Anda di halaman 1dari 4

TEKNOLOGI

HEBAT

UNTUK

PASIEN

KEGAGALAN

SISTEM

KARDIOVASKULER
Farikhah Mahdalena
Ketika terjadi bencana besar seperti gempa bumi, tsunami, banjir bandang,
tidak hanya satu atau dua orang saja yang menjadi korban, ratusan hingga ribuan
orang terancam nyawanya. Maka dari itu tim tenaga kesehatan haruslah cepat dan
tanggap dalam menangani pasien-pasien gawat darurat ini. Mereka harus mengenali
berbagai gejala yang menimpa pasien tersebut. Namun sampai saat ini tenaga
kesehatan yang bertugas menangani pasien gawat darurat baik di rumah sakit maupun
di lapangan seperti kasus setelah bencana besar masih sangat kurang dan bahkan
masih banyak yang kurang profesional. Maka dari itu seorang tenaga kesehatan harus
mengenal berbagai masalah yang menimpa pasien gawat darurat, salah satunya
adalah kegagalan sistem kardiovaskulernya.
Sistem kardiovaskuler merupakan sub sistem sirkulasi yang bertugas
mengedarkan darah ke seluruh tubuh. Selain sistem kardiovaskuler kita juga
mengenal sistem sirkulasi limfatik yang terdiri dari kelenjar limfe, pembuluh limfe
dan cairan limfe. Sistem kardiovaskuler bertugas mengedarkan darah ke seluruh
tubuh dimana darah mengandung oksigen dan nutrisi yang diperlukan sel/jaringan
untuk metabolisme. Sistem kardiovaskuler juga membawa sisa metabolisme untuk
dibuang melalui organ-organ eksresi. Sistem kardiovaskuler mendistribusikan darah
ke seluruh tubuh melalui sistem peredaran darah (sirkulasi darah). Sirkulasi darah
terbagi menjadi 2 bagian yaitu sirkulasi sistemik dan sirkulasi pulmonal. Sirkulasi
pulmonal atau disebut juga sistem peredaran darah kecil adalah sirkulasi darah antara
jantung dan paru-paru. Darah dari jantung (ventrikel kanan) dialirkan ke paru-paru
melalui arteri pulmonalis. Darah ini banyak mengandung karbondioksida sebagai sisa
metabolisme untuk dibuang melalui paru-paru ke atmosfer. Selanjutnya darah akan

teroksigenasi pada kapiler paru dan kembali ke jantung (atrium kiri) melalui vena
pulmonalis. Sirkulasi sistemik atau peredaran darah besar adalah srikulasi darah dari
jantung (ventrikel kiri) ke seluruh tubuh (kecuali paru-paru). Darah dari ventrikel kiri
dipompakan ke seluruh tubuh melalui aorta, kemudian aorta bercabang-cabang
menjadi arteri-arteri yang lebih kecil yang tersebar ke seluruh tubuh. Selanjutnya
darah dikembalikan ke jantung (atrium kanan) melalui vena cava. Sirkulasi darah
antara jantung dan seluruh tubuh berjalan satu arah. Darah dari ventrikel kanan
dialirkan ke paru-paru kemudian kembali ke jantung dan diedarkan ke seluruh tubuh
dari ventrikel kiri melalui aorta. Aorta akan bercabang-cabang menjadi arteri,
arteriola dan kapiler. Selanjutnya dikembalikan ke jantung melalui vena (pembuluh
balik).
Dikarenakan sistem kardiovaskuler merupakan sebuah sistem dalam tubuh
yang cukup rumit dan sangat penting, maka teknologi yang digunakan untuk
mengetahui bagaimana kondisi pasien gawat darurat juga harus canggih. Salah
satunya yaitu CT Scan 64 slice dan Dual Source CT Scan. Teknologi CT Scan ini
sudah sampai pada 64 slice dan Dual Source CT Scan (menggunakan dua tube x-ray
di dalam gantry). Banyak kasus terutama kasus pada kardiovaskuler yang bisa dengan
mudah dipecahkan dengan menggunakan teknologi terbaru ini, apalagi ketika
rekonstruksi gambarnya dibuat 3D coloured, mungkin dokter ahli jantung atau
bahkan dokter umum ataupun radiografer yang hafal mengenai anatomi fisiologi
jantung dan pembuluh darah bisa mengetahui langsung diagnosa pasien dengan
melihat image yang dihasilkan oleh CT Scan 64 slice dan Dual Source CT Scan ini.
Teknologi CT scan ini sangat membantu para dokter dan tenaga kesehatan. CT Scan
ini dpat menghasilkan gambar yang sangat baik, sehingga hasilnya dapat langsung
disimpulkan oleh para dokter.

Mesin CT Scan berbentuk pipa dengan tempat pasien berbaring di tengahnya.


Pemroses citra (scanner) sendiri terdapat dalam frame pipa tersebut. Saat mesin
bekerja, pipa pemroses citra itu berputar sambil menembakkan sinar rontgen ke arah
pasien dari berbagai sudut. Untuk setiap putaran, sekitar 1.000 gambar bagian dalam
pasien diambil. Gambar-gambar ini kemudian di-compile oleh komputer sehingga
menghasilkan gambar cross-sectional bagian dalam tubuh pasien yang dapat
digunakan dalam menganalisa dan mendiagnosa pasien. Di Indonesia baru ada 2
rumah sakit yang memiliki alat tersebut, yaitu RS Siloam Kebon Jeruk dan RS
Siloam Karawaci. Ide dari CT Dual Source adalah sangat sederhana, hanya
menggunakan dua sumber X-ray dan dua detector, dalam waktu yang bersamaan.
Sistem pertama yang menggunakan teknologi tersebut adalah Siemens SOMATOM
Defenition . Alat tersebut dilengkapi dengan dua sumber X-ray dan dua detector yang
baerotasi secara sinkron, serta secara simultan menangkap data gambaran dalam
waktu setengah dari waktu yang dibutuhkan dengan mengunakan teknologi
konvensional.
Keunggulan Dual Source CT terletak pada dua unit X-ray source serta dua
unit detektor yang bekerja secara bersamaan. Pada single source scanner, satu irisan
pencitraan dihasilkan setelah perputaran alat 180 derajat. Namun pada DSCT, dengan
dua rantai penggambaran yang saling tegak lurus dapat dihasilkan informasi yang
sama dalam putaran 90 derajat. Hal tersebut menghasilkan resolusi temporal dua kali
lipat, dua kali lebih cepat, tenaga dua kali lipat, serta menghasilkan dosis radiasi yang
lebih kecil.
Keuntungan dari CT-Scan 64 slice yaitu Evaluasi yang cepat dari berbagai
penyakit termasuk kelainan pada pembuluh darah jantung. Dengan kecepatan rotasi
tube 0,33 detik pesawat ini mampu menghasilkan 64 potongan / gambar sekali
scanning. Kemampuannya ini memungkinkan dihasilkan kualitas gambar yang tak

tertandingi baik dalam pemeriksaan rutin maupun pemeriksaan khusus. Sehingga


dapat dilakukan evaluasi yang cepat pada berbagai kasus misalnya stroke dan
penyakit jantung. Proses scanning dapat dilakukan hanya dalam satu kali menarik
nafas dan menahan nafas saja, selain itu Dengan multidetektor yang dimilikinya,
dapat diperoleh gambar yang benar-benar isotropik dari setiap bagian tubuh pasien,
dengan penampang potongan yang amat tipis. Disamping itu, Kemampuan untuk
memperoleh data volume memungkinkan dilakukannya "pengirisan" dengan berbagai
arah termasuk rekonstruksi 3D post processing .
Dengan segala kelebihan yang dimiliki CT Scan 64 Slice dan Dual Source CT,
Scan maka hendaknya setiap rumah sakit memiliki alat yang canggih ini untuk
memudahkan para dokter dan tenaga kesehatan lain menangani pasien gawat darurat,
terutama pasien yang mengalami kegagalan sistem kardiovaskuler. Karena pasien
yang mengalami kegagalan sistem kardiovaskuler dapat meninggal dunia dalam
waktu singkat (4-6 menit). Untuk menangani pasien akibat bencana yang jauh dari
rumah sakit sebenarnya bisa juga ditangani menggunakan alat ini, namun juga harus
ada kesediaan dari rumah sakit untuk membuat fasilitas baru lainnya seperti mobil
gawat darurat yang berisikan dua alat canggih ini.
Dari sini kita dapat melihat bahwa sebenarnya teknologi medis di Negara
kita ini sudah canggih. Tinggal bagaimana kita mengolahnya dan menfasilitasi orangorang yang memang membutuhkan bantuan kita terutama pasien gawat darurat yang
sangat menggantungkan hidupnya pada bantuan kita.