Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH SATUAN OPERASI II

EKSTRAKSI MINYAK KOPI ROBUSTA

DISUSUN OLEH:
NAMA
NIM

: UYUN HANDAYANI
: J1A013139

PROGRAM STUDI ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN


FAKULTAS TEKNOLOGI PANGAN DAN AGROINDUSTRI
UNIVERSITAS MATARAM
2015

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis haturkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Ekstraksi
Minyak Kopi Robusta tanpa ada hambatan yang berarti dan Alhamdulillah selesai tepat pada
waktunya. Penyusunan makalah ini untuk melengkapi tugas mata kuliah Satuan Operasi II.
Keberhasilan penyelesaian makalah ini, tidak lepas dari dorongan dan bantuan dari berbagai
pihak sehingga penyusunan makalah ini dapat terselesaikan dengan baik. Oleh karena itu,
ucapan terimakasih yang tiada terhingga penulis ucapkan kepada semua pihak yang telah
membantu.
Namun, penulis menyadari akan keterbatasan kemampuan dan pengalaman yang
dimiliki penulis menyebabkan makalah ini jauh dari kesempurnaan. Karena itu, kritik dan
saran yang sifatnya membangun dari Bapak/Ibu, rekan-rekan semua yang sangat penulis
harapkan.
Akhir kata, semoga apa yang penulis sajikan dalam makalah ini dapat berguna bagi
kita semua.
Mataram, 20 April 2015

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..................................................................................................................2
DAFTAR ISI...............................................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN...........................................................................................................4
1.1.Latar Belakang..................................................................................................................4
1.2. Rumusan Masalah............................................................................................................4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA.................................................................................................5
2.1. Kopi Robusta....................................................................................................................5
2.2. Minyak Kopi (Coffee Bean Oil)...................................................................................5
2.3. Sokhelet Ekstraksi............................................................................................................6
BAB III PEMBAHASAN...........................................................................................................8
BAB IV PENUTUP..................................................................................................................11
4.1. Kesimpulan.....................................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................12

BAB I PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Biji kopi robusta merupakan komoditas pertanian Indonesia yang memiliki nilai

ekonomis yang tinggi. Produksi kopi robusta saat ini mencapai sepertiga produksi kopi
seluruh dunia (Anonim, 2012). Adapun pemilihan biji kopi robusta untuk menghasilkan
minyak kopi karena kopi ini memiliki aroma kopi yang lebih kuat. Dalam Biji Kopi
terkandung 10-15% minyak kopi yang tersusun dari senyawa kafein, asam palmitic,
asam linoleat, asam stearik,dll. Minyak kopi memiliki peranan penting baik dalam
industri kopi itu sendiri maupun di bidang industri lainnya. Salah satu manfaat minyak kopi
adalah dalam bidang panagan adalah untuk aromatisasi kopi dengan menyemprotkannya
pada kopi bubuk terutama pada kopi instant. Selain itu, minyak kopi juga ditambahkan
dalam beberapa produk kosmetik seperti lulur karena bermanfaat untuk kesehatan kulit .
Menurut Tamzil A, (2009) Pengambilan minyak dari biji kopi ini dapat dilakukan
dengan metode ekstraksi yaitu metode sokhelet

ekstraksi. Metode sokhelet ekstraksi,

merupakan suatu metode pemisahan yang digunakan untuk mengeluarkan satu atau beberapa
komponen dari suatu padatan atau cairan dengan bantuan pelarut.

1.2.
Rumusan Masalah
1. Bagaimana proses ekstraksi minyak kopi robusta dengan metode sokhelet ektraksi ?
2. Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi proses ekstraksi minyak kopi robusta?

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1. Kopi Robusta
Kopi merupakan salah satu jenis tanaman perkebunan yang sudah lama dibudidayakan
dan memiliki nilai ekonomis yang lumayan tinggi. Konsumsi kopi dunia mencapai 70%
berasal dari spesies kopi arabika dan 26% berasal dari spesies kopi robusta. Kopi Canephora
juga disebut kopi Robusta. Nama Robusta dipergunakan untuk tujuan perdagangan,
sedangkan Canephora adalah nama botanis. Jenis kopi ini berasal dari Afrika, dari pantai
barat sampai Uganda. Kopi robusta memiliki kelebihan dari segi produksi yang lebih
tinggi di bandingkan jenis kopi Arabika dan Liberika. Sistematika tanaman kopi robusta
menurut Rahardjo, (2012) adalah sebagai berikut:
Kingdom
: Plantae
Sub kingdom : Tracheobionita
Devisi
: Magnoliophyta
Kelas
: Magnoliopsida
Sub Kelas
: Astridae
Ordo
: Rubiaceace
Genus
: Coffea
Spesies
: Coffea robusta
Kopi robusta biasanya digunakan sebagai kopi instant atau cepat saji. Kopi robusta
memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi, rasanya lebih netral, serta aroma kopi
yang lebih kuat. Kandungan kafein pada kopi robusta mencapai 2,8% serta memiliki

jumlah

kromosom

sebanyak

22. kromosom.

Produksi kopi robusta saat ini

mencapaisepertiga produksi kopi seluruh dunia (Anonim, 2012).


2.2. Minyak Kopi (Coffee Bean Oil)
Minyak kopi merupakan

suatu

senyawa

yang

sebagian

besar mengandung

triasigliserol dengan sejumlah konstituen senyawa aromatik. Biji Kopi mengandung 1015% minyak kopi dimana minyak ini dihasilkan dari biji kopi yang telah disangrai.
Menurut Ravindranath, R. (2006) Sifat kimia dan sifat fisik minyak kopi adalah sebagai
berikut :
Berbau harum dan menyengat seperti bau kopi
Berwarna coklat kehitaman (berasal dari kopi yang telah disangrai)
Tidak larut dalam air
Mempunyai titik didih 220-290C
Mempunyai berat jenis (densitas) 0,94 0,98 gr/ml
Mempunyai angka penyabunan berkisar antara 188 195 mg NaOH/gr minyak
Adapun fungsi atau kegunaan utama minyak kopi Menurut Pereira, S. (2000)
ialah sebagai sumber aroma kopi terutama pada kopi instant dengan cara penyemprotan.
Adapun kegunaan minyak kopi ialah sebagai berikut :
1. pemberi aroma khas pada kopi
2. bahan untuk pembuatan produk olahan kopi lainnya, seperti permen kopi
3. bahan kosmetik, contoh : lulur
2.3. Sokhelet Ekstraksi
Salah satu metode yang digunakan untuk memperoleh minyak kopi yaitu dengan
ekstraksi. Ekstraksi adalah proses pemisahan komponen-komponen dalam larutan
berdasarkan perbedaan kelarutannya (solubilitas). Metode ini memanfaatkan perbedaan
kelarutan antara minyak dan bahan bahan lain di dalam biji kopi terhadap pelarut. Sifat
selektivitas pelarut yang digunakan menentukan tingkat kemurnian minyak kopi yang
diperoleh. Oleh karena itu, pemilihan jenis pelarut memegang peranan yang sangat
penting(Tamzil A., 2009).
Cara kerja ekstraksi dengan pelarut menguap cukup sederhana yaitu dengan cara
memasukkan bahan yang diekstraksi ke dalam ekstraktor khusus (soklet). Ekstraksi
berlangsung secara sistematik pada suhu tertentu dengan menggunakan pelarut. Pelarut
akan berpenetrasi ke dalam bahan. Minyak hasil ekstraksi dengan pelarut mempunyai
keunggulan yaitu mempunyai bau yang mirip bau alamiah (Wikipedia, 2015).

Gambar 1. Ekstraksi Menggunakan Sokhelet


Pelarut yang dapat digunakan adalah heksana dan etanol. Etanol merupakan
senyawa organik yang tersusun dari unsur-unsur karbon, hidrogen, dan oksigen. Etanol
digunakan sebagai solvent untuk melarutkan obat-obatan, penguat rasa, dan zat warna
yang tidak mudah larut dalam air. N-heksana dibuat dari hasil penyulingan minyak
mentah dimana untuk produk industrinya ialah fraksi yang mendidih pada suhu 65-70C.
Heksana digunakan di laboratorium untuk mengekstrak minyak dan lemak (Wikipedia,
2015).
Factor-faktor yang mempengaruhi dalam suatu proses ekstraksi adalah :
1) jumlah solvent,
2) suhu ekstraksi,
3) jenis solvent,
4) ukuran partikel solid,
5) waktu ekstraksi,
6) jumlah tahap ( stage ),
7) viskositas pelarut,
8) laju alir pelarut.

BAB III PEMBAHASAN


Ekstraksi adalah proses pemisahan komponen-komponen terlarut dari komponen yang
tidak larut dari suatu campuran dengan pelarut yang sesuai (Leniger dan Beverloo, 1975).
Proses ekstraksi dipengaruhi oleh lama ekstraksi, suhu dan jenis pelarut yang digunakan.
Semakin lama waktu yang digunakan dan semakin tinggi suhu yang digunakan, semakin
sempurna proses ekstraksi. Semakin dekat tingkat kepolaran pelarut dengan komponen yang
akan diekstrak, semakin sempurna proses ekstraksi. Prinsip ekstraksi menggunakan pelarut
adalah bahan yang akan diekstrak kontak langsung dengan pelarut selama selang waktu
tertentu dan komponen yang akan diekstrak akan terlarut dalam pelarut.
Sebelum memulai ekstraksi, dilakukan persiapan bahan baku yang mencakup
pengeringan bahan sampai kadar air tertentu dan penggilingan bahan untuk mempermudah
proses ekstraksi (Purseglove et al., 1981). Selain itu, tingkat kemudahan ekstraksi bahan
kering masih ditentukan oleh ukuran partikel bahan. Bahan yang akan diekstrak sebaiknya
berukuran seragam untuk mempermudah kontak antar bahan dengan pelarut (Purseglove et
al., 1981).
Menurut Tamzil A., (2009), prosedur proses ekstraksi minyak kopi robusta adalah
sebagai berikut :
1) Biji kopi yang telah dikeringkan, digiling halus hingga berbentuk bubuk, lalu
timbang sample sebayak 100 gram.
2) Masukkan sample yang telah ditimbang ke dalam kertas saring yang dibentuk seperti
silinder dimana besarnya sesuai dengan ukuran sokhelet yang digunakan.
3) Sampel sebanyak 100gr dimasukkan ke dalam sokhelet yang telah dirangkai dengan
condenser dan labu didih.
4) Solven berupa heksana 96% dimasukan ke dalam labu didih sebanyak 600ml.
5) Kemudian rangkaian soxhelet tersebut diletakkan diatas pemanas lalu dipanaskan
selama 120 menit sehingga didapat hasil ekstraksi berupa campuran minyak kopi
dengan pelarut. Kemudian dilanjutkan dengan proses evaporasi.

B
S
P
E
E
R
I
O
E
K
V
E
J
R
N
S
A
N
I
T
G
T
P
D
A
E
G
R
O
E
K
S
R
I
A
R
M
O
I
L
K
A
E
P
N
I
S
N
I
G
N
I
I
A
G
N
A

Biji kopi robusta

Bubuk kopi halus ditimbang sebanyak 100 gr


Metode sokhelet ekstraksi, dengan 600 ml pelarut
heksana selama 120 menit

Minyak kopi rendemen sebesar 1,84 8,165%.

N
Gambar 2. Diagram Alir Proses Minyak Kopi Robusta

Nama-nama instrumen dan fungsinya :


1. Kondensor : berfungsi sebagai pendingin, dan juga untuk mempercepat proses
pengembunan.
2. Timbal : berfungsi sebagai wadah untuk sampel yang ingin diambil zatnya.

3.

Pipa F : berfungsi sebagai jalannya uap, bagi pelarut yang menguap dari proses
penguapan.

4.

Sifon : berfungsi sebagai perhitungan siklus, bila pada sifon larutannya penuh kemudian
jatuh ke labu alas bulat maka hal ini dinamakan 1 siklus

5.

Labu alas bulat : berfungsi sebagai wadah bagi sampel dan pelarutnya

6.

Hot plate : berfungsi sebagai pemanas larutan.

Gambar 3. Minyak Kopi Robusta

Proses evaporasi merupakan proses lanjutan dengan tujuan untuk memisahkan minyak
kopi dari pelarutnya sehingga didapatkan ekstrak minyak kopi yang berwarna kecokelatan.
Pada proses evaporasi ini digunakan separangkat alat evaporasi vakum. Setelah didapatkan
minyak kopi, minyak tersebut dimasukkan ke dalam botol sampel. Secara umum, teknis
pembuatan minyak kopi dengan metode sokhelet ekstraksi ini adalah memanfaatkan
perbedaan kelarutan (solubilitas) antara minyak dan bahan bahan lain didalam kopi.
Penggunaan pelarut heksana pada ekstraksi ini akan memperlihatkan perubahan warna
dimana akan dihasilkan larutan minyak yang masih bercampur pelarut berwarna kuning
bening. Setelah dipisahkan dari pelautnya, heksana, maka akan dihasilkan minyak kopi
berwarna cokelat.
Hasil ekstraksi minyak kopi dengan menggunakan pelarut heksana yang didapat
berwarna cokelat dan kental , bau pekat

dan terdapat sedikit endapan (seperti lemak).

Kemudian Semakin lamanya waktu ekstraksi, maka semakin besar pula nilai berat jenis
yang didapat. Ekstraksi dengan pelarut heksana ini memberikan rendemen sebesar 1,84
8,165%. Hal ini dikarenakan pelarut heksana lebih reaktif sebagai pelarut sehingga
dapat mengesktrak lebih banyak minyak kopi yang terdapat pada bubuk kopi, dapat dilihat
bahwa ekstraksi dengan pelarut heksana memberikan hasil yang optimal yakni sebesar
8,165%. Hal ini juga menunjukkan bahwa semakin besar volume pelarut dan semakin
lama waktu ekstraksi maka semakin besar persen rendemen yang dihasilkan. Hasil yang
diperoleh mendekati data literatur yang sudah ada. Berdasarkan literatur, diketahui bahwa
biji kopi mengandung 10 15% minyak kopi (Tamzil A., 1985).

BAB IV PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Minyak kopi memiliki peranan penting baik dalam industripangani maupun di
bidang industri kosmetik (sebagai lulur, aroma terapi). Salah satu manfaat minyak kopi
adalah dalam bidang panagan adalah untuk aromatisasi kopi dengan menyemprotkannya
pada kopi bubuk terutama pada kopi instant dan juga dapat digunakan dalam produksi
permen kopi. Pada proses ekstraksi minyak kopi robusta dengan metode skholet ekstraksi,
jenis pelarut, volume pelarut, dan lamanya waktu ekstraksi berpengaruh terhadap nilai berat
jenis dan persen rendemen. Semakin lama waktu ekstraksi maka semakin tinggi berat
jenis minyak kopi serta semakin besar persen rendemen yang didapatkan.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2015. Proses Pembuatan Kopi Luwak. http:// proses-pembuatan-kopiluwak.html.
(Diakses 10 April 2015).
Leniger, H. H. and W. A Beverloo. 1975. Food Process Engineering. D. Reidel Publ. Co.
Boston.
Pereira, S. 2000. Data for the Extraction of Coffee and Sunflower Oils with Ethanol,
Journal Equilibrium Vol 3: 220-224. (Online). htpp://brazilianjournal.com. (Diakses 5
April 2015)
Purseglove, J. W., E. G. Brown, C. L. Green, S. R. J. Robins. 1981. Spices Vol. 1. Longman
Inc., New York.
Rahardjo, Pudji. 2012. Panduan Budidaya dan Pengolahan Kopi Arabika dan Robusta.
Penebar Swadaya. Jakarta
Ravindranath, R. 2006. Composition And Characteristic Of Indian Coffee Bean, Spent
Srounds
And
Oil. Journal
of
Science
and Agriculture (Online).
htpp://wileyintersciencejournal.com, (Diakses 5 April 2015)
Tamzil A., 2013, Pengaruh Pelarut Heksana Dan Etanol, Volume Pelarut, Dan Waktu
Ekstraksi Terhadap Hasil Ekstraksi Minyak Kopi. Jurnal Teknik Kimia, No. 1, Vol. 16,
Januari 2009.
Wikipedia. 2015. Hexane. htpp://www.wikipedia.org, (Diakses 10 April 2015).
Wikipedia. 2015. Ekstraksi. htpp://www.wikipedia.org, (Diakses 10 April 2015).