Anda di halaman 1dari 16

Hidrologi Terapan

Debit Aliran Sungai

Nama Kelompok :
1. M. Adi Sanjaya Pelawi (120404021)
2. Bambang Nurdiansyah (120404028)
3. Dame Setiawan Sinaga (120404030)

1. Pengertian Debit.

Debit aliran adalah laju air ( dalam bentuk


volume air ) yang melewati suatu penampang
melintang sungai per satuan waktu. Dalam
system SI besarnya debti dinyatakan dalam
satuan meter kubik per detik ( m 3/dt). Sedangkan
dalam laporan-laporan teknis, debit aliran
biasanya ditunjukan dalam bentuk hidrograf
aliran.Hidrograf aliran adalah suatu perilaku
debit sebagai respon
adanya perubahan
karakteristik biogeofisik yang berlangsung dalam
suatu DAS oleh adanya kegiatan pengelolaan
DAS dan / atau adanya perubahan (fluktuasi
musiman atau tahunan) iklim local.

2. Pengukuran dan Perhitungan


Debit Sungai/Saluran Air

Pengukuran

debit secara tidak


langsung digunakan tiga cara:
1) Velocity area methods
2) Slope area methods
3) Dilution methods

1.Velocity area methods


Pada prinsipnya untuk mengetahui debit
suatu sungai/saluran dilakukan pengukuran
kecepatan aliran dan penampang
sungai/saluran. Rumus umum untuk
menghitung debit adalah:

Q=AxV
Q : debit (m3/det)
A : luas penampang basah (m2)
V : kecepatan aliran rata-rata (m/det)

Pengukuran kecepatan aliran dapat


dilakukan dengan dua cara:

a. Pengukuran dengan pelampung


b. Pengukuran dengan Current meter

a. Pengukuran kecepatan aliran dengan


pelampung

Bila kecepatan aliran diukur dengan


pelampung, maka diperoleh persamaan
debit sebagai berikut:

Q=Axkxu

Q : debit (m3/det)
A : luas penampang basah (m2)
k : koefisien pelampung
u : kecepatan pelampung
Nilai k tergantung dari jenis pelampung
yang dipakai.

b. Pengukuran Dengan Current Meter


Kecepatan aliran biasanya diukur dengan
menggunakan alat ukur current meter (alat
ukur kecepatan aliran yang berbentuk
propeler). Alat berbentuk propeler tersebut
dihubungkan dengan kotak pencatat (alat
monitor yang akan mencatat jumlah putaran
selama propeler tersebut berada di dalam
air) kemudian dimasukkan ke dalam sungai
yang akan diukur kecepatan alirannya.
Bagian ekor alat tersebut menyerupai sirip
dan akan berputar karena gesekan aliran air
sungai.

b. Pengukuran Dengan Current Meter


Kecepatan aliran biasanya diukur dengan
menggunakan alat ukur current meter (alat
ukur kecepatan aliran yang berbentuk
propeler). Alat berbentuk propeler tersebut
dihubungkan dengan kotak pencatat (alat
monitor yang akan mencatat jumlah putaran
selama propeler tersebut berada di dalam
air) kemudian dimasukkan ke dalam sungai
yang akan diukur kecepatan alirannya.
Bagian ekor alat tersebut menyerupai sirip
dan akan berputar karena gesekan aliran air
sungai.

2. Slope Area Method


Prakiraan besarnya debit dengan
pendekatan slope-area method akan
memberikan hasil yang memadai apabila
pemilihan badan air yang akan diprakirakan
kecepatan airnya memiliki aliran yang
kurang lebih seragam. Artinya, lebar dan
kedalaman aliran, kecepatan aliran,
kedalaman dasar sungai, dan kemiringan
dasar permukaan sungai/saluran air relatif
seragam atau tidak berubah secara
mencolok (Asdak, 2002)

Cara ini mendasarkan pada rumus Manning:

1 2/3 1/2
V R S
n
Q AV

1 2/3 1/2
QA R S
n
3

Q : debit sungai (m /detik)


A : luas penampang basah (m2)

10

R : merupakan perbandingan antara luas


penampang melintang basah (A) dengan
keliling (perimeter basah (p)

A
R
p

n : koefisien
S : gradien permukaan air
V : kecepatan aliran rata-rata (m/det)

11

3. Metode Larutan (Delution Methods)

Pengukuran debit dengan menggunakan


bahan-bahan kimia, pewarna atau radioaktif
sering digunakan untuk jenis sungai yang
aliran airnya tidak beraturan (turbulent).
Menurut Church, (1974) dalam Gordon et
al., (1992) dalam Asdak, (2002), untuk
maksud-maksud pengukuran hidrologi,
bahan-bahan tersebut di atas seyogyanya
dalam bentuk:
a) mudah larut dalam air sungai,
b) bersifat stabil,

12

c) mudah dikenali dalam konsentrasi


rendah,
d) tidak meracuni biota perairan dan tidak
menimbulkan dampak negatif yang
permanen pada badan perairan,
e) relatif tidak mahal.

Metode larutan dilakukan pada sungai


yang dangkal, berbatu, dan sungai yang
memiliki derajat turbulensi tinggi, sehingga
tidak mungkin menggunakan current meter.

13

Metode larutan didasarkan pada


perhitungan perbedaan konsentrasi ion
yang terkandung dalam air dan
menggunakan alat Electric Conductivity
Meter (EC-Meter). Dalam pengu-kuran
digunakan garam dapur (NaCl), yang
mudah didapat dan tidak berpengaruh
terhadap tanaman maupun ikan.
Ada dua cara perhitungan debit:
Metode Injeksi tetap.

c1 c 2
Qq
c2 c0
14

Q : debit sungai (m3/detik)


Q : debit injeksi larutan
c : konsentrasi air sungai awal (tanpa
0
larutan)
c : konsentrasi larutan
1

c2 : konsentrasi sungai setelah bercampur


larutan

Metode Injeksi Sesaat

V
Q

c1

c2

15

Q : debit sungai (m3/detik)


V : volume larutan
T : waktu
c : konsentrasi larutan
1

c2 : konsentrasi air sungai setelah


bercampur larutan

16