Anda di halaman 1dari 9

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Sejarah Pemodelan dan Simulasi


Pemodelan dan simulasi pada komputer pertama kali ditempatkan untuk digunakan di industri luar
angkasa pada tahun 1950-an. Pada tahu 1960-an, dimulai diaplikasikan di sistem industri walaupun
model-modelnya terkadang masih sederhana. Terdapat beberapa alasan kenapa hal ini berkembang secara
perlahan, yaitu :

Komputer pada saat itu mahal

Pemodelan yang dilakukan membutuhkan pemrograman yang sangat luas.

Kecepatan untuk memproses sangat lambat.

Memory yang digunakan sangat terbatas.

Model simulasi yang terdahulu digunakan hanya menggunakan bahasa pemrograman umum seperti
FORTRAN. Seiring semakin adanya ketertarikan dalam perkembangan simulasi, hal ini menjadi nyata
karena terdapat banyak sistem yang ada mempunyai karakteristik yang sama yang dapat diterjemahkan
kedalam bahasa pemodelan umum. Beberapa bahasa simulasi dikembangkan (GPSS, SIMSCRIPT,
SIMAN, SLAM, dan lainnya) untuk tingkat pemodelan dari sistem yang tertuju pada sistem antrian.
Bahasa pemrograman ini menyediakan fitur untuk memperbaiki waktu proses entity, penggunaan bahan
baku, dan situasi antrian. Laporan secara umum pun disediakan dalam bahasa pemrograman ini.
Pengenalan simulasi kepada berbagai macam industri dimulai sejak tahun 1980-an, lebih banyak
sistem industri, semakin spesifik simulasi produk yang dilakukan (AutoMod, ProModel, WITNESS) dan
harus saling bekerjasama antar kareakteristiknya. Karena banyak produk-produk yang bermunculan
dalam pengendalian datanya mengalami kekurangan kapasitas untuk pemrogramannya itu sendiri.
Dengan demikian fleksibilitas untuk mengkombinasi bahasa simulasi dilakukan dengan simulator yang
mudah untuk digunakan.

Hal yang harus dilakukan dalam simulasi dalam simulasi visualisasi interaktif adalah dimana
pengguna dari model harus secara aktif berpartisipasi dalam simulasi. Keputusan harus dapat dibuat
ketika simulasi yang dijalankan meliputi pengelompokan kerja, pembagian kerja, dan lainnya. (Harrel C.,
dan Tumai K., 1995, Simulation Made Easy, a Managers Guide, Institute of Industrial Engineers,
Georgia; 39-40)
Berikut adalah ilustrasi evolusi dari bahasa simulasi selama beberapa dekade sebelumnya :

Gambar 1. Evolusi Simulasi


(Sumber : Harrel C., dan Tumai K., 1995, Simulation Made Easy, a Managers Guide, Institute of
Industrial Engineers, Georgia; 40)

2.2 Komponen Software Simulasi


Software simulasi memiliki beberapa modul untuk melakukan fungsi yang berbeda selama
pembuatan model simulasi. Beberapa modul dideskripsikan sebagai berikut :

Gambar 2. Komponen Sistem Simulasi


(Sumber : Harrel C., dan Tumai K., 1995, Simulation Made Easy, a Managers Guide, Institute of
Industrial Engineers, Georgia; 41)

2.3

Perkembangan Penggunaan Simulasi


Penggunaan simulasi semakin meningkat karena meningkatnya tantangan dalam sistem manufaktur

dan jasa (service ) :

Sistem memiliki siklus hidup yang semakin pendek (shorter life cycles ),

Sistem semakin komplek (more complex ),

Sistem makin memerlukan performance yang makin tinggi (higher performance requirements ).

Meningkatnya penggunaan simulasi dipengaruhi oleh:

Meningkatnya kepedulian dan pengertian terhadap teknologi,

Meningkatnya ketersediaan dan kemampuan software simulasi yang easy-of-use,

Meningkatnya memori dan kecepatan pemprosesan computer,

Menurunnya harga hardware computer.

Penggunaan simulasi :

Sistem Design,

Sistem Management,

Panjadwalan produksi/pelanggan, penjadwalan sumber daya, penjadwalan perawatan, mengatur


aliran material/customer , manajemen persediaan, manajemen kualitas,

Training and education,

Communication and Sales,

Public Relations.

2.4 Konsep Dasar Simulasi


Simulasi adalah suatu cara untuk menduplikasi / menggambarkan ciri, tampilan, dan karakteristik
dari suatu system nyata. Simulasi merupakan alat yang tepat untuk digunakan terutama jika diharuskan
untuk melakukan eksperimen dalam rangka mencari komentar terbaik dari komponen-komponen sistem.
Hal ini dikarenakan sangat mahal dan memerlukan waktu yang lama jika eksperimen dicoba secara riil.
Dengan melakukan studi simulasi maka dalam waktu singkat dapat ditentukan keputusan yang tepat serta
dengan biaya yang tidak terlalu besar karena semuanya cukup dilakukan dengan komputer.
Pendekatan simulasi diawali dengan pembangunan model sistem nyata. Model tersebut harus
dapat menunjukkan bagaimana berbagai komponen dalam sistem saling berinteraksi sehingga benar-benar
menggambarkan perilaku sistem. Setelah model dibuat maka model tersebut ditransformasikan ke dalam
program komputer sehingga memungkinkan untuk disimulasikan.

2.5 Sistem dan Model Simulasi


Sistem adalah kumpulan obyek yang saling berinteraksi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan
logis dalam suatu lingkungan yang kompleks. Obyek yang menjadi komponen dari sistem dapat

berupa obyek terkecil dan bisa juga berupa sub-sistem atau sistem yang lebih kecil lagi. Dalam definisi
ini disertakan elemen lingkungan karena lingkungan sistem memberikan peran yang sangat penting
terhadap perilaku sistem itu. Bagaimana komponen-komponen sistem itu berinteraksi, hal itu adalah
dalam rangka mengantisipasi lingkungan.
Mengamati sistem bukan hanya mendefinisikan komponen-komponen pendukung sistem, tetapi
lebih dari itu harus pula mengetahui perilaku dan variabel-variabel yang ada di dalamnya. Paling tidak
analisis terhadap sistem dapat membuat konsepsi tentang sistem itu.
Ada beberapa cara untuk dapat merancang, menganalisis dan mengoperasikan suatu sistem. Salah
satunya adalah dengan melakukan pemodelan, membuat model dari sistem tersebut.
Model adalah alat yang sangat berguna untuk menganalisis maupun merancang sistem.
Sebagai alat komunikasi yang sangat efisien, model dapat menunjukkan bagaimana suatu operasi bekerja
dan mampu merangsang untuk berpikir bagaimana meningkatkan atau memperbaikinya.
Model didefinisikan sebagai suatu deskripsi logis tentang bagaimana sistem bekerja atau
komponen-komponen berinteraksi. Dengan membuat model dari suatu istem maka diharapkan dapat
lebih mudah untuk melakukan analisis. Hal ini merupakan prinsip pemodelan, yaitu bahwa pemodelan
bertujuan untuk mempermudah analisis dan pengembangannya.
Melakukan pemodelan adalah suatu cara untuk mempelajari sistem dan model itu sendiri dan juga
bermacam-macam perbedaan perilakunya. Model merupakan contoh sederhana dari sistem dan
menyerupai sifat-sifat sistem yang dipertimbangkan, tetapi tidak sama dengan sistem. Penyederhanaan
dari system sangat penting agar dapat dipelajari secara seksama. Model dikembangkan dengan tujuan
untuk studi tingkah-laku sistem melalui analisis rinci akan komponen atau unsur dan proses utama yang
menyusun sistem dan interaksinya antara satu dengan yang lain. Jadi pengembangan model adalah suatu
pendekatan yang tersedia untuk mendapatkan pengetahuan yang layak akan sistem. Model beperanan
penting dalam pengembangan teori karena berfungsi sebagai konsep dasar yang menata rangkaian aturan
yang digunakan untuk menggambarkan sistem.
Joneset al. (1987) mengemukakan dua sasaran pokok dari modeling

yaitu

pertama untuk

memperoleh pengertian yang lebih baik mengenai hubungan sebab-akibat (cause-effect) dalam suatu
sistem, serta untuk menyediakan interpretasi kualitatif dan kuantitatif yang lebih baik akan sistem

tersebut. Sasaran kedua dari modeling lebih terapan atau berorientasi pada masalah yaitu untuk
mendapatkan prediksi yang lebih baik akan tingkah-laku dari sistem yang digunakan segera dalam
perbaikan pengendalian atau pengelolaan sistem. Berikut adalah cara untuk mempelajari sistem:

Gambar 3. Cara Untuk Memperlajari Sistem

2.6 Klasifikasi Model Simulasi


Pada dasarnya model simulasi dikelompokkan dalam tiga dimensi yaitu [Law and Kelton, 1991]:
a) Model Simulasi Statis dengan Model Simulasi Dinamis.
Model simulasi statis digunakan untuk mempresentasikan sistem pada saat tertentu atau sistem
yang tidak terpengaruh oleh perubahan waktu. Sedangkan model simulasi dinamis digunakan jika sistem
yang dikaji dipengaruhi oleh perubahan waktu.
b) Model Simulasi Deterministik dengan Model Simulasi Stokastik.
Jika model simulasi yang akan dibentuk tidak mengandung variabel yang bersifat random, maka
model simulasi tersebut dikatakan sebagi simulasi deterministik. Pada umumnya sistem yang dimodelkan
dalam simulasi mengandung beberapa input yang bersifat random, maka pada sistem seperti ini model
simulasi yang dibangun disebut model simulasi stokastik.
c) Model Simulasi Kontinu dengan Model Simulasi Diskret.

Untuk mengelompokkan suatu model simulasi apakah diskret atau kontinyu, sangat ditentukan
oleh sistem yang dikaji. Suatu sistem dikatakan diskret jika variabel sistem yang mencerminkan status
sistem berubah pada titik waktu tertentu, sedangkan sistem dikatakan kontinyu jika perubahan variabel
sistem berlangsung secara berkelanjutan seiring dengan perubahan waktu.

2.7 Tujuan dan Tahapan Simulasi dan Pemodelan


Tujuan Simulasi dan Pemodelan

Untuk mempelajari behavior system,

Mengembangkan pengertian mengenai interaksi bagian-bagian dari sebuah sistem, dan pengertian
mengenai sistem secara keseluruhan.

Untuk pelatihan / training,

Untuk hiburan / permainan (game).

Tahapan Simulasi & Pemodelan


1. Memahami sistem yang akan disimulasikan
2. Mengembangkan model matematika dari sistem
3. Mengembangkan model matematika untuk simulasi
4. Membuat prgram (software) komputer
5. Menguji, memverifikasi, dan memvalidasi keluaran komputer
6. Mengeksekusi program simulasi untuk tujuan tertentu.

2.8 Keuntungan dan Kerugian Simulasi


Beberapa keuntungan simulasi bisa dihitung secara luas yang muncul sebagai berikut:
Sangat kompleks, dunia sistem yang nyata dengan element stokastik yang tidak dapat dijelaskan
secara tepat oleh model matematik yang dapat dinilai secara analitik. Dengan demikian, simulasi
sering hanya sebagai tipe untuk kemungkinan investigasi.

Simulasi memperkenankan sesuatu untuk mengestimasi kinerja keberadaan sistem dibawah


beberapa kumpulan proyek pada kondisi operasional.

Alternatif menyusun rancangan sistem (atau alternatif kebijakan operasional untuk sistem
tunggal) dapat dibandingkan melalui simulasi untuk mengetahui bagaimana menemukan
persayaratan yang spesifik.
Dalam simulasi kita dapat menjaga kontrol lebih baik melalui penelitian yang dikondisikan dari
pada kemungkinan akan digeneralisasikan ketika penelitian dengan sistemnya sendiri.
Simulasi memperkenankan kita untuk belajar sebuah sistem sepanjang kerangka waktu, -misalnya
dalam sistem ekonomi-dalam tekanan waktu, atau alternatifnya untuk belajar kerja sistem secara
mendalam dalam perluasan waktu.
Simulasi tidak terlepas dari adanya kelemahannya. Beberapa kerugian simulasi adalah sebagai
berikut:
Setiap berjalannya kerja program sebuah model simulasi stokastik menghasilkan hanya estimasi
pada karakteristik model yang benar untuk kumpulan utama parameter input. Dengan demikian,
beberapa jalannya program tergantung pada model yang mungkin disyaratkan untuk setiap
kumpulan input parameter yang akan dipelajari. Untuk alasan ini, model simulasi secara umum
tidak baik pada optimalisasi pada perbandingan jumlahan yang tetap pada rancangan sistem
alternatif secara khusus.

Dengan kata lain, model analitik, jika tersedia, akan sering

menghasilkan secara mudah karakteristik yang benar secara nyata (Exact) pada model pada
berbagai kumpulan input parameter. Dengan demikain, jika model analitik valid adalah tersedia
atau dapat dengan mudah dikembangkan, ini akan dapat dirujuk secara umum untuk sebuah
model simulasi.
Model simulasi sering mahal dan memakan waktu untuk berkembang.
Volume yang besar pada bilangan yang dihasilkan oleh studi simulasi atau pengaruh yang
persuasif pada animasi realistik sering menciptakan kecenderungan untuk menempatkan
kepercayaan yang terlalu besar dalam hasil studi dari pada yang telah dibuktikan secara syah.
Jika model ini tidak valid mewakili sistem dalam belajar, hasil simualsi, bukan beban bagaimana
munculnya keenganan, akan memberikan sedikit manfaat informasi tentang sistem aktual.
Ketika memutuskan apakah dilakukan studi simulasi atau tidak tersedia dikondisikan, kita hanya dapat
menasehati bahwa keuntungan dan kejelekan akan terpegang dalam pikiran kita dan bidang lainnya yang
relevan pada situasi utama bisa menjadi baik. Akhirnya, dicatat bahwa beberapa pelajaran model simulasi
dan analitik harus bermanfaat. Terutama, simulasi dapat digunakan untuk mengecek validitas asumsi
yang dibutuhkan dalam model analitik. Dengan kata lain, model analitik bisa menjadi alternatif saran
yang masuk akal untuk investigasi studi simulasi.