Anda di halaman 1dari 158

Daftar Isi

Keutamaan Bahasa Arab

Pendahuluan

Bahasa Arab Dasar 1: Nahwu Shorof

Bahasa Arab Dasar 2: Al-Harfu (Huruf)

Bahasa Arab Dasar 3: Kalimah

Bahasa Arab Dasar 4: Beda Isim Fiil

Bahasa Arab Dasar 5: Ciri-Ciri Fiil

Bahasa Arab Dasar 6: Catatan Beda Isim Fiil

Bahasa Arab Dasar 7: Idhofah

Bahasa Arab Dasar 8: Jumlah Mufidah

Bahasa Arab Dasar 9: Syibhul Jumlah

Bahasa Arab Dasar 10: Isim Mufrod Dan Mutsanna

Bahasa Arab Dasar 11: Isim Jamak

Bahasa Arab Dasar 12: Ketentuan Jamak

Bahasa Arab Dasar 13: Isim Mudzakkar dan Muannats

Bahasa Arab Dasar 14: Tanda-Tanda Isim Muannats

Bahasa Arab Dasar 15: Isim Marifat dan Nakirah


1

http://badaronline.com

Bahasa Arab Dasar 16: Pembagian Isim Ditinjau Dari Sisi Bangunan Akhirnya

Bahasa Arab Dasar 17: Dhomir (Kata Ganti Orang)

Bahasa Arab Dasar 18: Isim Ghoirul Munshorif

Bahasa Arab Dasar 19: Isim Isyaroh dan Isim Maushul

Bahasa Arab Dasar 20: Isim Murob Dan Isim Mabni

Bahasa Arab Dasar 21: Isim Mabni

Bahasa Arab Dasar 22: Asmaul Khomsah

Bahasa Arab Dasar 23: Ciri-Ciri Irobnya Isim

Bahasa Arab Dasar 24: Pembagian Fiil Ditinjau Dari Waktu Terjadinya

Bahasa Arab Dasar 25: Tashrif Lughowi Fiil Madhi

Bahasa Arab Dasar 26: Tashrif Lughowi Fiil Mudhori

Bahasa Arab Dasar 27: Tashrif Lughowi Fiil Amr

Bahasa Arab Dasar 28: Huruf Mudhoroah

Bahasa Arab Dasar 29: Pembagian Fiil Ditinjau Dari Pelakunya

Bahasa Arab Dasar 30: Pembentukan Fiil Majhul

Bahasa Arab Dasar 31: Pembagian Fiil Di Tinjau Dari Objeknya

Bahasa Arab Dasar 32: Fiil Murob Dan Fiil Mabni

Bahasa Arab Dasar 33: Fiil Mabni

Bahasa Arab Dasar 34: Pembagian Fiil Mudhori

Bahasa Arab Dasar 35: Fiil Al-Afalul Khomsah

Bahasa Arab Dasar 36: Ciri-Ciri Irob Fiil

Bahasa Arab Dasar 37: Amil-Amil Pada Fiil

Bahasa Arab Dasar 38: Adawatul Jazimah

Bahasa Arab Dasar 39: Macam-Macam Laa


2

http://badaronline.com

Bahasa Arab Dasar 40: Macam-Macam Lam

Bahasa Arab Dasar 41: Marfuatul Asma

Bahasa Arab Dasar 42: Fail

Bahasa Arab Dasar 43: Catatan Fail

Bahasa Arab Dasar 44: Macam-Macam Fail

Bahasa Arab Dasar 45: Fail Berbentuk Dhomir Dari Fiil Madhi

Bahasa Arab Dasar 46: Fail Berbentuk Dhomir Dari Fiil Mudhori

Bahasa Arab Dasar 47: Fail Berbentuk Dhomir Dari Fiil Amr

Bahasa Arab Dasar 48: Catatan Macam-Macam Fail

Bahasa Arab Dasar 49: Naibul Fail

Bahasa Arab Dasar 50: Catatan Naibul Fail

Bahasa Arab Dasar 51: Mubtada Khobar

Bahasa Arab Dasar 52: Macam-macam Mubtada

Bahasa Arab Dasar 53: Macam-Macam Khobar

Bahasa Arab Dasar 54: Catatan Mubtada Khobar

Bahasa Arab Dasar 55: Isim Kana Dan Saudari-Saudarinya

Bahasa Arab Dasar 56: Isim Kaana

Bahasa Arab Dasar 57: Saudari-Saudari Kaana

Bahasa Arab Dasar 58: Khobar Kaana

Bahasa Arab Dasar 59: Catatan Kaana

Bahasa Arab Dasar 60: Khobar Inna Dan Saudari-Saudarinya

Bahasa Arab Dasar 61: Saudari-Saudari Inna

Bahasa Arab Dasar 62: Tashrif Inna Bersama Dhomirnya

Bahasa Arab Dasar 63: Macam-Macam Isim Inna


3

http://badaronline.com

Bahasa Arab Dasar 64: Pembagian Khobar Inna

Bahasa Arab Dasar 65: Catatan Khobar Inna

Bahasa Arab Dasar 66: Tabi Dan Tawabi

Bahasa Arab Dasar 67: Naat Manut

Bahasa Arab Dasar 68: Faidah Tambahan Naat Manut

Bahasa Arab Dasar 69: Athaf Mathuf

Bahasa Arab Dasar 70: Macam-Macam Huruf Athaf

Bahasa Arab Dasar 71: Taukid

Bahasa Arab Dasar 72: Lafazh-Lafazh Taukid

Bahasa Arab Dasar 73: Faidah Tambahan Taukid

Bahasa Arab Dasar 74: Badal

Bahasa Arab Dasar 75: Macam-Macam Badal

Bahasa Arab Dasar 76: Catatan Badal

Bahasa Arab Dasar 77: Catatan Khusus Badal

Bahasa Arab Dasar 78: Manshubatul Asma Maful Bih

Bahasa Arab Dasar 79: Macam-Macam Maful Bih

Bahasa Arab Dasar 80: Letak-Letak Maful Bih Dalam Struktur Kalimat

Bahasa Arab Dasar 81: Catatan Maful Bih

Bahasa Arab Dasar 82: Maful Fih (Zhorof)

Bahasa Arab Dasar 83: Macam-Macam Zhorof

Bahasa Arab Dasar 84: Catatan Zhorof

Bahasa Arab Dasar 85: Maful Liajlih

Bahasa Arab Dasar 86: Maful Muthlaq

Bahasa Arab Dasar 87: Ketentuan-Ketentuan Maful Muthlaq


4

http://badaronline.com

Bahasa Arab Dasar 88: Maful Maah

Bahasa Arab Dasar 89: Perbedaan Wau Maiyyah Dan Wau Athaf

Bahasa Arab Dasar 90: Hal

Bahasa Arab Dasar 91: Ketentuan-Ketentuan Hal

Bahasa Arab Dasar 92: Macam-Macam Hal

Bahasa Arab Dasar 93: Faidah Hal

Bahasa Arab Dasar 94: Tamyiz

Bahasa Arab Dasar 95: Macam Mumayyaz: Malfuzh

Bahasa Arab Dasar 96: Mumayyaz Malhuzh

Bahasa Arab Dasar 97: Tamyiz Adad

Bahasa Arab Dasar 98: Hukum Adad Madud

Bahasa Arab Dasar 99: Rumus Hapal Adad Madud

Bahasa Arab Dasar 100: Mustatsna

Bahasa Arab Dasar 101: Hukum Mustatsna Dengan Illa

Bahasa Arab Dasar 102: Hukum Mustatsna Dengan Ghoir Dan Siwa

Bahasa Arab Dasar 103: Hukum Mustatsna Dengan Khola, Ada Dan Hasya

Bahasa Arab Dasar 104: Khobar Kana

Bahasa Arab Dasar 105: Isim Inna

Bahasa Arab Dasar 106: Munada

Bahasa Arab Dasar 107: Macam-Macam Munada Manshub

Bahasa Arab Dasar 108: Macam-Macam Munada Mabni

Bahasa Arab Dasar 109: Beda Munada Maqshudah Ghoiru Maqshudah

Bahasa Arab Dasar 110: Munada Dengan Alif Lam

Bahasa Arab Dasar 111: Faidah Munada


5

http://badaronline.com

Bahasa Arab Dasar 112: Tawabi Dari Isim Manshub

Bahasa Arab Dasar 113: Majruratul Asma Huruf Jer

Bahasa Arab Dasar 114: Contoh Penggunaan Huruf Jer

Bahasa Arab Dasar 115: Faidah Isim Majrur Dengan Huruf Jer

Bahasa Arab Dasar 116: Majrur Dengan Idhafah

Bahasa Arab Dasar 117: Macam-Macam Mudhaf Ilaihi

Bahasa Arab Dasar 118: Syarat-Syarat Idhofah

Bahasa Arab Dasar 119: Faidah Idhofah

Bahasa Arab Dasar 120: Tawabi Lil Majrur Dan Penutup

Keutamaan Bahasa Arab

Tidak perlu diragukan lagi, memang sepantasnya seorang muslim mencintai bahasa Arab dan
berusaha menguasainya. Allah telah menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa Al-Quran karena
bahasa Arab adalah bahasa yang terbaik yang pernah ada sebagaimana firman Allah taala:


Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu
memahaminya.
Ibnu katsir berkata ketika menafsirkan surat Yusuf ayat 2 di atas: Yang demikian itu (bahwa Al
-Quran diturunkan dalam bahasa Arab) karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih,
jelas, luas, dan maknanya lebih mengena lagi cocok untuk jiwa manusia. Oleh karena itu kitab
yang paling mulia (yaitu Al-Quran) diturunkan kepada rosul yang paling mulia (yaitu:
Rosulullah), dengan bahasa yang termulia (yaitu Bahasa Arab), melalui perantara malaikat
yang paling mulia (yaitu malaikat Jibril), ditambah kitab inipun diturunkan pada dataran yang
paling mulia diatas muka bumi (yaitu tanah Arab), serta awal turunnya pun pada bulan yang
paling mulia (yaitu Romadhan), sehingga Al-Qur an menjadi sempurna dari segala sisi. (Tafsir
Ibnu Katsir, Tafsir surat Yusuf).

6
http://badaronline.com

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Berkata: Sesungguhnya ketika Allah menurunkan kitab-Nya dan
menjadikan Rasul-Nya sebagai penyampai risalah (Al-Kitab) dan Al-Hikmah (As-sunnah), serta
menjadikan generasi awal agama ini berkomunikasi dengan bahasa Arab, maka tidak ada jalan
lain dalam memahami dan mengetahui ajaran Islam kecuali dengan bahasa Arab. Oleh karena
itu memahami bahasa Arab merupakan bagian dari agama. Keterbiasaan berkomunikasi
dengan bahasa Arab mempermudah kaum muslimin memahami agama Allah dan menegakkan
syiar-syiar agama ini, serta memudahkan dalam mencontoh generasi awal dari kaum
Muhajirin dan Anshar dalam keseluruhan perkara mereka. (Iqtidho Shirotil Mustaqim).
Sungguh sangat menyedihkan sekali, apa yang telah menimpa kaum muslimin saat ini, hanya
segelintir dari mereka yang mau mempelajari bahasa Arab dengan serius. Hal ini memang sangat
wajar karena di zaman modern ini banyak sekali kaum muslimin tenggelam dalam tujuan dunia
yang fana, Sehingga mereka enggan dan malas mempelajari bahasa Arab. Karena mereka tahu
tidak ada hasil duniawi yang bisa diharapkan jika pandai berbahasa Arab. Berbeda dengan
mempelajari bahasa Inggris, kaum muslimin di saat ini begitu semangat sekali belajar bahasa
Inggris, karena mereka tahu banyak tujuan dunia yang bisa diperoleh jika pandai bahasa Inggris,
sehingga kita dapati mereka rela untuk meluangkan waktu yang lama dan biaya yang banyak
untuk bisa menguasai bahasa ini. Sehingga kursus-kursus bahasa Inggris sangat laris dan
menjamur dimana-mana walaupun dengan biaya yang tak terkira. Namun bagaimana dengan
kursus bahasa Arab??? seandainya mereka benar-benar yakin terhadap janji Allah taala untuk
orang yang menyibukkan diri untuk mencari keridhoanNya, serta yakin akan kenikmatan surga
dengan kekekalannya, niscaya mereka akan berusaha keras untuk mempelajari bahasa arab.
Karena ia adalah sarana yang efektif untuk memahami agama-Nya.
Kenyataan ini tidak menunjukkan larangan mempelajari bahasa Inggris ataupun lainnya. Tapi
yang tercela adalah orang yang tidak memberikan porsi yang adil terhadap bahasa arab.
Seyogyanya mereka juga bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam mempelajari bahasa
Arab.
Syaikh Utsaimin pernah ditanya: Bolehkah seorang penuntut ilmu mempelajari bahasa Inggris
untuk membantu dakwah ? Beliau menjawab: Aku berpendapat, mempelajari bahasa Inggris
tidak diragukan lagi merupakan sebuah sarana. Bahasa Inggris menjadi sarana yang baik jika
digunakan untuk tujuan yang baik, dan akan menjadi jelek jika digunakan untuk tujuan yang
jelek. Namun yang harus dihindari adalah menjadikan bahasa Inggris sebagai pengganti
bahasa Arab karena hal itu tidak boleh. Aku mendengar sebagian orang bodoh berbicara
dengan bahasa Inggris sebagai pengganti bahasa Arab, bahkan sebagian mereka yang tertipu
lagi mengekor (meniru-niru), mengajarkan anak-anak mereka ucapan selamat berpisah
bukan dengan bahasa kaum muslimin. Mereka mengajarkan anak-anak mereka berkata byebye ketika akan berpisah dan yang semisalnya. Mengganti bahasa Arab, bahasa Al-Quran
dan bahasa yang paling mulia, dengan bahasa Inggris adalah haram. Adapun menggunakan
bahasa Inggris sebagai sarana untuk berdakwah maka tidak diragukan lagi kebolehannya
7
http://badaronline.com

bahwa kadang-kadang hal itu bisa menjadi wajib. Walaupun aku tidak mempelajari bahasa
Inggris namun aku berangan-angan mempelajarinya. terkadang aku merasa sangat perlu
bahasa Inggris karena penterjemah tidak mungkin bisa mengungkapkan apa yang ada di hatiku
secara sempurna. (Kitabul Ilmi).
Dan termasuk hal yang sangat menyedihkan, didapati seorang muslim begitu bangga jika bisa
berbahasa Inggris dengan fasih namun mengenai bahasa Arab dia tidak tahu?? Kalau keadaannya
sudah seperti ini bagaimana bisa diharapkan Islam maju dan jaya seperti dahulu. Bagaimana
mungkin mereka bisa memahami syariat dengan benar kalau mereka sama sekali tidak mengerti
bahasa Arab???
Hukum Orang Yang Mampu Berbahasa Arab Namun Berbicara Menggunakan Bahasa
Selain Bahasa Arab
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Berkata: Dibenci seseorang berbicara dengan bahasa selain
bahasa Arab karena bahasa Arab merupakan syiar Islam dan kaum muslimin. Bahasa
merupakan syiar terbesar umat-umat, karena dengan bahasa dapat diketahui ciri khas masingmasing umat. (Iqtidho Shirotil Mustaqim).
Asy-Syafiiy berkata sebagaimana diriwayatkan As-Silafi dengan sanadnya sampai kepada
Muhammad bin Abdullah bin Al Hakam, beliau berkata: Saya mendengar Muhammad bin Idris
Asy-syafiiy berkata: Allah menamakan orang-orang yang mencari karunia Allah melalui jual
beli (berdagang) dengan nama tujar (tujjar dalam bahasa Arab artinya para pedagang-pent),
kemudian Rosululloh juga menamakan mereka dengan penamaan yang Allah telah berikan,
yaitu (tujjar) dengan bahasa arab. Sedangkan samasiroh adalah penamaan dengan bahasa
`ajam (selain arab). Maka kami tidak menyukai seseorang yang mengerti bahasa arab menamai
para pedagang kecuali dengan nama tujjar dan janganlah orang tersebut berbahasa Arab lalu
dia menamakan sesuatu (apapun juga-pent) dengan bahasa `ajam. Hal ini karena bahasa Arab
adalah bahasa yang telah dipilih oleh Allah, sehingga Allah menurunkan kitab-Nya yang
dengan bahasa Arab dan menjadikan bahasa Arab merupakan bahasa penutup para Nabi, yaitu
Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Oleh karena itu, kami katakan seyogyanya setiap
orang yang mampu belajar bahasa Arab mempelajarinya, karena bahasa Arab adalah bahasa
yang paling pantas dicintai tanpa harus melarang seseorang berbicara dengan bahasa yang
lain. Imam Syafiiy membenci orang yang mampu berbahasa Arab namun dia tidak berbahasa
Arab atau dia berbahasa Arab namun mencampurinya dengan bahasa `ajam. (Iqtidho Shirotil
Mustaqim).
Abu Bakar bin Ali Syaibah meriwayatkan dalam Al Mushanaf: Dari Umar bin Khattab, beliau
berkata: Tidaklah seorang belajar bahasa Persia kecuali menipu, tidaklah seseorang menipu
kecuali berkurang kehormatannya. Dan Atho (seorang tabiin) berkata: Janganlah kamu
belajar bahasa-bahasa ajam dan janganlah karnu masuk gereja gereja mereka karena
8
http://badaronline.com

sesungguhnya Allah menimpakan kemurkaan-Nya kepada mereka, (Iqtidho Shirotil Mustaqim).


Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad berkata: Tanda keimanan pada orang ajam (non arab)
adalah cintanya terhadap bahasa arab. Dan adapun membiasakan berkomunikasi dengan
bahasa selain Arab, yang mana bahasa Arab merupakan syiar Islam dan bahasa Al-Quran,
sehingga bahasa selain arab menjadi kebiasaan bagi penduduk suatu daerah, keluarga,
seseorang dengan sahabatnya, para pedagang atau para pejabat atau bagi para karyawan atau
para ahli fikih, maka tidak disangsikan lagi hal ini dibenci. Karena sesungguhnya hal itu
termasuk tasyabuh (menyerupai) dengan orang `ajam dan itu hukumnya makruh. (Iqtidho
Shirotil Mustaqim).
Khurasan, yang penduduk kedua kota tersebut berbahasa Persia serta menduduki Maghrib, yang
penduduknya berbahasa Barbar, maka kaum muslimin membiasakan penduduk kota tersebut
untuk berbahasa Arab, hingga seluruh penduduk kota tersebut berbahasa Arab, baik muslimnya
maupun kafirnya. Demikianlah Khurasan dahulu kala. Namun kemudian mereka menyepelekan
bahasa Arab, dan mereka kembali membiasakan bahasa Persia sehingga akhirnya menjadi bahasa
mereka. Dan mayoritas mereka pun menjauhi bahasa Arab. Tidak disangsikan lagi bahwa hal ini
adalah makruh. (Iqtidho Shirotil Mustaqim).
Pengaruh Bahasa Arab Dalam Kehidupan
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: Merupakan metode yang baik adalah membiasakan
berkomunikasi dengan bahasa Arab hingga anak kecil sekalipun dilatih berbahasa Arab di
rumah dan di kantor, hingga nampaklah syiar Islam dan kaum muslimin. Hal ini mempermudah
kaum muslimin urituk memahami makna Al-Kitab dan As-Sunnah serta perkataan para salafush
shalih. Lain halnya dengan orang yang terbiasa berbicara dengan satu bahasa lalu ingin pindah
ke bahasa lain maka hal itu sangat sulit baginya. Dan ketahuilah!!! membiasakan berbahasa
Arab sangat berpengaruh terhadap akal, akhlak dan agama. Juga sangat berpengaruh dalam
usaha mencontoh mereka dan memberi dampak positif terhadap akal, agama dan tingkah laku.
(Iqtidho Shirotil Mustaqim).
Sungguh benar apa yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, bahasa Arab memiliki
pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan, akhlak, agama. Orang yang pandai bahasa Arab
cenderung senang membaca kitab-kitab para ulama yang berbahasa Arab dan tentu senang juga
membaca dan menghafal Al-Quran serta hadits-hadits Rasulullah. Sehingga hal ini bisa
memperbagus akhlak dan agamanya. Berbeda dengan orang yang pandai berbahasa Inggris
(namun tanpa dibekali dengan ilmu agama yang baik), dia cenderung senang membaca buku
berbahasa Inggris yang jelas kebanyakannya merupakan karya orang kafir. Sehingga mulailah ia
mempelajari kehidupan orang kafir sedikit demi sedikit. Mau tidak mau iapun harus mempelajari
cara pengucapan dan percakapan yang benar melalui mereka, agar dia bisa memperbagus bahasa
Inggrisnya. Bisa jadi akhirnya ia pun senang mempelajari dan menghafal lagu-lagu berbahasa
Inggris (yang kebanyakan isinya berisi maksiat) dan tanpa sadar diapun mengidolakan artis atau
9
http://badaronline.com

tokoh barat serta senang mengikuti gaya-gaya mereka. Akhlaknya pun mulai meniru akhlak
orang barat (orang kafir), dan mengagungkan orang kafir serta takjub pada kehebatan mereka.
Akhirnya, diapun terjatuh dalam tasyabbuh (meniru-niru) terhadap orang kafir, menganggap
kaum muslimin terbelakang dan ujung-ujungnya dia lalai dari mempelajari Al-Quran dan haditshadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.
Hukum Mempelajari Bahasa Arab
Syaikhul Islam Berkata: Dan sesungguhnya bahasa Arab itu sendiri bagian dari agama dan
hukum mempelajarinya adalah wajib, karena memahami Al-Kitab dan As-Sunnah itu wajib dan
keduanya tidaklah bisa difahami kecuali dengan memahami bahasa Arab. Hal ini sesuai dengan
kaidah:




Apa yang tidak sempurna suatu kewajiban kecuali dengannya maka ia juga hukumnya wajib.
Namun disana ada bagian dari bahasa Arab yang wajib ain dan ada yang wajib kifayah. Dan
hal ini sesuai dengan apa yang diriwayatkan oleh Abu Bakar bin Abi Syaibah, dari Umar bin
Yazid, beliau berkata: Umar bin Khattab menulis kepada Abu Musa Al-Asyari (yang isinya)
Pelajarilah As-Sunnah, pelajarilah bahasa Arab dan Iroblah Al-Quran karena Al-Quran itu
berbahasa Arab.
Dan pada riwayat lain, Beliau (Umar bin Khattab) berkata: Pelajarilah bahasa Arab
sesungguhnya ia termasuk bagian dari agama kalian, dan belajarlah faroidh (ilmu waris)
karena sesungguhnya ia termasuk bagian dari agama kalian. (Iqtidho Shirotil Mustaqim).
Penutup
Bahasa Arab adalah bahasa Agama Islam dan bahasa Al-Quran, seseorang tidak akan dapat
memahami kitab dan sunnah dengan pemahaman yang benar dan selamat (dari penyelewengan)
kecuali dengan bahasa Arab. Menyepelekan dan menggampangkan Bahasa Arab akan
mengakibatkan lemah dalam memahami agama serta jahil (bodoh) terhadap permasalahan
agama.
Sungguh sangat ironis dan menyedihkan, sekolah-sekolah dinegeri kita, bahasa Arab tersisihkan
oleh bahasa-bahasa lain, padahal mayoritas penduduk negeri kita adalah beragama Islam,
sehingga keadaan kaum muslimin dinegeri ini jauh dari tuntunan Allah taala dan Rasul-Nya.
Maka seyogyanya anda sekalian wahai penebar kebaikan mempunyai andil dan peran dalam
memasyarakatkan serta menyadarkan segenap lapisan masyarakat akan pentingya bahasa Al
10
http://badaronline.com

Quran ini, dengan segala kemampuan yang dimiliki, semoga Allah menolong kaum muslimin
dan mengembalikan mereka kepada ajaran Rasul-Nya yang shohih. Tiada daya dan kekuatan
melainkan dengan pertolongan Allah taala. Segala puji hanyalah bagi Allah Tuhan semesta
alam.
***
Penyusun: Tim Bahasa Arab Online

Pendahuluan

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,



Aku meninggalkan kepada kalian dua perkara, jika kalian berpegang teguh kepada keduanya
maka kalian tidak akan tersesat selama-lamanya. Dua perkara tersebut adalah kitabullah (alQuran) dan sunnahku (al-Hadits).

11
http://badaronline.com

Allah taala berfirman,


Alif, Laam, Raa. ini adalah ayat-ayat kitab (Al Quran) yang nyata (dari Allah). Sesungguhnya
Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kalian memahaminya.

Bahasa Arab Dasar 1: Nahwu Shorof

12
http://badaronline.com

Nahwu adalah ilmu untuk mengetahui hukum akhir dari suatu kata.
Contoh:



Shorof adalah ilmu tentang perubahan suatu kata.
Contoh:

Bahasa Arab Dasar 2: Al-Harfu (Huruf)

A. Huruf Mabany (Huruf Hijaiyah)


Huruf yang digunakan untuk menyusun suatu kata
Huruf mabany terbagi menjadi 2:

13
http://badaronline.com

1. Huruf Illah
Ada 3 huruf yaitu:

2. Huruf Shohih
Seluruh huruf hijaiyah selain

B. Huruf Maany
Huruf-huruf yang mempunyai makna
Huruf maany terbagi menjagi beberapa macam, diantaranya:
1. Huruf Jer
Huruf yang membuat kata setelahnya secara umum berharokat akhir kasroh.
Diantara huruf-huruf jer adalah:

, , , , , , , ,
2. Huruf Athof
Huruf yang digunakan untuk menghubungkan antara satu kata dengan kata yang lain.
Diantara huruf-huruf athof adalah:

, ,

Bahasa Arab Dasar 3: Kalimah

14
http://badaronline.com

Al-Kalimah
Al-Kalimah (kata) adalah lafaz yang mempunyai makna.

A. Isim
Kata yang menunjukkan atas suatu makna, dimana kata tersebut tidak terikat dengan waktu.
Contoh:









B. Fiil
Kata yang menunjukkan atas suatu makna, dimana kata tersebut terikat dengan waktu.
Contoh:







C. Huruf
Kata yang tidak mempunyai makna yang sempurna kecuali setelah bersambung dengan kata
yang lain.
Huruf yang dikategorikan sebagai al-kalimah adalah huruf-huruf maany.

15
http://badaronline.com

Bahasa Arab Dasar 4: Beda Isim Fi'il







)(Perbedaan antara Isim dan Fiil
Ciri-ciri Isim:


{ 22:



}:






{ 1:


} :






}:

{ 2:



{ 42:


}:

16
http://badaronline.com

Bahasa Arab Dasar 5: Ciri-Ciri Fi'il

Ciri-ciri Fiil:





{ 60:



}:

(
)




{ :7:




}:



{ 4:


} :






{ :





} :

18

17
http://badaronline.com

Bahasa Arab Dasar 6: Catatan Beda Isim Fi'il

Catatan Perbedaan Isim dan Fiil:


1. Huruf tidak ada ciri khusus. Untuk mengetahuinya harus dihafal.
2. Suatu kata sudah cukup dikatakan sebagai isim atau fiil apabila telah
menerima salah satu dari tanda di atas.
3. Pada ciri isim, antara tanda tanwin dan alif lam tidak akan pernah
bertemu.

Untuk fiil, seringkali ciri-cirinya tidak disebutkan. Cara praktis untuk mengetahuinya adalah
dengan menghafal ciri isim dan menghafal macam-macam huruf. Apabila tidak termasuk isim
maupun huruf berarti dia termasuk fiil.

Bahasa Arab Dasar 7: Idhofah



Idhofah adalah bentuk penyandaran antara satu kata dengan kata yang lain.
Contoh:

18
http://badaronline.com

Ketentuan Umum:
1. Mudhof tidak boleh ditanwin
2. Mudhof ilaih biasanya berharokat akhir kasroh
3. Mudhof dan mudhof ilaih kedua-duanya merupakan isim
Bahasa Arab Dasar 8: Jumlah Mufidah




/


Jumlah mufidah adalah susunan kata yang dapat memberikan faedah yang sempurna.
Contoh:







Adapun susunan kata yang tidak memberikan faedah yang sempurna tidak dinamakan sebagai
Jumlah Mufidah.
Contoh:

Jumlah ismiyah adalah jumlah yang diawali dengan isim


19
http://badaronline.com

Contoh:


Jumlah filiyah adalah jumlah yang diawali dengan fiil
Contoh:






Bahasa Arab Dasar 9: Syibhul Jumlah




Syibhul jumlah adalah rangkaian kata yang mirip dengan jumlah

Zhorof adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan keterangan waktu atau tempat
Contoh:

,




,

20
http://badaronline.com

Isim yang terletak setelah huruf jer dan zhorof maka secara umum berharokat akhir kasroh (Isim
Majrur)
Contoh:








Bahasa Arab Dasar 10: Isim Mufrod Dan Mutsanna









(Pembagian Isim Ditinjau Dari Segi Jumlah Bilangannya)

1. Isim Mufrod adalah Isim yang jumlah bilangannya satu


Contoh:
(Seorang mukmin)
(Seorang kafir)

2. Isim Mutsanna adalah Isim yang jumlah bilangannya dua


Contoh:
(Dua orang mukmin)


21

http://badaronline.com

(Dua orang kafir)

Cara pembentukan isim mutsanna


Dengan menambahkan huruf alif dan nun atau ya dan nun pada akhir isim mufrodnya.


/ +

Contoh:




/
=<

/ +

/
=<

/ +

Bahasa Arab Dasar 11: Isim Jamak

3. Isim Jamak adalah Isim yang jumlah bilangannya lebih dari dua
Isim Jamak tebagi menjadi 3:
- Jamak Mudzakkar Salim
- Jamak Muannats Salim
- Jamak Taksir
A. Jamak Mudzakkar Salim
Jamak yang dibentuk dari isim mufrodnya yang digunakan untuk menunjukkan jenis laki-laki.
Contoh:
(Para laki-laki mukmin)


22

http://badaronline.com

( Para laki-laki kafir)

Cara pembentukan isim jamak mudzakkar salim


Cara pembentukannya adalah dengan menambahahkan wawu dan nun atau ya dan nun pada
akhir isim mufrodnya


/ +

Contoh:




/
=<

/ +

/
=<

/ +

B. Jamak Muannats Salim


Jamak yang dibentuk dari isim mufrodnya yang digunakan untuk menunjukkan jenis perempuan.
Contoh:
( Para perempuan mumin)

(Para perempuan kafir)

Cara pembentukan isim jamak muannats salim


+ ( )

Contoh:



=<

+

=<

(


)

=<

=<
+

)
(

C. Jamak Taksir
Jamak yang berubah dari bentuk mufrodnya
Contoh:
23
http://badaronline.com

<

<
=

<

<



Bahasa Arab Dasar 12: Ketentuan Jamak

Ketentuan isim agar dapat dibentuk menjadi jamak mudzakkar salim:


1. Nama orang
Contoh:

=<

/
=<

2. Sifat


a.

Contoh:

,



b.

Contoh:

24
http://badaronline.com



c.

Contoh:



d.

Contoh:



e.


Contoh:



Bahasa Arab Dasar 13: Isim Mudzakkar dan Muannats




(Pembagian Isim ditinjau dari segi jenisnya)

1. Isim Mudzakkar adalah isim yang menunjukkan jenis laki-laki


a. Isim Mudzakkar Haqiqi
Isim yang berasal dari kelompok makluk hidup yang berjenis kelamin laki-laki.

25
http://badaronline.com

Contoh:


( Seorang siswa laki-laki)


( Seekor singa jantan)
b. Isim Mudzakkar Majazi
Ism yang berasal dari kelompok benda mati yang dianggap berjenis kelamin lakilaki berdasarkan kesepakatan orang arab.

Contoh:

( Sebuah rumah)

( Bulan)
2. Isim Muannats adalah isim yang menunjukkan jenis perempuan
A. Isim Muannats Haqiqi
Isim yang berasal dari kelompok makluk hidup yang berjenis kelamin perempuan.
Contoh:



( Seorang pengajar perempuan)
( Seekor kucing betina)
B. Isim Muannats Majazi
Isim yang berasal dari kelompok benda mati yang dianggap berjenis kelamin
perempuan berdasarkan kesepakatan orang arab
Contoh:

( Sebuah perkampungan)
26
http://badaronline.com

( Matahari)

Bahasa Arab Dasar 14: Tanda-Tanda Isim Muannats

Tanda-Tanda Isim Muannats Diantaranya:


1. Isim yang diakhiri dengan ta marbuthoh

Contoh:



( Sekolah)


( Peci)



( Seorang pengajar perempuan)




( Perempuan muslimah)
2. Nama orang perempuan
Contoh:


( Maryam)
( Zainab)
3. Isim yang khusus untuk perempuan
Contoh:

( Ibu)


( Orang yang menyusui)

27
http://badaronline.com

4. Nama negara atau kota


Contoh:

( Indonesia)


( Jogjakarta)
5. Nama anggota badan yang berpasangan
Contoh:

( Mata)
( Tangan)
6. Jamak taksir
Contoh:

( Buku-buku)
:( Golongan-golongan)
Catatan:
Nama orang laki-laki, walaupun diakhiri dengan ta marbuthoh tetap dikatakan
sebagai isim mudzakkar
Contoh :


( Usamah)


( Muawiyah)

Bahasa Arab Dasar 15: Isim Ma'rifat dan Nakirah

28
http://badaronline.com

(Pembagian Isim Ditinjau Dari Segi Kejelasannya)

1. Isim Nakiroh
Isim Nakiroh adalah isim yang belum jelas penunjukannya
Contoh:



( Seorang muslim)

( Buku seorang mahasiswa)



2. Isim Marifat
Isim Marifat adalah isim yang sudah jelas penunjukannya
Contoh:

( Umar)


( Buku Muhammad)


Macam-macam isim marifat
1. Dhomir (kata ganti orang)
Contoh:



29
http://badaronline.com

2. Isim Isyaroh (kata penunjuk)


Contoh:

3. Isim Maushul (kata sambung)


Contoh:

-
4. Alam (nama orang)
Contoh:








5. Isim yang ada alif dan lam
Contoh:

-







6. Isim yang disandarkan pada isim marifat yang lain
Contoh:








-
Catatan:
1. Isim Nakiroh biasanya mempunyai harokat akhir yang bertanwin
Contoh:


2. Nama orang walaupun bertanwin tetap dikatakan sebagai isim marifat dan bukan
sebagai isim nakiroh.

30
http://badaronline.com

Contoh:

3. Apabila suatu isim disandarkan pada isim nakiroh, maka dia adalah isim nakiroh.
Namun apabila disandarkan pada isim marifat, maka dia adalah juga sebagai isim
marifat.
Contoh:

Bahasa Arab Dasar 16: Pembagian Isim Ditinjau Dari Sisi Bangunan
Akhirnya






(Pembagian Isim Ditinjau dari Sisi Bangunan Akhirnya)

31
http://badaronline.com

A. Isim Ghoiru Shohih Akhir


1. Isim Maqshur
Isim Maqsur adalah isim yang diakhiri dengan huruf alif lazimah.
Alif lazimah adalah huruf alif yang senantiasa melekat di akhir dari suatu kata. Alif
lazimah terkadang tertulis dengan huruf ya, akan tetapi dalam pengucapannya tetap
dibaca sebagai huruf alif.
Contoh:


( Petunjuk)

( Remaja)

( Tongkat)
2. Isim Manqush
Isim Manqush adalah isim yang diakhiri dengan huruf ya lazimah dan huruf
sebelumnya berharokat kasroh.
Contoh:

( Pemberi petunjuk)

( Hakim)

32
http://badaronline.com



( Penyeru)
3. Isim Mamdud
Isim Mamdud adalah isim yang diakhiri dengan huruf hamzah dan sebelumnya
berupa alif zaidah (tambahan).
Contoh:


( Padang pasir)

( Langit)

( Permulaan)
B. Isim Shohih Akhir
Semua isim yang tidak masuk dalam kategori Isim Maqshur, Manqush ataupun
Mamdud.
Contoh:

( Kuda)

( Keledai)

( Baju)
Catatan:
1. Jika isim mamdud berupa isim jamak, maka ia tidak boleh
ditanwin.
2. Jika isim mamdud merupakan isim muannats, maka ia tidak boleh
ditanwin.
3. Semua isim yang diakhiri dengan huruf-huruf shohih (kecuali
hamzah) maka dia adalah isim shohih akhir.

Bahasa Arab Dasar 17: Dhomir (Kata Ganti Orang)


33
http://badaronline.com




(Kata Ganti Orang)

A. Dhomir Munfashil
Dhomir Munfashil adalah dhomir yang penulisannya terpisah dengan kata yang
lain.

Pembacaan Tabel

Dia (Seorang laki-laki)

Mereka (Dua orang laki-laki/perempuan)

Mereka (Para lelaki)

Kamu (Seorang laki-laki)

34
http://badaronline.com


Kalian (Para lelaki)
dst..
Contoh:


( Dia adalah seorang Ustadz)

( Aku adalah seorang muslim)



B. Dhomir Muttashil
Dhomir Muttashil adalah dhomir yang penulisannya bersambung dengan kata yang
lain.

Pembacaan Tabel

Bukunya (Buku milik laki-laki itu)

Buku mereka (Buku milik para perempuan itu)


Buku kami
dst..
C. Dhomir Mustatir
Dhomir Mustatir adalah dhomir yang tidak tertulis dalam kalimat akan tetapi
35
http://badaronline.com

tersembunyi dalam suatu kata.


Bahasa Arab Dasar 18: Isim Ghoirul Munshorif




/





(Isim Ghoirul Munshorif)
Isim Ghoirul Munshorif adalah isim yang tidak boleh ditanwin dan dikasroh.


Contoh:








Syarat-syarat isim ghoirul munshorif:
1. Tidak sebagai mudhof (disandarkan pada isim yang lain)
Contoh:



Apabila isim ghoirul munshorif ini sebagai mudhof, maka batal hukumnya.
Contoh:




2. Terbebas dari alif dan lam


Contoh:



Apabila isim ghoirul munshorif ini memakai alif dan lam, maka batal hukumnya.
Contoh:



Kelompok isim yang masuk dalam kategori ghoirul munshorif


1. Bentuk jamak yang berpola


( shighoh muntahal Jumu)
Contoh:




36
http://badaronline.com

2. Isim maqshur yang berjenis muannats


Contoh:

3. Isim mamdud yang berjenis muannats
Contoh:



4. Nama perempuan


Contoh:



5. Nama yang berpola

Contoh:


6. Nama yang diakhiri dengan tambahan alif dan nun
Contoh:





7. Nama orang asing (selain arab) / nama ajam


Contoh:




Catatan:
1. Isim maqshur yang bukan kelompok muannats, maka tidak termasuk isim ghoirul
munshorif.
Contoh:

2. Semua nama orang yang diakhiri dengan ta marbuthoh maka dia ghoirul
munshorif walaupun digunakan untuk nama orang laki-laki.
Contoh:


3. Nama negara dan kota dikategorikan sebagai nama perempuan sehingga temasuk
kelompok ghoirul munshorif.
Contoh:




37
http://badaronline.com

Bahasa Arab Dasar 19: Isim Isyaroh dan Isim Maushul



(Kata Penunjuk)





(Kata Sambung/Penghubung)

38
http://badaronline.com

Bahasa Arab Dasar 20: Isim Mu'rob Dan Isim Mabni










(Isim Murob dan Isim Mabni)

1. Isim Murob
Isim murob adalah isim yang dapat berubah keadaan akhirnya disebabkan oleh
adanya perbedaan letak (posisi) dalam suatu kalimat.
Contoh:



( Buku itu baru)


( Aku membaca buku itu)



( Di dalam buku itu terdapat kisah-kisah)

1. Isim Marfu
Isim marfu adalah isim yang biasanya pada keadaan akhirnya ditandai dengan
harokat dhommah.

39
http://badaronline.com


Contoh:



2. Isim Manshub
Isim manshub adalah isim yang biasanya pada keadaan akhirnya ditandai dengan
harokat fathah.



Contoh:



3. Isim Majrur
Isim majrur adalah isim yang biasanya pada keadaan akhirnya ditandai dengan
harokat kasroh.


Contoh:


Bahasa Arab Dasar 21: Isim Mabni

2. Isim Mabni
Isim mabni adalah isim yang keadaan akhirnya tidak mengalami perubahan
walaupun diletakkan pada posisi yang berbeda dalam suatu kalimat.
Contoh:

( Ini baru)

( Aku membaca ini)


( Di dalam ini terdapat kisah-kisah)


Macam-Macam Isim Mabni
1.


Contoh: -


40
http://badaronline.com


2.


-
Contoh:

3.




Contoh:


4.





Contoh:


5.



Contoh:
-


Catatan:
1. Dhommah merupakan ciri pokok isim marfu, fathah merupakan ciri pokok isim
manshub, dan kasroh merupakan ciri pokok isim majrur.
2. Ada beberapa kelompok isim yang perubahan keadaan akhirnya tidak ditandai
dengan perubahan harokat, akan tetapi dengan perubahan huruf.
Contoh:




( Marfu)



( Manshub)



( Majrur)

Bahasa Arab Dasar 22: Asmaul Khomsah







(Isim-Isim Yang Lima)

41
http://badaronline.com




) (Marfu








) (Manshub









) (Majrur

Bahasa Arab Dasar 23: Ciri-Ciri I'robnya Isim






)(Ciri-Ciri Irobnya Isim

42
http://badaronline.com

Bahasa Arab Dasar 24: Pembagian Fi'il Ditinjau Dari Waktu Terjadinya







(Pembagian Fiil Ditinjau Dari Waktu Terjadinya)

1. Fiil Madhi
Fiil madhi adalah fiil yang menunjukkan kejadian pada waktu lampau
Contoh:

( Telah menciptakan)

( Telah keluar)

( Telah memerintah)
( Telah makan)

2. Fiil Mudhori

43
http://badaronline.com

Fiil mudhori adalah fiil yang menunjukkan kejadian pada waktu sekarang atau
akan datang
Contoh:

( Sedang/akan mencipta)

( Sedang/akan keluar)

( Sedang/akan memerintah)
( Sedang/akan makan)

3. Fiil Amr
Fiil amr adalah fiil yang digunakan untuk menuntut terjadinya sesuatu pada waktu
setelah pengucapan (kata kerja perintah)
Contoh:

( Masuklah)

( Keluarlah)

( Duduklah)

( Angkatlah)

44
http://badaronline.com

Bahasa Arab Dasar 25: Tashrif Lughowi Fi'il Madhi




Tashrif Lughowi
Tashrif lughowi adalah perubahan fiil bersama dengan dhomirnya
1. Tashrif lughowi untuk fiil madhi

Pembacaan Tabel

: Dia (seorang laki-laki) telah menulis


: Mereka (dua orang laki-laki) telah menulis

: Mereka (para lelaki) telah menulis

45
http://badaronline.com


: Dia (seorang perempuan) telah menulis
: Mereka (dua orang perempuan) telah menulis
dst..

Contoh tashrif lughowi untuk fiil


1. ( Duduk)
2. ( Membunuh)
3. ( Minum)

Bahasa Arab Dasar 26: Tashrif Lughowi Fi'il Mudhori'

2. Tashrif lughowi untuk fiil mudhori

46
http://badaronline.com

Pembacaan Tabel

: Dia (seorang laki-laki) sedang/akan menulis

: Mereka (dua orang laki-laki) sedang/akan menulis

: Mereka (para lelaki) sedang/akan menulis

: Dia (seorang perempuan) sedang/akan menulis

: Mereka (dua orang perempuan) sedang/akan menulis

Contoh tashrif lughowi untuk fiil


47
http://badaronline.com

1.

2.

3.

( Minum)

(Duduk)

(Membunuh)

Bahasa Arab Dasar 27: Tashrif Lughowi Fiil Amr

3. Tasrif lughowi untuk fiil amr

Contoh tashrif lughowi untuk fiil


48
http://badaronline.com

1.

2.

3.

(Duduklah)

(Bunuhlah)
(Minumlah)

Bahasa Arab Dasar 28: Huruf Mudhoro'ah


Huruf Mudhoroah

Harful mudhoroah adalah huruf yang menjadi ciri khas dari fiil mudhori.

Huruf mudhoroah ini berupa huruf di singkat


49
http://badaronline.com

Bahasa Arab Dasar 29: Pembagian Fi'il Ditinjau Dari Pelakunya

(Pembagian Fiil Ditinjau dari Pelakunya)

1. Fiil Malum
Fiil malum adalah fiil yang disebutkan pelakunya (kata kerja aktif)
Contoh:



( Ali telah memukul anjing)

( Panglima itu telah membunuh musuh)

50
http://badaronline.com






( Hasan telah belajar ilmu nahwu)


( Muhammad sedang menulis pelajaran)


( Zaid sedang membuka pintu)








( Para hadirin sedang mendengarkan dengan seksama

diskusi itu)

2. Fiil Majhul
Fiil majhul adalah fiil yang yang tidak disebutkan pelakunya (kata kerja pasif)
Contoh:



( Anjing telah dipukul)
( Musuh itu telah dibunuh)




( Ilmu Nahwu telah dipelajari)

( Pelajaran sedang ditulis)


( Pintu sedang dibuka)




( Diskusi itu didengarkan dengan seksama)

Bahasa Arab Dasar 30: Pembentukan Fi'il Majhul

(Pembentukan Fiil Majhul)


Fiil majhul dibentuk dari fiil malumnya.
Cara Pembentukan Fiil Majhul Dari Fiil Malum.
51
http://badaronline.com

1. Fiil Madhi
Dikasroh huruf sebelum terakhir dan di dhommah semua huruf yang berharokat
sebelumnya.
Contoh:


<

<

<

2. Fiil Mudhori
Difathah huruf sebelum terakhir dan di dhommah huruf pertamanya
Contoh:

<

<





<


Catatan:
Apabila pada fiil madhi terdapat huruf yang disukun, maka pada saat pembentukan
fiil majhul tidak boleh dijadikan dhommah dan tetap harus disukun.
Contoh:



<


Bahasa Arab Dasar 31: Pembagian Fi'il Di Tinjau Dari Objeknya

(Pembagian Fiil Ditinjau dari Objeknya)

52
http://badaronline.com

1. Fiil Lazim
Fiil lazim adalah fiil yang tidak membutuhkan adanya objek (kata kerja intransitif)
Contoh:


( Zaid berdiri)



( Muhammad telah hadir)



( Ali duduk)


2. Fiil Mutaaddi
Fiil mutaaddi adalah fiil yang membutuhkan adanya objek (kata kerja transitif)
Contoh:

( Zaid memahami pelajaran)




( Muhammad minum madu)






( Ali makan roti)


Cara Membuat Fiil Mutaaddi


1. Dibuat mengikuti wazan (pola)
Contoh:

53
http://badaronline.com


<

<


2. Dibuat mengikuti wazan (pola)
Contoh:

<

<

Bahasa Arab Dasar 32: Fi'il Mu'rob Dan Fi'il Mabni









(Fiil Murob dan Fiil Mabni)

1. Fiil Murob
Fiil murob adalah fiil yang dapat berubah keadaan akhirnya karena adanya
perbedaanletak dalam suatu kalimat
Contoh:


( Muhammad mencatat pelajaran)







( Muhammad tidak akan mencatat pelajaran)





( Muhammad tidak mencatat pelajaran)

54
http://badaronline.com

a. Fiil Marfu
Fiil marfu adalah fiil yang keadaan akhirnya mempunyai ciri pokok dhommah
Contoh:






b. Fiil Manshub
Fiil manshub adalah fiil yang keadaan akhirnya mempunyai ciri pokok fathah
Contoh:






-


c. Fiil Majzum
Fiil majzum adalah fiil yang keadaan akhirnya mempunyai ciri pokok sukun
Contoh:

55
http://badaronline.com

Bahasa Arab Dasar 33: Fi'il Mabni

2. Fiil Mabni
Fiil mabni adalah fiil yang keadaan akhirnya selalu tetap dan tidak mengalami
perubahan
Kelompok Fiil Mabni
a. Fiil Madhi
Contoh:



( Muhammad telah menulis surat itu)








( Muhammad tidak menulis surat itu)
b. Fiil Amr
Contoh:

( Tulislah pelajaran ini)



( Wahai saudaraku tulislah pelajaran ini)





c.Fiil Mudhori yang bersambung dengan nun niswah atau dengan nun taukid
- Nun niswah adalah nun yang terdapat dalam suatu fiil untuk menunjukkan jenis
perempuan yang keadaannya berharokat fathah.
Pada fiil mudhori, nun niswah terdapat pada fiil
dan

Contoh:






( Para muslimah sedang menulis surat)






Para muslimah tidak akan menulis surat)


56
http://badaronline.com

- Nun taukid adalah huruf nun yang bersambung dengan suatu fiil yang berfungsi
sebagai penguat makna fiil.
Contoh:




( Apakah kamu benar-benar mendengar adzan?)







( Apakah kamu benar-benar tidak mendengar adzan?)

Catatan:

Irob suatu kata ada 4 macam, yaitu rofa, nashob, jar, dan jazm.
Untuk isim hanya terdiri dari irob rofa, nashob dan jar serta tidak
ada irob jazm. Untuk fiil hanya terdiri dari irob rofa, nashob dan
jazm serta tidak ada irob jar.

Semua fiil mudhoriadalah termasuk fiil murob, kecuali apabila


bersambung dengan nun niswah atau nun taukid.

Bahasa Arab Dasar 34: Pembagian Fi'il Mudhori'

(Pembagian Fiil Mudhori)

1. Fiil Shohih Akhir


Fiil shohih akhir adalah fiil yang diakhiri dengan huruf-huruf shohih.
Contoh:

( masuk)

57
http://badaronline.com


( keluar)


( membaca)
2. Fiil Mutal Akhir
Fiil mutal akhir adalah fiil yang diakhiri dengan huruf-huruf illat.
Fiil mutal akhir terbagi menjadi 3:
a. Mutal Alif
Contoh:


( meridhoi)
( melarang)
b. Mutal Wawu

( menyeru/berdoa)
( berperang)
c. Mutal ya


( melempar)
( berzina)

Bahasa Arab Dasar 35: Fi'il Al-Af'alul Khomsah

3. Fiil Al-Afalul Khomsah


Fiil al-afalul khomsah adalah fiil yang diakhiri dengan huruf illat dan nun.
Perhatikan tabel tashrif fiil mudhori berikut:

58
http://badaronline.com

Dari tashrif diatas, terlihat bahwa fiil yang diakhiri dengan huruf illat dan nun
adalah:

1.
2.
3.
4.
5.
Kelima fiil ini dikenal dengan nama Al-Afalul Khomsah (Fiil-fiil yang Lima)

59
http://badaronline.com

Bahasa Arab Dasar 36: Ciri-Ciri I'rob Fi'il





(Ciri-Ciri Irobnya fiil)

Catatan:
Asal Irob dari suatu fiil adalah marfu. Fiil ini menjadi berubah Irobnya
manakala ada sesuatu yang menyebabkannya menjadi manshub ataupun majzum.
Sesuatu yang menyebabkan terjadinya perubahan Irob dari suatu fiil dikenal
dengan nama amil.
Bahasa Arab Dasar 37: Amil-Amil Pada Fi'il

(Amil-amil pada Fiil)

60
http://badaronline.com

1. Al-Adawatun Nashibah

Al-Adawatun Nashibah adalah alat-alat yang digunakan untuk menashobkan fiil.


Macam-macam alat penashob

a.

Contoh:




( Aku ingin pergi ke masjid)



b.

Contoh:





( Tidak akan sukses orang yang malas)
c.

Contoh:



( Jika demikian, engkau akan sukses)
d.

Contoh:




( Bersungguh-sungguhlah saudaraku, agar engkau sukses)


e.


Contoh:

61
http://badaronline.com



( Angkatlah suaramu, agar mereka dapat mendengar)

f.


Contoh:










( Seorang muslim tidak akan mencemooh

saudaranya)
g.

Contoh:


( Janganlah kalian ngobrol hingga pelajaran



selesai!)

Bahasa Arab Dasar 38: Adawatul Jazimah

2. Al-Adawatul Jazimah
Al-Adawatul Jazimah adalah alat-alat yang digunakan untuk menjazmkan fiil
Macam-macam alat penjazm:
a. Alat penjazem yang menjazemkan satu fiil
Kelompok penjazm satu fiil
1.

Contoh:




( Zaid tidak hadir dalam kajian)
2.

62
http://badaronline.com

Contoh:



( mereka belum hadir)

3.

Contoh:

( Apakah kamu tidak tahu bahwa bahasa arab








itu sangat berfaedah?)

4.


Contoh:






( Hendaklah tuan rumah itu menghormati tamunya)


5.

Contoh:

( Janganlah kalian menyembah patung-patung!)




b. Alat penjazm yang menjazmkan dua fiil
Kelompok penjazem dua fiil
1.

Contoh:




( Jika engkau bersungguh-sungguh niscaya engkau akan sukses)
2.


Contoh:



( Barangsiapa yang menanam, ia akan menuai)


3.

63
http://badaronline.com

Contoh:





( Amalan apasaja yang engkau lakukan, niscaya ia akan

dicatat)

4.


Contoh:

( Buku apasaja yang engkau baca, tentulah ia akan








bermanfaat)
5.

Contoh:




( Kapansaja engkau kembali, aku akan kembali)
6.

Contoh:




( Kapansaja Muhammad pergi, saya akan pergi)

7.

Contoh:



( Kemana saja engkau melarikan diri, akan kutangkap)
8.


Contoh:



( Kemana saja engkau pergi, aku akan ikut)

9.


Contoh:

64
http://badaronline.com


( Bagaimana saja engkau duduk, begitulah aku akan duduk)

10.
Contoh:

( Ayat apasaja yang engkau baca, engkau akan diberi pahala)

Bahasa Arab Dasar 39: Macam-Macam Laa

(Macam-macam )

1. Laa Nahiyah
Laa nahiyah adalah huruf yang berfungsi untuk melarang (diartikan janganlah)
Ciri dari laa nahiyah adalah menjazmkan fiil mudhori.
Contoh:


( Janganlah kamu begurau!)

( Janganlah kalian berdua masuk!)

( Janganlah kalian semua bermain!)


2. Laa Nafiyah

65
http://badaronline.com

Laa nafiyah adalah huruf yang berfungsi untuk menafikan (diartikan tidak)
Ciri dari laa nafiyah adalah tidak menjazmkan fiil mudhori
Contoh:

( Kamu tidak begurau)


( Kalian berdua tidak masuk)

( Kalian semua tidak bermain)

Bahasa Arab Dasar 40: Macam-Macam Lam

(Macam-macam lam)
Macam-macam lam:

1.




Contoh:

( Buku ini milik seorang mumin)





( Buku ini milik dua orang mumin)





( Buku ini milik orang-orang mumin)





2.


Contoh:


( Kamu diciptakan agar kamu menyembah Allah)


( Kalian berdua diciptakan agar kalian berdua menyembah



Allah)


( Kalian semua diciptakan agar kalian semua menyembah


66
http://badaronline.com

Allah)
3.



Contoh:








( Tidaklah seorang muslim itu akan minum

khomr)








( Tidaklah dua orang muslim itu akan saling

mendengki)








( Tidaklah orang-orang muslim itu akan

meninggalkan shalat)

4.


Contoh:


( Hendaklah ia masuk ke masjid)




( Hendaklah mereka berdua masuk ke masjid)




( Hendaklah mereka semua masuk ke masjid)





5.

Contoh:


( Sungguh ia akan masuk masjid)




( Sungguh mereka berdua akan masuk masjid)





( Sungguh mereka semua akan masuk masjid)




Bahasa Arab Dasar 41: Marfu'atul Asma

67
http://badaronline.com

(Keadaan Dirofakannya Isim-Isim)


Kelompok Marfuatul Asma


1.


2.



3.

4.


5.



6.


7.

Bahasa Arab Dasar 42: Fa'il



(Fail)
Fail adalah isim marfu yang terletak setelah fiil malum untuk menunjukkan
pelaku dari suatu pekerjaan.
Contoh:



( Ali telah memukul anjing)


( Muhammad sedang menulis pelajaran)



Ketentuan-Ketentuan Fail:
1. Fail adalah isim yang marfu
Contoh:

68
http://badaronline.com






( Zaid menolong Muhammad)
adalah sebagai failnya karena dia merupakan isim yang marfu




bukan sebagai fail karena dia manshub

:

( Laki-laki itu pergi ke pasar)


adalah sebagai faiilnya karena dia merupakan isim yang marfu


:
bukan sebagai fail karena dia majrur

2. Fail harus diletakkan setelah fiil. Apabila ada isim marfu yang terletak di depan
/sebelum fiil maka dia bukan fail
Contoh:




( Muhammad sedang menulis pelajaran)




bukan sebagai fail. Hal ini karena ia terletak di depan fiil.
Failnya adalah berupa dhomir mustatir yang terdapat pada fiil
yang
taqdirnya adalah .
3. Fiil yang dipakai adalah fiil malum. Apabila ada isim marfu yang terletak
setelah fiil majhul, maka ia bukan sebagai fail.
Contoh:



( Ali dipukul)


bukanlah sebagai fail karena fiil yang dipakai adalah fiil majhul.
4. Fiil yang dipakai harus selalu dalam bentuk mufrod
Contoh:

( Seorang muslim itu menulis pelajaran)





69
http://badaronline.com


( Dua orang muslim itu menulis pelajaran)





( Orang-orang muslim itu menulis pelajaran)




5. Bila failnya mudzakkar, maka fiilnya mufrod mudzakkar. Bila failnya muannats
maka fiilnya mufrod muannats.
Contoh:

( Muhammad telah minum susu)






( Maryam telah minum susu)





( Muhammad sedang minum susu)






( Maryam sedang minum susu)

Bahasa Arab Dasar 43: Catatan Fa'il

Catatan Fail:
1. Fail tidak harus terletak secara langsung dibelakang fiilnya.
Contoh:





( Mahasiswa itu telah pulang dari kampus)



( Ali memukul anjing)

2. Apabila fail tidak terletak secara langsung dibelakang fiilnya, maka untuk fail
yang muannats, fiilnya boleh berbentuk mufrod muannats atau mufrod mudzakkar.

70
http://badaronline.com

Contoh:





Atau:





3. Apabila failnya berupa jamak taksir, maka fiilnya boleh berbentuk mufrod
mudzakkar atau mufrod muannats.
Contoh:








Atau:

Bahasa Arab Dasar 44: Macam-Macam Fail

(Macam-Macam Fail)

1. Fail yang berupa isim murob


71
http://badaronline.com









2. Fail yang berupa isim mabni

Bahasa Arab Dasar 45: Fa'il Berbentuk Dhomir Dari Fi'il Madhi

Mengenal Fail Yang Berbentuk Dhomir


1. Fiil Madhi

: Failnya adalah dhomir mustatir yang taqdirnya


72
http://badaronline.com

: Failnya adalah alif


: Failnya adalah wawu

: Failnya adalah dhomir mustatir yang taqdirnya



: Failnya adalah alif

: Failnya adalah nun

: Failnya adalah ta

: Failnya adalah ta

: Failnya adalah ta

: Failnya adalah ta

: Failnya adalah ta

: Failnya adalah ta

: Failnya adalah ta
: Failnya adalah
Contoh:


Fail dari kalimat ini adalah dhomir mustatir yang taqdirnya








Fail dari kalimat ini adalah wawu




Fail dari kalimat ini adalah ta
73
http://badaronline.com

Bahasa Arab Dasar 46: Fa'il Berbentuk Dhomir Dari Fi'il Mudhori

2. Fiil Mudhori

: Failnya adalah dhomir mustatir yang taqdirnya

: Failnya adalah alif

: Failnya adalah wawu

: Failnya adalah dhomir mustatir yang taqdirnya


: Failnya adalah alif

: Failnya adalah nun

: Failnya adalah dhomir mustatir taqdirnya


: Failnya adalah alif

: Failnya adalah wawu

: Failnya adalah ya

: Failnya adalah alif


74
http://badaronline.com


: Failnya adalah nun

: Failnya adalah dhomir mustatir yang taqdirnya

: Failnya adalah dhomir mustatir yang taqdirnya




Contoh:


Fail dari kalimat ini adalah dhomir mustatir yang taqdirnya











Fail dari kalimat ini adalah nun




Fail dari kalimat ini adalah dhomir mustatir yang taqdirnya


Bahasa Arab Dasar 47: Fa'il Berbentuk Dhomir Dari Fi'il Amr

3. Fiil Amr

: Failnya adalah dhomir mustatir yang taqdirnya



: Failnya adalah alif

: Failnya adalah wawu



: Failnya adalah ya
75
http://badaronline.com

: Failnya adalah alif

: Failnya adalah nun


Contoh:

Fail dari kalimat ini adalah dhomir mustatir yang taqdirnya







Fail dari kalimat ini adalah wawu




Fail dari kalimat ini adalah nun

Bahasa Arab Dasar 48: Catatan Macam-Macam Fa'il

Catatan Macam Fail:

1.
Alif yang berfungsi sebagai fail

dinamakan alif itsnain (


)
2.
Wawu yang berfungsi sebagai fail
dinamakan wawu jamaah ( )
3.
Nun yang berfungsi sebagai fail
dinamakan nun niswah ( )
4.
Ta yang berfungsi sebagai fail
dinamakan ta fail ( )
76
http://badaronline.com

5.
Ya yang berfungsi sebagi fail
dinamakan ya mukhothobah (
)
Bahasa Arab Dasar 49: Naibul Fa'il





(Naibul Fail)

Naibul fail adalah isim marfu yang terletak setelah fiil majhul untuk menunjukkan orang yang
dikenai pekerjaan.
Contoh:



( Anjing itu telah dipukul)

( Pelajaran sedang ditulis)


Ketentuan-ketentuan naibul fail


1. Naibul fail merupakan isim marfu. Asal dari naibul fail adalah sebagai obyek (maful bih)
yang mempunyai Irob nashob. Tatkala failnya dihapus, maka maful bih menggantikan posisi
fail yang mempunyai Irob rofa.
Contoh:





( Zaid menolong Muhammad)
Tatkala failnya dihapus, menjadi:

( Muhammad ditolong)



77
http://badaronline.com

2. Naibul fail harus diletakkan setelah fiil. Apabila ada isim marfu yang terletak di depan
/sebelum fiil maka dia bukan naibul fail.
Contoh:




( Muhammad ditolong)



bukan naibul fail. Hal ini karena ia terletak di depan fiil.
Naibul failnya adalah berupa dhomir mustatir yang terdapat pada fiil
yang taqdirnya

adalah
3. Fiil yang dipakai adalah fiil majhul.
Contoh:



( Muhammad menyembelih sapi)





bukan sebagai naibul fail karena fiil yang dipakai bukan fiil majhul.
4. Fiil yang dipakai harus selalu dalam bentuk mufrod
Contoh:

( Seorang kafir itu telah dibunuh)


( Dua orang kafir itu telah dibunuh)



( Orang-orang kafir itu telah dibunuh)


5. Bila naibul failnya mudzakkar, maka fiilnya mufrod mudzakkar. Bila naibul failnya
muannats maka fiilnya mufrod muannats.
Contoh:











78
http://badaronline.com






6. Apabila susunan sebelum failnya dihapus menpunyai dua maful bih (obyek), maka setelah
failnya dihapus, maful bih pertama menjadi naibul fail sedangkan maful bih kedua tetap
manshub sebagai maful bih.
Contoh:








( Muhammad memberi orang fakir itu makanan)
Tatkala failnya dihapus, maka fiilnya harus dirubah menjadi bentuk majhul. Kemudian maful
bih pertama ( yaitu
) berubah menjadi naibul fail, sehingga Irobnya menjadi rofa.


Adapun maful bih ke dua ( yaitu
) tetap manshub sebagai maful bih.





( Orang fakir itu diberi makanan)

Bahasa Arab Dasar 50: Catatan Naibul Fa'il

Catatan Naibul Fail:


1. Ketentuan naibul fail mirip dengan ketentuan yang ada pada fail.
2. Naibul fail tidak harus terletak secara langsung dibelakang fiilnya.
Contoh:

( Pencuri itu ditangkap di jalan)


:



3. Apabila naibul fail tidak terletak secara langsung dibelakang fiilnya, maka untuk naibul
fail yang muannats, fiilnya boleh mufrod muannats atau mufrod mudzakkar.
Contoh:


( Maryam ditolong di dalam kelas)





atau


( Maryam ditolong didalam kelas)




79
http://badaronline.com

4. Apabila naibul failnya berupa jamak taksir, maka fiilnya boleh berbentuk mufrod
mudzakkar atau mufrod muannats.
Contoh:

( Para ustadz ditanya)



Atau



( Para ustadz ditanya)

5. Terkadang, naibul fail berupa isim mabni
Contoh:

:



( Telah ditangkap orang yang mencuri uang)

( Pintu ini dibuka)





( Orang kafir itu dibunuh)

( Orang itu dinikahi)

( Mereka dipukul)

Bahasa Arab Dasar 51: Mubtada Khobar

(Mubtada dan Khobar)


80
http://badaronline.com

Mubtada adalah isim marfu yang biasanya terdapat di awal kalimat (Subyek)
Khobar adalah sesuatu yang dapat menyempurnakan makna mubtada (Predikat)
Contoh:




( Muhammad adalah seorang dokter)

( Ustadz itu sakit)




Ketentuan-ketentuan Mubtada dan khobar
1. Mubtada dan khobar merupakan isim-isim marfu
Contoh:

( Anak itu rajin)


( Bapakmu adalah orang yang pandai)


( Hakim itu adil)




2. Mubtada dan khobar harus selalu sesuai dari sisi bilangannya.
Contoh:





( Seorang muslim itu hadir)





( Dua orang muslim itu hadir)






( Orang-orang muslim itu hadir)
3. Mubtada dan khobar harus selalu sesuai dari sisi jenisnya.
Contoh:




( Orang muslim itu sholeh)






( Orang muslimah itu sholihah)






( Para lelaki mumin itu orang yang bersungguh-sungguh)
81
http://badaronline.com








( Para perempuan mumin itu orang yang bersungguh-sungguh)

Bahasa Arab Dasar 52: Macam-macam Mubtada

(Macam-Macam Mubtada)

1. Mubtada yang berupa isim murob


Contoh:


( Allah Maha Mengetahui)



( Dua anak laki-laki itu orang yang bersungguh-sungguh)




( Umar adalah seorang yang adil)
2. Mubtada yang berupa isim mabni
Contoh:

( Buku ini baru)







( Dia seorang yang bersungguh-sungguh)
( Saya seorang mahasiswa)


Bahasa Arab Dasar 53: Macam-Macam Khobar

82
http://badaronline.com

(Macam-Macam Khobar)

1. Khobar Mufrod
Khobar mufrod adalah khobar yang bukan berupa jumlah maupun syibhul jumlah.
Contoh:


( Seorang pekerja itu hadir)


( Dua orang pekerja itu hadir)






( Para pekerja itu hadir)
2. Khobar Murokkab
Khobar murokkab adalah khobar yang berupa jumlah atau syibhul jumlah.
a. Khobar yang berupa jumlah
i. Jumlah Ismiyah
Contoh:



( Anak laki-laki itu bukunya baru)


( Anak laki-laki itu bapaknya hadir)







( Sekolahan itu pengajarnya telah hadir)

83
http://badaronline.com

ii. Jumlah Filiyah


Contoh:


( Anak itu telah hadir bapaknya)



( Seorang pengajar itu telah hadir)





( Para pengajar itu telah hadir)
b. Khobar yang berupa syibhul jumlah
i. Jer dan Majrur
Contoh:




( Muhammad di dalam rumah)

( Buku itu di atas meja)




ii. Dhorof dan Mudhof ilaih
Contoh:






( Muhammad di depan rumah)

( Kucing itu di bawah meja)




84
http://badaronline.com

Bahasa Arab Dasar 54: Catatan Mubtada Khobar

Catatan:
1. Susunan mubtada dan khobar membentuk jumlah isimiyah, sedangkan susunan fiil dan fail
membentuk jumlah fiilyah.
Contoh:





( Jumlah isimiyah)


( Jumlah filiyah)



2. Apabila khobar berupa jumlah filiyah yang failnya berupa dhomir, maka harus mengikuti
mubtadanya dari sisi bilangan dan jenisnya.
Contoh:








3. Terkadang letak khobar didahulukan daripada mubtada. Khobar ini dinamakan khobar
muqoddam (


) dan mubtadanya dinamakan mubtada muakhkhor (


)

Contoh:



85
http://badaronline.com

4. Irob dari khobar yang berbentuk murokkab adalah fi mahalli rofin (


Bahasa Arab Dasar 55: Isim Kana Dan Saudari-Saudarinya

(Isim Kaana dan Saudaranya)


Kaana dan saudari-saudarinya merupakan fiil-fiil yang masuk pada susunan mubtada dan
khobar sehingga merofakan mubtada dan menashobkan khobar.
Mubtada yang telah dirofakan oleh kaana dan saudari-saudarinya dikenal dengan Isim Kaana
Khobar yang telah dinashobkan oleh kaana dan saudari-saudarinya dikenal dengan Khobar
Kaana
Contoh:

Bahasa Arab Dasar 56: Isim Kaana

1. Isim Kaana yang berupa isim murob


Contoh:


86
http://badaronline.com









2. Isim Kaana yang berupa isim mabni
Contoh:

Contoh:










87
http://badaronline.com

Bahasa Arab Dasar 57: Saudari-Saudari Kaana

Saudari-Saudari Kaana


1.







( Untuk menunjukkan waktu)
Contoh:


( Anak itu tidur di malam hari)
2.
( Untuk penafian)
Contoh:





( Kesuksesan itu tidaklah mudah)
3.
( Untuk menunjukkan terjadinya perubahan)
Contoh:




( Muhammad telah menjadi seorang pemuda)
4.


( Untuk menunjukkan jeda waktu)
Contoh:


( Jangan keluar selama hari masih hujan)









5.






( Untuk menunjukkan adanya kesinambungan)
Contoh:
88
http://badaronline.com




:
) (Pencuri itu senantiasa membuat resah

Bahasa Arab Dasar 58: Khobar Kaana

)(Macam-Macam Khobar Kaana

1. Khobar Kaana yang berbentuk mufrod


Contoh:





2. Khobar Kaana yang berbentuk murokkab
Contoh:








89
http://badaronline.com

Bahasa Arab Dasar 59: Catatan Kaana

Catatan Kana:
1. Apabila isim kaana berupa isim murob, maka kaana selalu dalam bentuk mufrodnya
walaupun isim kaana tersebut berupa isim mutsanna atau jamak.
Contoh:




2. Apabila isim kaana berupa isim mabni yang berupa dhomir, maka kaana ditashrif sesuai
dengan dhomirnya.
Contoh:

:
:
:

90
http://badaronline.com

3. Irob dari khobar kaana yang berbentuk murokkab adalah fii mahalli nashbin (
)

Bahasa Arab Dasar 60: Khobar Inna Dan Saudari-Saudarinya


Inna dan saudari-saudarinya merupakan huruf yang masuk pada susunan mubtada dan khobar,
sehingga menashabkan mubtada dan merofakan khobar.
Mubtada yang telah dinashabkan oleh inna dan saudari-saudarinya dikenal dengan Isim Inna.
Khobar yang telah dirofakan oleh inna dan saudari-saudarinya dikenal dengan Khobar Inna.
Sehingga istilahnya menjadi berubah, dari mubtada menjadi isim inna dan khobar menjadi
khobar inna.
Contoh:

( Sesungguhnya Allah adalah Maha Bijaksana)


( Sesungguhnya Ali adalah Anak yang cerdas)
( Sesungguhnya Agama ini mudah)
Perincian kalimat:

91
http://badaronline.com



Bahasa Arab Dasar 61: Saudari-Saudari Inna

Saudari-Saudari Inna:
1.

, = Untuk Taukid (Menguatkan sesuatu)

Contoh:


( Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar)


( Ketahuilah sesungguhnya pertolongan itu bersama kesabaran)
2.

= Untuk berandai-andai

Contoh:

( Seandainya nilainya baik)


= Untuk Tasybih (Menyerupakan)
3.
92
http://badaronline.com

Contoh:

( Seakan-akan Umar adalah singa)


4.

= Untuk Menyatakan kebalikan dari kalimat sebelumnya

Contoh:


( Kitab itu kecil akan tetapi berfaidah)
5. = Untuk pengharapan
Contoh:

( Mudah-mudahan udaranya nyaman)


6.

= Untuk meniadakan jenis


Contoh:

( Tidak ada seorang lelaki pun di dalam rumah itu)


Bahasa Arab Dasar 62: Tashrif Inna Bersama Dhomirnya

Tashrif Inna:

93
http://badaronline.com

Bahasa Arab Dasar 63: Macam-Macam Isim Inna

94
http://badaronline.com

Isim Inna terbagi dua, yang berupa isim Murob dan Mabni.
A. Isim Inna yang berupa isim murob
Contoh:

( Sesungguhnya Muhammad duduk)



( Sesungguhnya Ujian itu mudah)

( Sesungguhnya dua wanita itu hadir)
( Sesungguhnya para pemain itu bersungguh-sungguh)

B. Isim inna yang berupa isim mabni
Contoh:

( Sesungguhnya dia -perempuan- berdiri)


( Sesungguhnya kamu adalah seorang ustadz)
( Sesungguhnya aku adalah seorang pelajar)

Bahasa Arab Dasar 64: Pembagian Khobar Inna


95
http://badaronline.com

(Pembagian Khobar Inna)

Macam-Macam Khobar Inna:


1. Mufrod
Contoh:


(Sesungguhnya keberadaan Surga adalah benar)
2. Jar Majrur
Contoh:


(Sesungguhnya Allah berada di atas langit)
3. Zharaf
Contoh:


(Sesungguhnya jalan keluar bersama dengan kesusahan)

96
http://badaronline.com

4. Jumlah Ismiyyah
Contoh:



(Sesungguhnya anaknya Umar adalah anak shalih)
5. Jumlah Filiyyah
Contoh:


(Sesungguhnya Allah Melihat)

Bahasa Arab Dasar 65: Catatan Khobar Inna

Catatan Khobar Inna:


1. Untuk menentukan mana isim inna dan khobarnya, terlebih dahulu harus dicari mana mubtada
dan khabarnya, sehingga apabila didapatkan khobar di depan atau mubtada di belakang maka
isim dan khobar inna juga menyesuaikan.
Contohnya adalah kalimat:

( Seorang laki-laki itu di dalam rumah)


Maka kata

adalah khobar muqoddam, sedangkan adalah mubtada muakhkhor.

Sehingga apabila kemasukan inna, kalimatnya menjadi:


2. Jika mubtada berbentuk dhomir maka isim inna menyesuaikan,
Contoh:


97
http://badaronline.com

Menjadi,


Contoh lain:


Menjadi,

Bahasa Arab Dasar 66: Tabi' Dan Tawabi'

(Tabi)
Tabi adalah kata yang mengikuti hukum kata sebelumnya ditinjau dari sisi irab.
Contoh:

( Seorang lelaki yang mulia telah datang)


( Aku telah melihat seorang lelaki yang mulia)

Istilahnya:

= Kata yang diikuti

= Kata yang mengikuti

(Tawabi)

98
http://badaronline.com

1.


2.

3.

4.

Bahasa Arab Dasar 67: Na'at Man'ut

(Naat)
Naat adalah tabi yang menyifati isim sebelumnya. Naat bisa disebut sifat.
Contoh:

( Seorang imam yang adil telah datang)




( Seorang muslimah yang shalihah sedang shalat)
Ketentuan-Ketentuan Naat:
1. Naat harus mengikuti manut dari sisi tayin (kejelasan) nya.
Contoh:

( Seorang mahasiswa yang pandai telah kembali)


( Seorang mahasiswa yang pandai itu telah kembali)
2. Naat harus mengikuti manut dari sisi adad (jumlah) nya.
Contoh:

( Seorang mahasiswa yang pandai telah kembali)


99
http://badaronline.com

( Dua orang mahasiswa yang pandai telah kembali)


( Para mahasiswa yang pandai telah kembali)

3. Naat harus mengikuti manut dari sisi nau (jenis) nya.


Contoh:

( Seorang mahasiswa yang pandai telah kembali)


( Seorang mahasiswi yang pandai telah kembali)

Bahasa Arab Dasar 68: Faidah Tambahan Na'at Man'ut

Catatan:
1. Apabila manut berupa isim jama yang tidak berakal (

berbentuk mufrod muannats atau jama muannats.

) maka naatnya boleh

Contoh:

( Gunung-gunung yang tinggi itu meletus)


( Gunung-gunung yang tinggi itu meletus)
2. Setiap jumlah (kalimat) yang terletak setelah isim nakirah maka dia dianggap sebagai naat
(sifat).
Contoh:

( Ini adalah amalan yang berfaidah)


100
http://badaronline.com


( Hari yang dinginnya menusuk telah berlalu)

Bahasa Arab Dasar 69: 'Athaf Ma'thuf

(Athaf)
Athaf adalah tabi yang terletak setelah huruf-huruf athaf (huruf-huruf penghubung /
penyambung)
Contoh:

( Umar dan Utsman telah datang)

( Muhammad tidur kemudian Ali)


Bahasa Arab Dasar 70: Macam-Macam Huruf 'Athaf

Huruf-huruf athaf ada lima, yaitu:


1.
Digunakan untuk sekedar menggabungkan dua kata atau lebih (

Contoh:

( Muhammad, Hasan dan Said telah datang)


101
http://badaronline.com

2.
Digunakan untuk menggabungkan dua kata atau lebih secara berurutan dengan tanpa adanya jeda
(

Contoh:

( Muhammad datang, kemudian Hasan, kemudian Said)


Faidah:
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


Kemudian hendaklah menghadap ke arah kiblat kemudian (langsung) bertakbirlah.
Dalam hadits ini menyebutkan perbuatan langsung, setelah seseorang menghadap kiblat,
kemudian ia langsung bertakbir. Maka faidahnya, tidak ada pengucapan niat dalam shalat.
3.

Digunakan untuk menggabungkan dua kata atau lebih secara berurutan dengan disertai adanya
jeda (

Contoh:

( Muhammad masuk masjid kemudian -beberapa saat kemudian-

Hasan)
4.

Digunakan untuk menggabungkan dua kata atau lebih untuk menunjukkan sebuah pilihan atau
untuk mengungkapkan keragu-raguan.
Contoh:

102
http://badaronline.com


( Dibolehkan bagi segenap mahasiswa

untuk bermain atau belajar pada hari libur)

( Yang menukil kabar adalah Muhammad atau Ali)


5.
Digunakan untuk menggabungkan dua kata atau lebih guna menuntut suatu kejelasan. Huruf ini
biasanya terletak setelah huruf istifham a ()
Contoh:

( Apakah Bapakmu seorang Insinyur ataukah Dokter?)

Bahasa Arab Dasar 71: Taukid

(Taukid)
Taukid adalah tabi yang disebutkan di dalam kalimat untuk menguatkan atau menghilangkan
keragu-raguan dari si pendengar.
Contoh:

( Ustadz itu telah datang)





( Para Mahasiswa semuanya telah datang)

1.

103

http://badaronline.com

Taukid yang disebutkan dalam suatu kalimat dengan cara mengulang lafazh yang hendak
dikuatkan.
Contoh:

( Hasan Hasan telah meninggal)


( Ali Ali telah dibunuh)
2.

Yaitu taukid yang disebutkan dalam suat kalimat dengan cara menambahkan lafazh-lafazh
khusus (

Catatan:
Alfazhuzh taukid harus bersambung dengan dhomir-dhomir yang sesuai dengan dengan kata
yang ingin dikuatkan.
Bahasa Arab Dasar 72: Lafazh-Lafazh Taukid

Diantara lafazh-lafazh taukid adalah:


1.

Contoh:

2.

Contoh:



3.
Contoh:
104
http://badaronline.com



4.
Contoh:



5.

, ,

Contoh:

Bahasa Arab Dasar 73: Faidah Tambahan Taukid

Faidah Tambahan:
Apabila ditemukan kata yang bentuknya adalah mufrad akan tetapi secara makna mempunyai
anggota bagian maka ia dikuatkan dengan lafazh taukid jamak.
Contoh:

Bahasa Arab Dasar 74: Badal

105
http://badaronline.com


(Badal)
Badal adalah tabi yang disebutkan di dalam suatu kalimat untuk mewakili kata sebelumnya, baik
mewakili secara keseluruhan ataupun sebagiannya saja.
Contoh:

( Ustadz Muhammad sedang duduk)



( Ali dipukul kakinya)

Badal bisa dikenal dengan menambahkan kata yaitu pada terjemah kata yang digantikan.

Bahasa Arab Dasar 75: Macam-Macam Badal


1.

Yaitu badal yang menggantikan kata sebelumnya (mubdal minhu) secara utuh.
Contoh:
106
http://badaronline.com



( Imam Ahmad adalah seorang lelaki yang shalih)
2.

Badal yang mewakili anggota bagian dari kata sebelumnya.


Contoh:

( Rumah itu dindingnya roboh)


3.

Badal yang mewakili sebagian sifat dari kata sebelumnya.


Contoh:

( Kebersihan rumah itu mengagumkanku)

Bahasa Arab Dasar 76: Catatan Badal

Catatan:
1. Badal badhi minal kulli dan badal isytimal harus bersambung dengan dhomir yang sesuai
dengan mubdal minhu nya.
2. Biasanya badal ditemukan dalam suatu kalimat setelah:
a. Nama orang atau gelar
Contoh:

107
http://badaronline.com

( Ali bin Abi Thalib berkata)


( Syaikh Muhammad menulis sebuah risalah yang berfaidah)
b. Isim Isyarat
Contoh:

( Kitab ini berfaidah)


( Rumah itu bersih)
c. Pembagian
Contoh:

( Kalimat terbagi tiga: Isim, Fiil dan Huruf)


:

:( Syirik terbagi dua: Besar dan Kecil)

Bahasa Arab Dasar 77: Catatan Khusus Badal

Catatan Khusus:
Apabila badal berupa lafadz

, maka mubdal minhu (yang dibadali/kata yang terletak

sebelumnya) tidak boleh ditanwin, sedangkan lafadz dihilangkan alifnya (menjadi )dan
kata yang terletak setelahnya dimajrurkan sebagai mudhaf ilaih
Contoh:
108
http://badaronline.com


Bahasa Arab Dasar 78: Manshubatul Asma Maf'ul Bih




)(Keadaan Dinashobkannya Isim-Isim
Kelompok Manshubatul Asma:

1.

2.

3.

4.
5.

6.

7.
8.

9.

10.
11.

12.

109
http://badaronline.com


(Maful Bih)

Maful bih adalah isim yang menjadi objek dari pelaku.


Contoh:

( Mahasiswa itu telah menulis pelajaran)

( Maryam meminum susu)


Bahasa Arab Dasar 79: Macam-Macam Maf'ul Bih

(Macam-Macam Maful Bih)

1. Maful bih yang berupa isim murob


Contoh:

( Muhammad membaca surat)

( Muhammad membeli dua buah buku)


( Orang-orang muslim memerangi orang-orang kafir)
110
http://badaronline.com

2. Maful bih yang berupa isim mabni


Contoh:

( Aku telah melihat kamu)




( Ustadz telah menasihati murid ini)

( Kami telah menyaksikan permainan itu)


Bahasa Arab Dasar 80: Letak-Letak Maf'ul Bih Dalam Struktur Kalimat

Letak-letak maful bih dalam struktur kalimat:


1.

Contoh:

( Muhammad menendang bola)


( Muhammad menyembelih kambing)
2.

Contoh:

( Anak kecil itu makan nasi)


( Murid itu bertanya kepada guru)

3.


111

http://badaronline.com

Contoh:

( Aku bertanya kepada ustadz)



( Aku membaca majalah)
4.

Contoh:

( Aku memerintahkan kepada kamu)

( Dia memukulnya)
5.

Contoh:

( Seorang ustadz bertanya kepadaku)


( Semoga Allah merahmatimu)
6.

Contoh:

( Hanya kepada-Mu kami menyembah)


( Aku hanya makan roti)

112
http://badaronline.com

Bahasa Arab Dasar 81: Catatan Maf'ul Bih

Catatan Maful Bih:


Di dalam satu kalimat, terkadang ditemukan maful bih lebih dari satu.
Contoh:

( Pengajar itu memberi Muhammad hadiah)


( Guru itu mengajarkan para mahasiswa ilmu nahwu)


( Aku menyangka Ali sakit)

Bahasa Arab Dasar 82: Maf'ul Fih (Zhorof)


(Maful Fih)
Maful fih (zhorof) adalah isim yang menunjukkan keterangan waktu atau tempat terjadinya
suatu perbuatan.
Contoh:

( Aku bersafar pada waktu malam)

113
http://badaronline.com


( Aku berpuasa pada hari senin)

( Aku duduk di depan mimbar)
( Anjing itu tidur di belakang pintu)
Catatan:
1. Maful fiih yang digunakan untuk menunjukkan keterangan waktu dikenal sebagai zhorof
zaman

2. Maful fiih yang digunakan untuk menunjukkan keterangan tempat dikenal sebagai zhorof
makan

Diantara contoh zhorof zaman adalah:


( Pagi hari)
( Malam hari)

( Bulan)
( Terkadang)
( Sebelum)
( Baru saja)
( Besok)
( Sekarang)

( Kadang-kadang)
Diantara contoh zhorof makan adalah:

114
http://badaronline.com

( Di atas)
( Di antara)
( di sisi)
( Di belakang)
( Di bawah)
( Sekitar)
( Sebelah kanan)
( Sebelah kiri)
( Arah)

Bahasa Arab Dasar 83: Macam-Macam Zhorof


Macam-Macam Zhorof

A. Zhorof mutashorrif adalah lafazh zhorof yang dapat difungsikan untuk selain zhorof.
Contoh:

( Aku berpuasa pada hari senin)



( Hari jumat adalah hari yang diberkahi)
115
http://badaronline.com

B. Zhorof ghoiru mutashorrif adalah lafazh yang hanya dapat difungsikan sebagai zhorof dan
tidak dapat difungsikan untuk yang lainnya.
Di antara contohnya adalah:

, , , , ,
Contoh:

( Janganlah kamu tidur sebelum wudhu)


Bahasa Arab Dasar 84: Catatan Zhorof

Catatan Zhorof:
1. Zhorof ghoiru mutashorrif boleh di-jer-kan dengan huruf

Contoh:

( Aku telah memasuki masjid sebelum kalian)


2. Ada beberapa zhorof yang bentuknya adalah mabni.
Contoh:

( Kemarin)

( Di manapun)
Bahasa Arab Dasar 85: Maf'ul Liajlih

116
http://badaronline.com

Maful Liajlih
Maful liajlih adalah isim yang digunakan untuk menjelaskan sebab terjadinya perbuatan.
Contoh:


( Aku shalat karena iman kepada Allah)
( Aku mengunjungi Ali karena cinta kepadanya)
( Aku memberi orang fakir itu makanan karena kasihan
kepadanya)
Maful liajlih di bentuk dari amalan-amalan hati.
Lafazh-lafazh yang biasa menjadi maful liajlih:

( Karena hormat)
( Karena malu)
( Karena sedih)
( karena sayang)
( karena takut)
( karena iri)
Catatan:
Lafazh-lafazh maful liajlih dapat di-jer-kan dengan huruf lam.
Contoh:

( Aku memberi orang fakir itu makanan karena kasihan


kepadanya)

117
http://badaronline.com

Bahasa Arab Dasar 86: Maf'ul Muthlaq


Maful Muthlaq
Maful muthlaq adalah isim yang berasal dari lafazh fiil yang berfungsi untuk penguat makna,
penjelas bilangan atau penjelas sifat.
Contoh:

( Aku telah menghafal pelajaran itu dengan sebenar-benarnya hafal)




( Aku telah memukulnya dengan sebenar-benar memukul)
( Aku telah menghafal pelajaran itu dengan sekali hafal)



( Aku telah memukulnya dengan sekali pukul)
( Aku telah menghafal pelajaran itu dengan hafalan yang baik)


( Aku telah memukulnya dengan pukulan yang keras)
Bahasa Arab Dasar 87: Ketentuan-Ketentuan Maf'ul Muthlaq

Ketentuan-Ketentuan Maful Muthlaq:


1. Maful muthlaq harus menggunakan mashdar (kata kerja yang dibendakan).
2. Apabila mashdar yang merupakan maful muthlaq berdiri sendiri, maka ia berfungsi sebagai
penguat makna.
Contoh:

( Aku menendang dengan sebenar-benarnya menendang)


3. Maful muthlaq yang berfungsi untuk menjelaskan bilangan, biasanya mengikuti wajan
Contoh:

118
http://badaronline.com

( Aku menendang dengan sekali tendang)


4. Apabila mashdar yang merupakan maful muthlaq disifati atau diidhofahkan, maka ia
berfungsi sebagai penjelas sifat atau jenis.
Contoh:

( Aku menendang dengan tendangan yang keras)


( Aku menendang seperti tendangan para tentara)
5. Terkadang fiil dari maful muthlaq dihilangkan.
Contoh :

( Terima kasih)
Yang asalnya adalah:

( Aku berterima kasih kepadamu dengan betul-betul terima kasih)


Bahasa Arab Dasar 88: Maf'ul Ma'ah

(Maful Maah)
Maful maah adalah isim yang terletak setelah huruf ( )yang mempunyai arti bersama untuk
menunjukkan kebersamaan.
Contoh:

( Ali berjalan bersama dengan gunung)


( Muhammad datang bersamaan dengan terbenamnya matahari)
Bahasa Arab Dasar 89: Perbedaan Wau Ma'iyyah Dan Wau Athaf

Perbedaan antara wau maiyyah dengan wau athof:

119
http://badaronline.com

1. Isim yang terletak setelah wau maiyyah selalu mansub, adapun isim yang terletak setelah wau
athof tergantung mathufnya.
Contoh :

= waunya adalah wau maiyyah


= waunya adalah wau athof
2. Pelaku pada wau maiyyah hanya terdiri dari satu pihak, sedangkan pelaku pada wau athof
terdiri dari dua belah pihak.
Catatan:
Pada dasarnya, huruf wau yang terletak di antara dua buah isim adalah wau athof. Oleh karena
itu seandainya sebuah kalimat cocok untuk dimaknai dengan wau athof, maka wau tersebut
adalah wau athof.

Bahasa Arab Dasar 90: Hal


(Hal)
Hal adalah isim mansub yang digunakan untuk menjelaskan keadaan fail atau maful bih saat
terjadinya fiil (perbuatan).
Contoh:


( Muhammad shalat dalam keadaan duduk)
( Muhammad pergi ke masjid dengan berjalan)

( Aku melihat ustadz sedang naik kendaraan)



Bahasa Arab Dasar 91: Ketentuan-Ketentuan Hal
120
http://badaronline.com

Ketentuan-ketentuan Hal:
1. Hal merupakan isim yang mansub.
Contoh:


( Muhammad shalat dalam keadaan duduk)
2. Hal berbentuk isim nakiroh, sedangkan shohibul hal (isim yang dijelaskan keadaannya oleh
Hal) berbentuk isim marifat.
Contoh:

( Anak itu makan dalam keadaan berdiri)


= Shohibul hal, marifat

= Hal, nakiroh
3. Hal mengikuti shohibul hal dari sisi nau (mudzakkar atau muannats) dan adad (mufrod,
mutsanna, jama).
Contoh:

( Muhammad minum dalam keadaan duduk)


( Fatimah minum dalam keadaan duduk)

( Anak itu makan dalam keadaan berdiri)


( Dua anak itu makan dalam keadaan berdiri)
Bahasa Arab Dasar 92: Macam-Macam Hal

121
http://badaronline.com


Macam-Macam Hal

1. Mufrod
Yaitu hal yang berbentuk tunggal. Termasuk bentuk mufrod disini adalah isim mufrod, mutsanna
dan jama.
Contoh:


(Anak itu makan sambil berdiri)


(Dua anak itu makan sambil berdiri)




(Para anak itu makan sambil berdiri)
2. Murokkab
Yaitu hal yang terdiri dari jumlah ismiyyah ataupun filiyyah.
Contoh:

122
http://badaronline.com

( Janganlah minum sambil berdiri)


( Anak itu datang sambil menangis)


Bahasa Arab Dasar 93: Faidah Hal

Setiap jumlah yang terletak setelah isim nakiroh, maka ia adalah sifat, adapun apabila terletak
setelah isim marifat maka ia adalah hal.
Contoh:

( Aku mendengar burung-burung berkicau)

= Sifat
( Aku mendengar burung-burung berkicau)

= Hal

Bahasa Arab Dasar 94: Tamyiz

(Tamyiz)
Tamyiz adalah isim nakiroh yang disebutkan dalam suatu kalimat untuk memberi penjelasan
sesuatu yang masih samar.
Sesuatu yang masih samar yang dijelaskan oleh tamyiz dikenal dengan istilah mumayyaz (

).

Contoh:

123
http://badaronline.com

( Aku membeli dua puluh kitab)


= Mumayyaz
= Tamyiz
( Aku membeli satu dirham perak)

= Mumayyaz
= Tamyiz

Bahasa Arab Dasar 95: Macam Mumayyaz: Malfuzh


Macam-Macam Mumayyaz

124
http://badaronline.com

A. Mumayyaz malfuzh adalah mumayyaz yang disebutkan dalam pembicaraan atau kalimat.
Mumayyaz malfuzh ada 4, yaitu:
1.

( Nama-nama takaran)

Contoh:

( Aku membeli satu liter beras)


2.

( Nama-nama timbangan)

Contoh:

( Aku membeli satu kilo daging)


3.

( Nama-nama jarak/ukuran)

Contoh:

( Aku membeli satu meter kain)


4.

( Nama-nama bilangan)

Contoh:

( Aku membeli 20 rumah)


Bahasa Arab Dasar 96: Mumayyaz Malhuzh

125
http://badaronline.com

B. Mumayyaz malhuzh adalah mumayyaz yang tidak ditampakkan dalam pembicaraan atau
kalimat. Mumayyaz malhuzh biasanya untuk menggantikan mubtada atau fail.
Contoh:

( Pengajar itu lebih banyak dibandingkan dengan murid

pengalamannya)
Asalnya adalah,

( Pengalaman pengajar itu lebih banyak dibandingkan

dengan murid)

( Aku lebih banyak dari kamu hartanya)

Asalnya,

( Hartaku lebih banyak daripada hartamu)


( Ali bagus wajahnya)
Asalnya,

( Wajah Ali bagus)


( Muhammad baik jiwanya)
Asalnya,

( Jiwa Muhammad baik)

126
http://badaronline.com

Bahasa Arab Dasar 97: Tamyiz 'Adad

(Tamyiz Adad)
Tamyiz adad adalah tamyiz yang digunakan untuk menjelaskan mumayyaz yang berupa adad
(bilangan).
Tamyiz adad biasa dikenal dengan istilah madud

()

Contoh:

( Aku membeli tiga puluh pena)



= Adad

= Madud
Bahasa Arab Dasar 97: Tamyiz 'Adad

(Tamyiz Adad)
Tamyiz adad adalah tamyiz yang digunakan untuk menjelaskan mumayyaz yang berupa adad
(bilangan).
Tamyiz adad biasa dikenal dengan istilah madud (

Contoh:

( Aku membeli tiga puluh pena)



= Adad

127
http://badaronline.com

= Madud

Bahasa Arab Dasar 98: Hukum 'Adad Ma'dud

Hukum adad dan madud:


1. Jika adadnya berupa bilangan 3-10, maka madud berbentuk jamak majrur.
Contoh:

( Tiga orang anak)


( Lima orang laki-laki)

( Tujuh Hari)
2. Jika adadnya berupa bilangan 11-99, maka madud berbentuk mufrod manshub.
Contoh:

( Lima belas orang anak)

( Empat belas orang laki-laki)

( Dua puluh hari)


3. Jika adadnya berupa bilangan 100 atau 1.000 atau kelipatannya, maka madud berbentuk
mufrod majrur.
Contoh:

( Seratus orang anak)


( Seribu orang laki-laki)
128
http://badaronline.com

( Tiga ratus hari)


Bahasa Arab Dasar 100: Mustatsna



(Mustatsna)
Mustatsna adalah isim yang disebutkan setelah adatul istitsna (alat pengecualian) untuk
menyelisihi hukum kata sebelum adatul istitsna. Kata yang terletak sebelum adatul istitsna
dikenal dengan istilah mustatsna minhu

Contoh:

( Para siswa lulus kecuali Hasan)




= Alat pengecualian / Adat istitsna

= Mustatsna minhu

= Mustatsna


( Para lelaki itu telah hadir kecuali Zaid)
= Alat pengecualian

= Mustatsna minhu

= Mustatsna

129
http://badaronline.com


( Adatul istitsna) ada enam, yaitu:

, , ,
, ,

Bahasa Arab Dasar 101: Hukum Mustatsna Dengan Illa

A. Hukum mustatsna dengan

1. Wajib nashob, apabila kalimatnya positif dan disebutkan mustatsna minhu.


Contoh:



( Para hadirin telah pulang kecuali Muhammad)


( Para siswa telah pulang kecuali dua orang anak)

2. Boleh nashob atau mengikuti mustatsna minhu apabila kalimatnya negatif dan disebutkan
mustatsna minhu.
Contoh:


/
( Para hadirin tidak pulang kecuali Muhammad)


( Para siswa tidak pulang kecuali dua orang anak)
/
3. Diirob sesuai dengan kedudukannya dalam kalimat, apabila kalimatnya negatif dan tidak
disebutkan mustatsna minhu.
Contoh:

( Tidak ada yang pulang kecuali Muhammad)



130
http://badaronline.com



( Aku tidak memukul kecuali Zaid)

Bahasa Arab Dasar 102: Hukum Mustatsna Dengan Ghoir Dan Siwa

dan
B. Hukum mustatsna dengan
dan adalah selalu majrur.
Mustatsna dengan
Contoh:

( Para murid gagal kecuali Ali)



( Para murid lulus kecuali Hasan)

Catatan:


adalah mengikuti hukum mustatsna dengan
1. Hukum Irob
Contoh:
a. Kalimat positif dan disebutkan mustastna minhu.



b. Kalimat negatif dan disebutkan mustasna minhu.

/

131
http://badaronline.com

c. Kalimat negatif dan tidak disebutkan mustasna minhu.

Bahasa Arab Dasar 103: Hukum Mustatsna Dengan Khola, 'Ada Dan Hasya


C. Hukum mustatsna dengan

Mustasna dengan


, ,

boleh nashob ataupun jar / majrur.


, ,

Contoh:


/

/

Bahasa Arab Dasar 103: Hukum Mustatsna Dengan Khola, 'Ada Dan Hasya


C. Hukum mustatsna dengan

Mustasna dengan


, ,

boleh nashob ataupun jar / majrur.


, ,
132

http://badaronline.com

Contoh:


/

/

Bahasa Arab Dasar 104: Khobar Kana


Khobar kana Dan Saudaranya
Penjelasan tentang khobar kana silakan dirujuk kembali pada pembahasan isim kana.
Contoh:

Bahasa Arab Dasar 105: Isim Inna


133
http://badaronline.com

Isim Inna Dan Saudaranya


Penjelasan tentang isim inna silakan dirujuk kembali pada pembahasan khobar inna.
Contoh:






Bahasa Arab Dasar 106: Munada


Munada
Munada adalah isim yang disebutkan setelah huruf nida (huruf yang digunakan untuk
memanggil).
Contoh:

( Wahai hamba Allah)


( Wahai orang yang tidur, bangunlah)
Huruf-huruf Nida:

= Untuk memanggil jarak dekat.


134
http://badaronline.com

Contoh:

( Wahai Abdullah, tulislah)


, , = Untuk memanggil jarak jauh
Contoh:


( Wahai Abdullah, apakah engkau mendengar suaraku?)
= Dapat digunakan untuk memanggil dekat ataupun jauh.
Contoh:

( Wahai Abdullah, cepatlah)


Bahasa Arab Dasar 107: Macam-Macam Munada Manshub


(Macam-macam Munada)

1.


Munada selalu manshub dalam 3 (tiga) keadaan.


a.
( mudhof)
Contoh:

( Wahai Abdullah)
( Wahai Rasulullah)
135
http://badaronline.com

( Wahai Abu Bakr)


b.

( Mirip dengan mudhof)

Contoh:

( Wahai pendaki gunung)

( Wahai orang yang berusaha berbuat baik)


( Wahai orang yang membawa tas)

c.
Nakirah yang belum tentu orangnya

Contoh:

( Wahai lelaki)

( Wahai Muslim)
( Wahai mahasiswa)

Bahasa Arab Dasar 108: Macam-Macam Munada Mabni


2.
Munada dimabnikan dengan tanda rafa pada 2 (dua) keadaan.

a. ( Nama orang tunggal / terdiri dari satu kata)


Contoh:
136
http://badaronline.com



b.

( Nakirah yang sudah tertuju pada orang tertentu)

Contoh:

Bahasa Arab Dasar 109: Beda Munada Maqshudah Ghoiru Maqshudah

Faidah Munada:
Nakirah ghairu maqshudah dan nakirah maqshudah dapat terlihat dengan jelas perbedaannya
dengan memperhatikan kasus-kasus berikut ini:
1. Orang yang tercebur di sungai padahal ia tidak bisa berenang. Ia meminta tolong pada orangorang di sekitarnya untuk dapat menolongnya. Ia tidak peduli siapa yang akan menolongnya,
yang jelas ia minta tolong dan berteriak barangkali ada orang yang mendengar dan mau
menolongnya.
Maka orang ini dalam panggilannya menggunakan bentuk nakirah ghairu maqshudah.
Contoh:

( Wahai lelaki, selamatkanlah aku)



2. Ada orang berkebangsaan Saudi dating ke Indonesia, setelah turun dari pesawat ia hendak
membawa barang-barang bawaannya. Mengingat barang bawaannya cukup banyak, ia menoleh
137
http://badaronline.com

ke sebelah kanan dan meminta kepada seorang laki-laki yang berada di sampingnya untuk dapat
membantunya. Ia belum begitu kenal siapa orang yang disampingnya itu, namun ia
menginginkan orang di sampingnya yang akan membantunya.
Maka orang Saudi ini dalam panggilannya menggunakan bentuk nakirah maqshudah.
Contoh:

( Wahai lelaki bantulah aku)

Bahasa Arab Dasar 110: Munada Dengan Alif Lam

Memanggil kata yang terdapat

Untuk kata yang terdapat nya, ada beberapa ketentuan dalam pemanggilannya.
1. Kata yang di panggil Irobnya marfu
2. Menambahkan lafazh berikut setelah huruf nida:
a. Untuk isim mudzakkar
b. Untuk isim muannats
Contoh:
138
http://badaronline.com

Bahasa Arab Dasar 111: Faidah Munada

Faidah:
1. Khusus untuk lafazh jalalah Allah , hanya boleh menggunakan huruf nida

Contoh:


Biasanya untuk memanggil lafzhul jalalah Allah digunakan ( Ya Allah)
2. Terkadang munada dibuang huruf nidanya

139
http://badaronline.com

Contoh:

Asalnya adalah
Asalnya adalah

3. Jika munada mudhof kepada ya mutakallim maka ya boleh dibuang.
Contoh:

Asalnya
! Asalnya

Bahasa Arab Dasar 112: Tawabi Dari Isim Manshub



(Tawabi Dari Isim Manshub)

Pembahasan tentang tawabi dari isim manshub telah di bahas pada pembahasan tawabi dari isim
marfu.

140
http://badaronline.com

/ 1.
/ 2.
/ 3.
/ 4.
1.
Contoh:







2.
Contoh:



3.


4.


141
http://badaronline.com

Bahasa Arab Dasar 112: Tawabi Dari Isim Manshub



)(Tawabi Dari Isim Manshub

Pembahasan tentang tawabi dari isim manshub telah di bahas pada pembahasan tawabi dari isim
marfu.

/ 1.
/ 2.
/ 3.
/ 4.
1.
Contoh:







2.
Contoh:
142
http://badaronline.com



3.


4.


Bahasa Arab Dasar 113: Majruratul Asma Huruf Jer



)(Keadaan Di Jerkannya Isim-Isim
Kelompok Majruratul Asma:

1.
2.


3.

143
http://badaronline.com

(Majrur Karena Huruf Jer)


Yang dimaksud dengan isim majrur karena huruf jer adalah isim yang mempunyai Irob majrur
apabila didahului oleh salah satu dari huruf jer.
Huruf jer ada 17 (tujuh belas), yaitu:

,( ),( ), , , , , ,
, ,( )
, , ,( ),().
, ,

Bahasa Arab Dasar 114: Contoh Penggunaan


Huruf Jer
Contoh masing-masing penggunaan huruf jer:
1. ( Dari)
( Aku keluar dari rumah)

( Shadaqah ini dari orang-orang yang
berbuat baik)
2. ( Ke)
( Aku akan pergi ke masjid)
3. ( Dari)

144
http://badaronline.com

( Hadits ini diriwayatkan dari


Aisyah)
4. ( Di atas)
( Buku itu berada di atas meja)
5. ( Di dalam)
( Kami menuntut ilmu di dalam
masjid)
6. ( Betapa banyak / sedikit)

( Betapa banyak amalan yang kecil
menjadi besar nilainya disebabkan oleh niat)
7. ( Dengan)
( Aku menulis pelajaran dengan pena)
8. ( Seperti)
( Umar seperti singa)

( Milik)
9.
( Kitab ini miliknya Muhammad)
10. ( Sampai)
145
http://badaronline.com

( Aku makan ikan sampai kepalanya)


11. ( )
( Demi Allah aku adalah seorang muslim)
12. ( )
( Demi Allah aku adalah seorang muslim)
13, 14. dan ( Sejak)
( Aku tidak melihatnya semenjak


seminggu yang lalu)
, dan ( Selain / kecuali)
15, 16, 17.
( Para mahasiswa telah pulang kecuali


Muhammad)

Bahasa Arab Dasar 115: Faidah Isim Majrur Dengan Huruf Jer

Faidah:
1. Huruf dapat masuk ke isim atau fiil.
Jika masuk ke isim maka berfungsi sebagai huruf jer.
Jika masuk ke fiil maka berfungsi sebagai huruf penashob.
Contoh:
146
http://badaronline.com


( Bersungguh-sungguhlah sampai engkau mencapai apa yang

engkau harapkan)

2. Huruf Qasam (sumpah) ada tiga yaitu

, , Semuanya diartikan Demi.


Secara penggunaan bahasa, ta hanya boleh digunakan untuk lafzhul jalalah Allah, adapun bi
dan wa boleh untuk selain lafzhul jalalah Allah. Adapun secara syari, maka sumpah tidak
boleh ditujukan kecuali kepada Allah taala.
Contoh:

= Boleh secara bahasa (akan tetapi berdasarkan syari tidak boleh)


= Tidak boleh secara bahasa (dan juga berdasarkan syari)


Bahasa Arab Dasar 115: Faidah Isim Majrur Dengan Huruf Jer

Faidah:
1. Huruf
dapat masuk ke isim atau fiil.
Jika
masuk ke isim maka berfungsi sebagai huruf jer.
Jika
masuk ke fiil maka berfungsi sebagai huruf penashob.
Contoh:


( Bersungguh-sungguhlah sampai engkau mencapai apa yang

engkau harapkan)

2. Huruf Qasam (sumpah) ada tiga yaitu

, , Semuanya diartikan Demi.


147
http://badaronline.com

Secara penggunaan bahasa, ta hanya boleh digunakan untuk lafzhul jalalah Allah, adapun bi
dan wa boleh untuk selain lafzhul jalalah Allah. Adapun secara syari, maka sumpah tidak
boleh ditujukan kecuali kepada Allah taala.
Contoh:

= Boleh secara bahasa (akan tetapi berdasarkan syari tidak boleh)


= Tidak boleh secara bahasa (dan juga berdasarkan syari)



Bahasa Arab Dasar 116: Majrur Dengan Idhafah

(Majrur Karena Idhafah)


Idhafah adalah bentuk penyandaran suatu isim dengan isim yang lain.
Contoh:

( Bukunya Muhammad)
( Cincin emas)
1. Isim yang pertama yaitu
dan dikenal dengan istilah mudhaf.
2. Isim yang kedua yaitu dan
dikenal dengan istilah mudhaf ilaihi.
Mengingat susunan idhafah adalah terdiri dari mudhaf dan mudhaf ilaihi, terkadang istilah
idhafah dikenal dengan istilah mudhaf mudhaf ilaihi.
Irab mudhaf adalah mengikuti kedudukannya didalam kalimat adapun Irab mudhaf ilaihi
adalah selalu majrur.
Contoh:

( Bukunya Muhammad bermanfaat)


148
http://badaronline.com

( Aku meminjam bukunya Muhammad)


( Catatan ini terdapat di bukunya Muhammad)

Bahasa Arab Dasar 116: Majrur Dengan Idhafah

(Majrur Karena Idhafah)


Idhafah adalah bentuk penyandaran suatu isim dengan isim yang lain.
Contoh:

( Bukunya Muhammad)
( Cincin emas)
1. Isim yang pertama yaitu
dan dikenal dengan istilah mudhaf.
2. Isim yang kedua yaitu

dan dikenal dengan istilah mudhaf ilaihi.

Mengingat susunan idhafah adalah terdiri dari mudhaf dan mudhaf ilaihi, terkadang istilah
idhafah dikenal dengan istilah mudhaf mudhaf ilaihi.
Irab mudhaf adalah mengikuti kedudukannya didalam kalimat adapun Irab mudhaf ilaihi
adalah selalu majrur.
Contoh:
149
http://badaronline.com

( Bukunya Muhammad bermanfaat)

( Aku meminjam bukunya Muhammad)


( Catatan ini terdapat di bukunya Muhammad)

Bahasa Arab Dasar 117: Macam-Macam Mudhaf Ilaihi

(Macam-Macam Mudhof Ilaihi)

1. Murob
Mudhof ilaihi yang berbentuk isim murab harus selalu majrur. Contoh:




150
http://badaronline.com


2. Mabni
Mudhof ilaihi yang berbentuk isim mabni tidak mengalami perubahan harokat akhir (sesuai
bentuk aslinya).
Contoh:

( Kitabmu laki-laki)
( Kitabmu wanita)

Bahasa Arab Dasar 118: Syarat-Syarat Idhofah

(Syarat-Syarat Idhofah)

Syarat-syarat idhofah ada 3:


1. Mudhof tidak boleh ditanwin. Contoh:
= mudhof
= mudhof ilaihi
Susunan idhofahnya adalah,
( Tas Muhammad)
= mudhof
151
http://badaronline.com

= mudhof ilaihi
Susunan idhofahnya adalah:
( Handphone Muhammad)
2. Membuang nun mutsanna atau jama pada mudhof. Contoh:
= mudhof
= mudhof ilaihi
Susunan idhofahnya adalah,
( Kitab Muhammad)
= mudhof
= mudhof ilaihi
Susunan idhofahnya adalah,
( Para pengajar mahad)
3. Membuang alif lam dari mudhof
Contoh:
= mudhof
= mudhof ilaihi
Susunan idhofahnya adalah,
152
http://badaronline.com

( Rasulullah)
= mudhof
= mudhof ilahi
Susunan idhofahnya adalah,
( Pintu Masjid)

Bahasa Arab Dasar 119: Faidah Idhofah

Faidah:

1. Secara umum, kandungan makna idhofah mempunyai tiga arti:


a. Bermakna ( dari)
Contoh:
( Cincin besi)
Maknanya adalah,

153
http://badaronline.com

( Cincin dari besi)


b. Bermakna ( milik)
Contoh:
( Rumah Ali)
Maknanya adalah,
( Rumah milik Ali)
c. Bermakna ( di dalam)
Contoh:
( Azab Kubur)
Maknanya adalah,
( Azab di dalam kubur)
2. Apabila mudhof berupa isim yang berakhiran dengan alif, dan mudhof ilaihi
berupa ya mutakallim, maka ya ditulis dengan harakat fathah
Contoh:
( Kedua tanganku)
Asalnya adalah sebagai mudhof, nunnya dibuang sehingga bentuknya menjadi
.
mengingat berakhiran alif, maka ketika diidhofahkan kepada ya mutakallim
menjadi .
( Petunjukku)
Asalnya adalah,
154
http://badaronline.com

dan ya mutakallim ()
( Selainku)
Asalnya adalah,
dan ya mutakallim ()
3. Apabila mudhof berupa isim yang berakhiran dengan ya dan mudhof ilaihi
berupa ya mutakallim, maka ya ditulis dengan fathah yang ditasdid.
Contoh:

( Para pengajarku)
Asalnya adalah,
dan ya mutakallim ()
( Pengacaraku)
Asalnya adalah,
dan yamutakallim ()
( Muftiku)
Asalnya adalah,
dan ya mutakallim ()

Bahasa Arab Dasar 120: Tawabi' Lil Majrur Dan Penutup

Tawabi Pada Isim Majrur


1.

155

http://badaronline.com

Contoh:

( Kisah ini disebutkan di dalam hadits yang shohih)



2.

Contoh:

( Aku menulis dengan menggunakan buku tulis dan pena)


3.

Contoh:

( Buku ini betul-betul milik Muhammad)


4.
Contoh:

( Aku berpapasan dengan Ustadz Muhammad)


Penutup:
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,


Barangsiapa yang dikehendaki baik oleh Allah taala maka dia akan dipahamkan dalam
urusan agamanya.
Maka Bahasa Arab merupakan kunci dalam memahami agama islam, dan merupakan salah satu
tanda baiknya seseorang.
Kami mengharap kepada ikhwah sekalian agar mencari referensi-referensi lain untuk menambah
perbendaharaan ilmu bahasa arab, bahkan kalau memungkinankan mencari seorang guru yang
membimbing langsung dalam pembelajaran bahasa arab ini lebih lanjut.

156
http://badaronline.com

Kami memohon ampun kepada Allah taala atas kesalahan-kesalahan yang telah kami lakukan
dan kami memohon kepada Allah barakah atas ilmu yang telah kita pelajari.

157
http://badaronline.com

158
http://badaronline.com