Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Penulisan makalah ini dilatarbelakangi skenario 3 yaitu : seorang wanita 30 tahun datang
ke klinik dengan keluhan demam,nyeri kepala, merasa lemah dan nafsu makan sangat
menurun, mata kuning, terdapat perbesaran hati. Mengaku menggunakam narkoba suntik
bersma teman-temannya.
Jabaran skenario :
wanita 30 tahun datang ke klinik dengan keluhan demam ,nyeri kepala, merasa lemah &
nafsu makan sangat menurun. Pagi ini saat melihat di depan cermin ia merasa matanya
kuning. Ia mengaku menggunakan narkoba suntik bersama teman-temannya dan sering
memakai 1 jarum suntik bersama-sama.dalam waktu 5 tahun ini hanya mempunyai satu
partner seksual. Pada pemeriksaan skela ikterik, hatinya melebar 2 jari di bawah arcus costae,
nadi 104/menit, tekanan darah 110/70mm hg, suhu tubuh 38,8C.
Lab: leukosit 9400/ul, biliribin total dan direk meningkat, uji fungsi hati (SGOT,
SGPT,gamma GT) meningkat. Serologi antiHAV (-), anti HCV (-), HbsAg (+), anti HBS
(-) ,antiHBC (+).
B. PERUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang skenario diatas, rumusan masalah diatas adalah dengan keluhan
demam,nyeri kepala, merasa lemah dan nafsu makan sangat menurun, mata kuning, terdapat
perbesaran hati.
Hipotesa : Hepatitis B akut

C. TUJUAN PENULISAN
Dengan adanya suatu perumusan masalah tersebut, mahasiswa diharapkan mampu untuk :
1. Menjelaskan mengenai anamnesa dan pemeriksaan fisik serta penunjang dalam
mendiagnosis penyakit tersebut
2. Menjelaskan mengenai etiologi, penularan dan daerah penyebarannya.
3. Menjelaskan mengenai penatalaksanaannya.
4. Menjelaskan mengenai prognosis dan pencegahannya.
5. Mengetahui diagnosis pembanding yang menyurapai penyakit tersebut.

BAB II
PEMBAHASAN
A. PENDAHULUAN
Hepatitis B adalah suatu penyakit hati yang disebabkan oleh "Virus Hepatitis B" (VHB),
suatu anggota famili Hepadnavirus yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau
menahun yang pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosi hati atau kanker hati.
Mula-mula dikenal sebagai "serum hepatitis" dan telah menjadi epidemi pada sebagian Asia
dan Afrika. Hepatitis B telah menjadi endemik di Tiongkok dan berbagai negara Asia.
Penyebab Hepatitis ternyata tak semata-mata virus. Keracunan obat, dan paparan berbagai
macam zat kimia seperti karbon tetraklorida, chlorpromazine, chloroform, arsen, fosfor, dan zat
-zat lain yang digunakan sebagai obat dalam industri modern, bisa juga menyebabkan
Hepatitis. Zat-zat kimia ini mungkin saja tertelan, terhirup atau diserap melalui kulit penderita.
Menetralkan suatu racun yang beredar di dalam darah adalah pekerjaan hati. Jika banyak sekali
zat kimia beracun yang masuk ke dalam tubuh, hati bisa saja rusak sehingga tidak dapat lagi
menetralkan racun-racun.1,2

B. PEMERIKSAAN
1. Anamnes.
Identitas
Identitas meliputi nama lengkap pasien, umur atau tanggal lahir, jenis kelamin, nama
orang tua atau suami atau istri atau penanggung jawab, alamat, pendidikan, pekerjaan,
suku bangsa dan agama. Identitas perlu ditanyakan untuk memastikan bahwa pasien
yang dihadapi adalah memang benar pasien yang dimaksud.1
Keluhan Utama (Chief Complaint)
Keluhan utama adalah keluhan yang dirasakan pasien yang membawa pasien pergi ke
dokter atau mencari pertolongan. Dalam menuliskan keluhan utama, harus disertai
dengan indikator waktu, berapa lama pasien mengalami hal tersebut.1
Riwayat Penyakit Sekarang
Riwayat perjalanan penyakit merupakan cerita yang kronologis, terperinci dan jelas
mengenai keadaan kesehatan pasien sejak sebelum keluhan utama sampai pasien
datang berobat.1
Riwayat Penyakit Dahulu
Bertujuan untuk mengetahui kemungkinan-kemungkinan adanya hubungan antara
penyakit yang pernah diderita dengan penyakit sekarang.1
Riwayat Penyakit Dalam Keluarga
Penting untuk mencari kemungkinan penyakit herediter, familial atau penyakit
infeksi.1

Riwayat Pribadi
Riwayat pribadi meliputi data-data sosial, ekonomi, pendidikan dan kebiasaan.1
2. Pemeriksaan Fisik
Pada palpasi hepar di raba adanya perbesaran hepar 2 jari di bawah arcus costae. nadi
104/menit, tekanan darah 110/70mm hg, suhu tubuh 38,8C.
3. Pemeriksaan penunjang
a)
b)
c)
d)
e)
f)

Tes serologik : HBS Ag (+).


Tes Hibridasi : HBV DNA.
Tes RIA ( Radio Imuno Assay ) : HBV Diva Polimerase.
Pemeriksaaan darah : SGOT & SGPT meningkat.
USG : Biasanya hanya dapat mendeteksi Hepatomegali yang tidak sfesifik
Pemeriksaan Histologik : Biopsi Hati.

Suatu biopsi hati adalah suatu bagian yang penting dari pengkajian seorang pasien
dengan virus hepatitis B kronis. Tes ini bernilai karena inti yang kecil dari jaringan
yang diambil dari hati pada umumnya mewakili keseluruhan dari hati. Lebih jauh,
suatu diagnosis dari hepatitis kronis biasanya dapat dibuat dari biopsi. Bagaimanapun,
tipe hepatitis kronis (atau sirosis yang diakibatkannya), apakah itu hepatitis B, C, atau
hepatitis autoimun, tidak dapat ditentukan secara pasti dari biopsi. Sejarah medis
pasien, pemeriksaan fisik, tes-tes darah hati standar, dan testes darah virus hepatitis B
(serologi), bersama dengan biopsi hati, digunakakn semuanya untuk membuat
diagnosis dari tipe spesifik hepatitis kronis. Meski demikian, biopsi hati adalah tes
yang menunjukan jumlah hati yang luka (peradangan) dan luka parut (fibrosis) pada
hepatitis kronis atau sirosis. Informasi yang didapat dari biopsi kemudian digunakan
untuk membantu menentukan prognosis (perjalanan dan hasil akhir) dari penyakit dan
begitu juga keperluan untuk perawatan anti-virus.2
C. DIAGNOSIS
5

Working Diangnosis
Hepatitis B akut

Virus hepatitis B termasuk suatu keluarga dari virus-virus DNA yang disebut
Hepadnaviridae. Virus-virus ini terutama menginfeksi sel-sel hati. Nama keluarga datang
dari Hepa, berarti hati; DNA, merujuk pada deoxyribonucleic acid, materi genetik virus; dan
viridae, berarti virus. Virus-virus lain dalam keluarga ini dapat menyebabkan hepatitis pada
hewan-hewan tertentu. Virus-virus ini termasuk virus hepatitis woodchuck, virus hepatitis
bajing tanah, dan virus hepatitis bebek. Hepadnaviridae adalah sangat serupa satu dengan
lainnya. Maka, beberapa model-model hewan telah dikembangkan untuk mempelajari virus
hepatitis B dan untuk mengevaluasi obat-obat baru untuk merawat virus hepatitis B. 1,2,3
Gen-gen dari virus hepatitis B mengandung kode-kode genetik untuk membuat sejumlah produkproduk protein, termasuk hepatitis B surface antigen (HBsAg), hepatitis B core antigen (HBcAg),
hepatitis B e antigen (HBeAg), dan DNA polymerase. Keempat protein-protein ini adalah penting
untuk diketahui karena mereka diukur dalam tes-tes darah yang digunakan untuk mendiagnosis virus
hepatitis B. 1,2,3

Virus hepatitis B terdiri hanya dari suatu partikel core (bagian pusat) dan suatu bagian luar yang
mengelilinginya (surrounding envelope). Core terdiri dari HBcAg, dimana bagian luar terdiri dari
HBsAg. Partikel core mengandung virus hepatitis B DNA (VHB-DNA), HBeAg, dan DNA
polymerase. HBeAg, seperti didiskusikan kemudian, melayani sebagai suatu marker (penanda) dari
kemampuan virus untuk menyebarkan infeksi. DNA polymerase adalah suatu bagian penting dari
proses reproduksi virus yang unik dari virus. Apa yang relevan (bersangkut-paut) disini adalah bahwa
virus HIV (human immunodeficiency virus) juga ber-reproduksi menggunakan proses yang sama ini.
Sebagai akibatnya, banyak obat-obat yang telah dikembangkan untuk menghambat proses reproduksi
6

ini untuk merawat infeksi HIV mungkin juga adalah efektif dalam merawat infeksi virus hepatitis B
kronis. 1,2,3

Different Diagnosis

Hepatitis C

Penyakit Hepatitis C adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis C (VHC).
Proses penularannya melalui kontak darah {transfusi, jarum suntik (terkontaminasi), serangga
yang menggiti penderita lalu mengigit orang lain disekitarnya}. Penderita Hepatitis C kadang
tidak menampakkan gejala yang jelas, akan tetapi pada penderita Hepatitis C kronik
menyebabkan kerusakan/kematian sel-sel hati dan terdeteksi sebagai kanker (cancer) hati.
Sejumlah 85% dari kasus, infeksi Hepatitis C menjadi kronis dan secara perlahan merusak
hati bertahun-tahun. 2,3
.Gejala
Penderita Hepatitis C sering kali orang yang menderita Hepatitis C tidak menunjukkan gejala,
walaupun infeksi telah terjadi bertahun-tahun lamanya. Namun beberapa gejala yang samar
diantaranya adalah ; Lelah, Hilang selera makan, Sakit perut, Urin menjadi gelap dan Kulit
atau mata menjadi kuning yang disebut jaundice (jarang terjadi). Pada beberapa kasus
dapat ditemukan peningkatan enzyme hati pada pemeriksaan urine, namun demikian pada
penderita Hepatitis C justru terkadang enzyme hati fluktuasi bahkan normal. Terkadang
gejala hampir sulit di bedakan dengan hepatitis virus B. Hanya pemeriksaan hasil lab yang
menjadi bukti perbedaan pada HVC dan HVB. 2,3
.Pengobatan
Saat ini pengobatan Hepatitis C dilakukan dengan pemberian obat seperti Interferon alfa, Pegylated
interferon alfa dan Ribavirin. Adapun tujuan pengobatan dari Hepatitis C adalah menghilangkan virus
7

dari tubuh anda sedini mungkin untuk mencegah perkembangan yang memburuk dan stadium akhir
penyakit hati. Pengobatan pada penderita Hepatitis C memerlukan waktu yang cukup lama bahkan
pada penderita tertentu hal ini tidak dapat menolong, untuk itu perlu penanganan pada stadium
awalnya. 3,4

Hepatitis B kronik

Diagnosis hepatitis B kronis dapat dibuat, menurut definisi, hanya setelah enam bulan dari timbulnya
hepatitis B akut. Adalah seringkali sulit untuk mencurigai diagnosis hepatits B kronis berdasarkan
hanya pada gejala-gejala pasien. Penyebab untuk kesulitan ini adalah bahwa individu-individu yang
mengembangkan hepatitis B kronis, seperti diindikasikan sebelumnya, adalah biasanya individuindividu yang sama yang mempunyai sedikit atau tidak ada gejala-gejala untuk mengisyaratkan
timbulnya hepatitis B akut mereka. 1,2
Lebih dari itu, kebanyakan individu-individu dengan infeksi hepatitis B kronis tetap bebas gejala
(asimptomatik) bertahun-tahun, bahkan sampai dua atau tiga dekade. Selama waktu ini, tes-tes darah
pasien ini biasanya paling banyak abnormalnya ringan dan peradangan dan luka parut (fibrosis) hati
majunya sedikit, jika memang ada. Adakalanya, bagaimanapun, individu-individu ini yang jika tidak
dengan hepatitis B kronis yang tidak aktif mungkin mengembangkan pengaktifan-pengaktifan
kembali (flares) dari gejala-gejala akut, tes-tes darah hati yang meningkat, dan peradangan hati.
Pengaktifan-pengaktifan kembali ini menyerupai hepatitis akut, namun mereka dapat menyebabkan
kemajuan dari luka parut (fibrosis) hati yang kronis. Mereka cenderung terjadi pada pria-pria yang
mendapat infeksi kronis pada umur mudanya. 1,2

.Infeksi kronik

Jika seorang terinfeksi secara kronis dengan hepatitis B dan mempunyai sedikit tanda-tanda atau
gejala-gejala dari komplikasi-komplikasi, obat-obat biasanya tidak digunakan. Pasien-pasien ini
diamati secara hati-hati dan diberikan tes-tes darah periodik. Satu tes mengukur 'viral load', yaitu,
jumlah dari viral DNA dalam darah. Dokter-dokter akan merekomendasikan perawatan jika ada tandatanda bahwa virus mulai menyebabkan kerusakan atau jika viral load tinggi. Alasan lain untuk
meresepkan obat adalah jika pasien mempunyai tes yang positif untuk Hepatitis B e-antigen
(HBeAg) dalam darah. HBeAg berhubungan dengan risiko yang meningkat dari kemajuan penyakit
hati dan komplikasi-komplikasinya. 1,2
Pada hepatitis B kronis, tujuan dari perawatan adalah untuk mengurangi risiko dari komplikasikomplikasi termasuk sirosis dan gagal hati. Bagaimanapun, itu memakan waktu berdekade-dekade
untuk komplikasi-komplikasi terjadi, yang membuatnya sulit untuk mempelajari efek dari obat-obat.
Sebagai pengganti untuk menunggu bertahun-tahun untuk menemukan apa yang terjadi, ilmuwanilmuwan telah menggunakan tes-tes seperti viral load atau tes-tes fungsi hati untuk mengevaluasi
apakah obat-obatnya bekerja. Ini logis karena diketahui bahwa orang-orang yang mempunyai jumlahjumlah yang besar dari virus dalan darah mereka berada pada risiko yang paling tinggi untuk
mendapat sirosis. Sampai dengan satu pertiga dari orang-orang dengan viral loads yang sangat tinggi
(lebih dari satu juta viral copies per mililiter darah) akan mengembangkan sirosis melalui satu dekade,
dibanding pada hanya 4.5% dari mereka dengan viral loads yang rendah (lebih sedikit dari 300 viral
copies per mililiter). 3,4
Obat-obat dapat mengurangi jumlah dari virus-virus dalam tubuh dan mungkin mampu untuk
mengeliminasi virus dari aliran darah. Secara logis, ini harus menjurus pada mereka untuk
mempunyai angka yang rendah dari kemajuan ke sirosis (<1% per tahun), meskipun studi-studi yang
besar dan berjangka panjang masih belum dilakukan. Bahkan pada orang-orang yang menghapuskan
virus dari darah mereka, jumlah-jumlah yang rendah dari virus-virus tetap hidup dalam hati dan selsel lain. Jadi, obat-obat tidak menyembuhkan penyakit, namun mereka dapat mencegah atau menunda
komplikasi-komplikasi dan gejala-gejala. Orang-orang yang mempunyai respon yang baik pada
perawatan tetap dapat menularkan virus. Dokter-dokter mengikuti tes-tes darah yang mengukur viral
9

load dan fungsi hati dan mereka mungkin merekomendasikan biopsi-biopsi hati untuk mengevaluasi
apakah obat-obat bekerja. 4,5
Obat-obat yang sekarang dalam penggunaan untuk hepatitis B kronis termasuk interferons dan
nucleoside/nucleotide analogues. Agent-aget baru sedang dikembangkan meskipun mereka masih
dibawah penyelidikan dan dipertimbangkan sebagai bersifat percobaan. Tidak ada petunjuk-petunjuk
yang diterima yang memberitahukan bagaimana setiap pasien harus dirawat. Sebagai akibatnya,
perawatan dibedakan dari orang ke orang. 4,5

D. EPIDEMIOLOGI
Sekitar satu per tiga dari populasi dunia pernah terpapar pada suatu waktu pada virus hepatitis B
(HBV). Selain itu, hampir 350 juta individu-individu diseluruh dunia terinfeksi secara kronis (durasi
yang lama) dengan virus ini. Sebagai akibatnya, komplikasi-komplikasi dari infeksi virus hepatitis B
menjurus pada dua juta kematian-kematian setiap tahunnya. 1,2,3
Menurut angka-angka dari Centers for Disease Control (CDC), 140,000 sampai 320,000 kasusu-kasus
akut (durasi yang pendek) hepatitis B (infeksi hati dengan virus hepatitis) terjadi setiap tahun di
Amerika. Hanya kira-kira 50% dari orang-orang dengan hepatitis B akut, bagaimanapun, mempunyai
gejala-gejala (adalah simptomatik). Diantara pasien-pasien yang simptomatik (symptomatic), 8,400
sampai 19,000 orang-orang diopname dan 140 sampai 320 meninggal setiap tahun di Amerika. Pada
dekade yang lalu, bagaimanapun, suatu penurunan yang lebih dari 70% dalam kejadian hepatitis B
akut telah terjadi di Amerika. Penurunan ini mungkin berkaitan dengan kesadaran publik yang
meninggi pada HIV dan AIDS dan praktek-praktek seksual yang lebih aman yang diakibatkannya.
(Hepatitis Virus B dan HIV disebarkan dalam suatu cara yang hampir sama). Pada saat ini, kejadiankejadian hepatitis B akut yang paling tinggi adalah diantara dewasa-dewasa muda, terutama orangorang hitam dan orang-orang hispanik, antara umur 20 dan 30 tahun. 1,2,3
Kebanyakan dewasa-dewasa (lebih besar dari 95%) dengan hepatitis B akut akan sembuh sepenuhnya.
Sebagai akibatnya, mereka akan menjadi imun (terlindung dari) terhadap suatu infeksi virus hepatitis
10

B masa depan. Berlawanan dengannya, kebanyakan bayi-bayi dan anak-anak yang terinfeksi dengan
virus hepatitis B akut akan menjadi terinfeksi kronis dengan virus. Jadi, di Amerika, suatu perkiraan
dari 1 sampai 1.25 juta orang-orang terinfeksi kronis dengan virus hepatitis B. Lebih jauh, 5,000
sampai 6,000 orang-orang meninggal setiap tahun dari penyakit hati virus hepatitis B kronis dan
komplikasi-komplikasinya, termasuk kanker hati (hepatocellular carcinoma) primer (berasal dari
hati). Pada beberapa bagian-bagian dunia, infeksi virus hepatitis B adalah selalu hadir (endemic)
dalam populasinya. Contohnya, di Asia Tenggara dan Afrika Sub-Sahara, sebanyak 15 sampai 20%
dari dewasa-dewasa terinfeksi kronis dengan virus hepatitis B. Di Amerika, angka-angka sebegitu
tinggi dari infeksi-infeksi kronis terlihat hanya diantara kelompok-kelompok etnik spesifik yang
tertentu. Kelompok-kelompok ini termasuk pribumi-pribumi Alaska, orang-orang kepulauan Pasifik,
dan bayi-bayi dari ibu-ibu imigran (pendatang) generasi pertama dari negara-negara dengan angkaangka infeksi virus hepatitis B yang tinggi. 1,2,3

E. ETIOLOGI
Penyebab hepatitis B virus adalah hepadna virus yang mempunyai genom DNA sircular
double stranded, virua ini spesifik menginfeksi hati karna reseptor spesifik untuk virus hanya
terdapat membrana sel hapatosit dan faktor transkipsi virus ini hanya terdapat dalam sel hati.
Keracunan obat, dan paparan berbagai macam zat kimia juga dapat menjadi penyebab
kesusakan hati seperti karbon tetraklorida, chlorpromazine, chloroform, arsen, fosfor, dan zatzat lain yang digunakan sebagai obat dalam industri modern. 2,3

F. MANIFESTASI KLINIK
Hepatitis B akut adalah penyakit awal yang timbulnya cepat dan berlangsung singkat yang berakibat
dari infeksi virus hepatitis B. Kira-kira 70% dari dewasa-dewasa dengan hepatitis B akut mempunyai
sedikit atau tidak ada gejala-gejala. Sisanya yang 30% mengembangkan gejala-gejala yang signifikan
11

dua sampai empat bulan setelah terpapar pada virus hepatitis B. Periode waktu ini antara terpapar dan
gejala-gejala petama disebut periode inkubasi. Gejala-gejala yang paling umum dari hepatitis B akut
adalah kelelahan, kehilangan nafsu makan, mual, dan sakit perut diatas daerah hati. Kekuningan atau
jaundice (kulit kuning) seringkali menemani gejala-gejala lain ini. Ketika ini terjadi, infeksi biasanya
dirujuk sebagai hepatitis ikterik akut [acute icteric (jaundiced) hepatitis]. 2,3
Adakalanya, individu-individu dengan hepatitis B akut mengembangkan apa yang disebut gejalagejala prodromal. Ini adalah gejala-gejala yang mulai tepat sebelum timbulnya gejala-gejala hepatitis
yang dibahas dalam paragraf sebelumnya. Kadangkala, gejala-gejala prodromal menyerupai suatu
reaksi alergi, seperti ruam kulit, sakit dan bengkak sendi-sendi, dan demam derajat rendah. Waktuwaktu lain, gejala-gejala prodromal menyerupai gejala-gejala influensa. 2,3
Jarang (kurang dari 0.5% dari dewasa-dewasa), individu-individu dengan hepatitis B akut dapat
mengembangkan gagal hati akut (hepatitis fulminan). Pasien-pasien ini adalah sangat sakit dengan
gejala-gejala hepatitis akut yang telah dibahas dan persoalan-persoalan tambahan dari kebingungan
atau koma (encephalopathy) dan memar atau perdarahan (coagulopathy). Faktanya, sampai dengan
80% dari orang-orang dengan hepatitis fulminan dapat meninggal dalam waktu beberapa hari sampai
beberapa minggu. 2,3

G. PATOFISIOLOGI
Virus hepatitis B sendiri tidak secara langsung menyebabkan kerusakkan pada hati. Agaknya, respon
imun tubuh pada virus secara bertentangan menyebabkan kerusakkan. Jadi, pada suatu infeksi virus
hepatitis B, respon imun tubuh pada virus bertanggunga jawab untuk kedua-duanya, eliminasi
12

(penghilangan) virus hepatitis B dari tubuh dan kesembuhan dari infeksi. Namun, pada saat yang
bersamaan, luka pada sel-sel hati disebabkan oleh respon imun yang sama itu pada virus hepatitis B
dalam sel-sel hati. 3,4
Oleh karenanya, ada suatu keseimbangan antara efek-efek yang melindungi dan yang merusak dari
respon sistim imun pada virus hepatitis B. Bagaimana keseimbangan ini dicapai menentukan hasil
akhir pada seorang individu yang terinfeksi dengan virus hepatitis. Makanya, suatu infeksi virus
hepatitis B akut dapat menjurus pada kesembuhan (hasil yang umum), pada gagal hati akut (jarang),
dan adakalanya pada infeksi kronis. Infeksi kronis dapat berakibat pada suatu keadaan pengidap sehat
(healthy carrier, dimana orang yang terpengaruhi mengandung virus namun tetap sehat) atau berlanjut
ke sirosis (luka parut yang berat, atau fibrosis dari hati) dan komplikasi-komplikasinya, termasuk
kanker hati. 3,4

H. KOMPLIKASI HBV
Orang dengan hepatitis B akut hanya kira-kira 50% yang mengala,i komplikasi , bagaimanapun,
mempunyai gejala-gejala (adalah simptomatik). Diantara pasien-pasien yang simptomatik
13

(symptomatic), 8,400 sampai 19,000 orang-orang diopname dan 140 sampai 320 meninggal setiap
tahun di Amerika. Pada dekade yang lalu, bagaimanapun, suatu penurunan yang lebih dari 70% dalam
kejadian hepatitis B akut telah terjadi di Amerika. Penurunan ini mungkin berkaitan dengan kesadaran
publik yang meninggi pada HIV dan AIDS dan praktek-praktek seksual yang lebih aman yang
diakibatkannya. (Hepatitis Virus B dan HIV disebarkan dalam suatu cara yang hampir sama). Pada
saat ini, kejadian-kejadian hepatitis B akut yang paling tinggi adalah diantara dewasa-dewasa muda,
terutama orang-orang hitam dan orang-orang hispanik, antara umur 20 dan 30 tahun.

3,4

Kebanyakan dewasa-dewasa (lebih besar dari 95%) dengan hepatitis B akut akan sembuh sepenuhnya.
Sebagai akibatnya, mereka akan menjadi imun (terlindung dari) terhadap suatu infeksi virus hepatitis
B masa depan. Berlawanan dengannya, kebanyakan bayi-bayi dan anak-anak yang terinfeksi dengan
virus hepatitis B akut akan menjadi terinfeksi kronis dengan virus. Jadi, di Amerika, suatu perkiraan
dari 1 sampai 1.25 juta orang-orang terinfeksi kronis dengan virus hepatitis B. Lebih jauh, 5,000
sampai 6,000 orang-orang meninggal setiap tahun dari penyakit hati virus hepatitis B kronis dan
komplikasi-komplikasinya, termasuk kanker hati (hepatocellular carcinoma) primer (berasal dari
hati). 3,4

I. PENATALAKSANAAN

14

Penderita yang diduga Hepatitis B, untuk kepastian diagnosa yang ditegakkan maka akan
dilakukan periksaan darah. Setelah diagnosa ditegakkan sebagai Hepatitis B, maka ada cara
pengobatan untuk hepatitis B, yaitu pengobatan telan (oral) dan secara injeksi.
. Pengobatan oral yang terkenal adalah :
a. Pemberian obatLa mi vudine dari kelompok nukleosida analog, yang dikenal dengan nama
3TC. Obat ini digunakan bagi dewasa maupun anak-anak, Pemakaian obat ini cenderung
meningkatkan enzyme hati (ALT) untuk itu penderita akan mendapat monitor bersinambungan
dari dokter. 5
b. Pemberian obat Adefovir dipivoxil (Hepsera). Pemberian secara oral akan lebih efektif,
tetapi pemberian dengan dosis yang tinggi akan berpengaruh buruk terhadap fungsi ginjal. 5
c. Pemberian obat Baraclude (Entecavir). Obat ini diberikan pada penderita Hepatitis B kronik,
efek samping dari pemakaian obat ini adalah sakit kepala, pusing, letih, mual dan terjadi
peningkatan enzyme hati. Tingkat keoptimalan dan kestabilan pemberian obat ini belum
dikatakan stabil. 5
. Pengobatan dengan injeksi/suntikan adalah ;

a.Pemberian suntikanMicro sphere yang mengandung partikel radioaktif pemancar sinar yang akan
menghancurkan sel kanker hati tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya. InjeksiAlfa Interferon
(dengan nama cabang INTRON A, INFERGEN, ROFERON) diberikan secara subcutan dengan skala
pemberian 3 kali dalam seminggu selama 12-16 minggu atau lebih. Efek samping pemberian obat ini
adalah depresi, terutama pada penderita yang memilki riwayat depresi sebelumnya. Efek lainnya adalah
terasa sakit pada otot-otot, cepat letih dan sedikit menimbulkan demam yang hal ini dapat dihilangkan
dengan pemberian paracetamol. 5

15

J. PREVENTIF

Hepatitis B adalah suatu penyakit yang dapat dicegah. Terpenting, praktek-praktek


perlindungan spesifik harus dipromosikan untuk menghindari risiko penularan virus secara
seksual atau oleh darah yang tercemar. Sebagai tambahan, dua tipe dari immunoprophylaxis
(pencegahan dengan metode-metode imunologi) tersedia untuk mencegah virus hepatitis B.
Yang satu adalah perlindungan pasif, dimana antibodi-antibodi terhadap virus hepatitis B
diberikan kepada pasien. Yang lainnya adalah perlindungan aktif, atau vaksinasi, yang
menstimulasi tubuh untuk menghasilkan antibodi-antibodinya sendiri. 4,5

Vaksinasi Pasif

Pada metode perlindungan pasif, anti-Hbs, yang adalah antibodi-antibodi spesifik terhadap
HBsAg diberikan. Preparat yang tersedia dari antibodi-antibodi sepesifik dikenal sebagai
hepatitis B immune globulin atau HBIG (BayHep B). HBIG terbentuk dari plasma (suatu
produk darah) yang diketahui mengandung suatu konsentrasi yang tinggi dari antibodiantibodi permukaan hepatitis B (hepatitis B surface). Perlindungan pasif biasanya diberikan
setelah suatu paparan pada virus untuk mencegah seorang yang peka memperoleh virus
16

hepatitis B. Jika diberikan dalam 10 hari dari paparan pada virus, HBIG adalah hampir selalu
berhasil dalam mencegah infeksi virus hepatitis B. Bahkan jika diberikan sedikit lebih telat,
bagaimanapun, HBIG mungkin mengurangi keparahan dari suatu infeksi virus hepatitis B.
Perlindungan terhadap virus hepatitis B berlangsung/bertahan untuk kira-kira tiga minggu
setelah HBIG diberikan. Tidak ada kasus-kasus yang didokumentasikan dari penularan HIV
yang telah dikaitkan dengan pemberian HBIG. 4,5

Vaksinasi Aktif

Untuk perlindungan aktif, atau vaksinasi, suatu antigen virus hepatitis B virus yang tidak berbahaya
diberikan untuk menstimulasi sistim imun tubuh untuk menghasilkan antibodi-antibodi yang
melindungi terhadap virus hepatitis B. Vaksin dengan demikian mencegah infeksi virus hepatitis B.
Vaksin-vaksin virus hepatitis B yang pertama diturunkan dari plasma yang disatukan (gabungan) yang
diperoleh dari orang-orang dengan tingkat-tingkat HBsAg yang tinggi. Vaksin-vaksin yang sekarang
tersedia di Amerika dibuat (disintesis) menggunakan teknologi penggabungan-ulang (recombinant)
DNA (menggabungkan segmen-segmen DNA). Vaksin-vaksin recombinant hepatitis B ini (Energix-B
dan Recombivax-HB) dikonstrusikan mengandung hanya bagian dari HBsAg yang sangat berpotensi
dalam menstimulasi sistim imun untuk menghasilkan anti-HBs. Vaksin tidak mengandung komponen
virus lainnya dan adalah tidak menular (tidak menyebabkan infeksi). 4,5
Vaksin hepatitis B diberikan sebagai suatu rangkaian dari tiga suntikan-suntikan intramuskular. Untuk
efek yang maksimal, vaksin harus disuntikan pada otot deltoid (pundak) pada dewasa-dewasa. Lebih
dari 95% dari anak-anak dan anak-anak remaja, dan lebih dari 90% dari dewasa-dewasa yang muda
dan sehat mengembangkan antibodi-antibodi (anti-HBs) yang memadai dalam responnya pada
rangkaian dari tiga dosis yang direkomendasikan. Suatu kekurangan respon pada vaksin-vaksin
17

hepatitis B tampaknya ditentukan oleh gen-gen warisan (diturunkan) yang spesifik dari individu yang
mempengaruhi produksi antibodi-antibodi tertentu dari tubuh. Orang-orang yang merespon dengan
antibodi-antibodi yang memadai pada vaksin hepatitis B terlindung terhadap hepatitis B. Sebagai
tambahan, mereka, oleh karenanya, terlindung terhadap penyakit-penyakit yang tergantung dari virus
hepatitis B, seperti hepatitis B kronis, sirosis virus hepatitis B dan komplikasi-komplikasinya
(termasuk kanker hati hepatitis B), polyarteritis nodosa, dan hepatitis delta. 5

Komite Penasehat pada Praktek-Praktek Imunisasi pada Pusat-Pusat Pengontrolan Penyakit


merekomendasikan vaksinasi hepatitis B untuk setiap orang berumur 18 tahun atau lebih muda, dan
untuk dewasa-dewasa yang berumur lebih dari 18 tahun yang berada pada risiko yang meningkat
untuk infeksi virus hepatitis B. Vaksinasi hepatitis B telah direkomendasikan sebagai suatu vaksinasi
untuk bayi-bayi sejak 1991 dan untuk remaja-remaja sejak 1995. Dewasa-dewasa yang berada pada
risiko yang meningkat untuk infeksi virus hepatitis B, dan mereka, oleh karenanya, harus menerima
vaksin termasuk: heteroseksual-heteroseksual yang aktif secar seksual dengan lebih dari satu
pasangan seksualnya dalam waktu sebelum enam bulan atau suatu sejarah dari suatu penyakit yang
ditularkan secara seksual; pria-pria yang mempunyai hubunga seksual dengan pria-pria; penggunapengguna dari obat-obat suntikan yang ilegal (terlarang); orang-orang dengan suatu risiko infeksi dari
pekerjaannya (contohnya, pekerja-pekerja pelayanan kesehatan); pasien-pasien hemodialysis; kontakkontak rumah tangga dan seksual dari orang-orang dengan infeksi virus hepatitis B kronis; dan
penghuni-penghuni dan staf dari institusi-institusi kejiwaan dan penjara-penjara. 5
Kebanyakan orang-orang dengan fungsi imun yang normal yang merespon secara memadai pada
rangkaian 3-dosis vaksin hepatitis B akan mungkin tetap terlindungi secara tidak terbatas. Contohnya,
mereka terlindungi bahkan ketika tingkat-tingkat anti-HBs dalam darah, yang secara normal
berkurang secara perlahan dalam waktu bertahun-tahun, menjadi begitu rendah sehingga mereka tidak
terdeteksi oleh tes-tes yang biasanya digunakan. Untuk sebab ini, memonitor tingkat-tingkat darah

18

anti-HBs setelah vaksinasi dan dosis-dosis pendorong (booster) masa depan tidak direkomendsikan
pada orang-orang yang sehat. 5
Diantara pasien-pasien yang tidak merespon pada suatu rangkaian tiga dosis vaksin hepatitis B, 25
sampai 50% dari mereka dengan fungsi imun yang normal akan merespon pada suatu dosis vaksin
tambahan dan 50 sampai 75% akan merespon pada tiga dosis tambahan. Seseorang yang tidak
merespon pada enam dosis vaksin, bagaimanapun, tidak akan mendapat manfaat dari dosis tambahan
dan tidak terlindung dari infeksi virus hepatitis B. Akhirnya, seorang individu yang sistim imunnya
terganggu mempunyai suatu angka respon antibodi yang jauh lebih rendah pada vaksin hepatitis B
standar. Contoh-contoh dari individu-individu dengan sistim imun yang terganggu termasuk
penerima-penerima pencangkokan atau orang-orang dengan infeksi HIV, kanker, atau gagal ginjal
kronis. 5

K. PROGNOSIS
Seperti disebutkan sebelumnya, suatu kemampuan individu untuk menghilangkan/mengeliminasi
virus hepatitis B dari tubuh dan sembuh dari hepatitis B akut tergantung dari kekuatan respon imun
tubuh pada infeksi. Lebih kuat respon imunnya, lebih besar kemungkinan mengeliminasi virus dan
sembuh. Dengan tanda yang sama, bagaimanapun, lebih kuat respon imun, lebih mungkin kejadian
dari luka hati dan gejala-gejala akut. Pada sisi lain, suatu respon imun yang lebih lemah berakibat
pada luka hati yang lebih sedikit dan lebih sedikit gejala-gejala. Pada saat yang bersamaan,
bagaimanapun, respon imun yang lebih lemah berakibat pada eliminasi/pembersihan virus yang lebih
sedikit dan suatu kemungkinan yang lebih besar mengembangkan infeksi virus hepatitis B kronis.
Tentu saja, kebanyakan bayi-bayi dan anak-anak yang memperoleh infeksi virus hepatitis B akut
adalah asimptomatik, namun angka mereka mengembangkan virus hepatitis B kronis adalah lebih
besar dari 95%. 4,5
Kebanyakan dewasa-dewasa (sekitar 95%), terutama yang dengan hepatitis B ikterik yang akut dan
simptomatik, akan sembuh sepenuhnya dari infeksi dalam dua sampai tiga bulan. Mereka juga akan
mengembangkan kekebalan, yaitu, perlindungan dari suatu infeksi virus hepatitis B yang berikutnya.
19

Lebih dari itu, individu-individu ini jarang mengembangkan penyakit hati kronis. Berlawanan
dengannya, orang-orang dewasa yang dengan sedikit atau tidak ada gejala-gejala selama episode
hepatitis B akutnya, jika dibandingkan pada dewasa-dewasa dengan gejala-gejala, kemungkinan lebih
kecil membersihkan/menghilangkan infeksinya dan lebih mungkin mengembangkan hepatitis B
kronis. 4,5

BAB III
PENUTUP
Seorang wanita 30 tahun dengan keluhan demam,nyeri kepala, merasa lemah dan nafsu
makan sangat menurun, mata kuning, mengaku pengguna narkoba suntik. Pada pemeriksaan
skela ikterik, hatinya melebar 2 jari di bawah arcus costae, nadi 104/menit, tekanan darah
110/70mm hg, suhu tubuh 38,8C.
Lab: leukosit 9400/ul, biliribin total dan direk meningkat, uji fungsi hati (SGOT,
SGPT,gamma GT) meningkat. Serologi antiHAV (-), anti HCV (-), HbsAg (+), anti HBS
(-) ,antiHBC (+).
Dari hasil anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang wanita ini menderita Hepatitis Virus
B Akut.

20

DAFTAR PUSTAKA

1. Sudoyo W Aru,Setiohadi Bambang,Alwi Idrus, K Simadibrata M,Setiati Siti. Ilmu


penyakit dalam. Edisi V. Jakarta:InternaPublishing ;2009.
2. Rubenstein David,Wayne David, Bradley Jhon. Kedokteran klinis. Edisi ke-6.
Jakarta:Erlangga;2003.
3. Price SA, Wilson M. Patofisiologi konsep klinis proses-proses penyakit. Edisi ke - 6.
Jakarta:EGC;2006.
4. Sulaiman Ali, Daldiyono, Akbar NuruL , Rani Aziz. Gastroenterologi hepatologi.
Jakarta : Sagung seto; 2003.
5. Gunawan Sulistia G, Nasfrialdi RS. Farmakologi dan terapi. Edisi ke 5. Jakarta: Balai
penerbitan FKUI ; 2009. Hal 683-46.

21

22