Anda di halaman 1dari 21

Tugas Artikel

Matakuliah Bahasa Indonesia

KEBUN RAYA BOGOR

Disusun Oleh :
Nama
NIM

: Joko Sarjono Slameto


: 41513110047

Kebun Raya Bogor atau Kebun Botani Bogor adalah sebuah kebun
botani besar yang terletak di Kota Bogor, Indonesia. Luasnya mencapai
87 hektaree dan memiliki 15.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan.
Saat ini Kebun Raya Bogor ramai dikunjungi sebagai tempat wisata,
terutama hari Sabtu dan Minggu. Di sekitar Kebun Raya Bogor tersebar
pusat-pusat keilmuan yaitu Herbarium Bogoriense, Museum Zoologi
Bogor, dan PUSTAKA.
I.

Sejarah Kebun Raya Bogor


Kebun Raya Bogor pada awalnya adalah bagian dari samida ( rimba
atau taman buatan ) yang sudah ada pada pemerintahan Sri Baduga
Maharaja ( Prabu Siliwangi, 1474-1513 ) dari Kerajaan Sunda,
sebagaimana tertulis di dalam Prasasti Batutulis. Rimba buatan itu
ditujukan untuk melindungi kelestarian lingkungan sebagai area
memelihara benih-benih kayu yang langka. Di samping samida
tersebut dibuat juga samida yang sama di perbatasan Cianjur dengan
Bogor ( Rimba Ciung Wanara ). Rimba ini lantas dilewatkan sesudah
Kerajaan Sunda takluk dari Kesultanan Banten, hingga Gubernur
Jenderal van der Capellen membangun rumah peristirahatan di salah
satu sudutnya pada pertengahan abad ke-18.

Sampai pada tahun 1811, ketika perang Napoleon terjadi di Eropa,


Indonesia yang pada waktu itu bernama Hindia Belanda atau
Nederlandsch Indie, direbut oleh Inggris dari kekuasaan Belanda.
Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles, yang mendiami Istana
Bogor dan memiliki minat besar dalam botani, tertarik
mengembangkan halaman Istana Bogor menjadi sebuah kebun yang
cantik. Dengan bantuan para ahli botani, W. Kent, yang ikut
membangun Kew Garden di London, Raffles menyulap halaman istana
menjadi taman bergaya Inggris klasik. Inilah awal mula Kebun Raya
Bogor dalam bentuknya sekarang.
Pada tahun 1814 Olivia Raffles (istri dari Gubernur Jenderal Thomas
Stamford Raffles) meninggal dunia karena sakit dan dimakamkan di
Batavia. Sebagai pengabadian, monumen untuknya didirikan di Kebun
Raya Bogor.
Ketika Napoleon jatuh (1815/1816) para pemimpin negara di Eropa
membuat perjanjian, antara lain tentang pembagian wilayah
kekuasaan. Pada tahun 1816 Inggris menggembalikan kekuasaan
Indonesia ke tangan Belanda. Peperangan yang terjadi di Eropa
menyebabkan Belanda mengalami kelesuan. Kerajaan Belanda
kemudian mengembangkan ilmu pengetahuan, karena mereka tahu
tegak dan jayannya Belanda ditandai antara lain dengan ilmu
pengetahuan. Untuk itu dikirimlah C.Th.Elout, A.A Boykens dan
G.A.G.P. Baron Van Der Capellen, ke Indonesia dan Dr. Casper Goerge
Carl Reinwardt selaku penasehat.
Prof. Caspar Georg Karl Reinwardt adalah seseorang berkebangsaan
Jerman yang berpindah ke Belanda dan menjadi ilmuwan botani dan
kimia. Ia lalu diangkat menjadi menteri bidang pertanian, seni, dan
ilmu pengetahuan di Jawa dan sekitarnya. Ia tertarik menyelidiki
berbagai tanaman yang digunakan untuk pengobatan. Ia memutuskan
untuk mengumpulkan semua tanaman ini di sebuah kebun botani di
Kota Bogor, yang saat itu disebut Buitenzorg (dari bahasa Belanda
yang berarti tidak perlu khawatir). Reinwardt juga menjadi perintis di
bidang pembuatan herbarium. Ia kemudian dikenal sebagai seorang
pendiri Herbarium Bogoriense.

Pada tanggal 15 April 1817 Reinwardt mencetuskan gagasannya


untuk mendirikan Kebun Botani yang disampaikan kepada G.A.G.P.
Baron Van Der Capellen, Komisaris Jendral Hindia Belanda dan beliau
akhirnya menyetujui gagasan Reinwardt. Pada tahun 18 Mei 1817,
Gubernur Jenderal Godert Alexander Gerard Philip van der Capellen
secara resmi mendirikan Kebun Raya Bogor dengan nama sLands
Plantentuinte Buitenzorg. Pendiriannya diawali dengan menancapkan
ayunan cangkul pertama di bumi Pajajaran sebagai pertanda
dibangunnya pembangunan kebun itu, yang pelaksanaannya dipimpin
oleh Reinwardt sendiri, dibantu oleh James Hooper dan W. Kent (dari
Kebun Botani Kew yang terkenal di Richmond, Inggris). Pada mulanya
kebun ini hanya akan digunakan sebagai kebun percobaan bagi
tanaman perkebunan yang akan diperkenalkan ke Hindia-Belanda (kini
Indonesia). Sekitar 47 hektar tanah di sekitar Istana Bogor dan bekas
samida dijadikan lahan pertama untuk kebun botani. Reinwardt
menjadi pengarah pertamanya dari 1817 sampai 1822. Kesempatan ini
digunakannya untuk mengumpulkan tanaman dan benih dari bagian
lain Nusantara. Dengan segera Bogor menjadi pusat pengembangan
pertanian dan hortikultura di Indonesia. Pada masa itu diperkirakan
sekitar 900 tanaman hidup ditanam di kebun tersebut.
Pada tahun 1822 Reinwardt kembali ke Belanda dan digantikan oleh
Dr. Carl Ludwig Blume yang melakukan inventarisasi tanaman koleksi
yang tumbuh di kebun. Ia juga menyusun katalog kebun yang pertama
berhasil dicatat sebanyak 912 jenis (spesies) tanaman. Pelaksanaan
pembangunan kebun ini pernah terhenti karena kekurangan dana
tetapi kemudian dirintis lagi oleh Johannes Elias Teysmann (1831),
seorang ahli kebun istana Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch.
Dengan dibantu oleh Justus Karl Hasskarl, ia melakukan pengaturan
penanaman tanaman koleksi dengan mengelompokkan menurut suku
(familia).
Teysmann kemudian digantikan oleh Dr. Rudolph Herman Christiaan
Carel Scheffer pada tahun 1867 dengan menjadi direktur, dan
dilanjutkan kemudian oleh Prof. Dr. Melchior Treub.

Pendirian Kebun Raya Bogor bisa dikatakan mengawali


perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Dari sini lahir beberapa
institusi ilmu pengetahuan lain, seperti Bibliotheca Bogoriensis (1842),
Herbarium Bogoriense (1844), Kebun Raya Cibodas (1860),
Laboratorium Treub (1884), dan Museum dan Laboratorium Zoologi
(1894).
Pada tanggal 30 Mei 1868 Kebun Raya Bogor secara resmi terpisah
pengurusannya dengan halaman Istana Bogor. Pada mulanya kebun ini
hanya akan digunakan sebagai kebun percobaan bagi tanaman
perkebunan yang akan diperkenalkan ke Hindia-Belanda (kini
Indonesia). Namun pada perkembangannya juga digunakan sebagai
wadah penelitian ilmuwan pada zaman itu (1880 1905).
Kebun Raya Bogor selalu mengalami perkembangan yang berarti di
bawah kepemimpinan Dr. Carl Ludwig Blume (1822), JE. Teijsmann dan
Dr. Hasskarl (zaman Gubernur Jenderal Van den Bosch), J. E. Teijsmann
dan Simon Binnendijk, Dr. R.H.C.C. Scheffer (1867), Prof. Dr. Melchior
Treub (1881), Dr. Jacob Christiaan Koningsberger (1904), Van den
Hornett (1904), dan Prof. Ir. Koestono Setijowirjo (1949), yang
merupakan orang Indonesia pertama yang menjabat pimpinan
lembaga penelitian yang bertaraf internasional.
Setelah kemerdekaan, tahun 1949 Slands Plantentiun te
Buitenzorg berganti nama menjadi Jawatan Penyelidikan Alam,
kemudian menjadi Lembaga Pusat Penyelidikan Alam (LLPA) dipimpin
dan dikelola oleh bangsa Indonesia, Direktur LPPA yang pertama
adalah Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo. Pada waktu itu LPPA punya 6
anak lembaga, yaitu Bibliotheca Bogoriensis, Hortus Botanicus
Bogoriensis, Herbarium Bogoriensis, Treub Laboratorium, Musium
Zoologicum Bogoriensisi dan Laboratorium Penyelidikan Laut. Untuk
pertama kalinya tahun 1956 pimpinan Kebun Raya dipegang oleh
bangsa Indonesia yaitu Sudjana Kasan menggantikan J. Douglas.
Pendirian Kebun Raya Bogor bisa dikatakan mengawali
perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Untuk perkembangan
koleksi tanaman sesuai dengan iklim yang ada di Indonesia, Kebun
Raya Bogor membentuk cabang di beberapa tempat, yaitu :

1. Kebun Raya Cibodas (Bergtuin te Cibodas, Hortus dan Laboratorium


Cibodas) di Jawa Barat, luasnya 120 Ha dengan ketinggian 1400 m,
didirikan oleh Teysman tahun 1866, untuk koleksi tanaman dataran
tinggi beriklim basah daerah tropis dan tanaman sub-tropis. Tahun
1891 kebun ini dilengkapi dengan Laboratorium untuk penelitian
flora dan fauna.
2. Kebun Raya Purwodadi (Hortus Purwodadi) di Jawa Timur, didirikan
oleh Van Sloten tahun 1941. Luasnya 85 Ha dengan Ketinggian 250
m, untuk koleksi tanaman dataran rendah, iklim kering daerah
tropis.
3. Kebun Raya "Eka Karya" Bedugul-Bali didirikan tahun 1959 oleh Prof.
Ir. Kusnoto Setyodiwiryo. Luasnya 159,4 Ha dengan ketinggian 1400
m, untuk koleksi tanaman dataran tinggi beriklim kering.
Pada saat kepemimpinan tokoh-tokoh tersebut telah dilakukan
kegiatan pembuatan katalog mengenai Kebun Raya Bogor, pencatatan
lengkap tentang koleksi tumbuh-tumbuhan Cryptogamae, 25 spesies
Gymnospermae, 51 spesies Monocotyledonae dan 2200 spesies
Dicotyledonae, usaha pengenalan tanaman ekonomi penting di
Indonesia, pengumpulan tanam-tanaman yang berguna bagi Indonesia
(43 jenis, di antaranya vanili, kelapa sawit, kina, getah perca, tebu, ubi
kayu, jagung dari Amerika, kayu besi dari Palembang dan Kalimantan),
dan mengembangkan kelembagaan internal di Kebun Raya yaitu:
- Herbarium
- Museum
- Laboratorium Botani
- Kebun Percobaan
- Laboratorium Kimia
- Laboratorium Farmasi
- Cabang Kebun Raya di Sibolangit, Deli Serdang dan di Purwodadi,
Kabupaten Pasuruan
- Perpustakaan Fotografi dan Tata Usaha
- Pendirian Kantor Perikanan dan Akademi Biologi (cikal bakal IPB).
Kebun Raya Bogor sepanjang perjalanan sejarahnya mempunyai
berbagai nama dan julukan, seperti
- SLands Plantentuin
- Syokubutzuer (zaman Pendudukan Jepang)
- Botanical Garden of Buitenzorg
- Botanical Garden of Indonesia
- Kebun Gede

II.

Kebun Jodoh

Bagian-bagian dari Kebun Raya Bogor


Lanskap dan Arsitektur Kolonial
Bangunan pekantoran yang berada di blok deket pintu utama memiliki

gaya arsitektur barat yang di tropiskan (tropis indice) dan struktural


kolonial karena daerah Indonesia adalah daerah tropis. Bangunan yang
seperti ini biasanya dindingnya berwarna putih atau kuning muda seperti
bangunan

perkantoran-perkantoran

perkebunan

(bangunan

kuno).

Bangunannya besar dan tinggi serta didingnya sangat tebal. Pada bagian
atapnya terdapat cerobong asap, di daerah asalnya cerobong asap ini
berfungsi sebagai tempat pengeluaran asap dari tungku penghangat
ruangan pada saat musim dingin, namun di daerah tropis cerobong asap
ini tidak begitu berguna karena di Indonesia hanya memiliki dua musim
yaitu panas dan dingin. Untuk sudut-sudut atap lebih tajamnya dari gaya
asalnya merupakan adaptasi daerah tropis agar air hujan yang di atap
mudah turun. Taman-taman yang bergaya arsitektur inggris memiliki
keunikan tersendiri seperti tanaman yang ditanam biasanya berupa
rumput dan pohon-pohon tinggi seperti pisang kipas serta penataan
tanamanyang berbelok-belok. Tujuannya dari penataan tersebut agar
memberi kesan luas pada tanaman dan sebagai jalur sirkulasi udara.
Tampak bangunan dapat dilihat secara vertical maupun horizontal,
dimana pembagiannya masing-masing tapak berbeda.untuk tampak
bangunan yang dilihat secara vertical meliputi tiga bagian, antara lain:
kaki,badan, dan kepala. Pada batas bagian antara badan dengan kepala
biasanya terdapat hiasan tertentu dengan ukuran yang sederhana.
Sedangkan untuk tampak bangunan secara horizontal juga dibagi menjadi
tiga, yaitu bagian tengah, sayap kiri, dan sayap kanan. Hal ini dipengaruhi
oleh axis yaitu menghubungkan titik satu dengan titik lainnya, simetris,
dan ciri bangunan klasik. Bangunan-bangunan di daerah dingin biasanya
catnya berwarna gelap yang bertujuan untuk menyerap panas sehingga

suhu didalam bangunan terasa lebih hangat. Pada arsitektur Yunani


terdapat kolom diantaranya dorik, ionik, dan terotion. Arsitektur Romawi
biasanya dicirikan dengan adanya lengkungan setengah lingkaran.
Taman Istana atau Lanskap Budaya Kolonial
Berdasarkan bentuk bangunannya, Istana Bogor memiliki
eklektik

(gaya

penggabungan

bangunan
dari

setelah

berbagai

zaman

macam

klasik)

yang

kebudayaan,

gaya

merupakan

yaitu

Yunani,

Renaissan, dan Romawi. Gaya Yunani dicirikan dengan adanya pilar-pilar


tiang yang membentuk ionic (pilar atas berbentuk seperti tanduk), Doric
(pilarnya polos), atau corentian (pilar atas berbentuk bunga), dan
banyaknya patung. Gaya Renaissan dicirikan dengan bentuk bangunan
yang simetris dan tripartis, yaitu memiliki sisi kanan,sisi kiri, dan sisi
tengah serta dengan struktur monumental,mewah, dan diikuti dengan
dengan elemen utama air (kolam) dan tanaman (kelompok tanaman).
Selain itu terdapat pula tiga bagian bangunan,yaitu tangga, badan rumah
dan atap. Adapun gaya Romawi dicirikan dengan adanya bentuk kubah
pada bagian atas bangunan. Penataan tanaman hijau disekitar bangunan
Istana Bogor sudah cukup baik. Hal ini dapat terlihat dari berbagai
kombinasi tanaman bunga, palem, teh, rumput, elemen air, dan juga
berbagai pohon besar lainnya yang disesuaikan dengan gaya-gaya klasik
yang simetrik. Namun untuk tanaman air perawatannya belum cukup
maksimal

Bangunan

istana

Bogor

berarsitektur

Yunani,

dimana

bangunannya itu simetris dan adanya sumbu yang membagi dua,


contohnya pada segitiga bagian atasnya.
Taman Air Dengan Pulau di Tengah
Di Istana Bogor dikelilingi Kolam Gunting yang dipenuhi dengan
banyaknya bunga teratai. Sekarang ini bunga teratai sudah berkurang,
karena kualitas kandungan air yang kurang bagus dan tercemar oleh
polusi air, serta kurangnya keseriusan dalam perawatan. Ini terlihat dari
banyaknya sampah disekitar tanaman air dan bunga teratai yang rusak.
Di bagian tengah kolam terdapat pulau tanaman buatan sebagai tempat
berlindung beraneka ragam burung. Tercatat lebih dari 50 jenis burung
ada di sini, seperi kepodang, walik kembang, kutilang, kucica, kowak,
kuntul, dan cinenen kelabu. Seperti yang terlihat sore itu, puluhan kuntul

berseliweran di atas pohon yang tumbuh di tengah kolam, dengan


suaranya yang khas. Taman Gunting. Jalan yang ada di pinggir kolam
menggunakan

gaya

pedestrian

yang

terbuat

dari

batu-batu

yang

tersusun. Elemen lanskap yang membangun kolam antara lain, iklim,


hewan, dan bunyi.
Teysmann Garden
Taman Teysmann dibangun pada tahun 1884 oleh M.Treub. Taman ini
merupakan tempat untuk mengenang Johannes Elias Teiysmann yang
telah menjadi direktur Kebun Raya Bogor dari tahun 1831-1867. Taman ini
merupakan taman yang memiliki corak mirip dengan British Garden
(formal garden). Hal ini dapat terlihat dari elemen warna yang mencolok
dan bentuk taman yang simetris. Pohon-pohon yang terdapat di taman
Teiysmann dibentuk secara khusus, misalnya berbentuk piramida atau
bundar. Pengelolaan taman simetris lebih susah dibandingkan dengan
taman asimetris. Taman Teiysmann memiliki point of interest yang
terdapat pada tengah-tengah taman, yaitu sebuah tugu atau monument
sehingga menjadi vocal point dari taman tersebut. Selain itu, taman
Teiysmann juga memiliki berbagai elemen-elemen taman yang penting,
yaitu paving block, pot bunga, rumput, pedestrian line, tanaman bunga,
tanaman pagar, dan semak kecil. Di sekitar taman Teiysmann terdapat
pergola yang ditanami tanaman Passiflora coxinia.
Jembatan Kebun Raya Bogor
Jembatan ini disebut juga sebagai jembatan gantung, dengan tekstur
bangunan yang unik. Jembatan ini sudah sangat tua, setiap melewatinya
dibatasi

sampai

10

orang

demi

kenyamanan

dan

keselamatan

pengunjung. Jembatan ini merupakan aliran dari sungai kali ciliwung.


Taman Astrid
Taman Astrid dibangun untuk memperingati kunjungan Putri Astrid dan
Pangeran Leopold dari Belgia pada tahun 1929. Jalan Astrid terbagi
menjadi dua jalur yang dibatasi oleh bunga tasbih yang berwarna merah
dan

kuning

dengan

daun

berwarna

cokelat

kehitaman

yang

melambangkan warna bendera negara Belgia. Pola yang ditunjukkan


ketika pengunjung memasuki jalan Astrid ialah harmonis, geometrik dan
simetris tetapi tak kaku dan tak tertutup. Elemen utamanya yakni air
(kolam dengan air macurnya) dan kelompok tanaman, dengan repetisi

hijau

daun

dan

warna

bunga

tasbih

yang

semakin

memperkaya

penglihatan. Selain meneduhi kedua tepi jalan, pohon damar juga sangat
tepat difungsikan di taman Astrid karena pengunjung yang datang sering
piknik berada di bawan pohon tersebut. Di Taman Astrid sangat terasa
taman inggrisnya, di mana padang rumput yang luas dan kolam yang ada
semakin membuat pengunjung merasakan keindahan dan kenyamanan.
Presevasi yakni perlindungan untuk lanskap yang paling sensitif dan kritis.
Lalu lintas pedestrian yang bergerak pada bidang dasar sensitif terhadap
tekstur

permukaan

yang

akan

menentukan

jenis

lalu

lintas

dan

kecepatannya. Tekstur tertentu tidak saja akan menentukan jenis kelas


penggunaannya tetapi juga mempunyai daya tarik. Ragam tekstur seperti
kerikil, kerakal, koral merupakan barefoot pada jalur reflexology. Lantai
pada jalur pejalan kaki di Kebun Raya Bogor ada yang terbuat dari batu
gico, batu putih, maupun perkerasan yang berwarna merah.
Kebun Pembibitan
Kebun pembibitan ini digunakan untuk tempat pembibitan pohon,
dimana pohon-pohon yang tumbang akan diganti dengan bibit pohon
yang dibudidayakan. Tujuannya adalah menjaga agar Kebun Raya tetap
hijau dan nyaman. Selain dari pembibitan pohon-pohon besar ditempat ini
juga membibitkan bunga raflesia (bunga bangkai), bunga anggrek dan
bunga-bunga taman lainnya. Semua jenis tanaman yang dulunya liar telah
didomestifikasi ditempat ini pula, agar semua jenis tanaman Indonesia
dapat dibudidayakan dan dikembangkan.
III.

Beberapa Koleksi Flora dan Fauna di Kebun Raya Bogor


Beberapa koleksi flora di Kebun Raya Bogor :
1. Maniltoa sp (sapu tangan)
Pohon Saputangan (Maniltoa grandiflora Scheff) mempunyai banyak

manfaat bagi kesehatan manusia. Kandungan kimia yang terdapat pada


pohon ini yaitu : daun buah dan kulit batangnya mengandung saponin,
buah

dan

kulit

batangnya

mengandung

tanin

sedang

daunnya

mengandung flavonoida dan polifenol.Perbanyakannya melalui biji, stek


batang, atau cangkok. Tinggi pohon ini mencapai 10 meter lebih. Manfaat

dan habitatnya secara umum adalah digunakan sebagai tanaman


peneduh jalan dan mengobati penyakit gangguan pencernaan, dan
habitatnya adalah pada daerah tropis.
2. Amherstia Nobilis Wall
Kakancingan merupakan tanaman hias pohon yang berumur tahunan.
Nama ilmiahnya Amherstia nobilis Wall yang diturunkan dari nama tuan
Amherst. Pertumbuhannya cepat, tingginya dapat mencapai 18 m.
Daunnya tergolong daun majemuk bersirip genap. Daun-daun mudanya
menggantung,
3. Koompassia excels (Kempas)
Pohon ini juga sering disebut sebagai Pohon Raya, karena memiliki
banir yang sangat besar. Ciri dari pohon kempas ini yaitu, tata daunnya
alternate distichous dengan komposisi daun majemuk menyirip ganda 1,
memiliki buah legum , pohon atau habitus yang tinggi besar dengan
batang silindris membulat, memiliki akar banir yang berbentuk pipih dan
berliuk-liuk seperti ular, kulit kayunya licin dan berkulit putih. Pohon yang
mempunyai tinggi 50 meter ini berasal dari Kalimantan dan merupakan
pohon yang sangat dilindungi karena bermanfaat untuk masyarakat, dan
sebagai tempat bersarangnya lebah madu,serta jumlahnya yang mulai
langka akibat adanya illegal loging.
4. Teratai Raksasa
Teratai ini berasal dari hutan rawa Amazon. Tanaman ini memiliki daun
lebar bulat dan tebal. Beberapa daun mengapung dan tumbuh dari
bongkol yang sama. Daun mengapung dengan keseimbangan yang baik,
bahkan dapat menampung berat mencapai 25 kg.
5. Pterocarpus indicus (Kayu Merah)
Kayu merah memiliki ciri khas buah bersayap, banyak ditanam di tepi
jalan, bergetah merah. Pohon ini ditanam pada tahun 1855. Cara
memperbanyaknya dengan stek batang. Memiliki sifat tunas, yaitu
mempunyai model yang sama dengan induknya dan langsung mengarah
vertikal. Terjadi grafting root, yaitu penyatuan akar antara 2 akar yang
sejenis (di daerah tropika), untuk mengurangi unsur hara yang tercuci
atau dengan kata lain untuk melindungi unsur hara.
6. Intsia Bijuga (Merbau)

Merbau tumbuh di Papua dengan sebutan kayu besi dan banyak


ditebang untuk bahan kontruksi bangunan. Kulit batangnya mengelupas
seperti damar.
7. Harpulia sphaeroloba (Harpulia)
Memiliki ciri-ciri, yaitu daunnya majemuk ganda 1, memiliki buah
arillus. Buahnya yang dimakan merupakan arillusnya.
8. Aglaia elliptica Blume
Aglaia merupakan tanaman yang hidup di daerah tropis sampai iklim
sedang dan termasuk dalam famili Malliaceae. Tanaman aglaia memiliki
daerah hidup dengan berbagaia jenis kondisi tanah dengan ketinggian 0
hingga 2,000 meter diatas permukaan laut. Tanaman aglaia tumbuh di
hutan primer, hutan sekunder, rawa, sisi jalan maupun bantaran sungai
dan tersebar dari India Selatan dan Sri Langka melalui Myanmar sampai
ke Kepulauan Solomon, Fiji dan Samoa. Kawasan Sumatra ditemukan 38
jenisPemanfaatan beberapa jenis Aglaia yang telah dikenal antara lain:
kayunya

dimanfaatkan

sebagai

bahan

bangunan,

buahnya

dapat

dimakan, sedang bunga dari Aglaia odorata dimanfaatkan sebagai teh dan
bahan parfum karena baunya harum. Beberapa jenis Aglaia juga telah
dimanfaatkan

pada

pengobatan

tradisional,

antara

lain

daunnya

digunakan untuk mengobati luka, demam, sakit kepala, asma, dan


sebagai tonik setelah melahirkan (Heyne 1987).
9. Eichornia Crassipes (Eceng Gondok)
Eceng Gondok yang bahasa latinnya bernama Eichornia Crassipes,
merupakan gulma air yang sering bikin gondok para petani, karena
tumbuh di sawah berebut unsur hara dengan tanaman budidaya (padi).
Juga sering bikin kesel petugas ulu-ulu karena menjadi biang mampet
saluran air dan pendangkalan.
10. Teratai Bunga Merah
Teratai (Nymphaea) adalah nama genus untuk tanaman air dari suku
Nymphaeaceae. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai water-lily atau
waterlily. Di Indonesia, teratai juga digunakan untuk menyebut tanaman
dari genus Nelumbo (lotus). Pada zaman dulu, orang memang sering
mencampuradukkan antara tanaman genus Nelumbo seperti seroja
dengan genus Nymphaea (teratai). Pada Nelumbo, bunga terdapat di atas
permukaan air (tidak mengapung), kelopak bersemu merah (teratai

berwarna putih hingga kuning), daun berbentuk lingkaran penuh dan


rimpangnya biasa dikonsumsi.
Beberapa koleksi fauna di Kebun Raya Bogor :
1. Kuau
Kuau adalah unggas yang tergabung dalam marga Argusianus.
Terdapat dua jenis kuau: kuau raja (Argusianus argus) dan kuau bergaris
ganda

(Argusianus

bipunctatus).

Keduanya

berasal

dari

Kepulauan

Nusantara. Kuau bergaris ganda tidak pernah ditemukan di alam,


deskripsinya didasarkan pada sejumlah bulu yang dikirim ke London dan
dipertelakan pada tahun 1871. IUCN memasukkannya dalam status
punah.
Burung ini suka hidup di kawasan hutan, mulai dari dataran rendah
sampai pada ketinggian sekitar 1300m di atas permukaan laut. Penyebaran burung ini adalah di Sumatera dan Kalimantan. Juga terdapat di
Asia Tenggara.Mereka jarang dijumpai di hutan sekunder dan bekas
tebangan sampai ketinggian 1.300 meter dpl. Makanannya terdiri dari
buah-buahan yang jatuh, biji-bijian, siput, semut dan berbagai jenis
serangga. Burung ini juga suka mencari sumber air untuk minum sekitar
jam sebelas siang.
2. Bekantan
Nama ilmiahnya Nasalis larvatus adalah sejenis monyet berhidung
panjang dengan rambut berwarna coklat kemerahan dan merupakan satu
dari dua spesies dalam genus tunggal monyet Nasalis.
Ciri-ciri utama yang membedakan bekantan dari monyet lainnya
adalah hidung panjang dan besar yang hanya ditemukan di spesies
jantan. Fungsi dari hidung besar pada bekantan jantan masih tidak jelas,
namun ini mungkin disebabkan oleh seleksi alam.
Monyet betina lebih memilih jantan dengan hidung besar sebagai
pasangannya. Karena hidungnya inilah, bekantan dikenal juga sebagai
monyet Belanda. Dalam bahasa Brunei (kxd) disebut bangkatan.
Bekantan jantan berukuran lebih besar dari betina. Ukurannya dapat
mencapai 75 cm dengan berat mencapai 24 kg. Monyet betina berukuran
60 cm dengan berat 12 kg. Spesies ini juga memiliki perut yang besar,
sebagai hasil dari kebiasaan mengonsumsi makanannya. Selain buahbuahan dan biji-bijian, bekantan memakan aneka daun-daunan, yang

menghasilkan banyak gas pada waktu dicerna. Ini mengakibatkan efek


samping yang membuat perut bekantan jadi membuncit.
Bekantan merupakan maskot fauna provinsi Kalimantan Selatan.
Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan dan penangkapan liar yang
terus berlanjut, serta sangat terbatasnya daerah dan populasi habitatnya,
bekantan dievaluasikan sebagai Terancam Punah di dalam IUCN Red List.
Spesies ini didaftarkan dalam CITES Appendix I.
3. Badak Jawa
badak bercula-satu kecil (Rhinoceros sondaicus) adalah anggota famili
Rhinocerotidae dan satu dari lima badak yang masih ada. Badak ini masuk
ke genus yang sama dengan badak india dan memiliki kulit bermosaik
yang menyerupai baju baja. Badak ini memiliki panjang 3,13,2 m dan
tinggi 1,41,7 m. Badak ini lebih kecil daripada badak india dan lebih
dekat dalam besar tubuh dengan badak hitam. Ukuran culanya biasanya
lebih sedikit daripada 20 cm, lebih kecil daripada cula spesies badak
lainnya.
Badak ini pernah menjadi salah satu badak di Asia yang paling banyak
menyebar. Meski disebut "badak jawa", binatang ini tidak terbatas hidup
di Pulau Jawa saja, tapi di seluruh Nusantara, sepanjang Asia Tenggara
dan di India serta Tiongkok. Spesies ini kini statusnya sangat kritis,
dengan hanya sedikit populasi yang ditemukan di alam bebas, dan tidak
ada di kebun binatang. Badak ini kemungkinan adalah mamalia terlangka
di bumi. Populasi 40-50 badak hidup di Taman Nasional Ujung Kulon di
pulau Jawa, Indonesia. Populasi badak Jawa di alam bebas lainnya berada
di Taman Nasional Cat Tien.
4. Trenggiling
Trenggiling biasa (Manis javanica syn. Paramanis javanica) adalah
wakil dari ordo Pholidota yang masih ditemukan di Asia Tenggara. Hewan
ini memakan serangga dan terutama semut dan rayap. Trenggiling hidup
di hutan hujan tropis dataran rendah. Trenggiling kadang juga dikenal
sebagai anteater.
Bentuk tubuhnya memanjang, dengan lidah yang dapat dijulurkan
hingga sepertiga panjang tubuhnya untuk mencari semut di sarangnya.
Rambutnya termodifikasi menjadi semacam sisik besar yang tersusun

membentuk perisai berlapis sebagai alat perlindungan diri. Jika diganggu,


trenggiling akan menggulungkan badannya seperti bola. Ia dapat pula
mengebatkan

ekornya,

sehingga

"sisik"nya

dapat

melukai

kulit

pengganggunya.
Trenggiling terancam keberadaannya akibat habitatnya terganggu
serta menjadi obyek perdagangan hewan liar.
5. Luwak
Musang luwak adalah hewan menyusu (mamalia) yang termasuk suku
musang dan garangan (Viverridae). Nama ilmiahnya adalah Paradoxurus
hermaphroditus dan di Malaysia dikenal sebagai musang pulut. Hewan ini
juga dipanggil dengan berbagai sebutan lain seperti musang (nama
umum, Betawi), careuh bulan (Sunda), luak atau luwak (Jawa), serta
common palm civet, common musang, house musang atau toddy cat
dalam bahasa Inggris.
Musang bertubuh sedang, dengan panjang total sekitar 90 cm
(termasuk ekor, sekitar 40 cm atau kurang). Abu-abu kecoklatan dengan
ekor hitam-coklat mulus.
Sisi atas tubuh abu-abu kecoklatan, dengan variasi dari warna tengguli
(coklat merah tua) sampai kehijauan. Jalur di punggung lebih gelap,
biasanya berupa tiga atau lima garis gelap yang tidak begitu jelas dan
terputus-putus, atau membentuk deretan bintik-bintik besar. Sisi samping
dan bagian perut lebih pucat. Terdapat beberapa bintik samar di sebelah
tubuhnya.
Wajah, kaki dan ekor coklat gelap sampai hitam. Dahi dan sisi samping
wajah hingga di bawah telinga berwarna keputih-putihan, seperti beruban.
Satu garis hitam samar-samar lewat di tengah dahi, dari arah hidung ke
atas kepala.
Hewan betina memiliki tiga pasang puting susu.

IV.

Kunjungan
Daftar Tarif Kebun Raya Bogor :
Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor: 106

Tahun 2012, Tanggal 24 Desember 2012, mulai 1 Maret 2013 berlaku tarif
masuk bagi pengunjung Kebun Raya Bogor sebagai berikut :
* Tiket Masuk Rp. 14.000,- / orang.

* Tiket Khusus Wisatawan Asing Rp. 25.000,- / orang.


* Kendaraan Keliling Roda 4 Rp. 30.000,-.
* Parkir Kendaraan Roda 2 Rp. 5.000,-.
* Tiket Sepeda Keliling Rp. 5.000,Tiket masuk sudah termasuk Asuransi Jasa Raharja Distribusi Pemkot dan
Masuk Museum Zoologi.
Pada Hari Minggu dan Hari Libur semua jenis kendaraan dilarang masuk.
V. Foto

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Kebun_Raya_Bogor
http://rizalm09.student.ipb.ac.id/akademik-2/makalah-lanskap/
http://achmadbagus888.blogspot.com/2014/12/makalah-kebun-rayabogor.html
http://rizaldifarhan.blogspot.com/2011/06/makalah-kebun-raya-bogor.html