Anda di halaman 1dari 11

III.

METODE PENELITIAN
A.

Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah survey
analitik dengan pendekatan retrospektif. Studi retrospektif adalah penelitian yang
bersifat melihat ke depan, artinya penelitian dimulai dari variabel penyebab atau
resiko kemudian diikuti akibatnya pada waktu yang akan datang (Notoatmodjo,
2012;27).
B.

Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di RSUD Dr. M.M Dunda Limboto dan waktu
penelitian akan dilakukan ditahun 2015.
C.

Variabel Penelitian

Dalam penelitian ini yang merupakan variabel bebas adalah pendidikan


dan pengetahuan keluarga pasien tentang TB paru dan variabel terikat adalah
perilaku penggunaan masker.
D.

Definisi Operasional dan Kriteria Objektif


Tabel 1
Definisi Operasional dan Kriteria Objektif

Variabel
Bebas:
Pendidikan
Keluarga

Definisi Operasional
Jenjang pendidikan
yang ditempuh oleh
responden dan
dibuktikan dengan
kepemilikan ijazah.

Parameter
1. Pendidikan
Dasar
2. Pendidikan
Menengah
3. Pendidikan
Tinggi
(UUD No. 20
tahun 2003
dalam khsan,
2014;10)

Alat
Ukur
Checklist

Skala

Kategori

Ordinal a. Pendidi
kan
Dasar :
SD/Sed
erajat.
b. Pendidi
kan
meneng
ah :
SMP1

SMA/S
ederajat.
c. Pendidi
kan
tinggi :
Perguru
an
tinggi.
Bebas:
Pengetahuan
Keluarga
tentang TB
paru

Semua hal yang


diketahui oleh
responden tentang
TB paru.

1. Pengertian
TB paru.
2. Penyebab
TB paru.
3. Tanda dan
Gejala TB
paru.
4. Penularan
TB paru.
5. Pencegahan
TB paru.
(Taqiyyah &
Mohammad,
2013; 293296).

Kuesioner Nominal a. Nilai


76100% :
Baik.
b. Nilai
5675%:
Cukup.
c. Nilai
40-55%
Kurang.

Terikat:
Perilaku
penggunaan
masker

Kebiasaan responden
dalam berperilaku
khususnya dalam
penggunaan masker
dalam rangka
mencegah penularan
TB paru.

1. Praktik
Terpimpin.
2. Praktik
Mekanisme.
3. Adopsi.
(Notoatmodjo,
2010;26).

Checklist Nominal a. Nilai


76100% :
Baik.
b. Nilai
5675%:
Cukup.
c. Nilai
40-55%
:Kurang

E. Populasi, Sampel dan Tehnik Sampling


1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang
mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti
untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2014;148).
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga pasien tuberculosis
paru yang memiliki saudara atau orang tua yang menjalani perawatan di ruang
interna RSUD Dr. M.M Dunda Limboto Kabupaten Gorontalo tercatat
berjumlah 63 orang penderita dari bulan Januari sampai Februari tahun 2015.
2. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh
populasi tersebut (Sugiyono, 2014;149).
Perumusan jumlah sampel dalam penelitian ini didasarkan pada rumus
Solvin (Noor, 2011;157) yaitu :
N
n=
2
1+(N x e )
n=

63
2
1+(63 x 0,05 )

n=

63
1,1575

n=54,427=54

Di mana :
n= Jumlah elemen/anggota sampel
N= Jumlah elemen/anggota populasi
e=

Error Level (tingkat kesalahan/tingkat penyimpangan yang

diinginkan), (5% atau 0,05).


Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui bahwa sampel penelitian ini
adalah sebagian keluarga pasien tuberculosis paru yang memiliki saudara atau
3

orang tua yang menjalani perawatan di ruang interna RSUD Dr. M.M Dunda
Limboto Kabupaten Gorontalo dari bulan Januari sampai dengan bulan
Februari tahun 2015 berjumlah 54 orang.
3. Tehnik Sampling
Cara pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah
tehnik Accidental Sampling yaitu dengan mengambil responden/keluarga
pasien yang kebetulan ada atau tersedia disuatu tempat sesuai dengan konteks
penelitian (Notoatmodjo, 2012;125) dengan kriteria :
a. Kriteria inklusi
1) Sebagian keluarga pasien tuberculosis paru yang memiliki saudara atau
orang tua yang menjalani perawatan di ruang interna RSUD Dr. M.M
Dunda Limboto Kabupaten Gorontalo.
2) Keluarga yang kooperatif.
3) Keluarga yang sehat jasmani dan rohani.
4) Keluarga yang bersedia dijadikan responden.
b. Kriteria eksklusi
1) Sebagian keluarga pasien tuberculosis paru yang tidak memiliki
saudara atau orang tua yang menjalani perawatan di ruang interna
RSUD Dr. M.M Dunda Limboto Kabupaten Gorontalo.
2) Keluarga yang tidak kooperatif.
3) Keluarga yang tidak sehat jasmani dan rohani.
4) Keluarga yang tidak bersedia dijadikan responden.
F. Instrumen Penelitian
Instrument pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
menggunakkan alat ukur checklist untuk pendidikan keluarga pasien. Alat ukur
kuesioner untuk pengetahuan dan perilaku keluarga pasien dalam penggunaan
masker yang terdiri dari 10 pertanyaan, yang dimana pertanyaan tersebut mengacu
pada konsep atau teori yang telah diuraikan pada tinjauan pustaka.
G. Tehnik Pengumpulan Data
4

1. Data Primer
Data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada
pengumpul data (Sugiyono, 2014;376). Data primer dalam penelitian ini
merupakan data yang didapat langsung serta diperoleh dari Checklist dan
kuesioner.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah sumber data yang tidak langsung memberikan data
kepada pengumpul data (Sugiyono, 2014;376). Data sekunder dalam penelitian
ini merupakan data yang diperoleh dari instansi terkait seperti data dari
medical record RSUD. Dr. M.M Dunda Limboto.
H.

Pengolahan, Penyajian dan Analisis Data

1. Pengolahan Data
Pengolahan data dilakukan secara manual dan elektronik dengan
menggunakan kalkulator dan komputer dengan program pengolahan data
statistik.

Pengolahan

data

dapat

dilakukan

dengan

langkah-langkah

(Notoatmodjo, 2012;176). Sebagai berikut:


a. Editing
Hasil wawancara atau angket yang diperoleh atau dikumpulkan melalui
kuesioner perlu disunting (edit) terlebih dahulu apakah terdapat kekeliruan
atau masih ada data atau informasi yang tidak lengkap.
b. Cleaning
Tahapan ini dilakukan pada saat mengumpulkan data kuesioner dari
responden atau ketika memeriksa lembar observasi. Periksa kembali apakah
ada jawaban responden atau hasil observasi yang ganda atau belum dijawab,
kemudian dilakukan pembetulan atau koreksi.
c. Coding

Memberi kode indentitas responden untuk menjaga kerahasiaan identitas


responden dan mempermudah proses penelusuran biodata responden bila
diperlukan. Selain itu juga untuk mempermudah penyimpangan dalam arsip
data.
d. Skoring
Tahap ini dilakukan setelah ditetapkan kode jawaban atau hasil
observasi sehingga setiap jawaban responden atau hasil observasi dapat
diberikan skor, dalam hal ini mengubah data berbentuk kalimat atau huruf
menjadi data angka atau bilangan. Contoh pada jenis kelamin diberi kode 1
jika laki-laki dan kode 2 jika perempuan.
e. Entering
Memasukkan data yang telah diskor kedalam komputer seperti dalam
program Ms.Excel atau kedalam program-program pengolahan data statistik.
Data juga dapat dimasukkan kedalam format kolom menggunakan cara
manual.
f. Tabulasi
Pengelompokan data dalam suatu bentuk tabel menurut sifat yang
dimiliki sesuai tujuan penelitian dan disajikan dalam bentuk narasi dan tabel
distribusi frekuensi.
2. Penyajian Data
Data hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi,
tabel silang antara variabel bebas dan variabel terikat atau dalam bentuk grafik
dan penjelasan atau narasi untuk menggambarkan besarnya permasalahan yang
ditemukan.
3. Analisis Data
a. Analisis Univariate
Analisis univariat bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan
karakteristik setiap variabel penelitian. Bentuk analisisi univariat tergantung
6

dari jenis datanya. Pada umumnya dalam analisis ini hanya menghasilkan
distribusi frekuensi dan persentase dari setiap variabel (Notoatmodjo,
2012;182).
Untuk menghitung distribusi frekuensi dan persentase dari setiap
variabel dapat menggunakan rumus :

P=

F
x 100
N

Keterangan :
P : Angka Persentase.
F : Frekuensi yang sedang dicari persentasenya.
N : Number of Cases (jumlah frekuensi/banyaknya individu) (Machfoedz,
2010;25).
b. Analisis Bevariate
Analisis bivariat dilakukan terhadap dua variabel yang diduga
berhubungan atau berkorelasi (Notoatmodjo, 2012;183).
Analisis yang dilakukan untuk mengetahui hubungan pendidikan dan
pengetahuan responden dengan perilaku penggunaan masker yang diukur
menggunakan uji satistik Chi Square dengan tingkat kemaknaan = 0,05
yaitu dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1) Terlebih dahulu membuat rumusan hipotesis nol (Ho) dan hipotesis
alternatif (Ha).
7

2) Menyusun tabel koefisien korelasi dan tafsirannya serta tabel kerja untuk
memasukkan data yang diperoleh ke dalam tabel.
3) Memasukkan data ke dalam rumus yang ada (Sugiyono, 2010;107):

Keterangan :
x2 : Nilai Chi-Square.
fo : Frekuensi yang diperoleh berdasarkan data.
fh : Frekuensi yang diharapkan.
Dimana untuk mencari frekuensi yang diharapkan menggunakan rumus:
x 2=

total baris ( b ) xtotal kolom( k )


Total( n)

Keterangan:
b =

Menunjukkan penjumlahan semua nilai dalam baris

k =

Menunjukkan penjumlahan semua nilai dalam kolom

n = Menjumlahkan semua nilai pada sel tabel yang ada


4) Menguji nilai x2 yang diperoleh dengan menggunakan harga kritis
(Critical Value x2 tabel) yang disesuaikan dengan tingkat kemaknaan

yang ditentukan (derajat kemaknaan = 0,05) yang ada pada lampiran.


Untuk menghitung derajat kemaknaan dengan rumus :
n=( k1 ) ( b1)
Dimana:

k = banyaknya kolom
b = banyaknya baris

5) Menarik kesimpulan terhadap pengujian x2 yaitu bila nilai perhitungan uji


statistik lebih besar dibandingkan nilai yang berasal dari tabel (x2 hitung
> x2 tabel) maka Ho ditolak dan Ha diterima, bila nilai perhitungan uji
statistik lebih kecil dibandingkan nilai yang berasal dari tabel (x2 hitung <
x2 tabel) maka Ho diterima dan Ha ditolak (Sugiyono, 2012;21).

I. Etika Penelitian
1. Sukarela (Voluntary).
Penelitian harus bersifat sukarela, tidak ada unsur paksaan atau tekanan
secara langsung maupun tidak langsung, atau paksaan secara halus, atau
adanya unsur ingin menyebangkan atau adanya ketergantungan: financial,
hubungan yang tidak setara. Untuk menjamin kesukarelaan pasien objek
sebagai penelitian yang akan dilaksanakan. Apabila yang diteliti tidak
kompeten untuk mengambil keputusan, misalnya bayi/anak, orang cacat
mental, atau tidak sadar, maka harus mendapat izin dari keluarga terdekat yang
berhak mewakili objek penelitian tersebut.
2. Persetujuan (informed concent).

Dalam melaksanakan penelitian, peneliti wajib memberikan informasi


yang cukup untuk orang/obyek (yang berhak mewakili) yang diteliti dan juga
wajib mendapatkan izin obyek yang diteliti sebagai ungkapan peneliti untuk
menghormati harkat dan martabat subjek penelitian. Informed Concent artinya
ada persetujuan (concent) setelah mendapat penjelasan (informed) tentang
maksud, cara pelaksanaan dan efek dari penelitian itu dan izin tertulis.
3. Kerahasiaan (confidentiality).
Dalam penelitian tidak boleh membukakan identitas objek penelitan baik
individu

maupun

kelompok

atau

institusi,

ini

untuk

kepentingan

privasi/kerahasiaan, nama baik dan aspek hukum dan psikologis, secara


langsung ataupun tidak langsung atau efeknya jauh di kemudian hari. Adanya
jaminan kerahasiaan dari responden dapat memberikan rasa aman dan akan
meningkatkan keabsahan data yang diberikan karena terbebas dari rasa takut
atau malu bila identitasnya diketahui. Peneliti cukup menggunakan coding
sebagai penggangti identitas responden.
4. Privasi (Privacy).
Penelitian seharusnya tidak mengganggu keleluasaan diri/privacy, dalam
hal : rasa hormat, harga diri, praktek budaya dan tidak mengganggu ketenangan
hidup dan keleluasaan diri/gerak, hal ini juga berkaitan dengan kerahasiaan dan
masalah pribadi.
5. Keadilan (Justice) dan Keterbukaan (Inclusiveness).
Prinsip keterbukaan dan adil perlu dijaga oleh peneliti dengan kejujuran,
keterbukaan, dan kehati-hatian. Untuk itu, lingkungan penelitian perlu
dikondisikan sehingga memenuhi prinsip keterbukaan, yakni dengan
10

menjelaskan prosedur penelitian. Prinsip keadilan ini menjamin bahwa semua


subjek penelitian memperoleh perlakuan dan keuntungan yang sama, tanpa
membedakan gender, agama, etnis, dan sebagainya.

11