Anda di halaman 1dari 17

9

ANALISIS RAGAM
By Siti Nadhifah Ir, MM

Pengujian beberapa nilai tengah secara simultan merupakan pengembangan


pengujian beda dua nilai tengah. Peranan Sir Ronald Fisher sangat penting dalam
pengembangan analisis ini. Dengan mempelajari bab ini, maka mahasiswa akan:

1. Mengetahui teknik analisis ragam;


2. Mengetahui teknik analisis ragam satu arah;
3. Mengetahui teknik analisis ragara dua arah;
Pada Bab sebelumnya, kita telah mempelajari tentang pengujian kesamaan
dua nilai tengah populasi normal, apakah kedua ragam yang tidak diketahui itu sama
atau tidak. Pada bab ini kita akan memperluas pengujian kesamaan dua nilai tengah
yang telah dibahas sebelumnya menjadi kesamaan beberapa nilai tengah secara
sekaligus (simultaniously). Sebagai contoh, kita ingin membandingkan kemampuan
3 orang juru ketik pada suatu kantor, membandingkan kesamaan daya sembuh
beberapa obat suatu penyakit tertentu, melakukan pengujian tentang keberhasilan
beberapa orang salesman berkaitan dengan pelatihan pemasaran yang pernah
diikuti, dan sebagainya.
Pengujian terhadap kesamaan beberapa nilai tengah populasi secara simultan
dikernbangkan pertama kali oleh Sir Ronald A. Fisher (1890 -1962), seorang
bangsawan Inggris, di bidang pertanian/biologi. Namun, kini metode ini telah
dipergunakan secara luas di berbagai bidang, baik di bidang pengetahuan alam,
ekonomi/ dan sosial.
8.1 Teknik Analisis Ragam

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Siti Nadifa MM


STATISTIK SOSIAL

Misalkan, seorang manajer personalia hendak menguji kemampuan mengetik


tiga orang pelamar untuk menjadi sekretaris di perusahaan itu dengan cara
memintanya mengetik suatu naskah, kemudian dihituitg kecepatan mengetiknya
untuk beberapa kali ulangan (replikasi). Kita ingin menguji a'pakah dua di antara tiga
orang pelamar tersebut mempunyai kecepatan mengetik yang sama? Untuk itu, kita
dapat menggunakan uji hipotesis beda dua nilai tengah yang telah dibahas pada
Subbab 7.5. Akan tetapi, untuk menguji kesamaan nilai tengah kecepatan mengetik
ketiga pelamar secara sekaligus (simultan) diperlukan suatu teknik pengujian baru
yang disebut analisis ragam (analysis of variance).
Analisis ragam adalah suatu metode yang menguraikan keragaman total data
menjadi komponen4;omponenyangmenjadisurriberpenyebab keragaman tersebut.
Dalamcontoh pengujian kemampuan mengetik tiga orang pelamar di atas, kita
memperoleh dua komponen yang menjadi penyebab timbulnya keragaman
kemampuan mengetik, yaitu keragaman yang timbul akibat perbedaan kemampuan
antarketiga orang tersebut dan keragaman yang timbul karena faktor kebetulan atau
yang disebut dengan faktor galat percobaan (standard error). Dengan demikian,
keragaman kecepatan mengetik timbul karena adanya keragaman kemampuan
antarOrang yang satu dengan orang yang lain dan keragaman karena faktor
kebetulan (keragaman kecepatan mengetik seseorang dari ulangan yang satu ke
ulangan yang lain). Bila hipotesis nol benar, bahwa ketiga pelamar tersebut
mempunyai rata-rata kecepatan mengetik yang sama, maka kedua komponen itu
masing-masing memberikan nilai dugaan galat yang sama. Dengan demikian,
pembandingan keragaman kemampuan mengetik antarpelamar dan keragaman
yang timbul karena faktor kebetulan (galat) merupakan uji pembandingan dua ragam
yang telah dibahas pada Bab 7, dengan menggunakan sebaran F.
Sebagian perbedaan kecepatan mengetik seseorang mungkin disebabkan
oleh perbedaan tingkat pendidikan ketiga pelamar. Sumber keragaman ini seringkali
dapat dihilangkan dengan menguji kecepatan mengetik orang yang mempunyai
pendidikan yang sama. Kegagalan menguji kemampuan mengetik orang yang
memiliki tingkat pendidikan yang sama (disebut kontrol) dapat mengakibatkan
membesarnya nilai dugaan bagi galat sehingga pada gilirannya memperbesar
peluang melakukari kesalahan jenis II.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Siti Nadifa MM


STATISTIK SOSIAL

Persoalan di atas dapat diatasi dengan cara memperhatikan keragaman


kemampuan mengetik seseorang dipandang dari tingkat pendidikannya. Dengan
demikian/ keragaman kemampuan mengetik seseorang dipengaruhi oleh tiga
komponen, yaitu tingkat pendidikan, kemampuan antarpersonel, dan faktor galat.
Pembandingan komponen kedua dan ketiga dapat digunakan untukmenguji
hipotesis bahwa ketiga pelamar secara rata-rata mempunyai kecepatan mengetik
yang sama. Kita juga dapat menguji hipotesis bahwa perbedaan tingkat pendidikan
tidak menyebabkan perbedaan antarnilai tengah kecepatan mengetik, yaitu dengan
cara membandingkan komponen keragaman tingkat pendidikan dengan komponen
galat.
Klasifikasi pengamatan berdasarkan satu kriteria, misalnya pelamar yang
berbeda, disebut klasifikasi satu arah. Dalam rancangan percobaan (experimental
design), analisis ini disebut rancangan acak lengkap sederhana. Bila klasifikasinya
didasarkan pada dua kriteria, misamya orang (pelamar) dan tingkat pendidikan,
maka klasifikasi tersebut dinamakan klasifikasi dua arah. Dalam rancangan
percobaan, analisis jenis ini disebut pula analisis kelompok (block analyisis).
Dalam klasifikasi dua arah, seringkali orang ingin melihat apakah ada interaksi
antara kriteria pertama dan kriteria kedua yang mempengaruhi pengamatan. Dalam
rancangan percobaan, hal ini dinamakan rancangan percobaan faktorial (factorial
experimental design).

8.2

Analisis Ragam Klasifikasi Satu Arah


Misalkan, kita mempunyai k populasi yang bebas dan menyebar normal

dengan nilai tengah 1,2, ...........k dan ragam yang sama 2 (homogen). Dari
masing-masing populasi diambil contoh acak berukuran n. Kita ingin menguji
hipotesis bahwa nilai tengah-nilai tengah tersebut adalah sama, yaitu sebagai
berikut.
H0

: 1= 2= ...........=k

Hj

: sekurang-kurangnya ada dua nilai tengah yang tidak sama.

Misalkan, xi adalah pengamatan ulangan ke-j dari populasi ke-i dan susunan
datanya seperti Tabel 8.1 berikut.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Siti Nadifa MM


STATISTIK SOSIAL

Tabel 8.1
Susunan k Contoh Acak
1

Total
Rata-rata

2
x11

3
x21

Populasi
4
5
..
xi1

6
..

7
xk1

x12

x22

..

..

xk2

x1n
T1
x1

x2n
T2
x2

..
..
..

xi2

xin
Ti
xi

..
..
..

x2n
T2
xk

Ti adalah total semua pengamatan dalam contoh dari populasi ke-i, x1 adalah ratarata pengamatan contoh dari populasi ke-i, T adalah total semua pengamatan, dan

x adalah rata-rata semua nk pengamatan. Secara matematis, hal ini dapat


dinyatakan sebagai berikut.
n

Ti x ij untuk i 1,2,3,...., k.
j 1

x1 =

T1
n
k

T =

x
i 1 j 1

x1 =

ij

T1
i 1

T
nk

Setiap pengamatan dapat dituliskan dalam bentuk model:


xij=i+ij
di mana ij adalah simpangan pengamatan ke-j dalam contoh ke-i dari nilai tengah
populasi ke-i. Bentuk lain dari model ini yang lebih disukai diperoleh dengan
mensubstitusikan 1=+i sedangkan adalah nilai tengah semua ,1 yaitu:

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Siti Nadifa MM


STATISTIK SOSIAL

i 1

Oleh karena itu, modelnya berubah menjadi:


xij = + i + ij
dengan ketentuan bahwa:
k

i 1

i 1

i (i ) 0
Nilai i disebut sebagai pengaruh populasi ke-i.
Hipotesis nol bahwa semua nilai tengah populasi itu sama melawan hipotesis
alternatif bahwa sekurang-kurangnya ada dua nilai tengah yang tidak sama, dapat
pula dinyatakan sebagai berikut.
H0 : 1 = 2 = .....k = 0
H1 : sekurang-kurangnya ada satu i yang tidak sama dengan nol.
Model yang dinyatakan di atas dapat pula ditulis dalam bentuk dugaannya, yaitu :
xij = x +( x i + x ) + ( x ij + x i) atau (xij + x ) = ( x i - x ) + (xji + x i)
Apabila kedua suku tersebut dikuadratkan, kemudian kita jumlahkan, maka,
peroleh:
k

(x ij x )2 n ( x i x )2 (x ij x i )2
i 1 j 1

i i

i i j 1

Artinya, jumlah kuadrat total (JKT) sama dengan jumlah kuadrat antarkelompi
jiimlah kuadrat galat (JKG), secara .simbolis dinyatakan:
Jumlah kuadrat masing-masing suku menggambarkan keragaman dari masingmasing komponen, yaitu keragaman total sama dengan keragaman karena faktor
antar kelompok (populasi) ditambah keragaman faktor galat. Dengan demikian,
pengujian hipotesis nol melawan hipotesis alternatif tersebut dapat dilakukan dengan
membandingkan dua nilai dugaan yang bebas bagi ragam populasi 2. Nilai dugaan
dapat diperoleh dengan cara menguraikan keragaman total dengan statistik:
k

s2 =

( x
i 1 j 1

ij

x )2

nk 1
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Siti Nadifa MM


STATISTIK SOSIAL

Nilai ini tidak lain adalah jumlah kuadrat suku kiri atau kuadrat total (JKT) dibagi
derajat bebasnya nk -1 yang menggambarkan keragaman total data.
Keragaman antarkelompok atau keragaman perlakuan diperoleh dari jumlah kuadrat
perlakuan (JKK) dibagi dengan derajat bebasnya, yaitu:

Bila hipotesis nol benar/maka

JKK
k 1

merupakan penduga tidak bias bagi 2. Akan

tetapi bila, hipotesis alternatif yang benar, maka JKK cenderung menghasilkan nil ai
yang lebih besar. Artinya,

menduga 2 secara berlebihan (oversestimate). Nilai

dugaan 2 lain yang didasarkan pada k(n - 1) derajat bebas adalah:

JKG
k ( n 1)

Nilai dugaan ini juga bersifat tidak bias, baik hipotesis nol benar atau salah.
Nilai dugaan ragam seluruh data, tanpa memperhatikan pengelompokannya, yang
rnempunyai nk -1 derajat bebas adalah:

JKT
nk 1

Nilai dugaan ini merupakan nilai dugaan tak bias bagi 2 bila hipotesis nol
benar. Penting untuk diperhatikan bahwa kesamaan jumlah kuadrat (JKT = JKK +
JKG) tidak hanya menguraikan jumlah kuadrat total, tetapi juga jumlah total derajat
bebasnya, yaitu:
db Total = db Kelompok + db Galat
atau
nk 1 = k 1 + (k(n-1).
Pengujian hipotesis akan didasarkan pada pembandingan rulai dugaan ragam
antarkelompok dan ragam galat. Bila hipotesis nol benar, maka rasio:

f s
s

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

1
2
2

Ir. Siti Nadifa MM


STATISTIK SOSIAL

merupakan nilai peubah acak F yang mempunyai sebaran F dengan derajat bebas
dbl = k - 1 dan db2 = k(n - 1). Karena s12 merupakan penduga yang berlebih
(overestimate) bagi 2 bila H0 salah, maka kita mempunyai uji satu arah dengan
wilayah kritik terletak di ekor sebelah kanan sebarannya. Hipotesis nol ditolak pada
taraf nyata bila f > fa (db1,db2).
Untuk penghitungan nilai jumlah kuadrat (JKT, JKK, dan JKG), secara praktis
dihitung sebagai berikut.
k

JKT =

x ij
i 1 j 1

JKK =

Ti2
i 1

T2
nk

T2
nk

JKG = JKT- JKK


Nilai

JK/db masing-masing

komponen merupakan ukuran keragaman

komponen tersebut, sering pula disebut sebagai kuadrat tengah (mean of square).
Untuk mempermudah pengujian, biasanya perhitungan ditampilkan dalam
bentuk tabel yang disebut tabel analisis ragam.
Tabel 8.2
Tabel Analisis Ragam Klasifikasi Satu Arah
Sumber

Jumlah

Derajat

Kuadrat Tengah

keragaman
Antarkolom

Kuadrat (JK)
JKK

(Db)
k-1

(KT)
KTK-JKK (k-1)

Galat

JKG

k(n-1)

KTG = JKG[K(n-

fhitung
KTK/KTG

1)]
Total

JKT

Nk-1

Langkah-langkah pengujian hipotesis tentang kesamaan beberapa nilai tengah


secara simultan dilakukan sebagai berikiit.
1. Nyatakan H0 : 1=2 = ... = k.
2. Nyatakan H1 : sekurang-kurangnya ada dua nilai tengah yang tidak sama.
3. Tentukan taraf nyata .

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Siti Nadifa MM


STATISTIK SOSIAL

4. Tenlukan wilayah kritik: f>/[db1=k-l;db2=Kn-l)].


5. Perhitungan: JKT, JKK, dan JKG, kemudian tampilkan dalam tabel analisis
ragam.
6. Pengambilan keputusan: tolak H0 bila nilai fhitung terletak di wilayah kritik dan H 0
bila fhitung terletak di luar wilayah kritik.
Teladan 8.1
Dari 5 tablet obat sakit kepala yang berbeda diberikan kepada 25 orang yang sakit
kepala dengan tingkatan penyakit yang diperkirakan sama. Setelah beberapa lama
(jam) obat-obat itu dapat mengurangi rasa sakit. Ke-25 orang itu dibagi secara acak
ke dalam 5 group dan masing-masing diberi satu jenis tablet. Data lamanya minum
obat tersebut d waktu berkurangnya rasa sakit disajikan sebagai berikut.

Total
Rata-rata

A
5

B
9

C
3

D
2

E
7

3
26
5,2

9
39
7,8

7
20
4,0

4
14
2,8

7
33
6,6

132
5,28

Lakukan analisis ragam dan dengan taraf uji 0,05, ujilah hipotesis bahwa nilai
tengah lamanya tablet tersebut mengurangi rasa sakit adalah sama untuk kelima
obat sakit kepala kepada itu!
Jawab:
Langkah-langkah pengujian hipotesis sebagai berikut.
1. H0 : 1 = 2 = 3 = 4 = 5
2. H1 : sekurang-kurangnya ada dua nilai tengah yang tidak sama.
3. Taraf nyata = 0,05.
4. Tentukan wilayah kritik: f> f [db1 = k - I; db2 = k(n - 1)]f0,05(OS(4; 20) - 2;87.
5. Perhitungannya adalah sebagai berikut.
JKT = 52 + 42 + .....+ 72 -

132 2
137,040
25

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Siti Nadifa MM


STATISTIK SOSIAL

JKK =

26 2 39 2 .... 332 132 2

79,440
5
25

JKG = 137,040 79,440 = 57,600


Tabel analisis ragamnya adalah sebagai berikut.

Sumber Keragaman
Nilai tengah kolom

Jumlah

Derajat

Kuadrat Tengah

Kuadrat (JK)
79,440

Bebas (Db)
4

(KT)
19,860

57,600
137,040

20
24

2,880

Galat
Total

Fhitung
6,90

6. Keputusan: H0 ditolakkarena nilai statistikuji/terletak di wilayah kritik. Artinya,


rata-rata lamanya obat itu dapat mengurangi rasa sakit tidak sama untukkelima
merek tablet obat sakit kepala tersebut.
Analisis ragam yang telah dibahas di depan adalah analisis dengan
pengamatan ulangan yang sama. Kadang-kadang kita berhadapan dengan
kenyataan bahwa ulangan pada setiap kelompok (contoh) tidak sama. Teknik
analisis dengan ulangan yang tidak sama pada dasarnya adalah sama dengan
apabila ulangannya sama, hanya dibedakan pada teknik perhitungan jumlah kuadrat
kelompok atau perlakuan dan perhitungan jumlah kuadrat galat.
Sebagai contoh, pengamatan dilakukan dengan masing-masing kelompok
dipilih contoh berukuran n1, ns,.....nk dan:
k

N ni
i 1

Rumus perhitungan jumlah kuadrat adalah sebagai berikut.


k

JKT =

ni

x ij
i 1 j1

T2
N

Ti2 T 2

JKK =
N
i 1 n i
k

JKG = JKT- JKK


Derajat bebas masing-masing komponen adalah sebagai berikut.
db Total

= N-l.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Siti Nadifa MM


STATISTIK SOSIAL

db Kelompok- db1=-k-l.
db Galat

- db2 - N - k.

Tabel analisis ragamnya adalah sebagai berikut.


Tabel 8.3
Tabel Analisis Ragam Klasifikasi Satu Arah Ulangan Tidak Sama
Sumber Keragaman
Nilai tengah kolom
Galat
Total

Jumlah

Derajat

Kuadrat Tengah

Kuadrat (JK)
JKK

Bebas (Db)
k-1

(KT)
KTK=JKK/(k-1)

JKG
JKT

n-K
N-1

KTG=JKG/(N-k)

Fhitung
KTK/KTG

Teladan 8.2.
Manajer personalia suatuperusahaan menguji tiga orang pelamar untuk menjadi juru
di ketik perusahaan itu. Lamanya mengetik naskah dengan jumlah halaman yang
sama untuk masing-masing pelamar adalah sebagai berikut.
Tablek

Total
Rata-rata

A
8

B
5

C
12

10

10

15

32
8

7
28
5,6

37
12,33

97
8,083

Ujilah dengan taraf nyata 0,05; apakah ketiga pelamar tersebut mempunyai
kemampuan mengetik yang sama?
Jawab:
Langkah-langkah pengujian hipotesis sebagai berikut.
1. H0 : 1=2=3
2. H1 : sekurang-kurangriya ada dua nilai tengah yang tidak sama.
3. Taraf nyata a - 0,05.
4. Tentukan wilayah kritik: f>f (db1 = k-l;db2 = k(n- 1)) = f0,05 (2 ; 9) = 4,26.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Siti Nadifa MM


STATISTIK SOSIAL

5. Perhitungannya adalah sebagai berikut.


JKT = 82 + 102 +....+152 JKK =

97 2
108,917
12

32 2 282 37 2 97 2

85,05
4
5
3
12

JKG = 108,917 85,05 = 23,867.


Tabel analisis ragamnya adalah sebagai berikut.

Sumber Keragaman
Nilai tengah kolom

Jumlah

Derajat

Kuadrat Tengah

Kuadrat (JK)
85,05

Bebas (Db)
2

(KT)
42,525

23,867
108,917

9
11

2,652

Galat
Total

Fhitung
16,035

6. Keputusan: H0 ditolakkarena nilai statistikuji/terletak di wilayah kritik. Artinya, ratarata kemampuan mengetik ketiga pelamar tersebut tidak sama.
Catatan:
Analisis ragam satu arah dengan menggunakan ulangan yang sama memiliki bebera
keuntungan dibandingkan apabila dengan ulangan yang berbeda, yaitu:
1. Nilai ratio f tidak peka terhadap penyimpangan asumsi kehomogenan ragam
bagi k buah populasi,
2. dapat meminimumkan peluang melakukan kesalahan jenis II< dan
3. Penghitungan JKK lebih sederhan.
8.3 Analisis Ragam Klasifikasi Dua Arah
Pada bagian 8.2 telah kita bahas analisis ragam klasifikasi satu arah, artinya
pengelompokan data hanya didasarkan pada satu kriteria. Pada bagian ini, analisa
ragam dengan satu kriteria akan dikembangkan menjadi dua kriteria. Data disusun
berdasarkan baris (kriteria pertama) dan kolom (kriteria kedua).

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Siti Nadifa MM


STATISTIK SOSIAL

Sebagai contoh, kriteria pertama yang dinyatakan dalam baris terdiri atas kelompok
sedangkan kriteria kedua yang dinyatakan dalam kolom terbagi menjadi c kelompok.
Susunan pengamatan disajikan pada Tabel 8.4 berikut.
Tabel 8.4
Susunan Pengamatan Klasifikasi Dua Arah

Baris

Kolom

Total

Rata-

1
x11

2
x12

3
......

4
x1j

5
......

6
x1c

x22

x22

......

x2j

......

x2c

x2

x1
x2

......

......

......

......

......

......

xn

x12

......

xij

......

xic

xi

xi

xr1

xr2

......

xrj

......

xrc

xr

xr

Total
Rata-rata

T1
x1

T2

......
......

Tj

xj

......
......

Tc

x2

xc

x1

rata

Total
xij = pengamatan pada sel baris ke-i kolom ke-j
c

Ti = total pengamatan baris ke-i =

x
j 1

ij

Tj = total pengamatan kolom ke-j =

x
i 1

ij

T = total seluruh pengamatan = xij

x i = Rata-rata pada baris ke-i=

Ti
c

x j = Rata-rata pada baris ke-j=

Tj
r

Model pengamatan pada sel baris ke-i, kolom ke-j dapat dinyatakan:

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Siti Nadifa MM


STATISTIK SOSIAL

xij = +i + j + ij
di mana:

= rata-rata umum,
= pengaruh baris ke-i, di mana i = 1,2,.,..., r,
j = pengaruh kolom ke-j', di mana j = 1, 2,...., c,
ij = pengaruh galat pada baris ke-i, kolom ke-j'.

Hipotesis yang diajtikan dalam permasalahan ini ada dua, yaitu yang
berkenaan dengankriteria (pengaruh) baris dankriteria (pengaruh) kolom. Dengan
demikian, pengujian hipotesis nol bahwa r nilai tengah baris ke-i adalah sama dapat
disetarakan dengan:

H 02 = 1 = 2 = ....= r = 0

H11 = sekurang-kurangnya ada satu i 0.


Begitu pula hipotesis yang berkaitan dengan kriteria kolom dapat dinyatakan
dengan:

H 02 = 1 = 2 = ....= r = 0

H11 = sekurang-kurangnya ada satu j 0.


Untuk menguji hipotesis tersebut, perhatikan model dugaannya berikut ihi.
xij = x + ( x i - x ) + ( x j- x ) + ( x ij - x i - x j + x )
atau
(xij -

x ) = ( x i - x ) + ( x j - x ) + ( x ij - x i- x j + x )2

Dengan mengkuadratkan suku kiri dan kanan, kemudian menjumlahkannya,


maka akan diperoleh:
r

i 1

j 1

(xij x )2 c ( x i x )2 r (x ij x )2 (x ij x i x j x )2
Jumlah-jumlah kuadrat tersebut menggambarkan keragaman masing-masing
komponen, yaitu bahwa keragaman total disebabkan oleh keragaman akibat
pengaruh baris ditambah keragaman akibat pengaruh kolom dan ditambah
keragaman galat. Jumlah kuadratnya dinyatakan dengan:
Jumlah. Kuadrat Total = Jumlah Kuadrat Baris + Jumlah Kuadrat Kolom +
Jumlah Kuadrat Galat atau
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Siti Nadifa MM


STATISTIK SOSIAL

JKT = JKB + JKK + JKG


Secara teknis, perhitungan jumlah-jumlah kuadrat dilakukan sebagai berjkut :
JKT =

x ij2
r

JKB =

T
i j

2
i

c
c

JKB =

T
j1

T2

rc

2
j

T2
rc

T2
rc

JKG = JKT-JKB-JKK.
Pembagian jumlah-jumlah kuadrat tersebut dengan derajat bebasnya, masingmasingsebesar db = r-1, db2= c-1, dan db3-(r -1) (c -1) akan menghasilkan ragam
masing-masing komponen, yaitu ragam antar baris, ragam antarkolom, dan ragam
galat.
Dari model yang diajukan di atas, maka salah satu penduga bagi 2 adalah
didas pada derajat bebas db = r-l yaitu:
S12

JKB
r 1

Bila pengaruh baris semuanya nol (i = 0), maka S12 merupakan nilai dugaan
tak bias bagi 2. Akan tetapi, bila pengaruh baris tidak semuanya nol, maka JKB
cend

mempunyai

nilai

yang

besar

sehingga

dugaannya

adalah

berlebih

(overestimate).
Nilai dugaan kedua bagi 2 adalah didasarkan pada derajat bebas db = c-1
S22

JKK
c 1

Nilai S22 juga merupakan penduga tak bias bagi o2 bila nilai pengaruh kolom
semuanya adalah nol (j = 0). Akan tetapi, bila pengaruh kolom tidak semuanya nol,
maka nilai JKK cenderung mempunyai nilai yang besar sehingga dugaannya adalah
berlebih.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Siti Nadifa MM


STATISTIK SOSIAL

Nilai dugaan ketiga bagi a2 adalah didasarkan pada derajat bebas db = (r-1) (c
-1) dan bersifat bebas dari dua penduga sebelumnya, yaitu:
S32

JKG
(r 1)(c 1)

yang bersifat tak bias bagaimanapun kebenaran hipotesis nol-nya.


Untuk menguji hipotesis nol bahwa pengaruh baris semuanya sama dengan n
hitung rasio:

f1

s12
s 32

yang merupakan nilai peubah acak F yang mempunyai sebaran F dengan derajat
bebas db = r-1 dan db 3 = (r-1)(c-1) bila hipotesis nol benar. Hipotesis nol ditolak
pada taraf nyata bila f1 > f (db1, db3)
Pelatihan
Satu kali

A
62

B
72

C
74

Dua kali

55

57

47

Tiga kali

59

66

58

57
252

53
232

Empat kali
58
Total
236
Ujilah pada taraf nyata 0,05 bahwa:

a. Pelatihan berpengaruh nyata terhadap hasil penjualan salesman;


b. ketiga salesman mempunyai kemampuan yang sama dalam menjual Ko
Jawab:
Langkah-langkah pengujian dilakukan sebagai berikut
1. Untuk menguji pengaruh pelatihan, hipotesisnya adalah:

H10 1 2 3 4 0

H11 sekurang-kurangnya ada satu j 0.


2. Untuk menguji kemampuan salesman, hipotesisnya adalah:

H10 1 2 3 4 0

H12 sekurang-kurangnya ada satu j 0.


3. Taraf nyata a = 0,05.
4. Wilayah kritik masing-masing pengujian adalah:

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Siti Nadifa MM


STATISTIK SOSIAL

a. f1 >f0.05 (3,6) = 4,76;


b. f2 > f0,05(2,6) = 5,14.
5. Pernitungan-perhitungan yang dilakukan adalah:
JKT 64 2 552 .... 532

7202
662
12

JKB

2102 159 2 1832 1682 7202

498
3
12

JKK

2362 2522 2322 7202

56
4
12

JKG = 662-498 56 = 108


Tabel analisis ragam klasifikasi dua arahnya adalah sebagai berikut
Jumlah

Derajat

Kuadrat Tengah

Kuadrat (JK)
498

Bebas (Db)
3

(KT)
166

Salesmen

56

28

Galat
Total

108
662

6
11

18

Sumber Keragaman
Pelatih

Fhitung
9,22
1,56

Tabel analisis ragam klasifikasi dua arahnya adalah sebagai berikut


Sumber

Jumlah

Derajat

Kuadrat

Kuadrat (JK)
531,583

Bebas (Db)
3

Tengah (KT)
177,194

4,118

4,76

Jenis Mesin

37,167

18,582

0,432

5,14

Galat
Total

258,165
662

6
11

43,028

Keragaman
Sekretaris

Fhitung

6. Keputusan dapat diambil adalah sebagai berikut.


a. H0 diterima karena nilai f1 terletak di luar wilayah kritik. Artinya, kemampuan keempat
sekretaris tidak berbeda.
b. H0 diterima karena nilai f2 terletak di luar wilayah kritik. Artinya, jenis mesin tik tidak
mempengaruhi hasil ketikan.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Siti Nadifa MM


STATISTIK SOSIAL

DAFTAR PUSTAKA:
1. J. Supranto. 2002. Statistika .Aplikasi dan Teori. Jilid 2. Penerbit. Erlangga.
Jakarta.
2. Sudjana. 1999. Metode Statistika. Penerbit Tarsito. Bandung.
3. Waluyo. 2001. Statistika Untuk Pengambilan Keputusan. Penerbit Ghalisa
Indah. Jakarta.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Siti Nadifa MM


STATISTIK SOSIAL