Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN

HIPERTENSI
Pokok Bahasan

: Hipertensi

Sasaran

: Pasien dengan keluhan hipertensi

Target

: Klien Tn.M dan keluarganya

Waktu

: 45 menit

Hari/Tanggal

: Kamis, 9 Mei 2013

Tempat

: RSUD ULIN Banjarmasin, Ruang Flamboyan

I. LATAR BELAKANG
Masalah kesehatan di indonesia saat ini masih cukup memprihatinkan, dimana
masih banyak masyarakat yang kurang tahu akan tentang kesehatan diri dan
lingkungan, sehingga menimbulkan berbagai macam penyakit di msyarakat.
Salah satunya adalah penyakit hipertensi dimana disebabkan oleh beberapa
faktor, salah satunya adalah perilaku gaya hidup masyarakat yang kurang sehat
dan bersih.
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik dengan
konsisten diatas 140/90 mmHg. Hipertensi berpotensi menyebabkan gangguan
jantung, seperti penyakit jantung koroner, gagal jantung, hingga gangguan irama
jantung. ( Baredro, 2008).
Hasil Penelitian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukan, hampir
setengah dari kasus serangan jantung dipicu oleh tekanan darah tinggi. Angka
kejadian Hipertensi didunia cukup tinggi yaitu 10% dari anggka populasi
didunia. Data hypertension league brochure 2009 menyebutkan hipertensi
diderita lebih dari 1,5 miliar jiwa diseluruh dunia dan garam yang berlebihan
adalah

faktor

utama

dalam

(www.yayasanjantungindonesia.com)

peningkatan

tekanan

darah.

II. TUJUAN INTRUKSIONAL UMUM (TIU)


Setelah mengikuti proses penyuluhan kesehatan peserta mampu memahami cara
perawatan pencegahan penyakit hipertensi.
III. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)
Setelah mengikuti proses penyuluhan peserta diharapkan dapat menjelaskan :
1.Pengertian Hipertensi
2.Klasifikasi Hipertensi.
3.Pembagian Hipertensi berdasarkan penyebabnya.
4.Faktor pencetus terjadinya Hipertensi
5.Cara penanganan dan perawatan Hipertensi
6.Komplikasi hipertensi
IV. GARIS BESAR MATERI :
1.Pengertian Hipertensi.
2.Klasifikasi Hipertensi
3.Penyebab Hipertensi
4.Tanda dan gejala Hipertensi
5.Cara penanganan dan perawatan Hipertensi
6.Komplikasi Hipertensi
V. METODE
Ceramah dan Tanya jawab
VI. MEDIA
Leaflet

VII. PROSES KEGIATAN


No Kegiatan
1. Pendahuluan :

2.

Respon Kader
a.Membalas salam

Waktu
5

a. menyampaikan salam

b.Mendengarkan dengan aktif

menit

b. Menjelaskan tujuan

c.Mendengarkan dan

c. Apersepsi
Penjelasan materi

memberikan respon
a.Mendengarkan,memperhatikan 25

Memberikan penjelasan tentang

menit

pengertian penyakit
Hipertensi,klasifikasi,penyebab,faktor
pencetus,cara penganan dan
perawatan serta komplikasi
3.

Hipertensi
Evaluasi

Menjawab pertanyaan

10

4.

Penutup

a.Menanyakan hal yang belum

Menit
5

a.Tanya Jawab
b.Menyimpulkan hasil pelatihan
c.Memberikan salam

jelas.

Menit

b.Aktif bersama dalam


menyimpulkan.
c.Membalas salam
45
Menit

1. Pengertian
Tekanan darah tinggi atau Hipertensi

adalah tekanan tinggi

tensi/tegangan pada arteri. Arteri adalah pembuluh darah yang


menyalurkan darah dari pompa jantung ke seluruh jaringan dan organ

seluruh tubuh. Tekanan darah tinggi bukan berarti tegangan emosi yang
berlebihan

walaupun

kondisi

emosi

dan

stres

kadang-kadang

meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah normal kira-kira 120/80


mmHg dan 139/89 mmHg disebut pre-Hipertensi dan tekanan darah
diatas 140/90 mmHg menandakan tinggi tekanan darah atau Hipertensi.
(www.medicinenet.comdiseases_and_conditionsarticle.html)
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik dengan
konsisten diatas 140/90 mmHg. Diagnosa keperawatan berdasarkan pada
peningkatan tekanan darah yang hanya sekali. Tekanan darah harus diatur
dalam posisi duduk atau berbaring. (Baradero, 2008 : 49 )
2. Klasifikasi Menurut WHO (World Health Organization)
WHO dan International Society of Hypertension Working Group
(ISHWG) telah mengelompokkan hipertensi dalam klasifikasi
optimal, normal, normal-tinggi, hipertensi ringan, hipertensi
sedang, dan hipertensi berat (Sani, 2008).

Klasifikasi Hipertensi Menurut WHO


Kategori
Optimal
Normal
Normal-Tinggi

Tekanan Darah Tekanan Darah


Sistol (mmHg)
Diatol (mmHg)
< 120
< 130
130-139

< 80
< 85
85-89

Tingkat 1 (Hipertensi 140-159


Ringan)

90-99

Sub-group: perbatasan

140-149

90-94

Tingkat 2 (Hipertensi
160-179
Sedang)

100-109

Tingkat 3 (Hipertensi
180
Berat)

110

Hipertensi
sistol
140
terisolasi
(Isolated
systolic
hypertension)
140-149
Sub-group: perbatasan

< 90
<90

(Sumber: Sani, 2008)

3. Etiologi ( penyebab )
Berdasarkan penyebab hipertensi dibagi menjadi dua golongan yaitu:
Hipertensi esensial/primer, yaitu Hipertensi yang tidak diketahui
penyebabnya dan ada kemungkinan adanya faktor keturunan atau
genetik (90%)
Hipertensi sekunder, yaitu Hipertensi yang merupakan akibat dari
adanya penyakit lain seperti kelainan pembuluh ginjal dan ganguan
kelenjar tiroid (10%). Faktor ini biasanya juga erat hubunganya dengan
gaya hidup dan pola makan yang kurang baik. Faktor makanan yang
sangat mempengaruhi yaitu kelebihan lemak (obisitas), konsumsi garam
dapur yang tinggi, merokok dan minuman beralkohol. (Nur I, 2009 : 51).
Hipertensi disebabkan oleh faktor-faktor yang dapat dimodifikasi serta
faktor yang tidak dapat dimodifikasi. Faktor yang tidak dapat
dimodifikasi antara lain faktor genetik, umur, dan jenis kelamin.
Sedangkan faktor yang dapat dimodifikasi meliputi stres, obesitas dan

nutrisi. Faktor genetik, Umur, Jenis kelamin, Stress, Obesitas, Nutrisi,


Merokok. (http://rajawana.com/artikel/kesehatan)
4. Tanda dan gejala
Pada umumnya Hipertensi tidak menimbulkan gejala yang jelas dan sering
tidak disadari kehadirannya. Ada kalanya secara tidak sengaja beberapa
gejala terjadi bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan tekanan darah
tinggi. Gejala yang dimaksud adalah sakit kepala, pendarahan dari hidung,
wajah kemerahan dan kelelahan. Semua gejala tersebut bisa terjadi pada
siapa saja, baik pada penderita Hipertensi maupun seseorang yang tekanan
darahnya normal.
Pada Hipertensi berat atau yang telah menahun bisa timbul gejala-gejala
yang berasal dari kerusakan otak, mata, jantung, dan ginjal seperti :
Sakit kepala, Kelelahan, Mual dan muntah, Sesak napas, Gelisah,
Pandangan menjadi kabur

5. Penanganan dan pencegahan hipertensi


Secara garis besar, pengobatan Hipertensi dibagi dalam dua kategori :
pengobatan non farmakologis (non medis) dan pengobatan farmako-logis
(medis).
Pengobatan non farmakologis, merupakan pengobatan tanpa obatobatan yang diterapkan pada Hipertensi. Dengan cara ini,
penurunan tekanan darah diupayakan melalui pencegahan dengan
menjalani pola hidup sehat, yaitu
a. Jika Anda perokok, sesegera mungkin hentikan kebiasaan
merokok Anda
b. Penderita obesitas juga harus menurunkan berat badan,

c. Penderita darah tinggi juga perlu berolahraga secara teratur.


Olahraga yang dianjurkan cukup olahraga ringan.
d. Penderita dianjurkan untuk membatasi konsumsi sodium
karena berpotensi menaikkan tekanan darah
e. Anda juga perlu menghentikan konsumsi alkohol
f. Hindari stres.
Pengobatan farmakologis, adalah pengobatan yang menggunakan
obat-obatan modern. Pengobatan farmakologi dilakukan pada
hipertensi dengan tekanan darah 140/90mmHg atau lebih. Obatobat golongan antihipertensi yaitu:
a.

Golongan diuretik,

b.

Penghambat adrenergik,

c.

Angiotensin converting enzyme inhibitor (ACE-Inhibitor).

d.

Angiotensin II Receptor Blocer (ARB

e.

Vasodilator yang langsung bekerja pada saraf pusat.


(Junaidi, 2010 : 29-35)

6. Komplikasi Hipertensi
Kondisi hipertensi yang berkepanjangan menyebabkan gangguan pembuluh
darah di seluruh organ tubuh manusia. Angka kematian yang tinggi pada
penderita darah tinggi terutama disebabkan oleh gangguan jantung :
Organ Jantung
Kerja yang keras akibat hipertensi berupa Kompensasi jantung
terhadap penebalan otot jantung kiri. Kondisi ini akan memperkecil
rongga jantung untuk memompa, sehingga jantung akan semakin
membutuhkan energi yang besar. Kondisi ini disertai dengan adanya
gangguan

pembuluh

darah

jantung

sendiri

(koroner)

akan

menimbulkan kekurangan oksigen dari otot jantung dan menyebabkan

nyeri. Apabila kondisi dibiarkan terus menerus akan menyebabkan


kegagalan jantung untuk memompa dan menimbulkan kematian.
Sistem Saraf
Gangguan dari sistem saraf terjadi pada sistem retina (mata bagian
dalam) dan sistem saraf pusat (otak). Didalam retina terdapat
pembuluh-pembuluh darah tipis yang akan melebar saat terjadi
hipertensi, dan memungkinkan terjadi pecah pembuluh darah yang
akan menyebabkan gangguan penglihatan.
Sistem Ginjal
Hipertensi yang berkepanjangan akan menyebabkan kerusakan dari
pembuluh darah ginjal, sehingga fungsi ginjal sebagai pembuang zatzat racun bagi tubuh tidak berfungsi dengan baik, akibatnya terjadi
penumpukan zat yang berbahaya bagi tubuh yang dapat merusak organ
tubuh lain terutama otak. (http://.godiabetescare.com/hipertensi.html)
Orang sering tidak mencari perawatan medis sampai mereka memiliki
gejala yang timbul dari kerusakan organ yang disebabkan oleh kronis
(terus-menerus, panjang) tekanan darah tinggi lama. Jenis berikut
kerusakan organ yang sering terlihat di tekanan darah tinggi kronis:
a.

Serangan jantung

b.

Kelumpuhan jantung

c.

Stroke atau serangan iskemik transient (TIA)

d.

Gagal ginjal

e.

Kerusakan mata dengan kehilangan visi progresif.


(http://www.emedicinehealth.com/high_blood_pressure)