Terbentuknya dan aktivasi Pusdalops menjadi Pos Komando (Posko) utama,
serta Posko lapangan di kecamatan terdampak, serta mengaktifkan Media
Center.
c. Terbentuknya pos di titik-titik kumpul sementara dan lokasi evakuasi.
d. Tergeraknya seluruh sumber daya yang ada untuk melakukan evakuasi
pengungsi.
e. Terkoordinirnya segala bentuk bantuan bencana untuk pengungsi.
f. Terinventarisirnya data pengungsi,kerugian dan korban yang ditimbulkan.
3. Kegiatan
a. Membangun

posko

utama,

dan

posko

lapangan

di

setiap

kecamatannterdampak.
b. Menyiapkan tim
c. Mengkoordinasikan kegiatan sektoral / kluster
d. Menerima dan menyampaikan informasi
e. Menyiapkan kebutuhan sarana dan prasarana komunikasi dan informasi,
serta mengaktifkan Media Center
f.

Mengkoordinir penyaluran bantuan-bantuan dan logistic ke setiap lokasi


pengungsi dan lokasi evakuasi, serta keamanan.

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

30

Tabel V.1
NO.

PELAKU/

KEGIATAN

WAKTU

1.

Membuat posko

INSTANSI
Seluruh Tim Sektor
Manajemen

2.

Menyiapkan tim

TNI/POLRI

Setelahnya adanya status


Siaga dari PVMBG,

3.

BPBD KABUPATEN 5
Kab. terdampak
BPBD

Selama tanggap darurat

4.

Mengkoordinasikan kegiatan
sektoral
Membuat laporan menyeluruh

5.

Memberikan arah pelaksanaan

Insinden Komando

Selama tanggap darurat

6.

Menerima dan menyampaikan


informasi tentang
perkembangan situasi
Menyiapkan kebutuhan sarana
dan prasarana komunikasi dan
informasi. Internet, telp, fax dll

Bag. Humas,
Dinhubkominfo, OrariRAPI, Kecamatan
Bag. Humas,
Dinhubkominfo, OrariRAPI, Kecamatan

Selama tanggap darurat

Mengkoordinir kebutuhan
kebutuhan di lapangan dan
keamanan

Bag. Kesra dan Bag.


Umum,
Dinsosnakertrans

Selama tanggap darurat

8.

Setelahnya adanya status


Siaga dari PVMBG,

Selama tanggap darurat

Selama tanggap darurat

Kagiatan Manajemen dan Koordinasi Posko

Tabel V. 2
Matrik skala tingkat bahaya

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

31

Status

Makna

Awas

Siaga

Waspada

Normal

Menandakan gunung berapi


segera/sedang meletus/ada
keadaan kritis yg menimbulkan
bencana
Letusan pembukaan dimulai
dgn asap
Letusan berpeluang terjadi
dlm wkt 24 jam

Tindakan

Menandakan gunung berapi


yg sdg bergerak ke arah
letusan/menimbulkan bencana
Peningkatan intensitas
kegiatan seismik
Data menunjukkan aktifitas
dpt sgr brlanjut ke keadaan yg
dpt timbulkan bencana
Jika tren peningkatan
berlanjut, letusan dpt terjadi
dlm waktu 2 minggu

Ada aktifitas apapun


bentuknya
Terdapat kenaikan aktifitas
diatas level normal
Peningkatan aktifitas
seismik & kejadian vulkanis
lainnya
Sedikit perub aktifitas yg
diakibatkan oleh aktifitas
magma, tektonik & hidrotermal

Tdk ada gejala aktifitas


tekanan magma
Level aktifitas dasar

Wil yg
terancam bahaya
dikosongkan
Koordinasi
dilaks scr harian
Piket siaga
penuh
Sosialisasi di
wil yg
terancam/terdampak
Penyiapan
sarana darurat
Koordinasi
harian
Piket siaga
penuh

Penyuluhan/sosi
alisasi
Penilaian
bahaya
Pengecekan
sarpras
Pelaks piket
terbatas

Pengamatan
rutin

Survey &
penyelidikan

Tabel V. 3
Langkah-langkah yang diambil pemerintah waktu terjadi peningkatan status
NO.
1.

KEGIATAN
Menutup jalur pendakian

PELAKU/INSTANSI
PVMBG dan dinas

WAKTU
Dari Normal ke

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

32

2.

3.
4.

5.

6.
7.

8.

9.

radius 2 Km

kehutanan

Waspada

Membuat peta rawan


bencana untuk diinfokan
kepada masayarakat
Pengisian Peta dislokasi dan
pengisian data-data
Pembagian tugas dan fungsi
masing-masing Satker :
- Menentukan titik kumpul
- Menentukan coordinator
- Menentukan jalur evakusi
- Menentukan tempat
pengungsian
- Menentukan dapur umum,
Poskes dan MCK
- Pendataan jumlah
penduduk dan ternak
- Pemasangan tanda-tanda
bahaya
- Pengenalan tanda bahaya
melaluisirene, kentongan dll
- Menyusun rencana
sosialisasi
Melaks brifing awal utk
pelaks gladi simulasi

SKPD terkait (TNI,


Polri, SAR, BPBD)

Dari Normal ke
Waspada

SKPD terkait (TNI,


Polri, BPBD, SAR)
SKPD terkait dan 3
pilar(Babinsa,
Babinkamtibmas dan
Kades)

Dari Normal ke
Waspada
Dari Normal ke
Waspada

SKPD terkait dipimpin


oleh Bupati bertempat di
Pendopo ttg peningkatan
status
PVMBG dan dinas
kehutanan
SKPD terkait (TNI,
Polri, Orari, Rapi,
BPBD, PMI, Dinsos,
SAR, Tagana)

Dari Normal ke
Waspada

SKPD terkait (TNI,


Polri, Orari, Rapi,
BPBD, PMI, Dinsos,
SAR, Tagana)
TNI, Polri, Orari, Rapi,
Dishub

Dari Waspada ke
Siaga

Menutup aktifitas warga


radius 4 Km
Mendirikan Posko Utama di
Kodim, Posko Aju desa
Rempoah, Tenda-tenda
pengungsi, Dapur Umum,
Poskes dan MCK di tempat
yang sudah dintentukan.
Menyusun organisasi Posko

Menyiapkan kebutuhan
sarana dan prasarana
komunikasi dan informasi.
Internet, telp, fax,

Dari Waspada ke
Siaga
Dari Waspada ke
Siaga

Dari Waspada ke
Siaga

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

33

Pemasangan repiter. Dll

10.

11.

Melaksanakan latihan
simulasi di lokasi yang
terdampak erupsi gunung
slamet
Mengendalikan proses
evakuasi dan pengungsian
penduduk

12.

Mengirim tim satgas, medis


dan dan kebutuhan logistic
ke daerah pengungsi

13.

Melakukan pendataan
pengungsi dan ternak yang
diungsikan
Memantau secara terus
menerus aktifitas gunung
slamet
Melaporkan ke Komando
Atas perkembangan situasi
setiap saat
Melaksanakan patroli
gabungan di wilayah yang
ditinggal
Memonitor dampak erupsi
gunung slamet guna
mengambil langkah
selanjutnya
Melaporkan ke Komando
Atas perkembangan situasi
saat terjadi erupsi
KEGIATAN

14.

15.

16.

17.

18.

NO.
19.

Melaporkan jumlah korban :


- Data kerugian baik pers
maupun materiil
- Mendata kebutuhan sarpras
- Melaksanakan rehabilitasi

Seluruh masyarakat, dan


instansi terkait

Dari Waspada ke
Siaga

Seluruh masyarakat, dan


instansi terkait (TNI,
Polri, Orari, Rapi,
BPBD, PMI, Dinsos,
SAR, Tagana)
Seluruh masyarakat, dan
instansi terkait (TNI,
Polri, Orari, Rapi,
BPBD, PMI, Dinsos,
SAR, Tagana)
SKPD terkait (TNI,
Polri, BPBD, SAR)

Dari Siaga ke
Awas

PVMBG dan pos mat

Dari Siaga ke
Awas

Piket Posko dan tiap tiap


satker

Dari Siaga ke
Awas

Satgas pengamanan
wilayah

Dari Siaga ke
Awas

Dari Siaga ke
Awas

Dari Siaga ke
Awas

SKPD terkait (TNI, Polri,


Orari, Rapi, BPBD, PMI,
Dinsos, SAR, Tagana)

Saat terjadi
erupsi

SKPD terkait (TNI, Polri,


Orari, Rapi, BPBD, PMI,
Dinsos, SAR, Tagana)
PELAKU/INSTANSI

Saat terjadi
erupsi

SKPD terkait (TNI, Polri,


Orari, Rapi, BPBD, PMI,
Dinsos, SAR, Tagana)

Sesudah terjadi
bencana

WAKTU

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

34

20.

- rencana penempatan
kembali pengungsi ke rumah
masing-masing
Memberikan bantuan &
melaksanakan
rehabilitasi/rekontruksi
pemukiman, Fasilitas social
dan umum

SKPD terkait (TNI, Polri,


Orari, Rapi, BPBD, PMI,
Dinsos, SAR, Tagana)

Sesudah terjadi
bencana

Tabel V. 4
Daftar instansi terkait yang masuk dalam posko
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13

INSTANSI
TERKAIT
Kepala BPBD
Wakil I Dandim
Wakil II Kapolres
Ka Dinkes
Ka
Dinsosnakertrans
Dishubkominfo
DCKKTR
SDABM
ESDM
Satpol PP
Kesbangpol
Ka Dinas
Peternakan

NAMA

NO. TELP.

Drs. H, WISMO, M.Pd


Letkol. LUTFI
AKBP
dr. HUMARTONO
Drs. SULTANTO
Drs. HEPI PRIYANTO

Drs. SUKISMAN
Drs. TUTUKO RAHARJO
M.Si
NI WAYAN ASRINI, SH,

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

35

DPPKAD

M.Si

4. Kebutuhan
Tabel V. 5
Tabel kebutuhan peralatan posko
N
o

Jenis
Barang

Kebutuha
n

Ketersediaa
n

Kekuranga
n

Anggaran

Ket

Laptop

16.670.000

APBD I/
APBN

Printer
inkjet hp
2770

1.400.000

APBD I /
APBN

inject
catride
warna

500.000

APBD II

Whiteboard
120 x 90 +
kaki

689.000

APBD II

60.000

APBD II

30

30

90.000

APBD II

20

20

30.000

APBD II

10

10

460.000

APBD II

20

20

500.000

APBD II

1
2
1
5
5

1
2
1
5
-

35.000
40.000
15.000
11.000
-

APBD II
APBD II
APBD II
APBD II
Bag umum

5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

Spidol
besar dan
kecil
Jepitan
kertas
Snelhekter
folio
Kertas
HVS 70
gram
Kertas
manila
Bolpoint
Tipe X
Peforator
Paper clip
Meja

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

36

15
16
17
18
19
20
21

22

23

24

25
26

Kursi
Internet
(Fi)
Card
Reader
USB Flash
Disc 4 GB
Pesawat
Rig
HandyTalk
y

18

18

Bag umum

55.000

APBD II

160.000

APBD II

250.000

APBD II

37

37

ORARI/RAP
I

Dinas
Kominfo

Bag umum

Bag umum

Kendaraan
roda 4
11.550.000
Roda 2
3.640.000

Kendaraan
Roda 4 = 5
unit x 30 liter
x 14 hr
Kendaraan
Roda2 = 4
unit x 10 liter
x 14 hari

175.000
75.000

APBD II
APBD II

Telepon
Kendaraan
roda 4 (1
van & 4
truk (pick
up))
Kendaraan
roda 2 (trail
& Win)

BBM
Operasiona
l

2660

Jas hujan
Payung
Akomodasi
:

5
5

28

Snack

29

2660

5
5

24

24

7.560.000

Makan

24

24

15.120.000

30

Roll Kable

90.000

31

Senter

1.200.000

32

Honor
Piket dan
Transportas
i

126

126

12.600.000

33

Sopir

4.200.000

34

Handy

1.401.000

27

APBD I /
APBN
APBD
I/APBN
APBD
I/APBN
APBD
I/APBN
APBD I /
APBN
APBD
I/APBN
APBD I /
APBN

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

37

35

LCD

36

Velbet
TV ( 10
stasiun )
Bahan
Bakar Gen
Set

25

25

10

10

30.000.000

280

1.540.000

37
38

Jumlah

Pemda
Kabupaten
Kodim
APBD I /
APBN
APBD
I/APBN

110.1
16.000

5. Sumberdaya Personil
Kekuatan Posko, Personil 24 Orang :
a. SKPD (sesuai jadwal)

b. Dinsosnakertrans

c. Kesbangpol

d. Bagian Humas

e. Orari/RAPI

f. Dinas PSDA dan ESDM

g. Bagian Kesra

h. Kecamatan Pulosari

oran
g
oran
g
oran
g
oran
g
oran
g
oran
g
oran
g
oran
g

Gambar V. 1
Struktur Organisasi Pos Komando Tanggap Darurat Bencana G. Slamet

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

38

B.

Kluster Sarana Dan Prasarana


1. Situasi
Untuk menampung jumlah pengungsi yang besar yakni 34.237 jiwa,
keadaan sarana dan prasarana pada titik-titik lokasi pengungsian sebagian besar
belum memenuhi kondisi dan jumlah ideal. Untuk itu pemerintah perlu
mengantisipasi dengan penyediaan dan pemenuhan sarana dan fasilitas pos
pengungsian sesuai dengan prakiraan jumlah pengungsi. Demikian juga untuk
jalur-jalur evakuasi perlu diperhitungkan untuk menampung jumlah yang akan
dievakuasi yakni 34.237 jiwa dalam waktu yang singkat. Demikian juga untuk
menyediakan tempat pengungsian dan air bersih serta MCK dalam jumlah besar
34.237 jiwa.
2. Sasaran
a.

Tersedianya jalur evakuasi.

b.

Tercukupinya

sarana dan prasaranadi tempat pengungsian, yakni air

bersih dan MCK.


c.

Tersedianya areal pengungsian yang memadai.

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

39

d.

Tersedianya

tempat-tempat

hunian

sementara

yang

memenuhi

persyaratan minimal.
3. Kegiatan
Tabel V. 6
Kegiatan Sektor Sarana dan Prasarana
No

Kegiatan

Memperbaiki jalur evakuasi

Menyediakan sarana dan prasarana


pos pengungsian
(tenda, MCK, dapur umum, air
bersih)

Pelaksana

Waktu Pelaksanaan

BPBD
SDABM
ESDM
BPBD
ESDM
DCKKTR
SDABM
Dinhubkominfo

Sebelum dan sesaat


setelah bencana terjadi

Menyediakan sarana dan prasarana


areal pengungsian (tempat sampah,
air minum, air bersih dan sanitasi,
rumah ibadah, TPA, gudang logistik,
alat berat)

BPBD
DCKKTR
SDA BM
Dindik
ESDM

Sebelum dan sesaat


setelah bencana terjadi

Penyediaan Gen Set

ESDM

Sebelum dan sesaat


setelah bencana terjadi

Sebelum dan sesaat


setelah bencana terjadi

Tabel V. 7
Penanggung Jawab Sektor Sarana dan Prasarana
No
1
2
3
4
5
6.
7.

SKPD
SDABM
DCKKTR
ESDM
BPBD
DINDIKPORA
Organda
Kepala Desa
Clekatakan
Batursari

Nama
Ir. Irawadi, CES
Ir. Junaidi, MT
Sigit Widiadi, ST, MSi
Drs. H. Wismo M.Pd
Drs. Mariyoto, M.Pd
Isheru Permana

Penakir

Herningsih

Gunungsari
Jurangmangu
Gambuhan

Teteg Winanteya
Sutrisno
Slamet Rahardi

Siremeng

Solikhin, S.Pd

Sutrisno
Tamat

No. Telp.
0812 1566 525
0816 6900 14
0817 0605 032
0817 242 790
0812 2776 909
0821 3699 7310
0857 2613 3460
0856 4846 2224
0815 4813 6491
0877 1187 9627
0813 9015 2058
0819 0102 7728
0857 4298 5295
0856 4280 0783
0877 0324 4411
0877 3024 4111
0819 0262 7311

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

40

Standar Minimal
Tabel V. 8
Sarana dan prasarana Pengungsian
Jumlah Pengungsi
Truck pengangkut pengungsi
BBM Truck pengangkut
pengungsi

37,553
150

orang
truck

7510

liter

Air bersih
Tenda pengungsian
Truck pengangkut tenda
Bahan Bakar (angkut tenda)
Truck pengangkut sampah

7,886
536
53
530
9

M3
buah
buah
liter
truck

BBM Truck pengangkut sampah


Dapur Umum
Truck dapur umum
BBM truck dapur umum
Bahan Bakar Memasak
MCK

2628
8
8
80
1,341
1,877

ltr
set
buah
liter
tabung
buah

Mobil Tinja
BBM Truck tinja
Alat berat
BBM alat berat
Tempat sampah/kontainer
Generator

8
5600
2
14,000
8
8

buah
ltr
unit
liter
buah
buah

5 kali angkut/truck
Setiap angkut 10 liter
Kebutuhan 15
ltr/hari/org
1 tenda 70 orang
1 truck 10 tenda
PP
2 kali angkut setiap hari
PP
1 area, 1 dapur umum

1 tabung 3 kg
1 MCK 20 org
Truck tinja 5000lt/5 kali
angkut
Excavator
50ltr/jam/10 jam
Kapasitas 3 m3
Kapasitas 5000 wat

4. Kebutuhan
Tabel V.9
Tabel Kebutuhan Sektor Sarana dan Prasarana
No
1
2
3
4
5
6

Item
Truck pengangkut
pengungsi
BBM Truck
pengangkut
pengungsi
Air bersih
Tenda pengungsian
Truck pengangkut
tenda
Bahan Bakar (angkut
tenda)

Sat
Buah

Kebutuhan
150

Ketersediaan
10

Kekurangan
140

Ltr

7510

7510

M3
Buah
Buah

7.886
536
53

0
36
0

7.886
500
53

Ltr

530

530

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

Keterangan
Perlu di perinci
sumber untuk
memenuhi
kekurangan

41

7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18

Truck pengangkut
sampah
BBM Truck
pengangkut sampah
Dapur Umum
Truck dapur umum
BBM truck dapur
umum
Bahan Bakar
Memasak
MCK
Alat berat
BBM alat berat
Tempat
sampah/kontainer
Generator
BBM Genset
TOTAL

Buah

Ltr

2628

9
0

Set
Buah
Ltr

8
8
80

8
0
0

8
80

Tabun
g
Buah
Unit
Ltr
Buah

1341

1341

1,877
2
14,000
8

0
2
0
8

1,877
0
14,000
0

Buah
Ltr

8
56,000

0
0

8
56,000

2628

50,000,000
5,500

5. Distribusi Lokasi Pengungsian

Tabel V. 10
Distribusi Lokasi Pengungsian
Kecamatan dan Desa

Jiwa

Tenda

Kec. PULOSARI
1. Desa Clekatakan
6.457
35
2. Desa Batursari
3.126
40
3. Desa Penakir
5.457
30
4. Desa Gunungsari
4.352
60
5. Desa Jurangmangu
1.275
67
6. Desa Gambuhan
8.150
112
7. Desa Siremeng
5.402
113
TOTAL
Sumber : Analisis Penyusunan Rencana Kontingensi

Air
Bersih

MCK
123
143
108
213
237
394
466

518,104
601,948
455,406
859,043
996727
1656800
1960154

Truk
9
11
8
17
19
31
37

Gambar V. 2
Peta Jalur Evakuasi Bencana G. Slamet Kab. Banyumas

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

42

Gambar V. 2
Peta Jalur Evakuasi Bencana G. Slamet Kab. Banyumas

Tabel V. 11
Daftar Tempat Evakuasi Sementara dan Tempat Evakuasi Akhir
Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

43

TEMPAT EVAKUASI SEMENTARA


1.

TEMPAT EVAKUASI
AKHIR

Kecamatan Pulosari
1. Desa Clekatakan
TPS = Lap. OR Sarwodadi dan Balai Desa
Clekatakan
2. Desa Batursari
TPS = Balai Desa, Madrasah dan SD N 01
Batursari
3. Desa Penakir
TPS = Lap OR Desa Penakir SD N 01
Penakir
4.

Desa Gunungsari
TPS = Balai Desa Gunungsari

2. Desa Jurangmangu
TPS = Balai Desa Jurangmangu dan
SD N 01Jurangmangu
3. Desa Gambuhan
TPS = Balai Desa Gambuhan, Madrasah
dan SD N 02 Gambuhan
4. Desa Siremeng
TPS = Balai Desa Siremeng

Gambar V. 3

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

44

Gambar V. 4

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

45

Masyarakat yang terkena dampak erupsi Gunungapi Slamet


diperkirakan berjumlah 37.553 orang dan harus dilakukan pengungsian.
Sebelum dilakukan pengungsian masyarakat diminta untuk berkumpul ke tempat
titik-titik kumpul sementara setelah itu diangkut dengan kendaraan truk
pengangkut menuju ke tempat pengungsian akhir. Tempat Penampungan
sementara secara rinci direncanakan berada di 28 lokasi sebagaimana terlihat
dalam gambar / peta berikut :
Gambar V. 6
Jalur Evakuasi Erupsi G. Slamet

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

46

Gambar V. 6
Jalur Evakuasi Erupsi G. Slamet

Gambar V.6
Evakuasi Erupsi Gunungapi Slamet

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

47

C.

Kluaster Kesehatan
1. Gambaran Situasi
Telah dilakukan evakuasi dari lokasi bencana akibat erupsi gunung Slamet
di Desa Jurangmangu, desa Gunungsari, desa Batursari, Desa Clekatakan, Desa
Penakir, Desa Gambuhan , Desa Siremeng, Desa Pagenteran. dengan jumlah
pengungsi 37.553 jiwa yang terdistribusi di Posko Lapangan Rempoah, Posko
Lapangan Karangnangka dan Balai Desa Banteran sedangkan yang mengungsi ke
rumah sanak saudara/famili sebanyak 1.359 jiwa yang tidak berada di tempat
pengungsian, sehingga tidak dilakukan bantuan darurat termasuk layanan
kesehatannya.
Pengungsi/korban yang berada di Posko kesehatan di bagi menjadi 4
kelompok, yaitu korban dengan luka berat, luka sedang, luka ringan dan korban non
rawat. Kebanyakan dari korban mengalami luka bakar dan patah tulang. Untuk
korban meninggal di tempatkan di kamar mayat rumah sakit rujukan.
Dari data yang ada di Posko kesehatan terdapat pengungsi dengan non
perawatan sejumlah 37.079 orang, luka berat sejumlah 85 orang, luka sedang
sebanyak 126 dan luka ringan 263, sedangkan korban meninggal sebanyak 11 orang
yang sudah dilakukan identifikasi oleh tim DVI Polres Pemalang (situasional di
tempatkan di RSUD Dr.M.Ashari). Untuk korban luka berat telah dirujuk ke Rumah
Sakit Rujukan. Selama masa tanggap darurat (14 hari) masyarakat yang berada di
pengungsian dimungkinkan mengalami masalah kesehatan, seperti : diare, ISPA,
penyakit kulit, cacingan, hepatitis. Untuk mengatasi hal tersebut kami telah
menyiapkan obat-obatan yang cukup.
Prinsip posko kesehatan adalah menangani korban secara professional
dengan pelayanan pertolongan pertama pada korban, untuk korban luka berat dan
sedang apabila kondisi sudah stabil segera di rujuk ke rumah sakit rujukan yang
berjarak paling dekat dari lokasi pengungsian. Jarak terdekat dari lokasi pengungsian ke rumah sakit rujukan + 5 km, jarak terjauh + 20 km.

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

48

2. Sasaran
a. Tersedianya Posko Pelayanan Kesehatan di 3 tempat yaitu :
a.
b.
c.

Desa Karangnangka Kec. Kedungbanteng


Desa Rempoah Kec. Baturraden
Desa Banteran Kec. Sumbang
b. Tersedianya Pelayanan kesehatan ibu dan anak di posko pengungsian
(termasuk pendidikan dan imunisasi)
c. Tersedianya 8 Rumah Sakit Rujukan beserta tenaga dan sarananya, yaitu :
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)

RSUD Dr. M. Ashari


RSUD Siaga Medika
RSUD Santa Maria
RS Prima Medika
RSI Moga
RSI Randudongkal
RSI Iklas

d. Tersedianya Sumber Daya Manusia bidang kesehatan yang profesional,


Proporsional, yang terdiri dari unsur DinKes, RS, Puskesmas, DOKPOL,
PMI, Organisasi Profesi Kesehatan dan Institusi Pendidikan Kesehatan (Tim
Reaksi Cepat Bidang Kesehatan).
e. Tersedianya Sarana Kendaraan Untuk mengevakuasi korban luka, yaitu :
1)
2)
3)
4)
5)
6)

Ambulance
Pusling
Mobil Jenasah
Pick Up
Box
Sepeda Motor TGC

: 18 buah
: 39 buah
: 4 buah
: 3 buah
: 2 buah
: 12 buah

f. Termonitornya kualitas air bersih


g. Pencegahan penyakit menular
h. Terpantaunya gizi di pengungsian
i. Terkirimnya laporan mengenai perkembangan situasi dan kondisi kesehatan
kepada dinas instansi terkait sesuai dengan format yang ada.
3. Kekuatan Sumber Daya Manusia (SDM)

Tabel V. 12
Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

49

Kekuatan Sumber Daya Manusia Kesehatan


KEB SETIAP
NO

JENIS TENAGA

SHIFT UTK
13.469/3 lokasi
PENGUNGSI
13
0

KETERSE
DIAAN

KETERSE
DIAAN

KABUPATEN

TERDEKAT

186
97

6
0

KEKURANGA
N

1
2.

Dokter Umum
Dokter Spesialis

Bidan

835

Perawat

13

1.344

12

Apoteker +
Asisten Apoteker

150

Sanitarian

83

87

65

56

2.843

51

7
8

Penyuluh
Kesehatan
Gizi
Jumlah :

Ket : 1 hari 2 kali shift

4. Kegiatan
Tabel V. 13
Kegiatan Sektor Kesehatan
Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

50

NO

KEGIATAN

PELAKU

1.

Melakukan rapat koordinasi

2.

Membentuk Posko Kesehatan


di Lap. Rempoah Kec.
Baturaden, Balai Desa Banteran
Kec. Sumbang dan Lap.
Karangnangka Kec.
Kedungbanteng

3.

4.

WAKTU

TIM Reaksi Cepat Bidang


Kesehatan

Sesaat setelah kejadian


Hari pertama

Tim Reaksi Cepat (TRC)


Puskesmas Baturaden I,
Baturrden 2, Sumbang 1,
Sumbang 2, dan Kedungbanteng.
DOKPOL Polres Banyumas &
PMI Kab. Banyumas

Membuat rencana operasional

Tim TRC Dinkes Kab Pemalang

Hari pertama

Menyiapkan dan mengirimkan


sarana prasarana dan tim medis
(mobile) ketempat yang
membutuhkan

Tim Reaksi Cepat


Bidang Kesehatan

Hari pertama

Melakukan rapat monitoring


dan evaluasi secara berkala

Tim Reaksi Cepat Bidang


Kesehatan

Melaporkan secara berkala


kepada instansi terkait

Bupati dan Dinkes Prov.Jawa


Tengah

Selama tanggap darurat

5.
Selama tanggap darurat

6.

Tabel V. 14
Penanggung Jawab SektorKesehatan
No
1

SKPD
Dinkes

2
3
4
5
6
7

RSUD Dr M Ashari
RSU Santa Maria
RS Siaga Medika
RS Prima Medika
PMI
Kes. Polri + DVI
Lingkungan Hidup

Nama
Dr. Istanto, M.Kes
Dwi Mulyanto, SKM.,M.Si
Dr. Untung G., Sp.S
Dr. Sri Setyati Y
Dr. Rini
Agus Susanto, S.Kom
Kusdiantoro
Irsyad
AKP. Lisa Oktaviani, SKM,MMR
Heri Sulastiono

NO. TELP.
085728881833
085291550005
08122663953
081325766356
081542677788
085227739997
081326917987
085726290005
081808185880
085868449704

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

51

Tabel V. 15
Kebutuhan Sektor Kesehatan

KEBUTUHAN OBAT
N
O
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22

NAMA OBAT
Amoksisillin 500 mg

KETERSEDIAAN

KEBUTUHAN

KURANG

HARGA SATUAN

JUMLAH (Rp)

KETERANGAN

2,078,900

90,000

240

Tercukupi

109,551

10,000

2300

Tercukupi

1,271,700

90,000

81

Tercukupi

33,940

10,000

319

Tercukupi

Oksiterasiklin salep kulit

4,250

10,000

5,750

1529

8,791,750

APBD II

Hidrokortison 2,5 %

7,872

10,000

2,128

2399

5,105,072

APBD II

Dexametason 0,5 mg

966,200

60,000

53

Tercukupi

3,220

10,000

6,780

9900

67,122,000

APBD II

Dextrometrophan 15 mg

306,900

60,000

92

Tercukupi

Molagit

139,800

60,000

323

Tercukupi

Amoksisillin sirup
Paracetamol 500 mg
Paracetamol sirup

Neocenta Gel

Garam oralit

15,650

10,000

292

Tercukupi

CTM

8,000

90,000

82,000

26

2,132,000

APBD II

Oxytetraciklin salep mata

2,450

10,000

7,550

1600

12,080,000

APBD II

66,450

90,000

23,550

286

6,735,300

APBD II

Molexflu
RL

47,100

10,000

5200

Tercukupi

Vit B komplek

1,497,000

90,000

20

Tercukupi

Vit C 50 mg

2,530,500

90,000

32

Tercukupi

Alkolohl 70 %

2,303

1,000

16000

Tercukupi

Rivanol

4,138

1,000

814

1,000

Kasa 5x5

5,140

5,000

Kasa 10 X 4

1,285

5,000

kapas 250 gr

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

186
3,715

52

2212

Tercukupi

11401

2,120,586

APBD II

304

Tercukupi

607

2,255,005

APBD II

23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40

Gentamicin TM

300

10,000

9,700

2904

28,168,800

APBD II

Masker

100,000

200,000

100,000

500

50,000,000

Tercukupi

Kotrimoksazol 480 mg

575,200

90,000

140

Tercukupi

Ranitidin 150 mg

101,900

60,000

105

Tercukupi

Aminofilin 200 mg

105

Tercukupi

137

6,055,400

APBD II

1,780

Tercukupi
APBD II

117,900

60,000

Antalgin 500 mg

45,800

90,000

Deksametason Injeksi

20,600

10,000

5,300

10,000

4,700

12,650

59,455,000

Domperidon tablet

51,500

90,000

38,500

404

15,554,000

APBD II

Ibuprofen 200 mg

134,500

90,000

105

Tercukupi

350

10,000

9,650

3,500

33,775,000

APBD II

2,000

2,000

7,500

15,000,000

APBD II

Domperidon sirup

Ibuprofen suspensi 100 mg/5 ml


Minyak Kayu Putih
Oxigen Portable 500 cc
Parasetamol Sirup
Plester 2x5 yard
Povidon Iodin 30 ml
Salbutamol 2 mg
Tolak Angin

44,200

500

500

25,000

12,500,000

APBD II

3,390

10,000

6,610

2,300

15,203,000

APBD II

1,000

1,000

23,625

23,625,000

APBD II

3,843

10,000

6,157

2,000

12,314,000

APBD II

500

100,000

99,500

84

8,358,000

APBD II

5,000

5,000

1,500

7,500,000

APBD II

JUMLAH

393,849,913

OPERASIONAL BBM
No

Kegiatan

Kebutuhan

Ketersediaan Kab.

Kekurangan

Operasional ambulan20ltr X 20
ambulan X 14 hr X Rp.6.500,-

36.400.000

36.400.000

Operasional Dinkes25 ltr X 10 mbl X


14 hr X Rp. 11.000,

38.500.000

38.500.000

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

53

Keterangan
APBD I/II/APBN

APBD I/II/APBN

74.900.000

74.900.000

LOGISTIK
No
1

Kegiatan
Operasional makan/minum100 orang
x 3 kl x 14 hr x Rp. 16.500 (100
orang terdiri dari petugas medis dan
kru ambulan/sopir)

Kebutuhan

Ketersediaan Kab

Kekurangan

69.300.000

69.300.000

69.300.000

JUMLAH TOTAL
1 Jumlah I + II + IIII
(Jumlah obat + BBM+logistik)

D.
1.

Keterangan
APBD I/ II/APBN

69.300.000

Rp. 538.049.913,-

Kluster Logistik dan Dapur Umum


Situasi dan Gambaran Umum
Dengan ditetapkannya G. Slamet dari status Siaga (level III) menjadi Awas (level IV) pada tanggal 17 Juni 2014 pukul 01:00
WIB, perubahan status kegiatan ini seiring dengan terjadinya rentetan gempa vulkanik. Rekomendasi PVMBG dengan mengevakuasi
penduduk di dalam radius 9 km dari puncak G. Slamet. Berdasarkan skenario dampak, asumsi yang meninggal 11 orang, hilang 7
orang, pindah 1.359 jiwa, mengungsi 37.553 jiwa.Perlunya penyediaan tempat penampungan sementara bagi 37.553 jiwa pengungsi
beserta air bersih, MCK, dan juga sekolah darurat, mengingat waktu tanggap darurat selama 14 hari.
Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

54

2.

Sasaran
1.
2.
3.
4.
5.
6.

3.

Terlaksananya pendataan bagi seluruh pengungsi.


Tersedianya dapur umum selama 14 hari pengungsian.
Tersedianya kebutuhan makanan bagi pengungsi sebanyak 37.553 jiwa yang tersebar di berbagai tempat

pengungsian selama 14 hari.


Tersedianya kebutuhan sandang bagi pengungsi 37.553 jiwa selama 14 hari.
Tersedianya minuman di titik-titik kumpul, sambil menunggu truk jemputan menuju tempat pengungsian.
Tersedianya tenaga relawan untuk mengevakuasi para pengungsi.

Kegiatan
Tabel V. 16
Kegiatan Logistik dan Dapur Umum
N
o
1
2
3
4
5
6

Kegiatan
Rapat Koordinasi
Lokasi POSKO / Tenda
Pengungsian
Dapur Umum
Pemberian Makan Siap
Santap
Melakukan
Pendataan/Assesment
Distribusi Logistik
Pengungsi

Pelaku
Semua Kluster
Rakor Kluster
Dinsos, Staf
kecamatan, Tagana
Relawan
Dinsos, Staf
kecamatan, Tagana
Relawan
LSM, PMI
Dinsos, Staf
kecamatan, Tagana

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

Waktu
Setelah Terjadi
Bencana
1 Jam / Tenda
1Jam /200 Porsi
1 Jam / POSKO
Selama tanggap
darurat
Selama tanggap
darurat

55

Relawan

4.

Penanggung Jawab Sektor Logistik


Tabel V. 17
Penanggung Jawab Sektor Logistik
No
1
2
3
4
5

5.

SKPD
Dinsos
Dinsos
Camat
Camat
PMI

Nama

No. Telp.

Standar Minimal

1 Tenda Peleton untuk 30 jiwa


1 dapur umum untuk 100 jiwa
Tenaga Relawan Yang Ahli

a. Bantuan tenaga ahli sebanyak 4 (empat) orang dari BBTKL-PPM Jogjakarta pada hari Selasa tanggal 30 April 2014 guna
pengambilan dan pemeriksaan contoh uji udara ambien yang diambil dari 4 desa pengambilan sampel yaitu: Gandatapa,
Limpakuwus, Sikapat, Karangtengah. Hasil masih akan dianalisis lanjut di laboratorium BBTKL-PPM Yogyakarta adalah: SO2,

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

56

NO2, O3, NH3, H2S dan partikulat, nantinya hasil lengkap akan dikirimkan secara tertulis ke Dinas Kesehatan Kabupaten
Banyumas sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan.
b. Bantuan barang/alat kesehatan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah (APBD Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2014)
pada tanggal 19 Maret 2014 berupa Masker sebanyak 22.000 buah, Kantong mayat sebanyak 10 buah, Velt Belt sebanyak 5 buah.

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

57

4. Kebutuhan Kluster Logistik Dan Dapur Umum

Tabel V. 18
Kebutuhan Logistik

No

Uraian

Jenis
Kebutuh
an
Barang

Dapur
Umum

Lauk
Pauk
(38.922
jiwa)

Makanan

Beras
Biscuit/
Roti
MP Asi
Balita
Makanan
Tambaha
n (balita)
Mie
Instan
Kecap
(200 ml)
Saos (200
ml)
Sarden
(250 g)
Minyak
Goreng
Gula

Jumlah
Terancam

Kebutuhan
per jiwa

Jumlah
hari
(kali)

Asumsi

Jumlah yang
dibutuhkan

Ketersediaan

Kekurang
an

Harga
satuan
(Rp)

jumlah dlm
kebutuhan
(Rp)

38,922

Jiwa

Pkt

14

hr

100%

544,908

pkt

300

544,608

38,922

Jiwa

0.4

Jiwa

14

hr

100%

217,963

kg

100,000

117,963

8,000

943,705,600

38,922

Jiwa

Bks

14

hr

13%

70,838

bks

70,838

38,922

Jiwa

Bks

14

hr

13%

70,838

bks

70,838

38,922

Jiwa

Bks

14

hr

7%

38,144

bks

38,144

38,922

Jiwa

Bks

14

hr

80%

1,307,779

bks

1,307,779

7,521

Kk

Btl

kl

100%

15,042

bks

15,042

7,521

Kk

Btl

kl

100%

15,042

bks

15,042

7,521

Kk

Klng

kl

100%

52,647

bks

52,647

7,521

Kk

Ltr

kl

100%

15,042

bks

15,042

7,521

Kk

Kg

kl

100%

15,042

bks

15,042

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

58

Sumb
er

Kete
rang
an

Kopi
(200
gram)
The (200
gram)
Air
Mineral
(220 ml)

Pakaian/
Sandang
dan
Peralatan

7,521

kk

Bks

kl

100%

15,042

bks

15,042

7,521

Kk

Bks

kl

100%

15,042

bks

15,042

38,922

Jiwa

20

Btl

14

hr

100%

10,898,160

btl

10,898,160

Familiy
Kid

7,521

Kk

Pkt

kl

100%

15,042

pkt

15

15,027

Sarung

38,922

Jiwa

Bh

kl

40%

15,569

bh

194

15,375

Selimut

38,922

Jiwa

Bh

kl

60%

23,353

bh

27

23,326

Kain

38,922

Jiwa

Bh

kl

30%

11,677

bh

48

11,629

Kaos

38,922

Jiwa

Bh

kl

100%

38,922

bh

38,922

Daster
Pembalut
Wanita
Pakaian
Dalam
Wanita
Pakaian
Dalam
Anak
Pakaian
Anak
SD
Anak
laki-laki
anak
perempua
n
SMP

38,922

Jiwa

Bh

kl

60%

23,353

bh

48

23,305

38,922

Jiwa

Bks

kl

50%

19,461

bh

96

19,365

38,922

Jiwa

Bh

kl

50%

19,461

bh

19,461

38,922

Jiwa

Bh

kl

13%

5,060

bh

5,060

38,922

Jiwa

Bh

kl

4%

1,557

bh

53

1,504

38,922

Jiwa

Bh

kl

6%

2,335

bh

53

2,282

38,922

Jiwa

Bh

kl

8%

3,114

bh

3,114

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

59

Dinsos
Prov.

SMA

38,922

Jiwa

Bh

kl

10%

3,892

bh

3,892

Tikar

7,521

Kk

Bh

kl

100%

7,521

bh

7,521

Matras/

7,521

Kk

Bh

kl

100%

15,042

bh

15,042

Kid ware

38,922

Jiwa

Pkt

kl

7%

2,725

bh

2,716

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

60

E.

Kluster Khusus / Ternak


1.

Situasi
Pada saat terjadi evakuasi untuk penyelamatan, para pengungsi keberatan apabila
ternak ternaknya tidak ikut di ungsikan, sehingga seluruh ternak didaerah
terdampak harus ikut diungsikan. Mengingat ternak bagi mereka adalah harta
yang dimiliki sebagai tabungan. Populasi ternak yang harus diungsikan sebagai
berikut:
No
Jenis Ternak
1
Sapi
2
Kerbau
3
Kambing

2.

Jumlah
1000 ekor
50 ekor
13.000 ekor

Sasaran

Terevakuasinya ternak warga ke lokasi yang aman.


Berkurangnya risiko kematian ternak selama bencana.
Terjaminnya pemeliharaan ternak selama dalam pengungsian.

3.

Kegiatan
Tabel V. 19
Kegiatan Sektor Khusus (Ternak)
NO.
1.

KEGIATAN
Sosialisasi

PELAKU/INSTANSI
Dinas Peternakan, pemilik

2.

Dinas Peternakan, pemilik

3.

Persiapan Calon Kandang


Penampung
Evakuasi

4.
5
6
7

Identifikasi kepemilikan
Pelayanan Kesehatan Ternak
Perawatan Rutin
Pakan ternak

Dinas Peternakan
SAR, pemilik
Dinas Peternakan, pemilik
Dinas Peternakan, pemilik
Dinas Peternakan, pemilik
Dinas Peternakan, pemilik

WAKTU
Jika terjadinya tandatanda bencana
Jika terjadinya tandatanda bencana
Jika terjadinya tandatanda bencana
Setiap evakuasi
Setiap hari
Setiap hari
Setiap hari

Tabel 20
Penanggung Jawab Sektor Khusus ( Ternak )
No
1
2
3

SKPD
Dinnakan
Camat Pulosari
Dinpertanbunhut

Nama

NO. TELP.

Drs. BAGUS PRIYANTO MUKTI WIBOWO


CAHYANITA UTAMI, S.Hut

081224678910
08122678130

Standar Minimal

Calon lahan kandang dekat dengan tempat pengungsian.

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

61

Luas lahan cukup untuk menampung ternak sapimilik masyarakat (1.000


ekor) dan ternak sapi milik pemerintah 2.300 ekor.

Luas lahan cukup untuk menampung ternak kerbau (50 ekor).

Luas lahan cukup untuk menampung ternak kambing (13.000 ekor).

Dekatdengansumber air.

Dekat dengan pasokan sumber pakan ternak.

4.

Kebutuhan
Tabel V. 21
Kebutuhan Sektor Khusus (Ternak)

No

JenisBarang

Kandang

Pakan

BBM dan biaya bongkar


pakan
Obat-obatan dan penambah
stamina ternak
Identifikasi Kepemilikan

4
5
6
7

Sewa Kendaraan dan biaya


tenaga kerja evakuasi
Pelayanan Kesehatan Ternak

Kebu
tuhan
3000

Keterse
diaan
-

Kekuran
gan
3000

420
ton/hr
6050 liter

420
ton/hr
6050 liter

600.000.000

1000
paket
14.050

1000
paket
14.050

52.106.500

200 truk
605 rit
14.050

200 truk
605 rit
14.050

181.500.000

Anggaran
150.000.000

78.650.000

Ket
APBD
I/APBN
APBD
I/APBN
APBD
I/APBN
APBD
I/APBN
Dinnakan
APBD
I/APBN
Dinnakan

1.062.256.500

F.

Kluster SAR (Search And Rescue) Dan Evakuasi


1. Gambaran Situasi
Sektor SAR dan evakuasi bertanggung jawab untuk usaha penyelamatan dan
evakuasi penduduk terdampak disekitar G. Slamet. Berdasarkan skenario
dampak bencana, korban meninggal 11 orang, hilang 7 orang, pindah 1.359
orang, mengungsi 37.553 orang. Dari jumlah yang dievakuasi tersebut yang luka
ringan 263 orang, luka sedang 126 orang, dan luka berat 85 orang.
Perlu adanya titik-titik kumpul sementara dari desa-desa terdampak, selanjutnya
dilakukan penjemputan oleh truk, menuju tempat-tempat pengungsian yang telah
ditetapkan.
2. Tujuan
a. Meminimalisir jumlah korban jiwa
b. Menyelamatan tanggap darurat
Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

62

c. Upaya pencarian korban jiwa yang hilang


d. Adanya pembagian area atau wilayah operasi dan penanggung jawab
e. Adanya struktur operasi sar evakuasi yang terorganisir dan bersifat
komando.
f. Adanya data jumlah korban yang jelas dan terdokumentasi
g. Adanya SDM yang terlatih
h. Adanya persepsi yang sama dan koordinasi yang solid antar instansi

3. Sasaran
a.
b.
c.
d.

Pertolongan segera bagi yang masih hidup


Mencegah agar tidak berkembangnya jatuh korban
Evakuasi mayat/korban
mendokumentasikan setiap temuan dari setiap operasi
Personil lapangan ( evakuasi dan penyelamatan ) personil 60 orang yang

telah diberikan pelatihan SAR dan evakuasi serta rescue bidang kegunung
apian.
4. Kegiatan
Tugas Pokok Personil Evakuasi :
a. Melakukan pencarian korban
b. Melakukan penyelamatan dan penilaian medis sesuai dengan kondisi korban
yang ditemukan
c. Memberikan penatalaksanaan gawat darurat medis (pertolongan pertama)
d.
e.
f.
g.

sesuai dengan kondisi korban yang ditemukan


Memberikan rujukan atau tindak lanjut sesuai dengan kondisi korban
Pendataan dan dokumentasi korban yang ditemukan
Menyesuaikan kegiatan dengan instansi penanggulangan bencana lainnya
Pembagian area pencarian

5. Personil SAR
TNI

: 300 0rang

Polri

: 30 Orang

SAR Kab Pemalang

: 30 Orang

Satgana Pmi

: 50 Orang

Rescue Komunikasi (Rapi)

: 50 Orang

Rescue Komunikasi (Orari)

: 50 Orang

Rescue Tagana

: 50 Orang

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

63

Rescue Linmas

: 50 Orang

Ubaloka

: 50 Orang

6. Pembagian Tim
Tim Penyelamat
Tim Evakuasi

: 60 Personel

Tim Pengamanan Lokasi

: 45 Personel

Total Personel 765 Orang


7. Daerah Terdampak
1) Kecamatan Pulosari
Clekatakan
Batursari
Penakir
Gunungsari
Jurangmangu
Gambuhan
Siremeng

4 Grumbul
5 Grumbul
3 Grumbul
2 Grumbul
2 Grumbul
3 Grumbul
2 Grumbul

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

64

Tabel V. 22
Draft Pembagian Tugas Sektor Sar

No

Kecamatan

Desa

Pulosari

Warga

Rescue

Evakuasi

Komunikasi

Clakatakan

6.475

25 Orang

20 0rang

1 0rang

Batursari

3.126

Penakir

4.352

Jurangmangu

1.275

Siremeng

Pengamanan

2 Orang

Assasment
Officer

Jalur Evakuasi

Satgana

Lap. Gandatapa
Sdn 4 Blembeng

20 0rang

1 0rang

20 0rang

1 0rang

Sdn 2 Gandatapa

5.457

Gunungsari

Gambuhan

Jumlah

Dusun

Rumah Bpk. Jamil

20 0rang

1 0rang

20 0rang

1 0rang

8.150
5.402
34.237

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

65

Tabel V. 23
Draft kebutuhan Kluster SAR Kec. Pulosari
Kendaraan operasional untuk 28 tps dengan asumsi pengungsi tidak berkendaraan 30 % dan 8 % berkebutuhan khusus
Kecamatan Pulosari total penduduk 2552 dikurangi 38 % = 13.507 jiwa

No

1
2
3
4
5
6
7
1
2
3
4
5
6

Namabarang

Kendaraan
Truk Angkut Pengungsi
Mobil Pick Up
Motor Tril
Ambulance
Mobil Informasi
Truk Angkut Ternak
Mobil Kebutuhan Khusus
Peralatan Rescue
Scba
Masker Full Face
Masker Biasa
Tandu
Mrm / Oksigen
Medical Kit

Banyak

Merk/Type

Engkel
L 300
Yamaha
-

Minibus
Asfiani
-

Kebutuhan

Persediaan

Kekurangan

124
84
8
4
1
2
4

123
81
8
4
1
2
4

1
3
0
0
0
0
0

2
120
22000
6
4
25 Set

2
120
22000
6
5 Set

0
0
0
2
4
20 Set

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

66

Harga

Ju

Satuan

7
8
9
10

Senter Besar
Fire Fighter Clouth
Lateks
Kantong Mayat

6
25
3 Pak
25

2
3 Pak
25

4
25
0
0

11

Senter Kecil

30

30

12
13
14
15

Jas Hujan
Ht
Senter Lalin
Peluit
Jumlah

55
10
15
15

55
10
15
15

Tabel. V 26
Kebutuhan Kendaraan
No

Kendaraan

Jumlah

Bbm/Lt

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

Harga

67

Jumlah Harga/ Rp

Keterangan

Truk Angkut Pengungsi

324

35

5500

62,370,000

Truk Angkut Ternak

35

5500

1,155,000

Motor Tril

17

10

6500

1,105,000

Mobil Ambulance

20

6500

780,000

Mobil Pick Up

110

35

6500

25,025,000

Mobil Informasi

20

6500

390,000

Patwal

30

5500

165,000

Masker Biasa

23 Pak

5500

126,500

Fire Fighter Clouth

10 Set

1,135,000

11,350,000

10

Lateks

10 Pak

55,000

550,000

11

Jas Hujan

30

84,000

2,520,000

12

Senter Lalin

20

234,000

4,680,000

13

Sepatu Bot

25

105,000

2,625,000

Total Biaya

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

112.841.500

68

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

69

BAB VI
PEMANTAUAN DAN RENCANA TINDAK LANJUT
1. Apabila masa tanggap darurat erupsi G. Slamet telah berakhir setelah 14 hari,
maka akan dilanjutkan ke masa transisi darurat ke pemulihan selama 14 hari.
Tujuan ditetapkannya masa transisi darurat agar sarana prasarana vital serta
kegiatan sosial ekonomi masyarakat segera berfungsi kembali, yang dilakukan
sejak berlangsungnya tanggap darurat, sampai dengan tahap rehabilitasi dan
rekonstruksi. Selama masa transisi darurat bantuan kebutuhan lanjutan yang belum
dapat diselesaikan pada saat tanggap darurat dapat diteruskan.
2. Rencana Kontinjensi ini disusun bersama oleh Dinas/Istansi/Lembaga Pemerintah
dan Non Pemerintah yang terkait dengan penanganan bencana di Kabupaten
Banyumas, pada situasi dan kondisi bulan Juni 2014.
3. Rencana Kontingensi ini akan dijadikan sebagai dasar rencana operasi apabila
erupsi Gunungapiapi Slamet terjadi dan mencapai radius 9 KM, dan setelah
mendapatkan data dari kegiatan kaji cepat.
4. Perlu dialokasikan dana tak terduga di masing-masing sektor/klaster untuk
membiayai hal-hal yang tak terduga diluar perkiran sebelumnya.
5. Koordinasi secara berkala untuk memperbarui dokumen Rencana Kontinjensi ini perlu
dilakukan untuk disesuaikan dengan perkembangan termasuk updating data ketersediaan
sumber daya pada masing-masing instansi.

6. Setiap masyarakat yang menjadi korban bencana mendapat prioritas untuk


mendapatkan bantuan dan dibebaskan dari biaya pengobatan.
7. Biaya

operasional penanggulangan bencana pada saat tanggap darurat

menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT). Jika dana tidak mencukupi,


dimintakan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui BPBD Provinsi
Jawa Tengah. Selanjutnya apabila belum dapat diatasi dapat mengusulkan Dana
Siap Pakai (DSP) kepada Pemerintah Pusat melalui BNPB setelah ada pernyataan
Tanggap Darurat secara resmi dan tertulis dari Bupati Banyumas.
8. Perlunya meningkatkan kesiapsiagaan pada masa yang akan datang dengan
melakukan kegiatan :

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

92

pendataan dan pemuktahiran data daerah rawan bencana setiap 2 tahun


sekali;

mengadakan sosialisasi dan simulasi bencana diutamakan pada masyarakat


daerah rawan bencana;

mengembangkan dan memfasilitasi sarana dan prasarana untuk menunjang


kelancaran kegiatan yang ada pada pusat pengendalian operasi (crisis
centre);

melengkapi dan memperbaiki serta merawat peralatan bencana;

menyiapkan jalur evakuasi dan tanda-tanda/simbol daerah rawan bencana;

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

93

BAB VII
PENUTUP
Demikian Rencana Kontingensi ini dibuat sebagai bahan masukan sebagai
pedoman dalam penanggulangan bencana erupsi Gunungapi Api Slamet. Jumlah
anggaran yang ditimbulkan dari beberapa sektor/klaster dalam penanganan bencana
bukanlah sebagai Dokumen Perencanaan Anggaran tetapi sebagai sebuah proyeksi
kebutuhan apabila terjadi bencana. Kebutuhan ini dapat dipenuhi dengan memanfaatkan
berbagai sumber daya yang ada, baik dari Pemerintah Kabupaten Pemalang, Pemerintah
Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten/Kota tetangga, instansi-instansi vertikal,
lembaga-lembaga swasta, masyarakat, relawan dan lain-lain.
Kami menyadari bahwa rencana kontingensi ini masih perlu penyempurnaan dan
review secara berkala untuk mengaktualkan data yang ada.

Pemalang,

Agustus 2014

BUPATI PEMALANG

JUNAEDI, SH, MM

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

94

Lembar Komitmen
Perencanaan Kontingensi untuk Kabupaten Pemalang direncanakan dan disetujui
bersama oleh Institusi/Lembaga sebagaimana tersebut dibawah ini:
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
9.
10.

INSTITUSI
Kodim 0711 Pemalang
Polres Pemalang
Bappeda
Kantor Lingkungan Hidup
BPBD
Dinas Kesehatan
Dinas Pendidikan
Dinas SDABM
Dinas Cipta Karya

11.

Kebersihan dan Tata Ruang


Dinas Energi Sumber Daya

Ir. Sigit Widiadi, ST.M.Si

12.

Mineral
Dinas Sosial Tenaga Kerja

Drs. SULTANTO

13.

dan Transmigrasi
Dinas Pertanian Perkebunan

Cahyanita Utami, S. Hut

14
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.

dan Kehutanan
Bagian Hukum
Bagian Pemerintahan
Bagian Kesra
Kecamatan Pulosari
Desa Clekatakan
Desa Batursari
Desa Penakir
Desa Jurangmangu
Desa Gambuhan
Desa Siremeng
Desa Pagenteran
SAR Daerah Jawa Tengah,

Arif Rochman, SH
Drs. WAHYU SUKARNO
Slamet Pamuji. S.Sos
Drs. BPM WIBOWO
Drs. Nungky Harry
Drs. Purjito
Sisworo Habas
Daryono
Darko
Irwan Budi Santoso
Khoerudin
Rudi Setiawan

26.
27.

Sektor Kabupaten Pemalang


PMI Kabupaten Pemalang
Organda Kab. Pemalang

Drs. ABDUL KADIR


Is Heru PPermana, SH,

ORARI Kab. Pemalang

M.Hum.
Ir. Drs. JB. Praharto M.Eng

28.

NAMA
Ari Susetyo
M. Asep A.
Isfa Indarto
Sri Rihastuti, SP
Drs. H.WISMO, M.Pd
dr. HUMARTONO
Drs.MARYOTO, M.Pd
Ir. Irawadi CES
Ir. Djunaedi, MT

TANDA TANGAN
1
2..
3..
4
5
6.
7.
9.
10
11
12
13.
14..........
15
16..
17
18..........
19.............
20......
21............
22
23
24
25
26
27
28

Mengetahui:
BUPATI PEMALANG

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

95

H. JUNAEDI, SH. MM

PROFIL LEMBAGA/INSTANSI TERKAIT


DALAM PERENCANAAN KONTIJENSI
1
.
2
.

NAMA
LEMBAGA/INSTANSI
ALAMAT
NO.TELP/FAX
E-MAIL

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

96

3
.
4
.
5
.
6
.
7
.
8
.

CONTACT PERSON
JABATAN
NO. TELP/HP
TUGAS POKOK
LEMBAGA/INSTANSI

TUGAS DALAM
RENCANA
KONTINGENSI
CAKUPAN/
WILAYAHKERJA
KEMAMPUAN
SUMBERDAYA
YANG DIMILIKI

Personil:
...................................................................
Pra-sarana:
....................................................................
...................................................................
...................................................................
Sarana:
....................................................................
...................................................................

9
.

KEMAMPUAN
LAINNYA

Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Slamet Kabupaten Pemalang

97