Anda di halaman 1dari 4

DEFINISI SPRINGBACK

Spring back merupakan gaya balik yang ditimbulkan akibat pengaruh elastisitas bahan pelat
yang mengalami proses pembentukan. Besarnya gayabalik ini ditentukan oleh hargaModulus
Elastisitasbahan. Dalam proses pembengkokan ini harus diperhatikan gaya balik atauspring
back ini. Biasanya akibatspring back terjadi penyimpangan terhadap sudut pembengkokan
yang dibentuk. Seorang pekerja harus dapat memperhitungkan besarnya spring back ini.
Contoh sederhana dapat diperlihatkan pada saat proses pembengkokan apabila diinginkan
untuk pembentukan bending dengan sudut 90 maka besarnya sudut tekan pada sepatu
pembengkok harus diperkecil dari 90 (<90). Sehingga pada saat dilepas sepatu
pembengkok akan menghasilkan sudut pembentukan menjadi sama dengan 90. Proses spring
back pada pembentukan denganbending. Besarnya perubahan dimensi pada hasil
pembentukan setelahtekanan pembentukan ditiadakan merupakan sifat bahan logam
yangmempunyaielastisitastersendiri. Perubahan ini terjadi akibat dari perubahanregangan
yang dihasilkan oleh pemilihan elastik. Jika beban dihilangkanregangan total akan berkurang
disebabkan oleh terjadinya pemulihan elastik.Pemuluhan elastik berarti pula balikan pegas,
akan mungkin besar jikategangan luluh semakin tinggi, ataumodulus elastik lebih rendah dan
regangan plastiknya makin besar.

1.SHRINK FORMING
Pada proses ini terjadi kompresi melingkar selama proses dengan pengurangan
diameter dan logam cenderung tipis. Karena material cukup tebal maka pada
dinding produk akan berakibat terjadi kerutan.
2.STRETCH FORMING
Pada proses ini terjadi pengecilan benda kerja sebagi akibat tarikan melingkar
yang digunakan untuk memperbesar diameter. Guna mencegah kerutan dna
ketebalan dinding yang tidak merata, aliran logam harus dikontrol. Hal ini dapat
diatasi dengan memberikan ring penakan.
FORMING WITH RUBBER
Pada proses ini karet dipakai sebagai penekan, ditujukan untuk mengeliminir
salah satu die aas atau bawah. Proses guerin forming didasarkan pada kenyataan
bahwa sifat konsisten dari karet dapat mentransfer seluruh tekanan yang
diberikannya secara uniform ke segala arah.Proses bulging didasarkan bahwa
fluida atau karet dimanfaatkan untuk memindahkan tekanan yang dibutuhkan
untuk mengembangkan bahan baku ke arah luar sehingga menempel pada die.
BENDING
Bending adalah proses deformasi secara plastik dari logam terhadap sumbu
1

linier dengan hanya sedikit atau hampir tidak mengalami perubahan perubahan
luas permukaan. Bending menyebabkan logam pada sisi luar sumbu netral
mengalami tarikan, sedangkan pada sisi lainnya mengalami tekanan.
Proses bending dapat dibagi menjadi 6 bagian :
1.ANGLE BENDING
2.ROLL BENDING
3.ROLL FORMING
4.SEAMING
5.STRAIGHTENING
6.FLANGING
ANGLE BENDING
Angle bending untuk membuat lengkungan dengan sudut sampai +- 150o pada
lembaran logam.
ROLL BENDING
Biasanya digunakan untuk membentuk silinder. Bentuk-bentuk lengkung atau
lingkaran dari pelat logam.
ROLL FORMING
Proses ini digunakan untuk membuat bentuk-bentuk kompleks dengan bahan
dasar lembaran logam . tebal bahan sebelum maupun sesudah proses
pembenatukan tidak mengalami perubahan posisi roll dipasang sejajar dan
prosesnya berjalan continu.
SEAMING
Seaming adalah operasi bending yang digunakan untuk menyambung ujung
lembaran logam sehingga membentuk benda kerja seperti kaleng, drum, ember,
dsb. Sambungan dibentuk dengan rol-rol kecil yang disusun secara berurutan.
STRAIGHTENING
STRAIGHTENING merupakan proses yang berlawanan dengan bending ,
digunakan
untuk
meluruskan
lembaran
logam
.
Pada umumnya straightening dilaksanakan sebelum benda kerja dibending.
Proses ini menggunakan rol-rol yang dipasang sejajar dengan ketinggian sumbu
rol yang berbeda.
FLANGING

Proses Flanging sama dengan seaming hanya saja ditunjukkan untuk melipat
dan membentuk suatu permukaan yang lebih besar.
HIGH ENERGY RATE FORMING
PRINSIP: Proses pembentukan logam secara plastis dengan menggunakan
energy yang tinggi dalam interval yang singkat . Seringkali High Energy Rate
Forming disingkat dengan Herf.
Keuntungan dari Herf:
1. Memungkinkan membuat benda kerja besar dan sulit untuk dibentuk
dengan peralatan yang lebih murah daripada yang lain
2. Hampir tidak ada Spring Back
Herf dapat dilaksanakan dengan 5 metoda:
1. Underwater Explosions
2. Teknik Electrohydraulic
3. Pneumatic Mechanical Mean
4. Internal Combustion of Gaseous Mixtures
5. Teknik Electromagnetik
CARA MENGATASI SPRINGBACK
Over bending
Maksudnya adalah sudut pembengkokan lebih kecil daripada yang diperlukan.
Digunakan pada V-dies. Springback untuk:
1. Low carbon dan nonferrous material 0-2
2. 0,45-0,50 carbon steel 3-5
3. Harder material 10-15

Corner setting
Memodifikasi bentuk pojok pembengkokan
Ironing the material
Metode ini digunakan pada wiping dies, agar effective maka jarak antara punch
dan die harus kurang tebal material.
U dies dan channel dies
3

Tipe ini tidak sepenuhnya menghilangkan springback, sehingga diperlukan


pressure yang lebih. Oleh karena itu terkadang menghasilkan lubang pada dasar
benda kerja. Material yang terlalu ulet biasanya diatasi dengan corner setting.
Dies model ini merupakan pengembangan dari model v dies dan wiping dies
(edge dies). Dinamakan U atau channel karena bentuknya yang menyerupai
bentuk huruf U atau channel/lorong. Pada umumnya dilengkapi dengan pressure
pad yang berfungsi agar metal dapat membengkok mengikuti punch.