Anda di halaman 1dari 16

1

NAMA

NIM

FAJAR DINATA SISWO PUTRO

12/333592/TK /39940

FREDERIK DARWIN

12/333506/TK/39857

GANJAR PUTRO INDRATORO

12/333273/TK/39686

IMMANUEL ADVENTURA P. B. P.

12/333526/TK/39876

MUHAMMMAD HANIF JUNDANA

12/329869/TK/39099

M. RIZKI OKTAVIAN

12/333746/TK/40089

SITI HORIAH

12/330431/TK/39586

PROFIL PERUSAHAAN

Nama Perusahaan

: PT PERTICLE Tbk

Bentuk perusahaan

: Perseroan Terbatas (PT)

Bidang Usaha

: Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Jenis Poduk/Jasa

: Listrik

Alamat Perusahaan
Tanjung Uncang Batam

VISI

MISI

: Jl Brigjen Katamso no 223 Km 6

Kepulauan Riau 29432


Jumlah Pegawai

: 150 orang

Nomor Telepon

: 0274-123456

Web Address

: www.petricle.co.id

Logo Perusahaan

: N/A

Menjadi penyuplai energi listrik terbesar dan terpercaya


di indonesia

Menyediakan energi listrik yang berkualita, terjangkau


dan reliable
Meningkatkan ketersediaan layanan listrik hingga ujung
Menjalankan bisnis kelistrikan yang berbasis pada
kepuasan pelanggan, investor dan seluruh anggota
perusahaan.

Moto : Energi untuk Negeri

SIKLUS BAHAN BAKAR NUKLIR PT PERTICLE Tbk

Gambarl.1 Siklus bahan bakar nuklir PT PERTICLE Tbk.


4

SIKLUS BAHAN BAKAR PT PERTICLE Tbk


PT PERTICLE Tbk adalah perusahaan yang bergerak dalam
bidang produksi dan penjualan energi listrik yang dihasilkan dari
reaktor daya nuklir Generasi IV yakni GFR (Gas-cooled Fast
Reactor). Sebagai perusahaan yang menggunakan nuklir untuk
bahan bakarnya, tentu PT PERTICLE Tbk memiliki tanggung
jawab dalam mengelola bahan bakar tersebut. Maka dari itu,
pada laporan studi bahan bakar nuklir ini kami menjabarkan
siklus bahan bakar nuklir yang perusahaan kami miliki.
Siklus bahan bakar PT PERTICLE Tbk disajikan pada
gambar.1. Siklus bahan bakar nuklir pada umumnya hampir sama
seperti umumnya siklus bahan bakar nuklir lain, yaitu bermula
dari penambangan uranium. Saat proses penambangan, produk
yang didapat adalah uranium yang berupa bijih. Bijih tersebut
biasa dikenal sebagai bijih uranium. Bijih uranium akan diproses
menjadi U3O8 atau yang lebih dikenal dengan nama yellow cake.
Kemudian yellow cake yang didapatkan akan dikonversi menjadi
UF6, untuk selanjutnya masuk kedalam tahap pengayaan.

Pada tahap pengayaan, UF6 akan digunakan oleh reaktor


konversi rendah Low Eriched Uranium (LEU) sebagai bahan
bakar. Limbah hasil reaktor konversi rendah selanjutnya melalui
tahap reprosesing untuk diambil U-235, PU-239, dan U-238 yang
tersisa dan hasil produk fisi lainnya akan diproses dan disimpan.
Limbah U-235 akan kembali ketahap pengayaan untuk
diperkaya lagi dan digunakan sebagai bahan bakar. Sedangkan
Pu-239 akan melalui tahap fabrikasi sebagai bahan fisil dari
reaktor GFR PT PERTICLE Tbk.
Limbah dari pengayaan uranium atau depleted uranium
(DU) akan disimpan dan difabrikasi untuk selanjutnya digunakan
oleh reaktor milik PT PERTICLE Tbk , yaitu reaktor GFR. DU hasil
limbah reaktor generasi sebelumnya juga dapat digunakan
sebagai bahan fertil untuk reaktor GFR milik PT PERTICLE Tbk.
Bahan fertil dan bahan fisil yang telah difabrikasi
kemudian digunakan sebagai bahan bakar GFR. Limbah GFR yang
berupa produk fisi, aktinida minor, serta Pu-239 ekstra yang bisa
dipakai untuk reaktor lain.

JUMLAH BAHAN BAKAR PT PERTICLE Tbk

Gambar.2 Parameter dan karakteristik dari teras reactor Generasi


IV
6

JUMLAH BAHAN BAKAR PT PERTICLE Tbk


Setelah menjabarkan siklus bahan bakar nukir yang PT
PERTICLE Tbk gunakan. Kali ini pada laporan studi pengolaan dan
pengelolaan bahan bakar nuklir, PT PERTICLE Tbk akan
menjabarkan jumlah pemakaian bahan bakar nuklir yang
digunakan untuk reaktor GFR yang berdaya 2400 MW(t).
Pada reaktor yang PT PERTICLE Tbk, terdapat dua jenis bahan
bakar, yaitu bahan bakar fisil dan fertile. Bahan bakar fisil yang
kami gunakan adalah uranium, sedangjan bahan bakar fisil yang
kami gunakan adalah Pu-239. Berdasarkan batas aman yang
telah ditentukan IAEA, jumlah Plutonium dalam sebuah reaktor
nuklir maksimal sebesar 20% dari massa bahan bakar total.
Sehingga, perbandingan massa antara bahan bakar fertil (U-238)
dan fisil (Pu-239), adalah 84 : 16.

pengkayaan plutonium pada Gas-Cooled fast Reactor adalah


16%. Ini berarti, dari pebandingan antara uranium dan
plutonium, hanya sekitar 16% dari massa bahan bakar total
jumlah Pu yang menjadi bahan bakar.
Untuk daya reaktor GFR 2400 MWth dan daya spesifik 38
kW/kg HM didapat massa bahan bakar total reaktor adalah
2.400.000

38

= 63,16
=

Dengan daya spesifik, yaitu sebesar 38 kW/kg HM, reaktor


GFR milik PT PERTICLE Tbk yang berdaya 2400 MW(t),
membutuhkan 63.157,89 kg atau 63,16 ton bahan bakar, yang
terdiri plutonium sebesar 10,1056 ton.

Gambar.2 yang PT PERTICLE Tbk sajikan sebelumnya


merupakan tabel parameter dan karakteristik dari teras reaktor
Genersai IV. Dari tabel tersebut, didapatkan informasi bahwa

ASAL BAHAN BAKAR PT PERTICLE TBK


Berikut adalah bab studi mengenai asal bahan bakar yang PT
PERTICLE Tbk dapatkan. Bahan bakar reaktor GFR PT PERTICLE
Tbk baik fertile maupun fisil diperoleh dari bahan bakar LWR.
Diagram yang disajikan pada gambar.3 sebelumnya adalah
skema fuel cycle yang menunjukan asal perolehan bahan bakar
PT PERTICLE Tbk.
Mula-mula Natural Uranium (NU) akan diperkaya, uranium
yang telah diperkaya tersebut bernilai 3.6 % U-235. Xxx
menggunakan uranium ini sebagai bahan bakar LWR, selanjutnya
spent fuel dari LWR akan diproses untuk kemudian dipisahkan
plutonium dengan uraniumnya.
Plutonium yang telah dipisahkan akan difabrikasi untuk
digunakan sebagai bahan bakar fisil GFR (gas-cooled fast reaktor)
milik xxx. Depleted uranium hasil pengayaan (mengandung
0.25% U-235) dan uranium hasil spent fuel LWR akan difabrikasi
untuk digunakan sebagai bahan bakar fertile.
Dari skema tersebut, terlihat bahwa Minor Actinide
dimasukkan ke reaktor GFR dengan tujuan supaya terbakar habis
ketika reaktor beroperasi sehingga mengurangi jumlah limbah
Transuranic (TU).

Gambar.3 Skema fuel cycle yang menunjukan


asal perolehan bahan bakar PT PERTICLE Tbk.

PERSENTASE MOLAR BAHAN BAKAR


PT PERTICLE Tbk
Berikut adalah hasil kajian PERTICLE Tbk tentang perhitungan persentase molar bahan bakar .

Ada beberapa hal yang perlu diketahui tentang bahan bakar nuklir PERTICLE Tbk yang sebelumnya telah dibahas :
1. Kapasitas bahan bakar = 63,16 ton
2. Hanya 16% bahan fisil dari jumlah bahan bakar yang bisa digunakan yaitu Pu 239 sebanyak 16% x 63,16 = 10,1 ton
Mr fuel = 84% U238 + 16%Pu (53% Pu-239, 25% Pu-240, 15% Pu-241, 5% Pu-242 and 2% of Pu-238)=
199,92+16%(126,67+60+36,15+12,1+4,76) =199,92+16%x239,68=238,2688
Ar Pu(53% Pu-239, 25% Pu-240, 15% Pu-241, 5% Pu-242 and 2% of Pu-238)=239,68
Untuk mendapatkan molar bahan fisil digunakan rumus :
=
=


100% = 16%


100%



=
100%


=

100%

10,1 238,2688

100% = 15,90 %
63,16
239,68
9

TEKNOLOGI YANG DIGUNAKAN PT PERTICLE Tbk UNTUK MENDAPATKAN PERSENTASE


MOLAR YANG DIINGINKAN

Gambar.4 Alur skema deskripsi standar purex

10

Pada Sub-bab ini, PT PERTICLE Tbk akan menjabarkan teknologi yang digunakan untuk mendapatkan persentase molar sesuai keinginan
perusahaan. Metode yang digunakan adalah teknologi Purex.
1. Uranium dan plutonium dipisahkan dari bahan bakar nuklir bekas melalui proses plutonium-uranium extraction, atau disebut
Purex. Dalam proses ekstraksi solvent ini, cladding bahan bakar dipisahkan baik secara kimia maupun mekanik, dan bahan bakar
metal atau oksida dilarutkan dalam asam nitrat (nitric acid).
2. Selanjutnya plutonium dan uranium di-coekstraksi-kan menjadi larutan tributil fosfat yang secara praktis semua produk fisi dan
komponen nonradioaktif tertinggal di rafinasi (aqueous raffinate).
3. Ekstrak organik yang terambil lalu dicampur dengan reduktan untuk memisahkan plutonium dari uranium, dan uranium
dipisahkan dari pencampuran larutan tributil fosfat ke dalam asam nitrat.
4. Siklus ekstraksi diulang sesuai kebutuhan untuk menyelesaikan proses purifikasi dari koekstraksi produk fisi zirkonium dan
ruthenium.
5. Uranium nitrat yang terpurifikasi kemudian diubah menjadi oksida (bisa UO3 atau U3O8) untuk konversi lanjut menjadi UF6 dan
pengkayaan uranium-235. Plutonium nitrat yang terpurifikasi diubah menjadi plutonium dioksida (PuO2). Seperti halnya uranium,
plutonium metal didapatkan dari reduksi dengan suhu tinggi garam halida (plutonium tetraflorida atau plutonium triflorida)
dengan kalsium metal.

11

NILAI FEED FACTOR DAN SWU PADA FASILITAS PENGAYAAN PT PERTICLE Tbk
Studi tentang nilai feed factor dan SWU pada fasilitas pengayaan PT PERTICLE Tbk mengadopsi standar tingkat burnup normal
Amerika Serikat, yaitu berasal dari kajian tentang spent fuel reaktor LWR. Unsur-unsur yang terkandung adalah sebagai berikut ;

95,6% uranium, lebih dari 98,5% dari uranium adalah U 0,9% plutonium
238 (sisanya terdiri dari sebagian kecil U-232 dan U-233,
0,3% cesium & strontium (produk fisi)
kurang dari 0,02% U-234, 0,5-1,0% U-235 dan sekitar
0,1% iodium and technetium (produk fisi)
0,5% U-236 dan sekitar 0,001% U-237
0,1% produk fisi umur panjang lain
2,9% produk fisi stabil
0,1% aktinida minor (americium, curium, neptunium)
Sehingga untuk penggunaan plutonium dalam reaktor cepat (16% plutonium), dibutuhkan pengolahan lebih lanjut untuk mengayakan
spent fuel dengan plutonium. Metode ini biasa disebut dengan istilah PUREX (Plutonium Uranium Redox Extraction) atau ekstrasi redoks
plutonium uranium. PUREX merupakan metode untuk membersihkan bahan bakar untuk reaktor nuklir atau senjata nuklir.

Gambar.5 neraca massa plutonium


12

o Dari nerasa tersebut, didapatkan persamaan sebagai berikut:


Neraca spent fuel total : = +
Neraca Pu
: . = . + .
o Diketahui hasil produk yang diinginkan adalah
P=63,16 ton dengan = 0,01, = 0,16 dan = 0,001.
Dengan melakukan operasi eliminasi pada persama neraca akan didapat nilai feed PT PERTICLE Tbk adalah F = 1.115,827 ton.
Dalam neraca pengayaan bahan bakar nuklir, biasa digunakan istilah separative work unit (SWU) untuk menyatakan banyaknya
pengayaan yang dilakukan. Dengan SWU atau S biasa dinyatakan dalam persamaan berikut:

Dengan mensubtitusi variabel-variabel yang diketahui, akan didapat nilai S dari reaktor GFR 2400 MWth PT PERTICLE Tbk adalah
1.556.825,3 kg SWU/tahun atau sama dengan 1.297 kg SWU/th/MWe.
Nilai SWU pada reaktor GFR 2400 MWth memang sangat besar yang menandakan reaktor cukup boros pada pemakaiannya. Namun, hal
ini hanya akan berlangsung hingga reaktor mencapai breakeven breeding, dimana reaktor bisa mencukup kebutuhan fisil bahan bakar dan
hanya membutuhkan bahan bakar fertil berupa depleted uranium saja.

13

JUMLAH REAKTOR MAJU YANG DIPASOK DARI FASILITAS PENGAYAAN PT PERTICLE Tbk

Gambar.6 FLowsheet UOx fuel 45 GWd/t 5 year cooled


14

JUMLAH REAKTOR MAJU YANG DIPASOK DARI FASILITAS PENGAYAAN PT PERTICLE Tbk
Berikut adalah kajian studi PT PERTICLE Tbk tentang jumlah reaktor maju yang dipasok dari fasilitas pengayaan. Teknologi yang
digunakan sendiri adalah teknologi Proses PUREX standar. Bahan bakar yang telah diiradiasi akan diberi cooling period selama kira-kira 5
tahun. Setelah cooling period selesai, bahan bakar akan diberi solusi untuk ekstraksi uranium dan plutonium oksida yang selebihnya dapat
dilihat pada kajian tentang teknologi yang digunakan untuk mendapatkan besar persentase molar yang diinginkan.
Dari berbagai metode yang digunakan untuk PUREX, kami pilih metode UOX fuel 45GWd/t 5-year cooled. Asumsi flowsheetnya
tersedia pada gambar.6. Dari Flowsheet tersebut, dapat didapatkan 12,6 kg Plutonium Oksida per ton bahan bakar bekas dengan
Teknologi PUREX.
Reaktor GFR yang PT PERTICLE Tbk gunakan memerlukan sekitar 16% Plutonium sebagai bahan bakar. Sehingga,16% * 63,16 ton
(bahan bakar yang digunakan reactor GFR 2400MW per tahun) = 10,106 ton / tahun atau 27,6 kg / hari. Dengan menggunakan fasilitas
PUREX yang mempunyai kapasitas 1200 T/tahun, Dapat diproduksi 15,12 ton Plutonium dari fasilitas PUREX yang dapat digunakan pada
reaktor maju. Dapat disimpulkan bahwa satu fasilitas pemisahan PUREX dapat digunakan untuk menghidupkan 1,5 reaktor maju atau jika
ada 2 fasilitas PUREX yang digunakan, 3 Reaktor Maju GFR PT PERTICLE Tbk dapat dipasok.

15

DAFTAR PUSTAKA
STUDI PENGOLAAN DAN PENGOLAHAN BAHAN BAKAR NUKLIR PT PERTICLE Tbk

Anggo, D.H., dkk. 2013. Kajian Perkembangan PLTN Generasi IV. Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol.15, hal. 69-79.
Chersola, D., et al. 2014. The VHTR and GFR and Their in Innovative Symbiotic Fuel Cycles. Progress in Nuclear Energy xxx (2014), page:1-17.
Cirayath, Sunil, et al. 2009. Neutronic and nonproliferation characteristics of (PuO2UO2) and (PuO2ThO2) as fast reactor fuels. Nuclear
Engineering and Design, 239, 1916-1924
Darilek, P. & Zajac, R. Allegro-Introduction to GFR. Trnava: VUJE,inc.
Dr. Terry Todd. (2008). Spent Fuel Nuclear Reprocessing. Nuclear Regulatory Commission Seminar. - (-), p15-41.
Hejzlar, P., et al. 2014. Gas-cooled Fast Reactor for Generation IV Service. Progress in Nuclear Energy, Vol. 47, No.1-4, page: 271-282.
Jean-Paul Moulin, Bois d'Acry (FR). (2005). PUREX METHOD AND ITS USES. United States Patent. - (Fig. 1), p4.
Liska, P & Gerard, C. 2011. The Allegro project European Project of Fast Breeder Reactor. Warsaw : First International Nuclear Energy Congress.
M. Halsz, M. Szieberth, S. Fehr, T. Reiss. 2012. Fuel Cycle Studies on the Uranium Utilization Efficiency and Minor Actinide Burning in Gas Cooled
Fast Reactors
MIT. Nuclear Energy Economic and Policy Analysis. Classnote. mit.edu/22.812j/www/enrichment.pdf , diakses 9 April 2015
Putero, S.H. 2015. Bab III : Siklus Bahan Bakar Nuklir. Slide kuliah Pengelolaan dan Pengolahan Bahan Bakar Nuklir. Yogyakarta:Jurusan Teknik
Fisika.
Wallace W.Schulz.Uranium Processing12 April 2015. www.britannica.com/EBchecked/topic/619232/uranium-processing/81603/Conversion-andisotopic-enrichment , diakses 9 April 2015.
World Nuclear Association. 2015. Plutonium. http://www.world-nuclear.org/info/Nuclear-Fuel-Cycle/Fuel-Recycling/Plutonium/ , diakses 10 April
2015
World Nuclear Association. 2015. Processing of Used Nuclear Fuel. http://www.world-nuclear.org/info/Nuclear-Fuel-Cycle/FuelRecycling/Processing-of-Used-Nuclear-Fuel/ , diakses 11 April 2015.

16