Anda di halaman 1dari 6

PERKEMBANGAN FISIK REMAJA

PEREMPUAN

LAKI LAKI

1. Pertumbuhan pesat (1011 tahun)


Konsultasikan kepada dokter bila
pertumbuhan pesat sudah mulai sebelum usia
9 tahun atau belum mulai pada usia 13 tahun

1. Pertumbuhan pesat (1213 tahun)


Konsultasi kepada dokter bila
pertumbuhan pesat sudah mulai
sebelum usia 11 tahun atau belum mulai
pada usia 15 tahun.

2. Perkembangan payudara (1011 tahun)


Perkembangan payudara biasanya merupakan 2. Testis dan skrotum (1112 tahun)
tanda awal dari pubertas. Daerah putting susu Kulit skrotum jadi gelap dan testis
dan sekitarnya mulai membesar.
bertambah besar Testis seharusnya
Konsultasikan kepada dokter bila tunas
sudah turun sejak masa bayi. 3. Penis
payudara belum terlihat pada usia 15 tahun (1213 tahun) Penis mulai berkembang
3. Rambut pubis (1011 tahun), rambut
ketiak dan badan (1213 tahun) Usia mulai
tumbuhnya rambut badan bervariasi luas

4. Ejakulasi (1314 tahun) Keluarnya


mukus cair dari penis mulai setelah
penis memanjang. Pada awalnya
ejakulasi tanpa disertai sperma.

4. Pengeluaran sekret vagina (1013 tahun)


5. Produksi keringat ketiak (1213 tahun).
Dengan berkembangnya kelenjar apokrin
menyebabkan meningkatnya keringat di
ketiak dan perubahan bau badan.
6. Menstruasi (11-14 tahun).

5. Rambut pubis (1112 tahun) rambut


ketiak dan badan (1315 tahun) kumis,
cabang, jenggot (1315 tahun).
Perkembangan rambut pada badan
sangat bervariasi, tergantung dari pola
keluarga, pertumbuhan rambut mulai
dari perut ke dada.
6. Perkembangan kelenjar keringat
ketiak (1315 tahun) Dengan
berkembangnya kelenjar apokrin
menyebabkan meningkatnya keringat di
ketiak dan timbul bau badan dewasa.
7. Suara pecah dan membesar (1415
tahun) Kira-kira setahun sebelum suara
pecah , jakun mulai tumbuh.

Perkembangan seksual dipengaruhi oleh faktor : pola keluarga, kesehatan pada umumnya dan
variabel normal. Biasanya perkembangan ini dapat diduga sebelumnya misalnya remaja

perempuan yang ibunya terlambat mulai menstruasi, kemungkinan juga akan mengalami
keterlambatan. Remaja yang mempunyai badan kecil dan kurus, juga akan terlambat
perkembangannya dibandingkan dengan yang lain. Pematangan fisik lebih dini khususnya
pada remaja laki-laki yang lebih besar dan lebih kuat dari pada temannya, akan menyebabkan
kebanggaan tersediri, remaja tersebut bersikap lebih atletis dan gagah, yang merupakan faktor
penting dalam menentukan popularitasnya diantara teman sebaya, orang dewasa cenderung
memperlakukan mereka sebagai orang yang telah dewasa dan memberikan tanggung jawab
kepada mereka, meskipun harapan ini tidak selalu sesuai dengan keadaan remaja tersebut.
Pematangan fisik lebih dini pada perempuan nampaknya tidak sejalan dengan pematangan
psikologis, misalnya pada remaja perempuan yang lebih tinggi dari teman-temannya mungkin
merasa tidak feminin. Menyadari kondisi ini, remaja sering kali mengembangkan postur
tubuh yang buruk, karena mereka berusaha untuk tampak lebih kecil. Payudara yang tumbuh
lebih dini seringkali menimbulkan rasa malu, disamping mereka mendapatkan keuntungan
karena diperlakukan sebagai orang dewasa, mereka juga berisiko karena diperlakukan
sebagai orang yang sudah dewasa secara seksual sehingga ada kemungkinan mereka
mendapat tekanan seksual dari laki-laki, sementara ia belum mampu mengatasinya. Remaja
laki-laki berumur 1314 tahun yang berkembang secara normal, kemungkinan 15 cm lebih
tinggi dari pada remaja perempuan. Pematangan yang terlambat baik pada laki-laki maupun
perempuan dapat mempengaruhi harga diri dan percaya diri yang menyebabkan perasaan
tegang dan cemas. Kepercayaan diri dalam pergaulan akan terganggu, khususnya pada remaja
laki-laki akan mengalami hambatan dalam bergaul dengan remaja perempuan yang biasanya
secara fisik atau mental lebih matang daripada remaja laki-laki. Jadi remaja yang melihat
temannya bertumbuh lebih dari dirinya, mungkin akan merasa cemas dan tidak beruntung.
Orang tua seringkali merasa cemas bila anak remajanya mengalami hambatan perkembangan,
yang kemudian membawa mereka ke dokter, perlu diingat bahwa keterlambatan pada
perempuan sampai usia 13 tahun atau laki-laki sampai usia 15 tahun, masih dalam batas
normal. Biasanya pematangan akan terjadi usia 16 tahun untuk perempuan dan 18 tahun
untuk laki-laki. Keterlambatan dalam perkembangan remaja jarang disebabkan karena
masalah hormonal. Dampak dari keterlambatan perkembangan ini dapat dikurangi dengan
cara memberikan peneguhan (reassurance) bila keterlambatan itu masih dalam batas normal.
Sering kali remaja yang terlambat berkembang, akhirnya lebih tinggi dari rata-rata. Remaja
sangat sensitif terhadap perubahan badannya. akibatnya mereka merasa memerlukan
privacy, antara lain orang tua perlu mengetuk pintu bila akan masuk kamar mereka.

Translate
http://pkbi-diy.info/?page_id=3513

Masa remaja merupakan masa transisi yang unik dan ditandai oleh berbagai perubahan fisik,
emosi dan psikis. Masa remaja yaitu usia 10-19 tahun, merupakan masa yang khusus dan
penting karena merupakan periode pematangan organ reproduksi manusia dan sering disebut
masa pubertas. Masa remaja merupakan periode peralihan dari masa anak ke masa dewasa.
Masa remaja merupakan tahap yang sangat menantang dalam kehidupan anak. Kebanyakan
remaja merasa bahwa mereka independen (mandiri) dan ingin mengambil semua keputusan
sendiri, padahal mereka tidak yakin tentang diri mereka sendiri. Hal ini menyebabkan banyak
kebingungan bagi mereka. Untuk mengatasi semua itu, perubahan fisik yang mereka alami
kadang-kadang menyebabkan mereka stres dan kecemasan. Kebanyakan masalah remaja

tumbuh dari kebingungan dan stress.


Pada masa remaja terjadi pertumbuhan fisik (organobiologik) secara cepat, yang tidak
seimbang dengan perubahan kejiwaan (mental emosional). Perubahan yang cukup besar ini
dapat membingungkan remaja yang mengalaminya. Karena itu penting bagi remaja untuk
mempelajari perubahan yang terjadi pada setiap tahap kehidupan remaja agar mampu
menerima perubahan-perubahan yang terjadi pada tahap kehidupannya.
Masa remaja mempunyai ciri tertentu yang membedakan dengan periode sebelumnya :
Ciri-ciri remaja menurut Hurlock (1992), antara lain :
a. Masa remaja sebagai periode yang penting yaitu perubahan-perubahan yang dialami masa
remaja akan memberikan dampak langsung pada individu yang bersangkutan dan akan
mempengaruhi perkembangan selanjutnya.
b. Masa remaja sebagai periode pelatihan. Disini berarti perkembangan masa kanak-kanak
lagi dan belum dapat dianggap sebagai orang dewasa. Status remaja tidak jelas, keadaan ini
memberi waktu padanya untuk mencoba gaya hidup yang berbeda dan menentukan pola
perilaku, nilai dan sifat yang paling sesuai dengan dirinya.
c. Masa remaja sebagai periode perubahan, yaitu perubahan pada emosi perubahan tubuh,
minat dan peran (menjadi dewasa yang mandiri), perubahan pada nilai-nilai yang dianut, serta
keinginan akan kebebasan.
d. Masa remaja sebagai masa mencari identitas diri yang dicari remaja berupa usaha untuk
menjelaskan siapa dirinya dan apa peranannya dalam masyarakat.
e. Masa remaja sebagai masa yang menimbulkan ketakutan. Dikatakan demikian karena sulit
diatur, cenderung berperilaku yang kurang baik. Hal ini yang membuat banyak orang tua
menjadi takut.
f. Masa remaja adalah masa yang tidak realistik. Remaja cenderung memandang kehidupan
dari kacamata berwarna merah jambu, melihat dirinya sendiri dan orang lain sebagaimana
yang diinginkan dan bukan sebagaimana adanya terlebih dalam cita-cita.
g. Masa remaja sebagai masa dewasa. Remaja mengalami kebingungan atau kesulitan
didalam usaha meninggalkan kebiasaan pada usia sebelumnya dan didalam memberikan
kesan bahwa mereka hampir atau sudah dewasa, yaitu dengan merokok, minum-minuman
keras, menggunakan obat-obatan dan terlibat dalam perilaku seks. Mereka menganggap
bahwa perilaku ini akan memberikan citra yang mereka inginkan.
Masa remaja dibagi menjadi 3 tahap, yaitu;
1. Masa remaja awal (10-12 tahun)
Ciri khas :
Lebih dekat dengan teman sebaya
Ingin bebas
Lebih banyak memperhatikan keadaan tubuhnya dan mulai berfikir abstrak
2. Masa remaja tengah (13-15 tahun)
Ciri Khas :

Mencari identitas diri


Timbulnya keinginan untuk memiliki teman dekat.
Mempunyai rasa cinta mendalam
Mengembangkan kemampuan berfikir abstrak
3. Masa remaja akhir (16-19 tahun)
Perubahan Fisik Masa Remaja
Pada masa remaja terjadi perubahan fisik yang cepat, termasuk pertumbuhan organ-organ
reproduksi (organ seksual) untuk mencapai kematangan, sehingga mampu melangsungkan
fungsi reproduksi. Perubahan ini ditandai dengan munculnya tanda-tanda sebagai berikut :
1. Tanda-tanda seks primer, yaitu yang berhubungan langsung dengan organ seks.
Terjadinya mimpi basah pada remaja laki-laki
Terjadinya haid pada remaja perempuan (menarche)
2. Tanda-tanda seks sekunder
Remaja laki-laki
Perubahan suara
Tumbuhnya jakun
Dada lebih besar
Badan berotot
Tumbuhnya kumis, cambang, rambut disekitar kemaluan dan ketiak.
Remaja Perempuan
Pinggul melebar
Pertumbuhan rahim
Payudara membesar
Tumbuhnya rambut diketiak dan sekitar kemaluan
Tugas perkembangan remaja
Tugas perkembangan remaja perlu diketahui para remaja agar dapat dijadikan acuan bagi
masa berikutnya yaitu masa dewasa untuk dapat melewati masa-masa penuh badai tersebut
dengan baik .
Adapun tugas perkembangan remaja adalah sebagai berikut:
Menerima kondisi fisik dan menggunakan tubuh secara efektif.
Artinya seorang remaja bisa belajar menerima diri sendiri, bentuk tubuh, bentuk wajah, dll.
Menggunakan tubuh secara efektif berarti juga harus bisa merawat dan menjaganya. Tidak
melakukan perbuatan yang belum waktunya dilakukan seperti hubungan intim sebelum
menikah. Mengapa? Karena remaja bisa terkena infeksi menular seksual atau terjadilah
kehamilan yang tidak diinginkan. Selain itu, dampak psikologis yang ditimbulkan tidaklah
sebentar, melainkan berkepanjangan.

Dapat menjalin hubungan yang baru dan lebih matang baik dengan teman sejenis atau
lawan jenis.
Remaja diharapkan sudah mampu untuk menerima pertemanan atau persahabatan tidak hanya
dari teman putra atau putri saja, tapi dari keduanya. Selain itu, kremaja diharapkan mampu
untuk menjaga dan memelihara hubungan yang sudah terjalin dengan baik. Dengan kata lain,
bila terjadi konflik atau masalah dalam hubungan yang sudah terjalin, maka mereka dapat
menyelesaikannya dengan cara yang matang. Tidak dengan cara-cara agresif atau sebaliknya
malah menjadi pasif, tapi menyelesaikan segala masalah dengan cara asertif dan berusaha
mencari penyelesaian yang dapat menguntungkan semua pihak.
Perilaku Asertif: Cara berperilaku dimana perasaan atau pandangan diungkapkan secara terus
terang tanpa melukai perasaan atau merendahkan harga diri orang lain.
Dapat menerima peran jenis kelamin.
Belajar menerima peran jenis kelamin artinya, belajar untuk menerima diri sebagai seorang
perempuan atau laki-laki sesuai dengan jenis kelaminnya.
Mencapai kemandirian secara emosional, baik terhadap orangtua maupun terhadap orang
dewasa lainnya.
Contoh dari mencapai kemandirian secara emosional antara lain, belajar menghargai
perbedaan yang ada, seperti perbedaan pendapat serta mampu mengenali emosi dan
menempatkannya secara tepat. alah yang ada tanpa perlu terlalu banyak bergantung pada
orangtua.
Mempersiapkan karir dan kemandirian ekonomi.
Sebagian besar dari remaja ketika ditanya tentang karir jawabannya banyak banget sampai
keliatan kalau sebenarnya mereka masih bingung. Agar mereka tidak bingung dan semakin
mantap menentukan bidang apa yang nanti akan ditekuni, sebaiknya orangtua atau guru
membantu mereka untuk mempersiapkan diri dari sekarang.
Cara mempersiapkannya dapat dilakukan dengan mengenali bakat, kemampuan dan minat
yang dimiliki. Jika perlu lakukan konsultasi pada ahlinya, yaitu psikolog untuk mengetahui
minat, bakat, dan kemampuan diri .
Mempersiapkan diri secara fisik dan psikis untuk menikah dan menghadapi kehidupan
berumah tangga.
Makna lain dari mempersiapkan diri secara fisik dan psikis untuk menikah dan
berumahtangga adalah mampu menjaga dan memelihara organ reproduksi dengan baik.
Kemudian, memiliki rencana terhadap masa depan yang akan dijalani serta konsep sebuah
keluarga yang ideal dan bertanggung jawab.
Mengembangkan keahlian intelektual dalam hidup bermasyarakat.
Dalam mengembangkan keahlian intelektual di masyarakat remaja diharapkan mampu
mengembangkan keahlian yang dimiliki untuk mempersiapkan masa depan. Misalnya kalau
ingin menjadi seorang dokter, mereka dapat memilih kuliah di fakultas kedokteran dan
mengembangkan keahlian itu tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk bakti pada
masyarakat dan mengabdi pada Tuhan.
Mencapai perilaku sosial yang bertanggungjawab.
Mencapai perilaku sosial yang bertanggungjawab artinya remaja diharapkan sudah mampu
untuk ikut aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. Menunjukkan perhatian pada masalah sosial

yang terjadi, dapat berlaku sesuai dengan norma yang ada dan mampu beradaptasi dengan
lingkungan.
Memiliki nilai-nilai yang digunakan sebagai pedoman hidup.
Remaja diharapkan sudah memiliki nilai-nilai yang akan digunakan dalam kehidupan.
Misalnya, tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah, tidak memakai obat-obat
terlarang. Tidak melakukan perbuatan yang akan merugikan orang lain, atau melakukan
perusakan lingkungan serta menanamkan rasa kasih sayang terhadap semua makhluk.
Berhasil atau tidaknya seorang remaja menjalani tugas perkembangan selain tergantung pada
diri remaja itu sendiri,juga perlu didukung oleh orangtua dan guru sebagai pembimbing
mereka.
https://scoutnet3tangerang.wordpress.com/2013/04/04/perubahanperkembangan-fisik-tubuh-pada-remaja/