Anda di halaman 1dari 16

TEKNOLOGI KOMUNIKASI LISAN

Menjawab Tiga Pertanyaan Shanon dan Weaver

Oleh:
Maybi Prabowo

1406518755

PASCASARJANA ILMU KOMUNIKASI


FAKULTAS ILMU SOSIAL ILMU POLITIK
UNIVERSITAS INDONESIA
2015

TEKNOLOGI KOMUNIKASI LISAN


Menjawab Tiga Pertanyaan Shanon dan Weaver

Dua peneliti dari Universitas Wahington, Rajesh Rao dan Andrea


Stocco mengklaim untuk pertama kalinya telah berhasil melakukan
eksperimen komunikasi otak ke otak (brain-to-brain communication).
Pada eksperimen ini Rao diposisikan menghadap ke layar komputer yang
menampilkan game komputer sederhana. Rao melihat layar dan
membayangkan sedang memainkan game tersebut secara imajinatif.
Saat ia merasa harus menembak sasaran dengan peluru, ia
membayangkan tangan kanannya menekan tombol keyboard untuk
melakukannya. Secara spontan, Stocco yang berada di ruangan lain dan
mengenakan penutup telingan serta tidak melihat layar komputer,
menekan tombol "enter" keyboard
komputer di hadapannya yang
i
berfungsi untuk menembak.
Percobaan yang sama juga dilakukan oleh para peneliti dari
Harvard Medical School teaching affiliate Beth Israel Deaconess Medical
Center, Starlab Barcelona, Spanyol, dan Axilum Robotics Strasbourg,
Perancis yang mentransmisikan secara digital melaui internet sebuah
pesan 'ciao' dari otak seseorang di India ke otak orang lain di Prancis
(8046,72 km).ii
Pada dua percobaan tersebut, para pengirim pesan (sender)
menggunakan perangkat yang dinamakan EEG (electroencephalography)
yang mampu menangkap sinyal-sinyal elektrik yang dihasilkan oleh
cortex saat mereka memikirkan untuk melakukan sesuatu. Prosesnya

bisa digambarkan seperti berikut ini.

Diagram proses bagaimana informasi ditransfer dari otak ke otak dan


diterjemahkan menjadi gerakan. (Image: University of Washington) iii

Dua kabar tersebut menunjukkan kemajuan terbaru komunikasi manusia,


di mana proses paling hakiki dari berkomunikasi mulai bisa dirintis ke
arah yang selama ini mungkin belum pernah kita bayangkan. Di dalam
beberapa tahun ke depan manusia dari segala pelosok dunia bisa saling
berkomunikasi tanpa terkendala bahasa, tanda, dan simbol. Mungkinkah?

Teknologi Komunikasi Lisan: Menjawab Pertanyaan Shanon dan


Weaver
Pada 1949, dua pakar ilmu matematika Claude Shanon dan Warren
Weaver dari Bell Laboratories, memperkenalkan model teknis komunikasi
manusia. Model ini dinamakan model transmisi (transmission model).
Model ini menyatakan komunikasi adalah pengiriman informasi atau
pesan di dalam suatu bentuk (bahasa lisan) dari pengirim (emisor/
sender/ encoder) kepada tujuan (receiver/ decoder). Shanon dan Weaver
mengembangkan model ini berdasarkan elemen-elemen:
1. Sumber informasi (information source) yang memproduksi pesan.
2. Pemancar (transmitter) yang menerjemahkan pesan menjadi sinyal.
3. Saluran (channel) yang merupakan tempat sinyal disesuaikan untuk
dikirim (transmission)
4. Penerima (receiver) yang menerjemahkan (decode, recontruct) sinyal
menjadi pesan.
5. Tujuan (destination) yang menjadi tempat di mana pesan diterima.
Model Transmisi Shanon dan Weaver bisa digambarkan seperti gambar
berikut ini.

Model Transmisi Shanon dan Weaveriv

Beranjak dari model ini, Shannon dan Weaver kemudian mengajukan


tiga level pertanyaan yang digunakan sebagai orientasi bagi
pengembangan teknologi komunikasi: v

1. Level teknis:
dikirimkan?

bagaimana

dengan

akurasi

pesan

yang

dapat

2. Level sematik: bagaimana dengan ketepatan makna yang bisa dibawa


oleh proses ini?
3. Level efektivitas: bagaimana dengan efektivitas makna yang diterima
sejauh mana mampu mempengaruhi perilaku?
Tiga pertanyaan tersebut akan mendapatkan jawaban mengecewakan
selama di dalam proses komunikasi terdapat gangguan-gangguan
(noises). Shanon dan Weaver memperkenalkan noise sebagai sebuah
konsep di dalam teori komunikasi yang menekankan kepada gangguan
yang bersifat mekanis, seperti distorsi suara saat berkomunikasi lewat
telepon, interferensi sinyal radio, dll.vi
Namun di dalam perkembangannya, noises tidak hanya terkait
dengan hal teknis semata. Dan Rothwell (2004) menguraikan secara lebih
luas berbagai bentuk noises di dalam komunikasi yang meliputi: vii
1. Physical noise atau external noise yang merupakan gangguan dari
lingkungan, seperti suhu ruangan, gangguan suara dari sekitar,
penampakkan yang menganggu penglihatan, dll.
2. Physiological noise yang disebabkan oleh faktor gangguan biologis
dari para pelaku komunikasi, misalnya sakit, kelelahan, berdebardebar, keringat dingin, dll.
3. Phychological noise yang
pemahaman dan asumsi.

merupakan

gangguan

akibat

bias

4. Semantic noise yang muncul akibat kekeliruan di dalam penggunaan


simbol atau bahasa.

Sejarah Peradaban dan Kembalinya Komunikasi Lisan


McLuhan mempercayai bahwa peradaban manusia berubah
dipengaruhi oleh penemuan dan pengembangan teknologi komunikasi.
Tiga penemuan yang ia anggap mempengaruhi peradaban adalah huruf
bunyi (phonetic alphabet), mesin cetak (printing press), dan telegraf. Ia
pun membagi periode sejarah peradaban manusia berdasarkan pengaruh
perkembangan teknologi komunikasi menjadi empat masa, yakni: viii
1. The tribal age yang merupakan masa di mana manusia hanya
mengandalkan indera pendengaran dalam berkomunikasi. Komunikasi
pada era itu hanya mendasarkan diri pada narasi, cerita, dongeng
tuturan, dan sejenisnya.

2. The age of literacy bermula dari ditemukannya huruf yang membuat


manusia menggunakan indera penglihatan untuk berkomunikasi yang
kemudian menjadi dominan mengalahkan indera pendengaran.
3. The print age adalah masa setelah ditemukannya mesin cetak yang
menjadikan huruf dan tulisan semakin meluas ke domain komunikasi
massa.
4. The electronic age merupakan masa setelah kelahiran teknologi
komunikasi elektronik dari mulai ditemukannya pesawat telepon,
radio, televisi, komputer, hingga internet.
Berdasarkan pembagian masa sejarah McLuhan ini, maka komunikasi
lisan menempati peranan dominan pada masa the tribal age. The
electronic age adalah masa di mana manusia berusaha mengembalikan
panggung bagi komunikasi lisan sehingga bisa digunakan manusia
secara meluas seperti yang terjadi pada komunikasi tulisan. Mengacu
kepada McLuhan dengan pengertian teknologi sebagai the extensions of
man maka di masa electronic age manusia mengembangkan perangkat
pengganti (electronic circuit) untuk mengekstensikan indera yang
terhubung dengan syaraf kesadaran (central nervous system).ix

Teknologi Komunikasi Lisan Tradisional: Mengolah Tanda dan


Mengatasi Ruang
Perkembangan peradaban manusia selalu berurusan dengan
upaya-upaya mengolah tanda sebagai alat berkomunikasi. Pierce (1894)
menguraikan tanda (signs) ke dalam tiga pengertian. Pertama, tanda
merupakan keserupaan (likeness) atau ikon (icons) yang membawa ideide tentang sesuatu dengan cara menirukannya. Kedua, tanda adalah
petunjuk (indications) yang menunjukkan adanya sesuatu yang terkait
secara fisik dengan tanda tersebut. Yang ketiga, tanda adalah lambang
(symbols) atau tanda-tanda umum (general signs) yang di dalam
penggunaannya telah diasosiasikan dengan makna-makna tertentu. Kata
maupun frasa di dalam bahasa termasuk salah satu tanda di dalam
pengertian sebagai lambang.x
Bahasa merupakan usaha manusia untuk mengolah pesan yang
terus berkembang dari jaman pra-sejarah hingga saat ini. Pada mulanya
manusia mungkin menggunakan bahasa tubuh (isyarat/gesture) baru
kemudian melalui oral (verbal). Joseph Dominick (2004) mengajukan
pertanyaan menarik untuk hal ini:xi mengapa manusia mengembangkan
komunikasi secara verbal, tidak terpaku hanya kepada bahasa isyarat?
Bahkan, perjalanan waktu membuat manusia semakin dominan

menggunakan bahasa oral untuk berkomunikasi. Mengutip salah satu


teori terkait hal ini, Dominick mengajukan dugaan bahwa bahasa isyarat
tidak efektif digunakan dalam kondisi gelap. Menurut Darwin, Dominick
mengutip, bagian tubuh manusia yang lain terlalu sibuk digunakan untuk
memegang alat seperti senjata, sehingga komunikasipun mereka lakukan
dengan mulut dan telinga.
Manusia kemudian menciptakan perangkat komunikasi agar bisa
menyampaikan pesan dalam ujud tanda-tanda dan lambang-lambang
kepada orang lain tanpa terkendala ruang dan noises. Perangkat itu
dikembangkan mengarah kepada teknologi telekomunikasi (mengatasi
physical noise) dan teknologi bahasa (mengatasi semantic noise).
Secara tradisional, teknologi telekomunikasi mengandalkan suara
yang mampu menjangkau jarak yang jauh. Teknologi bahasa menyangkut
perangkat untuk menyesuaikan simbol dan bahasa yang digunakan
terhadap perangkat yang digunakan. Alat-alat dan bahasa di dalam
penggunaan lonceng, kentongan, bedug, hingga bahasa morse yang
untuk berkomunikasi dengan telegraf, tercipta untuk menyesuaikan
dengan perangkat komunikasi yang ada pada saat itu. Teknologi
tradisional belum mampu untuk mengakomodasi proses komunikasi
serupa dengan proses komunikasi menggunakan bahasa lisan (natural
language).

Teknologi Komunikasi Lisan Modern: Wired dan Wireless


McLuhan menganggap bahwa masa terbaru peradaban manusia
adalah the electronic age. Berpijak dari periodisasi ini, awal teknologi
komunikasi lisan modern ditandai oleh penggunaan pesawat telepon.
Telepon merupakan perangkat teknologi telekomunikasi yang mampu
mengatasi kendala fisik dan semantik. Pesawat telepon mampu
mengakomodasi komunikasi lisan dengan natural language.
Alexander Graham Bell adalah orang yang dianggap pertama kali
menggunakan telepon untuk menelpon asistennya Thomas Watson. Ia
kemudian memperbanyak alat tersebut agar bisa digunakan oleh orangorang di seluruh AS. Peralatan tersebut mendapatkan respon yang sangat
positif dari masyarakat AS maupun dunia, sehingga, seperti dipercaya
oleh McLuhan, mampu mengubah arah peradaban manusia.

Prinsip kerja telepon bisa digambarkan sebagai berikut:

Prinsip Kerja Komunikasi Telepon Analogxii

Alexander Graham Bell melalui perusahaannya Bell Industries


mengembangkan sistem jaringan komunikasi telepon (PSTN: Public
Service Telephone Network) untuk pemakaian yang lebih luas. Di dalam
sistem jaringan telepon analog ini dikenal istilah lokal, interlokal, dan
internasional. Sistem komunikasi telepon jaringan lokal bisa digambarkan
sebagai berikut:

Jaringan Telepon Lokalxiii

Sistem komunikasi interlokal adalah komunikasi antar-jaringan lokal.


Internasional adalah antar-jaringan interlokal. Masing-masing lokal dan
interlokal diberikan kode angka sebagai petunjuk hubungan antara
operator ke operator.
Telepon Wireless dikembangkan bermula dari penemuan sebuah
alat komunikasi wireless (nirkabel) oleh Guglielmo Marconi pada 1897.
Marconi mendesain sebuah alat komunikasi yang terhubungkan melalui
frekuensi di udara. Prinsip kerjanya bisa digambarkan sebagai berikut.

Prinsip Kerja Wireless Telegrafxiv

Teknologi Komunikasi Lisan Masyarakat Informasi: Mobile Phone


Munculnya industri komunikasi merupakan salah satu pencetus
munculnya apa yang disebut sebagai masyarakat pascaindustri (postindustrial society). Istilah masyarakat pascaindustri, mengutip dari situs
arti-definisi-pengertian.info, diyakini berasal berasal dari Arthur Penty,
seorang penganut paham sosialis pada akhir abad ke 19, yang
mengharapkan akan muncul suatu negara post-industri berdasarkan
pada unit-unit kerja kecil dan terdesentralisasi dari pemerintahan pusat.
Konsep ini tidak dipakai lagi hingga dekade 1950-an, ketika muncul
kembali dalam wajah yang sama sekali baru di dalam tulisan-tulisan
sosiolog dari Harvard, Daniel Bell - post-industrial society.xv
Daniel Bell (1974) mengemukakan bahwa masyarakat industri
modern tengah memasuki fase baru evolusi. Masyarakat post-industri
lebih memperhatikan produksi jasa daripada barang, mayoritas angkatan

kerjanya adalah kalangan kerah putih, bukan pada pekerjaan-pekerjaan


manual, dan banyak dari mereka adalah pekerja profesional, manajerial
dan teknik. Di kemudian hari, Bell semakin menegaskan masyarakat
pascaindustri sebagai masyarakat informasi.

Mobile Phone: 0G, 1G, 2G, 3G, dan 4G


Meskipun sudah bisa berkomunikasi jarak jauh, namun telepon
wired yang dikembangkan oleh Alexander Graham bell dan wireless yang
ditemukan oleh Marconi, masih membatasi gerak (mobilitas)
penggunanya. Bagaimana jika pada saat melakukan kegiatan di luar dan
harus melakukan komunikasi jarak jauh? Salah satu physical noise ini
kemudian mendasari penemuan dan pengembangan mobile phone.
Mobile phone dan internet memegang peranan yang sangat
penting di dalam perkembangan teknologi komunikasi masyarakat
informasi. Komunikasi lisan tidak hanya dilakukan dengan suara (audio)
namun juga video. Berikut uraian singkat secara kronologis
perkembangan mobile phone dari generasi 0 (0G) hingga generasi 4 (4G)
yang dikutip dari laman wikipedia.xvi

0G
Penemuan peralatan komunikasi wireless memicu perkembangan
mobile phone (telepon genggam). Awal penemuan telepon genggam
dimulai pada tahun 1921 ketika Departemen Kepolisian Detroit Michigan
mencoba menggunakan telepon mobil satu arah. Kemudian, pada tahun
1928 Kepolisian Detroit mulai menggunakan radio komunikasi satu arah
regular pada semua mobil patroli dengan frekuensi 2 MHz. pada
perkembangan selanjutnya, radio komunikasi berkembang menjadi dua
arah dengan frequency modulated (FM).
Tahun 1940, Galvin Manufactory Corporation (sekarang Motorola)
mengembangkan portable Handie-talkie SCR536. Alat ini digunakan
sebagai alat komunikasi di medan perang saat perang dunia II. Masa ini
merupakan generasi 0 telepon genggam atau 0-G, dimana telepon
genggam mulai diperkenalkan.
Setelah mengeluarkan SCR536, kemudian pada tahun 1943 Galvin
Manufactory Corporation mengeluarkan kembali portable FM radio dua
arah pertama yang diberi nama SCR300 dengan model backpack untuk
tentara U.S. Alat ini memiliki berat sekitar 35 pon dan dapat bekerja
secara efektif dalam jarak operasi 10 sampai 20 mil. Sistem telepon
genggam 0-G masih menggunakan sebuah sistem radio VHF untuk

menghubungkan telepon secara langsung pada PSTN landline.


Generasi 0 diakhiri dengan penemuan konsep modern oleh
insinyur-insinyur dari Bell Labs pada tahun 1947. Mereka menemukan
konsep penggunaan telepon hexagonal sebagai dasar telepon genggam.
Namun, konsep ini baru dikembangkan pada 1960-an.
1G
Telepon genggam generasi pertama disebut juga 1G. 1-G
merupakan telepon genggam pertama yang sebenarnya. Tahun 1973,
Martin Cooper dari Motorola Corp menemukan telepon genggam pertama
dan diperkenalkan kepada publik pada 3 April 1973. Telepon genggam
yang ditemukan oleh Cooper memiliki berat 30 ons atau sekitar 800
gram. Penemuan inilah yang telah mengubah dunia hingga saat ini.
Teknologi yang digunakan 1-G masih bersifat analog dan dikenal dengan
istilah AMPS (Advance Mobile Phone Service). AMPS menggunakan
frekuensi antara 825 Mhz- 894 Mhz dan dioperasikan pada Band 800 Mhz.
Karena bersifat analog, maka sistem yang digunakan masih bersifat
regional. Salah satu kekurangan generasi 1-G adalah karena ukurannya
yang terlalu besar untuk dipegang oleh tangan. Ukuran yang besar ini
dikarenakan keperluan tenaga dan performa baterai yang kurang baik.
Selain itu generasi 1-G masih memiliki masalah dengan mobilitas
pengguna. Pada saat melakukan panggilan, mobilitas pengguna terbatas
pada jangkauan area telepon genggam.
2G
Generasi kedua atau 2-G muncul pada sekitar tahun 1990-an. 2G
di Amerika sudah menggunakan teknologi CDMA (Code Division Multiple
Access), sedangkan di Eropa menggunakan teknologi GSM (Global
System for Mobile). GSM menggunakan frekuensi standar 900 Mhz dan
frekuensi 1800 Mhz. Dengan frekuensi tersebut, GSM memiliki kapasitas
pelanggan yang lebih besar. Pada generasi 2G sinyal analog sudah
diganti dengan sinyal digital. Penggunaan sinyal digital memperlengkapi
telepon genggam dengan pesan suara, panggilan tunggu, dan SMS.
Telepon genggam pada generasi ini juga memiliki ukuran yang lebih kecil
dan lebih ringan karena penggunaan teknologi chip digital. Ukuran yang
lebih kecil juga dikarenakan kebutuhan tenaga baterai yang lebih kecil.
Keunggulan dari generasi 2G adalah ukuran dan berat yang lebih kecil
serta sinyal radio yang lebih rendah, sehingga mengurangi efek radiasi
yang membahayakan pengguna.

Struktur Jaringan GSMxvii

3G
Generasi ini disebut juga 3G yang memungkinkan operator
jaringan untuk memberi pengguna mereka jangkauan yang lebih luas,
termasuk internet sebaik video call berteknologi tinggi. Dalam 3G
terdapat 3 standar untuk dunia telekomunikasi yaitu Enhance Datarates
for GSM Evolution (EDGE), Wideband-CDMA, dan CDMA 2000. Kelemahan
dari generasi 3G ini adalah biaya yang relatif lebih tinggi, dan kurangnya
cakupan jaringan karena masih barunya teknologi ini. Tapi yang menarik
pada generasi ini adalah mulai dimasukkannya sistem operasi pada
telepon genggam sehingga membuat fiturnya semakin lengkap bahkan
mendekati fungsi PC. Sistem operasi yang digunakan antara lain
Symbian, Android dan Windows Mobile
4G
Generasi ini disebut juga Fourth Generation (4G). 4G merupakan
sistem telepon genggam yang menawarkan pendekatan baru dan solusi
infrastruktur yang mengintegrasikan teknologi nirkabel yang telah ada
termasuk wireless broadband (WiBro), 802.16e, CDMA, wireless LAN,
Bluetooth, dan lain-lain. Sistem 4G berdasarkan heterogenitas jaringan IP
yang memungkinkan pengguna untuk menggunakan beragam sistem
kapan saja dan di mana saja. 4G juga memberikan penggunanya
kecepatan tinggi, volume tinggi, kualitas baik, jangkauan global, dan

fleksibilitas untuk menjelajahi berbagai teknologi berbeda. 4G


memberikan pelayanan pengiriman data cepat untuk mengakomodasi
berbagai aplikasi multimedia seperti, video conferencing, online game,
dan lain-lain.

Teknologi Bahasa: Arah ke Depan


Bisakah kita berkomunikasi lisan dengan orang berbahasa asing
yang kita tidak pahami? Seperti halnya teknologi brain-to-brain
communication, pengembangan teknologi bahasa juga diilhami oleh
pertanyaan tersebut. Teknologi bahasa meliputi metode komputasional,
program komputer, dan perangkat elektronik yang khusus untuk
menganalisis, memroduksi, atau memodifikasi teks dan pembicaraan.
Teknologi ini harus didasarkan atas bahasa yang digunakan manusia
(human language).xviii
Teknologi bahasa berorientasi kepada pengembangan sistem dan
perangkat yang bisa berbicara dan mendengar sehingga bisa
berkomunikasi dengan manusia secara lisan. Perangkat tersebut bisa
membantu manusia berkomunikasi dengan manusia lain tanpa
terhambat semantic noises. Mengembangkan sistem yang berbasiskan
atas keragaman bahasa (multilingual tools)xix.
Teknologi bahasa adalah salah satu sasaran pengembangan teknologi
komunikasi dan informasi saat ini. Perangkat komputer untuk bisa
mengoperasikan teknologi bahasa termasuk sebagai gambaran komputer
masa depan, yang diharapkan:xx
1) dapat menerima masukan dalam bentuk suara dan citra,
2) memiliki prosesor berkemampuan sangat tinggi,
3) memiliki memori sangat besar,
4) dapat menyajikan hasil komputasi dalam bentuk ucapan dan proyeksi
citra,
5) memiliki fasilitas komunikasi nirkabel,
6) dapat dioperasikan dengan batere yang tahan lama,
7) memiliki ukuran sebesar dan setipis kartu kredit, dan
8) dapat berinteraksi secara lisan dengan pemakainya menggunakan
bahasa alami.
Arry Akhmad Armad dari ITB menjelaskan bahwa suatu sistem
pemrosesan bahasa alami secara lisan dapat dibentuk dari tiga sub-

sistem, yaitu sebagai berikut.xxi


1) Sub-Sistem Natural Language Processing (NLP), berfungsi untuk
melakukan pemrosesan secara simbolik terhadap bahasa tulisan.
Beberapa bentuk aplikasi sub-sistem ini adalah translator bahasa
alami (misalnya dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia), sistem
pemeriksa sintaks bahasa, sistem yang dapat menyimpulkan suatu
narasi, dan sebagainya.
2) Sub-sistem Text to Speech (TTS), berfungsi untuk mengubah text
(bahasa tulisan) menjadi ucapan (bahasa lisan).
3) Sub-Sistem Speech Recognition (SR), merupakan kebalikan teknologi
text to speech, yaitu sistem yang berfungsi untuk mengubah atau
mengenali suatu ucapan (bahasa lisan) menjadi teks (bahasa tulisan).

Diagram Blok Sistem Pengenal Ucapanxxii

Kesimpulan
Teknologi komunikasi lisan berusaha membuat manusia mampu
berkomunikasi dengan segenap inderanya tanpa terbatasi oleh noises
atau gangguan maupun kendala ruang dan waktu. Kita bisa
membayangkan ke depan, di dalam beberapa proses komunikasi, dengan
teknologi manusia tidak memerlukan bahasa sama sekali. Atau
setidaknya tidak perlu menghabiskan tenaga untuk mempelajari bahasa
asing. Bagaimanapun, jawaban sempurna atas tiga pertanyaan Shanon
dan Weaver masih dalam proses penyempurnaan hingga saat ini.
Pertanyaan berikutnya adalah: mungkinkan 100% sempurna, mengingat
kesempurnaan ada di dalam manusia sendiri dengan keunikannya?

lihat Farber, Dan, 30 Mei 2014, Scientist controls colleague's hand in first human brain-tobrain communication, artikel berita ilmiah dimuat di http://www.cnet.com/au/news/scientistcontrols-colleagues-hand-in-first-human-brain-to-brain-interface/
ii

lihat Starr, Michelle, 3 September 2014. Brain-to-brain verbal communication in humans


achieved for the first time, artikel berita ilmiah dimuat di http://www.cnet.com/news/brain-tobrain-verbal-communication-in-humans-achieved-for-the-first-time/

iii

lihat Klimas, Liz, 28 Agustus 2013. Vulcan Mind Meld: First Human Brain-to-Brain
Communication Lets Scientist Control Another Persons Movement, artikel berita ilmiah
dimuat di situs http://www.theblaze.com/stories/2013/08/28/vulcan-mind-meld-first-humanbrain-to-brain-communication-lets-scientist-control-another-persons-movement/

iv

dikutip dari Martin, Brian 1999. Suppressing Research Data: Methods, Context,
Accountability, and Responses http://www.uow.edu.au/~bmartin/pubs/99air/

ibid, hal. 4

vi

lihat The Washington, DC Baltimore Chapter of the Society for Technical Communication
(STC), 29 Januari 2015, What is Noise in Communication? http://wdcb.stcwdc.org/faq/faqs/whatis-noise-in-communication/
vii

Rothwell Dan J., 2004. In the Company of Others: An Introduction to Communication 2nd ed,
New York: McGraw Hill, hal 11-15
viii

McLuhan, M.; Fiore Q.; Agel J. (1996). The medium is the message: an inventory of effects.
San Francisco: HardWired.

ix

Lihat Fourie, Pieter Jacobus, 2001. Media Studies: Institutions, theories, and issues, Juta
and Company Ltd, hal. 251.

Lihat Pierce, Charles Sanders (1894), What Is a Sign?, artikel ilmiah dimuat di situs
https://www.marxists.org/reference/subject/philosophy/works/us/peirce1.htm
xi

Dominick, J.R. 2004.The Dynamics of Mass Communication-Media in the Digital Age: 8th Ed.,
New York: McGraw-Hill, hal. 8
xii

Dikutip dari http://www.privateline.com/archive/howteleworks.gif

xiii

Dikutip dari http://en.wikibooks.org/wiki/Communication_Systems/Telephone_System

xiv

dikutip dari http://diyhomeschooler.com/marconis-wireless-telegraphy-a-mini-unit/

xv

dikutip dari artikel 2014, Post-industrial Society (Masyarakat Post-industri). http://arti-definisipengertian.info/arti-masyarakat-post-industri/


xvi

dikutip dari http://id.m.wikipedia.org/wiki/Telepon_genggam

xvii

dikutip dari
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d1/Gsm_structures.svg/2000pxGsm_structures.svg.png
xviii

lihat Uszkoreit, Hans, 2015, What is Language Technology? Dimuat di


http://www.dfki.de/lt/lt-general.php
xix

ibid

xx

Arman, Arry Akhmad, 23 Agustus 2004, Teknologi Pemrosesan Bahasa Alami sebagai
Teknologi Kunci untuk Meningkatkan Cara Interaksi antara Manusia dengan Mesin. Orasi Ilmiah
(Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri ITB), pada acara Sidang Terbuka
Institut Teknologi Bandung dengan acara Peresmian Penerimaan Mahasiswa Baru ITB 2004,
dimuat di http://www.itb.ac.id/focus/focus_file/Pidato%20Ilmiah%20pada%20Sidang%20Terbuka
%20PMB%202004.pdf
xxi

ibid

xxii

ibid