Anda di halaman 1dari 10

SKIZOFRENIA

A. PENGERTIAN
Schizofrenia adalah gangguan yang paling lazim dan
paling penting dalam kelompok ini. Gangguan schizotipal
memiliki banyak ciri. Ciri khas dari gangguan schizofrenik dan
mungkin berkaitan sacara genetic dengan scizofrenia. Namun
demikian halusinasi, waham dan gangguan perilaku yang besar
dari shizofrenia sendiri tidak terdapat pada gangguan schizopital
dan karenanya gannguan ini tidak selalu menjadi perhatian
medis. Kebanyakan gangguan waham mungkin tidak berkaitan
dengan schizofrenia, walaupun keduanya mungkin sukar di
bedakan

secara

Keduanya

klinis,

merupakan

terutama
suatu

pada

kumpulan

stadium

awalnya.

gangguan

yang

heterogen dan sukar sekali dimengerti. Yang untuk mudahnya


saja dibagi berdasarkan lamanya perjalanan penyakit yang
karakteristik

menjadi

sekelompok

gangguan

waham

yang

menetap dan sekelompok lainnya yang lebih besa yaitu


gangguan psikotik akut dan sementara (transient). Terutama
kelompok yang terakhir, tampaknya lazim dijumpai di Negara
Berkembang. Sub divisi yang diberikan disini harus dianggap
sebagai bersifat sementara. Gangguan scizo afektif tetap
dipertahankan dalam sesi ini walaupun sifat-sifatnya yang
kontroversial.
Skizofrenia

merupakan

gangguan

yang

benar-benar

membingungkan dan menyimpan banyak teka-teki. Pada suatu


saat, orang-orang denagn skizofrenia berfikir dan berkomunikasi
dengan sangat jelas, memiliki pandangan yang tepat atas realita
dan berfungsi secara baik dalam kehidupan sehari-hari. Pada

saat yang lain, pemikiran dan kata-kata mereka terbalik-balik,


merka kehilangan sentuhan dengan realita dan mereka tidak
mampu memelihara diri mereka sendiri, bahkan dalam banyak
cara yang mendasar. Bleuler dan Zeugen (swiss) mengajukan
istilah deskriptif yang lebih dapat diterima untuk penggolongan
umum dari gangguan-gangguan ini. Ia menyebut skizofrenia
atau split mind karena ia berfikir bahwa kondisinya ditandai
pertama-tama

oleh

disorientasi

proses

berpikir,

kemudian

adanya kelemahan koherensi antara pikiran dan perasaan dan


adanya orientasi kedalam diri yang menjauhi (split of) realitas.
Gangguan schizofrenik umumnya di tandai oleh distorsi
pikiran dan persepsi yang mendasar dan khas, dan oleh afek
yang

tidak

Kesadaran

wajar
yang

dipertahankan

(inapropriatte)
jernih

dan

walaupun

atau

intelektual

defisit

kognitif

tumpul

(blunted).

biasanya

tetap

tertentu

dapat

berkembang kemudian. Gangguan ini melibatkan fungsi yang


paling mendasar yang memberikan kepada orang normal suatu
perasaan kepribadian (individuality) keunikan dan pengarahan
diri (self direction). Pikiran perasaan dan perbuatan yang paling
intim/mendalam

sering

terasa

diketahui

oleh/terbagi

rasa

dengan orang lain. Dan waham-waham dapat timbul yang


menjelaskan bahwa kekuatan alami dan supernatural sedang
bekerja mempengaruhi pikiran dan perbuatan penderita dengan
cara-cara yang sering tidak masuk akal atau bizarr (DEPKES,
2008)
B. ETIOLOGI
1. Keturunan
Adanya faktor keturunan yang menentukan timbulnya
skizofrenia. Buktinya adalah penelitian tentang keluarga-

keluarga penderita skhizofrenia dan terutama anak-anak


kembar satu telur. Angka kesakitan bagi saudara tiri: 0,91,8%, saudara kandung : 7-15%, bagi anak dengan salah
salah satu orang tua yang menderita skizofrenia 7-16%, bila
kedua orang tua menderita skizofrenia 40-68%, bagi kembar
dua telur : 2-15%, bagi kembar satu telur : 61-86%.
Potensi untuk mendapatkan skizofrenia diturunkan
melalui gen yang resesif, potensi ini mungkin kuat, mungkin
juga lemah, tetapi selanjutnya tergantung pada lingkungan
individu itu apakah akan terjadi skizofrenia atau tidak.
2. Endokrin
Dulu diperkirakan skizofrenia disebabkan oleh suatu
gangguan endokrin. Teori ini dikemukakan dengan sering
timbulnya

skizofrenia

pada

waktu

puberitas,

waktu

kehamilan atau pierium dan waktu klimakterium, tetapi hal


ini tidak dapat dibuktikan.
3. Metabolisme
karena gangguan metabolisme, penderita skizofreni
tampak pucat dan tidak sehat. Ujung extremitas agak
sianosis, nafsu makan berkurang da berat badan menurun.
4. Susunan Saraf Pusat
penyebab skizofrenia karena kelainan susunan syaraf
pusat, yaitu pada diensefalon atau kortex otak. Tetapi
kelainan patologis yang ditemukan mungkin disebakan oleh
perubahan-perubahan postortem atau artefak pada waktu
membuat sediaan.
Teori-teori itu dimasukkan ke dalam kelompok teori
somatogenik, teori yang mencari penyebab skizofrenia
dalam kelainan badaniah.
5. Teori Adolf Meyer

Skizofrenia tidak disebabkan oleh suatu penyakit


badaniah, Meyer mengakui bahwa suatu kontitusi yang
inferior dapat mempengaruhi timbulnya skizofrenia.
6. Teori Sigmund Freud
Bila kita memakai formula freud,maka pada skizofrenia
terdapat :
a. Kelemahan Ego, dapat timbul karena psikogenik ataupun
somatik.
b. Superego dikesampingkan sehingga tidak bertenaga lagi
dan id yang berkuasa serta terjadi suatu regesi ke fase
narsisme.
c. Kehilangan kapasitas untuk pemindahan sehingga terapi
psikoanalitik tidak mungkin.

7. Eugen Bleuler
Bleuler mengajukan supaya lebih baik dipakai istilah
skizzofrenia,

karena

nama

ini

dengan

tepat

sekali

menonjolkan gejala utama penyakit ini, yaitu jiwa yang


terpecah belah, adanya keretakan atau disharmoni antara
proses berfikir, perasaan dan perbuatan (schizos = pecahbelah atau bercabang, phren = jiwa).
a. Teori lain menganggap skizofrenia

sebagai

suatu

sindroma yang disebabkan keturunan, pendidikan yang


salah, maladapsi, tekanan jiwa, penyakit badaniah.
b. Skizofrenia adalah suatu gangguan psikosomatik, gejalagejala pada hanya sekunder karena gangguan dasar
yang psigenik, atau merupakan manifestasi somatik dari
gangguan psikogenik.
Kelompok ini adalah
dianggap

sebagai

teori

suatu

psikogenik,

gangguan

skizofrenia

fungsional

dan

penyebab utama ialah konflik, stres psikologik dan


hubungan antar manusia yang mengecewakan.
C. TANDA DAN GEJALA
Menurut Eugen Bleuler gejala-gejala skizofrenia dapat dibagi
menjadi dua yaitu :
1.

Gejala Primer
a. Gangguan proses pikiran (bentuk,langkah dan isi pikiran)
yang terganggu terutama aspek asosiasi, kadang-kadang
suatu ide belum selesai diutarakan, sudah muncul ide
yang lain. Sering ditandai oleh : menggunakan arti
simbolik, terdapat clang association, jalan pikirannya
tidak dapat dimengerti/inkoherensi, menyamakan hal-hal.
Terjadi bloking beberapa detik sampai beberapa hari, ada
penderita yang mengatakan bahwa seperti ada yang lain
didalam dirinya yang berfikir dan tanda sejenis lainnya.

b. Gangguan afek dan emosi


Dapat berupa :
1) Kedangkalan afek dan emosi, klien menjadi acuh tak
acuh pada hal-hal yang penting dalam hidupnya.
2) Parathimi ; merasa sedih atau marah yang
seharusnya timbul rasa tenang dan gembira.
3) Paramimi ; klien menangis padahal merasa senang
dan bahagia.
4) Emosi, afek

dan

ekspresinya

tidak

mengalami

kesatuan.
5) Emosi yang berlebih.
6) Hilang kemampuan untuk mengandalkan hubungan
emosi yang baik.

7) Ambivalensi pada afek : dua hal yang bertentangan


berada pada satu objek.
c. Gangguan kemauan
Ditandai antara lain :
1) Tidak dapat mengambil keputusan
2) Tidak dapat bertindak dalam suatu keadaan
3) Melamun dalam waktu tertentu yang lama.
4) Negativisme ; perbuatan yang berlawanan dengan
perlawanan
5) Ambivalensi kemauan ; menghendaki dua hal yang
berlawanan pada waktu yang sama
6) Otomatisme ; merasa kemauannya dipengaruhi oleh
orang lain atau tenaga dari luar sehingga ia berbuat
otomatis.
d. Gangguan psikomotor
1) Stupor : tidak bergerak dalam waktu yang lama.
2) Hiperkinesa; terus bergerak dan tampak gelisah
3) Stereotipi ; berulang melakukan gerakan atau sikap
4) Verbigerasi ; stereotipi pembicaraan
5) Manerisme ; stereotipi tertentu pada pada skizofrenia,
grimes pada muka atau keanehan berjalan dan gaya.
6) Katalepsi ; posisi badan dipertahankan dalam waktu
yang lama.
7) Fleksibilitas cerea ; bila anggota badan dibengkokkan
terasa suatu tahanan seperti lilin.
8) Negativisme ; menentang atau justru melakukan
berlawanan dengan apa yang disuruh.
9) Otomatisme komando ; kebalikan dari negativisme.
10)
Echolalia; meniru kata-kata yang diucapkan orang
lain.
2.

Gejala Sekunder
a. Waham atau delusi kayakinan yang salah yang tidak
dapat diubah dengan penalaran atau bujukan. Sangat
tidak logis dan kacau tetapi klien tidak menyadari hal

tersebut dan menganggap sebagai fakta dan tidak dapat


diubah oleh siapapun.
Jenis-jenis waham mencakup :
1) Kebesaran ; seseorang memiliki suatu perasaan
berlebih dalam kepentingan atau kekuasaan.
2) Curiga : seseorang merasa terancam dan yakin
bahwa orang lain bermaksud untuk membahayakan
atau mencurigai dirinya.
3) Siar : semua kejadian dalam, lingkungan sekitarnya
diyakini merujuk/terkait kepada dirinya.
4) Kontrol : seseorang percaya bahwa objek atau orang
tertentu mengontrol perilakunya.
b. Halusinasi : istilah ini menggarbarkan persepsi sensori
yang salah yang mungkin meliputi salah satu dari kelima
panca indra. Halusinasi pendengaran dan penglihatan
yang

sering,halusinasi

penciuman,

perabaan,

dan

pengecapan juga dapat terjadi (Townsend, 2006)


c. Tanda gangguan yang berlangsung secara terus menerus
sedikitnya selama 6 bulan (Stuart, 2006)
1) Kecurigaan yang ekstrim terhadap orang lain.
2) Halusinasi
Modalitas sensori yang tercakup dalam halusinasi :
a) Pendengaran/auditorius
Mendengar

suara

atau

bunyi,

biasanya

suara orang. Suara dapat berkisar dari suara yang


sederhana sampai suara orang bicara mengenai
pasien, untuk menyelesaikan percakapan antara
dua

orang

atau

lebih

tentang

pasien

yang

berhalusinasi. Jenis lain termasuk pikiran yang


dapat didengar pasien yaitu pasien
suara orang
yang

mendengar

yang sedang membicarakan apa

sedang

dipikirkan

memerintahkan

untuk

oleh

pasien

melakukan

dan

sesuatu,

kadang-kadang hal yang berbahaya.


b) Penglihatan/visual
Stimulus
pancaran

penglihatan

cahaya,

ganbar

dalam

bentuk

geometris,

gambar

kartun, dan gambar atau panorama yang luas dan


kompleks. Penglihatan dapat berupa sesuatu yang
menyenangkan atau yang menakutkan (seperti
melihat monster).
3) Waham kejar atau kebesaran
a) Waham kejar (delusion of persecution) yaitu
keyakinan bahwa orang atau kelompok tertentu
sedang

mengancam

atau

berencana

membahayakan dirinya. Waham ini menjadikan


penderita paranoid selalu curiga akan segala hal
dan berada dalam ketakutan karena merasa
diperhatikan,

diikuti

serta

diawasi

(Maramis,

2004).
b) Waham atau kebesaran (delusion of grandeur)
yaitu keyakinan bahwa dirinya memiliki suatu
kelebihan dan kekuatan serta menjadi orang yang
penting (Maramis, 2004).
D. PSIKOPATOLOGI

Teori Psikososial

Teori system keluarga


Teori
(Bowen,
interpersonal
1978) (Sullivan, 1953) orang
Teori
tua dengan
Psikodinamik
psikosis

(Hartman, 1964)

Konflik-konflik diantara orang tua


Psikosis adalah hasil dari ego lemah
Hubungan anak dengan orang tua penuh dengan ansietas tinggi

Anak berfokus pada ansietas

Perkembangan terhebat hubungan yang mempengaruhi antara orang tau dan anak

Anak menerima pesan-pesan yang membingungkan dan penuh konflik dari orang tua
Dsifungsi sistem keluarga
Ansietas yang ekstim
Koping individu tidak efektif

Tidak percaya pada orang lain

Panik

Tingkat ansietas tinggi dipertahankan


Mekanisme pertahanan ego mal

Ambivalensi

Isolasi sosial

DAFTAR PUSTAKA
Gangguan konsep diri/menang diri
DEPKES RI. 2008. PPDGJ III (Pedoman Penggolongan dan Diagnosa
Gangguan
Jiwa III). Jakarta

Maramis, w. F, 2004. Catatan Ilmu Kedokteram Jiwa. Surabaya :


Airlangga
University Press.
Schultz, Judith dan Sheila Clark Videkeck. 2006. Psichiatric Nursing
Care Plane.
Philadelphia, New York: Lipuicolt
Stuart, Gail. 2006. Buku saku Keperawatan Jiwa Edisi 5. Jakarta: EGC
Townsend of Care C. 2006. Psychiatric Mental Health Nursing
Concepts of Care.
Philadelphia. Library of Congres.
Yosep, Iyus. 2013. Keperawatan Jiwa Edisi Revisi. Bandung : Refika
Aditama.