Anda di halaman 1dari 5

Orang Indonesia banyak menyangka bahwa putaw sama dengan heroin kelas

bawah, padahal heroin merupakan narkotik jenis opioid yg diproses dari getah
opium yg terlebih dahulu dijadikan morphine, sedangkan putaw adalah 100%
narkotik opioid sintetik alias designer drug.
Oleh karena dihasilkan melalui proses sintetik maka harga putaw-pun lebih
murah ketimbang heroin dan morphine sehingga harganya terjangkau bagi
kalangan menengah orang Indonesia yg memiliki tingkat pendapatan rendah.
Walaupun dengan harga yg lebih murah akan tetapi kekuatan bius dari putaw
jauh melebihi morphine, yaitu kurang lebih 100x lipat lebih kuat walaupun efek
euphorianya kalah kuat ketimbang morphine dan heroin.
Salah satu ciri khas yg membedakan antara pemakai putaw dan heroin/morphine
adalah pada putaw si pemakai akan merasakan gatal-gatal terutama pada kulit
bagian muka dan hidung sedangkan pada heroin/morphine tidak.
Cara pemakaian putaw antara lain dimakan, dihisap melalui hidung, dibakar
diatas kertas aluminium lalu dihisap asapnya, dicampur dalam rokok, dan
disuntik langsung ke pembuluh vena. Umumnya semakin seseorang pemakai
putaw kecanduan, ia akan segera beralih ke cara penyuntikan sehingga dengan
pemakaian jarum suntik secara bergantian mereka akan sangat rentan tertular
HIV dan Hepatitis B/C.
Penyuntikan putaw sangat rentan mengakibatkan overdosis karena putaw yg
beredar di pasar gelap tidak bisa dipastikan kadar kemurniannya. Overdosis
putaw sering berakibat pada kematian jika tidak ditangani dengan cepat oleh
karena si pemakainya menjadi tidak bisa bernafas.
Putaw tergolong jenis narkotik yg paling cepat menimbulkan efek kecanduan
(bahkan lebih cepat dari heroin) baik kecanduan secara fisik (sakaw) maupun
secara psikologis (sugesti untuk memakainya lagi). Kecanduan fisik yg
ditimbulkan dari putaw juga sangat menderita dan berbahaya (bisa
menyebabkan komplikasi dan kematian), sedangkan kecanduan psikologisnya
juga sangat kuat dan tahan lama meskipun seseorang telah berhenti
memakainya selama puluhan tahun.
Ciri2 dari sakaw antara lain:
1. tulang2 dan sendi2 terasa sangat ngilu dan meriang
2. sakit kepala, demam, dan kadang diare/muntah2
3. mata dan hidung terus berair
4. mudah kedinginan (menggigil) dan banyak berkeringat dingin
5. depresi dan sangat mudah marah
6. insomnia
Oleh karena efek sakaw yg begitu menderita maka seseorang pencandu yg
sedang sakaw besar kemungkinan akan berbuat kriminal (salah satu contoh :

mencuri) untuk memenuhi kebutuhan putaw-nya.


Pemakaian jangka panjang akan menyebabkan penyumbatan oleh *kristal-kristal
berwarna biru di dalam pembuluh darah di sekitar tangan, kaki, leher, dan
kepala sehingga menjadi benjolan keras seperti bisul di dalam tubuh, jika
penyumbatan ini munculnya di daerah otak maka besar kemungkinan ia akan
mati. Selain itu pemakaian jangka panjang dari putaw juga akan mengakibatkan
kebutaan, kerusakan pada organ2 tubuh seperti liver, ginjal, organ2 pencernaan,
dan paru2.
Ingat! sekali saja mencoba dapat dipastikan anda akan terjerumus ke
dalamnya.
* Menurut berbagai kesaksian dari pekerja2 krematorium (pembakaran jenazah)
yg mereka temukan setelah mereka menumbuk jenazah yg telah dibakar dan yg
meninggal karena putaw, mereka sering mendapati kristal-kristal kecil dan
bentuknya agak panjang berwarna biru terang yg tidak hancur terbakar
walaupun telah dikremasi. Hal ini memang belum dibuktikan oleh ilmuwan dan
dokter.
Vesikel adalah sebuah ruang pada sel yang dikelilingi oleh membrane sel
biasanya ruang ditempati oleh sitoplasma yang terdiri dari organel dan sitosol.
Sinapsis adalah titik temu antara terminal akson dan salah satu neuron dengan
neuron.

Keterangan:
Orang Indonesia banyak menyangka bahwa putaw sama dengan heroin kelas
bawah, padahal heroin merupakan narkotik jenis opioid yg diproses dari getah
opium yg terlebih dahulu dijadikan morphine, sedangkan putaw adalah 100%
narkotik opioid sintetik alias designer drug.
Oleh karena dihasilkan melalui proses sintetik maka harga putaw-pun lebih
murah ketimbang heroin dan morphine sehingga harganya terjangkau bagi
kalangan menengah orang Indonesia yg memiliki tingkat pendapatan rendah.
Walaupun dengan harga yg lebih murah akan tetapi kekuatan bius dari putaw
jauh melebihi morphine, yaitu kurang lebih 100x lipat lebih kuat walaupun efek
euphorianya kalah kuat ketimbang morphine dan heroin.
Cara pemakaian putaw antara lain dimakan, dihisap melalui hidung, dibakar
diatas kertas aluminium lalu dihisap asapnya, dicampur dalam rokok, dan
disuntik langsung ke pembuluh vena. Umumnya semakin seseorang pemakai
putaw kecanduan, ia akan segera beralih ke cara penyuntikan sehingga dengan
pemakaian jarum suntik secara bergantian mereka akan sangat rentan tertular
HIV dan Hepatitis B/C.
Narkoba yang diserap tubuh masuk ke dalam pembuluh darah melalui saluran

hidung atau paru-paru. Jika disuntikkan, zat itu langsung masuk ke dalam aliran
darah dan darah membawa zat tersebut ke otak.
Semua jenis narkoba mengubah perasaan dan cara berpikir seseorang. Itulah
sebabnya narkoba disebut juga zat psikoaktif. Perasaan enak dan nyaman inilah
mula-mula dicari pemakainya.
Bagian otak yang bertanggung jawab atas perasaan tersebut adalah system
limbus. Hipotalamus, yaitu pusat kenikmatan pada otak pada system limbus,
yang disebut neuro-transmitter.
Neuro-transmitter adalah senyawa organic yang membawa sinyal diantara
neuron. Neuro-transmitter terbungkus oleh vesikel sinapsis, sebelum dilepaskan
bertepatan dengan datangnya potensial aksi.
Hormon dopamine yang dikeluarkan kelenjar hipotalamus menyebabkan
perasaan tenang dan nyaman. Hormon yang dihasilkan oleh otak tengah ini
dapat berfungsi sebagai sarat transmisi yang paling penting. Syaraf dan neuron
yang diproduksi oleh dopamine ini dapat mempengaruhi presepsi seseorang
terhadap keadaan sekitar. Hormon ini bersifat addictive, hal ini yang
menyebabkan pengguna narkoba merasa kecanduan. Sehingga pemakainya
ingin terus memakai dengan dosis yang lebih banyak
Putaw tergolong jenis narkotik yang paling cepat menimbulkan efek kecanduan
baik kecanduan secara fisik maupun secara psikologis. Kecanduan fisik yang
ditimbulkan dari putaw juga sangat menderita dan berbahaya dan bisa
menyebabkan komplikasi dan kematian, sedangkan kecanduan psikologisnya
juga sangat kuat dan tahan lama meskipun seseorang telah berhenti
memakainya selama puluhan tahun.
Ciri2 dari sakaw antara lain:
1. tulang2 dan sendi2 terasa sangat ngilu dan meriang
2. sakit kepala, demam, dan kadang diare/muntah2
3. mata dan hidung terus berair
4. mudah kedinginan (menggigil) dan banyak berkeringat dingin
5. depresi dan sangat mudah marah
6. Insomnia
Oleh karena efek sakaw yg begitu menderita maka seseorang pencandu yang
sedang sakaw besar kemungkinan akan berbuat kriminal (salah satu contoh :
mencuri) untuk memenuhi kebutuhan putaw-nya.
Efek pemakaian jangka pendek
putaw antara lain:
1.
2.
3.
4.
5.

Euforia
Mulut kering
Kulit panas serta memerah
Pernapasan melambat
Otot menjadi lemah

Efek pemakaian putaw jangka


panjang antara lain:
1. Kecanduan

2.
3.
4.
5.

Daya tahan tubuh melemah


Ketergantungan
Pneumonia
Infeksi lapisan dan katup
jantung

6. Pecahnya pembuluh darah


7. Fungsi hati berkurang
8. Bengkak