Anda di halaman 1dari 2

PUSKESMAS KENCONG

INSTRUKSI KERJA
PENATALAKSANAAN IMPETIGO
No. Dokumen : IK-LRJ.43
No. Revisi : 00

Tanggal :1 September
2008
Halaman : 1 dari 2

Unit : Layanan BP Umum


Petugas : Dokter, Perawat

1. Tujuan
Sebagai acuan dalam penatalaksanaan Impetigo.
2. Ruang Lingkup
Semua Pasien yang datang di Layanan BP Umum dan Layanan UGD di Puskesmas
Kencong yang menderita Impetigo.
3. Petugas
3.1
Dokter Umum
3.2
Perawat Terampil
4. Uraian Umum
4.1
Batasan
4.1.1 Impetigo adalah satu penyakit kulit yang disebabkan karena
Staphylococcus, Streptococcus/keduanya, dimana infeksi kulit yang
menyebabkan terbentuknya lepuhan-lepuhan kecil berisi nanah (pustula).
4.1.2 Impetigo paling sering menyerang anak-anak, terutama yang kebersihan
badannya kurang dan bisa muncul di bagian tubuh manapun, tetapi paling
sering ditemukan di wajah, lengan dan tungkai. Pada dewasa, impetigo
bisa terjadi setelah penyakit kulit lainnya. Impetigo bisa juga terjadi
setelah suatu infeksi saluran pernafasan atas (misalnya flu atau infeksi
virus lainnya).
4.2
Gejala
4.2.1 Makula eritematosa yang berisi nanah dan berkeropeng; biasanya pada
muka, tangan atau kepala. Impetigo berawal sebagai luka terbuka yang
menimbulkan gatal, kemudian melepuh, mengeluarkan isi lepuhannya lalu
mengering dan akhirnya membentuk keropeng.
4.2.2 Impetigo merupakan penyakit menular, yang ditularkan melalui cairan
yang berasal dari lepuhannya.
4.2.3 Besarnya lepuhan bervariasi, mulai dari seukuran kacang polong sampai
seukuran cincin yang besar. Lepuhan ini berisi carian kekuningan disertai
rasa gatal.
4.2.4 Bisa terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar daerah yang
terinfeksi.
4.3
Pengobatan
Dengan antibiotika : gol Penicillin/Amoksisilin jika ada alergi dapat diganti dengan
eritromisin, peroral atau topical.Pengobatan simptomatis dapat diberikan sesuai
gejala misalnya bila ada demam dapat diberikan antipiretika : paracetamol
4.4
Pencegahan
4.4.1 Mencuci tangan dengan teliti. Infeksi bisa dicegah dengan memelihara
kebersihan dan kesehatan badan. Goresan ringan atau luka lecet
sebaiknya dicuci bersih dengan sabun dan air, bila perlu olesi dengan zat
anti-bakteri.
4.4.2 Untuk mencegah penularan:
4.4.2.1 Hindari kontak dengan cairan yang berasal dari lepuhan di kulit
4.4.2.2 Hindari pemakaian bersama handuk, pisau cukur atau pakaian
dengan penderita
4.4.2.3 Selalu mencuci tangan setelah menangani lesi kulit.
5. Instruksi Kerja
Perawat
5.1
Memeriksa tanda vital dari pasien dan mencatatnya dalam KRJ.
Dokter
5.2
Melakukan anamnesa :
Keluhan yang dirasakan
5.3
Melakukan pemeriksaan fisik :
5.3.1 Keadaan umum pasien
5.3.2 Keadan kulit yang sakit

PUSKESMAS KENCONG
INSTRUKSI KERJA
PENATALAKSANAAN IMPETIGO
No. Dokumen : IK-LRJ.43
No. Revisi : 00

5.4

Tanggal :1 September
2008
Halaman : 2 dari 2

Unit : Layanan BP Umum


Petugas : Dokter, Perawat

Memberikan Terapi :
5.4.1 Terapi sesuai acuan
5.4.2 Terapi symptomatis sesuai dengan gejala yang diderita pasien.

6. Indikator kinerja
Penanganan Impetigo sesuai acuan
7. Rekaman Mutu
7.1
Buku Register Layanan BP Umum
7.2
KRJ pasien
7.3
Lembar resep
7.4
Formulir rujukan Internal
7.5
Formulir Rujukan Eksternal
7.6
Form SHP (Sensus Harian Penyakit)
7.7
Register Rujukan
7.8
Laporan bulanan Penyakit
7.9
Form permintaaan pemeriksaan laboratorium

Dibuat Oleh,

Diperiksa Oleh,

Disahkan Oleh,

dr. Agustina Yuniarti


drg. Salem MB
dr. Iswarno
Dilarang menggandakan dokumen ini tanpa izin dari Top Management dan Management
Representative ISO 9001:2008 Puskesmas Kencong