Anda di halaman 1dari 23

MAKALAH KARYA ILMIAH NON- ILMIAH DAN

TIDAK ILMIAH

Disusun Oleh :

Nama : Muhayati
NPM : 18112110
Kelas : 3ka39

Fakultas Ilmu Teknologi dan Komputer


Jurusan Sistem Informasi
Universitas Gunadarma
2015

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pada umumnya karangan dipandang sebagai suatu perbuatan atau kegiatan
komunikatif antara penulis dan pembaca berdasarkan teks yang telah dihasilkan.
Karangan adalah suatu karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk
mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada
pembaca untuk dipahami. Menulis karangan adalah kegiatan menulis usulanusulan yang benar berupa pernyataan tentang fakta, kesimpulan-kesimpulan yang
ditarik dari fakta dan merupakan pengetahuan.
Menulis bagi banyak orang memang sangat tidak mudah. Bagi sebagian
orang lagi justru terjadi sebaliknya, menulis adalah sesuatu yang mudah dan
menyenangkan. Selain dipengaruhi oleh banyak sedikitnya sumber bacaan yang
dicerna oleh seseorang, menulis, terutama yang bersifat ilmiah, sangat dikendalai
oleh aturan-aturan penulisan yang sifatnya cenderung konvensional dan berlaku
universal.
Terdapat tiga golongan karangan, yaitu karangan ilmiah, karangan ilmiah
populer dan karangan non ilmiah. Dalam makalah ini akan dipaparkan lebih jelas
mengenai ketiga karagan tersebut. Karangan ilmiah adalah karangan yang dibuat
berdasarkan cara yang sistematis dan memiliki ciri-ciri tertentu. Demikian juga
karangan non ilmiah dan karangan populer memiliki ciri khasnya tersendiri. Lalu
apa saja ciri-ciri dari masing-masing karangan itu, serta jenis karangan apa saja
yang termasuk dalam golongan ketiga karangan tersebut, dalam makalah ini akan
dibahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan ketiga karangan tersebut.

1.2 Rumusan Masalah


Berikut beberapa rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini :
1. Apa pengertian dari karangan ilmiah, karangan non ilmiah dan karangan
ilmiah populer?
2. Apa ciri-ciri dari karangan ilmiah, karangan non ilmiah dan karangan
ilmiah populer?
3. Sifat danjenis karangan apa yang termasuk dalam kategori karangan
ilmiah, karangan non ilmiah dan karangan ilmiah populer?
4. Apa pengertian mengenai timbangan buku, ringkasan dan timbangan
pustaka ?
5. Apa pengertian karangan ilmiah skripsi, karangan ilmah popular dan
jurnal?

1.3 Tujuan Penulisan


Sesuai dengan latar belakang dan rumusan masalah yang disampaikan di
atas, ada beberapa tujuan yang ingin dicapai :
1. Mengetahui pengertian dari karangan ilmiah, karangan non ilmiah dan
karangan ilmiah populer.
2. Mengetahui ciri-ciri karangan ilmiah, karangan non ilmiah dan
karangan ilmiah populer.
3. Mengetahui jenis-jenis karangan yang termasuk kategori karangan
ilmiah, karangan non ilmiah dan karangan ilmiah populer.
4. Mengetahui pengertian mengenai timbangan buku, ringkasan dan
timbangan pustaka.
5. Mengetahui pengertian karangan ilmiah skripsi, karangan ilmah
popular dan jurnal.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
1. Pengertian Karangan Ilmiah
Menurut Brotowidjoyo, karangan ilmiah merupakan karangan ilmu
pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis dengan metodologi penulisan
yang baik dan benar. Karangan ilmiah merupakan karya tulis yang isinya berusaha
memaparkan suatu pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang
penulis atau peneliti. Untuk memberitahukan sesuatu hal secara logis dan
sistematis kepada para pembaca.

2. Pengertian Karangan Non Ilmiah


Karangan non ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi
tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat
subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa
yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).

3. Pengertian Karangan Ilmiah Populer


Karangan ilmiah populer adalah karangan ilmu pengetahuan yang
menyajikan fakta pribadi dan ditulis menurut metodologi penulisan yang benar.
Terdapat juga pengertian lain, dimana karangan ilmiah populer diartikan sebagai
karya tulis yang berpegang kepada standar ilmiah, tetapi ditampilkan dengan
bahasa umum yang mudah dipahami oleh masyarakat awam dan layout yang
menarik sehingga masyarakat lebih tertarik untuk membacanya. Karangan ilmiah
populer lebih banyak diciptakan dengan jalan menyadur, mengutip, dan meramu
informasi dari berbagai tulisan orang lain, daripada menulis murni gagasan,
pendapat, dan pernyataan sendiri.

2.2 Ciri - Ciri Karangan


Ciri-ciri Karangan llmiah
Ciri karangan ilmiah tidak semua karya yang ditulis secara sistematis dan
berdasarkan fakta di lapangan adalah sebuah karya ilmiah sebab karya ilmiah
mempunyai ciri-ciri seperti berikut ini:
1. Objektif. Keobjektifan ini menampak pada setiap fakta dan data yang
diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak dimanipulasi.
Juga setiap pernyataan atau simpulan yang disampaikan berdasarkan buktibukti yang bisa dipertanggungjawabkan.
2. Netral. Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas
dari kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun
kelompok. Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan yang bersifat mengajak,
membujuk, atau mempengaruhi pembaca perlu dihindarkan.
3. Sistematis. Uraian yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis
apabila mengikuti pola pengembangan tertentu. Dengan cara demikian,
pembaca akan bisa mengikutinya dengan mudah alur uraiannya
4. Logis. Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar
induktif atau deduktif. Kalau bermaksud menyimpulkan suatu fakta atau data
digunakan pola induktif; sebaliknya, kalau bermaksud membuktikan suatu
teori atau hipotesis digunakan pola deduktif.
5. Lengkap. Segi-segi masalah yang diungkapkan itu dikupas selengkaplengkapnya.
6. Lugas. Pembicaraan langsung kepada hal pokok. Serta tidak melebih-lebih
kan sesuatu.
7. Jelas. Segala keterangan yang dikemukakan dapat mengungkapkan maksud
secara jernih.
8. Tidak argumentatif.
9. Tidak persuasif.
10. Penyajian menggunakan ragam bahasa ilmiah dan bahasa tulis yang lazim.

Ciri-ciri Karangan Non Ilmiah


Adapun ciri-ciri karangan non ilmiah adalah sebagai berikut :
1. Emotif, kemewahan dan perasaan lebih menonjol, tidak sistematis, lebih
mencari keuntungan dan minim informasi.
2. Bersifat persuasif.
3. Deskriptif, pendapat pribadi, sebagian imaginatif dan subjektif.
4. Penyajian dibarengi dengan sejarah.
5. Ditulis berdasarkan fakta pribadi.
6. Gaya bahasa yang konotatif dan populer.
7. Tidak memuat hipotesis.
8. Situasi didramatisir.
Ciri-ciri Karangan Ilmiah Populer
Adapun ciri-ciri karangan ilmiah populer adalah sebagai berikut :
1. Ditulis berdasarkan fakta pribadi.
2. Gaya bahasa formal dan populer.
3. Fakta yang disimpulkan subjektif.
4. Mementingkan diri penulis.
5. Melebih-lebihkan sesuatu.
6. Bersifat persuasif.
7. Usulan-usulan bersifat argumentatif.

2.3

Sifat Dan Jenis Karangan Ilmiah


1. Sifat karangan ilmiah
A. Karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian
(faktual objektif). Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara
fakta dan objek yang diteliti. Kesesuaian ini harus dibuktikan
dengan pengamatan atau empiri.
B. Karya ilmiah bersifat metodis dan sistematis. Artinya, dalam
pembahasan masalah digunakan metode atau cara-cara tertentu

dengan langkah-langkah yang teratur dan terkontrol melalui proses


pengidentifikasian masalah dan penentuan strategi.
C. Dalam pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa
ilmiah. Dengan kata lain, ia ditulis dengan menggunakan kode etik
penulisan karya ilmiah. Perbedaan-perbedaan inilah yang dijadikan
dasar para ahli bahasa dalam melakukan pengklasifikasian
2. Sifat karangan non limah
A. Emotif yakini merupakan kemewahan dan cinta lebih menonjol,
tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi
B. Persuasif yakini merupakan penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan
untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir
pembaca dan cukup informative
C. Deskriptif yakin merupakan pendapat pribadi, sebagian imajinatif
dan subjektif, dan jika kritik adakalanya tanpa dukungan bukti
3. Jenis-jenis karangan yang termasuk kategori karangan ilmiah :
Jenis-jenis karangan ilmiah di perguruan tinggi, menurut Arifin (2003),
dibedakan menjadi:
A. Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah
yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat
empiris-objektif. Makalah menyajikan masalah dengan melalui
proses berpikir deduktif atau induktif.
B. Kertas kerja seperti halnya makalah, adalah juga karya tulis ilmiah
yang menyajikan sesuatu berdasarkan data di lapangan yang
bersifat empiris-objektif. Analisis dalam kertas kerja lebih
mendalam daripada analisis dalam makalah.
C. Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat
penulis berdasarkan pendapat orang lain. Pendapat yang diajukan
harus didukung oleh data dan fakta empiris-objektif, baik
bedasarkan

penelitian

langsung

(observasi

lapangan,

atau

percobaan di laboratorium), juga diperlukan sumbangan material


berupa temuan baru dalam segi tata kerja, dalil-dalil, atau hukum

tertentu tentang salah

satu aspek atau

lebih di bidang

spesialisasinya.
D. Tesis adalah karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam
dibandingkan dengan skripsi. Tesis mengungkapkan pengetahuan
baru yang diperoleh dari penelitian sendiri.
E. Disertasi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil
yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta
yang sahih (valid) dengan analisis yang terinci. Disertasi ini berisi
suatu temuan penulis sendiri, yang berupa temuan orisinal. Jika
temuan orisinal ini dapat dipertahankan oleh penulisnya dari
sanggahan penguji, penulisnya berhak menyandang gelar doktor
(S3).
4. Jenis-jenis karangan yang termasuk dalam kategori karangan non ilmiah :
Secara umum, jenis-jenis karangan yang termasuk dalam karangan non
ilmiah dapat dibedakan sebagai berikut :
A. Dongeng merupakan bentuk sastra lama yang bercerita tentang
suatu kejadian yang luar biasa yang penuh khayalan (fiksi) yang
dianggap oleh masyarakat suatu hal yang tidak benar-benar terjadi.
Berfungsi untuk menyampaikan ajaran moral (mendidik), dan juga
menghibur.
B. Cerpen karangan pendek yang berbentuk prosa.Dalam cerita
pendek dikisahkan sepenggal kehidupan tokoh yang penuh
pertikaian, peristiwa yang mengharukan atau menyenangkan dan
mngandung kesan yang tidak mudah dilupakan.
C. Novel adalah karangan prosa yang lebih panjang dari cerita pendek
dan menceritakan kehidupan seseorang dengan lebih mendalam
dengan menggunakan bahasa sehari-hari serta banyak membahas
aspek kehidupan manusia.
D. Drama adalah karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog
dengan maksud dipertunjukkan oleh aktor.

E. Roman adalah sejenis karya sastra dalam bentuk prosa atau


gancaran yang isinya melukiskan perbuatan pelakunya menurut
watak dan isi jiwa masing-masing.
5. Jenis-jenis karangan yang termasuk dalam kategori karangan ilmiah
populer:
Secara umum, jenis-jenis karangan yang termasuk dalam kategori karangan
ilmiah populer adalah sebagai berikut :
A. Resensi buku adalah pertimbangan atau perbincangan tentang
sebuah buku yang menilai kelebihan atau kekurangan buku
tersebut, menarik-tidaknya tema dan isi buku, kritikan dan member
dorongan kepada halayak tentang perlu tidaknya buku tersebut
dibaca.
B. Artikel adalah karangan faktual secara lengkap dengan panjang
tertentu yang dibuat untuk dipublikasikan melalui media seperti
Koran, bulletin dan majalah. Bertujuan menyampaikan gagasan
dan fakta yangdapat meyakinkan, mendidik dan menghibur.
C. Editorial adalah opini berisi pendapat dan sikap resmi suatu media
sebagai institusi penerbitan terhadap persoalan actual, fenomenal
atau controversial yang berkembang di masyarakat.

2.4

Karangan Ilmah Skripsi, Karangan Ilmiah Popular dan Jurnal


1. Karangan Ilmiah Skrpsi
Skripsi merupakan persyaratan untuk mendapatkan status sarjana (S1)

di setiap Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta


(PTS) yang ada di Indonesia. Istilah skripsi sebagai tugas akhir sarjana hanya
digunakan di Indonesia. Negara lain, seperti Australia menggunakan
istilah thesis untuk

penyebutan

tugas

jenjang undergraduate (S1),postgraduate (S2),


dan disertation untuk

tugasriset dengan

akhir
Ph.D.
ukuran

dengan riset untuk


dengan riset (S3)
yang

kecil

baik undergraduate (S1) atau pun postgraduate (pascasarjana). Sedangkan di

Indonesia skripsi untuk jenjang S1, tesis untuk jenjang S2, dan disertasi untuk
jenjang S3.

1) Karangan Ilmiah Skripsi


Skripsi adalah

istilah

yang

digunakan

di

Indonesia

untuk

mengilustrasikan suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil


penelitian sarjana S1 yang membahas suatu permasalahan/fenomena dalam
bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku.
Skripsi bertujuan agar mahasiswa mampu menyusun dan menulis suatu karya
ilmiah, sesuai dengan bidang ilmunya. Mahasiswa yang mampu menulis
skripsi dianggap mampu memadukan pengetahuan dan keterampilannya
dalam memahami, menganalisis, menggambarkan, dan menjelaskan masalah
yang berhubungan dengan bidang keilmuan yang diambilnya.
Dalam penulisan skripsi, mahasiswa dibimbing oleh satu atau dua orang
pembimbing

yang

berstatus dosen pada

perguruan

tinggi

tempat mahasiswa kuliah. Untuk penulisan skripsi yang dibimbing oleh dua
orang, dikenal istilah Pembimbing I dan Pembimbing II. Biasanya,
Pembimbing I memiliki peranan yang lebih dominan bila dibanding dengan
Pembimbing II.
A. Karakteristik Skripsi
1.

Merupakan karya ilmiah sehingga harus dihasilkan melalui metode

ilmiah.
2.

Merupakan laporan tertulis dari hasil penelitian pada salah satu aspek

kehidupan masyarakat atau organisasi (untuk ilmu sosial). Hasil penelitian


ini dikaji dengan merujuk pada suatu fenomena, teori, atau hasil-hasil
penelitian yang relevan yang pernah dilaksanakan sebelumnya.

10

B. Pedoman Umum Penyusunan Skripsi


Kerangka skripsi dibagi dalam 3 bagian, yaitu: bagian awal/pembuka ,
bagian isi (teks) dan bagian akhir/penunjang.

Bagian Pembuka
Cover
Halaman judul.
Halaman pengesahan.
Abstraksi
Kata pengantar.
Daftar isi.
Ringkasan isi.

Bagian Isi

Pendahuluan
Latar belakang masalah.
Perumusan masalah.
Pembahasan/pembatasan masalah.
Tujuan penelitian.
Manfaat penelitian.

Kajian teori atau tinjauan kepustakaan


Pembahasan teori
Kerangka pemikiran dan argumentasi keilmuan
Pengajuan hipotesis

Metodologi penelitian
Waktu dan tempat penelitian.
Metode dan rancangan penelitian
Populasi dan sampel.

11

Instrumen penelitian.
Pengumpulan data dan analisis data.

Hasil Penelitian
Jabaran varibel penelitian.
Hasil penelitian.
Pengajuan hipotesis.
Diskusi penelitian, mengungkapkan pandangan teoritis tentang hasil
yang didapatnya.

Bagian penunjang
Daftar pustaka.
Lampiran- lampiran antara lain instrumen penelitian.
Daftar Tabel

Keterangan :
Latar Belakang Masalah adalah paparan yang berisikan uraian
tentang apa yang menjadi tema pokok (main issue), mengapa
dipermasalahkan, apa relevansi pemecahan tema pokok tersebut.
Rumusan Masalah menunjukkan, pertanyaan hukum yang relevan,
tuntas, dan jelas pembatasannya terhadap tema pokok.
Tujuan Penulisan, memuat tujuan/kegunaan pemecahan masalah
hukum tersebut.
Bab-Bab Uraian memuat isi penulisan yang teratur dengan baik, dan
dapat ditinjau dengan mudah.
Pertanggungjawaban Sistematika memuat argumentasi tentang babbab yang tersaji.
Penutup, pada hakikatnya merupakan suatu kajian yang beranjak dari
masalah dan diakhiri dengan suatu konklusi yang merupakan jawaban
atas masalah yang dikaji.

12

Simpulan, merumuskan kembali secara singkat jawaban atas pokok


masalah sebagaimana telah diuraikan dalam bab-bab uraian yang harus
dikaitkan dengan bab pendahuluan (rumusan masalah).
2) Karangan Ilmiah Tesis
Tesis adalah karya ilmiah yang ditulis dalam rangka penyelesaian
studi pada tingkat program Strata Dua (S2), yang diajukan untuk dinilai oleh
tim penguji guna memperoleh gelar Magister. Pembahasan dalam tesis
mencoba mengungkapkan persoalan ilmiah tertentu dan memecahkannya
secara analisis kristis. Tesis merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan
dalam penelitian dan pengembangan ilmu pada salah satu bidang keilmuan
dalam Ilmu Pendidikan.
3) Karangan Ilmiah Disertasi
Definisi DisertasiDisertasi diturunkan dari bahasa Latin dissertatio,
yang berarti wacana. Dalam pandangan umum, definisi disertasi adalah,
tugas ekstensif tertulis yang memerlukan penelitian mendalam oleh
mahasiswa doktoral yang diharuskan untuk evaluasi akhir guna mendapatkan
gelar doktor.
Disertasi menurut ISO 7144, Disertasi adalah sebuah dokumen yang
menyajikan penelitian dan hasil pengarang dan diajukan untuk mendukung
pencalonan sebuah gelar atau kualifikasi profesi.

2. Karangan Ilmiah Populer


Merupakan suatu karya yang ditulis dengan menggunakan bahasa yang
populer sehingga mudah dipahami oleh masyarakat dan menarik untuk
dibaca. Menurut Liang Gee (dalam Dalman, 2012: 155) karangan ilmiah populer
adalah semacam karangan ilmiah yang mencakup ciri-ciri karangan ilmiah, yaitu
menyajikan fakta-fakta secara cermat, jujur, netral, dan sistematis, sedangkan
pemaparannya jelas, ringkas, dan tepat. Menurut Wardani (2007:17) karya ilmiah

13

populer adalah karya ilmiah yang disajikan dengan gaya bahasa yang populer atau
santai sehingga mudah dipahami oleh masyarakat dan menarik untuk
dibaca. Untuk dapat mengerti pengertian karya tulis ilmiah populer, ada baiknya
kita mengkajinya dari kata-kata pembentuknya yaitu tulisan, ilmiah, dan populer.
Tulisan adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan sebuah karya tulis yang
disusun berdasarkan tulisan, karangan, dan pernyataan gagasan orang lain. Orang
yang menyusun kembali hal-hal yang sudah dikemukakan orang lain itu disebut
penulis.
Dalam KBBI (2002:370-371) disebutkan bahwa kata ilmiah diartikan sebagai
bersifat ilmu atau memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan, sedangkan ilmiah
populer diartikan sebagai mengunakan bahasa umum sehingga mudah dipahami
oleh masyarakat awam. Sedangkan istilah populer sendiri artinya dalam Kamus
Bahasa Indonesia disebutkan bahwa populer berarti dikenal dan disukai orang
banyak (umum). Bisa juga berarti sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada
umumnya, atau mudah dipahami orang banyak. Istilah popular merujuk kepada
penggunaan bahasa yang relatif lebih santai, padat, serta mudah dicerna oleh
masyarakat pembacanya yang begitu beragam. Karya tulis ilmiah populer
merupakan karya ilmiah yang bentuk, isi, dan bahasanya menggunakan kaidahkaidah keilmuan, serta disajikan dalam bahasa yang santai dan mudah dipahami
oleh masyarakat awam.

Slamet Suseno (dalam Dalman, 2012: 156) mengemukakan bahwa karya tulis
ilmiah populer lebih banyak diciptakan dengan jalan menyadur tulisan orang lain
daripada dengan jalan menulis gagasan, pendapat, dan pernyataannya sendiri.
Karya ilmiah populer adalah karangan ilmiah yang berisi pembicaraan tentang
ilmu pengetahuan dengan teknik penyajian yang sederhana mengenai hal-hal
kehidupan sehari-hari.

14

Ciri-Ciri Karya Tulis Ilmiah Populer


Sedangkan ciri-ciri karya ilmiah populer menurut Hakim (2004 : 57) diurutkan
sebagai berikut:
1. Bahan berupa fakta yang objektif
2. Penyajian menggunakan bahasa yang cermat, tidak terlalu formal tapi
tetap taat asas, disusun secara sistematis; tidak memuat hipotesis.
3. Sikap penulis tidak memancing pertanyaan-pertanyaan yang meragukan.
4. Penyimpulan dilakukan dengan memberikan fakta.
Ciri-ciri karangan semi ilmiah atau ilmiah populer, yaitu :
1.

Ditulis berdasarkan fakta pribadi

2.

Fakta yang disimpulkan subjektif

3.

Gaya bahasa formal dan popular

4.

Mementingkan diri penulis

5.

Melebih-lebihkan sesuatu

6.

Usulan-usulan bersifat argumentatif.

7.

Dan Bersifat persuasif.

Bentuk karangan semi ilmiah :


1. Artikel
2. Editorial
3. Opini
4. Tips
5. Reportase

15

6. Resensi buku : Bentuk kombinasi antara uraian, ringkasan, dan kritik


objektif terhadap sebuah buku.
3. Jurnal
Jurnal merupakan catatan akuntansi pertama setelah bukti transaksi.
Fungsi jurnal adalah menyediakan catatan yang lengkap dan permanen dari
semua transaksi perusahaan yang disusun dalam urutan kronologis
kejadiannya sebagai referensi di masa mendatang. Tujuan mencatat transaksi
ke dalam jurnal adalah untuk menunjukkan pengaruh setiap transaksi ke dalam
akun perusahaan. Jurnal digunakan sebagai dasar untuk melakukan posting ke
akun di buku besar. Dalam siklus akuntansi perusahaan, jurnal merupakan
kegiatan pencatatan dasar sebelum posting akun di buku besar. Dengan
demikian, bila terjadi kesalahan dalam membuat jurnal, mengakibatkan akun
di buku besar juga salah, sehingga laporan keuangan pun pada akhirnya juga
salah. Ayat-ayat jurnal merupakan pendebitan dan pengkreditan akun yang
terlibat dalam suatu transaksi
Jurnal juga merupakan permulaan pencatatan secara kronologis berupa
pendebitan dan pengkreditan dari transaksi keuangan yang telah terjadi serta
penjelasannya. Pendebitan dan pengkreditan transaksi dilakukan menurut
kaidah pencatatan debit dan pencatatan kredit, dimana pencatatan debit harus
dilakukan lebih dulu baru kemudian pencatatan kredit. Pencatatan debit dan
pencatatan kredit ini merupakan kegiatan dalam jurnal yang biasanya juga
disebut sebagai pencatatan ayat-ayat jurnal.
Bentuk-Bentuk Buku Jurnal (Harian)
Bentuk jurnal meliputi jurnal umum, jurnal khusus, jurnal penyesuaian
(adjustment journal), jurnal penutup dan jurnal pembalik. Terdapat beberapa
macam bentuk jurnal, diantaranya meliputi jurnal umum, jurnal khusus, jurnal
penyesuaian (adjustment journal), jurnal penutup dan jurnal pembalik. Setiap
bentuk jurnal ini memiliki fungsinya masing-masing.

16

Jurnal umum adalah jurnal standar untuk transaksi secara umum, umum
merupakan jurnal standar yang berbentuk secara umum. Jurnal ini biasanya
juga disebut sebagai jurnal memorial. Umumnya buku jurnal atau buku harian
menggunakan bentuk jurnal umum dua kolom. Kolom-kolom dalam jurnal ini
meliputi:
1. Kolom Tanggal (A)
Kolom ini digunakan untuk mencatat tanggal kejadian transaksi yang dicatat
berdasar urutan kronologi kejadiaannya.
2. Kolom Keterangan (B)
Kolom ini digunakan untuk mencatat ayat-ayat jurnal transaksi sesuai dengan
urutan debet kredit dalam setiap transaksi. Ayat jurnal debit harus dicatat
dahulu kemudian baru diikuti ayat jurnal kredit. Cara penulisan ayat jurnal
kredit dilakukan dengan agak masuk ke dalam. Hal ini dilakukan untuk setiap
transaksi.
3. Kolom Referensi (C)
Kolom ini digunakan untuk menandai ayat-ayat jurnal yang sudah diposting
ke buku besar.
4. Kolom Debit (D)
Kolom ini digunakan untuk mencatat jumlah yang harus didebit dari suatu
transaksi.
5. Kolom Kredit (E)
Kolom ini digunakan untuk mencatat jumlah yang harus di kredit dari suatu
transaksi.

17

Selain kolom-kolom tersebut dalam setiap halaman buku jurnal harus diberi
halaman jurnal (G) di pojok kanan atas serta judul jurnal (F) yang dibuat di
tengah atas. Ilustrasi 4.2 menjelaskan jurnal umum dua kolom dengan ayat
jurnal yang sudah dicatat (dijurnal).
Ilustrasi 4.2: Jurnal Umum Dua Kolom

Jurnal khusus adalah jurnal yang dibuat khusus untuk transaksi yang sering
terjadi.
Jurnal khusus adalah jurnal yang dibuat khusus untuk transaksi yang sering
terjadi Jurnal khusus meliputi jurnal khusus penerimaan kas, jurnal khusus
pengeluaran kas, jurnal khusus penjualan, dan jurnal khusus pembelian.
Contoh jurnal khusus pengeluaran kas dan penerimaan kas nampak dalam
Ilustrasi 4.3: Jurnal Khusus Pengeluaran Kas

Ilustrasi 4.4: Jurnal Khusus Penerimaan Kas

18

Sebagaimana jurnal umum, jurnal khusus ini juga terdiri dari beberapa kolom.
Penjelasan untuk masing-masing kolom diberikan sebagai berikut:
1. Kolom tanggal berisi tanggal terjadinya transaksi yang dicatat secara
kronologis.
2. Kolom keterangan berisi penjelasan bukti transaksi pengeluaran maupun
penerimaan kas.
3. Kolom Referensi digunakan untuk menandai ayat-ayat jurnal yang sudah
diposting ke buku besar
4. Kolom Debit di jurnal pengeluaran kas digunakan untuk mencatat akun
yang terpengaruh oleh transaksi pengeluaran kas yang dilakukan beserta
junlahnya, sementara itu kolom debit di jurnal penerimaan kas berisi jumlah
kas yang masuk dalam transaksi.
5. Kolom Kredit dalam jurnal pengeluaran kas digunakan untuk mencatat
jumlah yang dikeluarkan dalam transaksi, sedangkan kolom kredit di jurnal
penerimaan kas berisi nama akun yang terpengaruh transaksi penerimaan kas
beserta jumlahnya.
Seperti pada jurnal umum, di jurnal khusus inipun untuk setiap halaman jurnal
harus dilengkapi dengan nomor halaman serta judul jurnal.
Jurnal penyesuaian untuk menyesuaikan ayat-ayat jurnal yang belum tepat
Jurnal penyesuaian (adjustment) adalah jurnal yang dibuat pada akhir periode
untuk menyesuaikan saldo akun yang belum tepat, seperti saldo pos akrual dan
deferal.
19

Jurnal penutup adalah jurnal yang dibuat untuk menutup akun-akun


pendapatan, beban dan prive
Jurnal penutup adalah jurnal yang dibuat pada akhir periode untuk menutup
atau membuat saldo menjadi nol atas akun pendapatan, akun beban akun
laba/rugi, prive dan sebagainya. Akun-akun yang memerlukan jurnal penutup
adalah akun-akun yang termasuk dalam kelompok akun laba/rugi.
Jurnal pembalik untuk membalik ayat-ayat penyesuaian
Sedangkan jurnal pembalik adalah jurnal yang dibuat pada awal periode untuk
membalik jurnal penyesuaian tertentu. Ilustrasi jurnal-jurnal ini akan
disampaikan pada bab-bab berikutnya dalam buku ini.
2.5

Karangan Ilmiah (Timbangan Buku, Ringkasan dan Timbangan


Pustaka)

1. Timbangan Buku
Timbangan buku sama dengan kritik buku yaitu pertimbangan atau
pendapat tentang baik buruk sebuah karya yang dapat di sampaikan secara
tertulis maupun lisan oleh siapa saja. Bedah buku adalah pembicaraan
mengenai buku dengan melibatkan beberapa orang atau forum untuk
berdiskusi, ada tokoh atau bahkan pengarangnya sendiri ikut terlibat.
Pendapat atau penilaian tentang buku yang dibedah dapat disimpulkan
lebih obyektif karena berdasarkan pendapat umum.
Dengan demikian antara resensi dan timbangan buku hampir mirip.
Kalau di dalam timbangan buku bisa dilakukan oleh siapa saja (sama
dengan resensi) tetapi kalau bedah buku bisa dilakukan oleh tokoh yang
menguasai atau bahkan pengarangnya sendiri di hadapan para calon
pembaca.
2. Ringkasan

20

Ringkasan adalah penyajian karangan atau peristiwa yang panjang


dalam bentuk yang singkat dan efektif. Ringkasan adalah sari karangan
tanpa hiasan. Ringkasan itu dapat merupakan ringkasan sebuah buku, bab,
ataupun artikel.
Fungsi sebuah ringkasan adalah memahami atau mengetahui
sebuah buku atau

karangan.

Dengan membuat ringkasan,

kita

mempelajari cara seseorang menyusun pikirannya dalam gagasan-gagasan


yang diatur dari gagasan yang besar menuju gagasan penunjang, melalui
ringkasan kita dapat menangkap pokok pikiran dan tujuan penulis.
Penyajian karangan atau peristiwa yang panjang dalam bentuk yang
singkat dan efektif. Ringkasan adalah sari karangan tanpa hiasan.
Ringkasan itu dapat merupakan ringkasan sebuah buku, bab, ataupun
artikel. Fungsi sebuah ringkasan adalah memahami atau mengetahui
sebuah buku atau

karangan.

Dengan membuat ringkasan,

kita

mempelajari cara seseorang menyusun pikirannya dalam gagasan-gagasan


yang diatur dari gagasan yang besar menuju gagasan penunjang, melalui
ringkasan kita dapat menangkap pokok pikiran dan tujuan penulis.
Ciri-ciri Ringkasan :
1) Inti tidak meninggalkan urutan dasar karangan
2) Kerangka dasar masih tampak jelas
3) Memangkas gagasan utama menjadi lebih ringkas
4) Tujuannya untuk memangkas gagasan
3. Timbangan Pustaka
Timbangan pustaka adalah menimbang atau menilai hasil-hasil
penelitian yang telah Klasifikasi pembuatan resensi buku ilmiah yaitu
ringkasan, deskripsi, kritik, Perbedaan karangan ragam standart dan non
standart. Resensi buku lebih dikenal dengan istilah timbangan buku
Resensi adalah pertimbangan atau pembicaraan tentang buku atau ulasan
buku secara tertulis yang mengemukakan pendapat seseorang tentang baik
21

buruknya buku ditinjau dari berbagai sudut. Resensi dapat dilakukan oleh
siapa saja.
BAB III
PENUTUP
1.1.

Kesimpulan
Berdasarkan materi yang telah dipaparkan diatas, maka kami dapat

menyimpulkan bahwa pada umumnya karangan dibagi menjadi tuga golongan


yaitu, karangan ilmiah, karangan non ilmiah dan karangan ilmiah populer.
Karangan ilmiah merupakan karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan
fakta dan ditulis dengan metodologi penulisan yang baik dan benar. Dimana
dalam penulisan karangan ilmiah ini ditemukan ciri khas yaitu bersifat objektif,
sistematis, logis, tidak persuasif, tidak argumentatif, tidak emotif, dan tidak
melebih-lebihkan sesuatu. Adapun beberapa jenis karangan yang termasuk
karangan ilmiah yaitu makalah, skripsi, kertas kerja, disertasi dan tesis.
Karangan non ilmiah merupakan karangan yang menyajikan fakta pribadi
tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat
subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa
yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal). Adapun beberapa jenis
karangan yang termasuk karangan nonilmiah yaitu dongeng, cerpen, drama, novel
dan roman.
Karangan ilmiah populer adalah karangan ilmu pengetahuan yang
menyajikan fakta pribadi dan ditulis menurut metodologi penulisan yang benar.
Cirinya yaitu ditulis berdasarkan fakta pribadi, fakta yang disimpulkan subjektif,
gaya bahasa formal dan populer, mementingkan diri penulis, melebih-lebihkan
sesuatu, usulan-usulan bersifat argumentatif serta bersifat persuasif. Adapun
karangan yang termasuk karangan ilmiah populer yaitu resensi buku, artikel dan
editorial.

22

1.2.

Saran
Demikianlah yang dapat kami sampaikan mengenai materi yang menjadi

bahasan dalam makalah ini, tentunya banyak kekurangan dan kelemahan kerena
terbatasnya pengetahuan kurangnya rujukan atau referensi yang kami peroleh
hubungannya dengan makalah ini. Penulis banyak berharap kepada para pembaca
yang budiman memberikan kritik saran yang membangun kepada kami demi
sempurnanya makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para
pembaca khusus pada penulis. Sekian penutup dari kami semoga dapat diterima di
hati dan kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

DAFTAR PUSTAKA
http://sepercikilmupengetahuan.blogspot.com/2012/04/skripsi-tesis-disertasi-karyailmiah.html 06/04/2015 13:02:42
http://ditaoctalina.blogspot.com/2014/12/tugas-bahasa-indonesia-2-skripsi-thesis.html
06/04/2015 13:11:20
http://www.binasyifa.com/199/51/27/penulisan-karya-ilmiah-skripsi-tesis-dandesertasi.htm 06/04/2015 13:05:13
https://machdarhelmi.wordpress.com/2014/11/28/pengertian-skripsi-tesis-disertasikarangan-ilmiah-populer-jurnal/ 06/04/2015 13:05:59
http://adisaridarmawan26.blogspot.com/2014/11/karangan-ilmiah-skripsithesis_27.html 06/04/2015 13:12:24
https://yukisaparingga.wordpress.com/2014/11/21/karangan-ilmiah-timbangan-bukuringkasan-dan-timbangan-pustaka /06/04/2015 12:50:23
http://herlambangega.blogspot.com/2014/11/timbangan-buku-ringkasan-dantimbangan.html 06/04/2015 12:54:10

23