Anda di halaman 1dari 4

Burner yang kita gunakan adalah hotplate , hotplaid digunakan karena

permukaanya datar yang menyebabkan pemanasannya merata pula.


Selain itu, suhu yang dapat dihasilkan dari hotplaid diatas 100 derajat
tidak seperti waterbath yang hanya dibawah 100 derajat celcius

Labu didih, mengapa kita gunakan labu didih ? karena, kita bermain
dengan penguapan, itu artinya ada steam yang dihasilkan, agar
tekanannya merata maka kita gunakan labu didih

Kondensor

Klem

Statif

Selang
pompa
Cara merangkainya : seperti pada gambar dibawah ini,

selang dipasang pada kedua lubang kondensor, lubang atas kita


alirkan selang ke ember, sedangkan lubang bawah kita sambungkan
dengan pompa. Catatan : labu didih di beri jarak , atau jangan kontak
langsung dengan hotplaid untuk menghindari pecahnya labu karena
pemanasan yang kontinyu

Prinsip kerja :
Pada rangkaian refluks ini terjadi empat proses, yaitu proses heating,
evaporating, kondensasi dan coolong. Heating terjadi pada saat feed
dipanaskan di labu didih, evaporating ( penguapan ) terjadi ketika feed
mencapai titik didih dan berubah fase menjadi uap yang kemudian uap
tersebut masuk ke kondensor dalam. Cooling terjadi di dalam ember, di
dalam ember kita masukkan batu es dan air , sehingga ketika kita
menghidupkan pompa, air dingin akan mengalir dari bawah menuju
kondensor luar, mengapa air harus dialirkan dari bawah kondensor
bukan dari atas ? alasannya adalah agat tidak ada turbulensi udara
yang menghalangi dan agar air terisi penuh, lihat lagi rangkaian kalian
( waktunya anda berimajinasi, apa yang akan terjadi jika kita
mengalirkan air dari atas ? ) . Proses yang terakhir adalah kondensasi
( Pengembunan ) , proses ini terjadi di kondensor, jadi terjadi
perbedaan suhu anta kondensor dalam yang berisi uap panas dengan
kondensor luar yang berisikan air dingin, hal ini menyebabkan
penurunan suhu dan perubahan fase dari steam tersebut untuk menjadi
liquid kembali.

Pada refluks terjadi 3 perpindahan panas


Perpindahan Panas Secara Konduksi
Merupakan perpindahan panas antara molekul-molekul yang saling
berdekatan antar yang satu dengan yang lainnya dan tidak diikuti oleh perpindahan
molekul-molekul tersebut secara fisik. Molekul-molekul benda yang panas bergetar
lebih cepat dibandingkan molekul-molekul benda yang berada dalam keadaan
dingin. Getaran-getaran yang cepat ini, tenaganya dilimpahkan kepada molekul di
sekelilingnya sehingga menyebabkan getaran yang lebih cepat maka akan
memberikan panas.
Perpindahan Panas Secara Konveksi
Perpindahan panas dari suatu zat ke zat yang lain disertai dengan gerakan
partikel atau zat tersebut secara fisik.
Perpindahan Panas Secara Radiasi
Perpindahan panas tanpa melalui media (tanpa melalui molekul). Suatu
energi dapat dihantarkan dari suatu tempat ke tempat lainnya (dari benda panas ke

benda yang dingin) dengan pancaran gelombang elektromagnetik dimana tenaga


elektromagnetik ini akan berubah menjadi panas jika terserap oleh benda yang lain.